Biar Gak Salah Jemput! Cek Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi Besok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Arus penerbangan dari Jakarta menuju Jambi masih cukup aktif pada Rabu 30 September 2026.

Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) dijadwalkan menerima tujuh penerbangan sepanjang hari, dan seluruhnya berasal dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Data jadwal penerbangan yang diinformasikan pengelola bandara melalui Injourney Airports menunjukkan, kedatangan pertama dijadwalkan pada pukul 09.50 WIB, sementara penerbangan terakhir tiba pada 18.40 WIB.

Hal yang menarik terjadi pada pagi hari. Dua penerbangan dari maskapai berbeda dijadwalkan tiba di Jambi pada waktu yang sama, yakni 10.25 WIB.

Citilink QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126 sama-sama tercatat mendarat pada waktu tersebut.

Ini jadwal lengkap kedatangan di Jambi

Maskapai Nomor Penerbangan Asal Waktu Tiba
Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK) 09.50 WIB
Citilink QG 960 Jakarta (CGK) 10.25 WIB
Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK) 10.25 WIB
Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK) 13.40 WIB
Super Air Jet IU 840 Jakarta (CGK) 15.20 WIB
Citilink QG 964 Jakarta (CGK) 17.00 WIB
Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK) 18.40 WIB

Dua pesawat tiba bersamaan pukul 10.25 WIB

Aktivitas kedatangan dimulai dengan Batik Air ID 6804 yang dijadwalkan mendarat dari Jakarta pada 09.50 WIB.

Selanjutnya, pada 10.25 WIB, terdapat dua jadwal kedatangan sekaligus.

Citilink QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126 sama-sama dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha.

Setelah periode pagi tersebut, arus kedatangan berlanjut pada siang hari. Garuda Indonesia GA 128 dijadwalkan mendarat pukul 13.40 WIB, kemudian Super Air Jet IU 840 pada 15.20 WIB.

Dua penerbangan terakhir tiba sore hingga malam

Memasuki sore, Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pada pukul 17.00 WIB.

Sementara Batik Air ID 6806 menjadi penerbangan terakhir dalam daftar kedatangan hari ini dengan jadwal tiba di Jambi pada 18.40 WIB.

Jika dilihat berdasarkan maskapai, Batik Air, Citilink dan Garuda Indonesia masing-masing memiliki dua penerbangan, sedangkan Super Air Jet mengoperasikan satu penerbangan.

Penjemput diminta pantau jadwal

Bagi masyarakat yang akan menjemput penumpang, pengelola Bandara Sultan Thaha mengimbau untuk memantau informasi penerbangan terbaru melalui kanal resmi bandara.

Waktu kedatangan pesawat dapat berubah mengikuti kondisi operasional, cuaca maupun lalu lintas udara.

Karena itu, penjemput disarankan tidak hanya berpatokan pada jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebagai informasi, DJB merupakan kode Bandara Sultan Thaha Jambi sebagai tujuan seluruh penerbangan dalam daftar tersebut.

Sementara CGK merupakan kode Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sebagai asal seluruh penerbangan.(*)




Cek Jadwal Pesawat dari Jambi ke Jakarta 30 September, Ada 7 Keberangkatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aktivitas penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) menuju Jakarta cukup padat pada Rabu, 30 September 2026.

Berdasarkan informasi jadwal yang disampaikan pengelola bandara, terdapat tujuh penerbangan keberangkatan dari Jambi sepanjang hari.

Menariknya, seluruh penerbangan keberangkatan yang tercatat tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Tujuh penerbangan tersebut dilayani empat maskapai, yaitu Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia dan Super Air Jet.

Bagi calon penumpang, kepadatan jadwal paling terlihat pada periode menjelang siang.

Tiga penerbangan dijadwalkan berangkat hanya dalam rentang 15 menit, mulai pukul 10.55 hingga 11.10 WIB.

