Waduh! 11 LC dan 5 Pasangan Tak Resmi Terjaring Razia di Tebo

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tebo, tim gabungan Sat Pol PP Tebo bersama TNI Yonif TP 844/Ksatria Batanghari menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Kamis malam (23/10/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

Operasi tersebut menyasar sejumlah lokasi di Kecamatan Rimbo Bujang, di antaranya kafe dan hotel yang diduga menjadi tempat aktivitas yang melanggar norma sosial.

Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan 11 perempuan yang diduga sebagai Lady Companion (LC) dari beberapa kafe di Jalan 21 Perintis, kawasan belakang Pujasera, dan Terminal Rimbo Bujang.

Selain itu, 5 pasangan bukan suami istri juga terjaring dari salah satu hotel di wilayah yang sama.

Kepala Sat Pol PP Tebo Defriyanto, melalui Kabid Penegakan Perda Muhammad Jani, mengatakan operasi ini dilakukan sebagai upaya pemberantasan penyakit masyarakat yang meresahkan warga.

“Dari hasil operasi, kami mendapati beberapa perempuan penghibur, termasuk mahasiswi dan satu perempuan di bawah umur sekitar 17 tahun,” kata dia.

“Untuk mereka, kami buatkan surat pernyataan, sedangkan pasangan yang bukan suami istri kami panggil orang tuanya dan diarahkan untuk dinikahkan,” ujar Jani.

Ia menambahkan, pelaksanaan operasi dilakukan atas perintah atasan dan telah melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami hanya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan. Operasi Pekat ini bersifat mendadak agar hasilnya efektif,” tambahnya.

Kegiatan Operasi Pekat ini merupakan bagian dari agenda rutin Sat Pol PP Tebo bersama TNI dalam rangka menciptakan ketertiban umum serta menjaga moral masyarakat di wilayah Kabupaten Tebo.(*)




Batik Tanjab Barat Kian Dikenal, Bupati Anwar Sadat Dukung Pengrajin Naik Kelas

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Alun-Alun Kuala Tungkal dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan kemeriahan acara “Tanjung Jabung Barat Berbatik” pada Jumat malam (24/10/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025 dan menjadi ajang unjuk kreativitas para pengrajin serta pecinta batik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Acara puncak diisi dengan lomba fashion show kategori dewasa yang diikuti oleh Forkopimda, staf ahli, kepala OPD, para camat, serta pimpinan perbankan. Semua peserta tampil menawan mengenakan batik khas Tanjab Barat dengan berbagai motif unik dan elegan.

Sebelumnya, sejak siang hari telah digelar lomba fashion show untuk kategori anak-anak dan remaja, yang diikuti total 42 peserta.

Selain kompetisi, acara juga dimeriahkan dengan parade batik karya desainer lokal, menampilkan beragam motif batik daerah yang memukau penonton.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Dekranasda Hj. Fadhilah Sadat, serta unsur Forkopimda, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, camat, hingga pimpinan perusahaan dan perbankan.

Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap pengembangan batik lokal.

Ketua Panitia Syawaludin F. Tanjung, yang juga Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Tanjab Barat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para pengrajin agar terus berinovasi.

“Tanjab Barat memiliki 38 kelompok pengrajin aktif dan lebih dari 400 motif batik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka semakin semangat, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai, batik Tanjab Barat kini berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Tanjab Barat Berbatik menjadi wadah kreatif bagi pengrajin untuk berkolaborasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar batik kita semakin dikenal luas,” kata Bupati.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan foto bersama. Masyarakat yang hadir mengaku bangga dengan kekayaan budaya daerah mereka.

Tanjab Barat Berbatik menjadi simbol semangat pelestarian budaya dan kebanggaan lokal yang harus terus dijaga.(*)




Kasus Korupsi KUR BSI Jambi Terungkap, Nasabah Fiktif Rugikan Bank Rp1 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengadilan Negeri Jambi kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Rimbo Bujang 1, yang terjadi pada tahun 2021.

