Wali Kota Maulana: SPALD Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Pola Hidup Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan layak huni.

Melalui sosialisasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), Pemkot ingin mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya sanitasi yang baik demi terwujudnya Kota Jambi Bahagia.

Sosialisasi terbaru digelar di RT 10 Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, dengan menghadirkan warga sebagai peserta aktif.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan melalui sistem SPALD.

Sistem SPALD yang diterapkan saat ini dirancang untuk mengelola limbah domestik seperti air cucian dan kamar mandi, agar tidak mencemari air tanah dan lingkungan sekitar.

Air limbah tersebut kemudian diproses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di Kawasan Sijenjang, dan selanjutnya dikembalikan ke badan sungai dalam kondisi bersih dan aman.

Dalam jangka panjang, air hasil olahan juga dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan rumah tangga non-konsumsi seperti menyiram bunga, mencuci kendaraan, atau kebutuhan utilitas lainnya.

Hingga saat ini, SPALD di Kota Jambi telah dirancang untuk melayani 10.300 Sambungan Rumah (SR).

Namun, baru sekitar 500 SR yang sudah aktif tersambung.

Oleh karena itu, Pemkot terus melakukan sosialisasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat SPALD, serta mendorong partisipasi warga dalam merawat jaringan secara mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bijak.

Salah satu warga RT 07, Kelurahan Tanjung Pinang menyebutkan, dengan dipasang nya SPALD ini mereka merasa terbantu.

“Ya pembuangan jadi lancar, terima kasih pak wali” kata Pendi, warga RT 07.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, yang hadir memberikan sambutan menyampaikan bahwa, pengelolaan air limbah yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan.

“Sistem SPALD ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal perubahan pola pikir masyarakat. Dengan mengelola air limbah dengan baik, kita menjaga lingkungan, mencegah pencemaran air tanah, dan tentu mendukung terciptanya Kota Jambi yang lebih bahagia, bersih, dan sehat,” ujar Wali Kota Maulana.

“Kami mengajak masyarakat untuk terlibat aktif, memahami manfaat sistem ini, dan bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan di berbagai wilayah Kota Jambi sebagai bagian dari program strategis Pemkot dalam mewujudkan sanitasi aman dan pengelolaan air limbah terpadu.(*)




Wali Kota Jambi Salurkan Bantuan BOP ke 6 Masjid, Dorong Peran Aktif Tempat Ibadah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya memperkuat program “Kota Jambi Bahagia” khususnya dari aspek spiritual dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Wali Kota Jambi, Maulana, menyalurkan bantuan operasional (BOP) kepada enam masjid yang ada di Kota Jambi.

Pemberian bantuan tersebut didasari dari hasil kunjungan Wali Kota ke berbagai masjid dalam kegiatan keagamaan seperti khutbah Jumat, salat Magrib, dan Subuh berjamaah.

Dari kunjungan tersebut, Wali Kota melihat langsung kondisi pembangunan dan aktivitas masjid.

“Kami memberikan bantuan ini sebagai bentuk dukungan untuk mengaktifkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial. Ini juga bagian dari pembangunan spiritual masyarakat Kota Jambi,” ujar Maulana.

Selain bantuan untuk tempat ibadah, Wali Kota Jambi juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Tiga pelajar terbaik asal Kota Jambi yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, turut menerima bantuan dari Pemerintah Kota.

Bantuan yang diberikan meliputi dukungan transportasi serta motivasi langsung dari Wali Kota kepada para pelajar dan keluarganya.

“Mereka adalah duta Kota Jambi di luar negeri. Kami harap mereka bisa menjaga nama baik Jambi, belajar dengan sungguh-sungguh, dan setelah lulus nanti bisa kembali untuk membangun kota ini, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengembangan SDM,” tambah Maulana.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mewujudkan masyarakat yang unggul secara spiritual dan intelektual.

