Di Balaikota, Polresta Jambi Bersama Bulog, Gelar GPM, Tekan Inflasi dan Salurkan 5 Ton Beras SPHP Bersama Bulog

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Mewakili Wali Kota Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H. A. Ridwan, M.Si., bersama Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar beserta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, menghadiri kegiatan Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Polresta Jambi bersama Perum Bulog Cabang Jambi, yang berlangsung di lapangan utama Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi, Kamis (14/8/2025).

Program Gerakan Pangan Murah ini diluncurkan secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia bekerja sama dengan Perum Bulog.

Secara nasional, kegiatan ini diikuti 36 Kepolisian Daerah (Polda) beserta jajaran Polres hingga Polsek, yang tersebar di 1.552 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Terhubung melalui virtual, dipusatkan di Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta, launching GPM ini dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Pangan Nasional RI Arief Prasetyo Adi, serta Dirut Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

Usai melaksanakan giat itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan, khusus di Kota Jambi, Gerakan Pangan Murah yang dilakukan Polresta Jambi bersama Bulog dengan menyediakan 5 ton beras SPHP.

“Ini adalah program Pemerintah melalui Perum Bulog yang mekanisme penjualannya, 1 KTP hanya boleh 5 kilogram beras, dan satu KK hanya boleh 10 kilogram beras untuk disalurkan ke masyarakat dengan harga yang lebih rendah dari HET,” ujar Kapolresta.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini yang dinilainya sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menekan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Kami, sebagai bagian dari Pemerintah, tentu sangat mendorong agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan. Langkah ini terbukti membantu masyarakat, khususnya kelompok yang kurang mampu,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, turut menyampaikan apresiasinya.

Menurutnya, program ini memberi kontribusi signifikan dalam mengendalikan laju inflasi daerah, terutama dari sektor pangan seperti beras.

“Kegiatan ini tidak hanya menyediakan beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya, termasuk gas elpiji 3 kilogram. Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini,” tuturnya.

Ridwan menegaskan, Pemerintah Kota Jambi akan terus mendukung penuh upaya seperti ini agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu-isu terkait kenaikan harga maupun kelangkaan bahan pokok dan gas elpiji.

“Seluruh penjualan di sini mengikuti harga eceran tertinggi (HET). Alhamdulillah, berkat sinergi berbagai pihak, penanganan inflasi di Kota Jambi dapat berjalan optimal, dan angkanya pun tetap terkendali,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan peninjauan langsung ke stand penjualan beras dan gas elpiji 3 kilogram yang berlokasi di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis penjualan beras perdana kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang digelar Polresta ini, diharapkan masyarakat Kota Jambi dapat lebih mudah memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga daya beli warga tetap terjaga dan stabilitas harga pangan di pasaran dapat dipertahankan.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, dalam launching secara virtual tersebut, Ketua Pelaksana, Irjen Pol Edi Purbo, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan akses bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Selain itu, program ini juga bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok serta menunjukkan kehadiran nyata pemerintah dan aparat negara dalam melindungi daya beli masyarakat.

“Selama tujuh hari terakhir, Satgas Gerakan Pangan Murah Polri telah menyalurkan beras SPHP Bulog sebanyak 5.706 ton. Hari ini, secara serentak akan disalurkan lagi sebanyak 2.424 ton, dan khusus di lokasi ini disiapkan 15 ton beras,” ungkap Edi.

Ia menambahkan, kegiatan Gerakan Pangan Murah tidak berhenti pada momentum ini saja.

Apabila kebutuhan masyarakat masih tinggi, Bulog akan kembali melakukan penyaluran sesuai dengan permintaan.

“Kegiatan ini tidak hanya menyediakan beras, tetapi juga bahan pokok lainnya, seperti gula, tepung terigu, dan minyak goreng, yang masing-masing disediakan sebanyak 2 ton,” jelasnya.(*)




Kereen! Wali Kota Jambi Paparkan Best Practice Kota Jambi ke Forum Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Kali ini, Wali Kota Jambi itu hadir sebagai pembicara pada ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) 2025 yang digelar di jantung Kota Kuala Lumpur, Malaysia, 12-14 Agustus 2025.

