900 Hektare Kawasan Kumuh Muncul Lagi di Kota Jambi, Perkim Bergerak Cepat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) saat ini tengah melakukan sinkronisasi dan pemutakhiran data kawasan kumuh di wilayah kota.

Kepala Dinas Perkim Kota Jambi, Mahruzar, mengungkapkan bahwa luas Kota Jambi mencapai sekitar 17.500 hektare, dengan populasi lebih dari 700 ribu jiwa.

Sekitar 65 persen wilayah telah menjadi kawasan permukiman, dan 968 hektare di antaranya dikategorikan sebagai kawasan kumuh berdasarkan SK Wali Kota tahun 2016.

“Kawasan kumuh ini tersebar di 61 kelurahan. Hanya Kelurahan Pasar yang tidak ditemukan zona kumuh,” ungkap Mahruzar.

Sejak program penanganan dimulai sekitar enam tahun lalu, luas kawasan kumuh sempat berhasil ditekan hingga 120 hektare.

Namun, saat ini angka tersebut kembali melonjak menjadi 900 hektare.

“Permukiman lama yang sudah dibenahi kembali jadi kumuh karena tidak dilakukan pemeliharaan rutin. Selain itu, kawasan baru terus bermunculan,” katanya.

Faktor utama yang memicu kembalinya kawasan kumuh adalah keterbatasan anggaran, minimnya infrastruktur dasar, serta rendahnya penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) oleh masyarakat.

Masalah akses air bersih juga masih menjadi keluhan warga di beberapa titik.

Dijelaskan Mahruzar, indikator kawasan kumuh meliputi kerapatan bangunan, sistem pembuangan sampah, ketersediaan air bersih, hingga sarana darurat seperti pemadam kebakaran.

Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, penanganan kawasan kumuh dibagi menurut luas wilayah:

  • Di atas 15 hektare → Kewenangan pemerintah pusat

  • 10–15 hektare → Kewenangan pemerintah provinsi

  • Di bawah 10 hektare → Tanggung jawab pemerintah kota/kabupaten

Pemkot Jambi menargetkan sinkronisasi data rampung dalam waktu dekat agar perencanaan intervensi pembangunan lebih akurat dan berkelanjutan.(*)




Cinta Lebih Adiktif dari Narkoba: Penjelasan dr. Ryu Hasan

dr. Ryu Hasan menjelaskan cinta lebih adiktif dari narkoba, membahas pengaruh otak dan emosi saat jatuh cinta dan putus cinta.

SEPUCUKJAMBI.IDCinta lebih adiktif dari narkoba, itulah pernyataan dr. Ryu Hasan, pakar bedah saraf, yang mengungkap fakta ilmiah mengejutkan tentang cinta. Menurutnya, jatuh cinta bukan hanya soal perasaan, melainkan reaksi biologis di otak yang bisa menumpulkan logika dan membuat manusia bertindak irasional.

Mengapa Cinta Lebih Adiktif dari Narkoba?

Ketika seseorang jatuh cinta, otak melepaskan dopamin dan oksitosin, hormon yang menciptakan rasa bahagia, euforia, sekaligus keterikatan mendalam. Dr. Ryu menjelaskan, reaksi ini bahkan lebih kuat daripada efek narkoba karena melibatkan banyak area otak sekaligus.

Yang menarik, cinta juga menonaktifkan bagian otak yang biasanya berfungsi mengendalikan logika dan kritik. Itulah sebabnya orang yang jatuh cinta kerap “buta” terhadap kekurangan pasangannya.

Otak Saat Jatuh Cinta: Laki-laki vs Perempuan

Menurut dr. Ryu Hasan, respons cinta antara pria dan wanita memiliki perbedaan:

  • Wanita: amigdala dan anterior cingulate cortex (pusat kontrol logika) menjadi “mati suri”. Akibatnya, wanita lebih mudah mengabaikan hal-hal yang biasanya ia perhatikan secara kritis.

  • Pria: jatuh cinta memicu lonjakan testosteron, dopamin, dan vasopresin, sehingga pikiran bisa terfokus pada pasangan hingga 85% waktu terjaga.

Efeknya sama seperti “mabuk cinta”—alami, namun dampaknya nyata pada otak.