Jadwal lengkap penerbangan Jambi–Jakarta

Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan Jadwal
Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK) 06.00 WIB
Citilink QG 961 Jakarta (CGK) 10.55 WIB
Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK) 11.00 WIB
Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK) 11.10 WIB
Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK) 14.55 WIB
Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK) 16.00 WIB
Citilink QG 965 Jakarta (CGK) 17.30 WIB

Tiga pesawat berangkat dalam 15 menit

Penerbangan pertama dijadwalkan meninggalkan Jambi pada pukul 06.00 WIB.

Batik Air melalui penerbangan ID 6807 menjadi maskapai pertama yang membawa penumpang menuju Jakarta.

Setelah itu, jadwal kembali cukup rapat menjelang siang.

Citilink QG 961 dijadwalkan berangkat pada 10.55 WIB, disusul Batik Air ID 6805 pada 11.00 WIB.

Hanya berselang 10 menit kemudian, Garuda Indonesia GA 127 dijadwalkan lepas landas pada 11.10 WIB.

Dengan demikian, terdapat tiga keberangkatan dalam waktu hanya 15 menit.

Sore masih tersedia empat penerbangan

Pilihan penerbangan menuju Jakarta berlanjut hingga sore.

Garuda Indonesia GA 129 dijadwalkan berangkat pukul 14.55 WIB, kemudian Super Air Jet IU 841 pada 16.00 WIB.

Sementara penerbangan terakhir dalam daftar jadwal keberangkatan hari itu adalah Citilink QG 965 pada 17.30 WIB.

Jika dihitung berdasarkan maskapai, Batik Air, Citilink dan Garuda Indonesia masing-masing mengoperasikan dua penerbangan, sedangkan Super Air Jet menyediakan satu penerbangan.

Penumpang diminta datang lebih awal

Pengelola Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan terbaru melalui kanal resmi bandara.

Penumpang juga disarankan tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan, terutama ketika penerbangan berada pada periode dengan jadwal yang berdekatan.

Perlu diperhatikan bahwa jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan. Penumpang sebaiknya melakukan pengecekan ulang status penerbangan sebelum menuju bandara.

DJB merupakan kode Bandara Sultan Thaha Jambi, sedangkan CGK merupakan kode Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.(*)




KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – KAI Logistik perusahaan menyediakan jasa logistik berbasis kereta api dan terintegrasi, turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Trans Studio Mall Cibubur. Dalam sesi bertajuk “Halal in Motion – Supply Chain Across Borders”, KAI Logistik diwakili oleh VP of Commercial, Ferdian Pardosi, sebagai panelis yang membahas perkembangan logistik halal, termasuk pemanfaatan moda kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi produk halal lintas wilayah.

Diskusi tersebut menjadi relevan seiring dengan semakin luasnya perhatian terhadap aspek halal yang tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga tahapan distribusi dan rantai pasok. Ketentuan tersebut salah satunya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memperluas cakupan jaminan halal hingga aspek distribusi dan rantai pasok. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pasar logistik halal di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, nilainya mencapai USD 53,1 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 100,7 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,2%. Nilai tersebut mencakup sekitar 13,5% dari pasar logistik halal global, dengan aktivitas distribusi yang tinggi di sejumlah koridor logistik, termasuk Pulau Jawa.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur dan proses logistik yang mampu menjaga produk selama perjalanan. Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik telah memperoleh sertifikasi halal untuk jasa pendistribusian sejak 14 Juni 2024 yang mencakup tiga Terminal Barang Area, yaitu Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Cakupan sertifikasi kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan Terminal Barang Area Ronggowarsito, Semarang. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas kesiapan fasilitas dan proses operasional untuk melayani kebutuhan distribusi produk yang memerlukan standar halal.

Penerapan standar tersebut didukung melalui prosedur operasional yang memperhatikan aspek pemisahan dan penanganan barang selama proses distribusi. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku industri halal, termasuk sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dalam memperoleh layanan logistik yang sesuai dengan kebutuhan rantai pasoknya.

