Jarak Pandang Turun hingga 600 Meter, 8 Penerbangan Bandara Sultan Thaha Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.
Hingga pukul 09.00 WIB, sedikitnya delapan penerbangan terdampak dengan status ditunda.
Gangguan terjadi ketika jarak pandang di kawasan bandara berfluktuasi dan sempat turun hingga 600 meter pada pukul 08.00 WIB.
Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang pada pagi hari berubah cukup cepat. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 750 meter.
Kondisi kemudian membaik menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB.
Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan mencapai titik terendah 600 meter pada pukul 08.00 WIB.
Setelah itu, jarak pandang kembali bergerak naik turun. Pada pukul 08.30 WIB tercatat 1.000 meter, kemudian 900 meter pada pukul 09.00 WIB dan 800 meter pada pukul 09.30 WIB.
8 Penerbangan Terdampak
Kabut asap berdampak pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.
Untuk penerbangan kedatangan (arrival), empat penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni:
-
Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (SIQ)
-
Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK)
-
Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK)
-
Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK)
Keempat penerbangan tersebut berstatus delayed.
Sementara pada penerbangan keberangkatan (departure), empat penerbangan juga mengalami penundaan.
Pesawat yang terdampak yakni:
-
Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci (KRC)
-
Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK)
-
Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK)
-
Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK)
Dengan demikian, hingga pukul 09.00 WIB terdapat empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan yang tertunda akibat kondisi kabut asap.
Dua Penerbangan Tetap Berangkat
Di tengah kondisi jarak pandang yang berubah-ubah, dua penerbangan tetap berangkat dari Bandara Sultan Thaha pada pagi hari.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) berangkat pada pukul 06.01 WIB ketika jarak pandang berada di angka 750 meter.
Kemudian Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu-Medan (KNO) berangkat pada pukul 08.00 WIB, saat jarak pandang tercatat 600 meter.
Kedua penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha.
Penumpang Diminta Pantau Jadwal Penerbangan
Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan.
Tim operasional juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai jadwal kedatangan dan keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.
Penumpang yang akan menggunakan jasa penerbangan diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara.
Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di nomor 172.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi kabut asap berlangsung.
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan jarak pandang akibat kabut asap dapat memengaruhi kelancaran penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan segera menangani kebakaran hutan dan lahan yang memicu memburuknya kondisi udara di wilayah Jambi.(*)