Forum bergengsi yang mempertemukan para gubernur dan wali kota dari berbagai negara ASEAN ini menjadi ajang strategis untuk membahas masa depan kawasan dengan tema “Kota dan Kawasan Masa Depan ASEAN: Inklusivitas dan Keberlanjutan.” Ribuan peserta, mulai dari pemimpin daerah, pakar pembangunan, hingga organisasi internasional, hadir untuk saling bertukar gagasan, membangun jejaring, dan merumuskan langkah nyata menuju pembangunan perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.

Forum bergengsi ini diselenggarakan oleh Sekretariat AGMF yang dikelola United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), bersama dengan ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) dan Meeting of Governors/Mayors of ASEAN Capitals (MGMAC).

Dengan mengusung tema “Kota dan Kawasan Masa Depan ASEAN: Inklusivitas dan Keberlanjutan”, Forum pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN ini, selain dihadiri Gubernur dan Wali Kota khususnya anggota United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), turut pula hadir Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto yang juga sekaligus menjadi pembicara kunci dalam forum tersebut.

AGMF 2025 diharapkan menjadi platform strategis kerja sama antar pimpinan daerah di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Pada forum strategis itu, Wali Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi pembicara di dua sesi. Pertama ; Special Session ASEAN Cities as Cultural Gateways: Harnessing Diversity for Regional Transformation. Pada sesi ini, Wali Kota Maulana mengangkat event “Tumpah Ruah” yang digelar Pemerintah Kota Jambi dengan melibatkan komunitas pemuda sebagai penggerak yang telah sukses besar dan memberi effect ekonomi yang luas kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sebuah agenda yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua, Pasar, Jambi, sebagai denyut nadi perekonomian pada masanya. Melalui Festival Tumpah Ruah ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Jambi menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah didalamnya,” ujar Wali Kota Maulana dalam sesi presentasi forum AGMF, Rabu (13/8/2025).

“Alhamdulilah, kegiatan Tumpah Ruah tersebut sukses besar yang berdampak pada peningkatan kunjungan, serta memberikan effect ekonomi yang luas kepada masyarakat, khususnya pada sektor UMKM atau Ekonomi Kreatif,” lanjut Maulana dalam paparannya.

Sementara pada sesi kedua ; yaitu Learning and Knowledge Sharing, Wali Kota Jambi itu mengangkat best practice kota dengan pengelolaan sampah yang baik, manajemen sampah dengan memberdayakan masyarakat melalui program Kampung Bahagia. Wali Kota Maulana menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam penanganan sampah yang komprehensif dari hulu ke hilir.

“Melalui program Kampung Bahagia, kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup. Sampah tidak lagi dibuang sembarangan ke TPS-TPS liar, tetapi dikumpulkan secara terpadu berbasis komunitas, lalu dipilah di TPS3R dengan menerapkan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Dengan pola ini, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang diangkut ke TPA Talanggulo, sehingga tidak membebani kapasitas Sanitary Landfill,” ungkapnya.

“Di TPA Talanggulo, sampah diolah melalui konsep circular economy yang menjadikan sampah bernilai ekonomi. Dengan didaur ulang menjadi produk bernilai tambah seperti briket, RDF, magot, dan pupuk,” tambah Maulana.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar manfaatnya bagi kemajuan suatu daerah. Ia menegaskan, program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat seperti Kampung Bahagia layak menjadi salah satu best practice dalam memperkuat pembangunan perkotaan berkelanjutan. Program ini mengedepankan kolaborasi multipihak dan penanganan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

“Mudah-mudahan, upaya ini dapat berjalan sesuai harapan para pemimpin daerah se-ASEAN, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Paparan Wali Kota Jambi dalam dua sesi diskusi panel tersebut berhasil mencuri perhatian dan menuai apresiasi tinggi dari para peserta yang tergabung dalam UCLG ASPAC. Antusiasme tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Kota Jambi Bahagia tidak hanya relevan dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah, tetapi juga selaras dengan agenda global untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

AGMF Tahun 2025 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan ini dibuka oleh Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia Dr. Zahila binti Mustafa dalam sebuah jamuan dengan tema Kenduri the Park yang berlangsung di Perdana Botanical Garden Kuala Lumpur.

Dalam acara itu Wali Kota Jambi juga berkesempatan mempromosikan potensi Kota Jambi dengan memberikan cinderamata khas Jambi kepada Wali Kota Kuala Lumpur dan Sekjen UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi.

