Kemas Faried Tegaskan Stabilitas Jambi Tak Bisa Hanya Andalkan Aparat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat menjaga persatuan dan keamanan daerah terlihat dalam pelaksanaan Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibmas Wilayah Jambi yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, legislatif, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Kota Jambi.

Apel kebangsaan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dengan mengusung tema “Dengan Kebersamaan dan Kepedulian, Kita Bisa Menciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman dan Terbebas dari Gangguan Kamtibmas”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Wakapolda Jambi Benny Ali, pejabat utama Polda Jambi, unsur Forkopimda, Forum RT, lurah, FKUB, Lembaga Adat Melayu Jambi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga kalangan pemuda.

Rangkaian apel dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan pasukan, laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan, hingga pembacaan Ikrar Kebangsaan Sabuk Kamtibmas yang dipimpin Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengapresiasi terselenggaranya apel kebangsaan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas menjadi wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan bahwa menjaga situasi tetap aman dan kondusif tidak bisa hanya bergantung pada aparat TNI dan Polri semata.

Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Kemas Faried juga menyoroti pentingnya pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan guna membangun kepercayaan publik terhadap aparat dan pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti aksi premanisme, penyebaran hoaks, provokasi, hingga tindak kriminal yang dapat memicu perpecahan sosial.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Kapolda Jambi kepada Pemerintah Kota Jambi atas keberhasilan menjalankan Program Kampung Bahagia serta menjaga kondisi keamanan daerah tetap kondusif.

Momentum itu kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto seluruh peserta sebagai simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jambi.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi seluruh elemen, kita optimistis Kota Jambi akan terus tumbuh sebagai daerah yang damai, maju, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Kemas Faried.(*)




Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial Jambi

Oleh: Mukhtadi Putranusa

Hari Raya Idul Adha selalu hadir membawa pesan tentang keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan.

Namun di tengah suasana perayaan itu, masyarakat juga diingatkan pada realitas sosial yang masih terjadi, termasuk di Provinsi Jambi.

Di balik geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesulitan, menghadapi pengangguran, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Makna berkurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban setiap tahun.

Lebih dari itu, Idul Adha mengajarkan pentingnya berbagi dan menghadirkan kepedulian nyata kepada sesama.

Nilai ini menjadi sangat relevan ketika masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara di sisi lain sebagian kelompok hidup dalam kelimpahan.

Di berbagai daerah di Jambi, persoalan pengangguran masih menjadi tantangan serius.

Banyak anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan layak setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebagian masyarakat di desa-desa juga masih menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu.

Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat kecil.

Dalam situasi seperti ini, semangat berkurban seharusnya dimaknai lebih luas sebagai kesediaan membantu meringankan beban sesama.

Bukan hanya melalui pembagian daging kurban, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Mereka yang memiliki kelebihan rezeki dapat membuka peluang kerja, membantu pendidikan anak-anak kurang mampu, mendukung usaha kecil masyarakat, hingga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Idul Adha juga menjadi pengingat bagi para pemimpin dan pemangku kebijakan agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

Pengorbanan dalam konteks kepemimpinan adalah keberanian mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Program pembangunan seharusnya benar-benar diarahkan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan lapangan pekerjaan yang nyata bagi masyarakat Jambi.

Selain itu, makna berkurban juga harus dimulai dari diri sendiri. Mengorbankan sifat egois, keserakahan, dan sikap tidak peduli terhadap lingkungan sosial merupakan bagian penting dari nilai Idul Adha.

Sebab persoalan sosial tidak akan selesai jika masyarakat hanya memikirkan kepentingan masing-masing.

Momentum Idul Adha hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian antar sesama.

Jika nilai-nilai kurban benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka harapan untuk melihat Jambi yang lebih adil, sejahtera, dan minim kesenjangan sosial bukanlah sesuatu yang mustahil.(*)




Kapolda Jambi Apresiasi Program Kampung Bahagia, CCTV Tiap RT Akan Terhubung ke Polda

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Program Kampung Bahagia yang diinisiasi Pemerintah Kota Jambi kembali mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian.

