DPRD Jambi dan Dinkes Jambi Dorong Perda Penanggulangan HIV/AIDS Jelang 2030

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekhawatiran mengenai berakhirnya dukungan dari Global Fund pada tahun 2030 semakin dirasakan di Provinsi Jambi. Selama ini, program penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut banyak bergantung pada bantuan lembaga donor internasional itu — mulai dari kegiatan pencegahan, pengobatan, hingga pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

Keterbatasan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi membuat kemandirian pembiayaan penanggulangan HIV/AIDS menjadi tantangan besar ke depan.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melalui Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) dr. Ike Silvia, MKM, hingga Agustus 2025 terdapat 3.319 ODHIV di Jambi. Dari jumlah tersebut, 2.224 orang sudah mengetahui statusnya, 1.516 menjalani pengobatan ARV (on ART), dan 1.038 di antaranya berhasil mencapai kondisi viral load tertekan atau tersupresi.

Selama tahun 2025, tercatat 222 kasus baru HIV. Populasi yang paling terdampak adalah pasangan ODHIV (14%), pekerja seks (9%), serta laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (9%). Rentang usia produktif 25–49 tahun menjadi kelompok paling rentan terinfeksi.

dr. Ike Silvia menjelaskan bahwa upaya pengendalian terus dilakukan, mulai dari peningkatan akses tes, pengobatan ARV, hingga edukasi pencegahan penularan dari ibu ke anak. Namun, berbagai kendala masih dihadapi, terutama stigma masyarakat, diskriminasi, dan keberlanjutan pendanaan.

“Kalau tidak ada persiapan transisi pendanaan, capaian yang sudah diraih bisa mundur. Target nasional eliminasi HIV pada 2030 bisa terancam. Saat ini, sebagian besar capaian baru terlihat di Kota Jambi, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih terkendala dana,” jelasnya (16/9/2025).

Ketua Yayasan Kanti Sehati Sejati Jambi, David Chandra Herwindo, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan program HIV/AIDS.

“Selama ini Global Fund sangat berperan, mulai dari penyediaan obat ARV, tes, hingga pendampingan komunitas. Jika bantuan ini berhenti, apakah pemerintah siap menanggungnya? Itu yang kami khawatirkan,” kata David.

Ia menambahkan bahwa pendanaan dari APBN dan APBD harus mulai diarahkan untuk menopang program HIV secara berkelanjutan.

“Penanggulangan HIV bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tapi lintas sektor. Tanpa keberpihakan anggaran yang jelas, target Three Zero — bebas stigma, bebas infeksi baru, dan bebas kematian akibat AIDS — sulit tercapai pada 2030,” tegasnya.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, juga menekankan pentingnya langkah preventif dan dukungan pengobatan berkelanjutan. Ia menyebutkan, pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan KUA dalam edukasi calon pengantin.

“Penyebaran HIV/AIDS di Jambi harus dicegah. Warga yang sudah terinfeksi harus dikontrol dan dibantu agar tetap mendapat obat seumur hidup. Saya mendukung strategi Three Zero demi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jambi,” ujarnya.

Ivan menambahkan, DPRD akan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Penanggulangan HIV/AIDS, karena regulasi yang ada saat ini hanya berupa Surat Edaran Nomor 350/SE/Setsa-Kesra-3.1/I/2022 yang tidak mengikat secara hukum.

“Kita perlu Perda agar program penanggulangan HIV/AIDS di Jambi memiliki dasar hukum yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Rusli Kemal Siregar, yang menyatakan kesiapan untuk membawa usulan Ranperda tersebut ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Kami siap mendukung. Perda ini penting agar Jambi punya dasar hukum yang jelas dalam penanganan HIV/AIDS,” ujarnya.

Diskusi mengenai kesiapan pemerintah pasca berakhirnya program Global Fund dinilai sangat penting, mengingat tren kasus HIV di Jambi masih cukup tinggi meski ada penurunan pada 2025. Diharapkan, sinergi lintas sektor dapat memastikan keberlanjutan program, sehingga target eliminasi HIV 2030 benar-benar bisa tercapai.

Saat ini, Provinsi Jambi berada di posisi ketiga terendah secara nasional dalam angka penyebaran HIV/AIDS.(*)




Menuju Kota Jambi Bahagia, Pemkot Terus Perluas Program “Kota Jambi Terang”

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat program “Kota Jambi Terang” sebagai bagian dari visi besar Wali Kota Jambi, dr. Maulana, untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Program ini fokus pada pemasangan lampu jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan aktivitas masyarakat di malam hari.

