Untuk Pertama Kalinya, Kemenag Siapkan Natal Bersama sebagai Wujud Toleransi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya akan menggelar perayaan Natal bersama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut langkah ini sebagai momen bersejarah bagi Kemenag yang selama ini menjadi rumah bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara jalan sehat lintas agama yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta, pada 23 November 2025.

Acara ini dihadiri oleh pejabat kementerian, tokoh lintas iman, dan para pegawai Kemenag.

“Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi Natal Kementerian Agamanya tidak. Nah, tahun ini kita akan membuat sejarah,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menegaskan bahwa Kemenag seharusnya menjadi pelopor perayaan yang mencerminkan nilai-nilai toleransi. “Kementerian lain bikin Natal, masa Kementerian Agamanya enggak. Harusnya ini yang mulai,” katanya.

Selain mengumumkan rencana perayaan Natal, Menag kembali menekankan pentingnya praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, toleransi bukan memaksakan persamaan atau perbedaan, tetapi memahami batas yang jelas dalam hidup berdampingan.

Hingga kini, Kemenag belum merilis waktu dan lokasi resmi perayaan Natal bersama tersebu

Namun, rencana ini dipandang sebagai langkah konkret kementerian dalam memperkuat kerukunan nasional serta kerja sama lintas iman.

Dengan pendekatan inklusif, perayaan Natal Kemenag diharapkan tidak hanya menjadi agenda internal kementerian.

Tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga nilai keberagaman dan saling menghormati.(*)




Buaya Raksasa 585 Kg di Riau Mati, Ditemukan Puluhan Sampah di Dalam Perut

SEPUCUKJAMBI.ID – Seekor buaya raksasa yang sebelumnya ditangkap warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mati setelah sekitar 20 hari menjalani perawatan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat.

Buaya berukuran 5,7 meter dengan berat sekitar 585 kilogram itu menjadi salah satu temuan buaya terbesar di wilayah Riau dalam beberapa tahun terakhir.

Buaya yang dijuluki warga sebagai “Si Undan” tersebut ditangkap pada awal November di Sungai Undan, Kecamatan Reteh.

Penangkapan dilakukan karena hewan itu dianggap mengganggu aktivitas masyarakat.

Setelah diamankan, buaya diserahkan ke DPKP Inhil untuk dirawat sambil menunggu arahan lembaga konservasi.

Selama dirawat, kondisi buaya terus menurun. Kepala DPKP Inhil, Junaidi, mengatakan bahwa buaya tidak menunjukkan respons makan sejak hari pertama.

“Buaya tidak mau makan meski sudah diberi umpan beberapa kali. Kondisinya semakin lemah sampai akhirnya tidak lagi bereaksi,” kata Junaidi.

Setelah dinyatakan mati, tim melakukan pemeriksaan lanjutan dan menemukan dugaan penyebab kematian yang mengejutkan.

Di dalam perut buaya, petugas menemukan berbagai benda asing seperti puluhan kantong plastik, karung goni, tutup minuman, pisau kecil, pecahan mata tombak, hingga bagian tabung televisi.

Selain itu, terdapat luka lecet yang diduga muncul sejak proses penangkapan.

Menurut Junaidi, sampah-sampah yang tidak dapat dicerna itu sangat mungkin telah merusak sistem pencernaan buaya hingga menyebabkan kematian.

“Ini bukti betapa seriusnya pencemaran sampah di aliran sungai. Semua benda itu ditemukan masih utuh,” ujarnya.

Usai diperiksa, bangkai buaya kemudian dikirim ke lembaga konservasi di Jakarta untuk diawetkan dan dijadikan bahan penelitian.

Bangkai diangkut menggunakan mobil boks berpendingin untuk mencegah pembusukan selama perjalanan.

Kematian buaya raksasa Si Undan kembali menyoroti masalah pencemaran sungai dan pentingnya pengelolaan habitat satwa liar di Riau.

Kasus ini juga menjadi pengingat perlunya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan konservasi agar satwa besar yang menjadi bagian penting ekosistem sungai tidak kembali terancam.(*)




Mengenal Jalan Braga Bandung! Daya Tarik Wisata Ikonik Kota Kembang Memikat Pengunjung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, ada satu kawasan yang hampir selalu muncul dalam rekomendasi wisata: Jalan Braga Bandung.

Bagi yang baru pertama kali mengenal Kota Kembang, nama ini mungkin terdengar sederhana.

