Film ‘LANA’ Usung Talenta Lokal Kota Jambi, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses syuting film LANA resmi dimulai pada Senin, 25 Agustus 2025.

Film yang mengangkat isu sosial eksploitasi anak dan pengamen cilik ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak pemain lokal berbakat dan masyarakat sekitar.

Produksi film ini digarap oleh CV Kreasi Event Nusantara Indonesia, dengan naskah yang ditulis oleh Reza Fender Rizky, dan disutradarai oleh Dicky dan Ipank.

Dalam acara doa bersama dan syukuran sehari sebelumnya (24 Agustus), para pemain mulai diperkenalkan kepada publik.

Berikut beberapa pemeran utama dan pendukung dalam film LANA:

Freya Octavia Koesin

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Perempuan kelahiran Jambi, 17 Oktober 2016 ini memerankan karakter Okta, anak komplek yang berkecukupan dan sedikit berlagak sombong.

Anak Perempuan yang bersekolah di SD Xaverius 1 Kota Jambi ini, selain cantik juga berperawakan lucu.

Akhayla Putri Dilia

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Remaja Perempuan kelahiran Kota Jambi 15 Maret ini, berperan sebagai Nadya, yang tak lain ada anak dari Pak RT.

Akhayla Putri Dilia ini biasa akrab disapa Kheyke. Ia saat ini menempuh Pendidikan di SMPN 8 Kota Jambi.

Muhammad Ilham Hasibuan

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Remaja laki-laki ini, berperan sebagai Fiqih. Anak di Kawasan Pasar Kota Jambi yang bandel, dan suka berantam.

Pria yang akrab disapa Ilham ini, lahir di Medan 17 maret 2008 silam. Saat ini dia bersekolah di SMAN 8 Kota Jambi.

Sari Azzahra Alkahfi

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Anak Perempuan kelahiran 27 Februari 2016 ini, berperan sebagai Fia. Sama seperti karakter Okta, di film ini dirinya berperan sedikit sombong.

Ya, gadis cilik yang sat ini bersekolah di SDN 140 Kota Jambi ini, cukup menggemaskan. Selain itu, dirinya juga kerap terlibat di berbagai film lokal.

Nada Fajria Salsabila

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Gadis kecil kelahiran Kuala Enok 29 April 2015 lalu ini, berperan sebagai Zaza.

Di mana, Zaza ini merupakan karakter anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Nada sendiri saat ini bersekolah di SDN 51 kota Jambi.

Detrianto

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Pria kelahiran 26 Desember 2007 ini, menjadi peran utama dalam film ‘LANA’. Dia memerankan Lana itu sendiri.

Pria yang telah lulus dari SMKN 1 Kota Jambi ini, memiliki tingkah gemulai yang kerap membuat teman-temannya dan kru film kesal hingga tertawa.

Lyra Ramadhani Lubis

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Gadis yang memiliki ciri khas rambut Panjang dan keriting ini, berperan sebagai Jeni. Jeni sendiri, Adalah gadis yang disukai oleh Lana.

Lyra lahir di Jambi 1 Agustus 2012 lalu. Dan kini tengah sekolah di SMPN 3 Tanjab Barat.

Andi Agam Abqori

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

 

Anak kecil berbadan gempal ini berperan sebagai Tono. Andi yang lahir di Jambi, 12 September 2015 lalu ini, saat ini tengah bersekolah di SD Madrasah Ibtidaiyah Mi Salamah.

Dia merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Afifa Nahda Rafanda Munthe

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Gadis kecil kelahiran 23mei2014 ini memerankan karakter Mifta, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Afifah sendiri bersekolah di SDN 25 Kota Jambi.

Salsa Bila Nadifa

Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya

Gadis kecil kelaihran 20 oktober 2014 ini memerankan karakter Yana , yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Salsa saat ini bersekolah di SDN 09 Kota Jambi.

Kemudian Ada Diaz, yang berperan sebagai Al Fatih. Yang kesehariannya menjadi seorang reporter salah satu stasiun telivisi lokal.

Raga. Berperan sebagai anak komplek yang baik Bernama Rio. Ia merupakan teman dari Okta dan Fia. Namun sifatnya berbeda dari keduanya.

Reza Fender Rizky, yang tak lain Adalah penulis naskah film ini. Ia juga ikut berperan dalam film ini, menjadi Pak RT kampung Bahagia dalam keluarga Lana.

Dewi, yang kesehariannya berkerja di salahs atu Bank di Kota Jambi ini, berperan sebagai Lesty, istri Pak RT.