Wali Kota Jambi Maulana menerima penghargaan dari Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar atas keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Jambi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk “Satu Sabuk, Satu Komitmen untuk Kota Jambi Aman dan Bahagia” yang digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Pejabat Utama Polda Jambi, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para siswa Pramuka Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyebut Program Kampung Bahagia menjadi langkah strategis dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

“Situasi aman bukan hanya soal rendahnya angka kriminalitas, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa nyaman, tenang, dan bangga terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Menurut Kapolda, keberhasilan menjaga kondusivitas Kota Jambi tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

Ia menilai Program Kampung Bahagia perlu terus diperkuat dan diperluas di seluruh wilayah Kota Jambi karena menjadi bentuk nyata tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengungkapkan bahwa sistem CCTV yang dipasang di setiap RT melalui Program Kampung Bahagia nantinya akan terintegrasi langsung dengan Command Center Polda Jambi.

“Kami telah membangun layanan darurat 110 dan berkoordinasi terkait integrasi CCTV. Dengan pengawasan yang maksimal, potensi tindak kriminalitas dapat ditekan,” katanya.

Kapolda berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, TNI-Polri, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik serta mengantisipasi gangguan keamanan sejak dini.

“Masyarakat jangan mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks. Kota Jambi akan semakin kuat jika seluruh elemen masyarakat tetap bersatu dan saling peduli,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyebut penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Jambi.

“Penghargaan ini bukan capaian pribadi, melainkan hasil kolaborasi masyarakat yang ikut menjalankan Program Kampung Bahagia di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Maulana menjelaskan, program tersebut dijalankan melalui sinergi tiga pilar di tingkat wilayah, yakni lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Mereka bergerak bersama mulai dari pembangunan drainase, perbaikan jalan lingkungan, hingga menjaga keamanan wilayah melalui pemasangan CCTV,” jelasnya.

Ia menambahkan, CCTV yang kini terpasang di setiap RT telah terkoneksi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) sehingga dapat dipantau secara langsung melalui perangkat digital.

“Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir tindak kriminalitas di lingkungan masyarakat,” katanya.

Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan NKRI, mencegah gangguan keamanan lingkungan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat demi mewujudkan Kota Jambi yang aman, nyaman, dan bahagia. (*)




Persiapan Menuju Arafah, Jamaah Asal Kota Jambi Diminta Siaga Menunggu Instruksi Petugas

MEKKAH, SEPUCUKJAMBI.ID — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, seluruh jemaah mulai mempersiapkan diri untuk pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA).

Petugas haji mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi jadwal dan arahan selama proses keberangkatan berlangsung.

Berdasarkan jadwal pergerakan fase ARMUZNA terbaru per 24 Mei 2026 waktu Arab Saudi, estimasi keberangkatan jemaah dibagi dalam beberapa tahapan.

Pada 8 Dzulhijjah, pergerakan dari Mekkah menuju Arafah diperkirakan berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 waktu setempat.

Selanjutnya pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah sekitar pukul 19.00 sampai 20.00.

Kemudian pada 10 Dzulhijjah, perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina diperkirakan berlangsung pukul 23.30 hingga 00.30 dini hari.

Sementara untuk kepulangan dari Mina menuju Mekkah pada 12 Dzulhijjah dijadwalkan sekitar pukul 07.00 hingga 11.00 waktu Arab Saudi.

Petugas juga mengingatkan bahwa, jadwal keberangkatan bersifat kondisional menyesuaikan situasi di lapangan dan pengaturan transportasi bus angkutan jamaah.

Karena itu, seluruh jamaah diminta tetap berada di kamar dan menunggu instruksi resmi dari petugas sebelum turun ke lobi hotel.

Dalam persiapan menuju Arafah, jamaah laki-laki diwajibkan mengenakan kain ihram lengkap dengan syal kuning CHU, sedangkan jamaah perempuan dianjurkan memakai abaya yang nyaman serta kerudung kuning CHU.

Selain itu, jamaah juga diimbau melaksanakan mandi sunnah ihram, salat sunnah ihram di kamar masing-masing, menjaga wudhu, serta mempersiapkan barang bawaan seperlunya untuk kebutuhan selama di ARMUZNA.

Suasana persiapan keberangkatan mulai terasa di berbagai hotel pemondokan jamaah Indonesia di Mekkah.

