Gaji Naik, SK Diterima! PPPK Kena Warning, Walikota Maulana: Kinerja Buruk Saya Evaluasi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tak hanya menerima SK, para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan menerima kenaikan gaji.

Ini seperti yang ditegaskan Wali Kota Jambi, Maulana saat memberikan sambutan usai secara simbolis memberikan SK.

“Bulan depan naik ya gajinya. Sudah kita anggarkan, ” sebut Maulana, yang disambut sorakan ribuan pegawai.

Maka dari itu, Maulana berharap dengan adanya kenaikan gaji ini diharapkan para pegawai bisa mumpuni kinerjanya.

“Saya akan evaluasi, apabila kinerja anda-anda baik,” timpalnya.

Bahkan, Maulana juga menyinggung profesi guru dan tenaga kesehatan yang telah diangkat menjadi PPPK agar dapat berinovasi dan memperbaiki pelayanan maupun kinerja.

“Jangan banyak gak masuk kelas. Jangan sampai saya nampak anda-anda nongkrong di kantin, akan saya evaluasi!,” tegasnya.

Pagi ini, 1203 jabatan fungsional Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan IPDN Angkatan 32 4 pegawai   lingkungan Pemkot Jambi, menerima Surat Keputusan (SK), Kamis 25 September 2025

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji serta Penyerahan secara Simbolis SK PPPK Kota Jambi 2024 itu dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Jambi, Maulana, di Lapangan Balaikota Jambi.

Dalam arahannya, Maulana meminta agar PPPK Kota Jambi bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara.

“Utamakan kepentingan negara dan daerah dibandingkan kepentingan diri sendiri ataupun golongan,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar PPPK untuk bekerja secara optimal dan kinerjanya semakin baik.

“Saya percaya bahwa saudara bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Maulana mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Kota Jambi memperoleh formasi PPPK terbanyak se-Provinsi Jambi.

“Total PPPK di Kota Jambi akan mencapai 5.907 orang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membalas kepercayaan pemerintah pusat dengan kinerja prima dan pelayanan publik yang berkualitas.

Wali Kota juga menekankan pentingnya nilai-nilai ASN yang Ber-AKHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Kinerja pegawai akan terus kami evaluasi selama lima tahun ke depan. Jangan sampai kenaikan pendapatan diikuti dengan menurunnya kinerja. Itu namanya kufur nikmat,” tegas Maulana.

Ia juga mengutip Buya Hamka untuk memotivasi peserta: “Kalau bekerja hanya sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mengkaji solusi untuk tenaga kerja kontrak (TKK) yang belum lolos menjadi PPPK, salah satunya melalui mekanisme outsourcing dengan tetap memperhatikan aturan dan kemampuan keuangan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keadilan dan kesinambungan pengelolaan SDM.(*)




Hore! 1.203 PPPK Tahun 2024 Lingkungan Pemkot Jambi Terima SK

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pagi ini, 1203 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang 2 tahun 2024 dan 4 pegawai IPDN angkatan 32  di lingkungan Pemkot Jambi, menerima Surat Keputusan (SK), Kamis 25 September 2025

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji serta Penyerahan secara Simbolis SK PPPK Kota Jambi 2024 itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, di Lapangan Balaikota Jambi.

Dalam arahannya, Maulana meminta agar PPPK Kota Jambi bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara.

“Utamakan kepentingan negara dan daerah dibandingkan kepentingan diri sendiri ataupun golongan,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar PPPK untuk bekerja secara optimal dan kinerjanya semakin baik.

“Saya percaya bahwa saudara bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Maulana mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Kota Jambi memperoleh formasi PPPK terbanyak se-Provinsi Jambi.

“Total PPPK di Kota Jambi akan mencapai 5.907 orang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membalas kepercayaan pemerintah pusat dengan kinerja prima dan pelayanan publik yang berkualitas.

Wali Kota juga menekankan pentingnya nilai-nilai ASN yang Ber-AKHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Kinerja pegawai akan terus kami evaluasi selama lima tahun ke depan. Jangan sampai kenaikan pendapatan diikuti dengan menurunnya kinerja. Itu namanya kufur nikmat,” tegas Maulana.

