Wali Kota Maulana Tinjau Fasilitas Publik di Terminal Tipe A – Alam Barajo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung terwujudnya sarana dan prasarana memadai pada layanan fasilitas publik, Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan tinjauan ke sejumlah fasilitas umum di Terminal Tipe A – Alam Barajo BPTD Kelas II Jambi, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, pada Sabtu pagi (13/9/2025).

Dalam tinjauannya ini, Wali Kota Maulana didampingi langsung Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr. Benny Nurdin Yusuf, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Saleh Ridha, Camat Alam Barajo Iper Riyansuni beserta jajaran, serta Forum Ketua RT (FKRT) Kecamatan Alam Barajo.

Dalam tinjauan lapangan itu, Wali Kota Maulana bersama rombongan terlihat berjalan menelusuri satu persatu fasilitas publik. Seperti Tempat Ibadah, Taman, Kamar Mandi hingga Tempat pembuangan sampah, yang sebagiannya sedang dalam tahap revitalisasi pembangunan guna lebih memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat, khususnya bagi pengguna layanan trasportasi umum yang akan melakukan perjalanan antar daerah.

Usai peninjauan tersebut, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota akan terus berupaya agar Terminal Alam barajo dapat berfungsi secara maksimal dan benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya bagi kota Jambi

“Nanti kita akan arahkan semua akses transportasi darat masuk ke sini agar tidak ada lagi Perusahaan Otobus (PO) yang berada di pinggir-pinggir jalan, sehingga menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Dalam mendukung secara langsung kawasan Terminal Tipe A -Alam Barajo ini, Pemerintah Kota Jambi juga akan menghibahkan sejumlah lahan yang ada dikawasan tersebut agar dapat berfungsi lebih maksimal.

“Insya Allah kami Pemerintah Kota juga akan mendukung dengan memberikan hibah tanah yang ada dibagian belakang untuk supaya Terminal ini betul-betul berfungsi maksimal menjadi pusat bertemunya sarana transportasi yang dari antar daerah Provinsi dengan yang di dalam Kota,” tutur Maulana.

“Nanti juga ada Bus Listrik yang sama-sama kita tau sudah beroperasi di Kota Jambi untuk mengkoneksikan semua koridor-koridor di masyarakat,” lanjutnya.

Dikesempatan itu, dirinya turut mengapresiasi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, yang selama kepemimpinannya Terminal Alam Barajo mempunyai progres yang baik, tidak hanya dari pemberian fasilitas. Namun juga berhasil dalam mengatur PO PO yang ada di Jambi.

“Alhamdulillah di tangan Pak Benny progresnya sangat baik, saya cek musholanya sudah sangat layak kemudian tempat-tempat seperti kantinnya, begitupun PO kita lihat sudah mulai memadati Terminal Alam Barajo ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, dengan berfungsinya secara maksimal Terminal Tipe A ini, Maulana menjelaskan tentunya turut berdampak terhadap perekonomian, khususnya pada bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Di sisi lain, selain memberikan kenyamanan terhadap masyarakat, dengan fasilitas yang baik tentunya UMKM dapat tumbuh karena banyak pengunjung yang transit yang datang maupun yang mau naik, sehingga itu bisa menjadi aspek pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

“Jika sudah nyaman dan bersih nanti bersama Dinas Perhubungan Provinsi dan kami Perhubungan Kota akan bekerja sama untuk mengajak semua PO bergabung di sini, sehingga tidak ada lagi mobil-mobil besar yang berada di dalam kota mengganggu lalu lintas dan mengganggu keindahan Kota,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Benny menekankan komitmennya dalam mengoptimalkan fungsi Terminal yang tidak hanya menjadi tempat perpindahan orang maupun barang. Tetapi juga sebagai pusat ekonomi seperti apa yang dikatakan oleh Wali Kota Maulana.

“Kolaborasi yang ditunjukkan Bapak Wali Kota ini menambah nilai positif tentunya karena sejalan dwngan tujuan kami untuk lebih mengoptimalkan lagi fungsi Terminal Alam Barajo ini,” tekannya.

