Mantan Presiden SBY Alihkan Hidup ke Dunia Seni Setelah Pensiun Politik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Setelah mengakhiri karier politiknya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, kini mengalihkan perhatian sepenuhnya ke dunia seni.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam beberapa kesempatan, menyusul aktivitasnya yang semakin intens di bidang lukis-melukis.

SBY menegaskan dirinya telah pensiun dari politik dan tidak tertarik lagi pada urusan negara.

“Saya sudah pensiun, dan kini dunia saya adalah melukis. Saya sekarang bebas menjadi seniman,” kata SBY, Dalam orasi ilmiah beberapa waktu lalum

Mantan Presiden ini menjelaskan bahwa kegiatannya kini mencakup seni rupa, musik, menulis puisi, dan pembinaan olahraga.

Salah satu hobi utama yang kini digeluti lebih serius adalah melukis, kegiatan yang telah dinikmatinya sejak lama.

Meski sempat dirawat di rumah sakit pada Juli 2025, SBY tetap melanjutkan hobinya.

Bahkan, ia sempat melukis dengan tangan kiri karena tangan kanan terinfus. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengungkapkan,

“Meskipun dirawat, beliau tetap melukis,” kata Sekjen Partai Demokrat,Herman Khaeron.

Lukisan SBY semakin menarik perhatian publik.

Ia kerap menggunakan teknik finger painting, seperti saat melukis di Pantai Klayar, Pacitan, maupun melukis Monas bersama pelukis Jerman, Christopher Lehmpfuhl.

Karya-karyanya menunjukkan sisi baru SBY sebagai seniman yang mengekspresikan diri melalui kanvas, bukan hanya kebijakan politik.

Hasil karya seni SBY mendapat apresiasi luas, baik dari masyarakat maupun kolega politik.

Bahkan, beberapa lukisannya kini dipertimbangkan untuk dipajang di tempat penting, termasuk di Istana Kepresidenan Nusantara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Transformasi SBY dari politikus menjadi seniman menunjukkan bahwa meski telah pensiun dari dunia politik, ia tetap bisa memberikan dampak positif melalui ekspresi kreatif dan seni rupa.(*)




Generasi Z Hadapi Lonjakan Krisis Kesehatan Mental di Era Digital

SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena krisis kesehatan mental kini menjadi isu global yang terus meningkat, termasuk di kalangan Generasi Z.

Generasi Z merupakan golongan individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an.

Di era modern yang dipenuhi tekanan digital dan dominasi media sosial, kelompok ini menghadapi tantangan mental yang semakin kompleks.

Menurut studi American Psychological Association (APA), Generasi Z tercatat memiliki tingkat stres tertinggi dibanding generasi lainnya. Hanya 45 persen di antara mereka yang menyatakan memiliki kesehatan mental yang baik atau sangat baik. Selain itu, mereka juga lebih rentan mengalami gangguan seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan ADHD.

Generasi Z dikenal tumbuh dalam lingkungan serba digital dan terhubung melalui berbagai perangkat.

Tekanan sosial, tuntutan kesempurnaan, serta kehidupan online yang terus berlangsung dinilai turut memengaruhi kondisi mental mereka.

Berikut ini beberapa ciri gangguan kesehatan mental yang sering muncul pada Generasi Z:

1. Perubahan Pola Makan

Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau kebiasaan makan yang tidak sehat sering terjadi pada Generasi Z.

Hal ini karena tak jarang dari mereka yang merasa mendapat tekanan untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna, sesuai dengan standar kecantikan yang sering ditampilkan di media sosial.

2. Gangguan Tidur

Kecanduan media sosial dan gadget dapat mengganggu pola tidur Generasi Z. Alhasil, mereka menjadi kurang tidur dan istirahat.

Kekurangan tidur atau istirahat ini pastinya bisa memengaruhi kesehatan mental mereka.

3. Mood Swing

Gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan tidak stabil. Hal ini bisa berdampak pada perilaku impulsif, agresif, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

4. Penurunan Fungsi Otak

Tekanan yang berlebihan, kurang tidur, dan kecanduan teknologi dapat menyebabkan penurunan fungsi otak. Generasi Z bisa saja menjadi kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.

5. Berkurangnya Interaksi Sosial

Meskipun Generasi Z tumbuh dalam era yang terhubung secara digital, mereka juga rentan mengalami isolasi sosial. Hal ini dapat membuat mereka merasa kesepian dan depresi.

