Cakupan 95 Persen, tetapi Iuran Macet: BPJS Kesehatan Jambi Tekor Rp300 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Hingga 1 November 2025, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Jambi telah mencapai 95,5 persen, atau 3,69 juta jiwa dari total 3,86 juta penduduk.

Meski demikian, tingkat keaktifan peserta tercatat masih rendah, yakni 73,23 persen, dengan hanya 2,83 juta penduduk yang rutin membayar iuran.

Asisten Deputi SDMUK BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat keaktifan tersebut berdampak pada ketidakseimbangan antara penerimaan iuran dan biaya pelayanan kesehatan di Jambi.

“Penerimaan iuran di Provinsi Jambi sampai Oktober 2025 tercatat Rp941 miliar. Sementara biaya manfaat yang dikeluarkan mencapai Rp1,23 triliun. Ini belum termasuk yang dirujuk ke luar daerah,” ujar Jenal dalam kegiatan Media Gathering, Rabu (26/11/2025).

Dengan kondisi tersebut, terjadi selisih hampir Rp300 miliar antara pemasukan iuran dan pengeluaran layanan kesehatan.

Jenal menegaskan bahwa, situasi ini merupakan konsekuensi dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlandaskan prinsip gotong royong.

“BPJS Kesehatan tidak berorientasi pada profit. Kekurangan bisa ditutupi karena mekanisme gotong royong antar-peserta,” jelasnya.

Ia juga merinci kontribusi iuran berdasarkan segmen kepesertaan:

* 54 persen ditopang pemerintah daerah melalui PBI, PPUPN, PBPU Pemda, dan bantuan iuran,

* 24 persen berasal dari badan usaha,

* 22 persen dari peserta mandiri.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Shanti Lestari, menyoroti aspek pengawasan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan.

Ia menyebut hingga kini belum ada faskes yang menerima surat peringatan maupun sanksi pemutusan kerja sama.

“Kami sangat berhati-hati. Jika ada laporan, semua kami telusuri dari berbagai sisi. Banyak kasus dipicu miss komunikasi,” ujar Shanti.

Meski menghadapi tantangan defisit regional serta persoalan teknis di lapangan, BPJS Kesehatan memastikan bahwa pelayanan kepada peserta tetap menjadi prioritas utama.(*)




Peserta Muskomwil II Sumbagsel Tinjau IPAL Terpusat Sijenjang, Lanjut Eksplorasi Candi Muaro Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kota Jambi hari ini diisi dengan kegiatan visitasi lapangan oleh para wali kota peserta.

Sebanyak 9 wali kota se-Sumbagsel mengikuti kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat Sijenjang, salah satu infrastruktur strategis milik Pemerintah Kota Jambi.

Rombongan para kepala daerah disambut langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, yang menjelaskan peran IPAL Terpusat Sijenjang dalam peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“IPAL Sijenjang adalah bagian dari komitmen Kota Jambi menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata dia.

“Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi ruang berbagi praktik baik antar daerah, sehingga pembangunan lingkungan hidup di wilayah Sumbagsel dapat terus ditingkatkan,” ujar Wali Kota Maulana.

Para peserta melakukan peninjauan fasilitas utama, mulai dari sistem pretreatment, kolam aerasi, hingga unit pengolahan akhir.

Mereka juga mendapatkan pemaparan teknis terkait kapasitas layanan serta rencana pengembangan jaringan perpipaan kota.

Usai dari IPAL Sijenjang, rombongan Muskomwil II Sumbagsel melanjutkan visitasi ke Kawasan Percandian Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan sejarah terbesar di Asia Tenggara.

Di sana, para wali kota disuguhi informasi mengenai pengelolaan kawasan, pengembangan pariwisata, serta upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Muskomwil II yang tidak hanya membahas isu pemerintahan.

Tetapi juga memperkenalkan potensi lokal Kota Jambi baik dari segi infrastruktur modern maupun kekayaan sejarah dan budaya.(*)




Dr. Noviardi Ferzi: Pansel Gagal Baca Realitas BUMD, Hasilnya Direksi Mundur dalam Hitungan Bulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Kritik tajam juga datang dari pengamat kebijakan publik, sosial, dan ekonomi, Dr. Noviardi Ferzi, yang menilai kegagalan bukan hanya terjadi pada level direksi, tetapi juga pada panitia seleksi (Pansel) yang dianggap tidak mampu membaca kebutuhan riil BUMD.