“Kedepan Terminal ini akan berkonsep modern terintegrasi dengan konsep Mixed-Use atau kawasan serbaguna. Jadi lahan-lahan yang sudah diserahkan kepada kami akan kami desain kembali untuk dimanfaatkan seperti tempat olahraga, sehingga sopir atau kondektur yang menginap di sini itu bisa juga berolahraga untuk tetap menjaga kebugaran,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, sebagai tindak lanjut pengoptimalan kawasan Terminal Tipe A ini, ditahun depan akan dilakukan revitalisasi untuk dilakukan pengembangan yang telah masuk kedalam rencana strategis Kementerian Perhubungan.

“Mudah-mudahan paling lambat 2026 itu sudah bisa mendapatkan prioritas, sehingga Terminal Alam Barajo ini bisa dilakukan pengembangan sebagai Terminal modern terintegrasi dengan konsep Mixed -Use,” tutupnya.(*)




Maulana : IPAL Komunal Upaya Nyata Pemerintah Kota Dalam Menjaga Kualitas Lingkungan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan tinjauan langsung ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sijenjang di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu (13/9/2025).

Didampingi jajaran Pejabat terkait di IPAL Komunal Sijenjang, Camat Jambi Timur A Syukri, Wali Kota Maulana melihat secara langsung setiap proses pengolahan limbah domestik mulai dari aliran limbah masuk, baik melalui jalur pengangkutan hingga sistem gravitasi pemompaan dari kawasan Jambi Timur, Pasar, Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan bahwa IPAL Komunal ini merupakan upaya nyata Pemerintah Kota dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya air tanah, agar terhindar dari pencemaran limbah domestik termasuk limbah dari masing-masing orang seperti Ecoli dan lain-lain.

“Kami bersyukur dengan teknologi canggih yang dimiliki di IPAL Kota Jambi ini, sehingga semua limbah domestik dari rumah warga akan dikumpulkan dan diolah di sini dan berdampak aman bagi lingkungan,” ujarnya.

Kedepan, kata Maulana, akan lebih agresif dalam menyuarakan atau mensosialisasikan terkait dengan kesehatan lingkungan kepada masyarakat Kota Jambi, terutama di kawasan-kawasan padat penduduk.

“Karena ini bagian dari proses menjaga lingkungan kita. Oleh karena itu, pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan IPAL Komunal ini agar limbah rumah tangga dapat dialirkan melalui jaringan pipa IPAL,” katanya.

Lebih lanjut, dengan hadirnya IPAL Komunal ini, Wali Kota Maulana turut mengimbau masyarakat dikawasan Kecamatan Jambi Timur dan Pasar khususnya, agar dapat segera menyambungkan limbah domestiknya ke IPAL Komunal Sijenjang milik Kota Jambi ini.

“Sehingga air tanah yang ada di wilayahnya tidak tercemar dan pengelolaan di tingkat rumah tangga menjadi lebih gampang. Dan pengelolaannya langsung di kelola oleh tenaga profesional yang ada di sini,” imbaunya.

“Ini adalah teknologi canggih yang harus manfaatkan dan kita sosialisasikan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan ini, sehingga kita dapat menjaga lingkungan kota Jambi, karena ini adalah titipan untuk anak cucu kita kedepan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Keberadaan IPAL Komunal Sijenjang di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur ini tidak hanya menjaga dari aspek kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang kesehatan untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia.(*)




Wali Kota Maulana Serahkan Bantuan Gerobak Motor Bagi TPS 3R

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, melakukan penyerahan bantuan alat penunjang kebersihan ke sejumlah Rukun Tetangga (RT). Kegiatan ini dipusatkan di RT 20 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, pada Sabtu pagi (13/9/2025).

Dikesempatan ini secara simbolis ada 6 RT yang mendapatkan bantuan, berupa Komposter dan Tempat Sampah Terpilah, serta 2 gerobak motor untuk pengelola TPS 3R yakni Sulur Berkah dan Duyung Habibah.

Penyerahan bantuan alat kebersihan ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kota yang selaras dengan program Kampung Bahagia. Dimana mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup dipilah langsung dari sumbernya.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan, bantuan penunjang kebersihan ini berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diserahkan melalui Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi, Syarif Fasha yang juga selaku Wali Kota Jambi periode 2013-2023 beberapa waktu lalu.