Namun begitu melangkah ke jalannya, suasana berbeda langsung terasa ramai tapi hangat, modern tapi tetap menyimpan sentuhan lama yang membuat orang ingin berhenti sejenak.

Jalan Braga Bandung adalah salah satu kawasan kota lama yang masih bertahan dengan karakter khasnya.

Bangunan-bangunan berarsitektur kuno berdiri berdampingan dengan kafe dan toko yang tampil lebih modern.

Perpaduan inilah yang sering membuat pengunjung baru merasa seperti masuk ke ruang kecil yang memotong waktu: tak sepenuhnya masa lalu, tapi juga bukan area kota modern yang biasa.

Meski tidak panjang, Braga punya banyak hal yang membuat orang betah berjalan kaki.

Wisatawan kerap berhenti untuk menikmati pameran seni kecil, melihat toko kreatif lokal, atau sekadar mengabadikan momen di sepanjang Jalan Braga.

Banyak yang datang tanpa rencana khusus, namun pulang dengan kesan bahwa kawasan heritage Bandung ini punya daya tarik yang tidak dibuat-buat.

Penataan kawasan oleh pemerintah kota turut membuat Braga semakin ramah untuk dijelajahi.

Area pedestrian diperbaiki, trotoar dirapikan, dan ruang publik dibuat nyaman sehingga pengunjung baru bisa menikmati suasana tanpa harus terburu-buru.

Yang membuat wisata Braga Bandung semakin menarik adalah atmosfernya yang hidup tapi tetap santai.

Tidak jarang pengunjung menemukan musisi jalanan, pameran kecil, atau aktivitas komunitas yang terjadi begitu saja.

Kesederhanaan inilah yang membuat banyak orang merasa “klik” dengan tempat ini sejak kunjungan pertama.

Bagi yang ingin mengenal Bandung tanpa harus menelusuri banyak lokasi, Jalan Braga adalah pilihan mudah dan menarik.

Cukup berjalan, melihat sekitar, dan membiarkan suasana kota yang hangat memberi pengalaman pertama yang menyenangkan.

Braga mungkin hanya satu ruas jalan, tetapi bagi banyak orang, di sininlah perjalanan mereka mengenal Bandung benar-benar dimulai.(*)




Rencana Kenaikan UMK Jambi Tahun 2026: Walikota Maulana sebut Masih Tunggu Arahan Pusat, Ini yang Diharapkannya

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah kota masih menunggu hasil perhitungan dari pemerintah pusat terkait Upah Minimum Kota (UMK) Jambi 2026.

Menurutnya, besaran UMK akan dipengaruhi oleh indikator ekonomi dan faktor-faktor klasik, namun hak-hak pekerja tetap menjadi prioritas.

“Kita masih menunggu perhitungan dari pusat, kemudian provinsi akan menetapkan. Yang penting, hak-hak pekerja harus terlindungi,” ujar Maulana.

Selain itu, Wali Kota Maulana memberikan tanggapan positif terkait pengukuhan Dewan Pengupahan Kota Jambi.

Menurutnya, keberadaan dewan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan kepentingan pengusaha.

“Dengan pengukuhan ini, anggota dewan bekerja menjaga hubungan harmonis antara serikat pekerja dan pengusaha. Pengusaha tentu ingin investasi menguntungkan, tetapi hak-hak pekerja juga harus dijaga,” kata Maulana.

“Di sinilah peran LKS Trits untuk mengkomunikasikan agar semua pihak berjalan seimbang,” jelas Maulana.

Wali Kota Maulana juga menekankan peluang ekonomi yang muncul dari pembangunan beberapa sentra ekonomi baru dan rencana infrastruktur, termasuk flyover di Ciptol pada 2027.

“Kalau investasi masuk, lapangan pekerjaan terbuka, pengangguran bisa diturunkan, dan pertumbuhan ekonomi meningkat,” tambahnya.

Dengan pengukuhan Dewan Pengupahan dan rencana penyesuaian UMK, Maulana berharap hubungan pekerja-pengusaha tetap harmonis, investasi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi dapat terjaga.(*)




Pengukuhan Dewan Pengupahan, Walikota Maulana Tekankan Pentingnya Investasi dan Lapangan Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, memberikan tanggapan positif terkait pengukuhan Dewan Pengupahan di Kota Jambi.

Menurutnya, keberadaan dewan ini menjadiS salah satu instrumen penting untuk menciptakan keseimbangan antara hak pekerja dan kepentingan pengusaha.

