Update PON Kudus 2025: Masih Tunggu Emas, Total Kontingen Jambi Sudah Kumpulkan 9 Medali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hingga Kamis (16/10/2025), Kontingen Jambi berhasil mengoleksi total 10 medali dari ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.
Medali tersebut diperoleh dari empat cabang olahraga bela diri yang telah menyelesaikan pertandingan.

Dari total 9 medali tersebut, Jambi meraih 4 medali perak dan 5 medali perunggu.

Belum ada medali emas yang diraih, namun peluang masih terbuka di cabang bela diri lainnya yang belum bertanding.

Adapun rincian perolehan medali Kontingen Jambi:

  • Tarung Derajat: 1 perak (Gilang Despriyanto, kelas 75,1–80 kg putra), 1 perunggu (Rahma Tia, kelas 45–50 kg putri)

  • Gulat: 3 perunggu

  • Judo: 2 perak

  • Taekwondo: 1 perak, 1 perunggu

Ketua Kontingen Jambi, H AS Budianto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet dan pelatih yang sudah berjuang maksimal.

“Total 10 medali adalah pencapaian yang patut kita banggakan. Atlet sudah memberikan yang terbaik. Semoga dari cabor yang belum bertanding, kita bisa dapat tambahan emas,” ujarnya.

Jambi masih mengandalkan empat cabang olahraga bela diri lainnya, yaitu Wushu, Pencak Silat, Kempo, Karate

Keempat cabang tersebut akan mulai bertanding dalam beberapa hari ke depan.

Kontingen Jambi menargetkan raihan medali emas dari cabang tersebut.

“Kami optimistis, peluang untuk menambah pundi-pundi medali, terutama emas, masih terbuka. Mohon doa masyarakat Jambi agar atlet kita bisa tampil maksimal,” tambah Budianto.

Ajang PON Bela Diri 2025 ini menjadi momentum penting bagi Jambi untuk menunjukkan kekuatan atlet bela diri dan membawa harum nama daerah di kancah nasional.(*)




Dua Atlet Tarung Derajat Jambi Sumbang Perak dan Perunggu di PON Bela Diri 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua atlet tarung derajat asal Jambi berhasil menyumbangkan medali di ajang PON Bela Diri 2025 yang berlangsung di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Gilang Despriyanto meraih medali perak di kelas 75,1–80 kg putra, sementara Rahma Tia membawa pulang medali perunggu di kelas 45–50 kg putri.

Pada partai final yang digelar Kamis (16/10/2025), Gilang harus mengakui keunggulan atlet senior asal Jawa Barat, Yunus Isai Nahakleta, dengan skor akhir 0–3.

Di babak pertama, Gilang sempat terjatuh akibat tendangan lawan dan mendapatkan hitungan dari wasit.

Meski sempat bangkit di babak kedua dengan melancarkan pukulan ke arah wajah Yunus, pengalaman lawan menjadi penentu hasil pertandingan.

Sementara itu, Rahma Tia gagal melaju ke semifinal setelah dikalahkan pada babak penyisihan oleh Nurul Adwiyah Zahrini dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hasil tersebut menempatkannya di posisi peraih medali perunggu.

Ketua Kontingen Jambi, H. AS Budianto, mengapresiasi perjuangan para atlet yang tampil di cabang tarung derajat.

“Selamat kepada para atlet. Ini adalah hasil maksimal yang diraih dan patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan semangat dan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Kontingen Jambi mengirimkan 80 atlet dari delapan cabang olahraga bela diri di ajang PON Bela Diri 2025.

Dari empat cabang yang telah menyelesaikan pertandingan, belum ada medali emas yang diraih, namun prestasi tetap membanggakan.

Rekap Medali Sementara Kontingen Jambi:

  • Tarung Derajat: 1 perak, 1 perunggu

  • Gulat: 3 perunggu

  • Judo: 2 perak

  • Taekwondo: 1 perak, 1 perunggu

Masih tersisa empat cabang yang akan mulai bertanding dalam beberapa hari ke depan, yaitu wushu, pencak silat, kempo, dan karate.