“Selain dalam menunjang dari aspek kebersihan lingkungan, bantuan ini juga sebagai penunjang untuk penilaian Kota Sehat yang akan segera dilaksanakan di Kota Jambi,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, pada prinsipnya, Pemerintah Kota menciptakan suatu kota yang bersih bukan hanya untuk penilaian semata, namun lebih kepada memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kepada masyarakat. Melalui kesadaran dalam perilaku membuang sampah tidak sembarangan.

“Masyaekaat harus ada rasa tanggung jawab akan sampah yang dihasilkannya. Tanpa berpikir bahwa ini sampah saya, saya harus bertanggung jawab terhadap sampah. Karena ini bisa menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Dirinya jelaskan, aspek kebersihan ini tentunya telah masuk dalam program Kita Jambi Bahagia melalui Kampung Bahagia. Dimana masyarakat akan didorong untuk memilah sampah langsung dari sumber.

“Prinsipnya Kampung Bahagia adalah bagaimana mengelola masing-masing RT dengan berbasis gotong royong, kerjasama. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan infrastruktur, pembangunan keagamaan, kepemudaan, kewanitaan dan juga masalah sampah ini menjadi program prioritas,” jelasnya.

Dalam menyukseskan Kampung Bahagia ini, Dirinya mengatakan, sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat dan kekompakan masyarakat, dengan Ketua RT, Lurah hingga Camat sebagai komando.

“Oleh karena itu, Pemkot Jambi memberikan bantuan penunjang kebersihan ini. Karena, program akan sukses jika dilaksanakan secara bersama-sama, gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, selaras dengan kota Jambi yang heterogen masyarakatnya, dengan berbagai macam karakter suku bangsa, bahasa, pekerjaan semua ada,” katanya.

“Kalau kita bangun dari bawah dengan pemberdayaan, maka program ini akan berkelanjutan, dan berlangsung lama. Sehingga kota ini menjadi kota yang bersih dan nyaman bahi siapapun,” lanjut Maulana.

Data yang disampaikan Maulana, setiap rumah tangga di Kota Jambi rata-rata minimal menghasilkan hampir 1 kg. Ini dibutuhkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan yakni lewat kesadaran warga.

Melalui program Kampung Bahagia agau yang dikenal 100 juta per RT nantinya, Maulana berharap agar dana dikelola melalui musyawarah, serta memprioritaskan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

“Terlebih, nantinya pengelolaan sampah akan bekerja sama dengan TPS 3R. Sampah akan diolah dan dikelola dengan baik sehingga bernilai ekonomi, melalui apa yang dihasilkan, seperti menjadi kompos dan pupuk,” harapnya.

Menurutnya, dengan berbagai kebijakan yang telah dilakukan Pemkot Jambi saat ini dalam menjaga kebersihan hanya memberikan dampak sesaat bagi masyarakat. Seperti penyiapan Sat Pol PP, CCTV hingga denda sebesar 20 juta rupiah.

“Semua kebijakan telah kita lakukan, namun memberikan dampaknya hanya sesaat ditengah masyarakat. Ternyata itu tidak sustain, tidak berkelanjutan. Jadi melalui Program Kampung Bahagia ini agar bagaimana sistem ini berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

“Kampung Bahagia itu sebuah konsep besar, bahwa kampung kita, tempat tinggal kita, rumah kita adalah tanggung jawab kita bersama yang konsepnya sampah yang di hasilkan secara pribadi menjadi tanggung jawab kita,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam penyerahan bantuan alat penunjang kebersihan tersebut, tampak hadir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ardi, Kabag Ekonomi dan SDA Hendra Saputra, Camat Paal Merah M Toyib selaku Camat Paal Merah beserta para Lurah penerima bantuan, perwakilan Forum Kota Jambi Sehat Mulyono, serta Forum Ketua RT Kecamatan Paal Merah.(*)




Wali Kota Jambi Tinjau Terminal Alam Barajo, Dukung Revitalisasi dan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, bersama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr Benny Nurdin Yusuf, serta sejumlah pejabat terkait, melakukan peninjauan ke Terminal Tipe A Alam Barajo, Sabtu (13/9/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam merevitalisasi Terminal Alam Barajo sebagai pusat transportasi terpadu dan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Terminal Alam Barajo akan menjadi kebanggaan warga Kota Jambi.

