Stiker dan Wheeldop, Gaya Modif Fazzio Hybrid yang Makin Tren di Kalangan Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Tren modifikasi motor terus mengalami evolusi, dan kini makin populer di kalangan anak muda, terutama generasi Z yang menyukai kebebasan berekspresi.

Yamaha Fazzio Hybrid menjadi salah satu skutik yang paling sering dipilih untuk dikreasikan karena desainnya yang fleksibel dan mendukung gaya hidup aktif.

Tak seperti dulu, modifikasi motor kini tak selalu identik dengan ubahan besar-besaran. Cukup dengan sentuhan ringan seperti stiker decal bertema personal, skutik bisa tampil lebih unik dan berkarakter.

Hal inilah yang dilakukan Sarif, pemuda asal Yogyakarta, yang memodifikasi Fazzio Hybrid miliknya dengan tema mikroorganisme.

“Desain Fazzio sudah menarik dari awal, jadi saya hanya menambahkan stiker acak dengan inspirasi dari bentuk-bentuk mikroorganisme. Hasilnya jadi lebih personal tapi tetap stylish, dan yang penting biayanya juga terjangkau,” ungkap Sarif.

Dengan warna dasar Sage Green yang soft dan elegan, Fazzio milik Sarif tampil menonjol di jalanan tanpa harus mengorbankan fungsionalitas.

Tak hanya itu, Sarif juga menambahkan velg model wheeldop yang menegaskan kesan klasik modern, serta rak tambahan di belakang motor untuk meningkatkan daya angkut barang harian.

Menariknya, seluruh proses modifikasi dilakukan sendiri oleh Sarif dalam waktu kurang dari satu minggu.

Mulai dari pengecatan bodi kasar, pemasangan stiker, hingga instalasi aksesoris tambahan dilakukan secara mandiri, menunjukkan bahwa modifikasi tak harus mahal atau rumit.

Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menjelaskan bahwa Fazzio Hybrid memang dirancang sebagai “white canvas” bagi anak muda yang ingin mengekspresikan diri.

“Fazzio Hybrid adalah bagian dari Classy Yamaha Series yang memang ditujukan untuk pengguna muda. Fitur-fitur seperti mesin Blue Core Hybrid 125cc, Smart Key System, dan desain yang timeless menjadikan motor ini mudah dimodifikasi dan sesuai dengan karakter setiap pengendaranya,” jelas Rifki.

Modifikasi ringan ini sekaligus membuktikan bahwa Yamaha Fazzio bukan hanya skutik bergaya retro modern, tetapi juga sangat fungsional dan fleksibel.

Tak heran jika skutik ini semakin digemari oleh pengguna muda di berbagai kota, termasuk Jambi.(*)




Sekolah Rakyat Kota Jambi Masuki MPLS, Beberapa Siswa Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kadinsos Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekolah Rakyat di Kota Jambi saat ini sedang memasuki masa pengenalan lingkungan (MPLS) atau tahap adaptasi bagi para peserta didik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebut bahwa tidak semua anak langsung siap menjalani kehidupan di lingkungan asrama yang penuh aturan dan kedisiplinan.

Menurut Yunita, dari total target 99 siswa, sempat ada beberapa anak yang mengundurkan diri pada awal proses karena merasa tidak siap dengan suasana asrama.

Namun pihak sekolah segera melakukan penggantian agar jumlah siswa tetap terpenuhi.

“Kemarin ada tiga anak yang mengundurkan diri, tetapi langsung kita ganti. Rata-rata mereka tidak siap hidup di asrama dengan segala aturan dan kedisiplinannya,” jelas Yunita, Rabu (13/8).

Yunita juga mengungkapkan bahwa ada salah satu anak yang merasa kecewa karena sebelumnya dijanjikan akan diberikan telepon genggam jika mau ikut, namun janji tersebut tidak terpenuhi.

Dugaan tersebut mengarah pada harapan dari pihak orang tua.