Ferdian menjelaskan, penerapan standar halal dalam kegiatan operasional dilakukan melalui sejumlah prosedur untuk menjaga kondisi dan integritas muatan selama proses pengiriman. “Salah satunya melalui pemisahan penataan kontainer untuk pengiriman berbasis halal dan non-halal. Proses tersebut juga didukung dengan pemeriksaan dan penanganan kontainer, mulai dari pengecekan kondisi, pencucian menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan, hingga proses pensucian sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, aspek halal dapat tetap terjaga sejak barang diterima di titik awal pengiriman hingga tiba di tujuan,” ujar Ferdian.

Selain angkutan barang berbasis kontainer, penguatan ekosistem logistik halal juga diterapkan melalui layanan distribusi ritel KALOG Express. Layanan tersebut telah memperoleh sertifikasi halal pada tiga titik distribusi, yaitu Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Kehadiran titik layanan bersertifikat ini memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan proses pengiriman dengan memperhatikan aspek halal, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan standar pada layanan distribusi ritel KAI Logistik.

“Rantai pasok memiliki peran penting dalam menjaga integritas produk halal mulai dari titik asal hingga tujuan. Melalui penerapan standar halal pada layanan kontainer maupun ritel, KAI Logistik terus meningkatkan kesiapan operasional agar dapat mengambil bagian dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dan efisien. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok halal global,” tutup Ferdian.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Dampingi Menhut, Al Haris Soroti Konflik Gajah dan Pengelolaan Hutan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris turun langsung melihat persoalan pengelolaan hutan dan konservasi di daerahnya.

Didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni, Al Haris meninjau kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo hingga hutan desa di Kabupaten Bungo, Senin 28 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk menunjukkan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari perawatan gajah Sumatera, konflik satwa dengan masyarakat, pengelolaan hutan berbasis masyarakat hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Tebo, Al Haris dan Raja Juli melihat langsung aktivitas konservasi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Mereka melihat bagaimana petugas menyediakan pakan, merawat satwa hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.

Al Haris mengapresiasi upaya para petugas yang selama ini menangani gajah di kawasan konservasi tersebut.

“Teman-teman di Tebo khususnya di kawasan konservasi gajah luar biasa merawat gajah-gajah kita, mulai dari nanam rumput untuk makanan gajah, merawatnya dan sebagainya, bahkan juga ada edukasi-edukasi di situ,” ujar Al Haris.

Di balik upaya konservasi tersebut, Al Haris juga menghadapi persoalan lain yang dirasakan masyarakat sekitar habitat gajah.

Dalam kunjungan itu, masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai konflik antara gajah dan aktivitas warga.

Populasi gajah yang berada di sekitar kawasan konservasi disebut mulai menimbulkan gangguan terhadap lahan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena upaya menjaga populasi gajah harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang hidup di sekitar habitat satwa.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dari Tebo, Al Haris kemudian mendampingi Menhut meninjau kawasan hutan lindung yang dikelola masyarakat di Kabupaten Bungo.

Salah satu praktik yang diperlihatkan adalah Lubuk Larangan, tradisi masyarakat dalam menjaga sungai dan mengatur pemanfaatan sumber daya perairan secara bersama.

Al Haris menilai praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dan sungai.

“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” kata Al Haris.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemprov Jambi untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan, khususnya desa-desa yang berada di wilayah rentan.

Konsep hutan desa diharapkan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut menjaga kawasan sekaligus mengurangi tekanan terhadap hutan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian dalam agenda tersebut adalah karhutla di Taman Nasional Berbak.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa tim gabungan telah bergerak melakukan penyekatan api, pendinginan dan operasi water bombing.

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” kata Raja Juli.

Namun, karakter lahan gambut membuat penanganan kebakaran di kawasan Berbak tidak sederhana.

Raja Juli menjelaskan, api yang tampak padam masih dapat kembali muncul karena bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

Luas kawasan dan sulitnya akses menuju titik kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Ini lahan gambut, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya,” ujarnya.