Seluruh aktivitas transportasi darat akan dipusatkan di terminal ini untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

“Kami ingin tidak ada lagi PO bus yang berhenti sembarangan di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan. Terminal ini akan jadi pusat layanan transportasi yang terintegrasi,” ujar Maulana.

Pemerintah juga mengapresiasi peningkatan fasilitas di terminal, seperti perbaikan loket, kantin, mushalla, dan toilet. Semua ini berkat dukungan dari BPTD Kelas II Jambi.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkot Jambi akan menghibahkan lahan tambahan untuk perluasan area terminal.

Nantinya, terminal ini akan terintegrasi dengan transportasi publik dalam kota, termasuk mobil listrik yang sudah disiapkan oleh Pemkot Jambi.

Langkah ini menjadikan Terminal Alam Barajo tidak hanya sebagai simpul transportasi antarprovinsi, tetapi juga sebagai model transportasi berkelanjutan di Jambi.

Lebih dari sekadar terminal, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi pusat ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wali Kota Jambi berharap terminal ini menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal.

“Dengan adanya pusat ekonomi di terminal, UMKM akan berkembang dan pendapatan masyarakat pun meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr Benny Nurdin Yusuf, menyambut baik dukungan Pemkot Jambi terhadap proyek revitalisasi Terminal Alam Barajo.

Menurutnya, revitalisasi ini sejalan dengan visi Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan terminal modern berbasis mixed-use.

“Revitalisasi Terminal Alam Barajo sudah masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan. Kami targetkan paling lambat tahun 2026 mulai diprioritaskan,” ujarnya.

Terminal modern ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas belanja, ruang publik, dan sarana olahraga, menjadikannya kawasan multifungsi yang bermanfaat bagi masyarakat.(*)




Garuda Muda, Dari Semifinal Bersejarah ke Kualifikasi yang Membekas Luka, Bukti Inkonsistensi PSSI

HARAPAN besar yang disematkan kepada Timnas Indonesia U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini justru berubah menjadi kegagalan. Publik sepakbola tanah air masih segar mengingat catatan manis pada tahun 2024, ketika skuad Garuda Muda berhasil melaju hingga babak semifinal Piala Asia U-23, torehan bersejarah yang menyulut euforia nasional.

Namun, satu tahun berselang, cerita berbalik arah. Kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini menghadirkan wajah yang berbeda. Permainan yang belum konsisten, tekanan lawan yang semakin berat, serta mental yang terguncang menjelma badai yang menghantam laju Garuda Muda. Hasil yang diraih tak lagi seindah kenangan 2024.

Kulalifikasi Piala Asia U-23 2025 Indonesia tergabung di Gorup J bersama Laos, Makau dan Korea Selatan. Pada laga perdana melawan Laos berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Sebuah hasil yang mengecewakan, mengingat dominasi permainan tak mampu diubah menjadi kemenangan. Partai kedua menjadi pelipur lara sesaat. Garuda Muda tampil menggila, menghantam Makau dengan skor telak 5-0. Namun, laga penentuan kontra Korea Selatan menghadirkan kenyataan pahit. Meski bermain penuh semangat, satu celah kecil membuat gawang Indonesia kebobolan. Skor akhir 1-0 untuk Korea Selatan sekaligus menutup asa lolos ke Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi.

Namun kini, aroma kegagalan terasa menyengat. Kualifikasi Piala Asia U-23 terbaru justru meninggalkan catatan kelam: permainan kacau, arah tak jelas, dan di sinilah pertanyaan besar muncul: apakah PSSI benar-benar belajar dari masa lalu? Keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong dengan Gerald Vanenburg menjadi titik sorotan. Shin Tae-yong adalah pelatih yang membangun mental baja, menempanya perlahan seperti pandai besi yang mengeraskan logam dengan sabar. Sebaliknya, Gerald Vanenburg hadir dengan filosofi permainan indah ala Eropa, namun tanpa memastikan bahwa pondasi sepakbola Indonesia cukup kuat menampung ide tersebut. Hasilnya? Tim kehilangan arah, permainan kacau, dan identitas timnas seolah lenyap di lapangan.