Menurutnya, seleksi PT Siginjai Sakti memang terlihat lengkap secara formal mulai dari administrasi, psikotes, ujian tertulis, penyusunan bisnis plan, hingga wawancara namun tidak mampu menjamin terpilihnya figur yang benar-benar siap menghadapi realitas perusahaan.

“Secara formal mekanisme seleksi terlihat lengkap, namun mundurnya Marsono justru membuka ruang kritik bahwa pansel hanya berhasil menilai kandidat di atas kertas, bukan pemimpin yang siap menghadapi realitas keras BUMD yang sudah lama bermasalah,” tegas Ferzi.

Ia menyoroti bahwa PT Siginjai Sakti sejak lama kehilangan arah usaha.

Aset tidak produktif, unit bisnis gagal dijalankan, hingga kabar tidak adanya alokasi anggaran untuk tahun 2026 di APBD.

“Ketika seorang direktur masuk tanpa modal baru, dengan birokrasi ketat, dan ekspektasi tinggi menyumbang PAD, maka dibutuhkan sosok yang bukan hanya cerdas teknis,” jelasnya.

“Tetapi berpengalaman menangani perusahaan sakit, terbiasa dengan krisis, dan kuat menghadapi tekanan struktural maupun politik,” kata dia.

Ferzi menilai inilah titik kelalaian Pansel. Seleksi yang terlalu formalistik membuat aspek karakter, kekuatan mental, dan kemampuan transformasional luput digali.

Selain itu, ia menilai tidak adanya due diligence mendalam terkait kesiapan kandidat menghadapi kondisi riil perusahaan.

“Pansel tampaknya gagal memastikan kecocokan visi antara calon dengan pemegang saham,” ujarnya.

Ferzi menambahkan bahwa, tantangan BUMD harus disampaikan apa adanya sejak awal kepada kandidat termasuk minimnya modal, beratnya beban aset lama, dan tuntutan peningkatan kinerja di tengah keraguan publik.

“Jika sejak awal ruang lingkup kerja dan tingkat kesulitan tidak dijelaskan secara jujur, wajar bila kandidat kemudian mundur ketika realitas jauh lebih berat dari yang dibayangkan saat seleksi,” katanya.

Menurutnya, mundurnya Marsono dalam waktu singkat tidak hanya mencoreng kredibilitas seleksi, tetapi juga menunjukkan ketidaksinkronan antara kompetensi calon, kebutuhan organisasi, dan kondisi riil perusahaan.

“Alih-alih memilih calon yang punya rekam jejak pemulihan perusahaan bermasalah, Pansel terjebak pada parameter nilai seleksi yang bersifat prosedural,” ujar Ferzi.

Ia menilai sosok yang terpilih mungkin unggul dalam makalah dan presentasi, tetapi tidak cukup siap menghadapi lapangan yang penuh tekanan.

“Situasi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemkot Jambi untuk mengevaluasi ulang mekanisme seleksi direksi BUMD,” tandasnya.

Tanpa perubahan paradigma, menurut Ferzi, BUMD seperti PT Siginjai Sakti akan terus terjebak dalam siklus pergantian pimpinan tanpa membawa perubahan signifikan.(*)




Direktur dan Manajer Bisnis PT Siginjai Sakti Mundur, Djokas: Seleksi Direksi Sejak Awal Bermasalah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Djokas Siburian, menjadi pihak pertama yang angkat bicara paling keras terkait gejolak PT Siginjai Sakti.

Ia menilai kegaduhan ini merupakan konsekuensi dari proses seleksi direksi yang sejak awal dianggap tidak sehat.

“Proses seleksi nggak bener, ya begini hasilnya,” tegas Djokas, Rabu malam (26/11).

Ia menambahkan bahwa, proses pemilihan direksi tidak menjunjung prinsip profesionalisme, meritokrasi, maupun transparansi.

“Tidak menjunjung profesionalisme, meritokrasi, dan tidak transparan,” lanjutnya.

Menurut Djokas, kegagalan ini justru menimbulkan beban baru bagi masyarakat Kota Jambi.

“Alih-alih menyumbang PAD, malah jadi beban APBD,” kritiknya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti tidak dilibatkannya DPRD dalam uji kelayakan calon direksi PT Siginjai Sakti, yang seharusnya menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif.

“Seharusnya itu dilakukan. Faktanya tidak,” pungkasnya.