“Peluang Jambi untuk meraih medali emas masih terbuka lebar. Kita berharap dari cabor-cabor ini bisa mendulang prestasi lebih baik lagi,” harap Budianto.(*)




Wali Kota Jambi Serahkan Gerobak Sampah ke Kelurahan se-Kota Jambi untuk Atasi Masalah Sampah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi secara simbolis menyerahkan bantuan gerobak sampah kepada sejumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Jambi pada Jumat (17/10).

Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Jambi dalam menangani permasalahan sampah yang kian menjadi perhatian, terutama di tengah upaya menjadikan Jambi sebagai kota destinasi wisata.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen, khususnya para lurah, dalam mendukung program kebersihan lingkungan.

“Percuma kita promosikan Jambi sebagai kota wisata kalau sampah masih menumpuk di mana-mana,” cetusnya.

“Butuh kerja sama semua pihak, termasuk lurah dan RT, agar penanganan sampah bisa maksimal,” tegasnya.

Gerobak sampah yang diserahkan ini akan digunakan untuk mengangkut sampah rumah tangga, dari lingkungan warga ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Wali Kota juga menekankan bahwa, setiap rumah tangga memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

“Kita ingin ubah pola pikir masyarakat. Setiap rumah tangga wajib menanggung dan mengelola ssampahnya,” kata Maulana.

“Nanti akan ada pemberdayaan, di mana sampah-sampah akan diambil langsung ke rumah warga sesuai jadwal yang ditentukan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kebijakan baru ini, Pemerintah Kota Jambi juga akan menyosialisasikan aturan terkait jadwal pembuangan sampah ke seluruh RT di kota.

Salah satu poin penting yang akan diberlakukan adalah, larangan menggantung sampah di luar rumah di luar jam pengangkutan yang telah dijadwalkan.

Program ini dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan pelibatan aktif pihak kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak implementasi di lapangan.(*)




Percepat Pengentasan Kemiskinan, Wali Kota Maulana Luncurkan Program Basuh Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr. H. Maulana, M.K.M resmi melaunching Inovasi Program Basuh Tangan (Bapak Asuh Tangani Kemiskinan) milik Kelurahan Pinang Merah, Kota Jambi, pada Kamis siang (16/10/2025).

Inovasi Program Basuh Tangan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah untuk selalu hadir ditengah-tengah masyarakat.

Sekaligus membuktikan, Kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, dan Pihak Swasta dalam Mendukung Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Khususnya untuk di Wilayah Kelurahan Pinang Merah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana memberikan apresiasi inovasi terkait dengan ide dan gagasan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Pinang Merah ini.

Baca juga:  Hadir di Forum Bisnis Internasional India-Indonesia, Kota Jambi Tawarkan Peluang Investasi Strategis

Baca juga:  Evaluasi Pembatasan Solar Subsidi Kota Jambi, Walikota Jambi: Lalu Lintas Lancar, Antrean Berkurang

“Atas nama Pemerintah tentunya saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih telah memunculkan ide ini, untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu tentunya, dengan menggandeng berbagailapisan masyarakat, tidak hanya dari Pemerintah,” ucapnya.

“Ini adalah bentuk bagaimana kita membangun kepedulian bersama, dan Pemerintah harus hadir. Oleh karena itu, saya pesankan kepada Camat, Lurah dan OPD, bahwa kita itu diberi amanah menjalankan pemerintahan harus mampu menolong sesuai batas kemampuan maksimal,” lanjutnya.

Ia juga berkomitmen akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kota Jambi, sehingga angka kemiskinan yang saat ini di angka 7,73 persen dapat diturunkan.

“Kita harus turunkan terus, dengan cara menekan pengeluaran rumah tangga untuk keluarga kurang mampu. Seperti yang telah kami lakukan melalui sejumlah program, salah satunya adalah memberikan fasilitas kesehatan gratis dan pendidikan gratis kepada masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

“Kalau pengeluaran nya dikurangi dan pendapatan nya meningkat, maka insya allah mereka akan meningkat kesejahteraannya, termasuk melalui program Basuh Tangan ini,” tambah Maulana.

Dikesempatan ini, Wali Kota Maulana juga mengucapkan terimakasih kepada siapapun yang telah berkontribusi terhadap ida dan gagasan Bapak Asuh ini.