Putus Cinta: Rasa Sakit yang Nyata di Otak

Perasaan patah hati bukan sekadar kiasan. Saat cinta berakhir, kadar dopamin menurun drastis sehingga otak mengalami rasa sakit emosional yang mirip dengan sakit fisik. Itulah mengapa putus cinta bisa menimbulkan gejala seperti depresi, cemas, hingga gangguan tidur.

Namun, menurut dr. Ryu, otak manusia punya “rencana cadangan”. Saat menjalin hubungan baru, otak kembali melepaskan dopamin dan oksitosin yang membantu menyembuhkan luka emosional akibat putus cinta.

Belajar Bijak dari Fakta Ilmiah tentang Cinta

Mengetahui bahwa cinta adalah reaksi biologis di otak membuat kita bisa lebih bijak dalam menjalani hubungan. Cinta memang bisa membuat kita bahagia, tetapi juga bisa menimbulkan sakit yang nyata.

Seperti narkoba, cinta bersifat adiktif. Bedanya, cinta adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Yang terpenting, kita harus mampu menyeimbangkan perasaan dengan kesadaran diri agar tidak terjebak dalam hubungan yang merugikan.

dr. Ryu Hasan menegaskan, cinta memang lebih adiktif dari narkoba karena melibatkan kerja kompleks otak yang memengaruhi emosi, logika, hingga perilaku. Dengan memahami sisi ilmiah cinta, kita bisa melihat hubungan asmara bukan sekadar perasaan, melainkan juga fenomena biologis yang patut disikapi dengan bijak. (*)




42 Dapur MBG Beroperasi di Kota Jambi, Wali Kota: Perlu Jaga Stok Pangan

Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan di berbagai daerah dinilai dapat memberikan efek terhadap laju inflasi, khususnya pada komoditas pangan.

Di Kota Jambi, potensi kenaikan permintaan pada bahan pangan seperti telur dan ayam menjadi sorotan pemerintah.

Wali Kota Jambi, Maulana, dalam rapat capacity building bersama Bank Indonesia, BPS, OPD, dan Forkopimda, menyampaikan bahwa program MBG memiliki manfaat besar bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Namun perlu diimbangi dengan pengawasan distribusi bahan pokok agar tidak memicu lonjakan harga.

“Program MBG sangat strategis untuk peningkatan gizi masyarakat. Namun, lonjakan permintaan pangan bisa berdampak pada inflasi jika tidak diantisipasi. Maka, diperlukan sinergi dengan pemerintah pusat dan Bank Indonesia,” ujar Maulana, Rabu (20/8/2025).

Hingga saat ini, 42 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah siap beroperasi di Kota Jambi, dari target total 62 dapur.

Pemerintah daerah optimis dapat memenuhi kekurangan 20 dapur lainnya dalam waktu dekat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi, Warsono, menilai inflasi dari sisi MBG belum mengkhawatirkan.

Namun menurutnya, inflasi pangan tetap menjadi tantangan strategis, terutama di tengah pelaksanaan program nasional dengan kebutuhan logistik yang tinggi.

“Kenaikan permintaan telur, ayam, dan bahan pokok lainnya akibat MBG harus diimbangi dengan kestabilan pasokan. Jika tidak dijaga, potensi inflasi bisa muncul secara perlahan,” jelas Warsono.

Bank Indonesia mencatat proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 berada di kisaran 4,3–5,1 persen.

Namun inflasi pangan diprediksi tetap menjadi salah satu isu utama, terutama dalam pelaksanaan program berbasis gizi seperti MBG yang menyasar sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi pun menegaskan komitmennya untuk mengawal distribusi dan pengawasan harga agar program gizi ini tidak menjadi pemicu gejolak ekonomi lokal. (*)




Wali Kota Maulana dan Wamen BKKBN Kompak Dorong Program Cegah Stunting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., serta Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Jambi, Rabu siang (20/8/2025).

Selain itu turut hadir dalam giat itu Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, M. Jaelani.

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Jambi, Wakil Kepala BKKBN RI beserta rombongan menaruh perhatian khusus pada kelompok anak balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Fokus ini menjadi langkah krusial dalam mendukung strategi nasional percepatan penurunan stunting di Indonesia, guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dalam rangkaian tinjauannya, Wamen Ratu Ayu menyambangi kediaman Ibu Oktavia, seorang ibu hamil warga RT 06 Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, yang didiagnosa mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).