Ia juga mengutip Buya Hamka untuk memotivasi peserta: “Kalau bekerja hanya sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mengkaji solusi untuk tenaga kerja kontrak (TKK) yang belum lolos menjadi PPPK, salah satunya melalui mekanisme outsourcing dengan tetap memperhatikan aturan dan kemampuan keuangan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keadilan dan kesinambungan pengelolaan SDM.(*)




Transformasi Kota Jambi Dimulai, Program Kampung Bahagia Jadi Tonggak Partisipasi Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Kota Jambi resmi memulai babak baru pembangunan berbasis komunitas. Melalui Kick-off Implementasi Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan 67 RT sebagai pilot project yang akan menjadi contoh penggerak perubahan di tingkat masyarakat.

Kick-off tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Maulana di hadapan para Ketua Pokja 67 RT percontohan Kampung Bahagia dari 68 kelurahan yang terhubung secara virtual. Acara ini berlangsung bersamaan dengan gotong royong serentak se-Kota Jambi dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025, yang dipusatkan di kawasan wisata Danau Sipin, Rabu pagi (24/9/2025). Gotong royong masal gabungan dalam rangka WCD ini diikuti oleh jajaran Kodim 0415/Jambi, Brimob Polda Jambi, BWS Sumatera VI, serta Perangkat Daerah dilingkungan Pemkot Jambi.

Kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan, momentum ini menjadi tonggak penting, karena 67 RT tersebut akan menjadi percontohan awal bagaimana konsep pembangunan berbasis komunitas (community based development-red) diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

“Melalui RT-RT inilah, semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif dijalankan sekaligus diperkuat. Dengan tujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat agar mampu mengelola sumber daya sekaligus membangun lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota Maulana.

Wali Kota menambahkan, keberhasilan 67 RT ini nantinya akan menjadi model pembangunan partisipatif yang direplikasi ke 1.650 RT se-Kota Jambi.

“Dengan demikian, Program Kampung Bahagia benar-benar lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta menjadi langkah awal implementasi nyata yang menandai transformasi pembangunan Kota Jambi menuju kota yang lebih partisipatif, inklusif, berkelanjutan, dan membahagiakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Maulana menekankan, bahwa keberhasilan Kampung Bahagia tidak hanya diukur dari fisik pembangunan, tetapi dari tumbuhnya solidaritas, kepedulian sosial, kemandirian warga, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

“Bertepatan dengan World Cleanup Day, pesan ini semakin kuat, bahwa kebahagiaan warga Kota Jambi berangkat dari lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta kehidupan sosial yang harmonis,” lanjutnya.

Dalam program inovatif ini, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun, sebagai upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong inisiatif lokal. Dana ini menjadi modal strategis bagi warga untuk mewujudkan kegiatan prioritas di lingkungannya, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

“Nantinya, 67 RT percontohan ini akan menjadi pelopor pelaksanaan program pembangunan berbasis komunitas dengan anggaran Rp100 juta yang telah disediakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah uji coba tahun ini, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya untuk mencakup seluruh RT di Kota Jambi, yaitu 1.650 RT, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.

“Tahun depan, kita akan menganggarkan total Rp165 miliar yang akan berputar langsung di tengah masyarakat, sebagai kekuatan nyata untuk membangun komunitas yang mandiri, kreatif, dan produktif,” tegasnya.

Program Kampung Bahagia menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur. Menurut Maulana, nantinya tidak akan ada lagi sistem pembuangan sampah terbuka; seluruh sampah akan dikelola melalui sistem tertutup dan diambil langsung dari rumah tangga.