“Mudah-mudahan ini semua berkah dan bermanfaat untuk kita sama-sama berjuang demi kesejahteraan masyarakat, saya bangga dengan kegiatan ini,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam launching ini, turut dihadiri Anggota DPRD Kota Jambi Dapil Alam Barajo, Kepala Dinas Sosial Yunita Indrawati, Camat Alam Barajo Iper Ryansuni beserta jajaran, Babinsa-Bhabinkamtibmas, dan para Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.(*)




Gugus Tugas TPPO Kota Jambi Dibentuk, Pemkot Ajak Masyarakat Aktif Melapor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pencegahan serta penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Human Trafficking, Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) menggelar Pertemuan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Kota Jambi Tahun2025, Kamis (16/10/2025).

Berlangsung di Aula DPMPPA Kota Jambi, kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr.dr. H. Maulana, M.KM, sekaligus menjadi narasumber yang memaparkan terkait dengan Penguatan Sinergi Pencegahan dan Penanganan TPPO di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa dalam pencegahan TPPO, Pemerintah Kota telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 450 Tahun 2025 Tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kota Jambi.

“Di mana tugas gugus TPΡΟ adalah, sebagai Koordinasi, berupaya melakukan pencegahan dan penanganan masalah TPPO, sebagai Tindakan, melaksanakan advokasi, sosialisasi, pelatihan dan Kerjasama, baik kerjasama regional maupun nasiogal, sebagai Pengawasan, untuk membantu perkembangan pelaksanaan perlindungan korban yang meliputi rehabilitası, pemulangan, penjemputan maupun reintegrasi sosial. Serta sebagai Memastikan, untuk membantu perkembangan pelaksanaan penegakan hukum dan melaksanakan pelaporan dan evaluasi,” ujarnya.

Baca juga:  Temukan Geng Motor? Segera Hubungi 112, Tim Gabungan Siaga di Kota Jambi

Baca juga:  Naik Bus Listrik Gratis di Jambi Sampai Akhir 2025, Ini Kata Walikota Jambi

Ia menegaskan, masalah terbesar yang melatarbelakangi perdagangan orang adalah faktor ekonomi, di mana kebanyakan korban berasal dari kalangan perempuan dan anak muda.

“Jangan sampai masyarakat kita, terutama anak-anak muda, terpengaruh bujuk rayu untuk bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar tanpa prosedur yang jelas. Banyak yang akhirnya menjadi korban eksploitasi,” tegas Maulana.

Selain itu, Dirinya juga menyroti bahwa Kota Jambi menjadi salah satu wilayah sasaran bagi para pelaku perdagangan orang.

Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen memperkuat perekonomian masyarakat melalui 11 Program Kota Jambi Bahagia.

Salah satunya, program Rp100 juta per RT, sebagai bentuk langkah nyata dalam memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Beberapa faktor penyebab terjadinya TPPO, adalah, Kemiskinan, Pendidikan dan pengetahuan yang rendah, Pengangguran dan kesempatan kerja terbatas. Maka dari itu, kami Pemkot Jambi berkomitmen akan terus meningkatkan kesejahteraan terhadap masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan pelatihan, sehingga akan muncul Sumber Daya Manusia yang kreatif dan berdaya saing,” ucapnya.

“Kita harus berjuang dan mencegah anak-anak muda kita keluar negeri secara ilegal. Berikan pemahaman kepada masyarakat, terutama keluarga dengan ekonomi lemah, agar tidak mudah tergiur tawaran kerja yang tidak jelas,” lanjutnya.

Maulana juga mengimbau agar masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi TPPO melalui Call Center Bahagia 112 yang aktif 24 jam, atau layanan pengaduan UPTD PPA DPPMPA Kota Jambi di dengan Nomor 0813-8687-0227.

“Stop TPPO, mari bersama lindungi sesama dan wujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dengan langkah konkret ini, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menghapus segala bentuk perdagangan orang, melindungi perempuan dan anak dari eksploitasi, serta memperkuat penegakan hukum di wilayah Kota Jambi.

Dalam kesempatan ini juga menghadirkan Narasumber lainya,seperti Dengan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jambi Gempa Awalijon Putra dan perwakilan Kepolisian Resort Kota Jambi.

