Bicara di Seminar Nasional, Wawako Diza Berbagi Strategi UMKM Berdaya Saing di Era Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Produk Lokal Berdaya Saing: Sinergi Strategi Pemasaran dan Nilai Kearifan Lokal”.

Kegiatan ini digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Industri Kreatif Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (12/8/2025).

Acara yang dikemas secara interaktif tersebut turut menghadirkan para pembicara berpengalaman di bidangnya. Di antaranya, Kepala Bidang Pemasaran Usaha Kecil, Asdep Kemitraan, Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM RI, Agni Iswarani, S.Sos., M.I.S., yang memaparkan materi “Strategi Pemasaran Produk Lokal di Era Digital: Peluang dan Tantangan”.

Selain itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Keuangan Baznas Provinsi Jambi, Sri Rahayu, M.Pd., menyampaikan paparan bertema “Peran Baznas dalam Pemberdayaan UMKM dan Penguatan Produk Mustahik”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro dan kecil berbasis kearifan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar kemajuan daerah.

Ia menilai, keberadaan UMKM yang berkualitas akan menjadi tulang punggung perekonomian Kota Jambi.

“Kota Jambi dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Karena itu, kami meyakini sektor UMKM merupakan fondasi utama yang menopang roda perekonomian daerah. Seminar-seminar seperti ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan penguatan kapasitas bagi para pelaku UMKM,” ujar Diza.

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pelaku usaha kreatif, salah satunya BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik).

Program ini dirancang untuk membantu UMKM naik kelas hingga menjadi pengusaha yang tangguh, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Sebagai pelaku usaha, kita harus terus berinovasi dan memperbarui diri sesuai perkembangan zaman agar mampu bersaing,” tambahnya.

Dalam paparannya bertajuk “Kolaborasi Pemerintah, Kampus, dan Pelaku Usaha dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan”, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menguraikan tantangan besar yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di era Society 5.0.

Era ini ditandai dengan terintegrasinya dunia fisik dan virtual melalui konektivitas manusia, mesin, dan data, yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT).

“Menjawab tantangan tersebut, ada enam aspek yang menjadi perhatian utama, yaitu digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan dan iklim, persaingan usaha, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketimpangan ekonomi dan akses permodalan,” jelas Diza.

Ia juga menyoroti peran strategis pemuda sebagai garda terdepan dalam menghadapi era Industri 5.0. Menurutnya, generasi muda harus memiliki semangat menjadi inovator teknologi, pembelajar sepanjang hayat, wirausaha muda (technopreneur), penggerak ekonomi berkelanjutan, serta agen kolaborasi antara manusia dan mesin.

“Untuk itu, diperlukan optimalisasi potensi pemuda melalui tiga hal. Education, yaitu peningkatan kualitas pendidikan untuk memperkuat hard skill dan soft skill. Engagement, yakni partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan politik, sosial, dan ekonomi. Serta Employment, penciptaan lapangan kerja baru untuk menyerap sumber daya manusia yang melimpah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Diza turut memaparkan teori cashflow quadrant yang menggambarkan pergeseran pola pikir dari sekadar mencari penghasilan aktif menuju membangun aset dan sistem.

Konsep ini, menurutnya, sejalan dengan tujuan pengembangan UMKM berkelanjutan yang menekankan kemandirian usaha sekaligus pertumbuhan jangka panjang.

Ia menyebut, Pemerintah Kota Jambi secara konsisten mendorong pembentukan kelompok UMKM untuk mempermudah akses pembiayaan, sekaligus memberikan bantuan modal tanpa agunan melalui program BANK HARKAT.

Program ini menjadi wujud nyata dukungan Pemkot dalam memperkuat UMKM, sekaligus mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Jambi.

“Selain itu, terdapat RUMEL (Ruang Milenial) yang bertujuan mencetak generasi muda tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. Program KOTA TANGGUH juga menjadi prioritas, melalui penataan ruang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta peningkatan infrastruktur, sarana-prasarana, dan utilitas perkotaan,” jelasnya..