“Dengan pengukuhan ini, para anggota dewan bekerja menjaga hubungan harmonis antara serikat pekerja dan pengusaha. Pengusaha tentu ingin investasi menguntungkan, namun di sisi lain, hak pekerja harus tetap dijaga. Di sinilah peran LKS Trits untuk mengkomunikasikan agar semua pihak bisa berjalan seimbang,” ujar Maulana.

Wali Kota Maulana juga menekankan bahwa pembangunan beberapa sentra ekonomi baru serta konektivitas antar daerah.

Termasuk rencana pembangunan flyover di Ciptol pada 2027, membuka peluang besar bagi masuknya investasi.

“Kalau investasi masuk, lapangan pekerjaan terbuka, pengangguran bisa diturunkan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” tambahnya.

Menurut Maulana, kunci keberhasilan adalah terciptanya hubungan harmonis antara pekerja dan pengusaha.

Dengan begitu, semua pihak diuntungkan: investor mendapatkan keuntungan, pekerja memperoleh haknya, dan Kota Jambi maju secara ekonomi.(*)




Pengukuhan Dewan Pengupahan Kota Jambi Diharapkan Ciptakan Hubungan Industrial Harmonis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menyampaikan pengukuhan Dewan Pengupahan dan pelantikan LKS Tripartit Kota Jambi periode 2024-2026 dilakukan Selasa 25 November 2025.

Ini bertujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Menurut Liana, kegiatan ini penting untuk menjaga keseimbangan kepentingan dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Di mana pemerintah bertindak untuk kepentingan masyarakat luas, sedangkan pengusaha dan pekerja memiliki kepentingan ekonomi masing-masing.

Kegiatan pengukuhan ini juga berfungsi sebagai forum konsultasi dan musyawarah untuk merumuskan kebijakan pengupahan, khususnya Upah Minimum Kota (UMK) Jambi, dengan melibatkan tiga pihak: pemerintah, pengusaha, dan perwakilan buruh.

Bagi pekerja, Liana menekankan bahwa forum ini memastikan upah yang diterima mencukupi kebutuhan hidup layak, terutama bagi mereka yang berpenghasilan di bawah UMK.

Dengan begitu, UMK yang ideal dapat meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Sementara bagi pengusaha, pelibatan dalam forum ini membantu menciptakan hubungan industrial yang harmonis, mengurangi potensi konflik terkait pengupahan, dan memberikan ruang bagi pengusaha untuk menerima masukan konstruktif dalam menetapkan kebijakan upah.

“Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk menjembatani kepentingan semua pihak dalam dunia kerja dan menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus melindungi pekerja,” ujar Liana Andriani.

Dengan pelantikan ini, diharapkan hubungan industrial di Kota Jambi semakin harmonis, sekaligus mendukung tercapainya UMK yang adil dan seimbang bagi pekerja dan dunia usaha.(*)




Mantan Presiden SBY Alihkan Hidup ke Dunia Seni Setelah Pensiun Politik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Setelah mengakhiri karier politiknya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, kini mengalihkan perhatian sepenuhnya ke dunia seni.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam beberapa kesempatan, menyusul aktivitasnya yang semakin intens di bidang lukis-melukis.

SBY menegaskan dirinya telah pensiun dari politik dan tidak tertarik lagi pada urusan negara.

“Saya sudah pensiun, dan kini dunia saya adalah melukis. Saya sekarang bebas menjadi seniman,” kata SBY, Dalam orasi ilmiah beberapa waktu lalum

Mantan Presiden ini menjelaskan bahwa kegiatannya kini mencakup seni rupa, musik, menulis puisi, dan pembinaan olahraga.

Salah satu hobi utama yang kini digeluti lebih serius adalah melukis, kegiatan yang telah dinikmatinya sejak lama.

Meski sempat dirawat di rumah sakit pada Juli 2025, SBY tetap melanjutkan hobinya.

Bahkan, ia sempat melukis dengan tangan kiri karena tangan kanan terinfus. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengungkapkan,

“Meskipun dirawat, beliau tetap melukis,” kata Sekjen Partai Demokrat,Herman Khaeron.

Lukisan SBY semakin menarik perhatian publik.

Ia kerap menggunakan teknik finger painting, seperti saat melukis di Pantai Klayar, Pacitan, maupun melukis Monas bersama pelukis Jerman, Christopher Lehmpfuhl.

Karya-karyanya menunjukkan sisi baru SBY sebagai seniman yang mengekspresikan diri melalui kanvas, bukan hanya kebijakan politik.

Hasil karya seni SBY mendapat apresiasi luas, baik dari masyarakat maupun kolega politik.

