Cara Aman Menikung Motor di Jalan Raya Agar Terhindar dari Kecelakaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Berkendara di jalan raya tidak hanya membutuhkan kecepatan dan keterampilan, tetapi juga pemahaman teknik keselamatan, terutama saat melewati tikungan yang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.

Kesalahan dalam teknik menikung kerap menjadi penyebab pengendara kehilangan kendali hingga berujung pada kecelakaan lalu lintas.

Kondisi jalan, kecepatan, hingga kurangnya pemahaman teknik dasar menjadi faktor yang sering memicu insiden tersebut.

Dalam dunia berkendara, terdapat tiga teknik utama saat melewati tikungan, yaitu Lean In, Lean Out, dan Lean With the Bike.

Dari ketiganya, teknik Lean With the Bike dinilai paling aman digunakan di jalan raya karena posisi tubuh pengendara mengikuti kemiringan motor sehingga lebih stabil dan seimbang dalam kondisi lalu lintas sehari-hari.

Melalui kampanye keselamatan berkendara “Sinergi Bagi Negeri”, edukasi terkait teknik berkendara aman terus digencarkan untuk menekan angka kecelakaan di jalan.

“Banyak kecelakaan terjadi karena hal sederhana seperti teknik menikung yang kurang tepat. Dengan pemahaman yang benar dan kebiasaan #Cari_Aman, risiko kecelakaan bisa diminimalisir,” ujar Frank Setia, Assistant Manager Marcom.

Senada dengan itu, Instructor Safety Riding Sinsen, Agung Sanjaya, menjelaskan bahwa kontrol kecepatan dan fokus pandangan menjadi kunci utama saat memasuki tikungan.

Menurutnya, pengendara harus memastikan kecepatan sudah terkendali sejak sebelum masuk tikungan, serta menjaga gerakan tetap halus agar motor tetap stabil.

“Posisi tubuh sebaiknya mengikuti kemiringan motor, dan pandangan harus diarahkan ke jalur yang akan dilalui agar arah kendaraan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain teknik dasar tersebut, terdapat beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan pengendara saat menikung, di antaranya:

1. Mengurangi Kecepatan Sebelum Tikungan

Pengendara disarankan menurunkan kecepatan lebih awal dengan pengereman halus menggunakan rem depan dan belakang secara seimbang.

2. Fokus pada Arah Pandangan

Arahkan pandangan ke jalur keluar tikungan, bukan pada hambatan di depan, agar keseimbangan dan kontrol tetap terjaga.

3. Jaga Stabilitas Saat Miring

Hindari perubahan gas atau pengereman mendadak ketika motor dalam posisi miring untuk mencegah tergelincir.

4. Akselerasi Secara Bertahap

Setelah keluar tikungan, kembalikan posisi motor tegak dan tambah kecepatan secara perlahan untuk menjaga kestabilan.

Dengan menerapkan teknik yang tepat, risiko kecelakaan saat menikung dapat diminimalkan.

Keselamatan di jalan menjadi tanggung jawab setiap pengendara, dan budaya berkendara aman perlu terus ditingkatkan.(*)




Penemuan Mayat di Kanal Kebon IX Muaro Jambi, Polisi Lakukan Penyelidikan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di sebuah kanal pada Senin (13/4/2026) pagi.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh dua warga, Sainem dan Painah, sekitar pukul 08.30 WIB saat keduanya hendak memancing di kanal yang berada di RT 16, Dusun 3, desa setempat.

Kapolres Muaro Jambi melalui Kasi Humas AKP Saaluddin menjelaskan bahwa saksi awalnya melihat benda mencurigakan di permukaan air sebelum akhirnya mendekat dan menemukan sesosok jasad manusia dalam posisi terlentang.

“Setelah didekati, ternyata benar sesosok mayat laki-laki yang mengapung di permukaan kanal,” ujar AKP Saaluddin.

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Tidak lama berselang, aparat Polsek Sungai Gelam bersama Unit Reskrim Polres Muaro Jambi tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 09.00 WIB, tim yang dipimpin Kapolsek IPTU Doli Dongoran bersama Kanit Reskrim IPDA Ardianas melakukan proses evakuasi dan identifikasi awal terhadap jasad korban.