Selama tiga hari berada di Kuala Lumpur, Wali Kota Jambi dokter Maulana mengikuti berbagai agenda penting. Selain menjadi pembicara dan mengikuti serangkaian sesi formil lainnya, Wali Kota Maulana juga memanfaatkan forum itu untuk menjalin komunikasi dengan para pemimpin kota dari negara-negara anggota ASEAN untuk membicarakan peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Maulana juga berkesempatan melakukan visitasi ke TPA Bukit Tagar, kawasan TPA Sanitary Landfill seluas 1700 hektare. TPA ini didukung dengan instalasi Waste to Energy gas metan yang menghasilkan listrik 12 MW.

Kehadiran langsung Wali Kota Jambi dalam forum prestisius itu menjadi bukti nyata komitmen Kota Jambi untuk berperan aktif di kancah global. Partisipasi ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Jambi dalam menyelaraskan kebijakan dan program daerah dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang bermanfaat bagi kemajuan kota.

“Kami datang bukan sekedar untuk menghadiri forum, tetapi untuk menunjukkan komitmen Kota Jambi bersama-sama kota-kota besar dunia dalam menghadapi tantangan global. Melalui kesempatan ini, kami menjalin jejaring, bertukar pengetahuan, dan membawa pulang inspirasi serta best practice yang dapat kami terapkan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi,” sebut Wali Kota Jambi itu.

Untuk diketahui, forum berskala internasional yang diikuti oleh kurang lebih 8.000 peserta ini mengusung gagasan global dengan fokus pembahasan pada empat pilar utama.

Pertama, climate resilient cities, yang menitikberatkan pada adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim, termasuk solusi inovatif seperti pendekatan berbasis alam untuk merespons banjir dan krisis iklim.

Kedua, healthy and caring cities, yang mendorong pembangunan kota inklusif, memperkuat jejaring sosial, serta mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ketiga, digital transformation and innovation, yang membahas percepatan transformasi digital dalam tata kelola kota, layanan publik, dan pengembangan inovasi teknologi perkotaan.

Keempat, collaborative pathways to sustainability, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan dan strategi kolektif.

Melalui forum ini, diharapkan para peserta, mulai dari pemerintah kota, pakar teknis, hingga mitra regional, dapat menghasilkan wawasan yang aplikatif dan dapat ditindaklanjuti. Hasil yang diharapkan meliputi: penguatan pembelajaran dan kerja sama antarkota; terdokumentasinya praktik-praktik baik dan pengalaman sukses; lahirnya gagasan untuk kerja sama di masa depan; peningkatan pemahaman terhadap pendekatan terpadu; serta bertambahnya komitmen untuk mengimplementasikan agenda global pada tingkat lokal, khususnya dalam pengelolaan sampah terpadu.(*)




BPPRD Kota Jambi: Pajak Hiburan Kota Jambi 2025 Tembus Rp10,7 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi mencatat penerimaan pajak hiburan hingga 11 Agustus 2025 mencapai Rp10,7 miliar.

Meskipun angka ini menunjukkan peningkatan, beberapa sektor hiburan seperti bioskop dan karaoke masih menghadapi penurunan signifikan.

Kepala Bidang Pengembangan dan Evaluasi BPPRD Kota Jambi, Eqitrya Nofari, S.STP, M.H., menyampaikan bahwa penerimaan terbesar berasal dari bioskop, konser musik, dan spa.

Namun, tren penurunan tetap terjadi khususnya di sektor bioskop dan karaoke.

“Pajak untuk bar dan karaoke saat ini sebesar 40 persen, sementara nilai minimal yang diatur adalah 70 persen,” jelas Eqitrya, Rabu (13/8/2025).

“Sedangkan pajak bioskop saat ini hanya 10 persen, turun dari ketentuan sebelumnya,” sambungnya.

Selain itu, pajak parkir juga mengalami penurunan tajam.

“Dulu pajak parkir bisa menyumbang hingga 25 persen, sekarang tinggal sekitar 10 persen,” tambahnya.

Penurunan ini diduga disebabkan oleh menurunnya aktivitas dan kunjungan masyarakat ke tempat hiburan.