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM, Pemkot Jambi telah menggulirkan berbagai program dan kegiatan strategis. Di antaranya Festival Tumpah Ruah, Gebyar UMKM, Karnaval Angso Duo, hingga Kota Tua Seribu Kuliner yang secara konsisten menjadi ajang promosi, kolaborasi, dan penguatan daya saing produk lokal.

Dalam paparannya itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza kembali menegaskan bahwa generasi muda yang ingin memulai usaha harus membekali diri dengan sejumlah kompetensi penting.

Antara lain, wawasan dan informasi yang luas, kemampuan berbahasa asing, manajemen keuangan (financial management), keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi (superior creative thinking), sikap yang baik (good attitude), serta keterampilan teknis yang relevan (skills).

“Saat generasi muda berani melangkah, UMKM tidak hanya akan mampu bertahan, tetapi juga berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. UMKM berkelanjutan lahir dari sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, inovasi perguruan tinggi, serta komitmen pelaku usaha, sebagai pondasi ekonomi masa depan yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Wakil Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Kreatif Jambi, Dwi Mutiara, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong penguatan UMKM di Kota Jambi, khususnya pada sektor industri kreatif ekonomi syariah berbasis digital.

“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, produk lokal harus hadir bukan sekedar sebagai identitas daerah, tetapi sebagai pilihan yang berkualitas, kompetitif, dan bernilai tambah, sehingga mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.

Sesuai dengan tema seminar, ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, agar strategi pemasaran produk lokal tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap berlandaskan pada kearifan lokal dan budaya daerah.

“Kami percaya, melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi, UMKM dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Asosiasi Industri Kreatif Jambi, dengan moto “Berdampak pada Lingkungan Sekitar”, merupakan bentuk komitmen nyata untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Dengan sinergi dan cita-cita mulia bersama, saya yakin UMKM Jambi akan terus berkembang, semakin besar, dan lebih berdaya saing. Mudah-mudahan seminar ini menjadi langkah nyata menuju UMKM Jambi yang mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)




Raden Jufri: HUT RI 80, Pastikan Paskibraka Siap Kibarkan Merah Putih di Langit Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana khidmat mulai terasa di Kota Jambi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Persiapan demi persiapan terus dimatangkan, terutama oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jambi yang akan bertugas dalam upacara sakral 17 Agustus 2025 mendatang.

​Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi, Raden Jufri, seluruh anggota Paskibraka telah berada pada kondisi prima dan siap untuk menjalankan tugas mulia tersebut.

“Semua Paskibraka kita telah siap. Mereka telah melewati proses seleksi dan pelatihan yang ketat, dan kini tiba saatnya bagi mereka untuk fokus penuh,” ujar Raden Jufri, Selasa (12/8/2025).

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa demi menjaga konsentrasi dan kekompakan tim, seluruh anggota Paskibraka akan memasuki masa karantina.

“Mulai malam ini hingga 17 Agustus, seluruh anggota Paskibraka akan dikarantina untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat),” sebutnya.

Selama masa karantina, para anggota Paskibraka akan mendapatkan berbagai materi, termasuk latihan baris-berbaris, pembentukan mental, disiplin, dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan.

Tujuan utama dari diklat ini adalah untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka dalam melaksanakan tugas pengibaran bendera Merah Putih pada upacara puncak 17 Agustus mendatang.

“Ini adalah tahapan krusial untuk mematangkan semua persiapan, baik dari segi teknis baris-berbaris, kekompakan tim, maupun kondisi fisik dan mental mereka,” tambahnya.

​Sebanyak 56 pelajar terbaik dari berbagai SMA di Kota Jambi terpilih sebagai anggota Paskibraka tahun ini, terdiri dari 28 putra dan 28 putri.

Mereka adalah representasi dari generasi muda Jambi yang berdedikasi dan bersemangat untuk mengibarkan bendera Merah Putih dengan sempurna.