Kondisi korban saat ditemukan sudah mengalami pembusukan cukup parah.

Tubuh terlihat membengkak, sementara bagian kepala diduga sudah mengalami kerusakan berat sehingga menyulitkan proses identifikasi awal di lapangan.

Dari hasil pendataan sementara, korban diduga berinisial ZA (59), seorang buruh harian lepas yang berdomisili di Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban secara resmi.

AKP Saaluddin menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah terdapat unsur tindak pidana atau murni kecelakaan.

“Identitas masih dalam pendalaman dan penyebab kematian belum dapat dipastikan. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Penemuan mayat tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Sungai Gelam bersama Polres Muaro Jambi guna mengungkap fakta sebenarnya di balik penemuan jasad tersebut.(*)




Sidang Korupsi BOK Puskesmas Kebon Sembilan Jambi, Terungkap Dugaan Potongan Dana 35 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengadilan Negeri Jambi kembali melanjutkan persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Kebon Sembilan, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (13/4/2026).

Sidang tersebut menghadirkan dua terdakwa, yakni Dewi Lestari selaku Kepala Puskesmas Kebon Sembilan dan Lina Budiharti sebagai bendahara.

Dalam persidangan, sejumlah pegawai puskesmas dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait pengelolaan dana.

Salah satu saksi, Yusnarni yang menjabat sebagai Bidan Desa (Bidan Pustu), mengungkap adanya dugaan pemotongan dana BOK yang diterima para pegawai setiap kali pencairan.

Ia menyebutkan, besaran potongan mencapai sekitar 30 hingga 35 persen pada periode 2022 hingga 2023.

“Kalau tahun 2022 dipotong sekitar 35 persen, sedangkan tahun 2023 sekitar 30 persen,” ungkapnya di hadapan majelis hakim.

Menurut keterangan saksi, pencairan dana BOK dilakukan setiap dua hingga tiga bulan sekali dan digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan seperti posyandu, pemeriksaan ibu hamil, balita, serta program kesehatan lainnya.

Namun, dari dana yang seharusnya diterima, terdapat pemotongan tambahan yang disebut mencapai Rp50.000 setiap pencairan.

“Katanya memang dari awal sudah begitu, diperintahkan oleh kepala puskesmas,” ujarnya.

Selain dana BOK, saksi juga mengungkap adanya pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dilakukan setiap bulan, dengan kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000.

Dana tersebut dikumpulkan melalui bendahara dengan alasan untuk kebutuhan administrasi serta pembayaran tenaga honorer dan peserta magang.

Kesaksian serupa juga disampaikan saksi lainnya, Marlina, yang merupakan Penanggung Jawab (Pj) Program Kesehatan Reproduksi Puskesmas Kebon Sembilan.

Ia membenarkan adanya pemotongan dana BOK pada periode yang sama, serta mengaku mengalami pengurangan dari hak perjalanan dinas saat menjalankan tugas lapangan.

Menurutnya, dalam satu kegiatan lapangan, dana yang seharusnya diterima tidak diberikan secara penuh. Dari total yang semestinya diterima, jumlah yang dibayarkan lebih kecil dari perhitungan semestinya.

Saksi juga mengungkap adanya praktik “sistem pakai nama”, yaitu pencatatan nama pegawai dalam kegiatan program, meskipun yang bersangkutan tidak melaksanakan kegiatan tersebut di lapangan.

“Itu sering terjadi, nama kami dicantumkan, tapi kami tidak ikut kegiatan dan tidak menerima hak penuh,” ungkapnya.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Dewi Lestari diduga menyalahgunakan kewenangan saat menjabat sebagai kepala puskesmas dengan memerintahkan pemotongan dana perjalanan dinas ASN.

Dana tersebut diketahui berasal dari BOK dan TPP, yang seharusnya diterima penuh oleh pegawai.

Akibat perbuatan tersebut, negara disebut mengalami kerugian sekitar Rp650 juta.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor serta ketentuan hukum terkait lainnya.