Belum ada satu penyebab pasti yang bisa menjelaskan mengapa Generasi Z mengalami krisis mental.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi ini, antara lain:

1. Kemajuan Teknologi

Teknologi yang terus berkembang telah menciptakan tekanan tambahan pada mental Generasi Z.

Mereka menjadi sering merasa perlu untuk terus mengikuti perkembangan di sosial media atau yang saat ini akrab disebut dengan istilah “FOMO”.

2. Minimnya Pengetahuan Terkait Kesehatan Mental

Kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, baik di kalangan individu Generasi Z maupun di masyarakat umum, dapat menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis dan perawatan.

3. Ketidakpastian Ekonomi

Generasi Z menghadapi ketidakpastian ekonomi yang tinggi yang  pada akhirnya menciptakan tekanan tambahan terkait pekerjaan, pendidikan, dan keuangan.

Meski demikian, berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Langkah awal adalah mengenali gejala dan segera mencari bantuan profesional.

Generasi Z juga dianjurkan menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga, tidur cukup, pola makan sehat, meditasi, hingga menjalani hobi.

Selain itu, membangun relasi positif dan membatasi penggunaan media sosial dinilai penting untuk menjaga kestabilan mental.

Krisis kesehatan mental tidak hanya berdampak pada psikologis, tetapi juga fisik dan finansial.

Karena itu, kesadaran, dukungan lingkungan, serta perlindungan yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan mental Generasi Z di era modern.




Wali Kota Jambi Ajak Guru Berkarya dan Berinovasi di Peringatan HUT PGRI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 Tahun 2025, bertempat di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.

Acara ini diisi berbagai kegiatan, termasuk pemberian piagam penghargaan dan hadiah kepada peserta didik serta tenaga pendidik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempersatukan SMP Negeri dan Swasta di Kota Jambi.

Upacara turut diikuti Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah Dra. H. A. Ridwan, M.Si, jajaran Pemkot, dan tenaga pendidik.

Mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Wali Kota Maulana membacakan amanat Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan peran guru dalam mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan bangsa.

“Guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, menanamkan nilai-nilai Pancasila, adaptif terhadap teknologi, serta mampu merangkul kearifan lokal. Guru yang tergerak, terus berinovasi, dan menciptakan ruang belajar inspiratif,” bunyi amanat tersebut yang dibacakan Maulana.

Menyinggung isu ketimpangan distribusi, status guru, hingga keterlambatan tunjangan, Mendikdasmen RI menegaskan bahwa Pemerintah Pusat sedang memfinalisasi sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan.

Kebijakan ini bertujuan melindungi profesi guru, sehingga mereka dapat fokus mendidik tanpa terbebani urusan administrasi.

Wali Kota Maulana menambahkan, kualitas guru menjadi penentu kemajuan daerah dan bangsa.

“Momentum Hari Guru ini juga untuk refleksi menjaga integritas, menjadikan kepala sekolah sebagai penggerak kemajuan sekolah, bukan kekuasaan,” ujarnya.

Terkait proses seleksi kepala sekolah yang sedang berlangsung, Maulana menegaskan prosedur dijalankan secara terbuka dan sesuai peraturan.

“Jika ada yang menciderai proses, saya tidak akan lantik,” tegasnya.

Pemkot Jambi mendukung program prioritas Kemendikdasmen, termasuk wajib belajar 13 tahun dan pembelajaran digital.

Saat ini, TK Negeri sudah tersedia di lima kecamatan*?, dapat diakses gratis oleh masyarakat, selaras dengan program unggulan Kota Jambi “Kartu Bahagia” di bidang pendidikan.

Wali Kota Maulana menutup amanatnya dengan mengajak guru untuk mengabdi dengan hati, bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna, demi mewujudkan Indonesia Kuat yang sesungguhnya.(*)




Oxford Dikecam Usai Tak Cantumkan Peneliti Indonesia dalam Publikasi Rafflesia Hasseltii

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Universitas Oxford menjadi sorotan publik Indonesia setelah tidak mencantumkan nama tiga peneliti lokal dalam publikasi ilmiah terkait penemuan spesies langka Rafflesia hasseltii.

Keputusan tersebut memicu kritik terkait etika kolaborasi riset internasional dan pentingnya penghargaan yang setara bagi ilmuwan dari negara berkembang.

Kontroversi muncul setelah publik mengetahui bahwa nama Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi tiga peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset lapangan, pengumpulan data, hingga pendampingan teknis tidak masuk dalam daftar penulis publikasi tersebut.