PT Siginjai Sakti kembali diterpa gejolak internal.

Setelah Direktur PT Siginjai Sakti, Marsono, menyatakan mundur dari jabatannya, Manajer Bisnis perusahaan tersebut, Reza Pahlevi, juga memilih mengundurkan diri.

Dua pejabat kunci yang hengkang hampir bersamaan ini memunculkan tanda tanya besar mengenai kondisi internal BUMD milik Pemerintah Kota Jambi tersebut.

Marsono membenarkan bahwa, keputusan Reza untuk mundur terjadi seiring dengan pengunduran dirinya.

“Kemunduran saya juga diikuti mundurnya manajer bisnis saya, saudara Reza Pahlevi. Terima kasih,” ujar Marsono, Rabu malam (26/11).

Ia menyampaikan bahwa, pengunduran dirinya dilatarbelakangi masalah kesehatan.

“Benar saya mundur, karena kesehatan. Surat ke Wali Kota sudah,” jelasnya.

Marsono diketahui baru dilantik pada 28 Agustus lalu.

Mundurnya direktur dan manajer bisnis dalam waktu singkat ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap kondisi internal PT Siginjai Sakti, yang sebelumnya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.(*)




Waduh! Direktur dan Manager Bisnis PT Siginjai Sakti Kompak Mundur, Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Siginjai Sakti kembali diterpa gejolak internal.

Setelah Direktur PT Siginjai Sakti, Marsono, mengajukan pengunduran diri, kini Manajer Bisnis perusahaan tersebut, Reza Pahlevi, juga memilih mundur dari jabatannya.

Dua pejabat kunci yang hengkang dalam waktu hampir bersamaan menimbulkan tanda tanya besar mengenai stabilitas internal BUMD milik Pemerintah Kota Jambi itu.

Marsono membenarkan bahwa, keputusan Reza untuk mundur terjadi bersamaan dengan dirinya.

“Kemunduran saya juga diikuti mundurnya manajer bisnis saya, saudara Reza Pahlevi. Terima kasih,” ujar Marsono, Rabu malam (26/11).

Posisi manajer bisnis sendiri merupakan jabatan strategis yang berperan besar dalam pengembangan usaha PT Siginjai Sakti.

Karena itu, mundurnya Reza dinilai sebagai pukulan tambahan bagi perjalanan perusahaan yang selama ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Sementara itu, Marsono menjelaskan bahwa alasan dirinya mundur berkaitan dengan kondisi kesehatan.

“Benar saya mundur, karena kesehatan. Surat ke Wali Kota sudah,” ungkapnya.

Marsono diketahui baru dilantik oleh Wali Kota Jambi, Maulana, pada 28 Agustus lalu.

Keputusan mundur yang terjadi hanya beberapa bulan setelah pelantikan pun semakin memperkuat sorotan publik mengenai kondisi internal BUMD tersebut.(*)




Wali Kota Maulana: Jambi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kampung Perikanan Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi menggelar rangkaian kegiatan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 yang jatuh pada 21 November 2025.

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi berbeda dan melibatkan ribuan masyarakat.

Pada agenda pertama, DPKP Kota Jambi meresmikan Kampung Perikanan Bahagia yang berlokasi di RT 19, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Jambi.

Peresmian tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Sosialisasi Gemar Makan Ikan untuk pelajar.

Dalam kegiatan ini, pemerintah juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, mulai dari benih ikan, hortikultura, ternak, pakan, obat-obatan, hingga sarana produksi perikanan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan dibuka oleh Wali Kota Jambi yang diwakili oleh Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Noviarman, ME.

Sementara itu, pada kegiatan berbeda, DPKP turut hadir mewakili Wakil Wali Kota Jambi dalam acara Festival Jajanan Pangan Lokal dan Dialog Singkat bersama Yayasan Setara Jambi yang berlangsung di kawasan Jambi Business Center (JBC).

Acara ini menjadi wadah edukasi dan promosi pangan lokal agar makin diminati masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, memberikan apresiasi terhadap rangkaian kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa, pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah dan pengembangan Kampung Perikanan Bahagia adalah bagian dari upaya kami memastikan pangan tetap stabil dan terjangkau,” kata dia.

“Selain itu, edukasi gemar makan ikan penting dilakukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Kami ingin Jambi menjadi kota yang kuat dari sisi ketahanan pangan,” ujar Maulana.(*)




Gala Dinner Muskomwil II APEKSI 2025, Walikota Maulana:  Bukan Sekadar Forum Koordinasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi menggelar Gala Dinner dan Opening Ceremony Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI 2025 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu malam (26/11/2025).