Pada kesempatan ini, dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, Organisasi dan Lembaga Masyarakat, Komunitas, Mahasiswa, serta para Pelaku Usaha, sekaligus menjadi peserta pada kegiatan.(*)




Walikota Maulana: Prestasi Harus Dihargai, 1.006 Siswa dan 15 Guru Diberi Apresiasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para Siswa, Guru dan Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP berprestasi di tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pendidikan memberikan hadiah sebagai penghargaan, pada Kamis (16/10/2025) siang.

Penyerahan hadiah dilakukan di lapangan tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi, yang secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, serta sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemkot Jambi.

Hadiah diserahkan atas penilaian periode bulan Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2025 atau satu periode semester 2 2024 dan semester 1 2025, kepada sebanyak 1.021 orang dalam bentuk piagam dan biaya pendidikan.

Terdiri dari 1.006 siswa dan 15 orang guru dan kepala sekolah yang berprestasi pada cabang sains, olahraga, hingga seni.

Baca juga:  Temukan Geng Motor? Segera Hubungi 112, Tim Gabungan Siaga di Kota Jambi

Baca juga:  Wali Kota Jambi Pimpin Apel Satgas, Tegas Cegah Aksi Geng Motor

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi agar para siswa, guru dan kepala sekolah lebih termotivasi untuk lebih baik dan berprestasi lagi kedepan.

“Ini adalah apresiasi dari kami melalui Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk mewujudkan generasi yang kokoh iman, berbudi luhur dan berakhlak mulia. Sehingga memberikan motivasi agar berprestasi lagi kedepan, baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dirinya menekankan, prestasi dan kesuksesan dimulai dari motivasi, sehingga sudah menjadi tugas bersama, terutama pemerintah dalam memberikan ruang kepada anak-anak dibidang apapun untuk berkreasi.

“Hari ini Pemerintah Kota Jambi memberikan apresiasi secara khusus kepada anak-anak. Dan ini adalah tugas kami pemerintah untuk terus memberi wadah bagi mereka agar terus meraih prestasi, sehingga membentuk kepercayaan diri, serta akan mendorong motivasi yang lebih baik lagi,” tekannya.

“Biarkan mereka tumbuh berkembang, kita harus dorong apapun itu bidangnya asalkan positif. Saya yakin ketika ada prestasi dan kita apresiasi akan memunculkan kepercayaan diri kemudian berprestasi yang lebih besar”, tambahnya.

Dengan prestasi dan apresiasi yang telah didapat, Wali Kota Maulana berharap, baik itu siswa maupun guru agar terus berjuang untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Disisi lain, ada sekelompok anak-anak yang enegi lebihnya disalurkan kepada hal yang negatif. Lakulanlah upaya-upaya preventif kepada anak-anak yang berprestasi ini agar tidak terpengaruh oleh kelompok yang mengajak ke hal-hal negatif,”

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa setiap tahun mereka yang berprestasi akan dipanggil kembali untuk diberikan apresiasi dan Kepala Sekolah diminta untuk mewadahi kegiatan para siswa.

Dikesempatan ini, Maulana juga menyampaikan kebijakan pembatasan jam malam terhadap anak-anak usia dibawah 17 tahun ditengah kembali maraknya aksi-aksi kenakalan remaja geng motor.

“Pastikan anak-anak sudah ada dirumah sebelum jam 10 malam. Saya yakin anak-anak yang berprestasi ini sudah menjalankan 7 kebiasaan anak hebat Indonesia,” pungkasnya.

Dari jumlah 1.021 tersebut, 550 siswa berprestasi ditingkat provinsi dan 460 siswa ditingkat nasional maupun internasional.

Sementara, sisanya dari 15 guru tersebut, 7 diantaranya adalah Kepala Sekolah berprestasi.(*)




Temukan Geng Motor? Segera Hubungi 112, Tim Gabungan Siaga di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi membuka saluran pelaporan melalui Call Center Bahagia 112 bagi masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan terkait geng motor di wilayahnya.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, menyampaikan bahwa setiap laporan yang masuk akan segera diteruskan ke tim gabungan yang sudah siaga di lapangan.