Menurut Kabid Lampu Penerangan Umum (LPU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi, Wildan, program penerangan jalan ini menjadi prioritas utama pemerintah kota.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 1.200 titik lampu jalan berhasil dipasang di berbagai wilayah kota.

Wildan menjelaskan, dalam lima tahun ke depan, Pemkot Jambi menargetkan pemasangan sekitar 50.000 unit lampu di seluruh kota.

Dengan jumlah sekitar 1.652 RT, setiap RT diperkirakan akan mendapat 25 hingga 30 titik lampu.

“Program ini bukan hanya bantuan, tetapi komitmen penuh dari Wali Kota agar malam hari di Kota Jambi bisa terang seperti siang hari. Lampu jalan sangat membantu aktivitas masyarakat dan mengurangi risiko kriminalitas,” kata Wildan.

Meski sudah memasang ribuan lampu, masih terdapat sekitar 250 titik lampu yang belum terpasang. Namun, pihak Perkim menargetkan penyelesaiannya dalam waktu dekat.

Selain pemasangan baru, perbaikan dan penggantian lampu yang mati juga rutin dilakukan dengan menggunakan lampu LED dan lampu kuning sesuai kebutuhan wilayah.

Untuk warga yang ingin mengajukan pemasangan lampu jalan, Wildan mengimbau agar mengirimkan surat resmi kepada Dinas Perkim disertai data titik lokasi secara lengkap. Hal ini memudahkan petugas melakukan survei dan tindakan cepat.

Dengan program “Jambi Terang”, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh masyarakat, serta mendukung visi Kota Jambi Bahagia.(*)




Bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Wali Kota Maulana Serahkan Santunan JMK

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, khususnya para pekerja rentan, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, langsung turun menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JMK) kepada ahli waris Almarhum M. Yusuf, warga RT 05 Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Senin siang (15/9/2025).

Almarhum M. Yusuf (54), meninggal dunia karena sakit pada 2 September 2025 lalu. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih membutuhkan perhatian. Almarhum berprofesi sebagai tukang ojek dan merupakan salah satu dari 3.000 pekerja rentan Kota Jambi yang difasilitasi kepesertaannya oleh Pemerintah Kota Jambi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan dilakukan di rumah duka. Ida Firyanti (52), istri almarhum sekaligus ahli waris, bersama dua orang anaknya menerima santunan secara simbolis senilai Rp42 juta, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana. Kehadiran Wali Kota tidak hanya untuk menyerahkan santunan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril bahwa pemerintah hadir mendampingi masyarakat, termasuk dalam masa-masa sulit.

“Almarhum M Yusuf adalah pekerja rentan kota Jambi yang pembiayaan BPJS nya telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Jambi. Program perlindungan bagi pekerja rentan ini adalah komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat. Santunan ini bukan sekedar bantuan materi, melainkan wujud perhatian agar keluarga almarhum tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan,” ujar Wali Kota Maulana saat bertakziah dirumah duka.

Ia berharap, santunan yang diserahkan tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi wujud hadirnya negara melalui pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi masyarakatnya.

“Semoga dana santunan ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan keluarga Almarhum ke depan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi modal usaha, sehingga memberikan keberlanjutan ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan,” harapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa program fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kota Jambi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial dan jaminan ketenagakerjaan. Program ini, kata Maulana, akan terus diperluas dan dikembangkan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Kami akan terus mendorong program ini. Mudah-mudahan di tahun depan jumlah peserta dapat meningkat dari 3.000 menjadi 4.000 orang. Prinsipnya, setiap tahun harus ada penambahan agar semakin banyak pekerja kita yang terlindungi. Tentu manfaatnya sangat besar, karena ini memberikan rasa aman bagi keluarga pekerja, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kategori pekerja rentan,” tegasnya.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan bukan hanya soal santunan semata, melainkan juga menyangkut kepastian dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan adanya jaminan ini, para pekerja dan keluarganya memiliki pegangan yang lebih kuat saat menghadapi risiko yang tidak diinginkan.

“Bagi kami, melindungi pekerja berarti melindungi keluarga dan generasi penerus bangsa. Karena di balik setiap pekerja, ada keluarga yang menggantungkan harapan hidupnya. Inilah yang mendorong kami untuk terus memperkuat program perlindungan ini,” tutup Maulana dengan penuh empati.