“Namun yang lebih dominan sebenarnya adalah ketidaksiapan anak-anak untuk masuk dalam lingkungan yang baru dan tertib seperti asrama,” tambahnya.

Tahapan MPLS di Sekolah Rakyat akan berlangsung lebih lama dibandingkan sekolah reguler, karena pendekatan psikososial dan pembentukan rasa aman menjadi prioritas awal sebelum masuk ke proses belajar yang utuh.

“Anak-anak ini harus merasa nyaman dulu. Sekarang sudah mulai masuk ke proses belajar, meskipun pelan-pelan,” kata Yunita.

Sementara itu, salah satu kendala yang sempat muncul adalah kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, setelah guru sebelumnya mengundurkan diri karena alasan jarak.

Namun, kekosongan tersebut kini ditutupi oleh kepala sekolah yang memiliki latar belakang sebagai guru Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi memiliki sekitar 6 tenaga pengajar dan hanya menggunakan dua ruang kelas untuk menampung 99 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok besar.(*)




Pelindo Masuk Fortune 500 Asia Tenggara 2025, Ini Strategi Bisnisnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar Fortune 500 Southeast Asia (FSEA500) 2025.

Daftar bergengsi ini memuat 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan data tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2024.

Pelindo menempati posisi ke-4 untuk kategori industri pelayaran (shipping industry) dan berada di peringkat ke-157 secara keseluruhan dari seluruh perusahaan di Asia Tenggara.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk validasi atas konsistensi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnisnya melalui strategi jangka panjang yang terukur.

“Transformasi layanan, pengembangan SDM, dan sinergi maritim menjadi pilar utama kami dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Ali dalam keterangan resmi.

Dalam mendukung ekspansi bisnis dan konektivitas logistik nasional, Pelindo tengah menggarap sejumlah proyek strategis seperti pengembangan ekosistem Pelabuhan Kalibaru, kawasan industri JIIPE, Terminal Kijing, dan pengoperasian Makassar New Port.

Di sisi pelayanan, pada Mei 2024 lalu, Pelindo meluncurkan Customer Care Pelindo 102, sebuah platform layanan terintegrasi untuk mempermudah pengguna jasa dalam mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhan.

Sepanjang 2024, kinerja operasional Pelindo menunjukkan tren positif. Arus peti kemas mencapai 18,8 juta TEUs atau tumbuh 7% dari tahun sebelumnya. Arus barang meningkat 18% menjadi 201 juta ton.

Sementara itu, pergerakan kapal naik 11% menjadi 1,4 miliar GT dan arus penumpang tumbuh 8% mencapai 19,4 juta orang.

“Kami optimistis mempertahankan pertumbuhan ini melalui peningkatan layanan, integrasi sistem logistik, serta kerja sama strategis antarpelabuhan,” tutup Ali.(*)




Dinsos Kota Jambi Terapkan Strategi Penanganan Terpadu ODGJ dan TBC

JAMBI, SEPUCUKJA– Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi terus memperkuat upaya penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama yang juga mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), melalui strategi terpadu lintas instansi.

Langkah-langkah strategis yang diterapkan antara lain penjangkauan aktif oleh tim lapangan setiap hari, penempatan ODGJ penderita TBC di lokasi isolasi khusus, serta koordinasi intensif dengan Satpol PP dan layanan kesehatan setempat.

Tak hanya itu, Dinsos juga menerapkan pengawasan ketat terhadap pengobatan agar pasien rutin menjalani terapi, serta memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong pelaporan dini.

“Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam proses rehabilitasi ODGJ. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula kami bisa melakukan tindakan,” kata Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati.