Selama masa karantina, mereka akan mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari pemahaman sejarah perjuangan bangsa hingga etika dan tata cara upacara.

​Momen puncak persiapan akan diselenggarakan pada malam tanggal 15 Agustus. Pada malam tersebut, akan digelar upacara pengukuhan Paskibraka di rumah dinas Wali kota Jambi.

Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengesahan dan simbolis bahwa mereka telah siap mengemban tugas negara.

Pengukuhan ini diharapkan dapat menanamkan rasa bangga dan tanggung jawab yang mendalam bagi setiap anggota Paskibraka.

​Untuk upacara pengibaran bendera pada pagi hari tanggal 17 Agustus 2025 Wali kota Jambi Dr.dr. H. Maulana,MKM akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, upacara penurunan bendera pada sore harinya akan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, SE.M.A,.

Kehadiran Wali Kota Jambi sebagai pemimpin upacara, baik saat pengibaran maupun penurunan, menunjukkan betapa pentingnya peran Paskibraka dalam momen bersejarah ini dan menjadi bentuk apresiasi tertinggi dari pemerintah kota atas dedikasi mereka.

​Dengan persiapan yang matang dan semangat yang membara, Paskibraka Kota Jambi siap untuk menunaikan tugasnya, memastikan bendera Merah Putih berkibar megah di langit Kota Jambi sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa, tutup Raden Jufri.(*)




Pelantikan Dekranasda Kota Jambi, Wakil Wali Kota Tekankan Inovasi dan Budaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi melantik jajaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi masa bhakti 2025–2030, dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Pelantikan ini menandai langkah awal penguatan sektor ekonomi kreatif dan industri kerajinan di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus baru dan harapan agar Dekranasda bisa menjadi motor penggerak dalam mendorong UMKM lokal naik kelas.

“Dekranasda memiliki peran strategis untuk membina dan mengembangkan potensi perajin lokal, mendorong inovasi, dan melestarikan budaya daerah melalui produk kerajinan,” ungkapnya, Minggu (10/8/2025).

Diza menegaskan, sebagai bagian dari program nasional dan visi Kota Jambi Bahagia, Dekranasda diharapkan mampu:

  1. Melestarikan warisan budaya Jambi,

  2. Meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan,

  3. Mendorong digitalisasi pemasaran,

  4. Memberdayakan perempuan dan generasi muda dalam industri kreatif.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mendukung program Dekranasda secara sinergis dan berkelanjutan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi baru bisa tumbuh dari pelibatan aktif pengrajin dan pelaku UMKM di Jambi.

“Mari kita menyingsingkan lengan baju dan bergerak bersama untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera,” pungkas Diza.(*)




Imbas Isu Asusila, Aminudin Tinggalkan Jabatan Dewan Penasehat Gerindra Batang Hari

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kabupaten Batang Hari, Aminudin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut disampaikannya dalam surat tertanggal 7 Agustus 2025, yang telah dikirim ke DPD Gerindra Provinsi Jambi.

Aminudin, yang juga mantan Ketua DPC Gerindra Batang Hari, menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi internal partai.

Khususnya menyikapi dugaan kasus asusila yang menyeret Ketua DPC Gerindra Batang Hari berinisial MH dengan Wakil Sekretaris DPC berinisial RM.

“Secara aturan, saya sudah menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Batang Hari,” ujarnya, seperti dikutip pada laman Swarajambi.net , Selasa (12/8/2025).

Aminudin menyebut dirinya merasa gagal dalam membina para kader dan pengurus partai. Ia menilai, polemik yang terjadi telah mencoreng nama baik Gerindra di mata publik.

“Dampaknya besar, merusak citra partai di tengah masyarakat,” tambahnya.

Mengenai kasus dugaan asusila, Aminudin mengaku terus memantau perkembangan. Meski belum ada kejelasan hukum, ia menyayangkan peristiwa itu terjadi di lingkup internal partai.