Turut hadir dalam giat itu, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Koperasi Moncar Widaryanto, Plt Kepala BPKAD Kota Jambi Poppy Nurul Isnaini, Camat Danau Teluk Alfin Jalil beserta Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat daerah penyerahan.(*)




Wali Kota Maulana Serahkan Bantuan Pendidikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., terus konsisten mempercepat terwujudnya visi “Kota Jambi Bahagia”, khususnya dalam peningkatan kualitas spiritual dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan renovasi enam rumah ibadah di Kota Jambi. Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza, bertempat di Ruang Kerja Wali Kota Jambi, Senin pagi (15/9/2025).

Adapun bantuan tersebut terdiri dari lima masjid, masing-masing menerima Rp5.000.000, serta satu mushola yang menerima Rp2.500.000. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Wali Kota Maulana juga menyerahkan bantuan pendidikan tinggi luar negeri dari Baznas Kota Jambi kepada tiga pelajar terbaik asal Kota Jambi, yaitu M. Ayman Asyrof, M. Ahyad, dan M. Syafii Bahrain, yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Wali Kota Maulana mengatakan, bahwa penyaluran bantuan untuk rumah ibadah ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan ibadah keliling yang rutin Ia lakukan bersama jajaran Pemkot Jambi. Kegiatan tersebut, seperti melaksanakan salat Jumat maupun ibadah wajib lainnya, bertujuan untuk melihat langsung kondisi dan kebutuhan pembangunan setiap rumah ibadah di Kota Jambi.

“Bantuan ini kami salurkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Kota Jambi Bahagia, khususnya dari aspek spiritual dan peningkatan kualitas SDM, dengan dukungan pembangunan sebagai penggeraknya,” ujar Maulana.

“Disamping itu, bantuan ini kami berikan juga untuk mendorong agar mengaktifkan tempat-tempat ibadah agar peranan dan fungsi rumah ibadah berjalan dengan baik dan membangun umat,” lanjutnya.

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan rasa syukur atas prestasi tiga anak kota Jambi yang akan menempuh jenjang pendidikan tinggi di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

“Ketiga anak ini sengaja kami undang untuk memberikan ucapan selamat secara langsung sekaligus memberikan bantuan dana pendidikan dan transport sebagai motivasi bagi mereka untuk menjalankan pendidikan dengan baik,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, keberhasilan tiga orang anak Kota Jambi menempuh pendidikan tinggi diluar negeri ini juga merupakan keberhasilan pemerintah dalam aspek memberikan mutu pendidikan secara baik terhadap generasi masa deoan bangsa.

“Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM sebagai ujung tombak dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” sebutnya.

Maulana berharap, dengan akan membawa nama Jambi khususnya, agar ketiga Mahasiswa tersebut dapat menjaga marwah dan nama baik Daerah.

“Saya juga berpesan, tentunya agar belajar dengan rajin agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, sehingga bisa kembali ke kota Jambi untuk sama-sama membangun, baik dari aspek SDM, pendidikan maupun yang lainnya,” pungkas Wali Kota Maulana.

Langkah ini adalah komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mewujudkan masyarakat yang unggul yang sejalan dengan visi misi Kota Jambi sebagai kota yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, turut hadir Ketua Baznas Kota Jambi Syamsir Naim, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Jambi Kamal Firdaus, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Kota Jambi Aling, serta para penerima bantuan.(*)




Diikuti 26 Tim, Wawako Diza Harap Peserta Tournament Mini Soccer Harhubnas Junjung Tinggi Sportivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.iD – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara resmi membuka Tournament Mini Soccer dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Provinsi Jambi Tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan JMS, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Senin (15/9/2025).

Pembukaan ditandai dengan tendangan perdana ke arah gawang oleh Wakil Wali Kota Diza bersama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr. Benny Nurdin Yusuf.

Turnamen ini diikuti oleh 26 tim, yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Korps Perhubungan se-Provinsi Jambi, mitra perhubungan, serta OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan insan perhubungan. Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membangun semangat sportivitas.

Wawako juga menegaskan, bahwa Harhubnas bukan sekedar perayaan seremonial, melainkan momen vital untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Menurutnya, transportasi merupakan tulang punggung yang menggerakkan roda perekonomian dan mobilitas masyarakat.

“Transportasi adalah urat nadi pergerakan ekonomi daerah dan konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, Harhubnas menjadi momentum yang tepat untuk mengukuhkan kolaborasi guna mewujudkan sistem transportasi yang andal, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Diza.

Rangkaian Harhubnas 2025 di Jambi diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pertandingan mini soccer antar-instansi, aksi pungut sampah di simpul-simpul transportasi, sunatan massal, donor darah, bazar UMKM, hingga penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako dari Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan.