“Nanti masyarakat tidak boleh keluar membuang sampah, kecuali diambil oleh petugas, sehingga tidak ada lagi TPS-TPS liar. Pemahaman ini perlu kita dorong secara bersama-sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui Kampung Bahagia, armada bentor akan disiapkan, dan anak-anak muda yang belum bekerja dapat diberdayakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah, kemudian memilah dan mengolahnya sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Proses ini memang membutuhkan waktu, tapi kami yakin, kalau kita mencintai kota ini, kita harus menjaga kebersihannya bersama-sama. Mudah-mudahan komitmen ini bisa kita mulai hari ini,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pilot project di 67 RT, Program Kampung Bahagia memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan di tingkat RT.

“Seluruh tahapan telah kita selesaikan, termasuk Peraturan Wali Kota yang mengatur mekanismenya. InsyaAllah, jika program ini berhasil tahun ini, akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh RT se-Kota Jambi,” sebutnya.

Sementara, dalam momentum World Cleanup Day ini, Wali Kota Maulana menekankan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

“Menciptakan lingkungan yang bersih tidak mungkin tercapai jika semangatnya hanya datang dari jajaran Pemerintah, atau TNI-Polri saja. Hal ini harus disosialisasikan secara sistemik kepada masyarakat. Momentum hari ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

TINJAU KAMPUNG BAHAGIA

Usai melakukan peresmian secara simbolis pelaksanaan program Kampung Bahagia di Kawasan Wisata Danau Sipin, Wali Kota Maulana langsung meninjau aktivitas gotong royong warga di RT 14 Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, yang menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.

Di lokasi itu, Wali Kota Maulana tidak hanya hadir, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Ia bahkan melakukan pengecoran awal pembangunan infrastruktur drainase di RT 14, sebagai penanda dimulainya pelaksanaan program Kampung Bahagia, atau yang dikenal dengan program Rp100 juta per RT secara serentak di Kota Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan, pelaksanaan program Kampung Bahagia di RT 14 ini setelah melalui berbagai mekanisme. Mulai dari, musyawarah warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu, pemuda, tokoh agama dan Ketua RT, hingga penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) secara rinci.

“RT 14 ini menjadi pilot project bagi RT-RT yang mendapatkan program Kampung Bahagia karena telah melewati semua tahapan dengan baik,” katanya.

Dirinya menyebut, nantinya penggunaan anggaran sebesar Rp 100 juta ini akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang telah disepakati melalui musyawarah warga.

“Dana ini akan langsung ditransfer ke rekening Pokja Bahagia yang telah dibuka di Bank Jambi, tanpa potongan atau biaya administrasi. Ini adalah metode pengelolaan langsung oleh warga. Setelah dana masuk, mereka bisa langsung memulai pembangunan dengan gotong royong, mulai dari pembelian bahan hingga pengerjaan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, program ini bagian dari proses pembelajaran masyarakat dalam pengelolaan pembangunan secara mandiri dan transparan.

“Selain pembangunan fisik, warga juga bisa mengusulkan kegiatan sosial, tergantung kebutuhan masing-masing RT. Namun ditahun pertama ini fokusnya lebih kepada fisik, karena kita tahu, infrastruktur di tingkat RT masih banyak memerlukan perbaikan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan secara gotong royong ini jauh lebih besar manfaatnya dibandingkan pola pembangunan biasa.

“Dengan gotong royong, ditambah tidak ada biaya pajak, sehingga hasilnya lebih optimal. Program Kampung Bahagia ini menjadi wujud nyata pembangunan berbasis musyawarah dan kebersamaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua RT 14, H. Suparyono secara langsung mengapresiasi program Kampung Bahagia ini. Dimana, langkah ini merupakan bentuk kolaborasi yang kuat, karena Pemerintah telah memberikan kepercayaan terhadap para Ketua RT di Kota Jambi untuk mengelola anggaran yang cukup besar senilai 100 juta rupiah yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan.

“Tidak ada dimanapun diseluruh Indonesia Ketua RT diberikan anggaran sebesar ini dan dipercaya oleh Pemerintah untuk mengelolanya secara langsung. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih atas gebrakan Pemkot Jambi dibawah kepemimpinan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Maulana-Diza,” ucapnya.

Kepada seperjuangannya sebagai Ketua RT di Kota Jambi, Suparyono berharap agar memegang penuh kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah ini.

