Nekat Curi Motor untuk Pulang Kampung Hingga Hilangkan Nyawa Korban, Pelaku Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Tebo

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Resort (Polres) Tebo akhirnya membekuk para pelaku pencurian berencana yang dilakukan oleh R bersama rekannya ES dengan tujuan untuk pulang ke Kampung Halaman ke Medan namun tidak memiliki biaya.

Kedua pelaku selanjutnya menyusun rencana untuk merampas sepeda motor milik seseorang untuk dijual.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi di wilayah Rimbo Bujang akhirnya berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Tebo yang disampaikan langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K, M.H didampingi Kasat Reskrim AKP Yoga Darma Susanto, S.Tr.K S.I.K saat konferensi pers yang digelar di Aula Bhayangkara Polres Tebo, Senin (28/7/2025).

Disampaikan Kapolres, kejadian bermula pada Kamis malam, (17/7/2025) yang mana pelaku R membuka aplikasi pertemanan dan mencari target.

Kemudian ia menghubungi korban dan mereka sepakat bertemu di tanah lapang sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah bertemu, keduanya berbelanja rokok dan makanan, saat melewati Jalan 32, pelaku yang telah menyiapkan senjata tajam sebelumnya, menodong korban dan meminta turun dari sepeda motor.

“ Korban sempat melawan, namun pelaku langsung menusuk korban dua kali, membuat korban melarikan diri ke arah hutan sambil berteriak minta tolong. Panik karena takut aksinya diketahui, pelaku menghubungi temannya ES untuk menjemput di Jalan 28, lalu berlari melalui hutan sambil membuang senjata tajam ke sekitar lokasi tersebut,” ungkap Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres Tebo, bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim Sultan Opsnal sat Reskrim Polres Tebo dan dibackup team Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, dan menangkap di wilayah kota Medan, Provinsi Sumut.

“ Motif pelaku sangat disayangkan, karena melibatkan kekerasan yang direncanakan demi keuntungan pribadi. Kami pastikan pelaku akan diproses hukum secara tegas sesuai perbuatannya,” pungkas Kapolres.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Tebo.(*)




Diduga Berselingkuh, Oknum Anggota DPRD Batang Hari Diamankan Warga di Perumahan Miranda II

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari diduga tertangkap basah oleh warga saat berduaan dengan wanita idaman lain (WIL) di sebuah rumah di Perumahan Miranda II, RT 24, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Rabu malam (30/7/2025).

Informasi yang dihimpun, pria yang merupakan anggota DPRD aktif tersebut bersama seorang wanita yang bukan istrinya diamankan warga karena dicurigai melakukan perbuatan asusila di rumah yang jarang ditempati.

Setelah diamankan, pasangan bukan suami istri itu langsung dibawa ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang Hari untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, pemeriksaan terhadap oknum anggota dewan dilakukan secara terpisah dari wanita yang bersamanya.

Oknum anggota DPRD diperiksa di ruang Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP, sementara wanita yang diduga WIL menjalani pemeriksaan di ruang Pelayanan dan Penegakan Peraturan Daerah (PPUD).

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dugaan hubungan terlarang tersebut sudah lama menjadi perbincangan di lingkungan sekitar. Warga kerap melihat oknum dewan itu keluar masuk ke perumahan tersebut.

“Perselingkuhan ini sudah lama kami curigai. Warga sudah mengintai, tapi baru malam ini berhasil diamankan di rumah dekat pos belakang,” ujarnya kepada wartawan.

Warga juga menduga bahwa rumah yang digunakan sebagai tempat pertemuan tersebut memang sengaja disewa atau digunakan hanya untuk aktivitas pribadi oleh pasangan itu.

“Rumah itu jarang ditempati, kami duga memang cuma dipakai untuk hal-hal seperti itu,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satpol PP Kabupaten Batang Hari belum memberikan keterangan resmi terkait proses pemeriksaan maupun sanksi yang mungkin dikenakan terhadap oknum anggota DPRD tersebut.