Selain itu, ia juga mengunjungi Ibu Lusiana, ibu hamil warga RT 28 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo. Tidak hanya itu, Wamen turut meninjau secara langsung proses pelayanan imunisasi di UPTD Puskesmas Rawasari.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan berupa paket makanan beroperasi gizi secara simbolis kepada tiga orang ibu hamil, sebagai bentuk dukungan nyata dalam pemenuhan gizi keluarga.

Dikesempatan itu tampak turut mendampingi, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ucok Abdulrauf Damenta, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, serta Kepala Perangkat Daerah terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi.

Usai melakukan tinjaunnya, kepada awak media, Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata untuk mengimplementasikan Asta Cita Presiden.

Terkait bagaimana melihat langsung evaluasi program pemerintah di masyarakat sekaligus memastikan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Presiden menaruh perhatian besar pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Program prioritas seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga cek kesehatan gratis, semua diarahkan untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan kuat,” jelasnya.

Wakil Kepala BKKBN juga mengatakan bahwa pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah strategis untuk memutus rantai stunting, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan dan bagi ibu hamil.

“Kehidupan awal manusia dimulai sejak masa kehamilan. Maka melalui program MBG ini adalah kepedulian Presiden terhadap gizi ibu hamil, serta bentuk nyata komitmen dalam membangun generasi unggul Indonesia,” katanya.

Dikesempatan itu, dirinya juga mengingatkan peran penting suami untuk mendukung istri selama masa kehamilan, dengan menjaga kesehatan, serta anjuran memastikan mengkonsumsi makanan bergizi.

“Seorang suami harus siap menjadi ayah siaga. Dukungan keluarga, terutama dari suami, sangat penting agar ibu hamil tetap sehat, persalinan lancar, serta bayi nantinya bisa tumbuh optimal,” ucapnya.

Ratu juga tekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia dua tahun, dilanjutkan dengan pendampingan makanan bergizi (MPASI) sejak usia enam bulan.

Karena, langkah ini menjadi bagian kunci dalam mencegah stunting sejak dini.

Dalam Kunkernya tersebut, Wamen juga tampak memberikan edukasi seputar Kesehatan Ibu Hamil, dalam upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi dalam rangka Pelaksanaan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

“Ini adalah program komplementer terhadap program prioritas Presiden yakni program MBG. Jadi bilamana belum tersentuh program MBG kami lakukan melalui program Genting ini,” jelasnya.

Dirinya berharap, melalaui kolaborasi dari seluruh program baik itu di daerah dan pusat, angka prevalensi stunting Provinsi Jambi yang saat ini berada diangka 19,8 persen bisa terus turun.

“Kita akan terus targetkan untuk turun, dan mudah-mudahan dengan turunnya angka Prevalensi stunting bisa turut meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Karena bagaimanapun, kalau kita ingin menyukseskan Indonesia Emas harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga,” tutup Wamen Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Sementara itu, usai melakukan pendampingan tersebut, Wali Kota Maulana dalam keterangannya, menuturkan bahwa telah menyampaikan sejumlah program inovatif Pemerintah Kota Jambi kepada Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, terutama dalam konteks pencegahan stunting.

“Alhamdullillah, melalui program-program tersebut sangat berdampak pada angka stunting kota Jambi, yang pada tahun 2023 lalu diangka 13,5 persen, sementara di tahun 2024 diangka 10,5 persen,” ujarnya.

Wali Kota optimis dengan program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti kepada anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui dapat terus menekan angka stunting di Kota Jambi yang targetnya diangka 8 persen.

“Ini adalah hal yang harus kita perjuangkan bersama, melalui program-program kolaboratif lainnya dilapangan. Seperti yang diterapkan di Kecamatan Alam Barajo ini melalui program Si Paling Demen. Dan masih banyak lagi inovasi diwilayah -wilayah lain yang secara keseluruhan akan membantu menekan percepatan angka stunting,” ucap Maulana.

Ia menambahkan, bahwa program penanganan stunting ini telah tersebar disemua perangkat daerah dan instansi vertikal dilingkup Kota Jambi.

Seperti Dinas Kesehatan ada pemeriksaan ibu hamil, PDAM ada penambahan air bersih bagi warga berpenghasilan rendah, Dinas Perkim ada Bedah Rumah dan Dinas Lingkungan Hidup tentang pengolahan sampah.