“Ajang seperti mini soccer ini bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk menanamkan nilai sportivitas dan kolaborasi yang dapat diaplikasikan dalam kinerja pelayanan publik, baik di lingkungan Dinas Perhubungan maupun antar-OPD,” tambah Diza.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Benny Nurdin Yusuf, yang mewakili pemerintah pusat, menyoroti visi besar pengembangan transportasi di Jambi. Mengusung tema Harhubnas 2025 “Bakti Transportasi Untuk Negeri”, Ia menekankan pentingnya insan perhubungan memberikan pelayanan prima yang berorientasi pada keselamatan pengguna jasa.

Salah satu fokus utama, kata Benny, adalah menciptakan konektivitas yang efisien antara infrastruktur baru seperti Tol Jambi-Palembang dengan layanan transportasi perkotaan. Kehadiran bus listrik yang diinisiasi oleh Pemkot Jambi diapresiasi sebagai langkah fundamental.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menghadirkan bus listrik. Ini adalah fondasi penting untuk menata ulang angkutan perkotaan di Jambi menjadi lebih terintegrasi, nyaman, dan modern. Kami berharap semua elemen bergerak bersama agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Benny.

Menurutnya, terminal memegang peranan krusial sebagai simpul (hub) yang menghubungkan seluruh jaringan. Terminal modern harus mampu melayani penumpang asal-tujuan (origin-destination) maupun penumpang transit secara efektif.

“Sistem baru ini tidak boleh mematikan layanan yang sudah ada, tetapi harus memperkuat dan mengintegrasikannya. Rute bus listrik harus terhubung dengan jadwal angkutan lain yang bersumber dari terminal, sehingga tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” paparnya.

Menindaklanjuti kunjungan Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, ke Terminal Alam Barajo pada Minggu (14/9), Benny menyatakan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi. BPTD Kelas II Jambi bersama Dishub Provinsi dan Kota akan menertibkan Perusahaan Otobus (PO) di sekitar terminal dan juga PO yang berada di Pinggir-pingir jalan yang ada di Kota Jambi dengan turun kelokasi PO-PO secara humanis agar pencapaian untuk mengurangi kemacetan dan membuat indah Kota Jambi dapat terlaksana.

“Langkah ini sejalan dengan cita-cita Kementerian Perhubungan untuk mendorong Terminal Alam Barajo menjadi terminal modern berbasis mixed-use, yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial,” pungkasnya.(*)




Wali Kota Maulana Dorong Pemanfaatan SPALD Bagi Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang turun ke tengah masyarakat untuk mensosialisasikan penerapan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur.

Kegiatan yang dipusatkan di RT 10 Kelurahan Kasang pada Senin siang (15/9/2025) tersebut, juga diisi dengan pemaparan teknis mengenai pengelolaan limbah domestik. Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Sutjadiyaka, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Air Limbah Domestik DPUPR Kota Jambi, yang menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara baik dan benar demi menjaga kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Sosialisasi SPALD tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat mendorong warga untuk semakin memahami sekaligus menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan melalui sistem SPALD.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa sosialisasi ini memiliki arti penting, terutama di wilayah Kecamatan Jambi Timur dan Kecamatan Pasar, yang saat ini telah memiliki sistem SPALD siap digunakan oleh masyarakat.

“Sistem ini sangat bermanfaat dan merupakan solusi tepat, khususnya bagi kawasan padat penduduk. Dengan SPALD, kita dapat mencegah pencemaran lingkungan, baik terhadap air maupun tanah, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan nyaman,” ujar Maulana.

Ia menyebut, SPALD yang diterapkan saat ini dirancang untuk mengelola limbah domestik seperti air cucian dan kamar mandi, termasuk kotoran agar tidak mencemari air tanah dan lingkungan sekitar.

“Ini adalah kesempatan karena program IPAL Komunal di Indonesia tidak banyak, kalau kesadaran sudah tinggi pencemaran air dan tanah tentunya bisa kita atur. Karena prosesnya dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di Kawasan Sijenjang, selanjutnya dikembalikan ke badan sungai dalam kondisi bersih dan aman,” sebutnya.

Lebih lanjut, Maulana juga ungkapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Kota Jambi dapat melayani 10.300 sambungan yang saat ini baru terpasang 804 sambungan rumah tangga.

“Alhamdulillah saat ini teknologinya telah selesai dan canggih. Melalui sosialisasi ini kami juga mendengar tanggapan masyarakat yang menyambut positif karena pencemaran lingkungan dapat teratasi,” ungkapnya.