Peristiwa ini menuai perhatian masyarakat dan memicu berbagai reaksi dari warga yang mengecam tindakan tidak terpuji tersebut, terutama karena dilakukan oleh seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.(*)




Pendidikan Bintara Polri 2025 di Jambi Dibuka, 6.370 Siswa Siap Dibentuk Jadi Polisi Presisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2025, dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Rabu (30/7/2025).

Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh pejabat utama Polda Jambi, serta diikuti oleh para peserta didik Bintara yang akan menjalani masa pendidikan selama tujuh bulan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jambi membacakan amanat dari Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., yang menekankan pentingnya pendidikan ini sebagai awal pembentukan karakter dan profesionalisme calon anggota Polri.

“Selamat datang di lembaga pendidikan Polri. Di sinilah saudara akan dibentuk menjadi insan Tribrata yang bermoral, profesional, dan berintegritas tinggi,” ujar Kapolda Jambi membacakan amanat Kalemdiklat.

Program Diktukba dan Diktukta Polri Tahun 2025 dilaksanakan secara serentak di berbagai lembaga pendidikan Polri, termasuk SPN Polda, Sepolwan, Pusdik Brimob, dan Pusdik Polair.

Tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti pendidikan mencapai 6.370 orang, terdiri dari:

* 4.067 Bintara pria

* 659 Bintara wanita

* 1.006 Tamtama

Dalam arahannya, Kalemdiklat menegaskan pentingnya kolaborasi antara peserta didik, instruktur, dan pengasuh dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul dan sejalan dengan konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

“Seluruh komponen pendidikan harus bersinergi untuk menghasilkan anggota Polri yang berdaya saing dan dipercaya masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan pembukaan diwarnai dengan penyematan tanda siswa, pengucapan Catur Prasetya, pembacaan doa bersama, serta penghormatan pasukan.

Momen ini menjadi tonggak awal perjalanan para siswa untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)




Nikmati Menginap Seru di Rumah Kito Resort Hotel Jambi, Sekaligus Senam Sehat & Cek Kesehatan Gratis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rumah Kito Resort Hotel Jambi by Waringin Hospitality kembali menghadirkan pengalaman menginap yang unik dan bermanfaat bagi tamu hotel.

Pada Minggu (27/7/2025), hotel berbintang ini menggelar acara senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, mitra kerja, masyarakat sekitar, serta tamu yang sedang menginap.

Mengusung tema “Sambil Menginap, Bisa Senam Sehat”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari kepedulian Rumah Kito terhadap gaya hidup sehat dan kebugaran masyarakat.

“Kegiatan ini kami gelar sebagai bentuk komitmen terhadap pola hidup sehat, baik bagi tamu maupun masyarakat sekitar,” ujar M Toha, General Manager Rumah Kito Resort Hotel Jambi.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan RS Mitra Jambi.

Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang mencakup cek tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol.

Meskipun target awal hanya 50 peserta, jumlah pendaftar akhirnya mencapai 60 orang.

Promo Kamar Terbaru: Family Room Bertema Anak

Selain kegiatan kesehatan, Rumah Kito juga memperkenalkan tipe kamar terbaru yaitu Family Room yang dirancang dengan tema anak-anak dan dilengkapi dengan berbagai permainan seru di dalam kamar.

Promo menginap di Family Room ini dibanderol hanya Rp1.000.000 nett per malam, termasuk:

* Free welcome drink & cake

* Sarapan untuk 4 orang

* Akses kolam renang

* Gratis penggunaan floating unicorn selama 2 jam

Bagi tamu yang ingin pilihan kamar standar, tersedia juga harga Rp750.000 nett per malam, sudah termasuk sarapan dan akses berenang.

Salah satu tamu, Rachel, yang rutin menginap di Rumah Kito Resort Hotel Jambi, mengaku senang mengikuti kegiatan senam sehat dan cek kesehatan yang diselenggarakan hotel.

“Tempatnya nyaman dan saya senang bisa ikut senam serta cek kesehatan saat menginap. Tahun lalu juga saya ikut acara seperti ini di sini,” ungkap Rachel.