Sebagian jamaah tampak mulai merapikan perlengkapan dan menunggu informasi kedatangan bus pengangkut.

Salah satu calon jamaah haji asal Kota Jambi, Nirwan, mengaku saat ini dirinya bersama rombongan tengah fokus mempersiapkan diri menuju Arafah.

“Kami sekarang sedang persiapan berangkat ke Arafah. Semua perlengkapan sudah mulai disiapkan, tinggal menunggu arahan petugas dan bus angkutan datang. Semoga seluruh proses ARMUZNA berjalan lancar dan kami diberikan kesehatan dalam menjalankan ibadah haji,” ujar pria yang menjabat sebagai Kadis Dukcapil Kota Jambi ini.

Sementara itu, dalam resume perubahan jadwal disebutkan adanya penyesuaian akibat skema tanazul dan perubahan markaz.

Untuk RKN, perubahan meliputi markaz 20, 24, 48, 58, dan 59. Sedangkan untuk BTG meliputi markaz 89 dan 90.

Perubahan tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah selama fase ARMUZNA berlangsung.(*)




Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 di SIAPkerja dan Skillhub

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 dengan kuota mencapai 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Masyarakat yang ingin mengikuti program pelatihan gratis tersebut diminta segera melakukan pendaftaran melalui portal SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker sebelum batas akhir pada 9 Juni 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah mengatakan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online dan telah dirancang lebih sederhana agar mudah diakses masyarakat.

“Seluruh proses pendaftaran kami desain agar mudah diakses dan transparan. Peserta cukup mengikuti alur melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker mulai dari pembuatan akun hingga asesmen kesiapan,” ujar Darmawansyah dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (24/5/2026).

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 ini menjadi salah satu langkah pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja dan kewirausahaan.

Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Calon peserta terlebih dahulu harus mengakses laman Skillhub Kemnaker melalui browser, kemudian login menggunakan akun SIAPkerja.

Bagi yang belum memiliki akun, peserta diwajibkan melakukan registrasi dengan mengisi email, nomor telepon, serta password sesuai data identitas diri.

Setelah akun berhasil dibuat, peserta wajib melengkapi profil SIAPkerja sebagai syarat utama mengikuti pelatihan.

Selanjutnya, peserta dapat mengikuti Asesmen Penilaian Diri dan Asesmen Potensi Diri atau Self Potential Inventory (SPI).

Asesmen tersebut bertujuan mengetahui minat kerja peserta, baik untuk bekerja di dalam negeri, luar negeri maupun berwirausaha, sekaligus mengukur kecocokan potensi diri dengan bidang pelatihan yang dipilih.

Peserta kemudian dapat memilih maksimal tiga program pelatihan kejuruan dalam satu balai pelatihan yang sama melalui platform Skillhub.

Tahap berikutnya adalah mengikuti Asesmen Siap Latih yang mencakup kemampuan dasar seperti verbal, numerik, pengetahuan umum hingga figural.

Asesmen ini menjadi salah satu syarat penting dalam proses seleksi peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2.

Jadwal Seleksi dan Pengumuman

Kemnaker menetapkan proses seleksi peserta berlangsung pada 10 hingga 17 Juni 2026.

Sementara pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026, sedangkan kick off dan orientasi pelatihan akan dimulai pada 22 Juni 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat menarik.

Di antaranya pelatihan gratis, makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP, hingga fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia industri maupun dunia usaha.(*)




Golkar Muaro Jambi Panaskan Mesin Politik, Muscam Kumpe Ulu Digelar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPD Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi kembali menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal partai menjelang agenda politik mendatang.

Muscam kedua tersebut digelar di Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (24/5/2026), dan berlangsung khidmat di Desa Kota Karang.

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi H. Ivan Wirata, Ketua DPD Partai Golkar Muaro Jambi H. Asikin, Sekretaris DPD Partai Golkar Muaro Jambi Sartono, Bendahara Muhammad Ridho, jajaran pengurus partai, serta peserta Muscam Kecamatan Kumpe Ulu.

Ketua Panitia Muscam, Ardianto, menjelaskan pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Instruksi Nomor: SI-01/DPP/MJ/Golkar/V/2026 terkait perencanaan dan penyelenggaraan Muscam Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi.

