Walikota Jambi Lantik Direksi Baru PT Siginjai Sakti Masa Bakti 2025-2029

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, secara resmi melantik jajaran direksi baru PT Siginjai Sakti (Perseroda) untuk masa bakti 2025-2029.

Acara pelantikan berlangsung di Aula Kantor Walikota Jambi, Kamis 28 Agustus 2025 dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Marsono ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Siginjai Sakti.

Ia akan didampingi oleh Sasli Rais sebagai Manager Operasional, Ardiansyah Manager ADM Keuanhan dan Reza Fahlevi sebagai Manager Keuangan.

Walikota Jambi dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap jajaran direksi baru untuk membawa PT Siginjai Sakti menjadi perusahaan daerah yang lebih maju, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kota Jambi.

“PT Siginjai Sakti harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Direksi yang baru harus bekerja profesional dan penuh integritas demi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Walikota Jambi.

PT Siginjai Sakti merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Jambi yang bergerak di berbagai sektor usaha strategis.

Di bawah kepemimpinan baru, diharapkan perusahaan ini dapat memperluas portofolio bisnis serta meningkatkan efisiensi dan pelayanan.

PT Siginjai Sakti adalah perusahaan daerah (Perseroda) yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Jambi untuk menjalankan kegiatan usaha yang mendukung pembangunan daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan menciptakan lapangan kerja.(*)




Peringati Hapernas 2025 di Jambi: Bedah Rumah, Doa Bersama, dan Penanaman Pohon oleh Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2025 terasa semakin khidmat dan bermakna di Kota Jambi. Hal itu tampak saat Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara simbolis menyerahkan kunci rumah hasil Program Bedah Rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kepada empat warga di Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Rabu sore (27/8/2025).

“Kado spesial” dari Pemkot Jambi tersebut diterima langsung oleh Suwardi, warga RT 16; Suparman, warga RT 17; serta Pratomo dan Joko Prayitno, warga RT 08, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo. Momentum penyerahan itu sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Pemkot Jambi dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat, sejalan dengan tema Hapernas 2025: “Saatnya Rakyat Punya Rumah.”

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu turut dirangkai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama, sebagai ungkapan syukur para penerima manfaat atas rumah baru yang lebih layak huni.

Program Bedah Rumah merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza, yang difokuskan untuk mewujudkan hunian masyarakat yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Program ini masuk dalam 11 Program Prioritas Kota Jambi Bahagia, khususnya pada pilar “Kota Tangguh.”

Wali Kota Maulana dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh kembang keluarga dan generasi masa depan. Karena itu, kami di Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus menghadirkan program bedah rumah agar semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian layak, sehat, dan nyaman,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, program ini adalah bagian dari 11 Program Prioritas Kota Jambi Bahagia, yang difokuskan pada pilar “Kota Tangguh.”

“Melalui program bedah rumah ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Jambi yang tinggal di rumah yang tidak layak huni. Harapannya, rumah yang baru ini bukan hanya lebih layak, tetapi juga membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi keluarga yang menempatinya,” tegas Maulana.

Program Bedah Rumah sendiri telah menjadi program unggulan Pemkot Jambi yang dijalankan secara berkelanjutan, dengan melibatkan dukungan berbagai pihak melalui semangat gotong royong dan kolaborasi multipihak.

Wali Kota Maulana menjelaskan, tahun ini melalui kolaborasi Pemerintah Kota, Provinsi dan Pusat akan dilakukan bedah untuk 200 unit rumah warga.

“Hal ini menunjukkan suatu kolaborasi yang kuat untuk bagaimana membuat rumah yang dimiliki masyarakat yang belum layak huni kita lakukan perbaikan sehingga menjadi layak,” katanya.

“Kami konsisten dalam hal memberikan hunian yang layak bagi masyarakat ini, tidak hanya mengandalkan APBD Kota, tetapi juga akan terus mendorong turunnya bantuan, baik dari Pusat maupun Provinsi,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Jambi, Mahruzar, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kota Jambi telah mengalokasikan sebanyak 82 unit rumah yang akan dibedah atau ditingkatkan kualitasnya melalui dukungan dana APBD. Program tersebut tersebar di 37 kelurahan dalam wilayah Kota Jambi.

