BPPRD Kota Jambi: Penerimaan Pajak Daerah Capai Rp257 Miliar hingga Juli 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi melaporkan realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp257 miliar hingga akhir Juli 2025.

Angka ini telah mencapai 56 persen dari target perubahan anggaran tahun ini sebesar Rp466 miliar.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Nella Ervina, menyatakan pencapaian ini cukup positif meski masih ada tantangan ke depan.

“Kami optimis target akhir tahun akan tercapai bahkan berpotensi melebihi target yang sudah ditetapkan,” kata Nella.

Nella menambahkan, target anggaran tahun ini mengalami peningkatan sekitar Rp51 miliar dari anggaran murni sebelumnya.

Sebagai bagian dari strategi pengoptimalan pendapatan asli daerah (PAD), BPPRD terus menggenjot berbagai langkah, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah program pemutihan denda untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Gubernur. Jika sudah ada, sosialisasi akan dilakukan secara luas kepada masyarakat,” ungkapnya.

Nella berharap program pemutihan ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, BPPRD juga tengah melakukan pemetaan potensi pajak dari sektor usaha kuliner malam dan rumah makan yang terus berkembang di Kota Jambi.

Menurutnya, usaha kuliner malam memiliki potensi pendapatan yang besar dan perlu dilakukan pendataan ulang untuk memaksimalkan kontribusinya terhadap PAD.

“Pendataan ini penting agar seluruh potensi pajak bisa tergali secara optimal tanpa ada yang terlewat,” tambah Nella.

Langkah-langkah ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat PAD guna mendukung pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik.(*)




Rumah Baca Polairud Jambi, Tempat Anak Pulau Pandan Belajar dan Mengaji

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Jambi merenovasi sebuah rumah di RT 31, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, menjadi Rumah Baca.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu, 20 Agustus 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya dalam pembelajaran agama dan pendidikan karakter.

Proses renovasi dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, bersama jajarannya, termasuk Wadir AKBP Abilio Dos Santos dan para Kasubdit.

Kegiatan ini juga melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat kelurahan, serta warga sekitar yang antusias mendukung.

Rumah Baca tersebut dirancang sebagai tempat belajar mengaji, membaca Al-Qur’an, dan menumbuhkan nilai moral serta semangat kebangsaan di kalangan anak-anak dan remaja.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang layak bagi masyarakat, tidak hanya menyediakan bangunan, tapi juga guru, buku, dan Al-Qur’an. Ini bagian dari gerakan mencerdaskan anak bangsa,” ujar Kombes Agus Tri Waluyo.

Selain renovasi, Ditpolairud juga menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga yang berpartisipasi dalam pembangunan.

Mereka juga membuka peluang bagi masyarakat dan donatur yang ingin berkontribusi melalui Ketua RT setempat.

Kegiatan ini turut menjadi bagian dari semangat Hari Kemerdekaan RI ke-80, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih di lokasi secara simbolis.(*)




Pesan Maulana di Hari Anak: Jangan Eksploitasi Anak, Salurkan Bantuan Secara Benar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam melindungi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta mendapatkan pendidikan yang layak.

Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang mengangkat tema “Anak Indonesia Bersaudara.”

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti masih maraknya praktik eksploitasi anak di sejumlah titik lampu merah Kota Jambi.

Anak-anak kerap dimanfaatkan untuk menarik simpati pengguna jalan demi mendapatkan uang.

“Ada rasa iba ketika melihat anak-anak di jalan, sehingga masyarakat sering kali memberikan uang. Namun, hal itu justru memperpanjang praktik eksploitasi anak,” kata Maulana.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti memberikan uang atau bantuan apapun kepada anak-anak yang berada di jalanan,” tegas Maulana.

Sebagai solusi, ia mendorong masyarakat untuk menyalurkan donasi melalui lembaga resmi yang memiliki otoritas dalam penanganan anak.

“Kalau masyarakat mau menyumbang, silakan disalurkan melalui lembaga atau badan yang kompeten. Pemerintah akan selalu memperhatikan hak-hak anak, baik melalui bantuan pendidikan, sosial, maupun program perlindungan anak lainnya,” tambahnya.