Padahal, kontribusi mereka dinilai krusial bagi keberhasilan eksplorasi biodiversitas di lapangan.

Kritik publik semakin meluas setelah mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan protes terbuka melalui media sosial.

Ia mengingatkan bahwa peneliti Indonesia tidak boleh diperlakukan sebagai pihak sampingan dalam kolaborasi ilmiah.

Dalam unggahannya, Anies menulis:

“Dear @UniofOxford, our Indonesian researchers Joko Witono, Septi Andriki, and Iswandi  are not NPCs. Name them too.”

Ia kemudian memberikan terjemahan:

“Para peneliti Indonesia bukan tokoh figuran. Cantumkan nama mereka juga.”

Istilah NPC (non-player character), yang merujuk pada karakter pendukung dalam gim, dianggap sebagai kritik keras terhadap praktik pengabaian kontribusi ilmuwan lokal oleh institusi besar dunia.

Peneliti biodiversitas dan pegiat konservasi di Indonesia menilai kasus ini sebagai contoh ketidakadilan struktural dalam kerja sama riset internasional.

Mereka menegaskan bahwa, riset flora dan fauna di Indonesia sangat bergantung pada keahlian ilmuwan lokal mulai dari akses wilayah, pengetahuan ekologis, hingga pemahaman konteks sosial setempat.

Warganet pun ramai menyuarakan kekecewaan dan menilai bahwa tidak dicantumkannya nama peneliti Indonesia merupakan praktik yang merugikan, serta melemahkan semangat kolaborasi ilmiah yang adil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Oxford belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Meski demikian, tekanan publik terus meningkat.

Komunitas akademik Indonesia berharap polemik ini dapat menjadi momentum untuk menata ulang standar kolaborasi riset internasional terutama dalam memastikan pengakuan yang setara dan transparan bagi semua peneliti, tanpa memandang asal negara.(*)




Wali Kota Maulana: Hak Warga Zona Merah akan Kita Perjuangkan Bersama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan persoalan warga yang terdampak penetapan kawasan Zona Merah.

Upaya terbaru dilakukan melalui Rapat Pembahasan Klaim Aset Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola PT Pertamina EP di wilayah Kota Jambi, Senin malam (24/11/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta Sekretaris Daerah Drs. H. A. Ridwan, M.Si.

Hadir pula Kepala BPN Kota Jambi Ridho Gunarsa Ali, Kepala KPKNL Jambi Kiki Nurman, perwakilan Kabinda Jambi, dan jajaran terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa sekitar 5.506 bidang tanah yang dihuni masyarakat diklaim berada di atas aset BMN oleh Pertamina. Rinciannya meliputi:

* Simpang III Sipin: ± 74 bidang

* Mayang Mangurai: ± 64 bidang

* Kenali Asam: ± 1.843 bidang

* Kenali Asam Bawah: ± 1.314 bidang

* Kenali Asam Atas: ± 645 bidang

* Paal Lima: ± 918 bidang

* Suka Karya: ± 648 bidang

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Pemkot akan mendampingi masyarakat hingga persoalan ini menemukan kepastian hukum.

“Ini kewenangannya berada di pemerintah pusat. Masyarakat juga telah membentuk paguyuban untuk memperjuangkan hak mereka,” ujarnya.

Maulana juga meminta warga tetap mengikuti jalur hukum dan prosedur yang berlaku.

“Kami tidak ingin ada konflik yang mengganggu stabilitas daerah. Pemerintah akan memperjuangkan hak masyarakat secara normatif,” tegasnya.

Ia memastikan Pemkot bersama Forkopimda akan terus mengawal proses penyelesaian klaim tersebut.

Maulana turut menyinggung absennya pihak Pertamina dalam rapat tersebut.

“Kami sudah mengundang, namun mereka berhalangan hadir. Meski begitu, kami tetap melanjutkan perjuangan ini. Keputusan akhir ada di Menteri Keuangan,” katanya.

Warga Kenali Asam, Suprayitno, yang telah tinggal di kawasan tersebut selama 75 tahun, menyampaikan terima kasih atas keberpihakan Pemkot.

“Alhamdulillah, Wali Kota cepat tanggap membantu kami. Selama ini aman, tiba-tiba muncul status zona merah,” ujarnya.

Perwakilan lainnya, Samsul Bahri, menegaskan bahwa klaim Pertamina tidak berdasar.