Terkait dengan tarif, Maulana menjelaskan saat ini masih dinikmati secara gratis oleh masyarakat, yang kedepan jika telah difungsikan secara maksimal sesuai kuota maka baru akan dikenakan tarif.

“Setelah tersambung semua sesuai kuota baru kita hitung unit cost pembiayaannya dan hitung subsidi ke masyarakat. Namun akan ada perbedaan kelas antara warga kurang mampu dan keluarga mampu, yang jelas ini tidak akan membebani masyarakat,” jelasnya.

Melalui sosialisasi itu juga, Maulana berharap akan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan SPALD Kota Jambi ini. Karena Pemerintah Kota akan berjuang dari sisi anggaran untuk biaya sambungan dan pemberian subsidi kepada masyarakat yang menggunakan SPALD.

“Lingkungan ini adalah milik kita dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun Kota ini harus kita tata,” pungkasnya.

Sementara itu, Efendi warga RT 05 Kelurahan Tanjung Pinang yang telah memanfaatkan program SPALD ini mengapresiasi dan mengucapkkan rasa terimakasih kepada Pemkot Jambi karena telah menghadirkan sistem pengelolaan limbah ini, sehingga kawasannya terbebas dari aroma-aroma limbah yang tidak sedap.

Hal senada juga diungkapkan salah satu warga RT 07, Kelurahan Tanjung Pinang yang menyebutkan, dengan dipasang nya SPALD ini mereka merasa terbantu. Dengan harapan program ini dapat terus dinikmati oleh masyarakat secara gratis.

“Kami mewakili warga mengucapkan terimaksih atas terlaksananya program IPAL ini, saya sudah melakukan pemasangan dan menikmati dampaknya,” ucapnya mewakili warga Kecamatan Jambi Timur.

Turut hadir dalam acara sosialisasi itu, Kepala Dinas PUPR Momon Sukmana beserta jajaran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ardi, Camat Jambi Timur A Syukri Arkam beserta para Lurah, serta FKRT Kota Jambi dan masyarakat sebagai peserta sosialisasi.(*)




Susunan Pengurus Lengkap PWI Pusat 2025-2030, Mukhtadi Putra Nusa Duduki Jabatan Strategis 

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari secara resmi mengumumkan susunan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi Pengurus PWI Pusat yang digelar di Hall Dewan Pers, Senin (15/9/2025).

Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir menyebut kepengurusan kali ini sebagai “kabinet persatuan” yang diharapkan dapat semakin solid dan kompak untuk mengawal peran masyarakat pers di tengah tantangan disrupsi media.

“Wartawan harus teguh dalam menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu, pengurus PWI akan hadir mendampingi seluruh anggota agar menjaga komitmen tersebut. Diharapkan dengan kepengurusan ini, PWI dapat turut membangun ekosistem pers nasional yang sehat, menghadirkan wartawan kompeten yang menyajikan informasi akurat dan benar,” ujar Cak Munir.

Munir menganalogikan informasi yang disajikan wartawan sebagai “makanan bergizi” bagi publik.

“Dengan informasi yang sehat, masyarakat tentu akan lebih kuat dan cerdas, dibandingkan jika terus-menerus disuguhi hoaks dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital,” tambahnya.

Tokoh Pers Nasional Duduki Struktur Strategis

Cak Munir, wartawan senior sekaligus Direktur Utama LKBN ANTARA, ini akan didampingi oleh Atal S. Depari sosok wartawan senior yang juga mantan Ketum PWI Pusat periode 2019-2023.

Lalu Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua Umum PWI versi KLB yang merupakan mantan Ketua PWI Riau dua periode menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Marthen Selamet Susanto, Pemimpin Redaksi Koran Jakarta. Adapun Zulkifli Gani Ottoh, mantan Ketua PWI Bidang Organisasi kembali didaulat di posisi yang sama.

Dewan Penasihat PWI Pusat akan dipimpin oleh Suryopratomo, mantan Pemimpin Redaksi Kompas dan Metro TV yang kini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura.

Sementara itu, Ilham Bintang, pendiri Cek & Ricek dan pelopor jurnalisme infotainment serta mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI, menempati posisi Wakil Ketua Dewan Penasihat.

Posisi Sekretaris Dewan Penasihat diisi oleh Sasongko Tedjo, mantan Pemred Suara Merdeka, yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Jajaran anggota Dewan Penasihat terdiri dari tokoh-tokoh besar dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Hadir Karni Ilyas, jurnalis senior sekaligus pendiri Indonesia Lawyers Club.