Program tersebut juga sejalan dengan visi misi Kota Jambi sebagai kota yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.(*)




Konflik Stockpile, Wali Kota Maulana: Tugas Kami Memastikan Suara Warga Sampai ke Pihak Terkait

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menanggapi aksi blokade jalan yang dilakukan ratusan warga Kelurahan Aur Kenali pada Sabtu (13/09/2025), Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM., menyampaikan kepedulian mendalam sekaligus menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Jambi untuk menjadi jembatan dialog antara warga dengan Pemerintah Provinsi Jambi.

Wali Kota Maulana mengapresiasi niat warga yang menyampaikan aspirasi secara terbuka demi mencari solusi atas keresahan mereka terkait aktivitas stockpile batu bara PT SAS. Ia menegaskan, meskipun aspek perizinan dan pengawasan aktivitas tersebut berada di luar kewenangan langsung Pemerintah Kota Jambi, namun Ia dan jajaran tidak akan tinggal diam ketika kenyamanan, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat terganggu.

“Kami mendengar dan merasakan apa yang menjadi keresahan masyarakat di Aur Kenali. Suara mereka adalah suara yang harus kita perhatikan bersama. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi siap memfasilitasi dialog agar tercapai solusi yang terbaik dan berkeadilan bagi warga,” tegas Wali Kota Maulana saat di konfirmasi, Minggu (14/09/2025).

“Meskipun persoalan ini berada di luar kewenangan langsung Pemerintah Kota, namun kami tidak bisa menutup mata terhadap keresahan warga. Tugas kami adalah memastikan suara masyarakat tidak berhenti di jalanan, tetapi sampai kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret menjawab keluhan warga itu, Wali Kota Maulana siap menyediakan Rumah Dinas Wali Kota Jambi sebagai lokasi pertemuan yang netral dan nyaman bagi warga untuk berdialog langsung dengan Gubernur Jambi Al Haris.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Sekda Kota Jambi untuk kita siapkan Rumah Dinas Wali Kota, kita fasilitasi semua pada hari Selasa, 16 September 2025 ini, agar semua bisa bertemu dengan Bapak Gubernur Jambi,” tegas Wali Kota Mualana.

Langkah ini diambil untuk merespons keinginan warga yang menuntut dialog langsung serta menindaklanjuti tanggapan sebelumnya yang telah disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi di lokasi aksi.

Wali Kota berharap, dengan difasilitasinya pertemuan ini, semua pihak dapat duduk bersama dengan kepala dingin untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Kita sambut mereka dengan tangan terbuka. Kita dengarkan secara langsung keluhan mereka bersama-sama. Jika terbukti ada kerugian yang ditimbulkan terhadap masyarakat selama PT SAS beraktivitas, kita akan bantu mendorong untuk mencari solusi terbaik agar hak-hak masyarakat dapat dipulihkan,” kata Maulana.

Pemerintah Kota Jambi mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban. Dengan adanya kepastian jadwal dan tempat pertemuan ini, diharapkan aktivitas masyarakat di Jalan Lintas Sumatera dapat kembali normal demi kepentingan bersama.(*)




Sekda Jambi Teken Surat Pernyataan, Pembangunan Stockpile PT SAS Dihentikan Sementara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah aksi demonstrasi dan blokade jalan lintas timur oleh warga RT 3 Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H. Sudirman, SH, MH, menandatangani surat pernyataan resmi mewakili Pemerintah Provinsi Jambi.

Surat pernyataan ini disampaikan usai gelombang protes dari warga yang menolak pembangunan stockpile batu bara milik PT Sinas Anugerah Sukses (PT SAS) dan pembangunan jalur hauling (houling) yang berada sangat dekat dengan permukiman padat penduduk di wilayah Aur Kenali, Mendalo Darat, dan sekitarnya.

Dalam surat yang juga turut ditandatangani oleh Sekda Kota Jambi, Drs. H.A. Ridwan, M.Si, terdapat tiga poin utama sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap tuntutan warga:

  1. Menghentikan pembangunan jalur hauling di kawasan padat penduduk di wilayah Aur Kenali, Mendalo Darat, dan sekitarnya secara permanen.

  2. Menghentikan pembangunan stockpile PT SAS dan RMKE di wilayah Aur Kenali dan sekitarnya yang terdampak.

  3. Jika Sekda tidak memiliki kewenangan menutup langsung aktivitas proyek, maka Sekda wajib memfasilitasi pertemuan antara Gubernur Jambi, pihak perusahaan, dan warga pada Selasa, 16 September 2025.

