Manfaat dan Tantangan Jalan Khusus Batu Bara jadi Sorotan dalam Diskusi SMSI Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Seminar dan diskusi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Senin (22/9/2025), membahas lima bidang teknologi termasuk Digital Marketing, SEO, dan Kecerdasan Buatan (AI).

Namun, sesi kedua diskusi secara khusus mengangkat isu strategis: Manfaat serta tantangan pembangunan Jalan Khusus Batu Bara di Provinsi Jambi.

Acara tersebut dipandu oleh Pirma Satria (Pemred Jambi Ekspres dan Sekretaris SMSI Jambi), dihadiri Ketua SMSI Mukhtadi Putra Nusa, sejumlah pemimpin redaksi, dan jurnalis media siber.

Narasumber dari pemerintah bukan hanya menampilkan data, melainkan juga mengakui adanya berbagai hambatan di lapangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi, Johansyah, menyebut tiga perusahaan sudah menyatakan komitmen membangun jalan khusus.

Yakni PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) sepanjang 108 km, PT Putra Bulian Properti (PT PBP) 105 km, dan PT Inti Bangun Sarana (IBS) 101 km.

Namun ia menekankan bahwa pembangunan itu tidak murah, estimasi biaya bisa lebih dari Rp 4 triliun, sehingga pelibatan swasta tidak bisa dihindari.

Dalam diskusi muncul fakta bahwa, tidak hanya persoalan dana, tapi juga dampak nyata jika jalan khusus belum terealisasi, penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba, kerusakan infrastruktur akibat truk batu bara yang masih lewat jalur umum, serta kecelakaan dan keresahan masyarakat.

Ridony Gurning, Direktur Utama PT SAS, mengaku tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan jalur logistik dari Sarolangun hingga ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Meski izin sudah diperoleh sejak 2015, progresnya baru signifikan di bawah manajemen sekarang. Menurut dia, infrastruktur jalan khusus akan menguntungkan banyak pihak: perusahaan, pemerintah daerah lewat pajak/DBH, dan masyarakat lokal yang terdampak.

Soal lingkungan, Gurning mengatakan mitigasi sudah dipertimbangkan, misalnya memindahkan aktivitas crushing batu bara ke lokasi yang jauh dari pemukiman, untuk mengurangi debu dan kebisingan.

Sementara itu, proyeknya yang melibatkan PT PBP dikatakan kurang menggembirakan karena menghadapi persoalan pembebasan lahan.

Progres perusahaan itu dinilai belum signifikan dibanding dua perusahaan lainnya.

Diskusi yang diadakan SMSI Jambi ini menegaskan bahwa Jalan Khusus Batu Bara bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan strategis agar logistik batu bara berjalan efisien dan dampak negatifnya bisa diminimalkan.(*)




Sistem Unik Sekolah Rakyat Jambi, Saring Siswa Lewat Tes Potensi Bakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 5 Jambi hadir sebagai alternatif pendidikan berbasis asrama dengan sistem seleksi ketat dan pendekatan berbasis bakat.

Diresmikan pada 4 Juli 2025, sekolah ini langsung menjadi sorotan karena pendekatan unik dalam proses penerimaan dan pendampingan siswa.

Tak seperti sekolah konvensional, calon siswa SMA Rakyat Jambi wajib mengikuti tes Talent DNA, sebuah metode penilaian potensi individual yang menjadi dasar pembinaan awal.

Tes ini memungkinkan sekolah memetakan bakat siswa, mulai dari seni, tilawah, olahraga, hingga kepemimpinan.

“Dalam tiga bulan pertama, kami tidak langsung masuk ke pelajaran akademik. Siswa dibina sesuai potensi mereka. Jadi tidak asal tebak bakatnya,” ungkap Kepala Sekolah, Sudarmono.

Sekolah ini tidak membuka ruang untuk siswa yang kurang motivasi. Sudarmono menegaskan, hanya siswa dengan semangat belajar dan disiplin tinggi yang bisa bertahan.

“Kalau siswa tidak punya kemauan, kami kembalikan ke orang tuanya. Sekolah ini bukan tempat coba-coba,” tegasnya.

Seluruh siswa wajib tinggal di asrama dengan jadwal harian ketat, mulai dari jam belajar pukul 07.00–15.30 WIB, hingga aktivitas Sabtu untuk kerja bakti dan Minggu untuk kunjungan orang tua secara bergiliran.

Selain fokus akademik dan bakat, sekolah ini juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, taekwondo, pramuka, dan kerohanian sesuai agama masing-masing.