Hendry Nursal. Pria ini sudah malang melintang di dunia peran. Kali ini, ia merambah ke dunia film. Di film ini ia berparan sebagai Jarot, bos para preman.

Ipang. Cowok berbadan gempal, rambut sedikit Panjang dan memiliki tattoo di tangan ini,berperan sebagai Vincent. Yang tak lain adalah preman, anak buah Jarot.

Aliong. Cowok berpostur tinggi dan berkulit putih, bak koko-koko Chinese ini, berperan sebagai Lion. Aliong sendiri, juga sudah malang melintang di perfilman, baik lokal maupun nasional.

Bilqis. Gadis kecil ini memerankan karakter Bilqis, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Queen. Gadis kecil ini memerankan karakter Queen, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.

Lerry Lubis. Sesuai postur tubuh. Pria berbadan gembul ini, memerankan karakter Gembul, yang juga sebagai preman.

Derrent. Cowok yang juga berparas bak orang Chinese ini, memerankan karakter Rojak, seorang preman.

Miftahurrahma. Wanita satu ini, berperan sebagai Imung emak-emak komplek, di mana pada film ini, dai begitu naksir dengan Al Fatih.

Martini. Ibu satu ini berperan sebagai Mak Leha, yang merupakan emak-emak komplek. Kerap ngerumpi Bersama Imung.

Bado. Pria berbadan besar ini, berperan sebagai Bado, yang merupakan anggota Satpol PP kota Jambi.

Dicky. Pria ini juga berperan sebagai anggota Satpol PP Kota Jambi.

Rizal Zebua. Pria ini berperan sebagai Masyarakat yang melaporkan adanya pengamen yang kerap meresahkan pengunjung tempat wisata.

Film ini juga menghadirkan pemeran pendukung yang berasal dari warga lokal, tokoh masyarakat, serta beberapa pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jambi.

Angkat Isu Sosial dan Potensi Wisata Jambi

Film LANA mengangkat realita tentang anak-anak jalanan, pengamen cilik, dan eksploitasi yang terjadi di ruang publik—terutama di kawasan wisata seperti Tugu Keris Siginjai, Hutan Kota Jambi, dan Danau Sipin.

Selain menyampaikan pesan moral, film ini juga menampilkan keindahan dan potensi pariwisata Kota Jambi.

“Film ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana edukasi dan refleksi sosial bagi masyarakat. Kami bangga bisa mengangkat kisah dari daerah sendiri,” ujar Diza Hazra Aljosha, Wakil Wali Kota Jambi, saat menghadiri acara syukuran.

Proses syuting dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu ke depan.(*)




Wawako Jambi Apresiasi Film ‘LANA’, Angkat Isu Eksploitasi Anak & Keindahan Wisata Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, memberikan apresiasi atas dimulainya proses syuting film berjudul “LANA”, sebuah film lokal yang mengangkat isu eksploitasi anak dan pengamen di bawah umur yang marak terjadi di tempat-tempat wisata Kota Jambi.

Ini disampaikannya, saat menghadiri acara syukuran dan doa bersama demi kelancaran proses syuting film “LANA” Minggu 24 Agustus 2025, yang dimulai Senin 25 Agustus 2025 esok.

Film ini digarap oleh CV Kreasi Event Nusantara Indonesia dengan menggandeng banyak talenta lokal serta melibatkan masyarakat dan unsur pemerintah daerah.

Wawako menyebut, film ini penting sebagai bagian dari upaya edukasi dan penyadaran masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya film ‘LANA’ yang mengangkat isu sosial penting seperti eksploitasi anak di ruang publik dan tempat wisata. Selain menjadi sarana hiburan, film ini juga bisa menjadi edukasi yang kuat untuk warga Kota Jambi,” ujar Wawako Diza.

Film “LANA” menceritakan sosok Lana, anak muda yang baru lulus sekolah dan sedang mencari jati diri.

Ia tinggal bersama ayahnya Rudi, seorang ketua RT yang baru dilantik oleh Wali Kota Jambi melalui pemilihan serentak RT se-Kota Jambi, ibunya Bu Lesti, serta adik perempuannya Nadya.

Di rumah itu juga tinggal Al Fatih (Al), adik dari Bu Lesti yang bekerja sebagai jurnalis di RAMS TV.

Dalam perjalanannya, Lana dan Al menemukan kenyataan pahit: anak-anak pengemis dan pengamen di bawah umur banyak dijumpai di tempat-tempat wisata Kota Jambi, seperti Tugu Keris, Hutan Kota Jambi, Danau Sipin, dan lainnya.