Namun, kesalahan terbesar bukanlah pada Gerald Vanenburg. Ia hanyalah pion dalam papan catur besar. Masalah sesungguhnya ada di tubuh PSSI, federasi yang kembali terjebak dalam pola lama, terburu-buru, inkonsistensi, dan gagal menjaga kesinambungan. Sejarah berulang karena keputusan selalu diambil dengan tergesa, bukan berdasarkan rencana jangka panjang. Bagaimana mungkin sebuah bangsa berharap pada sepakbola yang kokoh jika pondasinya diganti setiap kali angin berhembus?

Sepakbola bukan sekadar soal menang hari ini, tetapi membangun arah untuk generasi esok. Semifinal 2024 seharusnya menjadi batu pijakan emas, bukan sekadar kenangan yang cepat pudar. Kini, Garuda Muda berdiri di persimpangan. Di satu sisi ada warisan STY yang mengajarkan kerja keras, disiplin, dan mental pantang menyerah. Di sisi lain ada eksperimen yang masih meraba-raba arah. Dan di cermin yang retak, publik melihat bayangan PSSI, federasi yang tampak berwibawa, tetapi rapuh oleh keputusannya sendiri.

Di sinilah perbandingan dengan negara maju seperti Jepang menjadi pelajaran berharga. Jepang melalui Japan Football Association (JFA) membangun kurikulum sepakbola yang terstruktur sejak usia dini, mulai dari sekolah dasar, akademi regional, hingga pelatihan elit nasional. Tidak hanya menekankan teknik, tetapi juga mental, etika, dan disiplin. Hasilnya? Jepang mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level dunia, bukan hanya sekadar menang di level lokal.

Indonesia, dengan talenta melimpah di usia muda, seharusnya bisa meniru model ini. Namun, tanpa kurikulum yang jelas dan konsistensi kebijakan PSSI, potensi itu sia-sia. Kita menyaksikan bukan sekadar kekalahan di lapangan, tapi juga kegagalan sistem. Publik tidak hanya ingin kemenangan, mereka ingin fondasi sepakbola yang jelas, pelatih yang konsisten, dan strategi jangka panjang yang nyata.

Jika PSSI benar-benar ingin Garuda muda terbang tinggi, langkah nyata harus segera diambil. Tidak cukup dengan mengganti pelatih atau mencari sensasi instan. Federasi harus membangun sistem yang berakar, menjaga identitas timnas, dan menegaskan arah jangka panjang. Tanpa itu, impian besar sepakbola Indonesia hanyalah fatamorgana, indah dipandang, namun rapuh dan mudah runtuh.

Sepakbola bukan soal pergantian pelatih instan, melainkan perjalanan panjang membangun identitas. Publik Indonesia tidak lagi haus janji, melainkan bukti. Jika PSSI ingin keluar dari lingkaran kegagalan, mereka harus berani menaruh kepercayaan pada kesinambungan, memberi ruang pada proses, dan menjadikan visi jangka panjang sebagai kompas.

sepakbola butuh fondasi, bukan fatamorgana. Jangan lagi jadi federasi yang hanya jago retorika, jadilah pengurus yang berani menjaga konsistensi dan identitas timnas!.(*)

Penulis : Rivalwan, S.Si., M.Pd., AIFO-P (Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Tadulako)




Sinsen Rayakan Hari Pelanggan Nasional dengan Pengantaran Unit To Loyal Customer

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025, PT Sinar Sentosa Primatama (SINSEN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda bersama seluruh jaringan Dealer di Provinsi Jambi memberikan Special Service To Loyal Customer.

Pada momentum ini, Management SINSEN yang terdiri dari General Manager, Sales Manager, Service Manager, Part Manager dan HC3 Manager serta Pimpinan Dealer yang terdiri dari Kepala Cabang Dealer, Area Manager bahkan Owner Dealer turun langsung untuk melakukan pengantaran unit sepeda motor ke rumah konsumen.