Maulana juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi berkomitmen penuh membangun kota yang ramah anak.

Ia berharap tidak ada lagi anak yang menjadi korban eksploitasi jalanan dan semua anak di Jambi dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung masa depan mereka.(*)




Gaya Hidup Sehat ala Ade Rai: Bukan Soal Berat Badan

Ade Rai menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat melalui latihan beban dan menjaga komposisi tubuh, bukan sekadar menurunkan berat badan.

SEPUCUKJAMBI.ID – Selama ini, banyak orang menganggap obesitas sebagai penyebab utama berbagai penyakit degeneratif. Pandangan tersebut bahkan sering menjadi dasar dalam kebijakan layanan kesehatan. Gaya hidup sehat sering kali dipahami hanya sebatas menurunkan berat badan. Namun, menurut Ade Rai, atlet binaraga dan pakar kebugaran, hidup sehat bukan hanya soal angka di timbangan, melainkan memperhatikan komposisi tubuh serta menjadikan olahraga sebagai bagian rutinitas sehari-hari. Dalam salah satu penjelasannya, Ade Rai menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi memperhatikan komposisi tubuh dan menjadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup sehari-hari.

1. Meluruskan Mitos tentang Obesitas

Obesitas memang dapat meningkatkan risiko penyakit, tetapi bukan berarti semua penyakit degeneratif berakar hanya dari masalah berat badan. Menurut Ade Rai, cara pandang ini bisa menyesatkan. Kesehatan tidak bisa diukur dari timbangan semata, melainkan harus dilihat dari kualitas tubuh secara menyeluruh, termasuk massa otot, lemak, dan gaya hidup yang dijalani.

2. Pentingnya Komposisi Tubuh

Komposisi tubuh jauh lebih menentukan kualitas kesehatan dibanding berat badan. Dua orang dengan berat sama bisa memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, tergantung pada jumlah massa otot dan lemak di tubuh mereka. Massa otot yang baik dapat meningkatkan metabolisme, membantu tubuh tetap bugar, dan melindungi dari berbagai risiko penyakit.

Baca juga:  Pola Hidup Sehat untuk Remaja di Era Modern

3. Latihan Beban sebagai Kunci Sehat

Ade Rai menekankan pentingnya latihan beban (resistance training) sebagai fondasi gaya hidup sehat. Olahraga ini bukan hanya untuk membentuk tubuh ideal, melainkan untuk:

  • meningkatkan metabolisme,

  • menjaga kekuatan otot dan tulang,

  • memperbaiki postur tubuh,

  • serta menjaga kebugaran di usia lanjut.

Dengan latihan beban yang teratur, tubuh lebih mudah mempertahankan keseimbangan antara otot dan lemak, sehingga kesehatan bisa lebih optimal.

4. Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat

Untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat, Ade Rai menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja:

  • Kombinasikan olahraga: gabungkan latihan kardio (lari, bersepeda) dengan latihan beban.

  • Pantau komposisi tubuh, bukan hanya angka berat badan.

  • Atur pola makan bergizi: perbanyak protein, sayur, serat, dan lemak sehat.

  • Konsistensi lebih penting daripada instan: mulai dari langkah kecil yang bisa dijalani rutin.

  • Cukup istirahat: tidur dan pemulihan tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Pesan utama dari Ade Rai adalah bahwa hidup sehat bukan soal mengejar angka di timbangan, melainkan soal keseimbangan tubuh dan kebiasaan positif yang dijalani secara konsisten. Dengan memahami pentingnya komposisi tubuh dan menerapkan latihan beban serta pola hidup sehat, kita bisa menjadikan kesehatan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tujuan sesaat (*)

Gaya Hidup Sehat, Hidup Sehat, Ade Rai, Latihan Beban, Komposisi Tubuh, Obesitas, Fitness, Kesehatan




Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2025 Dimulai, Ini Manfaat dan Syaratnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi meluncurkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025, yang dimulai sejak 19 Agustus hingga 22 Desember 2025.