Untuk menjangkau titik kebakaran, pemerintah juga mempertimbangkan akses melalui jalur sungai setelah penggunaan peralatan darat menghadapi kendala.

Kunjungan Al Haris bersama Menhut tersebut memperlihatkan sejumlah persoalan yang dihadapi Jambi dalam menjaga kawasan hutannya.

Di satu sisi, pemerintah harus memastikan konservasi satwa seperti gajah Sumatera tetap berjalan. Di sisi lain, konflik dengan masyarakat perlu ditangani agar keberadaan satwa tidak menimbulkan persoalan baru.

Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan terus didorong melalui skema seperti hutan desa, sementara ancaman karhutla di kawasan gambut membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Bagi Pemprov Jambi, rangkaian persoalan tersebut menjadi bagian dari tantangan menjaga keseimbangan antara konservasi, kepentingan masyarakat dan perlindungan kawasan hutan.(*)




Menhut Raja Juli Turun ke Jambi, Konflik Gajah hingga Karhutla Gambut Jadi Sorotan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan konservasi gajah Sumatera hingga kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat mengunjungi sejumlah kawasan hutan di Provinsi Jambi, Senin 28 September 2026.

Didampingi Gubernur Jambi Al Haris, Raja Juli meninjau kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo serta hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Bungo.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menyoroti penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak yang menghadapi tantangan karakteristik lahan gambut.

Kunjungan diawali dari kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo.

Raja Juli dan Al Haris melihat langsung aktivitas perawatan satwa, termasuk penyediaan pakan dan kegiatan edukasi konservasi.

Al Haris mengapresiasi petugas yang selama ini merawat gajah di kawasan tersebut.

Mulai dari menyiapkan pakan hingga melakukan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari kegiatan konservasi.

“Teman-teman di Tebo khususnya di kawasan konservasi gajah luar biasa merawat gajah-gajah kita, mulai dari nanam rumput untuk makanan gajah, merawatnya dan sebagainya, bahkan juga ada edukasi-edukasi di situ,” ujar Al Haris.

Namun, persoalan konservasi tidak berhenti pada perawatan satwa. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait konflik gajah dengan aktivitas warga.

Warga mengeluhkan keberadaan populasi gajah yang dinilai terus bertambah dan mulai memasuki atau mengganggu lahan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan pengelolaan konservasi gajah Sumatera di Jambi, ketika upaya melindungi satwa harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat gajah.

Dari Tebo, rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Bungo untuk melihat pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan masyarakat.

Salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah Lubuk Larangan, tradisi masyarakat dalam menjaga kawasan sungai sekaligus mengatur pemanfaatannya secara bersama.

Al Haris menyebut, praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga hutan dan ekosistem sungai.

“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” kata Al Haris.

Rencana pengembangan hutan desa tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan yang rentan terhadap kerusakan sekaligus memberikan ruang pengelolaan berbasis komunitas.

Selain konservasi gajah dan hutan desa, penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Berbak turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

Raja Juli mengatakan tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyekatan api dan operasi water bombing.

Proses pendinginan juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Api yang terlihat padam di permukaan belum sepenuhnya menjamin kebakaran selesai.

Di lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memunculkan api sehingga proses pendinginan membutuhkan waktu.

“Ini lahan gambut, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya,” katanya.

Luas dan sulitnya akses menuju titik kebakaran juga menjadi persoalan tersendiri. Raja Juli mengatakan upaya memasukkan peralatan ke lokasi sempat terkendala kondisi kawasan.

Karena itu, jalur sungai turut dipertimbangkan sebagai akses untuk mendukung operasi penanganan kebakaran.

Kunjungan Menteri Kehutanan ke Jambi tersebut memperlihatkan sejumlah tantangan pengelolaan hutan yang saling berkaitan, mulai dari menjaga habitat satwa liar, mengurangi konflik dengan masyarakat, memperkuat peran warga dalam menjaga hutan hingga menangani kebakaran di kawasan gambut.(*)




MTQ ke-55 Jadi Etalase Kota Jambi, UMKM dan Wisata Religi Ikut Disiapkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persiapan Kota Jambi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi 2026 mulai memasuki tahap pemantapan.