Kehadiran mereka menjadi wujud terima kasih atas kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan Honda di Provinsi Jambi.

Selain mengantarkan unit, seluruh konsumen juga menerima apresiasi berupa Souvenir, Parcel, dan merchandise menarik lainnya yang disiapkan secara khusus untuk merayakan Hari Pelanggan Nasional bersama SINSEN.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh pelanggan, sekaligus menunjukkan komitmen Sinsen untuk selalu hadir lebih dekat dengan konsumen. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Jambi terhadap Honda,” ujar Andrew Attan, General Manager Marketing PT Sinar Sentosa Primatama.

Dengan semangat Hari Pelanggan Nasional, SINSEN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik serta berbagai program menarik yang memberi nilai tambah bagi seluruh konsumen Honda di Provinsi Jambi.(*)




Keren! FIK UNP Gelar Pelatihan Guru PJOK Padang, Kenalkan Media Pembelajaran AI dan Canva

PADANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) sukses menggelar pelatihan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP se-Kota Padang.

Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 2 Kota Padang dan diikuti oleh seluruh guru PJOK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kota Padang.

Pelatihan ini dipimpin oleh Dr Asep Sujana Wahyuri, SSi, MPd, dosen FIK UNP sekaligus Ketua Tim Pengabdian, didampingi oleh anggota tim pengabdian Abdur Rohim Fadlan, MPd, serta dua mahasiswa FIK UNP.

Menurut Dr. Asep, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam memanfaatkan teknologi berbasis AI, khususnya melalui platform Canva, dalam proses belajar-mengajar.

“Kami berharap para guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital,” ungkap Dr Asep.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar guru PJOK di tingkat SMP mampu mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang semakin digital.

Ketua MGMP PJOK Kota Padang, Reki Elmiyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Pelatihan ini adalah langkah penting. Penggunaan AI dan Canva membuka peluang baru bagi guru PJOK untuk menyampaikan materi yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian FIK UNP bersama MGMP PJOK Kota Padang merancang pembentukan Forum Inovasi Pembelajaran PJOK Berbasis AI, yang akan menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru.(*)

sumber: Minangsatu.com




Datang ke DPR RI, Ketua DPRD Kota Jambi dan Mahasiswa Desak DPR RI Sahkan RUU Perampasan Aset!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Naim, mengantar langsung empat perwakilan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu ke Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta.

Kehadiran para mahasiswa yang terdiri dari Fahri Salim Silitonga, Anisatu Dhiyau Ridwana, Muhammad Muhlisin Yusuf, dan M Ridwansyah ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset oleh pemerintah pusat.

“Kami mendampingi adik-adik mahasiswa Jambi untuk menyerahkan secara langsung dukungan dan rekomendasi tertulis DPRD Kota Jambi kepada DPR RI. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap perjuangan antikorupsi,” ujar Kemas Faried.

Rombongan diterima oleh anggota DPR RI Dapil Jambi, H. Syarif Fasha dari Fraksi Partai NasDem, dan Edi Purwanto dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kedua legislator menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan pimpinan DPRD.

Syarif Fasha menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif mahasiswa dan DPRD Kota Jambi.

“Aspirasi terkait RUU Perampasan Aset kami terima dan akan kami teruskan ke pimpinan DPR RI. Kami juga membuka ruang komunikasi ke depan untuk pengawalan undang-undang lain,” ungkapnya.

Senada, Edi Purwanto menegaskan dukungannya terhadap aspirasi mahasiswa Jambi, terutama terkait tuntutan 17+8.

Ia berkomitmen menyampaikan hal ini melalui Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, yang saat ini dipimpin oleh Adian Napitupulu.

“Saya pastikan aspirasi ini kami teruskan langsung ke Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam membangun bangsa menuju 2045,” ujar Edi.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Jambi yang telah memfasilitasi dan mendampingi mereka dalam memperjuangkan suara rakyat hingga ke tingkat pusat.