Banyak dari mereka yang dieksploitasi oleh preman maupun orang tua mereka sendiri untuk mencari uang.

Film ini menyuguhkan pesan moral yang kuat, di antaranya:

* Pentingnya menjaga keluarga dan lingkungan

* Ajakan untuk tidak memberi uang kepada pengemis dan pengamen di bawah umur

* Kritik sosial terhadap judi online, kebiasaan buang sampah sembarangan, dan lemahnya pengawasan terhadap anak-anak jalanan

* Ajakan untuk melindungi anak-anak dari tindak eksploitasi

Film ini dikemas secara fiktif namun berdasarkan fenomena nyata yang terjadi di Kota Jambi.

Film “LANA” juga akan menampilkan berbagai keindahan destinasi wisata Kota Jambi.

Visual dari ikon-ikon seperti Tugu Keris Siginjai, Danau Sipin, hingga Hutan Kota akan menjadi latar cerita, memperlihatkan sisi lain Kota Jambi yang indah dan potensial sebagai daerah tujuan wisata.

Interaksi antara warga, pengunjung, dan elemen sosial lainnya ditampilkan untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat perkotaan, sekaligus menyampaikan pesan bahwa pariwisata seharusnya ramah anak dan aman dari eksploitasi.

Detail Produksi Film “LANA”

* Perusahaan Produksi: CV Kreasi Event Nusantara Indonesia

* Direktur: Ardyan Eka Saputra

* Produser & Penulis: Reza Fender Rizky

* Keuangan: Chicha Andriani

* Penasehat: Rizal Zebua

* Pembina Talent: Hendry Nursal & SBF

* Sutradara: Dicky dan Ipank

* DOP/Videografer: Team Angga

* Jumlah Talent: ±30 orang, termasuk warga lokal dan OPD terkait

* Durasi: ±60–70 Menit

* Format: Movie

* Subtitle: Bahasa Indonesia / Melayu Jambi

Film “LANA” bukan sekadar tontonan, tetapi juga cerminan isu sosial di Kota Jambi yang perlu ditangani bersama.

Dukungan Wali Kota Jambi, Maulana  Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah turut mendukung karya seni yang menyuarakan kebenaran dan edukasi sosial.

Film ini diharapkan bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang pengamen dan pengemis anak, sekaligus menjadi promosi positif bagi pariwisata Kota Jambi di kancah nasional.(*)




Kemeriahan HUT RSIA ANNISA, Dari Doa Syukur, Lomba Gembira hingga Doorprize 

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri peringatan Anniversary ke-17 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) ANNISA, pada Sabtu pagi (23/8/2025). Meskipun acara berlangsung di tengah guyuran hujan, hal tersebut tidak mengurangi semangat maupun kemeriahan jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana yang juga merupakan pendiri RSIA ANNISA menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa di usia ke-17 tahun ini, RSIA ANNISA tetap hadir dan eksis memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, meskipun semakin banyak fasilitas kesehatan baru yang bermunculan di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, hingga saat ini RSIA ANNISA masih dipercaya dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Hal ini tentu menjadi bukti komitmen kita dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Maulana.

Ia menyampaikan, keberhasilan RSIA ANNISA yang tetap eksis hingga saat ini tidak lepas dari ridho Allah SWT, serta dedikasi dan pengabdian seluruh keluarga besar RSIA ANNISA yang telah berkontribusi, baik melalui ide, pemikiran, maupun kerja nyata.

“Secara pribadi, Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar RSIA ANNISA. Saya hanya memulai dengan mendirikan, namun perjalanan, keberlangsungan, dan perkembangannya adalah hasil kerja bersama, yang kini menjadi milik kita semua,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ke depan, kita bersama-sama dapat menjaga dan mengembangkan rumah sakit ini agar senantiasa dipercaya oleh masyarakat,” lanjutnya.

Menutup sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Jambi, Wali Kota Maulana menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-17 kepada RSIA ANNISA. Ia berharap rumah sakit tersebut terus berkontribusi dalam pembangunan bidang kesehatan, sejalan dengan motonya “Wujudkan Keluarga Barokah.”