“Ibarat kata pepatah, jika tidak ada api tentu tidak akan ada asap,” ucapnya.

Kini, ia menunggu tanggapan resmi dari Ketua DPD Gerindra Jambi terkait surat pengunduran dirinya.(*)




Dimintai Ganti Rugi Rp500 Ribu, Hindun: Baru Aja Saya Kena Musibah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hal tak mengenakkan harus dialami Siti Hindun, penyewa kios di depan kawasan SMPN 18 Kota Jambi.

Bagaimana tidak, kios yang disewanya terbakar Selasa 12 Agustus 2025 dini hari.

Hindun yang berporfesi sebagai tukang jahit ini pun, mau tak mau harus mengiklaskan barang-barangnya terbakar. Termasuk jahitan para konsumen.

Namun sayang, di tengah musibah yang menimpanya, Hindun mengaku, salah satu konsumen mengaku meminta ganti rugi.

“Minta ganti rugi Rp500 ribu. Padahal baru aja saya kena musibah,” kata Hindun, menahan sedih nya, sat dijumpai di lokasi kebakaran.

Tak banyak lagi bicara, Hindun memilih diam merenungkan musibah yang menimpa dirinya.

Untuk diketahui, kebakaran melanda dua kios di Jalan Marsda Surya Darma, Pal 8, RT 10, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa (12/8/2025) dini hari.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 00.13 WIB dan langsung menggegerkan warga sekitar. Lokasi kios yang terbakar berada tepat di depan SMP Negeri 18 Kota Jambi.

Menanggapi laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung mengerahkan tiga unit armada dan 17 personel ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

“Dini hari tadi terjadi kebakaran, dan sudah berhasil kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, Selasa (12/8/2025) dini hari.

Dua kios yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Akhmad. Salah satu kios dalam kondisi kosong, sementara satu kios lainnya disewa oleh Siti Hindun sebagai tempat usaha jahit-menjahit.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran ini, baik dari warga sekitar maupun petugas pemadam.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Damkartan Kota Jambi. Sementara itu, kerugian akibat kebakaran belum dapat diperkirakan.(*)




Dini Hari Tadi, Api Melahap Dua Kios di Depan SMP 18 Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda dua kios di Jalan Marsda Surya Darma, Pal 8, RT 10, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa (12/8/2025) dini hari.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 00.13 WIB dan langsung menggegerkan warga sekitar.

Lokasi kios yang terbakar berada tepat di depan SMP Negeri 18 Kota Jambi.

Menanggapi laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung mengerahkan tiga unit armada dan 17 personel ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

“Dini hari tadi terjadi kebakaran, dan sudah berhasil kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, Selasa (12/8/2025) dini hari.

Dua kios yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Akhmad.

Salah satu kios dalam kondisi kosong, sementara satu kios lainnya disewa oleh Siti Hindun sebagai tempat usaha jahit-menjahit.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran ini, baik dari warga sekitar maupun petugas pemadam.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Damkartan Kota Jambi.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran belum dapat diperkirakan.(*)




Wali Kota Maulana Kukuhkan Pengurus FKJS 2025-2027, Targetkan Predikat Paripurna Kota Sehat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) Periode 2025–2027, dalam acara yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin pagi (11/8/2025).

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum FKJS Kota Jambi.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 365 Tahun 2025 tentang Pembentukan Forum Kota Jambi Sehat Periode 2025–2027.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Jambi, dokter Maulana, menegaskan bahwa indikator-indikator Kota Sehat akan terus diintegrasikan secara masif ke dalam program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini menjadi panduan pembangunan yang selaras dengan program unggulan Kota Jambi Bahagia, khususnya pada Program Kampung Bahagia.