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian agenda Muskomwil II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Gala dinner berlangsung hangat dan meriah, dihadiri para wali kota dan delegasi dari delapan daerah peserta, yaitu Palembang, Bandar Lampung, Lubuk Linggau, Metro, Prabumulih, Sungai Penuh, dan Jambi selaku tuan rumah.

“Sebagai tuan rumah Muskomwil II APEKSI 2025, kami merasa bangga dapat menyambut para wali kota dan delegasi dari berbagai daerah di Sumatera Bagian Selatan,” kata Maulana.

Kegiatan ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam membangun kota yang maju, inklusif, dan membahagiakan masyarakatnya.

Melalui Muskomwil II ini, Maulana ingin memperkenalkan berbagai program unggulan Kota Jambi.

Mulai dari pengembangan infrastruktur berbasis lingkungan seperti IPAL Terpusat Sijenjang, revitalisasi kawasan budaya dan ruang publik seperti Banjuran Budayo atau Taman Remaja, hingga pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif yang kami dorong melalui sentra batik, pasar tradisional, dan festival budaya.

“Kami berharap para peserta dapat membawa pulang inspirasi baru dari Kota Jambi, sebagaimana kami juga siap belajar dari praktik baik kota-kota lain,” kata dia.

Dia berharap, semoga kolaborasi yang terjalin pada Muskomwil II ini semakin memperkuat solidaritas antar pemerintah kota, serta menjadi energi bersama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan perhelatan regional ini.

Muskomwil II APEKSI 2025 mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kota yang Maju dan Bahagia Masyarakatnya.”

Kegiatan berlangsung selama 26–28 November 2025, dan akan secara resmi dibuka oleh Gubernur Jambi, Al Haris, pada hari kedua.

Rangkaian Muskomwil II meliputi kunjungan peserta ke IPAL Terpusat Sijenjang, tur ke Candi Muaro Jambi, hingga pembahasan agenda strategis, seperti:

* Penentuan tuan rumah Raker Komwil II 2026

* Rencana Kerja Komwil II periode 2025–2028

* Rekomendasi Komwil II untuk Rakernas APEKSI di Medan

* Pengukuhan Ketua Komwil II APEKSI

Untuk menyemarakkan kegiatan, Pemkot Jambi turut menggelar Festival Tugu Keris Siginjai yang dirangkai dengan Peresmian Banjuran Budayo Kota Jambi, yang kini dikenal sebagai Taman Remaja Kota Jambi.

Ada pula Ladies Program, kunjungan ke Batik Berkah Jambi dan Pasar Sitimang yang menghadirkan pengalaman budaya dan UMKM khas Kota Jambi.

Muskomwil II APEKSI akan ditutup pada hari ketiga dengan kegiatan kebersamaan, mulai dari senam bersama, sarapan bersama, hingga penanaman pohon Banjuran Budayo Kota Jambi di area Taman Remaja.

Jadwal Singkat Muskomwil II APEKSI 2025

Hari 1 – 26 November 2025

* Kedatangan peserta & registrasi

* Gala Dinner / Opening Ceremony

Hari 2 – 27 November 2025

* Kunjungan ke IPAL Sijenjang

* Tur ke Candi Muaro Jambi

* Pembukaan dan Sidang Pleno Muskomwil II

* Ladies Program

* Festival Tugu Keris & Peresmian Taman Remaja

Hari 3 – 28 November 2025

* Senam bersama

* Sarapan bersama

* Penanaman pohon Banjuran Budayo Kota Jambi




Pastikan Aman dan Bergizi untuk Anak Sekolah, Dokkes Polresta Jambi Periksa Makanan Program MBG

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Seksi Dokkes Polresta Jambi melakukan pemeriksaan keamanan makanan (food safety) dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Polresta Jambi, Rabu (26/11/2025), di kantor SPPG Polresta Jambi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasi Dokkes Polresta Jambi, dr. Witha Budiartina, bersama tim kesehatan Briptu Ayuni Amalina, S.Kep, dan Pengatur Erik Ferliyani, Am.Kep. Pemeriksaan dilakukan pada berbagai jenis makanan yang akan disajikan bagi siswa penerima manfaat MBG.