Persidangan akan kembali dilanjutkan untuk mendalami keterangan saksi dan alat bukti lainnya.(*)




OJK Ungkap Beban Biaya Kesehatan Warga RI Tembus Rp175 Triliun

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap besarnya beban biaya kesehatan yang masih ditanggung langsung oleh masyarakat Indonesia.

Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp175 triliun dan sebagian besar berasal dari pengeluaran pribadi atau out of pocket.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat perlindungan finansial masyarakat terhadap risiko kesehatan masih tergolong rendah.

Akibatnya, biaya pengobatan sering kali harus ditanggung sendiri dan berpotensi membebani kondisi ekonomi rumah tangga.

Menanggapi hal ini, OJK mendorong perluasan akses dan kepesertaan asuransi agar masyarakat tidak sepenuhnya menanggung risiko kesehatan secara mandiri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperluas cakupan asuransi di Indonesia.

“Kita bersama-sama dengan kementerian dan lembaga berupaya agar masyarakat bisa ikut serta dalam program asuransi komersial,” ujar Ogi dalam acara PPDP Regulatory Dissemination Day, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan juga menjadi faktor penting agar masyarakat lebih memahami manfaat serta risiko sebelum memilih produk asuransi.

Menurutnya, proses yang lebih efisien dalam layanan asuransi juga diperlukan agar perlindungan kesehatan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

OJK juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, untuk meningkatkan perlindungan finansial masyarakat di sektor kesehatan.

Melalui sinergi tersebut, regulator berharap tingkat kepesertaan asuransi di Indonesia terus meningkat sehingga beban biaya kesehatan tidak sepenuhnya ditanggung langsung oleh masyarakat.

Ke depan, OJK akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada sektor asuransi, agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko finansial akibat kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.(*)




Sorotan Dana EO Rp113 Miliar, BGN Tegaskan untuk Efisiensi Program Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) dalam pelaksanaan program nasional.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa penggunaan EO merupakan bagian dari strategi awal lembaga yang masih dalam tahap penguatan sistem dan sumber daya manusia.

Menurutnya, sebagai institusi yang baru berjalan, BGN belum sepenuhnya memiliki tenaga internal yang memadai untuk menangani seluruh rangkaian kegiatan berskala besar secara mandiri.

“Sebagai lembaga baru yang menjalankan program strategis nasional, kami masih dalam tahap pengembangan sistem dan belum memiliki SDM internal yang sepenuhnya siap untuk semua kebutuhan teknis,” ujar Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan EO dipilih untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstruktur, dan tepat waktu.

EO dinilai memiliki keahlian dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan kegiatan, koordinasi dengan vendor, pelaksanaan teknis di lapangan, hingga manajemen risiko selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, penggunaan jasa EO juga disebut membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi dan pengawasan anggaran.

“Seluruh kegiatan terdokumentasi dengan baik, sehingga justru mempermudah proses audit dan pengawasan,” jelasnya.

Dadan menambahkan bahwa peran EO tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mendukung penyampaian pesan program kepada masyarakat agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa penggunaan EO merupakan solusi sementara di tengah keterbatasan kapasitas internal, agar pelaksanaan program tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas maupun ketepatan waktu.

“EO menjadi jembatan agar program tetap berjalan efektif dan efisien,” tegasnya.

Lebih lanjut, BGN memastikan bahwa seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tetap terbuka untuk proses audit serta pengawasan publik.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat dapat memahami bahwa penggunaan jasa EO merupakan bagian dari strategi manajerial untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program nasional.(*)




Pertemuan Prabowo–Putin Jadi Sorotan, Fokus Utama Amankan Energi Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membahas penguatan kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan pasokan minyak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah penting pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Menurutnya, kerja sama dengan Rusia diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia, terutama dalam menjamin ketersediaan pasokan minyak yang stabil.

“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah Rusia, termasuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan melakukan pertemuan langsung secara empat mata dengan Presiden Vladimir Putin dalam agenda kunjungan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi ini memiliki nilai strategis, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian.

“Situasi global saat ini menuntut adanya penguatan kerja sama internasional yang lebih solid, termasuk di sektor energi,” tambahnya.