“Misalnya, tata kelola sampah harus berbasis komunitas, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Kami juga akan mendorong perbaikan transportasi publik, pengelolaan sampah di sekolah, pengelolaan lingkungan destinasi wisata, hingga memastikan seluruh tempat makan menerapkan konsep sehat dan halal. Semua ini adalah bagian dari upaya membentuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus baru Forum Kota Jambi Sehat (FKJS), yang memadukan tokoh-tokoh lama berpengalaman dengan wajah-wajah baru yang bersemangat, serta telah banyak menorehkan prestasi di bidang kesehatan lingkungan.

“Kota Jambi tahun lalu berhasil meraih Penghargaan Predikat Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang diberikan pemerintah pusat. Namun, di atas itu masih ada Predikat Paripurna yang harus kita perjuangkan bersama melalui kepengurusan baru ini,” tegasnya.

“Intinya, FKJS adalah komunitas penggerak yang mendorong kita memenuhi berbagai standar agar masyarakat Kota Jambi, di manapun berada, tetap sehat, aman, dan terlindungi,” terang Maulana.

Dia juga tekankan, Program Kota Sehat bukan hanya berbicara soal kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penataan permukiman, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, penanggulangan bencana, hingga penguatan partisipasi masyarakat.

“Pengukuhan pengurus FKJS ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengoptimalkan seluruh tatanan Kota Sehat. Harapannya, FKJS dapat menjadi motor penggerak gerakan masyarakat hidup sehat, memunculkan inovasi, dan memastikan keberlanjutan program yang sudah berjalan,” tekannya.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen bersama mewujudkan Kota Jambi yang bersih, nyaman, aman, dan sehat demi kesejahteraan seluruh warga.

“Saya mengucapkan selamat bertugas. Laksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi, keterbukaan, dan semangat gotong royong. Ingatlah, keberhasilan Kota Jambi menjadi kota sehat bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup seluruh masyarakat,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua FKJS Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., mengungkapkan bahwa agenda terdekat Forum Kota Sehat adalah mengikuti verifikasi nasional Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat yang dijadwalkan pada 25 Agustus mendatang.

“Tim dari pusat akan turun langsung meninjau lokasi-lokasi penilaian berdasarkan sembilan tatanan indikator Kabupaten/Kota Sehat. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Kota Jambi untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga proses verifikasi dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Nadiyah juga menyampaikan, setelah Kota Jambi berhasil meraih Predikat Swasti Saba Wistara tahun lalu, maka pada tahun 2026 mendatang, Kota Jambi akan menjadi tuan rumah Healthy City Summit.

“Seluruh kabupaten/kota se-Indonesia akan datang ke Kota Jambi untuk membahas strategi menjaga kota agar tetap sehat, aman, dan menjadi tempat yang menjamin kesehatan bagi seluruh warganya di manapun berada,” jelasnya.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik, menyambut tamu dengan ramah, serta membuktikan bahwa Kota Jambi memang layak menyandang predikat sebagai kota sehat,” tutup Nadiyah.

Usai prosesi pengukuhan, kepengurusan Forum Kota Jambi Sehat (FKJS) langsung bergerak cepat. Ketua FKJS, dokter Nadiyah langsung memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus guna membahas langkah tindak lanjut menghadapi verifikasi lanjutan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025.(*)




Pemkot Jambi Perluas Kerja Sama dengan PTS, Dorong Peningkatan SDM dan Riset

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Jambi dan Universitas Batanghari (Unbari) Jambi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Acara penandatanganan berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin siang (11/8/2025), dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Pjs Rektor Universitas Batanghari, Afdalisma, S.H., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, pada kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.

PKS tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen PKS ditandatangani oleh Dekan FKIP Unbari, Abdoel Gafar, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Efendi.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan arsip, dan literasi masyarakat di Kota Jambi.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada Pjs Rektor Universitas Batanghari, yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X, atas inisiatifnya menginisiasi kerja sama berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak positif bagi sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama ini, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk terlibat, baik dalam kajian maupun riset, demi mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan, Pemkot Jambi menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya di lapangan.