“Hingga saat ini progresnya sudah mencapai 97 persen. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta dalam bentuk material pembangunan,” terang Mahruzar.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang terhubung dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, masih terdapat sekitar 4.500 usulan rumah tidak layak huni di Kota Jambi yang perlu ditingkatkan kualitasnya.

“Harapan kami, bantuan yang diberikan dapat lebih maksimal. Tahun ini selain dari APBD Kota Jambi, ada juga dukungan dari APBN sebanyak 73 unit dan dari APBD Provinsi Jambi sebanyak 50 unit. Seluruhnya sejalan dengan program prioritas Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota, khususnya pada pilar Kota Tangguh,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan program bedah rumah, Suwardi, yang sebelumnya selama 25 tahun menempati rumahnya yang tidak layak, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian Pemerintah Kota Jambi.

“Saya sangat berterima kasih dan merasa senang sekali. Sebelumnya rumah kami masih terbuat dari papan dan kondisinya kurang layak. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini rumah kami menjadi lebih baik, aman, dan sehat untuk ditempati. Sekali lagi, terima kasih banyak Pak Wali Kota Maulana,” ucapnya penuh haru.

Menutup rangkaian penyerahan simbolis kunci rumah kepada empat warga penerima manfaat itu, Wali Kota Jamb dokter Maulana, turut pula melakukan penanaman pohon di lokasi acara. Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, komitmen pelestarian alam, serta bentuk tanggung jawab sosial yang juga dimaknai sebagai ibadah dalam menjaga dan merawat ciptaan Tuhan.

Turut hadir pada kesempatan itu, perwakilan Balai BP3KP Arifman, perwakilan Kasatker Yusra, Kabid Perumahan PUPR Provinsi Jambi Aristo Harun, jajaran perangkat daerah Pemkot Jambi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.(*)




Wawako Diza Canangkan Gerakan Ayo Mengaji di Sekolah, Pemkot Targetkan Nol Buta Aksara Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai wujud komitmen dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus membekali generasi muda dengan pondasi keimanan yang kokoh, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi meluncurkan Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) bagi peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Jambi, Rabu (27/8/2025).

Acara launching yang berlangsung khidmat itu diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional asal Jambi Dr. Hj. Nurhayati. Kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 21 Kota Jambi itu secara resmi dicanangkan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Dalam acara itu, turut dilakukan penandatanganan Naskah Kerja Sama antara Gerami Kota Jambi dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Gerami Kota Jambi Hj. Masturo bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi
Mulyadi.

Di kesempatan itu, Wakil Wali Kota Diza menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak dini, salah satunya melalui Gerami yang sangat sejalan dengan cita-cita mewujudkan masyarakat berakhlakul karimah.

“Kita harapkan nantinya, generasi muda ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa,” tekannya.

Diza juga menyebutkan, posisinya sebagai Wakil Wali Kota Jambi juga berperan sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi. Untuk itu Ia berharap, program Gerami dapat dikolaborasikan dengan LPTQ dalam mencari bibit-bibit muda Qurani calon kafilah Kota Jambi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan datang.

“Ini sangat besar sekali keterkaitannya, karena tugas berat kita untuk mempertahankan prestasi yang telah berhasil diraih pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi lalu membutuhkan adanya kolaborasi, termasuk dengan Gerami,” sebutnya.

“Dengan kolaborasi ini, Saya harap pada waktunya nanti akan melahirkan qari-qariah terbaik Kota Jambi,” sambungnya.

Wawako Diza menyebut, mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang berakhlak dan berbudaya adalah salah satu program prioritas dalam membangun Kota Jambi Bahagia. Oleh karenanya hal itu menjadi tanggungjawab besar dari Pimpinan Daerah. Oleh karena itu kebijakan dalam bentuk program dan langkah-langkah strategis pemerintah perlu dilakukan.

“Salah satunya yang dilakukan Pemkot Jambi adalah dengan mengangkat para guru tahfidz dari para hafizh dan hafizhah untuk mengajar Al-Qur’an di SD dan SMP negeri se-Kota Jambi,” terangnya.

“Alhamdulillah, semua guru tahfidz yang kita miliki berusia muda, dan dalam kurun waktu yang tidak lama telah memberikan perubahan yang sangat besar pada pendidikan agama di sekolah negeri, terutama untuk pendidikan Al Qur’an yang selama ini lebih populer dikalangan pesantren, madrasah dan rumah-rumah tahfidz,” lanjutnya.