Dengan pendekatan berbasis kemanusiaan dan medis, Pemkot Jambi menargetkan penurunan risiko penyebaran penyakit menular serta gangguan sosial di masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan layanan kesehatan mental dan penanggulangan penyakit menular berjalan secara terintegrasi.(*)




Kasus ODGJ Mengidap TBC di Jambi, Dinsos Lakukan Penanganan Intensif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama yang juga mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

Selama beberapa bulan terakhir, tim Dinsos bersama Satpol PP aktif melakukan penjangkauan, evakuasi, hingga merujuk pasien ODGJ ke lokasi khusus untuk isolasi dan pengobatan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan bahwa proses penanganan ini dilakukan secara kolaboratif demi memastikan pasien mendapat perawatan yang layak dan tidak menularkan penyakit ke warga sekitar.

“Kami melibatkan Satpol PP dalam proses penertiban. Saat ini, satu ODGJ penderita TBC telah kami tempatkan di lokasi khusus untuk isolasi dan pengobatan,” ujar Yunita, Rabu (13/8).

Ia menjelaskan, masa penanganan ODGJ dengan TBC bisa berlangsung selama 6 hingga 8 bulan, tergantung kondisi pasien. Isolasi dilakukan secara ketat untuk mencegah penularan.

“Jika penderita TBC tinggal dengan keluarga dan tidak rutin minum obat, ini bisa sangat membahayakan karena TBC mudah menular. Maka kami lakukan isolasi,” tambahnya.

Dinsos mencatat, rata-rata tim mereka menangani satu kasus ODGJ per hari, namun pada kondisi tertentu bisa meningkat hingga dua atau tiga kasus.

Yunita juga menyayangkan masih banyak keluarga yang tidak segera melapor saat anggota keluarganya menunjukkan gejala gangguan jiwa. Hal ini membuat kondisi pasien sering kali terlambat ditangani.

“Tantangan kami adalah ketika keluarga memilih diam. Baru setelah kondisinya makin parah, laporan masuk. Ini jadi keprihatinan bersama,” pungkasnya.(*)




Pemkot Jambi Menang Sengketa Lahan SDN 45, Pengadilan Tinggi Tolak Banding Penggugat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memenangkan sengketa kepemilikan lahan SD Negeri 45 yang berlokasi di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi.

Kemenangan ini dipastikan setelah Pengadilan Tinggi Jambi menolak permohonan banding yang diajukan oleh Azman dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jambi sebelumnya.

Putusan dengan Nomor 93/Pdt/2025/PT JMB dibacakan dalam sidang terbuka pada 29 Juli 2025.

Dalam amar putusan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa lahan sengketa adalah sah milik Pemerintah Kota Jambi, sesuai dua Sertifikat Hak Pakai Nomor 36 Tahun 1974 dan Nomor 4 Tahun 1999.

Gugatan diajukan oleh Azman, yang mengklaim memiliki lahan seluas 1.200 meter persegi sejak tahun 1990.

Ia mengaku membeli tanah dari seseorang bernama Abdul Qudus.

Namun, klaim tersebut tidak diakui secara hukum karena hanya didukung dokumen sporadik dan surat jual beli bawah tangan yang telah dibatalkan oleh lurah setempat pada tahun 2011.

Sebaliknya, Pemkot Jambi mengajukan bukti kuat berupa sertifikat hak pakai, dokumen aset, Kartu Inventaris Barang (KIB) A, serta berita acara validasi aset yang telah diaudit hingga akhir 2023.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Jambi, Gempa Alwajon, menyatakan bahwa putusan ini menjadi bukti kemenangan hukum dan bentuk perlindungan terhadap aset publik.

“Putusan ini membuktikan bahwa hukum berpihak pada kebenaran. Lahan itu sejak lama merupakan aset Pemkot dan telah digunakan untuk fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya, Rabu (13/8/2025).

Gempa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan dokumen yang tidak resmi atau tidak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Majelis hakim yang diketuai Abdul Azis, S.H., M.H. dan dua anggota hakim lainnya memutuskan bahwa penggugat harus menanggung seluruh biaya perkara, termasuk biaya banding sebesar Rp150.000.