Pemerintah Kota Jambi kini mengecek satu per satu lokasi yang akan menjadi arena perlombaan, termasuk masjid-masjid yang tersebar di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Umum LPTQ Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turun langsung meninjau sejumlah venue pada Senin 28 September 2026.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Ex Arena MTQ di Jalan Pintu IV, Lorong Swadaya, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan.

Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu venue utama dalam MTQ yang dijadwalkan berlangsung 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Diza mengatakan pengecekan tidak hanya menyasar kondisi lokasi, tetapi juga panggung, fasilitas peserta, kebutuhan teknis hingga kenyamanan masyarakat di sekitar venue.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengecek kondisi lokasi. Salah satunya venue Ex MTQ karena insyaallah MTQ tingkat provinsi akan dilaksanakan di Kota Jambi. Kita ingin memastikan seluruh persiapannya berjalan dengan baik,” kata Diza.

Berbeda dari konsep yang hanya berpusat pada satu arena, MTQ tahun ini juga akan membawa rangkaian perlombaan lebih dekat ke masyarakat.

Sedikitnya 10 masjid di Kota Jambi disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan sejumlah cabang lomba.

Salah satunya Masjid Nurul Hidayah di Jalan RB Siagian Nomor 184, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, yang dipersiapkan untuk salah satu cabang perlombaan, termasuk Qira’at.

Diza mengatakan peninjauan masjid dilakukan untuk memastikan lokasi memenuhi kebutuhan teknis pelaksanaan lomba, mulai dari ruang hingga fasilitas pendukung.

“Hari ini saya melakukan tiga kunjungan masjid. Kita melihat kesiapan masing-masing masjid, apakah lokasinya sesuai dan fasilitasnya benar-benar bisa digunakan untuk pelaksanaan lomba,” ujarnya.

Namun, pemanfaatan masjid sebagai venue memiliki konsekuensi yang harus diperhatikan panitia. Aktivitas perlombaan tidak boleh menggeser fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah.

Karena itu, jadwal perlombaan nantinya disusun dengan memperhatikan waktu salat dan aktivitas keagamaan masyarakat.

“Tujuan mengadakan lomba MTQ di masjid-masjid ini bukan untuk mengganggu kenyamanan pelaku ibadah. Pelaksanaannya nanti diatur di luar jam ibadah,” tegas Diza.

Pemkot Jambi juga mulai menghitung dampak penyelenggaraan MTQ terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain kesiapan venue, evaluasi dilakukan terhadap keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai kebutuhan pendukung selama kegiatan berlangsung.

Menurut Diza, persiapan masih mencakup sejumlah aspek, termasuk konsep acara, ukuran panggung dan kebutuhan teknis lainnya.

Dengan hadirnya kafilah dari seluruh daerah di Provinsi Jambi, penyelenggaraan MTQ dipandang dapat menjadi ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperkenalkan potensi Kota Jambi kepada tamu dari luar daerah.

MTQ juga diarahkan tidak berhenti sebagai agenda perlombaan keagamaan, tetapi menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mengenalkan budaya, destinasi wisata dan wisata religi Kota Jambi.

MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi akan diikuti kafilah dari 11 kabupaten dan kota, yakni Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi bersama LPTQ masih melakukan koordinasi dan pembenahan di berbagai lokasi agar rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan nyaman.

Diza berharap pelaksanaan MTQ dapat diterima masyarakat di sekitar venue.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di atas panggung, tetapi juga memberikan dampak sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.

“Ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita tetap harus mengajarkan syariat Al-Qur’an kepada generasi penerus. Mudah-mudahan kegiatan ini disambut baik oleh warga sekitar sehingga kita bersama-sama menyukseskan MTQ,” pungkasnya.(*)




DPRD Minta Evaluasi, DLH Kota Jambi Ungkap Mekanisme Kerja Sama dengan PT Regen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Polemik rencana pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo memasuki babak penjelasan dari Pemerintah Kota Jambi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menegaskan keterlibatan PT Regen dalam rencana tersebut bukan berasal dari proses tender yang digelar Pemkot Jambi.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan kerja sama bermula dari permohonan yang diajukan PT Regen kepada Pemerintah Kota Jambi pada awal 2025.

Menurut Mahruzar, perusahaan tersebut terlebih dahulu menyampaikan minat untuk bekerja sama setelah melihat potensi pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo yang memiliki volume sampah cukup besar.

“Karena mereka meminta permohonan kerja sama, sehingga dibahas oleh tim kerja sama daerah. Dilakukan penyesuaian sampai kemudian dilakukan MoU,” ujar Mahruzar saat ditemui di Kantor DLH Kota Jambi, Senin 28 September 2026.

Pemkot Jambi kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Regen pada Mei 2025. Kesepakatan itu selanjutnya ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penjelasan tersebut disampaikan di tengah adanya desakan anggota DPRD Kota Jambi agar rencana kerja sama pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo dievaluasi.

Mahruzar menegaskan, proses masuknya PT Regen dalam rencana tersebut tidak dilakukan melalui tender ataupun mekanisme pemilihan penyedia.

“Bukan melalui tender atau hal lain, tapi karena mereka masuk melihat potensi dan melakukan MoU,” tegasnya.

Ia menjelaskan, mekanisme kerja sama pengelolaan TPA kemudian ditindaklanjuti sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam tahap berikutnya, perjanjian pengelolaan dilakukan antara PT Regen dengan pihak pengelola TPA Talang Gulo.

“Kalau tidak salah, pada Februari dilakukan PKS oleh Kepala UPTD TPA Talang Gulo. Itu untuk kerja sama pengelolaan sampah di TPA Talang Gulo,” katanya.

Selain soal mekanisme kerja sama, terdapat aspek lain yang menjadi bagian dari rencana tersebut, yakni pemanfaatan lahan di kawasan TPA Talang Gulo.

Mahruzar mengatakan, lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Jambi. Karena berstatus aset daerah, pemanfaatannya harus mengikuti ketentuan mengenai pengelolaan barang milik daerah.

Pemkot Jambi kemudian meminta penilaian terhadap aset tersebut kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Penilaian itu dilakukan untuk menentukan nilai pemanfaatan lahan yang dibutuhkan dalam rencana kerja sama dengan PT Regen.

“Karena mereka membutuhkan lahan. Perlu diketahui bahwa lahan di TPA Talang Gulo merupakan aset pemerintah kota, sehingga dilakukan penilaian oleh KPKNL, kemudian keluarlah nilai tersebut,” jelas Mahruzar.

Setelah nilai aset ditetapkan, pemanfaatan lahan dilakukan melalui mekanisme sewa.

Mahruzar mengatakan, DLH Kota Jambi berstatus sebagai pengguna aset untuk kawasan tersebut.

Karena itu, proses sewa lahan dilakukan antara PT Regen dan DLH Kota Jambi sesuai mekanisme pengelolaan aset daerah.

“Karena dalam aturan Kemendagri untuk pengelolaan aset daerah, DLH itu pengguna aset, sehingga PT Regen melakukan sewa ke DLH Kota Jambi,” ujarnya.

Mahruzar kembali menegaskan bahwa, keterlibatan PT Regen berawal dari permohonan kerja sama yang diajukan perusahaan, bukan hasil proses tender.

“Keterlibatan PT Regen bermula dari permohonan kerja sama yang mereka sampaikan kepada pemerintah kota. Permohonan itu kemudian dibahas melalui tim kerja sama daerah hingga dilakukan MoU dan ditindaklanjuti dengan PKS. Jadi, prosesnya bukan melalui tender,” kata Mahruzar.