Dengan program Guru Tahfidz itu, kata Wawako, secara tidak langsung turut berdampak positif pada kebiasaan anak-anak di sekolah negeri kini menjadi lebih terpacu untuk membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

“Secara lebih luas lagi, program tesebut juga telah berhasil mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi yang beragama Islam untuk dapat menghidupkan kembali kebiasan-kebiasaan berkumpul dan mengaji bersama keluarga terutama pada saat Maghrib dan Isya,” tutur Wawako Diza.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya launching program Gerami sebagai langkah strategis dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di jenjang Sekolah Menengah Pertama, khususnya SMP Negeri di Kota Jambi. Program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat generasi muda, khususnya remaja usia 12–15 tahun, untuk mempelajari dan mencintai Al-Qur’an di masa pencarian jati diri mereka.

“Ke depan, kami berharap tidak ada lagi siswa SMP Negeri di Kota Jambi yang tidak mampu membaca Al-Qur’an. Untuk itu, Saya mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar terus meningkatkan dukungan fasilitas pembelajaran, khususnya bagi para guru tahfidz dan guru agama, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal,” pungkas Wakil Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemerintah bersama Gerakan Ayo Mengaji ini merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi dan karakter hebat ke depan. Melalui, sarana dan prasarana yang baik, guru yang baik, hingga kurikulum yang berkualitas.

Katanya, kolaborasi bersama Gerami ini tentunya sangat sejalan dengan sejumlah program yang telah ada di Pemkot Jambi, khususnya pada bidang keagamaan. Seperti, Guru Tahfiz dan Guru PAMI.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk kolaborasi yang baik, dan harus berjalan disemua tingkatan agar program ini bisa berjalan dengan baik,”sebutnya.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan, Ketua Gerami Kota Jambi, Hj Masturo mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang telah berkolaborasi bersama Gerami dalam rangka mewujudkan generasi masa depan yang berakhlakul karimah dan memberantas buta aksara Al-Quran baik di Kota maupun Provinsi Jambi.

“Wacana kolaborasi ini sudah direncanakan sejak tahun 2023, namun karena sesuatu hal itu tertunda. Alhamdulillah, hari ini berkat kepedulian Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Maulana-Diza kolaborasi ini bisa terwujud,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, Gerami merupakan suatu gerakan bertujuan utama yaitu memberantas buta aksara Al-Qur’an dengan sasaran awalnya adalah kaum ibu-ibu yang berdiri pada tahun 2019.

Berdasarkan identifikasi yang diperoleh Gerami, dari 4.612 orang peserta didik ditingkat SMP Negeri di Kota Jambi, ada 51 persen yang tidak bisa membaca Al-Quran, mengeja 31 persen dan sisanya paham Al-Quran.

“Angka ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi, mudah-mudahan melalui semangat dari pemimpin Kota Jambi saat ini, tujuan utama dari Gerami yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Jambi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an bisa cepat terwujud,” singkatnya.

Gerakan Ayo Mengaji ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis Pemkot Jambi dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkarakter Islami, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Turut hadir dalam acara itu, Camat Kotabaru Hendry Asmy Saputra beserta jajaran, perwakilan MUI Kota Jambi, Baznas Kota Jambi, Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Kepala Sekolah SMP Negeri se-Kota.(*)




Wawako Diza : Digital Branding dan Inkubasi Kreativitas Jadi Langkah Pemkot Jambi Perkuat Ekonomi Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menjadi narasumber utama pada kegiatan Workshop Digital Branding Tahun 2025 dengan tema “Cara Cerdas Meningkatkan Usaha Melalui Pemanfaatan Digital Branding Menuju Kota Jambi Bahagia,” yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Jambi, pada Rabu siang (27/8/2025).

Dilangsungkan di Aula Telanaipura Bappeda Kota Jambi, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari 11 Kecamatan se-Kota Jambi yang bergerak di sektor usaha Kuliner, Kriya Fashion dan Advertising.

Workshop Digital Branding itu, juga turut menghadirkan nara sumber eksternal yakni : Gilang Ramadhan, S.Sn, M.Ds (Dosen Telkom University Purwokerto), yang terhubung secara virtual melalui platform zoom meeting. Selain itu juga turut menjadi narasumber Yuana Rochma Astuti, S.E., M.Si (Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenkraf RI) dan Venny Septia Monica, MBA (Digital and Branding Lecturer Universitas Bakrie dan Owner Dendeng Pusako I).