Dalam sidang tersebut, dua terdakwa yakni Ermalia Wendi, mantan Kepala Cabang BSI Rimbo Bujang, dan Mardiantoni, staf pemasaran (micro staff) di bank tersebut, kembali menjalani persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan delapan saksi di antaranya Kukuh Rizaldo, Novran Ardiansyah, Abdul Muthalib, Yordi Setiawan, Mega Fitra, Eden, Ida Agusti, dan Eva Naziah.

Dalam persidangan, terungkap fakta baru bahwa pada tahun 2021, BSI Rimbo Bujang telah menyalurkan pembiayaan KUR senilai Rp4,8 miliar kepada 26 nasabah.

Namun, sebagian penerima ternyata merupakan nasabah topeng, yakni orang-orang yang namanya digunakan untuk mengajukan pinjaman, tetapi dana digunakan oleh pihak lain.

“Nasabah topeng itu bukan orang yang memakai uangnya, tapi orang lain. Nama mereka dipakai untuk meminjam uang di bank,” ungkap saksi Kukuh Rizaldo, mantan Kepala Cabang BSI Rimbo Bujang 2023–2024.

Kukuh menuturkan, saat dirinya menjabat, kasus tersebut sudah terjadi. Ia mengaku harus bekerja keras melakukan recovery dana Rp4,8 miliar agar bisa kembali ke pihak bank.

Dari hasil audit internal, terdapat tiga nasabah yang dananya digunakan oleh terdakwa Ermalia Wendi, serta beberapa nasabah lain yang uangnya dipakai oleh kerabat Wendi dan karyawan BSI bernama Hendri.

Bahkan, ada nasabah yang menjalankan usaha PETI ilegal, yang seharusnya tidak berhak menerima kredit bank.

Sementara itu, saksi Novran Ardiansyah, Kepala Cabang BSI Rimbo Bujang tahun 2024, mengungkapkan bahwa dari total dana Rp4,8 miliar tersebut, Rp3,8 miliar sudah dikembalikan oleh nasabah.

Sementara sekitar Rp1 miliar belum terbayar.

“Dana Rp1 miliar itu masih tercatat sebagai kerugian perusahaan,” ujarnya di persidangan.

Kasus ini terungkap setelah ditemukan adanya manipulasi data dalam pengajuan KUR yang dilakukan oleh para terdakwa.

Mereka merekayasa dokumen agar seolah-olah memenuhi syarat pembiayaan, lalu menyetujui pencairan dana tersebut tanpa verifikasi yang sah.(*)




Turap Pagar Senilai Rp20,5 Miliar Belum Rampung, BPBD Tebo Pastikan Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo memastikan akan menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Tebo bersama masyarakat Desa Pagar Puding, pelaksana proyek, serta Dinas PUPR.

RDP tersebut membahas laporan masyarakat terkait proyek pembangunan turap penahan tebing Sungai Batanghari yang belum rampung, meski dibiayai dari dana hibah BNPB Pusat senilai Rp20,4 miliar.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tebo, Joko Ardiawan, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti hasil rekomendasi DPRD sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Berdasarkan berita acara RDP akan kita tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Joko.

Joko berharap pembangunan turap di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, dapat selesai tepat waktu dan berfungsi optimal sebagai pengaman pinggiran Sungai Batanghari.

Sementara itu, Anjil Fitri, Konsultan Pengawas dari Supervisi Engineering PT Dinar Rianda, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan disebabkan faktor cuaca buruk dan meningkatnya debit air Sungai Batanghari.

“Strategi kami sekarang fokus menyelesaikan bagian bawah dan menutup lining beton terlebih dahulu,” kata Anjil.

Ia menambahkan, progres pembangunan turap saat ini telah mencapai sekitar 82,97 persen, dan pihaknya menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.

Masyarakat Desa Pagar Puding pun berharap pekerjaan turap segera rampung agar dapat melindungi wilayah mereka dari ancaman erosi dan banjir di sekitar Sungai Batanghari.(*)




Imbas Video Viral, Golkar Pecat Fahruddin dari Jabatan Ketua Komisi II DPRD Sungai Penuh

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah video viral yang menampilkan perilaku tidak pantas terhadap para pekerja proyek di Pasar Beringin Jaya, DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh mengambil langkah tegas terhadap kadernya, Fahruddin.

Ia resmi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azami menegaskan bahwa, keputusan ini diambil setelah melalui proses penilaian internal partai.