Tribuana Said, putra pendiri Harian Waspada Ani Idrus dan pendiri LPDS. Nama besar lain yang bergabung adalah Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos Group yang juga pernah menjabat sebagai Dirut PLN dan Menteri BUMN.

Kehadiran jurnalis perempuan senior juga mewarnai Dewan Penasihat melalui Retno Pinasti, Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar.

Kemal Effendi Gani, Pemimpin Umum dan Pemred Majalah SWA. Asro Kamal Rokan, mantan Pemred Republika yang, kini menjabat Presiden ISWAMI.

Struktur ini juga diperkuat oleh Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers yang dikenal sebagai pakar regulasi media dan penyiaran.

Sementara itu, Iman Brotoseno, Dirut TVRI sekaligus sutradara film, menambah warna dengan latar belakang pengurus PWI. Lalu ada Hendrasmo, Dirut RRI sekaligus doktor Ilmu Politik yang sebelumnya pernah berkarier di BBC.

Sementara itu, Dewan Pakar dipimpin oleh Dhimam Abror, mantan Pemred Jawa Pos dan Bola, bersama Nurjaman Mochtar mantan pemred ANTV, sebagai Sekretaris. Hadir pula jurnalis muda seperti Alfito Deannova Pemred Detik.com mengisi posisi anggota Dewan Pakar serta Aiman Witjaksono sebagai Wakil Ketua Departemen Hukum & HAM.

Dengan struktur yang solid dan representatif ini, PWI Pusat periode 2025–2030 diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor inovasi dalam dunia pers nasional. Sinergi antara pengalaman panjang, keahlian khusus, serta semangat pembaruan menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi, demi terciptanya ekosistem media yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di era digital.

Berikut Susunan Lengkap Pengurus PWI Pusat Masa Bakti 2025-2030

DEWAN PENASIHAT

Ketua : Suryopratomo

Wakil Ketua : Ilham Bintang

Sekretaris : Sasongko Tedjo

Anggota : Karni Ilyas

: Tribuana Said

: Dahlan Iskan

: Retno Pinasti

: Kemal Effendi Gani

: Asro Kamal Rokan

: Agung Dharmajaya

: Iman Brotoseno

: Firdaus

: Hendrasmo

: Sutrimo

: M.Noeh Hatumena

: Imawan Mashuri

: Basril Basyar

DEWAN KEHORMATAN

Ketua : Atal S. Depari

Wakil Ketua : Herbert Timbo Siahaan

Sekretaris : Nurcholis MA Basyari

Anggota : Banjar Chairuddin

Diapari Sibatangkayu

Helmi Burman

Usman Kansong

Zacky Antony

Muhammad Syahrir

DEWAN PAKAR

Ketua : Dhimam Abror

Sekretaris : Nurjaman Mochtar

Anggota : Wahyu Muryadi

: Heddy Lugito

: Eduard Depari

: Effendi Ghazali

: Sujiwo Tejo

: Yulian Warman

: Hidayat Arsani

: Gories Mere

: Alfito Deannova

: Helena Rea

: Syahdanur

: Reva Deddy Utama

: Raldi Doy

: Muhammad Amru

: Andrian Tuswandi

: Rudi Hidayat

: Edi Saputra Hasibuan

Ketua Umum : Akhmad Munir

Bidang Organisasi

Ketua : Zulkifli Gani Ottoh

Wakil Ketua : Djoko Tetuko Abdul Latif

Bidang Pembinaan Daerah

Ketua : Mirza Zulhadi

Wakil Ketua I : Novrizon Burman

Wakil Ketua II : Sarjono

Bidang Pendidikan

Ketua : Agus Sudibyo

Wakil Ketua I : Suprapto

Wakil Ketua II : Zarman Syah

Bidang Kerjasama dan Kemitraan

Ketua : Ariawan

Wakil Ketua I : Abdullah Sammy

Wakil Ketua II : Kadirah

Wakil Ketua III : Amy Atmanto

Bidang Hubungan Luar Negeri

Ketua : Irfan Junaidi

Wakil Ketua : Budhiana Kartawijaya

Bidang Multimedia dan IT

Ketua : Hilman Hidayat

Wakil Ketua I : Agus Salim Alwi Hamu

Wakil Ketua II : Merdi Sofansyah

Bidang Media & Penyiaran

Ketua : Auri Jaya

Wakil Ketua I : Danang Sanggabuana

Wakil Ketua II : Dede Apriadi

Bidang Pembelaan & Pembinaan Hukum

Ketua : Anrico Pasaribu

Wakil Ketua : Octap Riadi

Sekretaris Jenderal : Zulmansyah Sekedang

Wakil Sekretaris Jenderal I : Haryo Ristamaji

Wakil Sekretaris Jenderal II : Iskandar Zulkarnain

Bendahara Umum : Marthen Selamet Susanto

Wakil Bendahara Umum I : Herlina Anis

Wakil Bendahara Umum II : Sumber Rajasa Ginting

KOMISI-KOMISI:

Komisi Pendidikan & Pelatihan

Ketua : Jufri Alkatiri

Wakil I : Anas Syahirul Alim

Wakil II : Aldi Gultom

Komisi Kompetensi Wartawan

Ketua : Firdaus Komar

Wakil : Ahmad Fauzi Chan

Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan

Ketua : Henny Murniati

Wakil : Ria Dewi

Komisi Wartawan Olahraga (Siwo)

Pembina : Mahfudin Nigara

Wakil Pembina : Gungde Ariwangsa

Ketua : Suryansyah

Wakil Ketua I : Dede Isharrudin

Wakil Ketua II : Erwin Muhammad

Sekretaris : Wina Setyawatie

Wakil Sekretaris : Rudi Sahwani

Anggota : Husnie

: Syahnan Rangkuti

: Denni Risman

DEPARTEMEN-DEPARTEMEN

Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya

Ketua : Ramon Damora

Wakil Ketua I : Eko Teguh

Wakil Ketua II : Kunni Masrohanti

Departemen TNI dan Polri

Ketua : Jhonny Handjojo

Wakil Ketua (Khusus Polri) : Musrifah

Wakil Ketua (Khusus TNI) : Badar Subur

Departemen Hukum & HAM

Ketua : Baren Antonius Siagian

Wakil Ketua I : Aiman Witjaksono

Wakil Ketua II : Ardiansyah MZ Tanjung

Wakil Ketua III : Eddy Iriawan

Departemen Parlemen

Ketua : Ade Chandra

Departemen EKUIN

Ketua : Heri Triyanto

Wakil Ketua I : Yura Syahrul

Wakil Ketua II : M. Sarwani

Departemen Pangan dan Energi

Ketua : Gaib Maruto Sigit

Wakil Ketua I : M. Arifin Mukendar

Wakil Ketua II : Rizal Afriza

Departemen Kajian & Litbang

Ketua : Akhmad Sefudin

Wakil Ketua I : Rukman Nawawi

Wakil Ketua II : Jimmy Endey

Departemen Humas

Ketua : Hengki Lumban Toruan

Wakil Jaringan Media : Akhmad Dani

Wakil Jaringan Pewarta Foto : B Hersunu A.W

Wakil Jaringan Media Sosial : Achmad Rizal

DIREKTORAT

Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) : Aat Surya Safaat

Wakil Direktur : Eko Pamuji

Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) : Marah Sakti Siregar

Wakil Direktur : Nizwar

Direktur Anugerah Adinegoro : Maria D. Andriana

Wakil Direktur : Eko Suprihatno

Direktur Anugerah Seni & Kebudayaan : Yusuf Susilo Hartono

Direktur Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) : Ahmed Kurnia Soeriawidjaja

Wakil Direktur : Yono Hartono

Direktur Anti Kekerasan Wartawan : Edison Siahaan

Wakil Direktur : Supardi Hardy

Direktur Satgas Anti Hoax : Insan Kamil

Wakil Direktur I : Mercys Charles Loho

Wakil Direktur II : Muhtadi Putra Nusa

Direktur PWI Peduli : Yoyok Ajar

Wakil Direktur : Samsir Hamajen

Direktur Aset : Endang Werdiningsih

Wakil Direktur : Rabiatun Drakel

Direktur Pers Pancasila : Sihono HT

Wakil Direktur : Mochtar Touwe.(*)




Wali Kota Jambi Serahkan Santunan Rp42 Juta untuk Keluarga Tukang Ojek yang Tewas Kecelakaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada keluarga almarhum Muhammad Yusuf, seorang tukang ojek warga RT 5 Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, yang meninggal dunia akibat kecelakaan.

Santunan ini merupakan bagian dari program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, bagi pekerja rentan yang dibiayai oleh Pemkot Jambi melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, UMKM dan Koperasi Kota Jambi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, dan Lurah setempat, mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan langsung belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan kepada ahli waris.

“Almarhum Pak Muhammad Yusuf adalah salah satu dari 3.000 pekerja rentan yang sudah ditanggung pembiayaan BPJS Ketenagakerjaannya oleh Pemerintah Kota Jambi,” sebut Maulana.