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Diza menyampaikan, berbagai program Pemkot Jambi yang mendorong pengembangan sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Katanya, Pemkot berkomitmen membawa UMKM ‘naik kelas’ ke level pengusaha. Oleh karenanya, Pemkot tidak hanya memberikan aspek ilmu pengetahuan, namun juga pengembangan keterampilan hingga bantuan permodalan dan promosi.

“Melalui Program Prioritas BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) dan program BANK HARKAT (Bantuan Usaha Kelompok Masyarakat). Pemkot Jambi optimis dapat meningkatkan keterampilan, kompetensi dan daya saing tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang melibatkan Lembaga Kursus dan Pelatihan serta Perguruan Tinggi yang kompeten,” ujarnya.

Wawako Diza juga menjelaskan, program Bank Harkat akan menyasar ke Kelompok
UMKM untuk mendapatkan akses pembiyaan melalui skema yang dirancang khusus untuk lebih dari 800 pelaku UMKM di Kota Jambi.

“Bantuan modal usaha tanpa agunan melalui Program Bank Harkat ini dilakukan melalui kerjasama Pemkot Jambi bersama OJK, Bank Indonesia, Bank Jambi dan Bank BTN, untuk pengalokasian pembiayaannya dengan bunga yang rendah,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi ruang kolaboratif dan inkubasi ide anak muda dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, seni, dan kewirausahaan melalui Program RUMEL (Ruang Milenial) dengan konsep yang difokuskan untuk membentuk generasi muda yang kreatif dan inovatif, serta tangguh dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.

“Selain dari Program Unggulan, Pemerintah Kota Jambi juga memiliki sejumlah kebijakan yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif. Kebijakan ini didorong oleh pandangan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pendapatan daerah dan pendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Wakil Wali Kota Jambi, Diza, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk senantiasa hadir dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, kreativitas dan ide-ide inovatif anak bangsa harus mampu diwujudkan menjadi solusi nyata bagi tantangan zaman.

“Kita berjuang bersama untuk kehidupan yang lebih baik. Karena itu, inovasi menjadi kunci penting dalam setiap usaha yang kita jalankan, khususnya bagi para pelaku ekonomi kreatif. Dengan inovasi, usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing,” tegas Diza.

“Kepada teman-teman yang menjadi peserta kegiatan ini, Saya ucapkan terima kasih, semoga kesuksesan bisa kalian raih, selamat bertumbuh dan berkembang,” pungkas Wawako Diza memberi motivasi.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi Mariani Yanti beserta jajaran dan stakeholder terkait.(*)




Wisuda Selantang Ramah dan Launching Selantang Purnawira Warnai Perjalanan Program Lansia Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus meneguhkan komitmennya menghadirkan program “Lansia Bahagia” sebagai wujud perhatian dan kepedulian kepada para lanjut usia. Komitmen tersebut kembali diwujudkan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dengan melaunching Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Purnawira, yang berlokasi di Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Rabu pagi (27/8/2025).

Dilangsungkan di Aula Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi, kegiatan yang terlaksana dalam sebuah seremoni penuh makna tersebut turut dirangkai dengan agenda resmi mewisuda 64 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Ramah, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lansia Bahagia yang merupakan salah satu dari 11 Program Prioritas Pemerintah Kota Jambi dibawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana-Diza. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga menghidupkan semangat lansia untuk tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) di masa senja.

Dengan hadirnya Selantang Purnawira yang akan diisi oleh 34 orang peserta, Kota Jambi kini telah memiliki empat sekolah lansia berstandar, yakni Selantang Sehat Selalu di Kecamatan Paal Merah, Selantang Ramah di Kecamatan Jelutung, dan Selantang Rukun Mandiri di Kecamatan Kotabaru.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus apresiasi nyata kepada para lansia. Menurutnya, isu terkait lansia menjadi salah satu agenda strategis dalam pembangunan keluarga, mengingat masih adanya tantangan rendahnya kualitas hidup lansia serta keterbatasan kemampuan sebagian keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal.

“Oleh karena itu, lansia termasuk salah satu kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Jambi,” ujar Maulana.