“Secara keseluruhan program ini tujuannya sama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sehingga menghasilkan penurunan stunting yang kerjanya lintas OPD dan stakeholder terkait,” tutup Wali Kota Jambi itu.(*)




Hari Anak Nasional : Wali Kota Maulana Bawa Anak-Anak Jambi Tumbuh Bahagia dan Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tawa riang dan wajah-wajah ceria anak-anak menyelimuti perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (20/8/2025).

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dengan penuh kehangatan menyambut kehadiran anak-anak dari berbagai penjuru Kota Jambi.

Suasana terasa semakin akrab, aula rumah dinas itu pun seakan berubah menjadi ruang bermain dan berbagi bahagia antara pemimpin kota dengan generasi penerus bangsa.

Yang membuat perayaan tahun ini semakin istimewa, karena hadirnya pula anak-anak berkebutuhan khusus yang menampilkan berbagai kreasi terbaik mereka.

Dari alunan musik, peragaan busana, hingga koreografi yang penuh semangat, semuanya tersaji indah dan memikat. Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh, menjadi tanda betapa setiap anak berhak untuk dihargai, didukung, dan diberi ruang untuk bersinar.

Momen HAN yang mengusung tema “Anak Indonesia Bersaudara” itu semakin menegaskan kembali komitmen bahwa Kota Jambi adalah kota yang inklusif, ramah, serta peduli terhadap anak, di mana setiap anak tanpa terkecuali, mendapat tempat yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berbahagia.

Acara itu juga dirangkai dengan pengukuhan Forum Anak Daerah Bumi Angso Duo Kota Jambi masa bakti 2025-2027 dan syukuran atas diraihnya penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025 untuk Kota Jambi dengan predikat tertinggi nasional, yakni “Peringkat Utama”.

Wali Kota Jambi dokter Maulana, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan semua pihak akan peran strategis anak dalam keberlangsungan bangsa.

“Hari Anak Nasional mengingatkan kita semua bahwa anak adalah aset terbesar bangsa. Mereka harus mendapatkan ruang terbaik untuk tumbuh, berkembang, dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. “Mari kita terus perkuat solidaritas, sehingga tidak ada lagi kekerasan, perundungan, maupun bentuk diskriminasi terhadap anak,” imbuhnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas beragam penampilan yang ditampilkan siswa-siswi Kota Jambi pada perayaan Hari Anak Nasional kali ini, khususnya dari anak-anak istimewa atau berkebutuhan khusus yang turut menunjukkan bakat terbaiknya.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap anak-anak. Namun dukungan tidak cukup hanya dari pemerintah saja, melainkan juga dari seluruh lapisan masyarakat, dengan memberikan ruang kreasi dan kesempatan yang luas bagi anak-anak. Termasuk melalui program Kampung Bahagia yang akan memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana sebagai wadah generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Maulana juga menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, yang tidak jarang membawa pengaruh negatif bagi tumbuh kembang mereka.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung penghapusan segala bentuk eksploitasi anak. Salah satunya dengan tidak memberikan sumbangan di lampu merah, karena hal tersebut justru mendorong anak berada di jalanan. Jika ingin bersedekah, salurkanlah melalui lembaga resmi agar lebih tepat sasaran,” tegasnya .

Dalam upaya memenuhi serta melindungi hak-hak anak, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menjalankan berbagai langkah nyata, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan.

Di bidang kesehatan, Pemkot Jambi terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian imunisasi dasar lengkap, hingga program pencegahan stunting yang menjadi prioritas bersama.

Selain itu, fasilitas kesehatan di Faskes Pertama juga didorong untuk semakin ramah anak, sehingga mampu memberikan pelayanan yang nyaman dan aman bagi mereka.

Sementara di bidang pendidikan, Pemkot Jambi berkomitmen menjamin akses pendidikan yang merata, mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah.

Berbagai program beasiswa bagi anak-anak berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu juga terus digulirkan melalui program “Kartu Bahagia,” agar tidak ada anak Kota Jambi yang terhambat dalam menempuh pendidikan.

“Semua upaya ini merupakan wujud kesungguhan kita dalam memastikan setiap anak di Kota Jambi dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” ungkap Maulana.