Bahkan, beberapa lukisannya kini dipertimbangkan untuk dipajang di tempat penting, termasuk di Istana Kepresidenan Nusantara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Transformasi SBY dari politikus menjadi seniman menunjukkan bahwa meski telah pensiun dari dunia politik, ia tetap bisa memberikan dampak positif melalui ekspresi kreatif dan seni rupa.(*)




Generasi Z Hadapi Lonjakan Krisis Kesehatan Mental di Era Digital

SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena krisis kesehatan mental kini menjadi isu global yang terus meningkat, termasuk di kalangan Generasi Z.

Generasi Z merupakan golongan individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an.

Di era modern yang dipenuhi tekanan digital dan dominasi media sosial, kelompok ini menghadapi tantangan mental yang semakin kompleks.

Menurut studi American Psychological Association (APA), Generasi Z tercatat memiliki tingkat stres tertinggi dibanding generasi lainnya. Hanya 45 persen di antara mereka yang menyatakan memiliki kesehatan mental yang baik atau sangat baik. Selain itu, mereka juga lebih rentan mengalami gangguan seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan ADHD.

Generasi Z dikenal tumbuh dalam lingkungan serba digital dan terhubung melalui berbagai perangkat.

Tekanan sosial, tuntutan kesempurnaan, serta kehidupan online yang terus berlangsung dinilai turut memengaruhi kondisi mental mereka.

Berikut ini beberapa ciri gangguan kesehatan mental yang sering muncul pada Generasi Z:

1. Perubahan Pola Makan

Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau kebiasaan makan yang tidak sehat sering terjadi pada Generasi Z.

Hal ini karena tak jarang dari mereka yang merasa mendapat tekanan untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna, sesuai dengan standar kecantikan yang sering ditampilkan di media sosial.

2. Gangguan Tidur

Kecanduan media sosial dan gadget dapat mengganggu pola tidur Generasi Z. Alhasil, mereka menjadi kurang tidur dan istirahat.

Kekurangan tidur atau istirahat ini pastinya bisa memengaruhi kesehatan mental mereka.

3. Mood Swing

Gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan tidak stabil. Hal ini bisa berdampak pada perilaku impulsif, agresif, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

4. Penurunan Fungsi Otak

Tekanan yang berlebihan, kurang tidur, dan kecanduan teknologi dapat menyebabkan penurunan fungsi otak. Generasi Z bisa saja menjadi kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.

5. Berkurangnya Interaksi Sosial

Meskipun Generasi Z tumbuh dalam era yang terhubung secara digital, mereka juga rentan mengalami isolasi sosial. Hal ini dapat membuat mereka merasa kesepian dan depresi.

Belum ada satu penyebab pasti yang bisa menjelaskan mengapa Generasi Z mengalami krisis mental.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi ini, antara lain:

1. Kemajuan Teknologi

Teknologi yang terus berkembang telah menciptakan tekanan tambahan pada mental Generasi Z.

Mereka menjadi sering merasa perlu untuk terus mengikuti perkembangan di sosial media atau yang saat ini akrab disebut dengan istilah “FOMO”.

2. Minimnya Pengetahuan Terkait Kesehatan Mental

Kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, baik di kalangan individu Generasi Z maupun di masyarakat umum, dapat menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis dan perawatan.

3. Ketidakpastian Ekonomi

Generasi Z menghadapi ketidakpastian ekonomi yang tinggi yang  pada akhirnya menciptakan tekanan tambahan terkait pekerjaan, pendidikan, dan keuangan.

Meski demikian, berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Langkah awal adalah mengenali gejala dan segera mencari bantuan profesional.

Generasi Z juga dianjurkan menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga, tidur cukup, pola makan sehat, meditasi, hingga menjalani hobi.

Selain itu, membangun relasi positif dan membatasi penggunaan media sosial dinilai penting untuk menjaga kestabilan mental.

Krisis kesehatan mental tidak hanya berdampak pada psikologis, tetapi juga fisik dan finansial.

Karena itu, kesadaran, dukungan lingkungan, serta perlindungan yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan mental Generasi Z di era modern.




Wali Kota Jambi Ajak Guru Berkarya dan Berinovasi di Peringatan HUT PGRI ke-80

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 Tahun 2025, bertempat di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.

Acara ini diisi berbagai kegiatan, termasuk pemberian piagam penghargaan dan hadiah kepada peserta didik serta tenaga pendidik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempersatukan SMP Negeri dan Swasta di Kota Jambi.