“Laporan dari masyarakat melalui Call Center 112 akan langsung kami teruskan ke personel terdekat untuk segera ditindaklanjuti,” tegas Maulana.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Jambi dalam merespons keresahan warga akibat maraknya aksi geng motor yang semakin meresahkan, terutama pada malam hari.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Pimpin Apel Satgas, Tegas Cegah Aksi Geng Motor

Baca juga:  Workshop Mak-Mak Matic, Pemkot Jambi Dorong Perempuan Melek Teknologi

Sebagai respons cepat, Pemkot Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar apel gabungan satuan tugas (Satgas) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota pada Kamis (16/10/2025).

Satgas ini terdiri dari personel TNI-Polri, aparat kecamatan dan kelurahan, Lembaga Adat Melayu (LAM), serta Forum RT.

Untuk mendukung pengamanan, Pemkot memberlakukan jam malam khusus untuk anak di bawah usia 17 tahun, mulai pukul 22.00 hingga 04.30 WIB.

Kebijakan ini bertujuan menekan keterlibatan remaja dalam aksi geng motor.

Selain itu, sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat RT kembali diaktifkan. Keterlibatan masyarakat, lembaga adat, serta Forum RT dikuatkan guna memperkuat pengawasan dari tingkat akar rumput.

Pemerintah juga melibatkan pihak sekolah untuk mendeteksi potensi keterlibatan siswa dalam geng motor sejak dini.

Edukasi akan diberikan langsung ke sekolah-sekolah oleh tim terpadu.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam pembinaan karakter anak,” ungkap Maulana.

Bagi remaja yang tertangkap dalam aktivitas geng motor, penanganan tidak hanya dilakukan secara hukum, tetapi juga melalui pendekatan psikologis dan pembinaan, termasuk konseling, surat pernyataan, serta pemanggilan orang tua.

Kolaborasi lintas sektor melibatkan aparat keamanan, kejaksaan, tokoh agama, sekolah, hingga elemen masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Pimpin Apel Satgas, Tegas Cegah Aksi Geng Motor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, memimpin apel gabungan satuan tugas (satgas) untuk penanganan maraknya aksi geng motor di Kota Jambi, Kamis (16/10/2025).

Apel tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mengatasi keresahan masyarakat akibat ulah kelompok geng motor.

“Aksi geng motor di Kota Jambi sudah sangat meresahkan masyarakat. Maka kita ambil tindakan tegas dengan menggelar patroli malam,” ujar Maulana dalam keterangannya, Kamis malam.

Ia menyampaikan bahwa patroli malam akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, LAM (Lembaga Adat Melayu), hingga Forum RT.

Baca juga:  Pemkot Jambi Larang Anak Keluar Malam Demi Cegah Geng Motor

Baca juga:  Instruksi Wali Kota Jambi: Jam Malam Anak dan Penertiban Geng Motor Segera Berlaku

Sebagai langkah konkret, Pemkot Jambi memberlakukan jam malam khusus bagi anak-anak di bawah usia 17 tahun, yang berlaku mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB.

Kebijakan ini ditetapkan sebagai upaya preventif dan represif untuk menekan keterlibatan remaja dalam aktivitas geng motor.

Selain itu, sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT kembali diaktifkan guna memperkuat pengawasan lingkungan.

Peran lembaga adat dan forum RT juga diperkuat agar masyarakat lebih terlibat dalam mencegah kenakalan remaja sejak dini.

Pemkot Jambi turut menggandeng pihak sekolah untuk mendeteksi sejak dini potensi keterlibatan siswa dalam kelompok geng motor.

Menurut Wali Kota, peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam membentuk karakter dan pengawasan anak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua dan sekolah sangat krusial. Kami juga akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan pembinaan,” tegas Maulana.

Penanganan terhadap remaja yang terlibat dalam aksi geng motor tidak hanya mengandalkan pendekatan hukum, tetapi juga pendekatan psikologis dan konseling.

Remaja yang diamankan akan menjalani pembinaan, mulai dari penandatanganan surat pernyataan hingga pemanggilan orang tua.

Aparat gabungan dari TNI, Polri, Kejaksaan, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya turut dilibatkan dalam upaya penertiban sekaligus pembinaan langsung di lapangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus mengarahkan generasi muda ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.(*)




Workshop Mak-Mak Matic, Pemkot Jambi Dorong Perempuan Melek Teknologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMKM melalui penguasaan teknologi digital.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Workshop Mak-Mak Matic (Melek Teknologi) yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, di Aula Griya Mayang, Kamis (16/10).