“Kami siap menjadi laboratorium besar bagi perguruan tinggi, sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada kemajuan bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, dokter Maulana juga didapuk sebagai narasumber utama dengan materi paparan bertema “Potensi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta dengan Pemerintah Kota Jambi dalam Mewujudkan Kota Jambi Bahagia.”

Dalam paparannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dan perguruan tinggi swasta merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan sumber daya, keahlian, dan inovasi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Manfaat kerja sama ini antara lain untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik, memperkuat program pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendukung implementasi Program Merdeka Belajar, memanfaatkan sumber daya secara sinergis, menciptakan inovasi dan solusi lokal, serta meningkatkan citra institusi,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dijalin Pemerintah Kota Jambi dengan perguruan tinggi swasta.

Di antaranya, kerja sama dengan Politeknik Pariwisata National Hotel Institute Bandung di bidang pariwisata dan kebudayaan untuk peningkatan sektor kepariwisataan dan pelestarian budaya Kota Jambi; kerja sama dengan Universitas Dinamika Bangsa di bidang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia; serta kerja sama dengan Universitas Batanghari di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi, seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia.

Kedua program ini berbasis komunitas dalam membangun daerah dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sejalan dengan semangat kerja sama yang tengah dilakukan saat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Turut hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jambi, serta mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan fasilitasi peningkatan kerja sama program studi pada perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.(*)




DPRD Kota Jambi Sahkan Tiga Perda, Termasuk Penataan Struktur OPD dan RPJMD Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menyetujui tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) alternatif yang diusulkan oleh Pemkot Jambi menjadi Peraturan Daerah.

Persetujuan terhadap tiga Ranperda tersebut setelah dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, dalam rangka penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus 3 (tiga), pada Senin (11/8/2025), bertempat di Ruang Swarna Bumi.

Adapun ketiga Ranperda yang ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Jambi tersebut, adalah :

1. Ranperda Kota Jambi Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.

2. Ranperda Kota Jambi Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

3. Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025-2029.

Disetujuinya tiga Ranperda tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara Wali Kota Jambi Maulana dan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly. Prosesi penandatanganan itu turut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bersama unsur pimpinan DPRD Kota Jambi, yakni Wakil Ketua I M. Yasir dan Wakil Ketua III Naim.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengapresiasi proses legislasi yang berjalan cepat dan kolaboratif, yang mencerminkan sinergi baik antara badan legislatif dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, pembahasan tiga Ranperda ini berlangsung sangat cepat. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Dewan, unsur pimpinan, seluruh fraksi DPRD Kota Jambi, serta Panitia Khusus yang telah bekerja optimal bersama perangkat daerah terkait dalam pembahasan dan pengkajian tiga Rancangan Peraturan Daerah Kota Jambi, yang hari ini kita sahkan bersama,” ujarnya.

Maulana juga menjelaskan bahwa dengan terbentuknya badan baru di lingkungan Pemkot Jambi, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penanganan dan penanggulangan bencana di Kota Jambi akan dilakukan lebih cepat dan komprehensif. Harapannya, penanggulangan bencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi proaktif, terkoordinasi, serta berbasis mitigasi dan kesiapsiagaan.

“Pembentukan badan baru ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana yang semakin kompleks dan dinamis. Kehadiran BPBD merupakan mandat yang harus dipenuhi guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang terpadu, profesional, dan berbasis masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya, terkait Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Jambi, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa penambahan struktur organisasi dari tipe B menjadi tipe A pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif dan responsif, namun tetap akuntabel serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

“Dengan penyempurnaan struktur kelembagaan ini, kita ingin membentuk perangkat daerah yang efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas serta fungsi pemerintahan, sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal,” terangnya.

Lebih lanjut, Maulana memaparkan bahwa Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025–2029 telah disusun melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta kombinasi bottom-up dan top-down. Penyusunannya juga telah melalui proses konsultasi publik, baik pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pembahasan bersama DPRD.