“Muscam ini terlaksana berdasarkan surat instruksi dan seluruh anggaran berasal dari DPD Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi,” ujar Ardianto.

Ia menilai Pengurus Kecamatan (PK) memiliki peran penting sebagai ujung tombak partai dalam membangun komunikasi politik di tengah masyarakat sekaligus menjalankan roda organisasi.

Karena itu, Muscam diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki loyalitas, integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian terhadap partai maupun masyarakat.

“PK merupakan ujung tombak partai dalam membangun komunikasi di masyarakat dan menjalankan program organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PK Golkar Kecamatan Kumpe Ulu periode 2021-2026, Sopian, mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan pemahaman politik selama dipercaya memimpin organisasi di tingkat kecamatan.

“Berkat Partai Golkar, saya memahami dunia politik dan mendapat pengalaman yang sangat berharga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi H. Ivan Wirata menegaskan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sebagai langkah strategis menghadapi dinamika politik ke depan.

Menurutnya, pengurus kecamatan memiliki peran besar dalam menjaga soliditas partai sekaligus memperluas dukungan masyarakat terhadap Partai Golkar.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Muaro Jambi H. Asikin menekankan bahwa pelaksanaan Muscam harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Ia mengatakan, keberhasilan partai dapat diukur dari perolehan suara dalam setiap kontestasi politik.

Karena itu, Muscam menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.

“Muscam ini merupakan penggerak roda organisasi untuk menghadapi 2029 nanti. Saat ini kita memiliki lima kursi DPRD, namun belum bisa menjadi unsur pimpinan karena selisih suara,” ungkap Asikin.

Meski demikian, ia optimistis Golkar Muaro Jambi mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029 mendatang.

“Saya yakin dengan kekompakan dan kebersamaan yang dibangun sejak dini, Golkar Muaro Jambi mampu meraih posisi pimpinan DPRD pada 2029 nanti,” tutupnya.(*)




PAN Jambi Mulai Panaskan Mesin Politik, Al Haris Instruksikan Rekrut Relawan TPS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi mulai menggerakkan mesin politik menghadapi agenda politik mendatang.

Langkah tersebut terlihat dalam rapat konsolidasi yang digelar bersama pengurus DPD, anggota DPRD, dan Fraksi PAN se-Provinsi Jambi di Rumah PAN Jambi, Sabtu (23/5/2026) malam.

Rapat konsolidasi dipimpin langsung Ketua DPW PAN Jambi, Al Haris, dengan fokus utama memperkuat soliditas internal partai hingga tingkat akar rumput.

Dalam arahannya, Al Haris menekankan pentingnya pembentukan serta pendataan relawan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai bagian dari penguatan jaringan politik partai.

“Tahun ini kita harus merekrut relawan sesuai dengan TPS masing-masing. Karena itu saya meminta seluruh pengurus DPD, anggota DPRD, dan Fraksi PAN melengkapi data relawan tersebut,” ujar Al Haris.

Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada pengurus dan kader, tetapi juga pada kesiapan relawan yang aktif bergerak di tengah masyarakat.

Ia menilai relawan menjadi ujung tombak partai dalam membangun komunikasi politik sekaligus memperkuat dukungan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Selain penguatan relawan, Al Haris juga menegaskan pentingnya konsolidasi internal agar seluruh elemen partai dapat bergerak lebih terarah dan terorganisir menghadapi dinamika politik ke depan.

“Kita tentu harus mensolidkan internal partai agar mesin politik ke depannya bisa bergerak dengan baik,” tegasnya.

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa PAN Jambi mulai memperkuat struktur organisasi dan jaringan politik secara menyeluruh di Provinsi Jambi.

Dengan penguatan relawan hingga tingkat TPS, PAN optimistis dapat menjaga kekompakan internal sekaligus memperbesar dukungan masyarakat pada agenda politik mendatang.(*)




12 Gerobak Motor OPBM Resmi Beroperasi di Kebun Handil! Walikota Maulana: Ini Perubahan Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat transformasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Hal itu ditandai dengan launching Program Kampung Bahagia sekaligus pelepasan operasional Operasional Pengangkutan Berbasis Masyarakat (OPBM) berupa 12 unit gerobak motor di Jalan Sumbawa RT 06, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Minggu (24/5/2026).