Maulana menegaskan, melalui berbagai program yang digagas, Pemerintah Kota Jambi senantiasa berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berpihak pada para lanjut usia, dengan tujuan mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.

“Program Sekolah Lansia yang kita jalankan ini merupakan sebuah inovasi luar biasa, karena tidak hanya menyediakan wadah pembelajaran, tetapi juga ruang untuk bersosialisasi, kesempatan untuk terus berkegiatan, serta penguatan mental dan spiritual. Dengan demikian, para lansia tidak merasa sendiri, melainkan semakin berdaya dan memiliki peran penting di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Maulana menekankan bahwa target utama dari program ini adalah memastikan tidak ada lagi lansia yang terlantar di Kota Jambi.

“Jika ada lansia yang terlantar, manfaatkan layanan Call Center Bahagia 112 yang siap siaga melayani 24 jam, baik untuk kondisi kegawatdaruratan medis maupun non-medis,” tegas Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan program Selantang. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.

“Saya yakin, ilmu dan pengalaman yang Bapak Ibu peroleh di sekolah lansia akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” ucapnya.

“Saya berharap ke depan, program sekolah lansia ini dapat berkembang lebih luas, hadir di lebih banyak Kecamatan dan Kelurahan di Kota Jambi,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, M. Jaelani, menjelaskan bahwa kegiatan wisuda ini merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas Pemerintah Kota Jambi, yaitu “Lansia Bahagia”. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia melalui pembinaan dan edukasi berkelanjutan, baik yang dilaksanakan di Balai KB, Kantor DPPKB, maupun di Sekolah Lansia yang telah ditetapkan.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Lansia Berdaya melalui program Sekolah Lansia pada kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL), sekaligus menjadi bentuk implementasi penguatan pentahelix atau kerja sama multipihak dalam isu kelanjutusiaan agar lebih tepat sasaran,” terangnya.

Jaelani menambahkan, seluruh lansia yang diwisudakan pada kesempatan ini telah menempuh proses pembelajaran sejak November 2024, dengan menerapkan tujuh dimensi Lansia Tangguh, yaitu: Dimensi Spiritual, Intelektual, Fisik, Emosional, Sosial, Vokasional, dan Lingkungan.

Turut hadir dikesempatan itu, Kepala Perwakilan Kemendugbangga Provinsi Jambi Novita Sari, Camat dan Lurah dilingkup Pemkot Jambi, perwakilan Jasa Raharja, Transportasi Gas Indonesia dan Pimpinan PLN, serta undangan lainnya.(*)




Sekolah Lansia Tangguh Rahma Luluskan Puluhan Lansia, Wali Kota Jambi: Mereka Harus Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Sebanyak 64 orang lanjut usia (lansia) mengikuti prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rabu (27/8/2025).

Mereka merupakan peserta program Sekolah Lansia Tangguh Rahma yang telah menyelesaikan 13 sesi pembelajaran.

Selain memimpin wisuda, Maulana juga meresmikan pembukaan Sekolah Lansia Tangguh Purnawira, sebagai bentuk penguatan program pembelajaran bagi lansia di Kota Jambi.

“Ini adalah bentuk penghargaan bagi para lansia yang ingin tetap aktif, sehat, dan bahagia. Kami ingin mereka merasa dihormati dan tetap punya peran di masyarakat,” ujar Maulana.

Program Sekolah Lansia ini dirancang untuk mendukung kualitas hidup lansia melalui kegiatan positif seperti senam sehat, kegiatan seni, pengajian, cek kesehatan rutin, hingga kunjungan wisata.

Peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan literasi dan sastra, seperti berpuisi dan berpantun.

Wisudawan tertua dalam kegiatan ini berusia 78 tahun, menjadi simbol bahwa usia bukan batas untuk terus belajar dan berkegiatan. Setelah diwisuda, peserta akan tetap dibina sebagai bagian dari komunitas alumni.

Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini ke seluruh wilayah kota.

Dalam waktu dekat, Sekolah Lansia akan dibuka di Kecamatan Danau Sipin sebagai tahap awal dari pemerataan program.