Penandatanganan surat ini dilakukan di hadapan massa aksi yang sebelumnya melakukan penyegelan langsung ke lokasi proyek underpass dan pintu gerbang stockpile PT SAS.

Aksi warga pada Sabtu (11/9) tersebut sempat membuat lalu lintas di Jalan Lintas Timur lumpuh total selama hampir delapan jam.

Warga mengaku telah merasakan dampak langsung dari aktivitas pembangunan, mulai dari kebisingan hingga getaran yang menyebabkan kaca rumah pecah.

Mereka menilai proyek ini tidak ramah lingkungan dan membahayakan keselamatan warga sekitar.

Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan hasil aksi dan isi surat pernyataan tersebut kepada Gubernur Jambi, Al Haris, sebagai bahan tindak lanjut dalam pertemuan resmi pada tanggal 16 September.

“Kami minta semua pihak menahan diri dan menunggu pertemuan selanjutnya. Surat ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam menanggapi keresahan warga,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Sekda Kota Jambi Ridwan menyampaikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi pertemuan antara warga, perusahaan, dan pemerintah kota, sesuai instruksi Wali Kota Jambi.(*)




‘Kami Mau Gubernur!’: Demo Warga Aur Kenali Berujung Penyegelan Proyek

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aksi demonstrasi warga RT 3 Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, memanas saat massa melakukan penyegelan terhadap proyek pembangunan underpass dan stockpile milik PT Sinas Anugerah Sukses (SAS), bagian dari RMKE Group.

Blokade jalan dilakukan warga sejak pukul 09.00 WIB, Sabtu (11/9), tepat di Jalan Lintas Timur Sumatera depan Kantor BWSS VI Sumatera.

Aksi ini membuat lalu lintas lumpuh total hingga sore hari. Warga menuntut agar proyek dihentikan dan dipindahkan dari lingkungan permukiman padat penduduk.

Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika Asisten II Setda Provinsi Jambi, Johansyah, datang menemui warga untuk menyampaikan bahwa aspirasi mereka akan diteruskan ke Gubernur Jambi, Al Haris.

Namun massa menolak dan meminta langsung bertemu gubernur.

“Balek, balek! Kami mau Haris langsung!” teriak salah satu warga saat mengusir Johansyah dari lokasi aksi.

Ketegangan semakin memuncak saat Sekda Provinsi Jambi Sudirman dan Sekda Kota Jambi Ridwan turun langsung ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.

Warga menyampaikan kekesalan terhadap dampak pembangunan underpass dan aktivitas stockpile PT SAS yang disebut telah menyebabkan kerusakan fisik rumah warga, termasuk pecahnya kaca jendela akibat getaran pemancangan.

“Pak, kami minta PT SAS dipindahkan dari Aur Kenali!” kata seorang ibu dengan nada tinggi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Sudirman menyatakan bahwa kewenangan berada di tangan Pemkot Jambi, dan bahwa tidak ada izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi untuk proyek tersebut.

Namun pernyataannya langsung dibantah oleh warga yang menganggap proyek skala besar tidak mungkin berjalan tanpa izin.

Sementara Sekda Kota Jambi, Ridwan menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Jambi tidak dapat hadir dan menawarkan audiensi lanjutan yang direncanakan berlangsung Senin, 15 September 2025, di rumah dinas wali kota.

Massa tetap bersikukuh, dan akhirnya meminta kedua Sekda menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi tiga tuntutan utama:

  1. Penghentian permanen pembangunan jalur hauling di kawasan padat penduduk Aur Kenali dan sekitarnya.

  2. Penghentian pembangunan stockpile PT SAS dan RMKE di area terdampak.

  3. Fasilitasi pertemuan antara Gubernur, pihak perusahaan, dan warga pada 16 September 2025.

Tak berhenti di situ, warga mengajak kedua pejabat tersebut ikut menyegel lokasi proyek underpass dan pintu gerbang stockpile PT SAS.