Dengan fasilitas lengkap, suasana nyaman, dan program bermanfaat bagi kesehatan, Rumah Kito Resort Hotel Jambi menawarkan lebih dari sekadar tempat menginap. Ini adalah destinasi sempurna untuk liburan keluarga sambil menjaga gaya hidup sehat.(*)




PDAM Tirta Mayang Buka Suara, Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Bahan Kimia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Manajemen Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bahan kimia jenis Sucolite LA24HZ untuk operasional air bersih tahun anggaran 2021 hingga 2023, yang saat ini tengah ditangani oleh penyidik Polresta Jambi.

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang, Dwike, menyatakan bahwa pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung penegakan hukum yang transparan serta sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami dari manajemen bersikap kooperatif guna mendukung kelancaran proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (29/7/2025).

Dwike juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), serta memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa gangguan.

“Kami tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan. Operasional tetap berjalan seperti biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar seluruh pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Kami mengajak semua pihak untuk bijak menyikapi proses ini dan tidak menyebarkan kabar yang bisa merugikan banyak pihak,” tegas Dwike.

Dalam kasus ini, Polresta Jambi telah menetapkan tiga orang tersangka, yang diduga terlibat dalam proses pengadaan bahan kimia untuk pengolahan air bersih. Ketiganya berinisial MK, HF, dan RW.

Dari informasi yang dihimpun, salah satu tersangka diduga merupakan pejabat internal PDAM Tirta Mayang, sementara dua lainnya berasal dari pihak rekanan atau vendor pengadaan.

Meski begitu, kepolisian belum mengungkap secara rinci identitas maupun peran masing-masing.

Hingga saat ini, pihak kepolisian juga belum merilis estimasi kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus tersebut.

Namun, berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jambi untuk proses hukum lebih lanjut.(*)




Kasus Korupsi PDAM Kota Jambi 2021–2023, Polresta Tetapkan 3 Tersangka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jambi melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bahan kimia di Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Hendra Wijaya Manurung, membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi tersebut.

“Penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Jambi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni MK, HF, dan RW,” ujar Hendra, beberapa waktu lalu.

Hendra menjelaskan, berkas perkara ketiga tersangka kini telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Meski belum merinci peran masing-masing tersangka, ia menyebut kasus ini berkaitan dengan pengadaan bahan kimia jenis Sucolite LA24HZ pada tahun anggaran 2021 hingga 2023 di lingkungan PDAM Tirta Mayang Kota Jambi.

“Pengadaan bahan kimia Sucolite LA24HZ oleh Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dari tahun 2021 sampai 2023 sudah masuk tahap satu,” jelas Hendra.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan dana publik dalam sektor vital penyediaan air bersih.(*)




Tepis Tudingan Tertibkan Kawasan Hutan Semena-mena, Ini Penjelasan Satgas PKH di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Jambi membantah tudingan bahwa pihaknya telah melakukan penyegelan dan pemasangan plang di dalam kawasan hutan secara semena-mena.

Bantahan itu bermula saat tudingan yang dilontarkan oleh kelompok tani yang terdampak oleh penertiban kawasan hutan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama di DPRD Kabupaten Muarojambi, Senin (28/7/25).

Menurut Satgas PKH, mereka telah melakukan verifikasi dan pendataan secara teliti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan, menurutnya ada pihak perusahaan tidak koperatif saat dipanggil untuk dimintai keterangan terkait legalitas penguasaan lahan kawasan yang dilakukannya.

“Penertiban kawasan tidak ujug-ujug langsung disita. Satgas PKH melakukan verifikasi dan pendataan yang cermat terhadap lahan yang diambil alih, memastikan bahwa lahan tersebut memang merupakan kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal,” ujar Letkol Umu, Satgas PKH di Jambi.

Menurutnya, terkait penyegelan lahan yang bermasalah tersebut sudah melalui proses yang panjang, diantaranya ada proses undangan pemanggilan terhadap perusahaan maupun koperasi terkait dokumen izin pemanfaatan kawasan hutan yang dimilikinya.

“Dalam hal ini akan dilakukan pengecekan oleh instansi yang tergabung dalam Satgas PKH sesuai tufoksinya dan ini prosesnya sangat panjang, tentunya akan di cek izin dan persyaratan dalam penggunaan lahan kawasan tersebut, selanjutnya ada proses verifikasi sesuai izin peruntukkannya,” jelasnya.