“Selamat dan sukses untuk RSIA ANNISA. Semoga selalu diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Dalam perjalanan 17 tahun ini tentu ada banyak kenangan indah, juga penuh perjuangan dengan keringat dan air mata. Namun semua itu Insya Allah menjadi amal baik bagi kita dalam melayani masyarakat. Selamat ulang tahun yang ke-17 untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak ANNISA, semoga semakin maju dan dipercaya masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sebagai rangkaian peringatan Anniversary ke-17 RSIA ANNISA, panitia juga menyerahkan berbagai hadiah dan doorprize kepada para pemenang sejumlah lomba yang telah digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Ibu dan Anak ANNISA.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur RSIA ANNISA, Dr. M. Shahrenal, A.P., MARS., beserta jajaran manajemen, karyawan, dan karyawati yang dengan penuh antusias mengikuti jalannya perayaan.(*(




Wali Kota Maulana Dorong Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Provinsi Jambi yang berlangsung di SwissBell Hotel, Jambi, Sabtu (23/8/2025).

Dalam prosesi itu, Iin Habibi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pemuda Melayu Provinsi Jambi Masa bakti 2025-2030, oleh Feri Irawan selaku Ketua Dewan Pembina, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Persatuan Pemuda Melayu Provinsi Jambi Nomor 01 SK/PPMPJ/VIII/2025 Tentang Pengesahan Susunan Pengurus Persatuan Pemuda Melayu Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2030,

Sementara itu, Viza Fradesha terpilih selaku Supik Melayu Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2030 berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Persatuan Pemuda Melayu Provinsi Jambi Nomor 02/SK/PPMJB/VIII/2025, yang dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pemuda Melayu Provinsi Jambi Iin Habibi.

Pengukuhan Ketua dan Pengurus Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Provinsi Jambi Masa Bakti 2025-2030 tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pengukuhan dan penyerahan bendera Pataka oleh Ketua Dewan Pakar Mustofa Lutfhi.

Deklarasi dan Pengukuhan Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Provinsi Jambi yang mengangkat tema “Takkan Melayu Hilang Di Bumi” itu, selain dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi turut pula disaksikan oleh sejumlah tokoh penting Jambi, seperti anggota DPR RI Cek Endra, anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika. Selain itu, juga tampak hadir Tokoh Masyarakat, perwakilan Organisasi Massa, Lembaga Swadaya Masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam keterangannya kepada awak media usai menghadiri acara tersebut, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya. Maulana menilai, kehadiran Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Provinsi Jambi tidak hanya menjadi wadah berekspresi, tetapi juga sebagai sarana penguatan peran pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu Jambi. Lebih dari itu, keberadaan organisasi ini juga sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Jambi, yakni “Bahagia Berbudaya,” yang menitikberatkan pada penguatan identitas serta nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Alhamdulillah, Saya menyambut baik berdirinya Persatuan Pemuda dan Supik Melayu Provinsi Jambi ini. Kami berharap organisasi ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menjaga marwah budaya Melayu Jambi. Tentu ini juga sejalan dengan semangat Kota Jambi “Bahagia Berbudaya,” di mana kita ingin nilai-nilai budaya lokal terus hidup dalam masyarakat kita,” ujar Wali Kota Maulana.

“Program ini merupakan harapan besar kita semua, yang sejalan dengan tema hari ini, ‘Takkan Melayu Hilang di Bumi.’ Maknanya, kita berkomitmen menjaga identitas dan marwah Melayu secara sungguh-sungguh di semua tingkatan, khususnya di kalangan generasi muda,” lanjutnya.

Wali Kota Maulana kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi yang selalu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, agar bersama-sama dapat mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan organisasi ini dapat tumbuh dan terus berkembang. Dan tentunya dapat berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Jambi melalui program Berbahagia Berbudaya,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dikesempatan itu, selaku Ketua Dewan Penasehat, Cek Endra mengapresiasi hadirnya Persatuan Pemuda Melayu Provinsi Jambi ini. Dengan harapan dapat turut berkontribusi dalam menjaga adat istiadat di provinsi Jambi, khususnya dalam pengembangan pada generasi muda atau remaja.

“Karena selama ini saya hanya melantik persatuan-persatuan didaerah, tetapi tidak pernah ada yang mengatasnamakan Melayu Jambi. Nah ini adalah bentuk kepedulian untuk bersatu untuk membangun dan peduli terhadap Jambi,” ucap CE.

“Mudah-mudahan kedepan hadirnya organisasi ini dapat memberikan pengetahuan tentang sejarah Jambi ini, tidak hanya dalam tubuh organisasi namun juga dilevel masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Pemuda Melayu Provinsi Jambi, Iin Habibi, menyampaikan bahwa hingga saat ini organisasi yang dipimpinnya telah memiliki sebanyak 567 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Pada momentum pengukuhan kali ini, jumlah pengurus yang dilantik tercatat sebanyak 114 orang.