“Pelatih pun kami pilih dari yang terbaik di bidangnya. Kami ingin siswa mendapatkan pendampingan yang serius,” tambah Sudarmono.

Saat ini, Sekolah Rakyat SMA 5 Jambi masih beroperasi di kawasan Talang Bakung, namun tahun depan akan pindah ke Bagan Pete di atas lahan seluas 7 hektare.

Sekolah ini menampung 100 siswa (48 laki-laki dan 52 perempuan) dan menargetkan pengembangan lebih luas ke depannya.

Sudarmono berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar konsep sekolah berbasis asrama dan potensi ini bisa menjadi model pendidikan masa depan.(*)




75 Ribu Data Warga akan Diverifikasi, Dinsos Kota Jambi Genjot Pendataan Kemiskinan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mengebut proses verifikasi dan validasi (verval) data fakir miskin secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh Ketua RT.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program bantuan sosial di Kota Jambi berjalan tepat sasaran dan berbasis data yang akurat.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebutkan bahwa dari total 342 ribu jiwa penduduk Kota Jambi, ada 75 ribu data warga miskin yang harus diverifikasi ulang.

Namun hingga saat ini, baru sekitar 13 ribu kepala keluarga (KK) yang berhasil diverifikasi.

“Kami sudah bentuk 265 tim verval, tapi itu belum cukup. Area yang luas dan dinamika masyarakat membuat proses ini tidak bisa diselesaikan oleh tim teknis saja. Maka kami libatkan semua Ketua RT sebagai garda terdepan,” jelas Yunita saat kegiatan Bimtek Verval Data Fakir Miskin, Selasa (23/9).

Menurutnya, tantangan verval bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga keterbatasan jumlah petugas dan kondisi sosial masyarakat yang sulit dijangkau secara cepat.

Karena itu, sinergi bersama Ketua RT se-Kota Jambi menjadi strategi efektif agar pendataan kemiskinan bisa lebih representatif dan berbasis fakta di lapangan.

“RT yang paling tahu kondisi warga, baik dari segi rumah, pekerjaan, maupun anggota keluarganya. Maka kami beri pelatihan agar mereka bisa menjalankan verval dengan benar,” tambah Yunita.

Dinsos menargetkan seluruh proses verval rampung bertahap hingga akhir 2025, dengan tahapan awal berupa pemeringkatan berdasarkan indikator kemiskinan.

Selain itu, sistem pendataan yang digunakan adalah Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi (ATASEE), yang memungkinkan proses digitalisasi data lebih transparan dan cepat dipantau.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM yang membuka secara resmi kegiatan bimtek tersebut, mendukung penuh langkah Dinsos Jambi dalam menyiapkan data kemiskinan berbasis digital.

“Seluruh program sosial seperti Kartu Bahagia, BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan lainnya harus bersandar pada data yang valid,” kata dia.

“Tidak bisa lagi pakai cara lama. Kami ingin pastikan semua tepat sasaran dan akuntabel,” tegas Maulana.(*)




Maulana Warning Verifikator! Jangan Asal Data, Gunakan Bukti dan Sistem Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, memberikan penegasan tegas kepada seluruh verifikator data kemiskinan agar bekerja objektif, akurat, dan berdasarkan data riil.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Fakir Miskin, Selasa (23/9), di Aula Kantor Wali Kota Jambi.

Kegiatan ini merupakan langkah awal Pemkot Jambi dalam mengakselerasi pembaruan data kemiskinan berbasis teknologi dan digital, sebagai dasar pemberian bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

“Dulu banyak yang bilang bantuannya tidak tepat, karena datanya tidak akurat. Sekarang tidak bisa lagi pakai perkiraan atau asumsi. Semua harus by data, diverifikasi langsung, dan terekam digital,” tegas Maulana di hadapan ratusan Ketua RT se-Kota Jambi.

Maulana menegaskan bahwa, proses verval bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan sosial jangka panjang.

Oleh sebab itu, keterlibatan RT sebagai ujung tombak di lapangan sangat krusial untuk memastikan akurasi dan transparansi data.

Menurutnya, dari total angka kemiskinan 7,73 persen di Kota Jambi, setiap RT yang membawahi 200 warga diperkirakan memiliki sekitar 24 orang tergolong fakir miskin.

Data ini akan diolah secara digital melalui sistem ATASEE (Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi) yang terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial.