“Kami sangat mengapresiasi Ketua DPRD Kemas Faried dan jajarannya yang telah membantu menyampaikan aspirasi kami kepada DPR RI. Ini sangat berarti bagi kami dan perjuangan rakyat Jambi,” ujar salah satu mahasiswa.(*)




Cek Kondisi IPAL Komunal, Wali Kota Jambi Tekankan Pentingnya Sanitasi Terintegrasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu 13 September 2025.

Dalam kunjungannya, Dr Maulana melihat secara langsung sistem pengolahan limbah domestik yang berasal dari rumah tangga maupun kawasan pasar.

Limbah tersebut dialirkan menggunakan sistem gravitasi dan jalur pengangkutan sebelum diproses di IPAL komunal.

Menurut Wali Kota, keberadaan IPAL ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama air tanah, dari pencemaran limbah rumah tangga.

“Kami telah menggunakan teknologi pengolahan limbah yang modern. Semua limbah domestik dari rumah warga dikumpulkan dan diolah di sini agar aman bagi lingkungan,” jelas Maulana.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program ini.

Pemerintah Kota Jambi akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Jambi Timur dan daerah Pasar.

“Kami akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar segera menyambungkan saluran limbah rumah tangga ke jaringan pipa IPAL komunal. Ini penting demi kebersihan dan kesehatan lingkungan kita bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Wali Kota Maulana menambahkan bahwa IPAL komunal tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung program pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Jambi secara keseluruhan.(*)




Warga Jambi Blokir Jalan Nasional, Tolak Pembangunan Stockpile Batubara PT SAS!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penolakan terhadap proyek pembangunan stockpile batubara kembali mengemuka di Provinsi Jambi.

Kali ini, penolakan datang dari warga Kelurahan Aur Kenali dan Mendalo Darat, yang didampingi oleh Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi.

Massa menggelar aksi protes menolak pembangunan stockpile dan jalan khusus milik PT Sinar Anugrah Sentosa (PT SAS), anak perusahaan dari RMKE Group.

Lokasi proyek dinilai berada terlalu dekat dengan kawasan pemukiman padat, sehingga dianggap melanggar hak masyarakat atas lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari pencemaran.

Sebagai bentuk perlawanan, warga memblokir jalan nasional di depan kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Jambi. Aksi ini menyebabkan lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total karena tidak satu pun kendaraan dapat melintas.

WALHI Jambi menilai proyek ini telah mengabaikan prinsip keadilan ekologis dan melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terutama, Pasal 65 ayat (1) yang menjamin hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta Pasal 67 yang mewajibkan setiap orang menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

Selain itu, WALHI juga mengungkap bahwa pembangunan stockpile tersebut bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Dalam aturan itu, kawasan proyek dikategorikan sebagai wilayah permukiman, bukan area industri. Hal ini membuat proyek PT SAS dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap tata ruang daerah.

“Pembangunan stockpile di tengah kawasan pemukiman adalah bentuk nyata pelanggaran hukum tata ruang dan pembangkangan terhadap negara. Ini bukan sekadar proyek industri, tapi perampasan ruang hidup warga yang berpotensi membahayakan kesehatan publik. Negara seharusnya hadir untuk melindungi rakyat, bukan menjadi alat korporasi,” tegas Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah.

Ketua BPR, Rahmat, juga menyuarakan penolakan keras terhadap proyek tersebut. Ia menekankan bahwa perjuangan ini adalah upaya kolektif masyarakat dalam menjaga ruang hidup dan kesehatan generasi mendatang.

“Suara rakyat tidak bisa dibungkam. Kami akan terus menolak segala bentuk pembangunan yang mengorbankan masyarakat. Ini adalah perjuangan untuk kehidupan yang layak bagi semua,” ujar Rahmat.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak agar seluruh aktivitas proyek dihentikan dan meminta Gubernur Jambi, Al Haris, serta Wali Kota Jambi untuk turun langsung menemui massa.

Mereka juga menuntut adanya dialog terbuka dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, pemblokiran jalan nasional di Aur Kenali masih berlangsung dan warga bersikeras menunggu respons langsung dari pihak pemerintah provinsi.(*)