Terkait penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang baru saja kembali diraih oleh Kota Jambi, selain menyampaikan rasa syukur apresiasinya, Wali Kota Maulana juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga capaian tersebut.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, stakeholder terkait, hingga masyarakat, untuk terus mempertahankan setiap indikator penilaian, khususnya pada “Peringkat Utama”, sebagai bukti nyata kesungguhan Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang ramah anak.

“Ini adalah perjuangan kita bersama, dan tentu menjadi tanggung jawab ke depan bagaimana mempertahankan seluruh indikator penilaian. Termasuk langkah konkret dalam mencegah segala bentuk eksploitasi terhadap anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur semata, tetapi juga dari sejauh mana sebuah daerah mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Anak-anak adalah fondasi utama masa depan Kota Jambi. Maka dari itu, tugas kita bersama dalam mendidik mereka tidak cukup hanya melalui dunia pendidikan formal, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai pondasi pertama dan utama,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPMPPA) Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Anak Nasional tingkat Kota Jambi ini bertujuan sebagai wujud penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata dalam mewujudkan ruang bersama bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memperluas pemanfaatan Call Center SAPA 129 sebagai sarana penanganan permasalahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan satu data gender dalam penyusunan kebijakan dan program pemenuhan hak serta perlindungan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan HAN tingkat Kota Jambi tahun ini melibatkan sebanyak 370 anak, yang terdiri dari Forum Anak Daerah Bumi Angso Duo Kota Jambi, anak-anak berkebutuhan khusus dari SLB Harapan Mulya, serta siswa-siswi berprestasi tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kota Jambi.

Lebih jauh, Noverentiwi juga menjelaskan bahwa dalam rangkaian HAN tahun ini turut diselenggarakan Lomba Kelurahan Layak Anak yang diikuti oleh 11 kelurahan sebagai perwakilan dari setiap kecamatan.

“Lomba ini merupakan representasi dari tujuan besar kita bersama, yaitu menjadikan Kota Jambi sebagai Kota Layak Anak, di mana seluruh pihak berkomitmen memperjuangkan pemenuhan hak anak dalam kehidupan bermasyarakat,” sebutnya.

Dalam acara itu turut dilakukan penyerahan piagam penghargaan Kelurahan Layak Anak dalam rangkaian lomba Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025. Selain itu, diberikan pula bingkisan dari Forum CSR yang tergabung dalam Perusahaan Sahabat Anak Indonesia kepada para siswa-siswi berprestasi, mulai dari tingkat Kota, Provinsi, Nasional hingga Internasional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagai penampilan menarik dari perwakilan sekolah di Kota Jambi, serta pemutaran film pendek bertema “Stop Bullying dan Perundungan” yang menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Sentra Alyatama Hendra Permana, Bunda PAUD Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi, jajaran Pemerintah Kota Jambi, Asosiasi Sahabat Anak Indonesia, serta para tamu undangan lainnya.(*)




BPPRD Kota Jambi: Penerimaan Pajak Daerah Capai Rp257 Miliar hingga Juli 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi melaporkan realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp257 miliar hingga akhir Juli 2025.

Angka ini telah mencapai 56 persen dari target perubahan anggaran tahun ini sebesar Rp466 miliar.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Nella Ervina, menyatakan pencapaian ini cukup positif meski masih ada tantangan ke depan.

“Kami optimis target akhir tahun akan tercapai bahkan berpotensi melebihi target yang sudah ditetapkan,” kata Nella.

Nella menambahkan, target anggaran tahun ini mengalami peningkatan sekitar Rp51 miliar dari anggaran murni sebelumnya.

Sebagai bagian dari strategi pengoptimalan pendapatan asli daerah (PAD), BPPRD terus menggenjot berbagai langkah, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah program pemutihan denda untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Gubernur. Jika sudah ada, sosialisasi akan dilakukan secara luas kepada masyarakat,” ungkapnya.

Nella berharap program pemutihan ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, BPPRD juga tengah melakukan pemetaan potensi pajak dari sektor usaha kuliner malam dan rumah makan yang terus berkembang di Kota Jambi.

Menurutnya, usaha kuliner malam memiliki potensi pendapatan yang besar dan perlu dilakukan pendataan ulang untuk memaksimalkan kontribusinya terhadap PAD.

“Pendataan ini penting agar seluruh potensi pajak bisa tergali secara optimal tanpa ada yang terlewat,” tambah Nella.