“Kami hadir di sini untuk bertakziah dan sekaligus menyerahkan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris,” ujar Wali Kota Maulana, Senin (15/9/2025).

Menurut Maulana, santunan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan mencegah munculnya kemiskinan baru akibat kehilangan tulang punggung keluarga.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga, baik untuk kebutuhan hidup maupun usaha. Jangan sampai musibah ini menimbulkan kemiskinan baru bagi keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti tukang ojek, buruh harian, hingga pedagang kecil, merupakan bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam melindungi kelompok masyarakat miskin dan rentan secara berkelanjutan.(*)




Wali Kota Maulana: SPALD Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Pola Hidup Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan layak huni.

Melalui sosialisasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), Pemkot ingin mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya sanitasi yang baik demi terwujudnya Kota Jambi Bahagia.

Sosialisasi terbaru digelar di RT 10 Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, dengan menghadirkan warga sebagai peserta aktif.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan melalui sistem SPALD.

Sistem SPALD yang diterapkan saat ini dirancang untuk mengelola limbah domestik seperti air cucian dan kamar mandi, agar tidak mencemari air tanah dan lingkungan sekitar.

Air limbah tersebut kemudian diproses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di Kawasan Sijenjang, dan selanjutnya dikembalikan ke badan sungai dalam kondisi bersih dan aman.

Dalam jangka panjang, air hasil olahan juga dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan rumah tangga non-konsumsi seperti menyiram bunga, mencuci kendaraan, atau kebutuhan utilitas lainnya.

Hingga saat ini, SPALD di Kota Jambi telah dirancang untuk melayani 10.300 Sambungan Rumah (SR).

Namun, baru sekitar 500 SR yang sudah aktif tersambung.

Oleh karena itu, Pemkot terus melakukan sosialisasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat SPALD, serta mendorong partisipasi warga dalam merawat jaringan secara mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bijak.

Salah satu warga RT 07, Kelurahan Tanjung Pinang menyebutkan, dengan dipasang nya SPALD ini mereka merasa terbantu.

“Ya pembuangan jadi lancar, terima kasih pak wali” kata Pendi, warga RT 07.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, yang hadir memberikan sambutan menyampaikan bahwa, pengelolaan air limbah yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan kota yang sehat dan berkelanjutan.

“Sistem SPALD ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal perubahan pola pikir masyarakat. Dengan mengelola air limbah dengan baik, kita menjaga lingkungan, mencegah pencemaran air tanah, dan tentu mendukung terciptanya Kota Jambi yang lebih bahagia, bersih, dan sehat,” ujar Wali Kota Maulana.

“Kami mengajak masyarakat untuk terlibat aktif, memahami manfaat sistem ini, dan bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan di berbagai wilayah Kota Jambi sebagai bagian dari program strategis Pemkot dalam mewujudkan sanitasi aman dan pengelolaan air limbah terpadu.(*)




Wali Kota Jambi Salurkan Bantuan BOP ke 6 Masjid, Dorong Peran Aktif Tempat Ibadah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya memperkuat program “Kota Jambi Bahagia” khususnya dari aspek spiritual dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Wali Kota Jambi, Maulana, menyalurkan bantuan operasional (BOP) kepada enam masjid yang ada di Kota Jambi.

Pemberian bantuan tersebut didasari dari hasil kunjungan Wali Kota ke berbagai masjid dalam kegiatan keagamaan seperti khutbah Jumat, salat Magrib, dan Subuh berjamaah.

Dari kunjungan tersebut, Wali Kota melihat langsung kondisi pembangunan dan aktivitas masjid.

“Kami memberikan bantuan ini sebagai bentuk dukungan untuk mengaktifkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial. Ini juga bagian dari pembangunan spiritual masyarakat Kota Jambi,” ujar Maulana.

Selain bantuan untuk tempat ibadah, Wali Kota Jambi juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Tiga pelajar terbaik asal Kota Jambi yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, turut menerima bantuan dari Pemerintah Kota.

Bantuan yang diberikan meliputi dukungan transportasi serta motivasi langsung dari Wali Kota kepada para pelajar dan keluarganya.

“Mereka adalah duta Kota Jambi di luar negeri. Kami harap mereka bisa menjaga nama baik Jambi, belajar dengan sungguh-sungguh, dan setelah lulus nanti bisa kembali untuk membangun kota ini, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengembangan SDM,” tambah Maulana.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk mewujudkan masyarakat yang unggul secara spiritual dan intelektual.

Program tersebut juga sejalan dengan visi misi Kota Jambi sebagai kota yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.(*)