“Kami ingin seluruh kecamatan dan kelurahan punya Sekolah Lansia agar mereka tidak merasa sendiri dan tetap mendapat hak-hak dasar mereka,” tegas Maulana.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap lansia di sekitar lingkungan masing-masing dan segera menghubungi layanan Call Center Bahagia 112 jika menemukan lansia yang memerlukan bantuan.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Bina Keluarga Lansia (BKL), yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

Menurut Plt Kepala Dinas PPKB Kota Jambi, Jaelani, kegiatan ini bertumpu pada tujuh dimensi Lansia Tangguh: spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, vokasional, dan lingkungan.(*)




Tersangkut di Saluran Beton, Kucing Diselamatkan Petugas Damkar Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi menunjukkan aksi kemanusiaan luar biasa saat menyelamatkan seekor anak kucing yang terjebak di dalam saluran sempit di rumah warga, kawasan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Rabu (27/8/2025) dini hari.

Lima personel dikerahkan dalam operasi penyelamatan yang berlangsung mulai pukul 01.00 hingga 01.34 WIB.

Prosesnya penuh tantangan karena lokasi jebakan berada di pipa pembuangan beton berukuran sangat kecil, tepat di lantai dua rumah warga.

Petugas harus naik turun antar lantai, mencoba berbagai cara untuk mengakses dan mengevakuasi hewan tersebut tanpa menimbulkan kerusakan.

Berbekal keahlian dan kesabaran, mereka akhirnya berhasil mengangkat kucing tersebut menggunakan tali yang dimasukkan dengan teknik khusus ke dalam saluran.

Kholid Wahyulian, pemilik rumah sekaligus pelapor, menjelaskan bahwa kucing yang diselamatkan adalah hewan peliharaan yang sangat ia sayangi.

Ia mengaku mendengar suara tangisan kucing selama dua hari, namun baru menyadari lokasinya saat suara terus terdengar dari titik yang sama.

“Saya sempat mencoba menyelamatkan sendiri, tapi tidak berhasil. Dua anak kucing lainnya bisa keluar sendiri, tapi satu ini terjebak cukup dalam, jadi kami akhirnya menghubungi Damkar,” ujar Kholid.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada tim Damkar yang datang di tengah malam dan menyelesaikan evakuasi dengan cepat dan aman.

“Saya sangat terharu melihat dedikasi petugas Damkar. Mereka datang tanpa ragu dan membantu dengan sepenuh hati. Harapannya, pemerintah bisa memberikan apresiasi atas kerja keras mereka yang luar biasa,” tambahnya.

Aksi ini menunjukkan bahwa peran Damkar tidak hanya terbatas pada kebakaran besar, tapi juga menyangkut kepedulian terhadap keselamatan makhluk hidup, tak peduli seberapa kecil laporannya.(*)




Al Haris Ingin MBG Gunakan Bahan Lokal Demi Ekonomi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Gubernur Jambi Al Haris mengajak pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjalin kerja sama dengan petani serta pelaku usaha beras dan bahan pokok di wilayah Jambi.

Langkah ini dinilai penting guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas.

Di tingkat daerah, Al Haris menekankan pentingnya memanfaatkan produk pertanian lokal agar manfaat program ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

“Kita ingin agar dana dari program MBG ini tidak mengalir ke luar daerah, tetapi tetap berputar di Jambi,” ujar Al Haris, Rabu (27/8/2025).

Untuk merealisasikan hal tersebut, Gubernur berencana menggelar pertemuan antara pemilik SPPG, petani lokal, dan pelaku usaha pangan.

Ia berharap sinergi ini akan menciptakan rantai pasok yang efisien, mandiri, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kalau kebutuhan pangan untuk MBG dipenuhi oleh petani Jambi, maka dampaknya akan sangat terasa. Kita juga ingin petani lokal menjadi pemain utama dalam penyediaan bahan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Al Haris menyebut bahwa langkah ini tidak hanya akan menekan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani dan kontribusi ekonomi regional.

Menurutnya, keberhasilan program MBG harus sejalan dengan tujuan jangka panjang, yaitu mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal.

“Melalui MBG, kita bisa tekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jambi. Jadi manfaatnya ganda, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” tutupnya.(*)




Musim Kemarau, PT WKS Maksimalkan Tim dan Teknologi Antisipasi Karhutla

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menghadapi musim kemarau 2025, PT Wirakarya Sakti (WKS), bagian dari grup Asia Pulp & Paper (APP), meningkatkan kesiapsiagaan dengan menurunkan Regu Pengendalian Kebakaran (RPK) di seluruh area operasionalnya di Provinsi Jambi.