Selain membahas isu energi, kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan situasi geopolitik dunia serta upaya menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga akan menegaskan posisinya sebagai negara yang aktif mendorong stabilitas global melalui pendekatan diplomasi dan kerja sama strategis.

Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah Indonesia dalam memperluas kemitraan dengan negara-negara produsen energi, guna memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Di tengah ketegangan global yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi dunia, penguatan kerja sama internasional dinilai menjadi kunci penting bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.(*)




Konflik AS–Iran Memanas, Ma’ruf Amin Ingatkan Dampak ke Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Mantan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, menyoroti kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menghasilkan kesepakatan.

Ia menilai, mandeknya proses dialog tersebut tidak terlepas dari adanya kepentingan masing-masing pihak yang dinilai belum sepenuhnya mengarah pada upaya penyelesaian konflik secara menyeluruh.

“Kalau memang fokusnya untuk kebaikan bersama, seharusnya tidak terjadi kegagalan. Namun jika gagal, berarti ada kepentingan lain yang belum sepenuhnya sejalan dengan upaya perdamaian,” ujar Ma’ruf Amin kepada wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, apabila kedua negara benar-benar mengedepankan penyelesaian konflik, maka kepentingan politik maupun strategi tertentu seharusnya dapat dikesampingkan demi tercapainya stabilitas global.

Namun kenyataannya, lanjut Ma’ruf, kegagalan tersebut menunjukkan bahwa proses negosiasi belum sepenuhnya berorientasi pada solusi damai yang komprehensif.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dampak dari ketegangan antara kedua negara tersebut tidak hanya dirasakan secara regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Indonesia pasti akan terdampak, terutama dari sisi ekonomi dan energi. Kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi,” tegasnya.

Ma’ruf juga mengingatkan pemerintah untuk memperkuat langkah antisipasi menghadapi dinamika global, mulai dari potensi kenaikan harga energi hingga ketidakpastian ekonomi internasional.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor penting agar Indonesia mampu meminimalkan dampak negatif dari konflik global yang terus berkembang.(*)




Bukit Selong Lombok, Surga Tersembunyi dengan Sawah Warna-Warni yang Viral

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Selong semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Indonesia.

Terletak di kawasan Sembalun, bukit ini menawarkan pemandangan hamparan sawah dari ketinggian dengan tampilan yang unik dan memanjakan mata.

Dari puncaknya, pengunjung dapat melihat petak-petak sawah yang tersusun rapi membentuk pola menyerupai mozaik alami.

Perpaduan warna hijau, kuning, hingga kecokelatan tercipta dari variasi tanaman serta fase pertumbuhan padi yang berbeda, menghasilkan lanskap yang begitu estetik.

Untuk menikmati keindahan tersebut, wisatawan perlu melakukan perjalanan singkat berupa trekking ringan melalui anak tangga yang telah disediakan.

Jalur ini relatif mudah dilalui, sehingga cocok untuk semua kalangan, termasuk pemula.

Sesampainya di atas, panorama luas kawasan Sembalun langsung tersaji tanpa halangan.

Latar pegunungan yang mengelilingi wilayah ini semakin memperkuat daya tarik Bukit Selong sebagai destinasi wisata alam.

Kawasan Sembalun sendiri dikenal sebagai pintu masuk pendakian menuju Gunung Rinjani, sehingga suasana di sekitar bukit terasa sejuk dengan udara yang segar khas pegunungan.

Selain panorama siang hari, Bukit Selong juga menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit.

Saat pagi, kabut tipis kerap menyelimuti area persawahan, menciptakan suasana dramatis yang berpadu dengan cahaya matahari yang perlahan muncul dari balik horizon.

Bagi pecinta fotografi, tersedia berbagai spot menarik seperti gardu pandang dan dekorasi sederhana yang langsung menghadap ke lanskap sawah.

Tempat ini pun kerap menjadi incaran wisatawan untuk berburu foto Instagramable.

Akses menuju Bukit Selong terbilang mudah. Kendaraan dapat mencapai area parkir, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju puncak bukit.