“Dengan sistem digital, kita bisa tahu kondisi rumahnya, jumlah anggota keluarganya, pekerjaannya, hingga akses kesehatannya. Ini bukan hanya untuk bantuan, tapi jadi pijakan kebijakan pemerintah ke depan,” kata Maulana.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun kolaborasi sistemik antara pemerintah, Ketua RT, dan Dinas Sosial untuk mempercepat penanganan kemiskinan.

Termasuk integrasi dengan program seperti Kartu Bahagia, BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan lainnya.

“Kami ingin penanganan kemiskinan ini sistemik. Tidak bisa langsung selesai, tapi kalau gradual dan berbasis data, hasilnya akan lebih akurat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyampaikan bahwa pelibatan RT dilakukan karena jumlah data yang perlu diverifikasi masih besar.

“Dari 342 ribu jiwa, ada sekitar 75 ribu jiwa yang perlu diverifikasi. Tim verval yang kami bentuk sebanyak 265 belum mencukupi, karena area luas dan kondisi warga yang dinamis. Maka RT kami libatkan penuh,” jelas Yunita.

Saat ini, sekitar 13 ribu KK telah diverifikasi, namun masih ada sekitar 60 ribu jiwa yang belum tervalidasi.

Pemerintah menargetkan proses ini selesai secara bertahap pada tahun 2025, dengan fokus pada pemeringkatan berdasarkan indikator kemiskinan.

“Kami belum fokus ke finish, tapi ke kualitas data. Supaya nanti kebijakan sosial kita benar-benar menyasar yang paling membutuhkan,” tutup Yunita.(*)




Wali Kota Jambi Pimpin Verval Data Kemiskinan, Libatkan Seluruh RT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat basis data kemiskinan melalui proses verifikasi dan validasi (verval) yang lebih akurat, objektif, dan terintegrasi secara digital.

Upaya ini dimulai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Verval Data Fakir Miskin, Selasa (23/9/2025), yang dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Ketua RT se-Kota Jambi, sebagai garda terdepan dalam melakukan verval langsung di wilayah masing-masing.

“Kami mengumpulkan seluruh Ketua RT untuk bersama Dinas Sosial memastikan bahwa program Kartu Bahagia tepat sasaran dan berbasis eviden. Baik itu data anggota keluarga, kondisi rumah, dan lainnya. Sekarang semua sudah digital, jadi proses pendataan lebih cepat dan transparan,” ujar Wali Kota Maulana.

Saat ini, angka kemiskinan di Kota Jambi tercatat sebesar 7,73 persen. Dari estimasi tersebut, setiap RT dengan 200 warga kemungkinan memiliki sekitar 24 orang fakir miskin.

Data ini menjadi acuan dalam menyusun kebijakan sosial yang lebih terarah.

Program perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, bantuan kesehatan, hingga intervensi berbasis rumah tangga akan masuk dalam sistem digital bernama ATASEE (Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi).

“Kolaborasi ini kami rancang agar sistemik. Tidak instan, tapi bertahap dan tepat. Ini akan jadi fondasi kebijakan sosial yang berkelanjutan,” tambah Wali Kota.

Ia juga menekankan pentingnya objektivitas verifikator.

“Kalau dulu masih banyak bantuan tak tepat sasaran, sekarang semua berdasarkan data digital. Tidak ada lagi persepsi, semua bisa diverifikasi,” tegas Maulana.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa pelibatan RT bertujuan mempercepat proses verval terhadap 75 ribu jiwa data fakir miskin.

“Dari total 342 ribu jiwa, yang sudah diverifikasi baru 13 ribu KK. Masih ada sekitar 60 ribu jiwa yang harus kita kejar tahun ini. RT dilibatkan karena kami kekurangan tenaga dan area sangat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot akan fokus pada pemeringkatan berdasarkan indikator, bukan sekadar menyelesaikan angka.

Hal ini untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan verval data fakir miskin ini sebagai pijakan menuju pengentasan kemiskinan yang akurat dan berbasis bukti.(*)




Jatuh Saat Buka Palka, ABK Kapal di Pelabuhan Pasir Jambi Belum Ditemukan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Idris (27) dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari KM Musdalifah saat kapal tengah bongkar muatan di Pelabuhan Pasir, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Selasa pagi (23/9/2025).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut keterangan saksi, korban terjatuh saat tengah membuka palka kapal.

“Korban sedang bekerja membuka palka. Tiba-tiba dia melangkah dan jatuh ke air,” ungkap Hamsah (55), nahkoda KM Musdalifah yang menyaksikan langsung kejadian itu.