Setelah memasang tiga segel di lokasi bersama warga, aksi blokade akhirnya berakhir sekitar pukul 16.45 WIB dan arus lalu lintas kembali normal.

Dikonfirmasi usai penyegelan, Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengimbau agar pihak PT SAS tidak membuka segel sebelum ada keputusan resmi dari pertemuan dengan Gubernur dan Wali Kota.

“Sebaiknya jangan dibuka dulu. Kalau dibuka, berarti berhadapan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.(*)




Wali Kota Maulana Tinjau Fasilitas Publik di Terminal Tipe A – Alam Barajo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung terwujudnya sarana dan prasarana memadai pada layanan fasilitas publik, Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan tinjauan ke sejumlah fasilitas umum di Terminal Tipe A – Alam Barajo BPTD Kelas II Jambi, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, pada Sabtu pagi (13/9/2025).

Dalam tinjauannya ini, Wali Kota Maulana didampingi langsung Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr. Benny Nurdin Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Saleh Ridha, Camat Alam Barajo Iper Riyansuni beserta jajaran, serta Forum Ketua RT (FKRT) Kecamatan Alam Barajo.

Dalam tinjauan lapangan itu, Wali Kota Maulana bersama rombongan terlihat berjalan menelusuri satu persatu fasilitas publik. Seperti Tempat Ibadah, Taman, Kamar Mandi hingga Tempat pembuangan sampah, yang sebagiannya sedang dalam tahap revitalisasi pembangunan guna lebih memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat, khususnya bagi pengguna layanan trasportasi umum yang akan melakukan perjalanan antar daerah.

Usai peninjauan tersebut, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota akan terus berupaya agar Terminal Alam barajo dapat berfungsi secara maksimal dan benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya bagi kota Jambi

“Nanti kita akan arahkan semua akses transportasi darat masuk ke sini agar tidak ada lagi Perusahaan Otobus (PO) yang berada di pinggir-pinggir jalan, sehingga menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Dalam mendukung secara langsung kawasan Terminal Tipe A -Alam Barajo ini, Pemerintah Kota Jambi juga akan menghibahkan sejumlah lahan yang ada dikawasan tersebut agar dapat berfungsi lebih maksimal.

“Insya Allah kami Pemerintah Kota juga akan mendukung dengan memberikan hibah tanah yang ada dibagian belakang untuk supaya Terminal ini betul-betul berfungsi maksimal menjadi pusat bertemunya sarana transportasi yang dari antar daerah Provinsi dengan yang di dalam Kota,” tutur Maulana.

“Nanti juga ada Bus Listrik yang sama-sama kita tau sudah beroperasi di Kota Jambi untuk mengkoneksikan semua koridor-koridor di masyarakat,” lanjutnya.

Dikesempatan itu, dirinya turut mengapresiasi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, yang selama kepemimpinannya Terminal Alam Barajo mempunyai progres yang baik, tidak hanya dari pemberian fasilitas. Namun juga berhasil dalam mengatur PO PO yang ada di Jambi.

“Alhamdulillah di tangan Pak Benny progresnya sangat baik, saya cek musholanya sudah sangat layak kemudian tempat-tempat seperti kantinnya, begitupun PO kita lihat sudah mulai memadati Terminal Alam Barajo ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, dengan berfungsinya secara maksimal Terminal Tipe A ini, Maulana menjelaskan tentunya turut berdampak terhadap perekonomian, khususnya pada bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Di sisi lain, selain memberikan kenyamanan terhadap masyarakat, dengan fasilitas yang baik tentunya UMKM dapat tumbuh karena banyak pengunjung yang transit yang datang maupun yang mau naik, sehingga itu bisa menjadi aspek pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

“Jika sudah nyaman dan bersih nanti bersama Dinas Perhubungan Provinsi dan kami Perhubungan Kota akan bekerja sama untuk mengajak semua PO bergabung di sini, sehingga tidak ada lagi mobil-mobil besar yang berada di dalam kota mengganggu lalu lintas dan mengganggu keindahan Kota,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Benny menekankan komitmennya dalam mengoptimalkan fungsi Terminal yang tidak hanya menjadi tempat perpindahan orang maupun barang. Tetapi juga sebagai pusat ekonomi seperti apa yang dikatakan oleh Wali Kota Maulana.