Dikesempatan ini, turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Hendra Elvian, Pimpinan Bank Jambi Cabang Sutomo Rahma Derita, Kepala DPMPPA Noverentiwi Dewanti, Camat Kotabaru Hendry Asmy Saputra beserta Lurah, serta para Ketua Forum RT Kecamatan di Kota Jambi dan Fasilitator Kampung Bahagia.(*)




Pelindo Jambi Paparkan Smart & Green Port di Kegiatan BINUS Online

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Jambi mendorong percepatan transformasi layanan pelabuhan berbasis digital dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Agung Rizky Fajri, M.T., M.Sc., Manager Teknik dan Operasi Pelindo Jambi saat menjadi narasumber dalam Industrial Sharing BINUS Online, yang digelar di Hotel Aston Jambi, Minggu (21/9/2025).

Dalam sesi bertema “Transformation Smart dan Green Services”, Agung menjelaskan pentingnya inovasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi pelabuhan tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.

“Kami mendorong transformasi operasional pelabuhan agar lebih efisien melalui digitalisasi, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Smart and green services menjadi strategi Pelindo dalam mendukung logistik nasional yang modern dan berkelanjutan,” jelas Agung di hadapan peserta.

Acara ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa BINUS Online Learning, para kepala sekolah SMA dan SMK di Provinsi Jambi, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan terkait tren industri kepelabuhanan dan inovasi layanan.

Hardiyansyah, S.Kom., M.M., selaku Learning Community Manager BINUS Online, mengapresiasi kolaborasi dengan Pelindo.

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menginspirasi generasi muda menghadapi perkembangan industri 4.0,” ujarnya.

Kegiatan Industrial Sharing menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, menghadirkan wawasan nyata terkait tantangan dan peluang di sektor logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang.(*)




Mulai Bergulir! Walikota Jambi Resmikan Pilot Project Kampung Bahagia di RT 14 Kenali Asam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, meresmikan peluncuran pilot project Kampung Bahagia yang dilaksanakan di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Maulana menjelaskan bahwa program Kampung Bahagia merupakan inisiatif pembangunan berbasis komunitas yang mengedepankan partisipasi warga.

Sebanyak 67 RT di Kota Jambi akan mengikuti program ini secara bertahap.

“RT 14 ini menjadi percontohan karena telah melewati semua tahapan dengan baik. Mulai dari musyawarah warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu, pemuda, tokoh agama, hingga Ketua RT. Mereka juga telah menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) secara rinci,” ujar Maulana.

Setiap RT mendapatkan plafon dana maksimal sebesar Rp100 juta yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang telah disepakati melalui musyawarah warga.

Dana ini akan langsung ditransfer ke rekening Pokja Bahagia yang telah dibuka di Bank Jambi, tanpa potongan atau biaya administrasi.

“Ini adalah metode pengelolaan langsung oleh warga. Setelah dana masuk, mereka bisa langsung memulai pembangunan dengan gotong royong, mulai dari pembelian bahan hingga pengerjaan,” tambahnya.

Program ini, lanjut Maulana, merupakan bagian dari proses pembelajaran masyarakat dalam pengelolaan pembangunan secara mandiri dan transparan.

Ia berharap RT lainnya dapat menjadikan RT 14 sebagai contoh untuk replikasi di tahun-tahun berikutnya.

Selain pembangunan fisik seperti jalan dan Posyandu, warga juga bisa mengusulkan kegiatan sosial, tergantung kebutuhan masing-masing RT.

Bahkan, Maulana menekankan bahwa manfaat dari pembangunan secara gotong royong ini jauh lebih besar dibandingkan pola pembangunan biasa.

“Pak RT tadi menyampaikan bahwa kalau dibangun dengan cara lain, mungkin biayanya lebih besar. Dengan gotong royong, ibu-ibu bahkan menyumbang makanan untuk para pekerja. Belum lagi tidak ada biaya pajak, sehingga hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.