Ia menyebut penjelasan mengenai tahapan kerja sama dan pemanfaatan aset tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan DLH kepada publik, terutama di tengah adanya dorongan evaluasi dari DPRD Kota Jambi.

Dengan demikian, terdapat dua aspek yang menjadi bagian dari penjelasan Pemkot Jambi, mekanisme masuknya PT Regen melalui pengajuan kerja sama serta mekanisme pemanfaatan lahan TPA Talang Gulo sebagai aset milik daerah.(*)




Masuk DPO Sejak Juni 2025, Terpidana Perzinahan Ditangkap di Simpang 3 Sipin Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pelarian Yuliani AF alias Lina binti M. Yunus, terpidana perkara perzinahan, berakhir di Kota Jambi.

Perempuan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Juni 2025 itu diamankan Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Jambi bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur.

Yuliani ditangkap saat berada di tempat kerjanya di kawasan Jalan Ir Haji Juanda, Simpang 3 Sipin, Kota Jambi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Nolly Wijaya, mengatakan penangkapan dilakukan setelah tim melakukan pencarian terhadap terpidana yang sebelumnya tidak memenuhi pelaksanaan eksekusi.

“Penangkapan dan pengamanan terhadap terpidana dilakukan di tempat kerja Terpidana Yuliani AF alias Lina binti M Yunus. Telah masuk dalam DPO sejak Juni 2025 dan berhasil diamankan setelah kurang lebih satu tahun tiga bulan melarikan diri,” ujar Nolly di Jambi, Jumat.

Yuliani merupakan terpidana perkara perzinahan yang telah dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan.

Perkara tersebut berkaitan dengan hubungan terlarang antara Yuliani dan Wahyu Ishadi bin Ishak Alm, yang proses hukumnya dilakukan secara terpisah.

Peristiwa tersebut kemudian diketahui suami Yuliani dan dilaporkan kepada kepolisian.

Dalam perkara ini, Yuliani dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana ketentuan Pasal 284 ayat (2) KUHP.

Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur melalui Putusan Nomor 22/Pid.B/2025 menjatuhkan hukuman kepada Yuliani berupa pidana penjara selama sembilan bulan.

Selain hukuman penjara, terpidana juga dibebani biaya perkara sebesar Rp2.500.

Pelaksanaan eksekusi kemudian diperintahkan melalui Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) tertanggal 20 Juni 2025.

Namun, Yuliani tidak langsung menjalani hukuman dan kemudian masuk daftar pencarian orang hingga akhirnya diamankan Tim Tabur.

Berbeda dari operasi penangkapan di lokasi persembunyian, Yuliani diamankan saat berada di tempat kerjanya di kawasan Simpang 3 Sipin.

Setelah diamankan, terpidana disebut bersikap kooperatif. Proses pengamanan berlangsung aman dan kemudian Yuliani dibawa untuk menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan.

Ia selanjutnya ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Jambi di kawasan Senggenti, Kabupaten Muaro Jambi.

Penangkapan Yuliani juga melengkapi proses eksekusi terhadap terpidana lain dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Tim Tabur Kejati Jambi bersama Kejari Tanjung Jabung Timur telah mengamankan dan mengeksekusi Wahyu Ishadi bin Ishak Alm.

Kejati Jambi menyatakan penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dapat dilaksanakan.

Kejaksaan juga mengingatkan para terpidana lain yang masih berstatus DPO agar menyerahkan diri dan menjalani proses hukum.

Upaya pencarian terhadap buronan, menurut Kejati Jambi, akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan putusan pengadilan dan kepastian hukum tetap berjalan.(*)




Air Sungai Batanghari Makin Keruh, Tirta Mayang Jambi Kurangi Distribusi Air 30 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gangguan distribusi air bersih mulai membayangi sejumlah pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi.

Tingginya kekeruhan air baku Sungai Batanghari yang mencapai 1.700 NTU memaksa perusahaan menyesuaikan operasional dua instalasi pengolahan air (IPA).