“Kolaborasi yang ditunjukkan Bapak Wali Kota ini menambah nilai positif tentunya karena sejalan dwngan tujuan kami untuk lebih mengoptimalkan lagi fungsi Terminal Alam Barajo ini,” tekannya.

“Kedepan Terminal ini akan berkonsep modern terintegrasi dengan konsep Mixed-Use atau kawasan serbaguna. Jadi lahan-lahan yang sudah diserahkan kepada kami akan kami desain kembali untuk dimanfaatkan seperti tempat olahraga, sehingga sopir atau kondektur yang menginap di sini itu bisa juga berolahraga untuk tetap menjaga kebugaran,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, sebagai tindak lanjut pengoptimalan kawasan Terminal Tipe A ini, ditahun depan akan dilakukan revitalisasi untuk dilakukan pengembangan yang telah masuk kedalam rencana strategis Kementerian Perhubungan.

“Mudah-mudahan paling lambat 2026 itu sudah bisa mendapatkan prioritas, sehingga Terminal Alam Barajo ini bisa dilakukan pengembangan sebagai Terminal modern terintegrasi dengan konsep Mixed -Use,” tutupnya.(*)




Maulana : IPAL Komunal Upaya Nyata Pemerintah Kota Dalam Menjaga Kualitas Lingkungan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan tinjauan langsung ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sijenjang di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu (13/9/2025).

Didampingi jajaran Pejabat terkait di IPAL Komunal Sijenjang, Camat Jambi Timur A Syukri, Wali Kota Maulana melihat secara langsung setiap proses pengolahan limbah domestik mulai dari aliran limbah masuk, baik melalui jalur pengangkutan hingga sistem gravitasi pemompaan dari kawasan Jambi Timur, Pasar, Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan bahwa IPAL Komunal ini merupakan upaya nyata Pemerintah Kota dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya air tanah, agar terhindar dari pencemaran limbah domestik termasuk limbah dari masing-masing orang seperti Ecoli dan lain-lain.

“Kami bersyukur dengan teknologi canggih yang dimiliki di IPAL Kota Jambi ini, sehingga semua limbah domestik dari rumah warga akan dikumpulkan dan diolah di sini dan berdampak aman bagi lingkungan,” ujarnya.

Kedepan, kata Maulana, akan lebih agresif dalam menyuarakan atau mensosialisasikan terkait dengan kesehatan lingkungan kepada masyarakat Kota Jambi, terutama di kawasan-kawasan padat penduduk.

“Karena ini bagian dari proses menjaga lingkungan kita. Oleh karena itu, pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan IPAL Komunal ini agar limbah rumah tangga dapat dialirkan melalui jaringan pipa IPAL,” katanya.

Lebih lanjut, dengan hadirnya IPAL Komunal ini, Wali Kota Maulana turut mengimbau masyarakat dikawasan Kecamatan Jambi Timur dan Pasar khususnya, agar dapat segera menyambungkan limbah domestiknya ke IPAL Komunal Sijenjang milik Kota Jambi ini.

“Sehingga air tanah yang ada di wilayahnya tidak tercemar dan pengelolaan di tingkat rumah tangga menjadi lebih gampang. Dan pengelolaannya langsung di kelola oleh tenaga profesional yang ada di sini,” imbaunya.

“Ini adalah teknologi canggih yang harus manfaatkan dan kita sosialisasikan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan ini, sehingga kita dapat menjaga lingkungan kota Jambi, karena ini adalah titipan untuk anak cucu kita kedepan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Keberadaan IPAL Komunal Sijenjang di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur ini tidak hanya menjaga dari aspek kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang kesehatan untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia.(*)




Wali Kota Maulana Serahkan Bantuan Gerobak Motor Bagi TPS 3R

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan penyerahan bantuan alat penunjang kebersihan ke sejumlah Rukun Tetangga (RT). Kegiatan ini dipusatkan di RT 20 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, pada Sabtu pagi (13/9/2025).