“Dalam kepengurusan ini, para anggota berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda-beda di Provinsi Jambi. Ada yang berprofesi sebagai aktivis, pengusaha, maupun profesional. Semuanya kami minta untuk bersama-sama berkomitmen membesarkan Persatuan Pemuda Melayu,” ujarnya.

Ia menyebut, terbentuknya organisasi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap identitas Melayu yang dinilai mulai memudar, khususnya di kalangan generasi muda.

“Oleh karena itu, siapa lagi kalau bukan anak-anak muda Melayu sendiri yang harus mengisinya. Untuk itu, kami juga telah bersilaturahmi dengan lembaga adat guna menjalin kolaborasi, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan adat istiadat. Dalam waktu dekat, Persatuan Pemuda Melayu akan menyelenggarakan pelatihan seloko sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Provinsi Jambi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, tujuan lain dari organisasi ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Melayu melalui berbagai kegiatan pelatihan.

“Insya Allah ke depan, program-program tersebut akan kita sinergikan bersama Pemerintah,” pungkasnya.

Lahirnya organisasi ini diharapkan menjadi sebuah langkah strategis untuk mewujudkan generasi muda Melayu yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Selain itu, keberadaan organisasi ini juga diharapkan dapat menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Melayu sebagai identitas dan warisan yang harus dijaga serta dilestarikan.(*)




Wawako Diza : Mualaf Harus Kuat Akidah, Tekun Ibadah, dan Mandiri Secara Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara resmi membuka Seminar Bina Mualaf yang mengangkat tema “Bersinergi Bina Mualaf dengan Kuatkan Akidah, Ibadah, dan Sosial Ekonomi”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi ini berlangsung di Aula Museum Perjuangan Kota Jambi, Sabtu pagi (23/8/2025).

Kehadiran Wakil Wali Kota Jambi pada kesempatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada para mualaf, agar semakin mantap dalam menjalani kehidupan beragama sekaligus dapat berperan aktif di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza, menekankan pentingnya pembinaan terhadap mualaf, agar setiap ajaran akidah dan ibadah dalam agama dapat dijalankan dengan benar, sekaligus mendorong kemandirian dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Pendampingan ini adalah bentuk kasih sayang dari kita semua, agar saudara-saudara kita yang mualaf dapat menapaki jalan iman dengan mantap,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi senantiasa berkomitmen mendukung setiap upaya penguatan pembinaan umat, termasuk pembinaan mualaf.

“Harapan kita, mualaf di Kota Jambi tidak hanya kuat dari sisi akidah dan ibadah, tetapi juga berdaya secara ekonomi sehingga mampu hidup mandiri dan bermartabat,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Diza menyampaikan tiga pesan penting yang harus menjadi pegangan para mualaf. Pertama, perdalam akidah sebagai pondasi utama, karena tanpa akidah yang kokoh, ibadah dan amal saleh tidak akan tegak. Kedua, perkuat ibadah sebagai wujud nyata ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketiga, bangun kemandirian sosial ekonomi, sebab Islam tidak hanya mengajarkan ritual, tetapi juga menuntun umatnya untuk hidup sejahtera.

“Pemerintah Kota Jambi bersama lembaga keagamaan siap berkolaborasi dalam berbagai program, mulai dari pembinaan ekonomi umat, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan, agar para mualaf dapat hidup mandiri, sejahtera, serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Diza menegaskan bahwa pembinaan mualaf bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan, melainkan kewajiban bersama sebagai sesama muslim.

“Mari kita rangkul saudara-saudara kita dengan penuh kasih sayang, jauhkan dari sikap diskriminasi, dan jadikan mereka sebagai bagian yang utuh dari keluarga besar umat Islam di Kota Jambi,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota berharap agar kegiatan pembinaan mualaf ini tidak berhenti sebatas seremonial, tetapi terus berlanjut dengan program nyata yang berkesinambungan, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridai setiap langkah kita, menguatkan ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang damai, sejahtera, dan penuh keberkahan. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang masyarakatnya berakhlakul karimah dapat tercapai,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Jambi, Prof. Dr. Kasyful Anwar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin MUI Kota Jambi yang dilaksanakan setiap tahun.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita melaksanakan dua kegiatan. Pertama, seminar yang sedang berlangsung di Museum Siginjai ini, dan kedua, bimtek penyelenggaraan jenazah khusus perempuan yang dilaksanakan oleh MUI Kecamatan Telanaipura,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan, Ketua Panitia Amran menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari empat kategori.