Nahkoda bersama kru kapal sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil ditemukan.

Kenek (50), seorang buruh pelabuhan yang juga berada di lokasi, membenarkan bahwa upaya pencarian awal dilakukan secara mandiri oleh kru kapal sebelum bantuan resmi datang.

Mendapat laporan kejadian, Tim SAR Ditpolairud Polda Jambi segera dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan bersama Polsek Jambi Timur, Basarnas, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

“Kami telah menerjunkan tim pencarian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” kata Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, saat dikonfirmasi.

Ia juga mengimbau seluruh nahkoda dan ABK kapal agar meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja, terutama bagi pekerja yang memiliki kondisi kesehatan khusus.

“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Kami harap kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Proses pencarian masih terus berlangsung hingga berita ini diturunkan.(*)




Perbakin Jambi Bangga, Weni Thalita Sukses di Ajang Menembak Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Atlet menembak muda asal Jambi, Weni Thalita Z, kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Pada ajang Kejurnas WRABF-IMSSU Merah Putih 2025, yang digelar di Senayan Shooting Range, Jakarta, 19–21 September 2025, ia berhasil meraih Juara 2 kategori Multirange Open dengan poin sempurna.

Prestasi ini membuktikan bahwa atlet menembak Jambi mampu bersaing dengan penembak terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kejurnas WRABF-IMSSU Merah Putih merupakan salah satu kompetisi menembak paling bergengsi di tanah air, sekaligus menjadi ajang pemantauan bakat dan persiapan atlet menuju kompetisi internasional.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Weni Thalita. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin tinggi, dan dukungan dari pelatih serta seluruh jajaran Perbakin Jambi,” ujar Ketua Umum Pengprov Perbakin Jambi, Raja P. Surbakti.

Ia berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Jambi lainnya, dan menegaskan bahwa Perbakin Jambi akan terus mendorong pembinaan atlet usia dini untuk meraih prestasi lebih tinggi di level nasional hingga internasional.

“Kami berkomitmen membina atlet berbakat agar bisa membawa nama Jambi dan Indonesia ke level dunia,” tambah Raja.

Keberhasilan Weni Thalita di Kejurnas WRABF 2025 menjadi bukti nyata bahwa olahraga menembak di Jambi terus berkembang, dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan atlet berprestasi di masa depan.(*)




Pelindo Regional 2 Jambi Dorong Kolaborasi, Lewat Coffee Morning 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Jambi, anak perusahaan dari Pelindo Regional 2 Jambi, sukses menggelar kegiatan Coffee Morning di Hotel BW Luxury pada Kamis (18/9/2025).

Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Pelindo, regulator, asosiasi, serta mitra usaha di sektor kepelabuhanan dan logistik.

Hadir dalam acara tersebut Dwi Rahmat Toto Sugiarto, Direktur Komersial PT Pelabuhan Tanjung Priok; Ahmad Fahmi, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi; serta Prihartanta Eka Budi Jatmika, Kepala KSOP Kelas III Talang Duku.

Turut hadir perwakilan asosiasi pelaku usaha seperti INSA, APBMI, ISAA, ALFI/ILFA, dan GAPEKSI, serta puluhan perusahaan mitra.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, diawali oleh pertanyaan dari Ketua DPC INSA Jambi, Zulfan Saleh.

Sesi tanya jawab yang dinamis memperkuat nuansa kolaboratif, di mana peserta tak hanya menyampaikan masukan tapi juga berbagi pengalaman seputar layanan pelabuhan.

“Coffee Morning ini bukan hanya forum diskusi, tapi juga ajang silaturahmi untuk memperkuat sinergi antara Pelindo dan mitra usaha,” ungkap Dwi Rahmat Toto.

Ia juga memaparkan pembaruan berbagai fasilitas pelabuhan yang kini lebih siap mendukung kelancaran operasional logistik di wilayah Jambi.

“Kami terus meningkatkan layanan dan infrastruktur agar bisa memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa,” tambahnya.

General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Ahmad Fahmi, menegaskan pentingnya komunikasi terbuka agar pelayanan pelabuhan dapat terus ditingkatkan.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang aktif berdiskusi hingga akhir acara.

Suasana Coffee Morning semakin cair berkat ice breaking interaktif, menjadikan acara tidak monoton dan tetap semangat hingga selesai.