Dengan keputusan ini, polemik hukum yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan pihak sekolah akhirnya selesai.

Pemkot Jambi kini secara resmi mempertahankan haknya atas lahan yang menjadi bagian dari fasilitas publik dan pendidikan.(*)




Satlantas Polresta Jambi Sosialisasi Tertib Lalu Lintas dan Bagikan Bendera Merah Putih di Simpang Museum

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Unit Kamsel Satlantas Polresta Jambi menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas sekaligus membagikan Bendera Merah Putih kepada para pengendara di kawasan lampu merah simpang empat Museum, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sungai Puteri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan yang berlaku,” ujar AKP Hadi Siswanto dalam keterangannya.

Fokus kegiatan ini juga yakni, pemasangan dan pembagian Bendera Merah Putih kepada pengendara roda dua dan empat.

Sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan, serta imbauan untuk senantiasa waspada dan menjaga keselamatan berkendara.

Kegiatan ini melibatkan personel dari Satlantas Polresta Jambi dan disambut antusias oleh masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan, Satlantas Polresta Jambi berharap terciptanya budaya berkendara yang aman dan tertib di wilayah Kota Jambi.(*)




Wawako Diza : Kolaborasi dan Inovasi, Kunci Dekranasda Kota Jambi Majukan Industri Kerajinan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menghadiri pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi masa bakti 2025–2030, yang digelar di Aula Grha Siginjai, Selasa (12/8/2025).

Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Ketua Dekranasda Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG. Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan Naskah Pelantikan dan penyematan pin Dekranasda kepada Wakil Ketua Dekranasda Kota Jambi, Marsha Lystia, S.E., B.Com., diikuti Ketua Harian yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Amran, serta Wakil Ketua Harian Hj. Sri Hartati Ridwan, S.Pd., M.E.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E., Anggota DPRD Kota Jambi Sofni, Wakil Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman, S.E., beserta pengurus, Staf Ahli Wali Kota Moncar, Kepala Bappeda Suhendri, serta jajaran terkait di lingkungan Pemkot Jambi.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jambi Nomor: 07/DEKRANASDA-JBI/SK/IV/2025 Tentang Pengesahan Pengangkatan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Jambi Masa Bakti Tahun 2025-2030.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kota Jambi dokter Nadiyah menyampaikan pentingnya kolaborasi dan saling support, tidak hanya dalam kepengurusan Dekranasda dalam daerah, namun juga kolaborasi bersama Kabupaten/Kota Provinsi Jambi.

“Intinya adalah bagaimana kita memberdayakan para pengrajin kita. Karena jika pengrajin kita berdaya saing dan naik kelas itu menandakan keberhasilan kita sebagai pengurus Dekranasda,” ujarnya.

“Maka dari itu, Saya ingin mengajak kita semua bersinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi yang baik agar pengrajin kita semakin berdaya saing, mandiri dan mendunia,” lanjutnya.

Menurutnya, kekompakan antara Dekranasda dan para pengrajin menjadi kunci percepatan kemajuan kerajinan lokal yang menjadi keunggulan daerah.

Dengan sinergi yang solid, karya-karya tersebut tidak hanya akan dikenal di tingkat regional dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional

“Melalui kepengurusan baru ini, mari kita duduk bersama untuk membahas langkah-langkah strategis ke depan. Saya yakin, dengan niat yang tulus dan kebersamaan yang erat, insyaallah tujuan Dekranasda dalam memajukan dan membesarkan para pengrajin dapat terwujud,” ujar Nadiyah.

Dikesempatan itu, Nadiyah juga menyinggung hadirnya Gerai Dekranasda di Kantor Wali Kota Jambi, yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap promosi, baik bagi pengrajin kriya maupun sektor UMKM untuk lebih percaya diri.