“Pertama, dari Mualaf Center Jambi, kedua dari Mualaf Quran Center, ketiga dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, dan keempat dari unsur non-organisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana penguatan akidah dan pemantapan ibadah, agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pelatihan keterampilan dan industri, yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam berusaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Maka dari itu, kami sangat berharap keseriusan saudara-saudara dalam mengikuti kegiatan ini. Semoga nantinya selain mampu menjalankan ibadah dengan baik, juga dapat didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih mapan,” singkatnya.

Dalam Seminar Bina Mualaf dengan narasumber Dr. Bambang Nugroho, Ahli Aqidah yang juga Dosen UIN STS Jambi ini, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Baznas Kota Jambi kepada para mualaf peserta seminar.(*)




HIM 2025 di Kota Jambi : Sinergi Pemkot dan OJK Bangun Generasi Finansial Cerdas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Sabtu pagi (23/8/2025).

Acara yang berlangsung meriah di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi ini mengusung tema “Menabung Untuk Indonesiaku” dan mendapat sambutan antusias, khususnya dari kalangan pelajar Kota Jambi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, digelar pula berbagai lomba yang melibatkan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kemeriahan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus ajakan agar budaya menabung dapat ditanamkan sejak usia dini.

HIM sendiri merupakan program nasional yang bertujuan mendorong kebiasaan menabung sebagai bekal perencanaan masa depan sekaligus kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Semangat ini sejalan dengan tema CEMERLANG , “Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang”, yang sebelumnya digaungkan pada peluncuran HIM dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Jakarta, Jumat lalu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan HIM di Kota Jambi. Menurutnya, selain menanamkan literasi tentang pentingnya menabung, kegiatan ini juga menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya sangat mengapresiasi kerja keras OJK yang secara konsisten menjaga dan meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi anak-anak dan generasi milenial. Upaya ini sangat penting agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal negatif, seperti judi online dan pinjaman online ilegal,” ujar Maulana.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan benteng penting dalam membangun masa depan generasi muda.

“Judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir adalah musuh bersama yang dapat merusak individu, keluarga, bahkan masyarakat dari aspek keuangan. Karena itu, melalui literasi keuangan yang baik, kita ingin anak-anak kita tumbuh cerdas, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Maulana juga menyatakan dukungannya terhadap program OJK dan Bank Go To School yang menyasar sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi, sekaligus upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini kepada anak-anak.

“Ini adalah program yang sangat baik sebagai bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maulana menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Jambi bersama OJK dan Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Jambi telah menjalin kolaborasi, antara lain melalui program Bank Harkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat). Program ini, kata Maulana, menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan dan penguatan UMKM di Kota Jambi.

“Bank Harkat adalah salah satu jalan yang kami tempuh untuk memerangi pinjaman online ilegal dan praktik rentenir. Karena itu, kita harus bersama-sama berjuang melalui literasi keuangan agar masyarakat memiliki akses yang sehat terhadap layanan keuangan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Maulana kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus mendukung setiap program edukasi, khususnya bagi para pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

“Kalau kita tidak paham tentang keuangan, maka ujungnya akan berhadapan dengan kemiskinan. Padahal, sebagian besar persoalan masyarakat, mulai dari kriminalitas hingga masalah sosial-latar belakangnya adalah ekonomi. Karena itu, perjuangan di bidang ekonomi menjadi dasar utama dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya mengatakan, bahwa kegiatan HIM selalu dirangkai dengan bulan Literasi Keuangan, yang rangkaiannya telah dimulai sejak bulan Mei dan puncaknya pada Agustus ini.

“Dalam periode ini kami bersama industri jasa keuangan selalu melakukan edukasi dan literasi kepada seluruh pelajar, karena harapannya dengan kegiatan ini para pelajar bisa menggiatkan menabung sejak dini. Disamping itu juga untuk memitigasi adanya judi online dan investasi bodong

“Disamping itu, harapannya juga kita bisa menciptakan ketahanan terhadap financial,” lanjutnya.

Dikesempatan itu, dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mensupport kegiatan HIM tahun 2025 ini, termasuk para pelajar yang telah menghimpun rekening, tercatat dari Mei hingga Agustus ini sebesar 142 miliar.