Apabila kata dia, pihak yang menguasai kawasan hutan itu terbukti tidak memiliki kelengkapan data atau dokumen lengkap untuk memanfaatkan kawasan hutan tersebut maka akan dikuasai oleh negara dengan cara melalui pemasangan plang.

Sebelumnya, Satgas PKH berhasil mengembalikan kawasan hutan milik negara yang dialihfungsikan secara ilegal oleh PT. Brahma Bina Bakti seluas 2.500 hektar lebih.

Dari luasan yang disita itu, sebagian besar merupakan lahan perkebunan mitra PT. Brahma Bina Bakti dengan beberapa kelompok masyarakat yang tersebar dibeberapa desa di Kabupaten Muarojambi.

Dalam hearing itu, kelompok tani yang dikoordinir oleh LSM MPP menolak lahan yang diakuinya sudah dikuasai sejak puluhan tahun silam untuk disita dan disegal oleh Satgas PKH.

Tidak hanya itu saja, mereka juga meminta PT. Agrinas Palma Nusantara yang merupakan perusahaan BUMN besutan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut larangan untuk menjual buah hasil panen ke PT. Brahma Bina Bakti.

Terkait hal itu, Brigjen Purn. Nyoman, Perwakilan Agrinas Palma Nusantara yang juga hadir pada saat hearing itu mengaku siap bermitra dengan masyarakat.

“Harapan kami kita semua harus bersih dan tulus dengan itu permasalah yang ada, nantinya dapat diselesaikan cukup sebatas Pemerintah Provinsi dan tidak semua penyelesaiannya harus sampai ke tingkat pusat, tugas ini merupakan tugas mulia tanpa ada kepentingan apapun,” ujarnya.

Selaian itu dia juga mengungkapkan, bahwa lahan inti milik perkebunan PT. Brahma Bina Bakti sebanyak 280 hektar belum diserahkan ke Negara hingga saat ini.

“Sejak dibuat berita acara hingga saat ini PT. Brahma Bina Sakti belum mengembalikan hutan kawasan kekita ya pak,” katanya saat memberikan paparan pada hearing DPRD Kabupaten Muarojambi, Senin (28/7/25).

Bahkan ia mengancam, jika hutan milik negara tersebut tidak dikembalikan maka akan dilaporkan ke Jampidsus (Jaksa muda pidana khusus) di Jakarta.

Kemudian terkait hal itu, pihak PT Brahma Bina Bakti membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, masih menunggu proses manajemen pusat PT. Brahma Bina Bakti yang berada di Jakarta untuk melakukan penyerahan.

Memang diakuinya, ada sekitar 280 hektar lebih lahan perkebunan milik PT. Brahma Bina Bakti sebagai lahan inti berada didalam kawasan hutan milik negara.(*)




Wali Kota Jambi Apresiasi Seluruh Pihak yang Terlibat Dalam Pendirian dan Operasional SPPG Yayasan Lazuardi Kendari

Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, turut mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos.MH, melakukan peresmian sekaligus melepas armada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lazuardi Kendari yang bertempat di JI. Nusa Indah 2 No. 23 Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatam Telanaipura, Kota Jambi, pada Senin pagi (28/07/2025).

Program SPPG merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah dan sektor swasta dalam upaya menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. Pelepasan ini juga menandai dimulainya distribusi makan siang bergizi gratis (MBG) untuk 14 sekolah dasar di kawasan Nusa Indah, Kota Jambi, di bawah koordinasi penuh Yayasan Lazuardi Kendari yang dipimpin H. Alven Stoni.

Diresmikannya SPPG Yayasan Lazuardi Kendari ini sebagai bagian dari pemenuhan terhadap gizi masyarakat, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, serta mendukung program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh pemerintah untuk menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Serta diharapkan memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

​Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi kepada para pengusaha dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendirian serta operasional SPPG ini.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan kerja keras para pengusaha serta semua pihak yang telah mewujudkan SPPG ini. Ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, hadirnya SPPG ini juga memberikan dampak positif sangat luas, tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Jambi.