Banyak wajib pajak melaporkan penurunan pengunjung sehingga berdampak pada omzet dan pajak yang disetorkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, BPPRD Kota Jambi terus meningkatkan kesadaran pajak serta melakukan pengawasan intensif agar sektor hiburan tetap memberikan kontribusi optimal bagi pendapatan asli daerah.(*)




Stiker dan Wheeldop, Gaya Modif Fazzio Hybrid yang Makin Tren di Kalangan Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Tren modifikasi motor terus mengalami evolusi, dan kini makin populer di kalangan anak muda, terutama generasi Z yang menyukai kebebasan berekspresi.

Yamaha Fazzio Hybrid menjadi salah satu skutik yang paling sering dipilih untuk dikreasikan karena desainnya yang fleksibel dan mendukung gaya hidup aktif.

Tak seperti dulu, modifikasi motor kini tak selalu identik dengan ubahan besar-besaran. Cukup dengan sentuhan ringan seperti stiker decal bertema personal, skutik bisa tampil lebih unik dan berkarakter.

Hal inilah yang dilakukan Sarif, pemuda asal Yogyakarta, yang memodifikasi Fazzio Hybrid miliknya dengan tema mikroorganisme.

“Desain Fazzio sudah menarik dari awal, jadi saya hanya menambahkan stiker acak dengan inspirasi dari bentuk-bentuk mikroorganisme. Hasilnya jadi lebih personal tapi tetap stylish, dan yang penting biayanya juga terjangkau,” ungkap Sarif.

Dengan warna dasar Sage Green yang soft dan elegan, Fazzio milik Sarif tampil menonjol di jalanan tanpa harus mengorbankan fungsionalitas.

Tak hanya itu, Sarif juga menambahkan velg model wheeldop yang menegaskan kesan klasik modern, serta rak tambahan di belakang motor untuk meningkatkan daya angkut barang harian.

Menariknya, seluruh proses modifikasi dilakukan sendiri oleh Sarif dalam waktu kurang dari satu minggu.

Mulai dari pengecatan bodi kasar, pemasangan stiker, hingga instalasi aksesoris tambahan dilakukan secara mandiri, menunjukkan bahwa modifikasi tak harus mahal atau rumit.

Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menjelaskan bahwa Fazzio Hybrid memang dirancang sebagai “white canvas” bagi anak muda yang ingin mengekspresikan diri.

“Fazzio Hybrid adalah bagian dari Classy Yamaha Series yang memang ditujukan untuk pengguna muda. Fitur-fitur seperti mesin Blue Core Hybrid 125cc, Smart Key System, dan desain yang timeless menjadikan motor ini mudah dimodifikasi dan sesuai dengan karakter setiap pengendaranya,” jelas Rifki.

Modifikasi ringan ini sekaligus membuktikan bahwa Yamaha Fazzio bukan hanya skutik bergaya retro modern, tetapi juga sangat fungsional dan fleksibel.

Tak heran jika skutik ini semakin digemari oleh pengguna muda di berbagai kota, termasuk Jambi.(*)




Sekolah Rakyat Kota Jambi Masuki MPLS, Beberapa Siswa Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kadinsos Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekolah Rakyat di Kota Jambi saat ini sedang memasuki masa pengenalan lingkungan (MPLS) atau tahap adaptasi bagi para peserta didik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebut bahwa tidak semua anak langsung siap menjalani kehidupan di lingkungan asrama yang penuh aturan dan kedisiplinan.

Menurut Yunita, dari total target 99 siswa, sempat ada beberapa anak yang mengundurkan diri pada awal proses karena merasa tidak siap dengan suasana asrama.

Namun pihak sekolah segera melakukan penggantian agar jumlah siswa tetap terpenuhi.

“Kemarin ada tiga anak yang mengundurkan diri, tetapi langsung kita ganti. Rata-rata mereka tidak siap hidup di asrama dengan segala aturan dan kedisiplinannya,” jelas Yunita, Rabu (13/8).

Yunita juga mengungkapkan bahwa ada salah satu anak yang merasa kecewa karena sebelumnya dijanjikan akan diberikan telepon genggam jika mau ikut, namun janji tersebut tidak terpenuhi.

Dugaan tersebut mengarah pada harapan dari pihak orang tua.

“Namun yang lebih dominan sebenarnya adalah ketidaksiapan anak-anak untuk masuk dalam lingkungan yang baru dan tertib seperti asrama,” tambahnya.

Tahapan MPLS di Sekolah Rakyat akan berlangsung lebih lama dibandingkan sekolah reguler, karena pendekatan psikososial dan pembentukan rasa aman menjadi prioritas awal sebelum masuk ke proses belajar yang utuh.