Kepada Dekranasda Provinsi Jambi, Nadiyah menyampaikan harapannya agar dukungan dan sinergi terus terjalin, dengan senantiasa menggandeng Dekranasda Kabupaten/Kota untuk berkembang bersama.

Hal ini dapat diwujudkan melalui pemanfaatan optimal setiap potensi daerah, sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.

“Mudah-mudahan kita dapat terus berkolaborasi, bersatu langkah, dan berbuat yang terbaik demi kemajuan para pengrajin,” tutup Nadiyah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Diza dalam sambutannya, menekankan peran strategis Dekranasda dalam membina, memberdayakan, dan mengembangkan pengrajin lokal untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis budaya, memberdayakan UMKM, serta memperluas pasar kerajinan khas Jambi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Sebagai bagian dari implementasi program nasional dan untuk mewujudkan “Kota Jambi Bahagia”, saya berharap Dekranasda Kota Jambi dapat menjadi motor penggerak dalam melestarikan warisan budaya daerah, meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan, mendorong inovasi dan digitalisasi pemasaran, serta memberdayakan perajin, khususnya perempuan dan generasi muda,” tekannya.

Dirinya optimis, dengan kepengurusan saat ini yang solid dan kolaboratif, Dekranasda Kota Jambi akan berperan aktif dalam mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera.

“Saya juga mengajak seluruh perangkat daerah terkait untuk mendukung program kerja Dekranasda secara sinergis dan berkelanjutan, agar potensi kerajinan di Kota Jambi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata, sehingga dapat memberikan manfaat positif bagi para anggota dan masyarakat,” ucap Diza.

Wawako juga berharap, Dekranasda dapat berkolaborasi dengan berbagai program Pemkot Jambi yang memberikan ruang bagi generasi milenial untuk berkreasi.

Peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Dekranasda, dengan turut menggandeng para pemuda untuk bersama-sama mewujudkan pengrajin yang lebih berdaya saing dan mampu menembus pasar dunia.

Menutup sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Jambi, Wawako Diza menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus Dekranasda Kota Jambi yang baru dilantik.

Ia berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian, demi kemajuan industri kerajinan serta pengembangan ekonomi kreatif di Kota Jambi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, memberikan apresiasi atas keberadaan Gerai Dekranasda Kota Jambi yang terletak di Gedung Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi.

Menurutnya, gerai tersebut tidak hanya memamerkan karya seni dan kerajinan, tetapi juga menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM.

“Ini adalah salah satu impian saya, di mana gerai Dekranasda hadir di kawasan perkantoran kepala daerah sebagai etalase promosi keunggulan daerah,” ujar Hesnidar Haris.

Sebagai barometer kemajuan Provinsi Jambi, Hesti mendorong Kota Jambi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai daerah, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.

“Harapannya, kita dapat tumbuh dan berkembang bersama demi kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kerajinan, kesenian, dan UMKM. Kota Jambi memiliki sumber daya manusia, fasilitas, dan akses yang memadai, sehingga dapat menjangkau berbagai peluang dengan mudah,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kepemimpinan Dekranasda Kota Jambi yang dinakhodai Ketua dan Wakil Ketua dengan latar belakang akademik yang berbeda.

Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan potensi yang saling melengkapi.

“Dengan latar belakang yang berbeda, keduanya dapat saling mengisi dan memperkuat, maka upaya memajukan Kota Jambi akan semakin sempurna,” pungkasnya.

Menutup rangkaian pelantikan, acara dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan koleksi batik khas Jambi, hasil karya para desainer ternama dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.(*)




Mukhlis Resmi Dikukuhkan sebagai Ketua Forum Musisi Jambi (FMJ) Periode 2025–2028

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Forum Musisi Jambi (FMJ) resmi mengukuhkan Mukhlis sebagai Ketua FMJ periode 2025–2028 dalam acara pengukuhan yang berlangsung meriah dan penuh haru.

Pengukuhan ini menandai tonggak baru dalam perjalanan FMJ yang telah berdiri sejak tahun 2010.