Langkah-langkah ini sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat PAD guna mendukung pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik.(*)




Rumah Baca Polairud Jambi, Tempat Anak Pulau Pandan Belajar dan Mengaji

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Jambi merenovasi sebuah rumah di RT 31, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, menjadi Rumah Baca.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu, 20 Agustus 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya dalam pembelajaran agama dan pendidikan karakter.

Proses renovasi dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, bersama jajarannya, termasuk Wadir AKBP Abilio Dos Santos dan para Kasubdit.

Kegiatan ini juga melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat kelurahan, serta warga sekitar yang antusias mendukung.

Rumah Baca tersebut dirancang sebagai tempat belajar mengaji, membaca Al-Qur’an, dan menumbuhkan nilai moral serta semangat kebangsaan di kalangan anak-anak dan remaja.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang layak bagi masyarakat, tidak hanya menyediakan bangunan, tapi juga guru, buku, dan Al-Qur’an. Ini bagian dari gerakan mencerdaskan anak bangsa,” ujar Kombes Agus Tri Waluyo.

Selain renovasi, Ditpolairud juga menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga yang berpartisipasi dalam pembangunan.

Mereka juga membuka peluang bagi masyarakat dan donatur yang ingin berkontribusi melalui Ketua RT setempat.

Kegiatan ini turut menjadi bagian dari semangat Hari Kemerdekaan RI ke-80, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih di lokasi secara simbolis.(*)




Pesan Maulana di Hari Anak: Jangan Eksploitasi Anak, Salurkan Bantuan Secara Benar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam melindungi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta mendapatkan pendidikan yang layak.

Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang mengangkat tema “Anak Indonesia Bersaudara.”

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti masih maraknya praktik eksploitasi anak di sejumlah titik lampu merah Kota Jambi.

Anak-anak kerap dimanfaatkan untuk menarik simpati pengguna jalan demi mendapatkan uang.

“Ada rasa iba ketika melihat anak-anak di jalan, sehingga masyarakat sering kali memberikan uang. Namun, hal itu justru memperpanjang praktik eksploitasi anak,” kata Maulana.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti memberikan uang atau bantuan apapun kepada anak-anak yang berada di jalanan,” tegas Maulana.

Sebagai solusi, ia mendorong masyarakat untuk menyalurkan donasi melalui lembaga resmi yang memiliki otoritas dalam penanganan anak.

“Kalau masyarakat mau menyumbang, silakan disalurkan melalui lembaga atau badan yang kompeten. Pemerintah akan selalu memperhatikan hak-hak anak, baik melalui bantuan pendidikan, sosial, maupun program perlindungan anak lainnya,” tambahnya.

Maulana juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi berkomitmen penuh membangun kota yang ramah anak.

Ia berharap tidak ada lagi anak yang menjadi korban eksploitasi jalanan dan semua anak di Jambi dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung masa depan mereka.(*)




Gaya Hidup Sehat ala Ade Rai: Bukan Soal Berat Badan

Ade Rai menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat melalui latihan beban dan menjaga komposisi tubuh, bukan sekadar menurunkan berat badan.

SEPUCUKJAMBI.ID – Selama ini, banyak orang menganggap obesitas sebagai penyebab utama berbagai penyakit degeneratif. Pandangan tersebut bahkan sering menjadi dasar dalam kebijakan layanan kesehatan. Gaya hidup sehat sering kali dipahami hanya sebatas menurunkan berat badan. Namun, menurut Ade Rai, atlet binaraga dan pakar kebugaran, hidup sehat bukan hanya soal angka di timbangan, melainkan memperhatikan komposisi tubuh serta menjadikan olahraga sebagai bagian rutinitas sehari-hari. Dalam salah satu penjelasannya, Ade Rai menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi memperhatikan komposisi tubuh dan menjadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup sehari-hari.

1. Meluruskan Mitos tentang Obesitas

Obesitas memang dapat meningkatkan risiko penyakit, tetapi bukan berarti semua penyakit degeneratif berakar hanya dari masalah berat badan. Menurut Ade Rai, cara pandang ini bisa menyesatkan. Kesehatan tidak bisa diukur dari timbangan semata, melainkan harus dilihat dari kualitas tubuh secara menyeluruh, termasuk massa otot, lemak, dan gaya hidup yang dijalani.