“Kami berharap forum seperti ini terus berlanjut agar semua pihak saling mendukung kemajuan logistik dan industri pelabuhan di Jambi,” tutupnya.(*)




Walikota Jambi Apresiasi Inovasi Mahasiswa di LIS Expo Politeknik, Ini Karya-Karyanya!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, secara resmi membuka kegiatan Liga Ilmu Serantau (LIS) Expo 2025 bertema “Innovation and Technology Expo 2025”, yang berlangsung di Politeknik Jambi, Kecamatan Alam Barajo, Selasa (23/9/2025).

Kegiatan ini menampilkan berbagai agenda menarik seperti Zona Rasa POLJAM, POLJAM Autofest 2025, Edu Fair, Seminar dan Workshop, Beauty Class, Service Motor, Innovation Booth, serta Kreasi & Inovasi Corner.

Pembukaan secara simbolis dilakukan dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Maulana, disaksikan para tamu undangan dan peserta expo.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai penopang utama pembangunan Kota Jambi.

“Kota Jambi tidak memiliki kekayaan alam berlimpah. Maka kekuatan kita adalah pada SDM. Politeknik Jambi punya peran strategis dalam menghasilkan tenaga kerja kompeten,” ujar Maulana.

Ia juga mengapresiasi karya mahasiswa, seperti lampu tenaga surya (solar cell) yang telah digunakan di wilayah tanpa listrik.

“Inovasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi kampus dan pemerintah. Kota Jambi akan menjadi laboratorium inovasi teknologi yang langsung berdampak ke masyarakat,” tambahnya.

Maulana menekankan bahwa, Pemkot tengah membangun konsep “kota tangguh”, yaitu kota yang mampu beradaptasi terhadap tantangan zaman, termasuk bencana.

Ia turut menyampaikan beberapa program unggulan Pemkot Jambi, seperti Balai Latihan Kerja Tematik dan Ruang Milenial, sebagai bentuk dukungan terhadap peran generasi muda dalam pembangunan.

“Sebanyak 52 persen penduduk Kota Jambi adalah generasi milenial. Mereka harus diberi ruang untuk berkarya dan berinovasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Jambi, Ir Hj Hilda Porawati, MT, menyebut LIS Expo menjadi wadah untuk menunjukkan potensi dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika.

“Kami berharap LIS Expo jadi ajang kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat. Dari sini, lahir gagasan baru yang berguna untuk pembangunan,” ujarnya.

Politeknik Jambi dikenal sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus pada pendidikan terapan dan teknologi berbasis industri. Beragam program studi ditawarkan dengan pendekatan praktik langsung di dunia kerja.(*)




Jadi Ajang Penjaringan Atlet Muda Jambi, Gelaran Kejurprov Bola Voli Indoor U-17

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor U-17 resmi dimulai di Gedung SPN Jambi.

Ajang ini dibuka secara meriah dengan kehadiran Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, dan Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, yang menandakan dukungan kuat terhadap pembinaan atlet muda di Jambi.

Dalam suasana penuh semangat, kedua tokoh tersebut tampak akrab berbincang sebelum pembukaan dimulai.

Momen ini menjadi simbol sinergi antara dunia olahraga dan institusi kepolisian dalam mendukung kemajuan olahraga daerah.

Ketua KONI Jambi, Mat Sanusi, menegaskan pentingnya Kejurprov ini sebagai ajang penjaringan bakat muda potensial di cabang bola voli.

“Kejurprov ini adalah momentum strategis untuk mencari dan membina atlet muda Jambi. Kami harap lahir pemain-pemain unggul yang bisa membawa nama daerah ke level nasional dan internasional,” ujar Mat Sanusi.

Ia juga memastikan bahwa, KONI akan terus mendukung program pembinaan berjenjang yang digagas PBVSI Jambi.

“Dukungan kami penuh terhadap PBVSI dalam menjalankan program pembinaan atlet yang terstruktur. Dengan kerja sama yang baik antara pelatih, atlet, dan pengurus, prestasi voli Jambi pasti meningkat,” tambahnya.

Mat Sanusi turut mengapresiasi kehadiran Kapolda Jambi dalam acara ini, dan berharap kolaborasi terus berjalan.

“Terima kasih kepada Kapolda Jambi atas dukungannya. Sinergi ini sangat penting untuk mendorong perkembangan olahraga di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” tutupnya.

Kejurprov Bola Voli Indoor U-17 ini menjadi bagian penting dalam kalender pembinaan olahraga Jambi, serta menjadi ajang kompetisi sehat untuk mengasah mental dan kemampun.(*)