Dikesempatan ini secara simbolis ada 6 RT yang mendapatkan bantuan, berupa Komposter dan Tempat Sampah Terpilah, serta 2 gerobak motor untuk pengelola TPS 3R yakni Sulur Berkah dan Duyung Habibah.

Penyerahan bantuan alat kebersihan ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kota yang selaras dengan program Kampung Bahagia. Dimana mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup dipilah langsung dari sumbernya.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan, bantuan penunjang kebersihan ini berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diserahkan melalui Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi, Syarif Fasha yang juga selaku Wali Kota Jambi periode 2013-2023 beberapa waktu lalu.

“Selain dalam menunjang dari aspek kebersihan lingkungan, bantuan ini juga sebagai penunjang untuk penilaian Kota Sehat yang akan segera dilaksanakan di Kota Jambi,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, pada prinsipnya, Pemerintah Kota menciptakan suatu kota yang bersih bukan hanya untuk penilaian semata, namun lebih kepada memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kepada masyarakat. Melalui kesadaran dalam perilaku membuang sampah tidak sembarangan.

“Masyaekaat harus ada rasa tanggung jawab akan sampah yang dihasilkannya. Tanpa berpikir bahwa ini sampah saya, saya harus bertanggung jawab terhadap sampah. Karena ini bisa menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Dirinya jelaskan, aspek kebersihan ini tentunya telah masuk dalam program Kita Jambi Bahagia melalui Kampung Bahagia. Dimana masyarakat akan didorong untuk memilah sampah langsung dari sumber.

“Prinsipnya Kampung Bahagia adalah bagaimana mengelola masing-masing RT dengan berbasis gotong royong, kerjasama. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan infrastruktur, pembangunan keagamaan, kepemudaan, kewanitaan dan juga masalah sampah ini menjadi program prioritas,” jelasnya.

Dalam menyukseskan Kampung Bahagia ini, Dirinya mengatakan, sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat dan kekompakan masyarakat, dengan Ketua RT, Lurah hingga Camat sebagai komando.

“Oleh karena itu, Pemkot Jambi memberikan bantuan penunjang kebersihan ini. Karena, program akan sukses jika dilaksanakan secara bersama-sama, gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, selaras dengan kota Jambi yang heterogen masyarakatnya, dengan berbagai macam karakter suku bangsa, bahasa, pekerjaan semua ada,” katanya.

“Kalau kita bangun dari bawah dengan pemberdayaan, maka program ini akan berkelanjutan, dan berlangsung lama. Sehingga kota ini menjadi kota yang bersih dan nyaman bahi siapapun,” lanjut Maulana.

Data yang disampaikan Maulana, setiap rumah tangga di Kota Jambi rata-rata minimal menghasilkan hampir 1 kg. Ini dibutuhkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan yakni lewat kesadaran warga.

Melalui program Kampung Bahagia agau yang dikenal 100 juta per RT nantinya, Maulana berharap agar dana dikelola melalui musyawarah, serta memprioritaskan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

“Terlebih, nantinya pengelolaan sampah akan bekerja sama dengan TPS 3R. Sampah akan diolah dan dikelola dengan baik sehingga bernilai ekonomi, melalui apa yang dihasilkan, seperti menjadi kompos dan pupuk,” harapnya.

Menurutnya, dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan Pemkot Jambi saat ini dalam menjaga kebersihan hanya memberikan dampak sesaat bagi masyarakat. Seperti penyiapan Sat Pol PP, CCTV hingga denda sebesar 20 juta rupiah.