Program ini bertujuan memberikan keringanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris, Pemprov Jambi memberikan berbagai bentuk insentif dan penghapusan sanksi administratif bagi pemilik kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Manfaat Program Pemutihan Pajak 2025 di Jambi

Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Diskon pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk yang membayar sebelum jatuh tempo:

    • Roda Dua (R2): 5%

    • Roda Empat (R4): 2,5%

  • Pembebasan denda PKB bagi kendaraan yang pajaknya telah melewati jatuh tempo

  • Pembebasan denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II

  • Penghapusan denda SWDKLLJ untuk tahun sebelumnya

  • Keringanan pokok PKB bagi kendaraan yang mati lebih dari 2 tahun (cukup bayar 2 tahun)

Menurut Roni Paslah, Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, kesempatan ini terbuka bagi seluruh wajib pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jambi.

“Pemutihan kali ini bukan hanya membebaskan denda, tapi juga memberi diskon untuk yang membayar sebelum jatuh tempo. Ini momen tepat untuk taat pajak tanpa terbebani biaya besar,” ungkapnya.

Syarat dan Ketentuan Pemutihan Pajak

Program ini hanya berlaku untuk kendaraan tertentu dan jenis layanan tertentu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Satu kendaraan hanya bisa ikut program satu kali

  • Tidak berlaku untuk kendaraan baru (BBN I), mutasi keluar provinsi, ganti mesin, atau kendaraan wajib uji emisi

  • Bagi kendaraan yang tidak diregistrasi ulang minimal 2 tahun setelah STNK habis masa berlaku, data akan dihapus permanen sesuai Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemutihan pajak melalui:

  • Samsat induk kabupaten/kota

  • Samsat keliling

  • Gerai Samsat di WTC Mall, JBC, dan mall pelayanan publik

  • Pos Samsat dan bank mitra resmi

Syarat dokumen:

  • Untuk BBNKB II: KTP, STNK, BPKB asli, kwitansi, dan cek fisik kendaraan

  • Untuk perpanjangan tahunan: cukup KTP dan STNK asli. (*)




Heboh Sri Mulyani Dituding Sebut Guru Beban Negara, Ini Klarifikasi Resminya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kata “guru” mendadak menjadi topik panas di media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Hal ini dipicu oleh potongan video pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beredar luas, diduga menyebut bahwa guru adalah beban negara.

Video tersebut diambil dari pidato Sri Mulyani saat menghadiri Konvensi Sains-Teknologi 2025 di Bandung, yang berlangsung pada 7 Agustus 2025. Meski viral, potongan video tersebut ternyata menyesatkan.

Faktanya, dalam rekaman pidato utuh, Sri Mulyani tidak pernah menyatakan bahwa guru adalah beban negara.

Pernyataannya menyoroti kompleksitas alokasi anggaran pendidikan, termasuk gaji dan tunjangan kinerja bagi guru dan dosen.

“Belanjanya mulai dari gaji sampai tunjangan kinerja. Banyak yang di media sosial mengatakan kalau menjadi guru atau dosen tidak dihargai karena gajinya kecil,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pembiayaan sektor pendidikan menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan apakah seluruh pembiayaan ditanggung oleh negara atau perlu ada peran serta masyarakat.

Ia juga menyampaikan pentingnya pengukuran kinerja dosen untuk pemberian tunjangan, yang menjadi wewenang institusi pendidikan masing-masing, bukan sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat.

“Ini soal mekanisme dan kebijakan di masing-masing perguruan tinggi, bukan semata keputusan pemerintah pusat,” jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2025, pemerintah telah mengalokasikan Rp724,3 triliun untuk sektor pendidikan, termasuk untuk beasiswa KIP Kuliah, Program Indonesia Pintar (PIP), tunjangan guru dan dosen, serta peningkatan fasilitas pendidikan.

Fenomena viralnya potongan video tersebut kembali mengingatkan pentingnya literasi digital.

Penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat dengan cepat membentuk opini publik yang keliru, apalagi menyangkut isu sensitif seperti profesi guru.

Pemerintah menegaskan bahwa perhatian terhadap tenaga pendidik tetap menjadi prioritas utama.