Program Kampung Bahagia menjadi wujud nyata pembangunan berbasis musyawarah dan kebersamaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(*)




Peringati Hari Bersih-Bersih Sedunia, Wali Kota Jambi Ikut Bersih-Bersih di Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day), Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Kampung Bahagia” yang melibatkan 67 RT dalam kegiatan gotong royong dan pembangunan berbasis komunitas.

Wali Kota Jambi, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan unsur TNI/Polri dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Program ini juga didukung dengan anggaran sebesar Rp100 juta untuk setiap RT, dengan total dana awal mencapai Rp6,7 miliar.

“Hari ini kita launching Kampung Bahagia dengan melibatkan 67 RT yang akan bergotong royong. Setiap RT menerima Rp100 juta untuk pembangunan berbasis komunitas. Tahun depan, kita targetkan 1.650 RT dengan total anggaran mencapai Rp165 miliar,” ujar Wali Kota Jambi.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa kota Jambi menghasilkan sekitar 430 ton sampah per hari, dengan rata-rata timbunan sampah rumah tangga sebesar 0,7 kg per orang per hari.

Ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap tanggung jawab pengelolaan sampah.

“Selama ini, banyak masyarakat hanya berpikir ‘yang penting sampah keluar dari rumah saya’. Ini harus kita ubah. Melalui Kampung Bahagia, tidak ada lagi sistem buang sampah sembarangan. Semua pihak harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa, waktu pembuangan sampah telah diatur dari pukul 18.00 hingga 06.00 pagi, namun masih banyak masyarakat yang belum mematuhi ketentuan tersebut.

Tak hanya soal kebersihan, Pemerintah Kota Jambi juga sedang mempersiapkan pembangunan danau buatan seluas 9,1 hektare untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan utama.

Proyek ini diharapkan mampu menampung aliran air hujan dan mengurangi potensi banjir hingga 60% di wilayah kota.

“Insyaallah tahun depan akan dibangun danau seluas 9,1 hektar. Selain sebagai solusi banjir, danau ini juga akan menjadi ruang terbuka hijau dan tempat wisata baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan program-program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah saja, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen kota untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kalau kita merasa memiliki kota ini, maka kita harus bekerja bersama. Kita ingin Jambi menjadi kota yang bersih, sehat, dan ekonominya tumbuh. Semua itu hanya bisa dicapai jika kita satu semangat,” tutupnya.(*)




Dalam Sepekan, Hutama Karya Catat 51.947 Kendaraan Gunakan Tol Betejam Seksi 3 Tempino-Ness

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi 3, khususnya pada segmen Tempino–Ness, disambut antusias oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Sejak dibuka untuk umum tanpa tarif mulai Minggu, 14 September 2025, hingga 21 September 2025, tercatat sebanyak 51.947 kendaraan telah melintasi ruas tol ini.

Data ini disampaikan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, melalui pernyataan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Adjib Al Hakim.

Menurut Adjib, tingginya trafik kendaraan yang melintas dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat Jambi memang membutuhkan akses jalan tol sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien di jalur Lintas Sumatera.

“Kehadiran Gerbang Tol Pijoan memperluas konektivitas. Perjalanan dari Bayung Lencir ke Simpang Ness kini lebih lancar dan jauh lebih singkat,” jelas Adjib dalam keterangan resmi.

Segmen tol baru ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu. Beberapa contoh pemangkasan waktu tempuh:

  • Bayung Lencir ke Simpang Ness: dari hampir 3 jam menjadi ±45 menit

  • Jambi ke Betung: dari lebih 4 jam menjadi sekitar 2 jam

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya, Muhammad Royan Rivaldo, warga Kota Jambi, menyebut tol ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.

“Biasanya saya harus menempuh perjalanan jauh dan macet. Sekarang lebih cepat dan nyaman. Harapan saya, tol ini bisa disambung ke lebih banyak daerah,” ungkapnya.

Tol Tempino–Ness tidak hanya memudahkan mobilitas, tapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Dengan akses jalan bebas hambatan, distribusi logistik dan pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Meski masih dibuka secara gratis selama masa sosialisasi, Hutama Karya tetap mengimbau pengguna jalan untuk membawa kartu uang elektronik (e-money) sebagai persiapan saat memasuki gerbang tol (GT).