“Angka ini dari seluruh Provinsi Jambi, dan Kota Jambi merupakan yang paling tinggi dengan 29,96 persen, atau sebesar 42 miliar rekening pelajar yang ada di Kota Jambi. Mudah-mudahan ini terus berlanjut dan kita bisa meningkatkan program edukasi, literasi dan menabung di Provinsi Jambi,” singkatnya.

Pada rangkaian HIM tahun 2025 di Jambi ini turut dibacakan Ikrar Sumpah Janji Menabung Pelajar Jambi yang dibacakan oleh Khalid, Ketua OSIS SMPN 1 Kota Jambi, selaku perwakilan pelajar. Selain itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis tabungan kepada pelajar. Acara ditutup dengan penyerahan berbagai penghargaan yang diberikan kepada Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi yang telah menyukseskan Hari Indonesia Menabung dan Literasi Keuangan tingkat Provinsi Jambi tahun 2025.

Turut hadir dalam acara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kanwil DJPb Jambi, Perbankan se-Provinsi Jambi, BPS Provinsi Jambi, serta undangan lainnya.(*)




Warga RT 31 Kenali Asam Gelar Lomba Mancing di Kolam Pemancingan Vespania, Meriahkan HUT RI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, warga RT 31 Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi menggelar lomba mancing yang berlangsung meriah di Kolam Pemancingan Vespania, Sabtu (23/8) malam.

Acara yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan warga.

Kolam Pemancingan Vespania yang terletak di kawasan RT 31 dipilih sebagai lokasi utama karena keindahan alamnya yang asri serta fasilitas kolam pancing yang representatif.

Ketua RT 31, Kemas Yudhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan warga dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.

“Lomba mancing ini bukan hanya sekadar perlombaan, tapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga. Kami ingin menjadikan momentum HUT RI ke-80 ini sebagai semangat untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan,” ujar Kemas Yudhu saat ditemui di lokasi acara.

Sementara itu, Zainudin selaku ketua panitia Kolam Pemancingan Vespania mengaku senang dapat menjadi bagian dari perayaan HUT RI.

“Kami sangat terbuka untuk kegiatan warga seperti ini. Semoga ke depan Pemancingan Vespania bisa terus menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, baik untuk rekreasi maupun kegiatan sosial,” ungkap Zainudin.

Panitia lomba menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta yang berhasil mendapatkan ikan terbanyak dan ikan terberat.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari berbagai perlombaan yang digelar warga RT 31 dalam rangkaian menyambut hari kemerdekaan.(*)




Waduh! Pemerintah Rencanakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bertahap Tahun 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap alasan pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan secara bertahap mulai tahun depan.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menambah jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Sustainability atau keberlanjutan jaminan kesehatan nasional sangat tergantung pada besarnya manfaat yang diberikan kepada peserta. Semakin besar manfaat, maka biaya yang harus ditanggung juga makin tinggi,” jelas Sri Mulyani dalam Rapat dengan Badan Anggaran DPR pada Kamis (21/8).

Ia juga menegaskan bahwa kenaikan iuran akan diikuti dengan penyesuaian anggaran untuk PBI yang bersumber dari APBN.

“Saat menaikkan tarif BPJS, pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran untuk PBI. Sedangkan bagi peserta mandiri, iurannya tetap, sehingga pemerintah memberikan subsidi untuk selisih tersebut, khususnya bagi peserta PBPU,” tambahnya.

Meski demikian, Sri Mulyani belum mengungkap besaran kenaikan iuran yang akan diterapkan pada 2026.

Pembahasan lebih rinci akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026.

Pemerintah memberikan ruang untuk menaikkan iuran secara bertahap dengan memperhatikan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal negara.

“Dalam penyusunan skema pembiayaan, perlu keseimbangan antara tiga pilar utama pendanaan JKN. Oleh karena itu, penyesuaian iuran dapat dilakukan secara bertahap agar mengurangi dampak negatif sekaligus memastikan keberlanjutan program,” bunyi dokumen tersebut.

Buku Nota Keuangan juga mengungkapkan beberapa tantangan yang harus dihadapi Program JKN, seperti tingginya jumlah peserta nonaktif, terutama dari golongan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), serta banyaknya tunggakan iuran.

Selain itu, lesunya kondisi ekonomi dan meningkatnya jumlah PHK massal berpotensi mengurangi peserta aktif JKN karena menurunnya pekerja yang membayar iuran.

“PHK massal dapat menurunkan jumlah peserta Pekerja Penerima Upah sehingga memperbesar risiko peserta nonaktif,” jelas dokumen tersebut.