Launching dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dan dirangkaikan dengan kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur lingkungan serta Launching Kelurahan Cantik (Kelurahan Cinta Statistik) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Peresmian operasional OPBM ditandai dengan pemasangan stiker resmi pada 12 gerobak motor pengangkut sampah yang selanjutnya dilepas secara simbolis menggunakan pengibaran bendera.

Sebanyak 12 armada tersebut mulai dioperasikan untuk melayani pengangkutan sampah rumah tangga secara langsung di wilayah Kelurahan Kebun Handil.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan program OPBM menjadi bagian dari perubahan besar dalam tata kelola persampahan di Kota Jambi yang lebih tertib, efektif, dan berbasis partisipasi masyarakat.

“Hari ini 12 gerobak motor mulai dioperasionalkan untuk menjemput sampah ke rumah-rumah. Mudah-mudahan ini berjalan baik sehingga tidak ada lagi masyarakat membuang sampah sembarangan,” ujar Maulana.

Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan sampah tidak hanya menyangkut fasilitas dan armada, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia mengaku terharu melihat tingginya semangat gotong royong warga dalam mendukung Program Kampung Bahagia, terutama dalam pembangunan infrastruktur lingkungan secara swadaya.

“Saya sampai menitikkan air mata karena terharu. Dengan anggaran terbatas, ternyata swadaya masyarakat jauh lebih besar. Jalan lingkungan yang sebelumnya rusak dan becek kini diperbaiki bersama,” ungkapnya.

Maulana menjelaskan Program Kampung Bahagia tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan lingkungan dan drainase, tetapi juga mendorong pembangunan sosial berbasis partisipasi masyarakat hingga tingkat RT.

“Hari ini saya menghadiri beberapa titik gotong royong. Banyak RT di Kota Jambi bergerak bersama membangun wilayahnya masing-masing. Inilah semangat Kota Jambi Bahagia,” katanya.

Ia juga menegaskan, OPBM menjadi langkah strategis untuk membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya, dimulai dari rumah tangga.

“Langkah berikutnya adalah pemilahan sampah dari rumah. Perubahan memang tidak bisa instan, tetapi harus dilakukan bertahap melalui edukasi berkelanjutan,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Jambi juga melaunching Program Kelurahan Cantik atau Kelurahan Cinta Statistik bersama BPS guna memperkuat validitas data pembangunan di tingkat kelurahan.

“Kelurahan Cantik sangat penting sebagai penguatan data pembangunan agar program pemerintah tepat sasaran,” tambah Maulana.

Sementara itu, Ketua Forum Ketua RT Kota Jambi, Suparyono, mengapresiasi inovasi OPBM yang dinilai menjadi terobosan penting dalam penanganan persoalan sampah di Kota Jambi.

“Ini langkah luar biasa dari Pak Wali Kota. Dengan penghapusan TPS liar dan penguatan depo resmi serta armada OPBM, pengangkutan sampah akan lebih cepat dan tertata,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum RT Kelurahan Kebun Handil, Wawan, yang mengajak masyarakat mendukung penuh operasional OPBM agar persoalan sampah dapat ditangani lebih baik.

Selain di Kebun Handil, Wali Kota Maulana juga turun langsung menghadiri kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur lingkungan di RT 01 Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan.

Melalui Program Kampung Bahagia dan OPBM, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang bersih, tertata, partisipatif, dan berkelanjutan dimulai dari lingkungan RT sebagai garda terdepan pembangunan daerah.(*)




Wali Kota Jambi Soroti Lingkungan SMA 12, Janji Perbaikan Akses RPH

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, meninjau langsung kawasan Dinas Pertanian Kota Jambi dan memastikan pemerintah akan segera melakukan penataan ulang akses serta pembangunan pembatas area di sekitar lokasi tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar, khususnya di SMA Negeri 12 Jambi yang berada tidak jauh dari rumah potong hewan (RPH) di kawasan tersebut.

SMA Negeri 12 Jambi diketahui memiliki lebih dari 900 siswa dan berlokasi berdampingan dengan area RPH yang hingga saat ini masih memiliki ruang terbuka tanpa pembatas memadai.