Acara tersebut juga menjadi momen peralihan kepengurusan dari Veruskhan, Ketua FMJ periode 2019–2024, yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Pengukuhan.

Dalam sambutannya, Veruskhan menyampaikan rasa syukurnya atas keberlangsungan FMJ meski sempat menghadapi tantangan besar di masa pandemi COVID-19.

“Saat pandemi, kami berjuang keras agar para musisi tetap bisa tampil dan mencari rezeki. Alhamdulillah, FMJ bisa menjadi mediator dengan Satgas COVID-19 agar rekan-rekan tetap mendapat ruang berkarya,” ujar Veruskhan.

FMJ sendiri telah resmi terdaftar secara hukum sejak tahun 2022, memperkuat eksistensinya sebagai wadah resmi dan legal bagi para musisi di Provinsi Jambi.

Triyulianto, yang akrab disapa Bang Capunk, kembali dipercaya sebagai Dewan Pembina FMJ.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus lama atas dedikasi mereka, serta memberikan semangat kepada kepengurusan baru.

“Musik tidak memandang usia. Musik menyatukan kita semua dan memberi warna dalam hidup. Terima kasih kepada pengurus lama, dan selamat bertugas kepada pengurus baru,” kata Bang Capunk.

Dalam masa kepemimpinannya, Mukhlis berkomitmen untuk memperkuat peran FMJ sebagai rumah bersama para musisi Jambi, sekaligus menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta guna membuka lebih banyak ruang kreatif dan peluang ekonomi bagi musisi lokal.

Dengan pengukuhan ini, FMJ semakin menegaskan perannya sebagai organisasi yang solid dan inklusif, siap mengangkat nama musisi Jambi di kancah nasional.(*)




Bicara di Seminar Nasional, Wawako Diza Berbagi Strategi UMKM Berdaya Saing di Era Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Produk Lokal Berdaya Saing: Sinergi Strategi Pemasaran dan Nilai Kearifan Lokal”.

Kegiatan ini digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Industri Kreatif Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (12/8/2025).

Acara yang dikemas secara interaktif tersebut turut menghadirkan para pembicara berpengalaman di bidangnya. Di antaranya, Kepala Bidang Pemasaran Usaha Kecil, Asdep Kemitraan, Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM RI, Agni Iswarani, S.Sos., M.I.S., yang memaparkan materi “Strategi Pemasaran Produk Lokal di Era Digital: Peluang dan Tantangan”.

Selain itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Keuangan Baznas Provinsi Jambi, Sri Rahayu, M.Pd., menyampaikan paparan bertema “Peran Baznas dalam Pemberdayaan UMKM dan Penguatan Produk Mustahik”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro dan kecil berbasis kearifan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar kemajuan daerah.

Ia menilai, keberadaan UMKM yang berkualitas akan menjadi tulang punggung perekonomian Kota Jambi.

“Kota Jambi dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Karena itu, kami meyakini sektor UMKM merupakan fondasi utama yang menopang roda perekonomian daerah. Seminar-seminar seperti ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan penguatan kapasitas bagi para pelaku UMKM,” ujar Diza.

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pelaku usaha kreatif, salah satunya BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik).

Program ini dirancang untuk membantu UMKM naik kelas hingga menjadi pengusaha yang tangguh, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Sebagai pelaku usaha, kita harus terus berinovasi dan memperbarui diri sesuai perkembangan zaman agar mampu bersaing,” tambahnya.

Dalam paparannya bertajuk “Kolaborasi Pemerintah, Kampus, dan Pelaku Usaha dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan”, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menguraikan tantangan besar yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di era Society 5.0.

Era ini ditandai dengan terintegrasinya dunia fisik dan virtual melalui konektivitas manusia, mesin, dan data, yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT).

“Menjawab tantangan tersebut, ada enam aspek yang menjadi perhatian utama, yaitu digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan dan iklim, persaingan usaha, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketimpangan ekonomi dan akses permodalan,” jelas Diza.