“Kami membayar PBB. Mereka tidak punya hak mengklaim tanah ini. Kami akan mempertahankan hak kami,” tegasnya.

Sebelumnya Pemkot Jambi telah melakukan sejumlah langkah, antara lain:

* Berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi

* Membahas persoalan ini bersama Komisi II DPR RI

* Melakukan audiensi ke Kementerian ATR/BPN

Dari hasil pembahasan tersebut, Dirjen PTPP menyarankan agar penyelesaian dilakukan bersama dengan Pertamina atau BUMN terkait, dan tidak boleh ada pengambilalihan sepihak terhadap tanah yang telah lama dihuni masyarakat.

Penyelesaian konflik ini juga merujuk pada Perpres Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.(*)




Buntut Aksi Warga Kenali Kota Jambi! Pertamina EP Jambi Pastikan Istilah Zona Merah Tidak Resmi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pertamina EP Jambi, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), memberikan tanggapan resmi terkait aksi unjuk rasa warga Kenali yang digelar pada Senin pagi (24/11/2025).

Demonstrasi tersebut menyoroti polemik status lahan yang oleh warga disebut sebagai “zona merah”.

Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak warga untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

“Pertamina EP Jambi menghargai setiap bentuk aspirasi masyarakat selama dilakukan dengan aman dan sesuai aturan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kurniawan menjelaskan, seluruh aset yang digunakan perusahaan, termasuk tanah, bangunan, dan infrastruktur, merupakan Barang Milik Negara (BMN).

Dalam pemanfaatannya, Pertamina selalu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

“Tiap pengoperasian BMN dilakukan melalui koordinasi intensif bersama DJKN sebagai pengelola BMN,” tegas Kurniawan.

Terkait istilah “zona merah” yang ramai disebut warga dan media, Kurniawan menegaskan bahwa istilah tersebut tidak digunakan secara resmi oleh Pertamina maupun DJKN.

“Istilah zona merah tidak pernah tercantum dalam dokumen formal kami ataupun DJKN,” katanya.

Selain itu, Pertamina EP Jambi memastikan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai status BMN dan berkomitmen menjaga keselamatan operasional.

“Kami tetap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik,” tutup Kurniawan.(*)




Evakuasi Cincin di Jari Warga, Tim Damkartan Kota Jambi Tindak Cepat dan Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Damkartan Kota Jambi berhasil melakukan evakuasi cincin titanium yang terjebak di jari seorang warga, Anjani, pada Senin (24/11/2025).

Evakuasi dilakukan dengan cepat, aman, dan lancar menggunakan mesin gerinda mini (cunner) oleh satuan tugas Damkartan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadis Damkartan Kota Jambi), Mustari Affandy, menjelaskan kronologi kejadian.

Menurutnya, pelapor mengalami kecelakaan sehingga tangan kanan mengalami pembengkakan di jari akibat cincin yang terjebak.

Tim Damkartan merespon laporan melalui layanan WhatsApp 08117113113 pada pukul 12.43 WIB.

“Tim kami bekerja dengan prinsip 5 T, Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas. Evakuasi cincin berjalan lancar dalam waktu sekitar 5 menit tanpa menimbulkan cedera tambahan,” jelas Mustari Affandy.

Operasi ini dipimpin oleh Sekdis Damkartan Kota Jambi, Kiki, dengan melibatkan 4 anggota dari Pleton 2 Mako.

Evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan pelapor, sesuai pedoman Permendagri No 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.

Setelah cincin berhasil dilepas, pelapor mendapatkan penanganan awal dan pemulihan di lokasi, memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.

Tim Damkartan juga menegaskan bahwa semua operasi dilakukan dengan prosedur aman dan profesional.(*)




Seorang Janda di Bagan Pete Tewas Mengenaskan! Ditemukan Keluarganya Penuh Darah di Rumah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Seorang perempuan berprofesi sebagai penjual manisan, JS (51), ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Lingkar Barat, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Senin (24/11/2025).

Korban tinggal sendirian setelah suaminya meninggal tiga tahun lalu, sementara anaknya sedang menempuh pendidikan di Bali.

Penemuan mayat bermula ketika kakak korban, berinisial S, berkunjung ke rumah dan curiga karena tidak mendapat respons dari dalam rumah.

“Ku gedor-gedor ini, tidak ada bunyi. Lalu ku tengok pintu dapur terbuka. Aku telepon adik-adik semua. Kami coba buka pintu,” kata dia.