Dengan kombinasi panorama sawah berwarna, udara pegunungan yang sejuk, serta pemandangan dari ketinggian, Bukit Selong menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok yang menawarkan keindahan sederhana namun memikat.(*)




Wali Kota Jambi Apresiasi Nella Ervina, Usai Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Jambi, Nella Ervina, resmi menjalani sidang promosi doktor pada Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, Senin (13/4/2026).

Sidang akademik tersebut digelar di Aula Lantai V Gedung Pascasarjana Kampus UNJA Telanaipura dan berlangsung dengan suasana khidmat. Dalam kesempatan itu, Nella memaparkan disertasi yang menyoroti isu strategis terkait kepatuhan pajak daerah di Indonesia.

Penelitian yang diangkat berfokus pada analisis tingkat kepatuhan pajak pada level provinsi, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.

Ia menegaskan bahwa persoalan kepatuhan pajak masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah.

Menurutnya, kepatuhan wajib pajak tidak hanya dipengaruhi oleh aturan yang berlaku, tetapi juga faktor lain seperti kesadaran masyarakat, kualitas layanan publik, serta transparansi dalam pengelolaan pajak daerah.

“Kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak sangat menentukan tingkat kepatuhan,” ujarnya dalam pemaparan.

Lebih lanjut, ia berharap hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sidang promosi tersebut dipimpin oleh tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi terkemuka, serta melibatkan penguji eksternal dalam proses penilaian.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Wali Kota Jambi Maulana bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, yang memberikan dukungan langsung.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas pencapaian akademik Nella Ervina.

Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan dedikasi tinggi sebagai aparatur sekaligus akademisi.

“Ini adalah pencapaian yang membanggakan. Tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang relevan untuk pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ia juga menilai hasil penelitian tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung kebijakan peningkatan kepatuhan pajak di Indonesia.

Momentum sidang promosi doktor ini menjadi tonggak penting, tidak hanya dalam perjalanan akademik Nella Ervina, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi daerah ke depan.(*)




Kota Jambi Matangkan Persiapan Health Cities Summit 2026, Tampilkan Kota Berbudaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Health Cities Summit (HCS) ke-7 tahun 2026, Senin 13 April 2025.

Forum berskala nasional ini akan mengusung tema “Health City: Green, Smart, Resilient and Happiness”.

Rapat persiapan Health Cities Summit (HCS) ke-7 digelar sebagai langkah awal memastikan kesiapan Kota Jambi menjadi tuan rumah.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Ketua panitia, Jailani, menyampaikan bahwa HCS merupakan agenda dua tahunan yang berperan penting dalam mendorong implementasi program Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia.

“HCS diharapkan menjadi wadah berbagi praktik terbaik antar daerah yang bisa diterapkan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Sehat,” ujar Jailani, yang jugq Asisten III Setda Kota Jambi ini.

Ia menekankan, keberhasilan program kota sehat sangat bergantung pada komitmen pimpinan daerah, dukungan lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, Kota Jambi telah menunjukkan capaian positif melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah dan berbagai pihak.

“Selain kepemimpinan yang kuat, peran masyarakat sebagai aktor utama juga sangat penting. Edukasi tentang pola hidup sehat terus dilakukan mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja,” jelas Jailani.

Ia menambahkan, dukungan anggaran serta pembangunan infrastruktur yang berpihak pada kesehatan juga menjadi faktor utama dalam menciptakan kota yang layak huni dan produktif.

“Program kesehatan yang inovatif dan infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa persiapan HCS 2026 harus dilakukan secara optimal, mengingat Kota Jambi akan menjadi tuan rumah bagi perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.

“Kita harus benar-benar siap, karena ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Jambi adalah kota yang maju sekaligus berbudaya di hadapan peserta dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Maulana juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyambut kedatangan tamu.

Menurutnya, sinergi antar OPD sangat diperlukan agar seluruh aspek, mulai dari pelayanan hingga penataan kota, berjalan maksimal.

“Koordinasi harus diperkuat, sehingga penyambutan tamu dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan kesan terbaik,” ujarnya.(*)