Seperti nasi putih, chicken katsu, tempe bacem, sayur tumis pakcoy, sayur sawi putih, dan buah kelengkeng.

Metode pemeriksaan mencakup organoleptik untuk menilai warna, aroma, dan rasa makanan, serta pemeriksaan kimia untuk mendeteksi kandungan berbahaya. Hasilnya menunjukkan:

  • Organoleptik: Warna normal, aroma normal, rasa normal, tidak berlendir

  • Kimia: Arsenik negatif, sianida negatif, nitrit negatif, formaldehida negatif

Dengan demikian, makanan yang diperiksa dinyatakan layak dan aman dikonsumsi bagi anak-anak sekolah penerima manfaat MBG.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., melalui dr. Witha Budiartina menekankan bahwa, program MBG tidak hanya menitikberatkan pada distribusi, tetapi juga jaminan keamanan dan gizi makanan bagi anak-anak.

“Kami berkomitmen memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar sehat, aman, dan bergizi. Pemeriksaan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung generasi muda yang sehat dan produktif,” ujar dr. Witha Budiartina.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi Polri dalam mendukung program pemerintah dan menjaga kesehatan generasi penerus bangsa.(*)




Statistik Gol Persija Jakarta Pekan Ke-13, Tim Paling Tajam BRI Super League

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.IDPersija Jakarta berhasil mengakhiri Pekan Ke-13 BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Kamis (20/11/2025) lalu.

Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi Persija sebagai tim paling produktif di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.

Pelatih Marcio Sousa berhasil membawa Macan Kemayoran menembus 25 gol dari 12 pertandingan, jumlah tertinggi di antara 17 tim peserta BRI Super League 2025/26.

Sementara itu, gawang Persija hanya kebobolan 12 kali.

Gol Persija tersebar dari beberapa pemain, dengan Emaxwell Souza de Lima menjadi kontributor utama dengan 9 gol, menempatkannya di tiga besar top skor sementara liga.

Pemain lokal Eksel Runtukahu menyumbang 4 gol, sama banyaknya dengan kompatriot Maxwell asal Brasil, Allano.

Sementara delapan gol lainnya berasal dari kombinasi tujuh pemain, yaitu Van Basty Sousa, Witan Sulaeman, Gustavo Franca, Gustavo Almeida, Rizky Ridho, Jordy Amat, dan Dony Tri Pamungkas.

Hanya Borneo FC Samarinda yang mendekati produktivitas Persija dengan 24 gol dari 11 pertandingan.

Persija kini bersiap menghadapi Pekan Ke-14, menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Duel ini ditunggu-tunggu suporter The Jak untuk melihat apakah Persija mampu menambah pundi-pundi golnya dan mempertahankan status sebagai tim paling produktif.(*)




Wali Kota Jambi Buka FGD Literasi Pajak, Targetkan Optimalisasi PBB dan PKB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Fokus Grup Diskusi (FGD) Penguatan Literasi Pajak, sekaligus Optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada Rabu, 26 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BPPRD Kota Jambi ini diikuti sekitar 130 peserta, terdiri dari dinas terkait di lingkungan Pemkot Jambi serta perwakilan Forum RT Kecamatan dan Kelurahan.

Dalam kesempatan ini juga diselenggarakan edukasi pembayaran listrik tepat waktu, menghadirkan Dr. Mustarhadi, M.H, Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, dan Dairobi, Asman Niaga dan Pemasaran, sebagai narasumber.

Wali Kota Maulana menekankan pentingnya memaksimalkan sisa waktu efektif di tahun 2025, untuk meningkatkan penerimaan pajak, meski beberapa sektor sudah terealisasi.

“Kita jangan cepat puas, karena capaian pajak masih bisa dioptimalkan. Evaluasi terus menerus, berikan pelayanan cepat dan ramah, serta koordinasi efektif dengan leading sektor terkait. PAD adalah penopang pembangunan Kota Jambi di tengah berkurangnya dana transfer pusat ke daerah,” ujarnya.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Maulana menyampaikan berbagai program unggulan telah dijalankan untuk menjawab tantangan optimalisasi pajak.

Ia menekankan bahwa, FGD ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi terbaik dalam rangka penguatan PAD, khususnya dari sektor PBB, Opsen PKB, dan PBJ-Penerangan Jalan.

“Lakukan Fokus Group Diskusi ini sebaik-baiknya, karena menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan optimalisasi pajak daerah,” pungkas Wali Kota Maulana.(*)