“Dalam dokumen RPJMD ini, kami berkomitmen untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera, atau yang dikenal dengan sebutan ‘Kota Jambi Bahagia’,” jelasnya.

Dengan disetujuinya tiga Ranperda ini, Wali Kota Maulana berharap regulasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Jambi, sekaligus menjadi landasan penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menyampaikan dukungan penuh terhadap pengesahan tiga Ranperda prioritas yang baru saja disetujui.

“Ketiga Ranperda ini merupakan langkah penting dalam menjalankan fungsi legislatif demi mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat Kota Jambi,” katanya.

Faried berharap ketiga Ranperda ini dapat segera diimplementasikan untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

“Kami dari pansus fokus pada tiga Ranperda utama yang diharapkan dapat segera diterapkan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Jambi,” singkatnya.

Selanjutnya, sebagaimana tahapan penetapannya, Peraturan Daerah ini akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk dilakukan evaluasi sebagai tahapan lebih lanjut.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi.(*)




Pemkot Jambi Sebar 10.250 Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Kemerdekaan

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar aksi pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat, Senin pagi (11/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri, sebagai wujud cinta Tanah Air sekaligus mengobarkan semangat patriotisme di seluruh penjuru negeri.

Dipusatkan di Kawasan Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, aksi ini dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., serta Sekretaris Daerah Drs. H. A. Ridwan, M.Si.. Mereka bersama jajaran Pemkot Jambi, unsur Forkopimda, hingga para siswa Calon Paskibraka Kota Jambi turun langsung ke jalan membagikan bendera kepada para pengguna jalan yang melintas.

Tahun ini, Pemkot Jambi menyiapkan 10.250 bendera untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, terdiri dari bendera untuk rumah dan kendaraan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pembagian bendera ini bukan sekedar seremonial, melainkan bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada bangsa Indonesia.

“Maka dari itu, saya imbau kepada masyarakat agar memasang bendera di kediaman masing-masing, di kantor-kantor, sarana pendidikan, hingga sarana kesehatan, sebagai bentuk wujud syukur dan rasa cinta Tanah Air,” ujarnya.

Maulana juga memaparkan bahwa perayaan HUT RI ke-80 di Kota Jambi akan diwarnai berbagai lomba masyarakat, mulai dari lomba Gapura Kemerdekaan, lomba berbasis budaya, hingga lomba aktivitas kreatif.

“Lomba-lomba ini tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Puncaknya akan dipusatkan di Penyengat Rendah dengan tema “Merdeka Ditepian Kota”, pada 15-16 Agustus 2025,” ungkapnya.

Kepada para camat, Wali Kota memberikan instruksi tegas agar memastikan seluruh wilayahnya ramai oleh bendera merah putih.

“Jangan ada rumah yang tidak memasang bendera. Pak Camat, Pak Lurah, dan Pak RT pastikan seluruh rumah di Kota Jambi mengibarkan Merah Putih. Termasuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi,” pesannya.

“Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air. Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan kita. Dengan mengibarkannya, kita menunjukkan bahwa kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa,” tutup Maulana.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi, Raden Jupri, dalam laporannya menyebut bahwa gerakan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Untuk Kota Jambi, bendera berasal dari sumbangan Organisasi Perangkat Daerah, termasuk dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah.

“Secara simbolis, Dinas Perhubungan juga telah membagikan bendera kepada angkot dan kendaraan bertonase besar. Gerakan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga ajakan agar semangat Merah Putih hadir di setiap rumah dan jalan di Kota Jambi,” jelasnya.

“Kami juga akan membagikan bendera di kawasan yang dianggap membutuhkan, agar semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Selain kepada pengendara di kawasan Tugu Keris Siginjai, Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza juga menyerahkan bendera secara simbolis kepada Dinas Lingkungan Hidup, para camat se-Kota Jambi, serta Lurah Penyengat Rendah untuk disalurkan di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di seluruh sudut Kota Jambi.(*)