“Pemenuhan gizi yang optimal adalah fondasi utama untuk membangun generasi yang cerdas dan produktif. SPPG ini akan berperan vital dalam memastikan setiap individu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas,” katanya.

Selain itu, Ia juga menyoroti, penyerapan 2000 tenaga kerja dengan hadirnya SPPG di Kota Jambi saat ini, dengan harapan dapat berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran terbuka.

“​Keberadaan SPPG tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong dampak positif terhadap Sumber Daya Manusia di setiap SPPG. Dengan adanya pelayanan gizi yang terarah, kita akan melihat peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak, yang pada gilirannya akan membentuk generasi muda yang unggul dan siap bersaing,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, senada dengan Wali Kota Maulana, Gubernur Jambi Al Haris turut memberi apresiasi tinggi kepada Yayasan Lazuardi yang bergerak cepat dan siap mengawal amanah program MBG dari Presiden Prabowo ini. Menurutnya, hadirnya SPPG ini sebagai representasi ideal kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil dalam layanan sosial.

“Jangan kaku dengan lokasi dan pengelola. Yang penting makan bergizi untuk anak-anak bisa tersaji cepat dan amanah. Lazuardi sudah membuktikan itu,” ucap Gubernur Al Haris.

Dia menegaskan akan terus mendorong lembaga-lembaga seperti Yayasan Lazuardi bisa mendapatkan dukungan dan ruang lebih luas.

“Saya sudah sampaikan ke pusat, beri ruang ke Camat, Lurah dan Yayasan. Kalau mereka siap, kita jangan hambat. Program ini bukan soal struktur, tapi soal anak-anak makan siang hari ini,” tegasnya.

Al Haris menyebut, saat ini Provinsi Jambi telah memiliki 165 titik layanan SPPG yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 titik berada di wilayah Kota Jambi, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pembangunan.

“Di wilayah Telanaipura, layanan SPPG telah menjangkau sebanyak 1.477 siswa dari 14 sekolah penerima manfaat. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan peningkatan titik layanan yang sedang disiapkan oleh tim pelaksana,” sebutnya.

Al Haris menegaskan bahwa upaya pemenuhan gizi anak tidak boleh ditunda, karena masa depan Jambi sangat tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat dan bergizi sejak dini.

“Kita berharap memang dari mitra kami menambah lagi karena sesuai target dari Presiden akhir tahun ini semua daerah bisa terjangkau dengan program ini,” tegasnya.

Gubernur berharap kolaborasi semacam ini dapat terus diperluas ke wilayah lain dan menjadi model pelayanan publik berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus memberikan dukungan baik secara anggaran maupun regulasi,” tutup Al Haris.

Dikesempatan yang sama, Ketua Yayasan Lazuardi Ibnu Sina, H. Alven Stoni, menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar mendistribusikan makanan, tetapi turut menciptakan sistem logistik dan dapur produksi yang terintegrasi untuk mendukung program MBG secara berkelanjutan.

“Kami ini yayasan pendidikan, tapi juga sadar bahwa anak tak akan bisa belajar kalau perutnya kosong. SPPG Lazuardi hadir untuk memastikan anak-anak Jambi makan bergizi tiap hari, tanpa kendala distribusi dan kualitas,” tegas Alven.

Yayasan Lazauardi sendiri menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga melakukan edukasi gizi kepada siswa dan orang tua, serta pelatihan kepada pengelola SPPG di setiap titik.

“Selain itu, keberadaan SPPG juga menjadi peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena bahan pangan yang digunakan sebagian besar berasal dari petani dan pelaku UMKM lokal,” singkatnya.

Peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita itu, turut dihadiri Kepala Regional MBG (Makan Bergizi Gratis) Jambi Adityo Wirapranata, S.Sos., M.Han., unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Perangkat Daerah Provinsi dan Kota Jambi, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta para penerima manfaat MBG terdiri dari 4 TK dan 4 SD, serta tamu undangan lainnya.(*)




Wali Kota Maulana Resmi Buka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Tingkat Kota Jambi tahun 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tingkat Kota Jambi tahun 2025 yang diselenggarakan di Aula Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD), pada Senin pagi (28/7/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai aparatur sipil di perangkat daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya mutu sebuah organisasi ditentukan oleh kualitas para pemimpin, termasuk pada level pengawas.