“Anak-anak ini harus merasa nyaman dulu. Sekarang sudah mulai masuk ke proses belajar, meskipun pelan-pelan,” kata Yunita.

Sementara itu, salah satu kendala yang sempat muncul adalah kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, setelah guru sebelumnya mengundurkan diri karena alasan jarak.

Namun, kekosongan tersebut kini ditutupi oleh kepala sekolah yang memiliki latar belakang sebagai guru Bahasa Inggris.

Saat ini, Sekolah Rakyat Kota Jambi memiliki sekitar 6 tenaga pengajar dan hanya menggunakan dua ruang kelas untuk menampung 99 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok besar.(*)




Pelindo Masuk Fortune 500 Asia Tenggara 2025, Ini Strategi Bisnisnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar Fortune 500 Southeast Asia (FSEA500) 2025.

Daftar bergengsi ini memuat 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan data tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2024.

Pelindo menempati posisi ke-4 untuk kategori industri pelayaran (shipping industry) dan berada di peringkat ke-157 secara keseluruhan dari seluruh perusahaan di Asia Tenggara.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk validasi atas konsistensi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnisnya melalui strategi jangka panjang yang terukur.

“Transformasi layanan, pengembangan SDM, dan sinergi maritim menjadi pilar utama kami dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Ali dalam keterangan resmi.

Dalam mendukung ekspansi bisnis dan konektivitas logistik nasional, Pelindo tengah menggarap sejumlah proyek strategis seperti pengembangan ekosistem Pelabuhan Kalibaru, kawasan industri JIIPE, Terminal Kijing, dan pengoperasian Makassar New Port.

Di sisi pelayanan, pada Mei 2024 lalu, Pelindo meluncurkan Customer Care Pelindo 102, sebuah platform layanan terintegrasi untuk mempermudah pengguna jasa dalam mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhan.

Sepanjang 2024, kinerja operasional Pelindo menunjukkan tren positif. Arus peti kemas mencapai 18,8 juta TEUs atau tumbuh 7% dari tahun sebelumnya. Arus barang meningkat 18% menjadi 201 juta ton.

Sementara itu, pergerakan kapal naik 11% menjadi 1,4 miliar GT dan arus penumpang tumbuh 8% mencapai 19,4 juta orang.

“Kami optimistis mempertahankan pertumbuhan ini melalui peningkatan layanan, integrasi sistem logistik, serta kerja sama strategis antarpelabuhan,” tutup Ali.(*)




Dinsos Kota Jambi Terapkan Strategi Penanganan Terpadu ODGJ dan TBC

JAMBI, SEPUCUKJA– Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi terus memperkuat upaya penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama yang juga mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), melalui strategi terpadu lintas instansi.

Langkah-langkah strategis yang diterapkan antara lain penjangkauan aktif oleh tim lapangan setiap hari, penempatan ODGJ penderita TBC di lokasi isolasi khusus, serta koordinasi intensif dengan Satpol PP dan layanan kesehatan setempat.

Tak hanya itu, Dinsos juga menerapkan pengawasan ketat terhadap pengobatan agar pasien rutin menjalani terapi, serta memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong pelaporan dini.

“Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam proses rehabilitasi ODGJ. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula kami bisa melakukan tindakan,” kata Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati.

Dengan pendekatan berbasis kemanusiaan dan medis, Pemkot Jambi menargetkan penurunan risiko penyebaran penyakit menular serta gangguan sosial di masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan layanan kesehatan mental dan penanggulangan penyakit menular berjalan secara terintegrasi.(*)




Kasus ODGJ Mengidap TBC di Jambi, Dinsos Lakukan Penanganan Intensif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama yang juga mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

Selama beberapa bulan terakhir, tim Dinsos bersama Satpol PP aktif melakukan penjangkauan, evakuasi, hingga merujuk pasien ODGJ ke lokasi khusus untuk isolasi dan pengobatan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan bahwa proses penanganan ini dilakukan secara kolaboratif demi memastikan pasien mendapat perawatan yang layak dan tidak menularkan penyakit ke warga sekitar.

“Kami melibatkan Satpol PP dalam proses penertiban. Saat ini, satu ODGJ penderita TBC telah kami tempatkan di lokasi khusus untuk isolasi dan pengobatan,” ujar Yunita, Rabu (13/8).