Golkar juga telah menjatuhkan Surat Peringatan Kedua (SP2) kepada Fahruddin karena dianggap melanggar kode etik dan peraturan organisasi.

“Mulai Selasa (21/10/2025), partai sudah memberikan surat peringatan ke-2 kepada Fahruddin dan mencopot yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh,” ujar Fikar Azami.

Ia menambahkan, keputusan tersebut menunjukkan komitmen Partai Golkar untuk menegakkan disiplin dan menjaga marwah partai di tengah sorotan publik.

“Kami tidak mentolerir tindakan yang bisa mencoreng citra partai maupun lembaga legislatif,” tegasnya.

Terkait pengganti posisi Ketua Komisi II DPRD, Fikar menyebut bahwa hal itu akan berproses sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

Kasus Fahruddin sebelumnya ramai diperbincangkan publik setelah potongan video ucapannya yang bernada kasar kepada para pekerja saat pembongkaran Pasar Beringin Jaya pada 15 Oktober 2025 beredar luas di media sosial.

Meskipun Fahruddin telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Partai Golkar tetap menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika politik yang seharusnya dijaga oleh seorang wakil rakyat.

Langkah cepat yang diambil DPD Golkar Kota Sungai Penuh ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, yang menilai bahwa partai harus menjadi contoh dalam menjaga perilaku kader dan menegakkan kedisiplinan politik di ruang publik.(*)




Keren!!! Program Kampung Bahagia Dorong Pembangunan Berbasis Gotong Royong di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bertajuk Kampung Bahagia di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M dan Wakil Wali Kota H. Diza terus menunjukkan hasil nyata.

Tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur, program ini juga menghadirkan sarana pendukung seperti alat pengeras suara, perlengkapan olahraga, dan fasilitas kebersihan.

Penyerahan simbolis manfaat program tersebut dilakukan oleh Wali Kota Maulana di Pendopo Bahagia Bersinergi, RT 06 Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, pada Minggu (26/10/2025).

Bantuan diterima langsung oleh Ketua RT 06, Ponidi, disaksikan jajaran pemerintah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi sinergi antara Pemkot Jambi, fasilitator, dan para ketua RT yang telah bekerja keras menjalankan Kampung Bahagia. Program yang awalnya dianggap sulit diwujudkan kini terbukti memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Tahun 2025, sebanyak 67 RT dijadikan proyek percontohan.

“Melalui mekanisme yang terencana, semua terbukti berjalan baik. Sebanyak 67 RT telah berhasil membangun proses Kampung Bahagia,” ujar Maulana.

Program dengan alokasi dana Rp100 juta per RT ini, lanjut Maulana, mampu membangkitkan semangat gotong royong di masyarakat.

Warga turut berpartisipasi melalui swadaya dana maupun tenaga, sehingga hasil pembangunan menjadi lebih maksimal.

“Inilah esensi Kampung Bahagia, membangun wilayah berbasis komunitas melalui gotong royong,” tegasnya.

Maulana menambahkan, tahun depan program ini akan diperluas ke 1.650 RT se-Kota Jambi. Ia berharap, ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.

Ketua Forum Komunikasi RT (FKRT) Kota Jambi, Suparyono, menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut.

Ia menyebut Kampung Bahagia sebagai terobosan pertama di Indonesia yang memberikan keleluasaan bagi Ketua RT untuk mengelola dana pembangunan secara mandiri dan transparan.

“Kita berharap program ini terus berjalan dengan semangat kebersamaan agar manfaatnya dirasakan seluruh warga,” ujar Suparyono.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Camat Alam Barajo Iper Riyansuni, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Lurah Pinang Merah Mayu Hardi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Lahirnya Atlet Muda Lewat Kejuaraan Sepatu Roda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. Maulana secara resmi membuka Kejuaraan Sepatu Roda Piala Wali Kota Jambi Tingkat Provinsi, yang digelar di halaman Mako Damkar Kota Jambi, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jambi, Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (PERSOROI) Provinsi Jambi, dan Ketua Damkar Kota Jambi.

Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi yang diikuti ratusan atlet muda, tidak hanya dari Kota Jambi tetapi juga dari berbagai daerah, termasuk Palembang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengaku bangga melihat antusiasme dan semangat para peserta muda.