“Jabatan pengawas bukan sekadar formalitas struktural, tapi justru merupakan ujung tombak perubahan dalam organisasi. Bukan hanya sebagai syarat administratif bagi pejabat pengawas, tetapi sebagai titik tolak perubahan birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.” tekannya.

Dirinya juga ungkapkan, hal-hal penting yang harus ditekankan dalam pelatihan ini. Yaitu, Bangun Jiwa Kepemimpinan Melayani, Kuasai Digitalisasi dan Inovasi dan Tanamkan Integritas dan Keteladanan.

“Seorang pemimpin pengawas adalah pelayan publik. Tugas utamanya bukan hanya mengawasi, tetapi mengarahkan, menginspirasi, dan menyederhanakan proses birokrasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dgitalisasi, efisiensi, dan inovasi adalah kunci utama birokrasi modern. Jangan hanya jadi pengikut arus, tapi jadilah lokomotif perubahan di unit kerja masing-masing,” ungkapnya.

Dirinya juga menyoroti, tren usia Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Jambi saat ini yang banyak diisi oleh usia-usia muda.

“Ini tentunya menjadi potensi besar, karena masih muda dan mempunyai semangat. Oleh karena itu, harus bekerja dengan semangat, tunjukkan dedikasi dan loyalitas jangan malas,” ujarnya.

Menurutnya, dengan potensi-potensi muda yang dimiliki saat ini, kedepan dipertengahan masa jabatannya bersama Wakil Wali Kota Diza bisa mempunyai kepemimpinan yang sangat potensial untuk mewujudkan pembangunan Kota Jambi Bahagia.

“Maka dari itu, terus tunjukkan inovasi-inovasi di tempat kerja masing-masing,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar para peserta nantinya dapat terus menunjukkan loyalitas, baik terhadap pemimpin maupun kepada instansi tempat bekerja.

“Sementara, kepada pemimpin agar memberikan keteladanan yang baik bagi mereka yang muda-muda ini,” ucap Maulana.

Menutup sambutannya, Dirinya berharap, dengan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini para peserta dapat mengikuti dengan penuh semangat, keterbukaan pikiran, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Jadikan pelatihan ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi karier, organisasi, dan masyarakat yang kita layani,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Liana Andriani menyebut, kompetensi yang akan dibangun dalam pelatihan ini adalah kompetensi kepemimpinan pelayanan manajerial guna menjamin dan membangun terbentuknya akuntabilitas aparatur sebagaimana yang telah diatur dalam perundang-undangan.

Dirinya menjelaskan, pelatihan ini akan dilaksanakan selama 905 jam atau 104 hari pembelajaran yang akan dilakukan baik secara luring maupun daring.

“Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 29 Oktober bertempat di instansi masing-masing dan Gedung diklat BKPSDMD Kota Jambi. Dengan diikuti 30 orang, terdiri dari 8 orang Lurah, 4 orang Kepala Seksi Bagian Keuangan, 4 orang Kepala Seksi Bagian Perangkat Daerah, 13 orang Kasubag Perangkat Daerah dan 1 orang Kepala UPTD,” jelasnya.

Sebagai apresiasi nantinya akan diberikan 10 penghargaan kepada peserta terbaik. Dengan tenaga pengajar dari BPSDM Provinsi, Kodim 0415/Jambi dan jajaran terkait dilingkungan Pemkot Jambi.

“Dalam pelatihan ini akan ada evaluasi akademik, pembelajaran lapangan, aktualisasi kepemimpinan dan sikap perilaku,” tutup Liana.

Dikesempatan itu turut hadir mewakili Kepala BPSDM Provinsi Jambi Mubaroq Eldrin Hasip, Ketua Komite Penjaminan Mutu Pendidikan Dan Pelatihan Fachrurazi, serta para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dilingkungan Pemkot Jambi.(*)




Ketua KORMI Kota Jambi, Diza: Fornas Buktikan Olahraga Masyarakat Diminati dan Berdampak Nyata

Mataram, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Jambi, menghadiri secara langsung acara pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam (26/7/2025).