“Semua kebijakan telah kita lakukan, namun memberikan dampaknya hanya sesaat ditengah masyarakat. Ternyata itu tidak sustain, tidak berkelanjutan. Jadi melalui Program Kampung Bahagia ini agar bagaimana sistem ini berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

“Kampung Bahagia itu sebuah konsep besar, bahwa kampung kita, tempat tinggal kita, rumah kita adalah tanggung jawab kita bersama yang konsepnya sampah yang di hasilkan secara pribadi menjadi tanggung jawab kita,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam penyerahan bantuan alat penunjang kebersihan tersebut, tampak hadir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ardi, Kabag Ekonomi dan SDA Hendra Saputra, Camat Paal Merah M Toyib selaku Camat Paal Merah beserta para Lurah penerima bantuan, perwakilan Forum Kota Jambi Sehat Mulyono, serta Forum Ketua RT Kecamatan Paal Merah.(*)




Wali Kota Jambi Tinjau Terminal Alam Barajo, Dukung Revitalisasi dan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, bersama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr Benny Nurdin Yusuf, serta sejumlah pejabat terkait, melakukan peninjauan ke Terminal Tipe A Alam Barajo, Sabtu (13/9/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam merevitalisasi Terminal Alam Barajo sebagai pusat transportasi terpadu dan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Terminal Alam Barajo akan menjadi kebanggaan warga Kota Jambi.

Seluruh aktivitas transportasi darat akan dipusatkan di terminal ini untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

“Kami ingin tidak ada lagi PO bus yang berhenti sembarangan di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan. Terminal ini akan jadi pusat layanan transportasi yang terintegrasi,” ujar Maulana.

Pemerintah juga mengapresiasi peningkatan fasilitas di terminal, seperti perbaikan loket, kantin, mushalla, dan toilet. Semua ini berkat dukungan dari BPTD Kelas II Jambi.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkot Jambi akan menghibahkan lahan tambahan untuk perluasan area terminal.

Nantinya, terminal ini akan terintegrasi dengan transportasi publik dalam kota, termasuk mobil listrik yang sudah disiapkan oleh Pemkot Jambi.

Langkah ini menjadikan Terminal Alam Barajo tidak hanya sebagai simpul transportasi antarprovinsi, tetapi juga sebagai model transportasi berkelanjutan di Jambi.

Lebih dari sekadar terminal, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi pusat ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wali Kota Jambi berharap terminal ini menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal.

“Dengan adanya pusat ekonomi di terminal, UMKM akan berkembang dan pendapatan masyarakat pun meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr Benny Nurdin Yusuf, menyambut baik dukungan Pemkot Jambi terhadap proyek revitalisasi Terminal Alam Barajo.

Menurutnya, revitalisasi ini sejalan dengan visi Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan terminal modern berbasis mixed-use.

“Revitalisasi Terminal Alam Barajo sudah masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan. Kami targetkan paling lambat tahun 2026 mulai diprioritaskan,” ujarnya.

Terminal modern ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas belanja, ruang publik, dan sarana olahraga, menjadikannya kawasan multifungsi yang bermanfaat bagi masyarakat.(*)




Garuda Muda, Dari Semifinal Bersejarah ke Kualifikasi yang Membekas Luka, Bukti Inkonsistensi PSSI

HARAPAN besar yang disematkan kepada Timnas Indonesia U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini justru berubah menjadi kegagalan. Publik sepakbola tanah air masih segar mengingat catatan manis pada tahun 2024, ketika skuad Garuda Muda berhasil melaju hingga babak semifinal Piala Asia U-23, torehan bersejarah yang menyulut euforia nasional.

Namun, satu tahun berselang, cerita berbalik arah. Kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini menghadirkan wajah yang berbeda. Permainan yang belum konsisten, tekanan lawan yang semakin berat, serta mental yang terguncang menjelma badai yang menghantam laju Garuda Muda. Hasil yang diraih tak lagi seindah kenangan 2024.

Kulalifikasi Piala Asia U-23 2025 Indonesia tergabung di Gorup J bersama Laos, Makau dan Korea Selatan. Pada laga perdana melawan Laos berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Sebuah hasil yang mengecewakan, mengingat dominasi permainan tak mampu diubah menjadi kemenangan. Partai kedua menjadi pelipur lara sesaat. Garuda Muda tampil menggila, menghantam Makau dengan skor telak 5-0. Namun, laga penentuan kontra Korea Selatan menghadirkan kenyataan pahit. Meski bermain penuh semangat, satu celah kecil membuat gawang Indonesia kebobolan. Skor akhir 1-0 untuk Korea Selatan sekaligus menutup asa lolos ke Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi.