Ia menjelaskan, masa penanganan ODGJ dengan TBC bisa berlangsung selama 6 hingga 8 bulan, tergantung kondisi pasien. Isolasi dilakukan secara ketat untuk mencegah penularan.

“Jika penderita TBC tinggal dengan keluarga dan tidak rutin minum obat, ini bisa sangat membahayakan karena TBC mudah menular. Maka kami lakukan isolasi,” tambahnya.

Dinsos mencatat, rata-rata tim mereka menangani satu kasus ODGJ per hari, namun pada kondisi tertentu bisa meningkat hingga dua atau tiga kasus.

Yunita juga menyayangkan masih banyak keluarga yang tidak segera melapor saat anggota keluarganya menunjukkan gejala gangguan jiwa. Hal ini membuat kondisi pasien sering kali terlambat ditangani.

“Tantangan kami adalah ketika keluarga memilih diam. Baru setelah kondisinya makin parah, laporan masuk. Ini jadi keprihatinan bersama,” pungkasnya.(*)




Pemkot Jambi Menang Sengketa Lahan SDN 45, Pengadilan Tinggi Tolak Banding Penggugat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memenangkan sengketa kepemilikan lahan SD Negeri 45 yang berlokasi di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar Jambi.

Kemenangan ini dipastikan setelah Pengadilan Tinggi Jambi menolak permohonan banding yang diajukan oleh Azman dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jambi sebelumnya.

Putusan dengan Nomor 93/Pdt/2025/PT JMB dibacakan dalam sidang terbuka pada 29 Juli 2025.

Dalam amar putusan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa lahan sengketa adalah sah milik Pemerintah Kota Jambi, sesuai dua Sertifikat Hak Pakai Nomor 36 Tahun 1974 dan Nomor 4 Tahun 1999.

Gugatan diajukan oleh Azman, yang mengklaim memiliki lahan seluas 1.200 meter persegi sejak tahun 1990.

Ia mengaku membeli tanah dari seseorang bernama Abdul Qudus.

Namun, klaim tersebut tidak diakui secara hukum karena hanya didukung dokumen sporadik dan surat jual beli bawah tangan yang telah dibatalkan oleh lurah setempat pada tahun 2011.

Sebaliknya, Pemkot Jambi mengajukan bukti kuat berupa sertifikat hak pakai, dokumen aset, Kartu Inventaris Barang (KIB) A, serta berita acara validasi aset yang telah diaudit hingga akhir 2023.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Jambi, Gempa Alwajon, menyatakan bahwa putusan ini menjadi bukti kemenangan hukum dan bentuk perlindungan terhadap aset publik.

“Putusan ini membuktikan bahwa hukum berpihak pada kebenaran. Lahan itu sejak lama merupakan aset Pemkot dan telah digunakan untuk fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya, Rabu (13/8/2025).

Gempa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan dokumen yang tidak resmi atau tidak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Majelis hakim yang diketuai Abdul Azis, S.H., M.H. dan dua anggota hakim lainnya memutuskan bahwa penggugat harus menanggung seluruh biaya perkara, termasuk biaya banding sebesar Rp150.000.

Dengan keputusan ini, polemik hukum yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan pihak sekolah akhirnya selesai.

Pemkot Jambi kini secara resmi mempertahankan haknya atas lahan yang menjadi bagian dari fasilitas publik dan pendidikan.(*)




Satlantas Polresta Jambi Sosialisasi Tertib Lalu Lintas dan Bagikan Bendera Merah Putih di Simpang Museum

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Unit Kamsel Satlantas Polresta Jambi menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas sekaligus membagikan Bendera Merah Putih kepada para pengendara di kawasan lampu merah simpang empat Museum, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sungai Puteri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan yang berlaku,” ujar AKP Hadi Siswanto dalam keterangannya.

Fokus kegiatan ini juga yakni, pemasangan dan pembagian Bendera Merah Putih kepada pengendara roda dua dan empat.

Sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan, serta imbauan untuk senantiasa waspada dan menjaga keselamatan berkendara.

Kegiatan ini melibatkan personel dari Satlantas Polresta Jambi dan disambut antusias oleh masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan, Satlantas Polresta Jambi berharap terciptanya budaya berkendara yang aman dan tertib di wilayah Kota Jambi.(*)