Penyesuaian dilakukan pada 28-29 September 2026 di IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.

Debit pengolahan dan distribusi air dikurangi sekitar 30 persen sebagai langkah untuk menjaga kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan.

Dampaknya, tekanan air dapat menurun dan waktu pengaliran berpotensi menjadi lebih singkat.

Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan yang berada di bagian ujung jaringan distribusi.

Sejumlah wilayah Kota Jambi masuk dalam area yang berpotensi terdampak.

Di antaranya sebagian wilayah Alam Barajo, Telanaipura, Danau Sipin, Kota Baru, Jelutung, Jambi Selatan, Paal Merah, dan Jambi Timur.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi teknis dan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Menurutnya, perusahaan perlu menjaga agar proses pengolahan tetap mampu menghasilkan air sesuai standar pelayanan di tengah meningkatnya kekeruhan Sungai Batanghari.

“Penyesuaian pengaliran ini dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami terus berupaya menjaga kualitas air dan keberlangsungan pelayanan dengan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi teknis di lapangan,” ujar Arianto.

Di lapangan, tim teknis Perumda Tirta Mayang masih memantau perubahan kualitas air baku sekaligus mengoptimalkan proses pengolahan.

Normalisasi distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi air baku dan kapasitas teknis masing-masing instalasi.

Di tengah pengurangan distribusi melalui jaringan perpipaan, Perumda Tirta Mayang bersama satuan tugas kemarau Pemerintah Kota Jambi menyiapkan alternatif pasokan bagi masyarakat yang terdampak.

Hingga saat ini, sebanyak 2,6 juta liter air bersih telah didistribusikan menggunakan armada mobil tangki.

Air tersebut diberikan secara gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya normal.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat mengajukan permintaan melalui Call Center 112 atau WhatsApp di 0821-2121-9894 dan 0821-2121-9692.

Pelanggan diminta menghemat penggunaan air

Perumda Tirta Mayang mengimbau pelanggan mengatur penggunaan air selama periode penyesuaian.

Masyarakat juga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya untuk mengantisipasi tekanan maupun durasi pengaliran yang belum stabil.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang mungkin dirasakan pelanggan.

Pemulihan distribusi akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi air baku dan kemampuan pengolahan memungkinkan.

“Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari. Tim teknis terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pengolahan agar pelayanan dapat kembali normal secara bertahap,” kata Arianto.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000, Cek Daftar Harga Terbaru

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami perubahan.

Berdasarkan data yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia di Jakarta pada Selasa pagi, harga emas Antam turun Rp17.000 per gram.

Harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.580.000, turun dari harga sebelumnya yang tercatat Rp2.597.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback tercatat sebesar Rp2.375.000 per gram.

Perlu diperhatikan, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang dilakukan oleh pihak Antam.

Dalam transaksi penjualan kembali emas atau buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, terdapat ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pajak tersebut dipotong secara langsung dari nilai transaksi buyback ketika transaksi dilakukan.

Sementara itu, pembelian emas Antam juga dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar emas yang tercantum pada laman resmi Logam Mulia.

Berikut rincian harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran:

  • 0,5 gram: Rp1.340.000

  • 1 gram: Rp2.580.000

  • 2 gram: Rp5.100.000

  • 3 gram: Rp7.625.000

  • 5 gram: Rp12.675.000

  • 10 gram: Rp25.295.000

  • 25 gram: Rp63.112.000

  • 50 gram: Rp126.145.000

  • 100 gram: Rp252.212.000

  • 250 gram: Rp630.265.000

  • 500 gram: Rp1.260.320.000

  • 1.000 gram: Rp2.520.600.000

Dengan demikian, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2,58 juta, sedangkan harga buyback tercatat Rp2,375 juta per gram.

Harga tersebut merupakan harga yang dipantau pada Selasa pagi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai pembaruan dari Antam.(*)