Upacara turut diikuti Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah Dra. H. A. Ridwan, M.Si, jajaran Pemkot, dan tenaga pendidik.

Mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Wali Kota Maulana membacakan amanat Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan peran guru dalam mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan bangsa.

“Guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, menanamkan nilai-nilai Pancasila, adaptif terhadap teknologi, serta mampu merangkul kearifan lokal. Guru yang tergerak, terus berinovasi, dan menciptakan ruang belajar inspiratif,” bunyi amanat tersebut yang dibacakan Maulana.

Menyinggung isu ketimpangan distribusi, status guru, hingga keterlambatan tunjangan, Mendikdasmen RI menegaskan bahwa Pemerintah Pusat sedang memfinalisasi sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan.

Kebijakan ini bertujuan melindungi profesi guru, sehingga mereka dapat fokus mendidik tanpa terbebani urusan administrasi.

Wali Kota Maulana menambahkan, kualitas guru menjadi penentu kemajuan daerah dan bangsa.

“Momentum Hari Guru ini juga untuk refleksi menjaga integritas, menjadikan kepala sekolah sebagai penggerak kemajuan sekolah, bukan kekuasaan,” ujarnya.

Terkait proses seleksi kepala sekolah yang sedang berlangsung, Maulana menegaskan prosedur dijalankan secara terbuka dan sesuai peraturan.

“Jika ada yang menciderai proses, saya tidak akan lantik,” tegasnya.

Pemkot Jambi mendukung program prioritas Kemendikdasmen, termasuk wajib belajar 13 tahun dan pembelajaran digital.

Saat ini, TK Negeri sudah tersedia di lima kecamatan*?, dapat diakses gratis oleh masyarakat, selaras dengan program unggulan Kota Jambi “Kartu Bahagia” di bidang pendidikan.

Wali Kota Maulana menutup amanatnya dengan mengajak guru untuk mengabdi dengan hati, bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna, demi mewujudkan Indonesia Kuat yang sesungguhnya.(*)




Oxford Dikecam Usai Tak Cantumkan Peneliti Indonesia dalam Publikasi Rafflesia Hasseltii

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Universitas Oxford menjadi sorotan publik Indonesia setelah tidak mencantumkan nama tiga peneliti lokal dalam publikasi ilmiah terkait penemuan spesies langka Rafflesia hasseltii.

Keputusan tersebut memicu kritik terkait etika kolaborasi riset internasional dan pentingnya penghargaan yang setara bagi ilmuwan dari negara berkembang.

Kontroversi muncul setelah publik mengetahui bahwa nama Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi tiga peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset lapangan, pengumpulan data, hingga pendampingan teknis tidak masuk dalam daftar penulis publikasi tersebut.

Padahal, kontribusi mereka dinilai krusial bagi keberhasilan eksplorasi biodiversitas di lapangan.

Kritik publik semakin meluas setelah mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan protes terbuka melalui media sosial.

Ia mengingatkan bahwa peneliti Indonesia tidak boleh diperlakukan sebagai pihak sampingan dalam kolaborasi ilmiah.

Dalam unggahannya, Anies menulis:

“Dear @UniofOxford, our Indonesian researchers Joko Witono, Septi Andriki, and Iswandi  are not NPCs. Name them too.”

Ia kemudian memberikan terjemahan:

“Para peneliti Indonesia bukan tokoh figuran. Cantumkan nama mereka juga.”

Istilah NPC (non-player character), yang merujuk pada karakter pendukung dalam gim, dianggap sebagai kritik keras terhadap praktik pengabaian kontribusi ilmuwan lokal oleh institusi besar dunia.

Peneliti biodiversitas dan pegiat konservasi di Indonesia menilai kasus ini sebagai contoh ketidakadilan struktural dalam kerja sama riset internasional.

Mereka menegaskan bahwa, riset flora dan fauna di Indonesia sangat bergantung pada keahlian ilmuwan lokal mulai dari akses wilayah, pengetahuan ekologis, hingga pemahaman konteks sosial setempat.

Warganet pun ramai menyuarakan kekecewaan dan menilai bahwa tidak dicantumkannya nama peneliti Indonesia merupakan praktik yang merugikan, serta melemahkan semangat kolaborasi ilmiah yang adil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Oxford belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Meski demikian, tekanan publik terus meningkat.

Komunitas akademik Indonesia berharap polemik ini dapat menjadi momentum untuk menata ulang standar kolaborasi riset internasional terutama dalam memastikan pengakuan yang setara dan transparan bagi semua peneliti, tanpa memandang asal negara.(*)