Namun kini, aroma kegagalan terasa menyengat. Kualifikasi Piala Asia U-23 terbaru justru meninggalkan catatan kelam: permainan kacau, arah tak jelas, dan di sinilah pertanyaan besar muncul: apakah PSSI benar-benar belajar dari masa lalu? Keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong dengan Gerald Vanenburg menjadi titik sorotan. Shin Tae-yong adalah pelatih yang membangun mental baja, menempanya perlahan seperti pandai besi yang mengeraskan logam dengan sabar. Sebaliknya, Gerald Vanenburg hadir dengan filosofi permainan indah ala Eropa, namun tanpa memastikan bahwa pondasi sepakbola Indonesia cukup kuat menampung ide tersebut. Hasilnya? Tim kehilangan arah, permainan kacau, dan identitas timnas seolah lenyap di lapangan.

Namun, kesalahan terbesar bukanlah pada Gerald Vanenburg. Ia hanyalah pion dalam papan catur besar. Masalah sesungguhnya ada di tubuh PSSI, federasi yang kembali terjebak dalam pola lama, terburu-buru, inkonsistensi, dan gagal menjaga kesinambungan. Sejarah berulang karena keputusan selalu diambil dengan tergesa, bukan berdasarkan rencana jangka panjang. Bagaimana mungkin sebuah bangsa berharap pada sepakbola yang kokoh jika pondasinya diganti setiap kali angin berhembus?

Sepakbola bukan sekadar soal menang hari ini, tetapi membangun arah untuk generasi esok. Semifinal 2024 seharusnya menjadi batu pijakan emas, bukan sekadar kenangan yang cepat pudar. Kini, Garuda Muda berdiri di persimpangan. Di satu sisi ada warisan STY yang mengajarkan kerja keras, disiplin, dan mental pantang menyerah. Di sisi lain ada eksperimen yang masih meraba-raba arah. Dan di cermin yang retak, publik melihat bayangan PSSI, federasi yang tampak berwibawa, tetapi rapuh oleh keputusannya sendiri.

Di sinilah perbandingan dengan negara maju seperti Jepang menjadi pelajaran berharga. Jepang melalui Japan Football Association (JFA) membangun kurikulum sepakbola yang terstruktur sejak usia dini, mulai dari sekolah dasar, akademi regional, hingga pelatihan elit nasional. Tidak hanya menekankan teknik, tetapi juga mental, etika, dan disiplin. Hasilnya? Jepang mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level dunia, bukan hanya sekadar menang di level lokal.

Indonesia, dengan talenta melimpah di usia muda, seharusnya bisa meniru model ini. Namun, tanpa kurikulum yang jelas dan konsistensi kebijakan PSSI, potensi itu sia-sia. Kita menyaksikan bukan sekadar kekalahan di lapangan, tapi juga kegagalan sistem. Publik tidak hanya ingin kemenangan, mereka ingin fondasi sepakbola yang jelas, pelatih yang konsisten, dan strategi jangka panjang yang nyata.

Jika PSSI benar-benar ingin Garuda muda terbang tinggi, langkah nyata harus segera diambil. Tidak cukup dengan mengganti pelatih atau mencari sensasi instan. Federasi harus membangun sistem yang berakar, menjaga identitas timnas, dan menegaskan arah jangka panjang. Tanpa itu, impian besar sepakbola Indonesia hanyalah fatamorgana, indah dipandang, namun rapuh dan mudah runtuh.

Sepakbola bukan soal pergantian pelatih instan, melainkan perjalanan panjang membangun identitas. Publik Indonesia tidak lagi haus janji, melainkan bukti. Jika PSSI ingin keluar dari lingkaran kegagalan, mereka harus berani menaruh kepercayaan pada kesinambungan, memberi ruang pada proses, dan menjadikan visi jangka panjang sebagai kompas.

sepakbola butuh fondasi, bukan fatamorgana. Jangan lagi jadi federasi yang hanya jago retorika, jadilah pengurus yang berani menjaga konsistensi dan identitas timnas!.(*)

Penulis : Rivalwan, S.Si., M.Pd., AIFO-P (Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Tadulako)