Pembukaan ajang olahraga masyarakat terbesar di Indonesia tersebut berlangsung semarak, diawali dengan parade defile dari seluruh kontingen peserta FORNAS VIII yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur NTB. Perhelatan Fornas Tahun 2025 ini secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Keikutsertaan Kota Jambi dalam ajang ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung pengembangan olahraga masyarakat yang inklusif, sehat, dan membahagiakan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya dan sportivitas Kota Jambi di kancah nasional.

Dengan mengusung tagline “Menang Kalah, Semua Senang”, Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 akan berlangsung mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Perhelatan ini diikuti oleh sekitar 18 ribu pegiat olahraga masyarakat dari 38 provinsi se-Indonesia, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi nasional bagi para penggiat olahraga rekreasi.

Fornas VIII juga akan mempertandingkan dan mempertunjukkan 74 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan KORMI, mencakup berbagai cabang olahraga, mulai dari yang bersifat tradisional, budaya, hingga olahraga kekinian yang digemari generasi muda. Keberagaman inorga ini menjadi cerminan kekayaan budaya dan inovasi dalam dunia olahraga masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII merupakan momentum penting untuk mempererat persatuan dan kebersamaan bangsa. Ia menekankan bahwa Fornas tidak sekadar ajang olahraga, namun juga sarat pesan moral tentang pentingnya menjaga kebugaran, kesehatan, dan gaya hidup aktif di tengah masyarakat.

Menteri AHY juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, khususnya panitia penyelenggara FORNAS VIII di Provinsi NTB, atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Ia turut mengungkapkan ketertarikannya terhadap keunikan Fornas, yang berbasis pada semangat komunitas dan kerelawanan.

“Olahraga yang berbasis komunitas pasti punya pendukung masing-masing. Rata-rata hadir bukan karena penugasan, tetapi karena keinginan sendiri. Inilah kekuatan Fornas,” ujar AHY.

Lebih lanjut, AHY menyoroti dampak positif Fornas yang mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Dengan jumlah peserta yang mencapai belasan ribu orang dari seluruh penjuru Tanah Air, Fornas menjadi ajang nasional yang bukan hanya berskala besar dari sisi partisipasi, tetapi juga memberikan efek nyata terhadap dinamika sosial dan ekonomi daerah tuan rumah.

“Mudah-mudahan semua cabang yang dipertandingkan, termasuk e-sport yang menjadi kegemaran generasi muda, dapat semakin berkembang dan dinikmati oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan apresiasinya usai menghadiri langsung pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025 di Mataram.

“Alhamdulillah, pembukaan berlangsung lancar dan sangat meriah. Ini menunjukkan bahwa KORMI dan gerakan olahraga masyarakat mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas, yang ingin bersama-sama menyuarakan pentingnya pola hidup sehat dan bugar,” ujar Diza.

Dirinya juga mengungkap dalam perhelatan Fornas tersebut, Provinsi Jambi diperkuat dengan 361 orang peserta, yang berasal dari 37 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI Provinsi Jambi. Dari jumlah tersebut, Kota Jambi menyumbang sebanyak 100 orang peserta, yang mewakili berbagai cabang olahraga masyarakat.

“Hingga hari ini, kontingen Jambi telah berhasil meraih dua medali. Tentu harapannya, jumlah medali ini akan terus bertambah dan bahkan dapat melampaui pencapaian pada Fornas sebelumnya,” singkat Diza, penuh optimisme.

Diza juga menyampaikan bahwa semangat para peserta sangat tinggi, dan meyakini kontingen Jambi mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam setiap inorga yang diikuti.

Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim menyebut FORNAS VIII sebagai puncak dari Gerakan Indonesia Aktif, yakni gerakan nasional yang bertujuan membudayakan hidup sehat melalui aktivitas fisik yang menyenangkan dan inklusif.

“Fornas bukan sekadar ajang mencari juara, tapi panggung kebinekaan, sportivitas, dan pelestarian budaya. Semua senang, bukan soal menang atau kalah,” sebutnya.

Turut hadir dikesempatan itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, pengurus KORMI serta unsur pimpinan daerah dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.(*)