“Kami imbau pengguna tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol. Batas kecepatan maksimal 80 km/jam dan bahu jalan hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat,” tambah Adjib.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan beberapa saluran informasi:

  • Instagram & Twitter: @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya

  • Call Center Tol Betejam: +62 811-9111-0777

Pengguna jalan juga disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan jalan tol melalui media resmi Hutama Karya.(*)




Manfaat dan Tantangan Jalan Khusus Batu Bara jadi Sorotan dalam Diskusi SMSI Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Seminar dan diskusi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi, Senin (22/9/2025), membahas lima bidang teknologi termasuk Digital Marketing, SEO, dan Kecerdasan Buatan (AI).

Namun, sesi kedua diskusi secara khusus mengangkat isu strategis: Manfaat serta tantangan pembangunan Jalan Khusus Batu Bara di Provinsi Jambi.

Acara tersebut dipandu oleh Pirma Satria (Pemred Jambi Ekspres dan Sekretaris SMSI Jambi), dihadiri Ketua SMSI Mukhtadi Putra Nusa, sejumlah pemimpin redaksi, dan jurnalis media siber.

Narasumber dari pemerintah bukan hanya menampilkan data, melainkan juga mengakui adanya berbagai hambatan di lapangan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi, Johansyah, menyebut tiga perusahaan sudah menyatakan komitmen membangun jalan khusus.

Yakni PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) sepanjang 108 km, PT Putra Bulian Properti (PT PBP) 105 km, dan PT Inti Bangun Sarana (IBS) 101 km.

Namun ia menekankan bahwa pembangunan itu tidak murah, estimasi biaya bisa lebih dari Rp 4 triliun, sehingga pelibatan swasta tidak bisa dihindari.

Dalam diskusi muncul fakta bahwa, tidak hanya persoalan dana, tapi juga dampak nyata jika jalan khusus belum terealisasi, penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba, kerusakan infrastruktur akibat truk batu bara yang masih lewat jalur umum, serta kecelakaan dan keresahan masyarakat.

Ridony Gurning, Direktur Utama PT SAS, mengaku tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan jalur logistik dari Sarolangun hingga ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Meski izin sudah diperoleh sejak 2015, progresnya baru signifikan di bawah manajemen sekarang. Menurut dia, infrastruktur jalan khusus akan menguntungkan banyak pihak: perusahaan, pemerintah daerah lewat pajak/DBH, dan masyarakat lokal yang terdampak.

Soal lingkungan, Gurning mengatakan mitigasi sudah dipertimbangkan, misalnya memindahkan aktivitas crushing batu bara ke lokasi yang jauh dari pemukiman, untuk mengurangi debu dan kebisingan.

Sementara itu, proyeknya yang melibatkan PT PBP dikatakan kurang menggembirakan karena menghadapi persoalan pembebasan lahan.

Progres perusahaan itu dinilai belum signifikan dibanding dua perusahaan lainnya.

Diskusi yang diadakan SMSI Jambi ini menegaskan bahwa Jalan Khusus Batu Bara bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan strategis agar logistik batu bara berjalan efisien dan dampak negatifnya bisa diminimalkan.(*)




Sistem Unik Sekolah Rakyat Jambi, Saring Siswa Lewat Tes Potensi Bakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 5 Jambi hadir sebagai alternatif pendidikan berbasis asrama dengan sistem seleksi ketat dan pendekatan berbasis bakat.

Diresmikan pada 4 Juli 2025, sekolah ini langsung menjadi sorotan karena pendekatan unik dalam proses penerimaan dan pendampingan siswa.

Tak seperti sekolah konvensional, calon siswa SMA Rakyat Jambi wajib mengikuti tes Talent DNA, sebuah metode penilaian potensi individual yang menjadi dasar pembinaan awal.

Tes ini memungkinkan sekolah memetakan bakat siswa, mulai dari seni, tilawah, olahraga, hingga kepemimpinan.