Ia juga menyoroti peran strategis pemuda sebagai garda terdepan dalam menghadapi era Industri 5.0. Menurutnya, generasi muda harus memiliki semangat menjadi inovator teknologi, pembelajar sepanjang hayat, wirausaha muda (technopreneur), penggerak ekonomi berkelanjutan, serta agen kolaborasi antara manusia dan mesin.

“Untuk itu, diperlukan optimalisasi potensi pemuda melalui tiga hal. Education, yaitu peningkatan kualitas pendidikan untuk memperkuat hard skill dan soft skill. Engagement, yakni partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan politik, sosial, dan ekonomi. Serta Employment, penciptaan lapangan kerja baru untuk menyerap sumber daya manusia yang melimpah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Diza turut memaparkan teori cashflow quadrant yang menggambarkan pergeseran pola pikir dari sekadar mencari penghasilan aktif menuju membangun aset dan sistem.

Konsep ini, menurutnya, sejalan dengan tujuan pengembangan UMKM berkelanjutan yang menekankan kemandirian usaha sekaligus pertumbuhan jangka panjang.

Ia menyebut, Pemerintah Kota Jambi secara konsisten mendorong pembentukan kelompok UMKM untuk mempermudah akses pembiayaan, sekaligus memberikan bantuan modal tanpa agunan melalui program BANK HARKAT.

Program ini menjadi wujud nyata dukungan Pemkot dalam memperkuat UMKM, sekaligus mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Jambi.

“Selain itu, terdapat RUMEL (Ruang Milenial) yang bertujuan mencetak generasi muda tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. Program KOTA TANGGUH juga menjadi prioritas, melalui penataan ruang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta peningkatan infrastruktur, sarana-prasarana, dan utilitas perkotaan,” jelasnya..

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM, Pemkot Jambi telah menggulirkan berbagai program dan kegiatan strategis. Di antaranya Festival Tumpah Ruah, Gebyar UMKM, Karnaval Angso Duo, hingga Kota Tua Seribu Kuliner yang secara konsisten menjadi ajang promosi, kolaborasi, dan penguatan daya saing produk lokal.

Dalam paparannya itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza kembali menegaskan bahwa generasi muda yang ingin memulai usaha harus membekali diri dengan sejumlah kompetensi penting.

Antara lain, wawasan dan informasi yang luas, kemampuan berbahasa asing, manajemen keuangan (financial management), keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi (superior creative thinking), sikap yang baik (good attitude), serta keterampilan teknis yang relevan (skills).

“Saat generasi muda berani melangkah, UMKM tidak hanya akan mampu bertahan, tetapi juga berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. UMKM berkelanjutan lahir dari sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, inovasi perguruan tinggi, serta komitmen pelaku usaha, sebagai pondasi ekonomi masa depan yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Wakil Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Kreatif Jambi, Dwi Mutiara, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong penguatan UMKM di Kota Jambi, khususnya pada sektor industri kreatif ekonomi syariah berbasis digital.

“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, produk lokal harus hadir bukan sekedar sebagai identitas daerah, tetapi sebagai pilihan yang berkualitas, kompetitif, dan bernilai tambah, sehingga mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.

Sesuai dengan tema seminar, ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, agar strategi pemasaran produk lokal tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap berlandaskan pada kearifan lokal dan budaya daerah.

“Kami percaya, melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi, UMKM dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Asosiasi Industri Kreatif Jambi, dengan moto “Berdampak pada Lingkungan Sekitar”, merupakan bentuk komitmen nyata untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Dengan sinergi dan cita-cita mulia bersama, saya yakin UMKM Jambi akan terus berkembang, semakin besar, dan lebih berdaya saing. Mudah-mudahan seminar ini menjadi langkah nyata menuju UMKM Jambi yang mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)