“Kita sudah mendapatkan laporan. Di sini ada SMA 12 dengan murid lebih dari 900 anak. Mereka belajar berdampingan langsung dengan rumah potong hewan yang kondisinya masih terbuka,” ujar Maulana saat melakukan peninjauan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani karena dapat mengganggu kenyamanan proses belajar siswa, baik dari sisi kebersihan maupun potensi dampak lingkungan lainnya.

Menurutnya, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Jambi, mengingat lahan di kawasan itu merupakan aset Pemerintah Provinsi Jambi.

Pemerintah disebut telah menyiapkan rencana penanganan yang akan segera direalisasikan.

Maulana menjelaskan, salah satu solusi yang akan dilakukan adalah pemanfaatan lahan sekitar setengah hektare di belakang lokasi untuk dibuat akses khusus menuju RPH.

“Di belakang lokasi ada lahan sekitar setengah hektare yang bisa dimanfaatkan. Rencananya akan ditimbun dan dibuat akses khusus untuk rumah potong hewan,” jelasnya.

Dengan adanya akses baru tersebut, aktivitas kendaraan dan operasional RPH tidak lagi bersinggungan langsung dengan area sekolah.

Selain itu, Pemkot Jambi juga berencana membangun pagar pembatas yang lebih tinggi antara RPH dan lingkungan sekolah untuk mengurangi potensi gangguan.

“Pembatas dengan sekolah akan kita buat lebih tinggi agar tidak terjadi pencemaran, baik dari bau maupun dampak lainnya terhadap siswa,” tambah Maulana.

Ia berharap penataan ini dapat menjadi solusi jangka panjang, sehingga kegiatan pendidikan di SMA Negeri 12 Jambi tetap berjalan dengan nyaman tanpa mengganggu operasional rumah potong hewan.

“Semoga ini menjadi solusi terbaik. Anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman, dan operasional rumah potong hewan juga tetap berjalan,” tutupnya.(*)




Rest Area Tol Palembang–Betung Siap Operasi 2027, Usung Konsep Arsitektur Lokal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menyelesaikan pembangunan rest area di ruas Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 3 Struktur, tepatnya di STA 71+000, pada Mei 2026.

Kehadiran rest area ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan jalan tol sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Rest area tersebut dibangun di dua sisi, yakni sisi A dan sisi B, dengan tipe A dan fasilitas yang cukup lengkap untuk mendukung kebutuhan pengguna jalan.

Untuk kapasitas parkir, rest area sisi A mampu menampung hingga 255 kendaraan, sementara sisi B dapat menampung sekitar 268 kendaraan, baik kendaraan kecil maupun besar.

Fasilitas yang tersedia di antaranya toilet umum, mushola, restoran, area tenant UMKM, bengkel, gazebo, ruang terbuka hijau, ATM center, klinik kesehatan, kantor pengelola, serta sistem pengelolaan sampah dan utilitas modern.

Dari sisi desain, rest area ini mengusung konsep arsitektur modern dengan bentuk geometris tegas yang dipadukan dengan ornamen lokal khas Palembang berupa tanjak pada fasad bangunan.

Selain itu, desain juga mengoptimalkan pencahayaan serta sirkulasi udara alami melalui penggunaan roster dan konsep bangunan semi terbuka.

Direktur Operasi III HKI, Defi Adrian, mengatakan bahwa pembangunan rest area ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas istirahat bagi pengguna jalan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Rest area ini diharapkan menjadi ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya melalui keterlibatan UMKM, tenaga kerja lokal, serta penyedia jasa dan supplier daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa HKI menempatkan kualitas sebagai prioritas utama dalam pembangunan, mulai dari proses konstruksi hingga kesiapan fasilitas pendukung layanan.

Rest area ini direncanakan mulai beroperasi pada awal tahun 2027 dan diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman sekaligus mendukung kelancaran mobilitas di Jalan Tol Palembang–Betung.

“Dengan pengoperasian pada awal 2027, kami berharap fasilitas ini dapat mendukung konektivitas serta memperkuat peran tol dalam mendorong perekonomian Sumatera Selatan,” tutup Defi.(*)