“Dalam tiga bulan pertama, kami tidak langsung masuk ke pelajaran akademik. Siswa dibina sesuai potensi mereka. Jadi tidak asal tebak bakatnya,” ungkap Kepala Sekolah, Sudarmono.

Sekolah ini tidak membuka ruang untuk siswa yang kurang motivasi. Sudarmono menegaskan, hanya siswa dengan semangat belajar dan disiplin tinggi yang bisa bertahan.

“Kalau siswa tidak punya kemauan, kami kembalikan ke orang tuanya. Sekolah ini bukan tempat coba-coba,” tegasnya.

Seluruh siswa wajib tinggal di asrama dengan jadwal harian ketat, mulai dari jam belajar pukul 07.00–15.30 WIB, hingga aktivitas Sabtu untuk kerja bakti dan Minggu untuk kunjungan orang tua secara bergiliran.

Selain fokus akademik dan bakat, sekolah ini juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, taekwondo, pramuka, dan kerohanian sesuai agama masing-masing.

“Pelatih pun kami pilih dari yang terbaik di bidangnya. Kami ingin siswa mendapatkan pendampingan yang serius,” tambah Sudarmono.

Saat ini, Sekolah Rakyat SMA 5 Jambi masih beroperasi di kawasan Talang Bakung, namun tahun depan akan pindah ke Bagan Pete di atas lahan seluas 7 hektare.

Sekolah ini menampung 100 siswa (48 laki-laki dan 52 perempuan) dan menargetkan pengembangan lebih luas ke depannya.

Sudarmono berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar konsep sekolah berbasis asrama dan potensi ini bisa menjadi model pendidikan masa depan.(*)




75 Ribu Data Warga akan Diverifikasi, Dinsos Kota Jambi Genjot Pendataan Kemiskinan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mengebut proses verifikasi dan validasi (verval) data fakir miskin secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh Ketua RT.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program bantuan sosial di Kota Jambi berjalan tepat sasaran dan berbasis data yang akurat.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebutkan bahwa dari total 342 ribu jiwa penduduk Kota Jambi, ada 75 ribu data warga miskin yang harus diverifikasi ulang.

Namun hingga saat ini, baru sekitar 13 ribu kepala keluarga (KK) yang berhasil diverifikasi.

“Kami sudah bentuk 265 tim verval, tapi itu belum cukup. Area yang luas dan dinamika masyarakat membuat proses ini tidak bisa diselesaikan oleh tim teknis saja. Maka kami libatkan semua Ketua RT sebagai garda terdepan,” jelas Yunita saat kegiatan Bimtek Verval Data Fakir Miskin, Selasa (23/9).

Menurutnya, tantangan verval bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga keterbatasan jumlah petugas dan kondisi sosial masyarakat yang sulit dijangkau secara cepat.

Karena itu, sinergi bersama Ketua RT se-Kota Jambi menjadi strategi efektif agar pendataan kemiskinan bisa lebih representatif dan berbasis fakta di lapangan.

“RT yang paling tahu kondisi warga, baik dari segi rumah, pekerjaan, maupun anggota keluarganya. Maka kami beri pelatihan agar mereka bisa menjalankan verval dengan benar,” tambah Yunita.

Dinsos menargetkan seluruh proses verval rampung bertahap hingga akhir 2025, dengan tahapan awal berupa pemeringkatan berdasarkan indikator kemiskinan.

Selain itu, sistem pendataan yang digunakan adalah Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi (ATASEE), yang memungkinkan proses digitalisasi data lebih transparan dan cepat dipantau.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM yang membuka secara resmi kegiatan bimtek tersebut, mendukung penuh langkah Dinsos Jambi dalam menyiapkan data kemiskinan berbasis digital.

“Seluruh program sosial seperti Kartu Bahagia, BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan lainnya harus bersandar pada data yang valid,” kata dia.

“Tidak bisa lagi pakai cara lama. Kami ingin pastikan semua tepat sasaran dan akuntabel,” tegas Maulana.(*)