2. Pentingnya Komposisi Tubuh

Komposisi tubuh jauh lebih menentukan kualitas kesehatan dibanding berat badan. Dua orang dengan berat sama bisa memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, tergantung pada jumlah massa otot dan lemak di tubuh mereka. Massa otot yang baik dapat meningkatkan metabolisme, membantu tubuh tetap bugar, dan melindungi dari berbagai risiko penyakit.

Baca juga:  Pola Hidup Sehat untuk Remaja di Era Modern

3. Latihan Beban sebagai Kunci Sehat

Ade Rai menekankan pentingnya latihan beban (resistance training) sebagai fondasi gaya hidup sehat. Olahraga ini bukan hanya untuk membentuk tubuh ideal, melainkan untuk:

  • meningkatkan metabolisme,

  • menjaga kekuatan otot dan tulang,

  • memperbaiki postur tubuh,

  • serta menjaga kebugaran di usia lanjut.

Dengan latihan beban yang teratur, tubuh lebih mudah mempertahankan keseimbangan antara otot dan lemak, sehingga kesehatan bisa lebih optimal.

4. Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat

Untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat, Ade Rai menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja:

  • Kombinasikan olahraga: gabungkan latihan kardio (lari, bersepeda) dengan latihan beban.

  • Pantau komposisi tubuh, bukan hanya angka berat badan.

  • Atur pola makan bergizi: perbanyak protein, sayur, serat, dan lemak sehat.

  • Konsistensi lebih penting daripada instan: mulai dari langkah kecil yang bisa dijalani rutin.

  • Cukup istirahat: tidur dan pemulihan tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Pesan utama dari Ade Rai adalah bahwa hidup sehat bukan soal mengejar angka di timbangan, melainkan soal keseimbangan tubuh dan kebiasaan positif yang dijalani secara konsisten. Dengan memahami pentingnya komposisi tubuh dan menerapkan latihan beban serta pola hidup sehat, kita bisa menjadikan kesehatan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tujuan sesaat (*)

Gaya Hidup Sehat, Hidup Sehat, Ade Rai, Latihan Beban, Komposisi Tubuh, Obesitas, Fitness, Kesehatan




Pemutihan Pajak Kendaraan Jambi 2025 Dimulai, Ini Manfaat dan Syaratnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi meluncurkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025, yang dimulai sejak 19 Agustus hingga 22 Desember 2025.

Program ini bertujuan memberikan keringanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris, Pemprov Jambi memberikan berbagai bentuk insentif dan penghapusan sanksi administratif bagi pemilik kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Manfaat Program Pemutihan Pajak 2025 di Jambi

Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Diskon pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk yang membayar sebelum jatuh tempo:

    • Roda Dua (R2): 5%

    • Roda Empat (R4): 2,5%

  • Pembebasan denda PKB bagi kendaraan yang pajaknya telah melewati jatuh tempo

  • Pembebasan denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II

  • Penghapusan denda SWDKLLJ untuk tahun sebelumnya

  • Keringanan pokok PKB bagi kendaraan yang mati lebih dari 2 tahun (cukup bayar 2 tahun)

Menurut Roni Paslah, Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, kesempatan ini terbuka bagi seluruh wajib pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jambi.

“Pemutihan kali ini bukan hanya membebaskan denda, tapi juga memberi diskon untuk yang membayar sebelum jatuh tempo. Ini momen tepat untuk taat pajak tanpa terbebani biaya besar,” ungkapnya.

Syarat dan Ketentuan Pemutihan Pajak

Program ini hanya berlaku untuk kendaraan tertentu dan jenis layanan tertentu. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Satu kendaraan hanya bisa ikut program satu kali

  • Tidak berlaku untuk kendaraan baru (BBN I), mutasi keluar provinsi, ganti mesin, atau kendaraan wajib uji emisi

  • Bagi kendaraan yang tidak diregistrasi ulang minimal 2 tahun setelah STNK habis masa berlaku, data akan dihapus permanen sesuai Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemutihan pajak melalui:

  • Samsat induk kabupaten/kota

  • Samsat keliling

  • Gerai Samsat di WTC Mall, JBC, dan mall pelayanan publik

  • Pos Samsat dan bank mitra resmi

Syarat dokumen:

  • Untuk BBNKB II: KTP, STNK, BPKB asli, kwitansi, dan cek fisik kendaraan

  • Untuk perpanjangan tahunan: cukup KTP dan STNK asli. (*)