Workshop ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Tokopedia, dan TikTok, serta diikuti oleh 100 peserta perempuan dari sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kalau emak-emak sudah melek teknologi, ekonomi keluarga akan jauh lebih kuat. Mereka sangat produktif jika diberi ruang. Kemandirian ekonomi perempuan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan daerah,” ujar Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan melalui pemberdayaan berbasis digital.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, S.P., MDM., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar perempuan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Ini bentuk nyata dukungan kami agar perempuan di Kota Jambi bisa lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi melalui literasi digital,” katanya.

Kegiatan ini merupakan sinergi dua program besar: Creator Slab dari Tokopedia dan Magnetik dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Head of Public Policy and Government Relations Tokopedia dan TikTok, Hilmi Adrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang ekonomi kreatif dan digital content creation.

“Kami ingin masyarakat bisa menciptakan peluang baru, termasuk menjadi content creator yang produktif dan mandiri,” jelas Hilmi.

Di akhir acara, Wali Kota Maulana berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang didapat untuk menjadi lebih produktif, kreatif, dan berkontribusi langsung dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan menjadi motor penggerak pembangunan. Ini adalah bagian dari visi kita mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.(*)




Pemkot Jambi Larang Anak Keluar Malam Demi Cegah Geng Motor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah tegas dalam menanggulangi maraknya aksi kelompok kriminal bermotor atau yang dikenal sebagai geng motor.

Melalui Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025, Pemkot Jambi memberlakukan kebijakan pencegahan dan penindakan yang ketat demi menjaga keamanan dan ketertiban kota.

Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi dalam rapat pada 14 Oktober lalu.

Surat edaran tersebut fokus pada dua pendekatan utama: preventif dan represif.

Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah larangan beraktivitas di luar rumah bagi anak-anak usia di bawah 18 tahun pada pukul 22.00 hingga 04.30 WIB, kecuali dalam keadaan mendesak dan harus didampingi oleh orang tua atau wali.

Pemkot Jambi juga melarang konvoi kendaraan bermotor dengan jumlah lebih dari dua orang.

Aktivitas ini dinilai rawan memicu gangguan keamanan dan kerap kali dijadikan modus geng motor untuk melakukan aksi kriminal.

“Ini adalah langkah serius kita untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif dan potensi menjadi pelaku maupun korban aksi kriminal bermotor,” ujar Wali Kota Jambi, Maulana, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota Maulana menekankan bahwa, penanganan geng motor tidak bisa hanya dibebankan pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga anak-anak kita dari bahaya geng motor. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Maulana.

Sebagai bentuk pengawasan lingkungan, pemerintah juga mewajibkan aktivasi kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap RT.

Warga juga diimbau menggunakan Call Center 112 untuk melaporkan kejadian mencurigakan atau aksi kriminal.

Untuk penindakan, aparat gabungan dari Pemkot Jambi, Polresta Jambi, Kodim, Kejari, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan menggelar razia rutin dan patroli berkala di titik-titik rawan.

Bagi pelaku yang terlibat, sanksi akan diberikan secara bertahap, seperti teguran dan pembinaan, konseling oleh psikolog (terutama bagi pelaku di bawah umur) dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyambut baik langkah Pemkot Jambi dan mendorong revisi aturan hukum untuk lebih mengakomodasi pendekatan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.

“Tentu kita apresiasi. Tapi kalau sudah melewati batas, tentu ada aturan hukum yang mengaturnya,” kata Faried.

Sementara itu, Kajari Jambi, Abdi Reza Fachlewi Junur, menekankan pentingnya edukasi hukum di tengah masyarakat.

“Membawa senjata tajam tanpa izin bisa diproses hukum. Tapi pendekatannya harus tetap memperhatikan aspek tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Siregar, juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak.

“Kadang orang tua tidak tahu ke mana anaknya pergi. Ini bukan soal saling menyalahkan, tapi kita harus lebih peduli,” ujarnya.

Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2025 menegaskan bahwa Kota Jambi tidak akan memberi ruang bagi geng motor.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama bagi generasi muda.(*)