“Saya sangat bangga melihat begitu banyak anak-anak kita yang bersemangat mengikuti kejuaraan ini. Ini menunjukkan bahwa olahraga sepatu roda semakin digemari dan harus terus kita dukung,” ujarnya.

Maulana menegaskan, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan olahraga, termasuk dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi para atlet muda.

Salah satunya melalui rencana pembangunan arena sepatu roda di kawasan Banjuran Budayo.

“Insyaallah tahun depan kita akan membangun arena sepatu roda di kawasan Banjuran Budayo. Kalau lapangannya sudah jadi, kita bisa undang atlet dari seluruh Indonesia dan kembangkan sport tourism yang dikombinasikan dengan wisata,” jelasnya.

Wali Kota Maulana berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang olahraga.

“Anak-anak kita punya energi yang luar biasa. Harus kita dukung agar bisa berprestasi di masa depan. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Jambi,” pungkasnya.(*)




Wali Kota Maulana Luncurkan Trans Bahagia, Transportasi Listrik Ramah Lingkungan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah semarak Karnaval Angso Duo 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi meluncurkan transportasi publik ramah lingkungan berbasis listrik, terdiri daritiga bus listrik dan tiga angkot feeder listrik, Jumat malam (24/10/2025) di Area Wisata Tugu Keris Siginjai, Kota Baru.

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Jambi, bahkan Indonesia, karena menghadirkan angkot feeder listrik berbasis layanan Buy The Service (BTS) pertama di Tanah Air.

“Langkah ini adalah upaya strategis dalam menghadapi pertumbuhan kendaraan di perkotaan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Kita harus mulai beralih ke transportasi publik modern dan ramah lingkungan,” ujar Maulana.

Menurutnya, Kota Jambi perlu segera mendorong perubahan gaya hidup masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

“Kalau tidak dimulai sekarang, lima tahun lagi Jambi bisa macet total. Pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan pelebaran jalan. Maka, transportasi publik harus tumbuh,” tegasnya.

Wali Kota Maulana juga menambahkan, layanan bus dan angkot listrik ini akan terintegrasi dengan kawasan wisata dan sentra ekonomi kreatif di Kota Jambi.

“Kami sedang membangun 11 kawasan ekonomi kreatif yang nantinya akan terhubung dengan transportasi publik listrik ini. Harapannya, masyarakat bisa berkeliling kota, UMKM tumbuh, dan kota tetap tertib serta aman,” katanya.

Layanan Buy The Service (BTS) merupakan skema subsidi pemerintah dengan cara membeli layanan dari operator transportasi untuk memberikan pelayanan angkutan umum perkotaan yang efisien, nyaman, dan terjangkau.

Transportasi publik listrik ini beroperasi di bawah merek “Trans Bahagia” dengan tagline “Kota Jambi Bahagia Berbudaya”.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Jambi dengan PT Kalista Soter dan PT Yutaka Trans sebagai operator resmi.

Diharapkan, kehadiran Trans Bahagia dapat menjadikan Kota Jambi sebagai kota masa depan yang cerdas, bersih, dan layak huni.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, S.E., B.Com, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Robby Fathir, unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekda A. Ridwan, serta pimpinan operator transportasi Albert Aulia Ilyas (PT Kalista) dan Novi Candra (PT Yutaka Trans).(*)




Ribuan Warga Padati Tugu Keris, Wali Kota Maulana Gaungkan Semangat Bahagia Berbudaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Area Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, menjadi pusat kemeriahan Karnaval Angso Duo 2025 pada Jumat (24/10/2025) malam.

Event tahunan ini kembali menarik perhatian ribuan warga Jambi dan sekitarnya yang antusias menyaksikan pawai budaya dengan berbagai kostum unik dan atraksi menarik.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan bahwa pelaksanaan karnaval tahun ini berlangsung lebih semarak dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada ribuan warga yang datang. Karnavalnya lebih meriah dan antusiasme masyarakat meningkat,” ujar Maulana.

Karnaval Angso Duo merupakan agenda tahunan Pemkot Jambi yang bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata daerah, bertajuk program bahagia berbudaya.