Klarifikasi resmi diharapkan bisa meluruskan persepsi publik dan memulihkan kepercayaan terhadap komitmen negara di bidang pendidikan.(*)




Tim KONI Kota Jambi Tinjau Latihan Atlet Anggar, Fokus ke Indonesia Open

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim monitoring KONI Kota Jambi yang dipimpin oleh Wakil Ketua, Nazrahul Haq, melakukan kunjungan ke lokasi latihan atlet Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kota Jambi, di Lapangan Korem 042 Garuda Putih, belum lama ini.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres pembinaan cabang olahraga (cabor) anggar yang berada di bawah naungan KONI Kota Jambi, sekaligus mempererat komunikasi antara KONI, pengurus cabor, dan para atlet.

“Pembinaan berjalan baik. Atlet rutin latihan sesuai jadwal dan didampingi pelatih,” ujar Nazrahul saat meninjau kegiatan.

Saat kunjungan berlangsung, para atlet Ikasi tengah melakukan persiapan menuju Kejurprov Anggar dan Indonesia Open 2025 yang dijadwalkan digelar pada bulan September mendatang.

Menurut pelatih anggar Kota Jambi, Andri, meski menghadapi keterbatasan seperti peralatan dan dukungan anggaran, Ikasi tetap berkomitmen mencetak atlet potensial.

“Regenerasi atlet tetap kami jalankan. Kita menyiapkan atlet di semua nomor; degen, floret, dan sabel, baik putra maupun putri,” jelas Andri.

Meski tidak menetapkan target tinggi untuk ajang Indonesia Open, Ikasi tetap berharap para atlet bisa meraih hasil maksimal, terutama di Kejurprov Anggar mendatang.

“Target kita realistis. Minimal lolos babak penyisihan, syukur-syukur bisa tembus final. Untuk Kejurprov, saya optimis bisa raih medali emas karena kualitas atlet cukup bagus,” pungkas Andri.(*)




Tiga Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat Jambi, Ini Alasan Sebenarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Jambi kembali mengundurkan diri dari proses pendidikan di sekolah tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Ahmad Fikri Aiman, pada Rabu (20/8/2025).

Menurut Fikri, dua siswa terakhir secara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 15 Agustus 2025.

“Mereka bukan kabur, tapi memang memilih untuk mundur. Alasannya karena tidak boleh menonton tv dan bermain hp,” ujarnya.

Diketahui, total sudah enam siswa yang mengundurkan diri sejak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai.

Dinsos Kota Jambi menyebutkan, salah satu penyebab utama adalah ketidaksiapan anak-anak dalam menghadapi pola hidup asrama yang penuh aturan dan keterbatasan akses hiburan.

“Ada yang jenuh karena tidak boleh menonton TV dan bermain ponsel. Beberapa lainnya belum siap secara mental menghadapi aturan ketat di lingkungan asrama,” jelas Yunita.

Selain itu, ada juga siswa yang merasa kecewa karena ekspektasi mereka terhadap janji keluarga—seperti pemberian telepon genggam—tidak terpenuhi.

Hal ini turut memengaruhi motivasi mereka untuk bertahan di lingkungan sekolah.

“Yang paling utama tetap soal adaptasi. Anak-anak ini berasal dari latar belakang rentan, jadi pendekatannya harus bertahap dan penuh penguatan mental,” tambah Yunita.

Selain persoalan adaptasi siswa, kekurangan tenaga pendidik juga menjadi tantangan. Salah satu guru Bahasa Inggris mengundurkan diri karena alasan jarak.

Untuk sementara, kekosongan ini ditangani langsung oleh kepala sekolah yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi hanya memiliki enam tenaga pengajar yang harus menangani 97 siswa dari berbagai latar belakang, dengan proses belajar mengajar dilakukan dalam dua ruang kelas yang dibagi menjadi dua kelompok besar.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, proses belajar tetap berjalan.