“Ternyata tidak terkunci, dan kami langsung masuk. Ternyata dia sudah tergeletak dengan darah berserakan,” ujar S.

Korban terakhir terlihat oleh warga pada Jumat lalu saat masih membuka tokonya yang menjual manisan.

Seorang pengendara ojek online, Dino, mengaku mengetahui kejadian tersebut saat melintas di depan rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB.

“Awalnya saya lewat, kemudian terdengar teriakan minta tolong. Saya lihat ternyata ada mayat perempuan dengan darah di lantai,” katanya.

Pantauan di lokasi, Polsek Kota Baru dan tim INAFIS Polresta Jambi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut penyebab kematian korban.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif atau dugaan pelaku.

Masyarakat di sekitar lokasi diminta tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwajib.(*)




Jangan Ketinggalan! Ini Jadwal Lengkap Pemagangan Nasional Batch 3 Kemnaker 2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) kembali membuka Program Pemagangan Nasional Batch 3 Tahun 2025.

Program ini terbuka bagi calon peserta maupun penyelenggara pemagangan yang ingin memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja.

Bagi yang belum lolos batch 2 atau peserta baru, pendaftaran Magang Nasional Batch 3 sudah dapat dilakukan mulai 4 Desember 2025, menurut pengumuman resmi di Instagram @kemnaker.

Berikut tahapan dan jadwal Pemagangan Nasional Batch 3 Tahun 2025:

  1. Pendaftaran Penyelenggara Pemagangan: 24 November – 3 Desember 2025
    Perusahaan, instansi, atau lembaga yang ingin menjadi mitra penyelenggara dapat mendaftarkan diri.

  2. Pendaftaran Calon Peserta Pemagangan: 4 – 7 Desember 2025
    Terbuka bagi calon peserta dari berbagai latar belakang pendidikan yang siap mengikuti program ini.

  3. Seleksi Calon Peserta Pemagangan: 8 – 11 Desember 2025
    Peserta akan menjalani proses seleksi untuk menentukan kelayakan dan kecocokan dengan posisi pemagangan.

  4. Penetapan Peserta Pemagangan: 12 Desember 2025
    Nama peserta yang lolos seleksi diumumkan secara resmi.

  5. Orientasi Peserta & Mentor: 15 Desember 2025
    Sesi orientasi untuk memahami peran, tanggung jawab, dan target pemagangan.

  6. Kick Off Program Pemagangan Batch 3: 16 Desember 2025
    Program pemagangan resmi dimulai, peserta mengikuti pelatihan dan praktik kerja di tempat masing-masing.

Program Pemagangan Nasional ini diharapkan memberikan pengalaman nyata di dunia kerja sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.

Informasi lengkap bisa diakses melalui platform SIAPkerja oleh Kemnaker atau akun resmi media sosial @KemnakerRI.(*)




Posyandu di Kota Jambi Bertransformasi, TP-PKK Fokus Penguatan Layanan Enam SPM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui TP-PKK terus memperkuat transformasi Posyandu agar selaras dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mengatur perluasan fungsi posyandu menjadi layanan terpadu berbasis Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Transformasi ini mencakup enam bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, serta sosial.

Penguatan dilakukan melalui advokasi, koordinasi lintas pihak, hingga peningkatan sarana prasarana.

Ketua TP-PKK Kota Jambi, dr. Nadiyah Maulana, menegaskan bahwa perubahan ini menjadi langkah penting untuk memastikan posyandu hadir sebagai pusat layanan masyarakat yang lebih lengkap.\

“Kami melaksanakan pertemuan advokasi dan koordinasi TP Posyandu dalam pengelolaan Posyandu Enam SPM di Kota Jambi,” sebutnya.

Dengan adanya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu mengalami transformasi, baik dari sisi kelembagaan maupun pelayanan.

Ia menjelaskan bahwa, kini posyandu tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi sudah mencakup enam bidang SPM agar pelayanan lebih menyentuh kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Transformasi ini kita dorong secara bertahap. Saat ini ada 68 proyek posyandu percontohan di setiap kelurahan,” kata dia.

“Kami terus memperkuat sarana prasarana dan pemberdayaan kader sehingga pembaruan posyandu menjadi lebih modern dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Program Posyandu Enam SPM ini diharapkan menjadi pondasi penting untuk meningkatkan layanan dasar, membangun ketahanan keluarga, serta memperluas jangkauan pelayanan publik di tingkat kelurahan.