Tahun ini, sebanyak 52 peserta ambil bagian, terdiri dari 24 SMP, 4 SMA/sederajat, 11 kecamatan, dan 11 peserta umum.

Mereka menampilkan berbagai kostum bertema batik Jambi, flora-fauna khas daerah, serta legenda Angso Duo yang menjadi ikon Kota Jambi.

Selain pawai kostum, acara juga dimeriahkan dengan tari tradisional, pertunjukan musik, dan marching band.

Para penonton tampak antusias menikmati setiap atraksi yang ditampilkan di depan Tugu Keris Siginjai.

Salah satu pengunjung, Indra, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan tahun ini.

“Karnaval tahun ini lebih meriah dan terorganisir. Semoga terus diadakan setiap tahun dan semakin dikenal wisatawan,” katanya.

Peserta karnaval memulai pawai dari Gedung GOR Kota Baru dan finish di Balai Kota Jambi.

Dalam momen yang sama, Pemkot Jambi juga meluncurkan bus listrik Trans Bahagia sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi umum ramah lingkungan.

“Transportasi umum harus kita dorong, karena potensi kemacetan di Kota Jambi cukup besar. Gaya hidup menggunakan transportasi umum perlu mulai dibiasakan,” tutup Maulana.(*)




Kemas Faried Alfarelly Minta Kepastian, Soal Status 5.506 Bidang Tanah Eks Pertamina ke Kemenkeu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama Wakil Ketua Komisi I Zayadi mendatangi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (24/10/2025).

Keduanya berkonsultasi terkait aduan masyarakat mengenai hasil overlay peta aset eks Pertamina yang disebut tumpang tindih dengan sertifikat milik warga.

Berdasarkan data, terdapat 5.506 bidang tanah di tujuh kelurahan di Kota Jambi yang diduga terbit di atas lahan eks Pertamina.

Kedatangan rombongan DPRD diterima oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN Kemenkeu, Dr. Purnama Tioria Sianturi, SH, M.Hum.

Menurut Purnama, data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukkan adanya ribuan sertifikat di atas tanah eks Pertamina.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperjelas status aset tersebut.

“Kami sedang melakukan inventarisasi dan penilaian aset agar statusnya terang. Kami data mana yang menjadi milik negara, mana yang tumpang tindih atau sudah terbit sertifikat,” ujar Purnama.

Ia menegaskan, penyelesaian akhir persoalan ini akan ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat.

“Proses ini cukup lama karena kami harus memotret situasi secara menyeluruh, bukan hanya di Jambi tapi juga di daerah lain,” katanya.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried menyampaikan apresiasi atas penjelasan Kemenkeu.

Ia berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Kami mendapat sedikit gambaran untuk disampaikan ke masyarakat. Harapan kami, ada kejelasan agar warga yang sudah punya sertifikat tidak terus terblokir,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I Zayadi mengaku heran karena dalam penyusunan RTRW Kota Jambi 2005 hingga revisi 2024, Pertamina tidak pernah menyampaikan bahwa lahan tersebut merupakan aset mereka.

“Saat pembahasan RTRW, Pertamina kami undang tapi tidak ada penjelasan soal kepemilikan. Bahkan BPN pun saat menerbitkan sertifikat tentu berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina,” kata Zayadi.

Menanggapi hal itu, Purnama menegaskan bahwa lahan eks Pertamina tersebut merupakan barang milik negara, bukan milik Pertamina secara korporasi.

Di akhir pertemuan, Kemas Faried menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat memberikan titik terang atas status tanah tersebut.

“Kami berharap ada solusi konkret karena kasihan warga yang sertifikatnya sudah terbit, tapi kini statusnya quo,” pungkasnya.

Adapun data indikasi jumlah sertifikat di atas lahan eks Pertamina yakni sebanyak 5.506 bidang yang tersebar di tujuh kelurahan:

1. Simpang III Sipin – 74 bidang

2. Mayang Mangurai – 64 bidang

3. Kenali Asam – 1.843 bidang

4. Kenali Asam Bawah – 1.314 bidang

5. Kenali Asam Atas – 645 bidang

6. Paal Lima – 918 bidang

7. Suka Karya – 648 bidang.(*)