Pihak sekolah tetap fokus pada pendekatan psikososial agar siswa merasa aman dan nyaman, serta membangun keterikatan emosional dengan lingkungan dan pengasuh mereka.(*)




Motivasi Para Siswa, Gubernur Al Haris Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 5 di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 5 Jambi yang berada di Sentra Alyatama, Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Rabu (20/08/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung proses belajar mengajar serta aktivitas siswa di Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari Program Pendidikan Nasional gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris berdialog langsung dengan para siswa, menanyakan kegiatan harian mereka serta mendengarkan aspirasi dan pengalaman belajar mereka di sekolah tersebut.

Para siswa penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas fasilitas pendidikan yang lengkap dan dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan di daerah.

“Kami sangat bersyukur bisa belajar di sini. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas program Sekolah Rakyat yang membuat kami semangat belajar dan meraih cita-cita,” ungkap salah satu siswa.

Sekolah ini menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas, alat tulis, makan siang bergizi, hingga layanan kesehatan.

Hal ini dinilai sangat membantu siswa-siswi yang berasal dari berbagai latar belakang ekonomi.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi atas program ini serta memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.

“Pak Presiden ingin semua anak-anak di Indonesia bisa mengakses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah pusat. Kita harus bersyukur dan manfaatkan sebaik mungkin,” tegas Al Haris.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendukung penuh sektor pendidikan, baik dalam hal peningkatan sarana prasarana, bantuan operasional sekolah, hingga beasiswa bagi siswa berprestasi.(*)




Waduh! Tiga Siswa Sekolah Rakyat Kota Jambi Mundur, Ini Penjelasan Dinsos

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) Kota Jambi, dikabarkan kembali mundur.

Kabid Resos Dinsos Kota Jambi, Ahmad Fikri Aiman menyebutkan, dua siswa tersebut bukan kabur. Melainkan memang mundur.

“Untuk alasannya, ini masih kita tanyakan. Mereka mundur per Jumat 15 Agustus 2025 kemarin,” ungkapnya.

Sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kita Kota Jambi dimulai.

Namun, dinamika awal mulai terasa dengan kabar bahwa dua siswa kembali mengundurkan diri dari sekolah tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengonfirmasi bahwa memang tidak semua anak mampu langsung beradaptasi dengan pola hidup asrama yang penuh aturan dan kedisiplinan.

“Kemarin ada tiga anak yang mengundurkan diri, dan kini dua lagi. Tapi setiap kali ada yang mundur, kami langsung lakukan penggantian. Mayoritas karena belum siap hidup di lingkungan asrama,” jelas Yunita saat diwawancarai, Rabu (13/8) lalu.

Menurut Yunita, selain ketidaksiapan mental dan psikologis, sempat ada kasus di mana salah satu anak merasa kecewa karena janji pemberian telepon genggam oleh pihak keluarga tak ditepati, yang memengaruhi motivasi anak tersebut untuk bertahan.

“Kami menduga itu berasal dari ekspektasi orang tua. Namun yang lebih utama tetap soal adaptasi dan kesiapan anak-anak menghadapi lingkungan baru yang lebih tertib dan terstruktur,” tambahnya.

Berbeda dari sekolah formal biasa, MPLS di Sekolah Rakyat ini dirancang berlangsung lebih lama.

Fokus utama adalah pendekatan psikososial, menciptakan rasa aman, nyaman, dan membangun keterikatan emosional siswa terhadap lingkungan sekolah dan pengasuhnya.

“Anak-anak ini rata-rata berasal dari latar belakang rentan. Maka pendekatannya pun harus pelan dan penuh penguatan mental. Sekarang mereka sudah mulai masuk ke proses belajar, meskipun bertahap,” jelas Yunita.

Selain persoalan adaptasi siswa, kekurangan tenaga pengajar juga sempat menjadi kendala.

Salah satu guru Bahasa Inggris mengundurkan diri karena alasan jarak tempuh ke sekolah.

Untuk sementara, kekosongan tersebut diisi oleh Kepala Sekolah yang memang berlatar belakang sebagai guru Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi memiliki sekitar 6 tenaga pengajar yang menangani 98 siswa dari berbagai latar belakang.

Proses belajar mengajar dilaksanakan hanya di dua ruang kelas, yang dibagi menjadi dua kelompok besar.(*)