Tantangan lain adalah rendahnya kepatuhan membayar iuran dan belum optimalnya kolektibilitas iuran dari pemerintah daerah, yang menyebabkan arus kas BPJS Kesehatan terganggu.(*)




Apa Itu Sertifikat K3? Ini Penjelasan di Balik Kasus Wamenaker Noel

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel (IEG), sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dalam kasus ini, para pekerja dilaporkan dipaksa membayar hingga Rp6 juta untuk mendapatkan sertifikat K3, padahal tarif resminya hanya Rp275.000.

Selisih tersebut diduga kuat menjadi bagian dari praktik pungutan liar dan gratifikasi yang kini tengah diusut oleh KPK.

Sertifikat K3 atau Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk mengakui kompetensi pekerja dalam memahami dan menerapkan prinsip keselamatan kerja.

Sertifikat ini menjadi penting terutama di sektor berisiko tinggi seperti konstruksi, pertambangan, dan industri kimia, karena bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang keselamatan kerja

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja

  • Menjamin pekerja memenuhi standar K3 nasional

Kemenaker membagi sertifikasi ini dalam dua kategori:

  1. Sertifikat K3 Umum: untuk pekerja di berbagai sektor industri

  2. Sertifikat K3 Khusus: untuk pekerja di sektor spesifik seperti konstruksi, tambang, atau industri kimia

Untuk mendapatkan sertifikat K3 dari Kemenaker, pekerja wajib:

  • Mengikuti pelatihan dari Lembaga Pelatihan K3 yang telah terakreditasi

  • Menjalani ujian kompetensi

  • Jika lulus, akan diberikan sertifikat oleh pemerintah melalui sistem resmi

Menanggapi kasus ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa pihaknya akan segera membenahi sistem sertifikasi K3, terutama terkait pengawasan terhadap Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) yang selama ini menjadi mitra pemerintah.

“Bagi PJK3 yang belum menandatangani komitmen ulang dalam bentuk pakta integritas, izin operasionalnya akan kita tahan dulu,” tegas Yassierli.(*)




Gila! Urus Sertifikasi K3, Noel Diduga Terima Rp3 Miliar dan Motor Ducati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 11 orang tersangka, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel, dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Penetapan status hukum ini merupakan hasil dari gelar perkara yang dilakukan KPK pada Kamis malam (21/8/2025), sebagai tindak lanjut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2025.

Dalam keterangannya, Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa OTT ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan operasi di sejumlah titik di Jakarta.

Sebanyak 14 orang diamankan, 11 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Wamenaker Noel diduga menerima gratifikasi berupa uang senilai Rp3 miliar dan 1 unit motor Ducati sebagai bagian dari praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3.

Daftar Lengkap 11 Tersangka KPK Kasus Sertifikasi K3 Kemnaker:

  1. Immanuel Ebenezer – Wamenaker

  2. Irvian Bobby Mahendro – Koordinator Kelembagaan dan Personil K3

  3. Gerry Aditya Herwanto Putra – Koordinator Pengujian dan Evaluasi K3

  4. Subhan – Sub Koordinator Keselamatan Kerja

  5. Anitasari Kusumawati – Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja

  6. Fahrurozi – Dirjen Binwasnaker & K3

  7. Hery Sutanto – Mantan Direktur Bina Kelembagaan

  8. Sekarsari Kartika Putri – Subkoordinator

  9. Supriadi – Koordinator

  10. Temurila – Perwakilan PT Kem Indonesia

  11. Miki Mahfud – Pihak dari PT Kem Indonesia

Tiga orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT masih berstatus terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam OTT ini, KPK turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

  • 15 unit kendaraan roda empat, termasuk milik Irvian Bobby, Subhan, Hery Sutanto, dan Gerry Aditya

  • 7 unit sepeda motor, salah satunya milik Immanuel Ebenezer

  • Uang tunai senilai Rp170 juta dan US$2.201

Ketua KPK menyebut, jumlah dan nilai barang bukti menunjukkan bahwa praktik pemerasan ini telah berlangsung cukup lama, setidaknya sejak tahun 2019.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B UU Tipikor, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jika terbukti bersalah, mereka dapat dikenakan hukuman penjara seumur hidup atau minimal empat tahun, serta denda mulai dari Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

Saat ini, semua tersangka menjalani masa tahanan awal selama 20 hari di Rutan KPK Gedung Merah Putih, terhitung sejak Jumat (22/8) hingga 10 September 2025.(*)