Kepala Fire Preparation PT WKS, Agus Sibarani, menjelaskan bahwa khusus di Distrik 7, Kecamatan Geragai, sebanyak 30 anggota RPK telah disiapkan untuk memantau dan menjaga kawasan seluas 33 ribu hektare dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Setiap distrik memiliki jumlah personel yang disesuaikan dengan luas areanya. Tim di Distrik 7 dibekali peralatan lengkap, termasuk menara pantau setinggi 30 meter, drone pemantau udara, kendaraan taktis, dan armada pemadam kebakaran mobile,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Tak hanya peralatan, para personel RPK juga mendapat pelatihan intensif sesuai bidang tugas masing-masing, untuk memastikan respons cepat terhadap titik api.

Tim ini secara rutin melakukan patroli darat dan air menggunakan sepeda motor, mobil, serta airboat.

Agus menambahkan, perusahaan juga mengimplementasikan pendekatan preventif melalui program Integrated Fire Management.

Langkah ini mencakup penyuluhan ke masyarakat sekitar, edukasi ke sekolah-sekolah, dan pemasangan papan larangan pembakaran lahan.

“Di internal perusahaan, semua karyawan sudah mendapat pelatihan kebakaran. Apalagi saat status bahaya kebakaran dari Fire Danger Rating System (FDRS) memasuki level kuning atau merah, maka wajib ada pelaporan ke Situation Room setiap 30 menit,” jelasnya.

Area patroli juga diperluas hingga radius 5 kilometer dari konsesi. Perusahaan mengandalkan menara pantau, kamera pengawas (CCTV), dan drone untuk mendeteksi asap atau potensi api dari luar.

“Kami harus tanggap jika ada ancaman dari luar area konsesi. Jika ditemukan asap dalam radius 5 kilometer, tim kami langsung dikerahkan untuk merespons dan mencegah api menyebar ke area perusahaan,” sambungnya.

Selain itu, PT WKS memberdayakan masyarakat sekitar lewat program Masyarakat Peduli Api (MPA).

Setiap desa di sekitar area konsesi memiliki 15 anggota MPA yang aktif melaporkan kondisi wilayah secara berkala melalui grup komunikasi digital.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak desa bahkan mengusulkan lebih banyak relawan. Peran MPA sangat penting karena mereka tahu seluk-beluk wilayah sekitar dan bisa mendeteksi potensi kebakaran lebih awal. Ini menjadi bagian dari kolaborasi kami bersama Satgas Karhutla, aparat TNI/Polri, dan perangkat desa,” tutup Agus.(*)




Wali Kota Jambi Terbitkan Surat Edaran untuk Cegah Penipuan yang Mengatasnamakan Dirinya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 tentang Upaya Pencegahan Penipuan yang Mengatasnamakan Wali Kota Jambi.

Edaran ini dikeluarkan sebagai respons atas meningkatnya laporan praktik penipuan yang mencatut nama kepala daerah demi kepentingan pribadi.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada para kepala perangkat daerah, camat, lurah, pelaku usaha, BUMN/BUMD, serta seluruh masyarakat Kota Jambi.

Dalam surat edaran tersebut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa dirinya tidak pernah, baik secara langsung maupun melalui perantara, meminta fasilitas, bantuan, atau bentuk pemberian lainnya dari pihak mana pun.

“Apabila terdapat pihak-pihak yang mengaku mewakili atau membawa nama Wali Kota Jambi untuk meminta sesuatu, maka hal tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan tindakan penipuan,” tegas isi surat edaran tersebut.

Pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan, terutama yang dilakukan melalui media seperti telepon, pesan singkat, atau platform digital lainnya.

Warga yang telah menjadi korban atau menerima informasi mencurigakan diminta segera melaporkannya ke pihak kepolisian atau aparat berwenang untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Surat edaran ini juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menerima dan menyebarkan informasi. Warga diminta untuk tidak mudah percaya pada pesan yang mencatut nama pejabat, terutama jika mengandung permintaan fasilitas atau uang.

“Pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan terverifikasi. Jika ragu, segera konfirmasi ke pihak berwenang,” demikian pesan dari Pemkot Jambi.

Surat edaran ini secara resmi ditandatangani secara elektronik oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M pada 26 Agustus 2025 di Kota Jambi.(*)