Coverage Jamsostek Jambi Tembus 36 Persen, Al Haris Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Diperluas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Jambi terus diperluas, terutama bagi pekerja yang selama ini berada di sektor rentan seperti petani, nelayan, buruh hingga pekerja informal.

Data yang disampaikan BPJS Ketenagakerjaan dalam Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jambi menunjukkan cakupan kepesertaan atau coverage rate Jamsostek di Jambi kini berada di kisaran 36 persen.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Kuncoro Budi Winarno, menyebut angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Sumbagsel.

Namun, ia juga menegaskan masih terdapat pekerjaan tersebut merupakan yang tertinggi untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Meski sektor formal telah menembus lebih dari 50 persen, sektor informal masih menjadi tantangan bersama,” ujar Kuncoro dalam kegiatan Jamsostek Award besar untuk memperluas perlindungan, khususnya bagi pekerja sektor informal.

“Coverage rate di Jambi telah mencapai sekitar 36 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan. Meski sektor formal telah menembus lebih dari 50 persen, sektor informal masih menjadi tantangan bersama,” ujar Kuncoro dalam kegiatan Jamsostek Award 2026 di Gedung Mahligai Bank Jambi, Rabu 7 Oktober 2026.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pemerintah daerah tidak ingin program jaminan sosial ketenagakerjaan hanya menjangkau pekerja yang memiliki hubungan kerja formal.

Menurutnya, kelompok pekerja rentan justru membutuhkan perhatian karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pekerjaan dengan risiko ekonomi dan kecelakaan kerja yang cukup besar.

“Sejak program ini berjalan, pemerintah daerah telah memberikan perlindungan melalui alokasi dana khusus serta kolaborasi program kepesertaan,” kata Al Haris.

Pemprov Jambi mendorong skema perlindungan yang menggabungkan dukungan pemerintah daerah dengan keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa serta dunia usaha.

Sumber pembiayaan program tersebut antara lain berasal dari APBD, dana bagi hasil, APBDes hingga dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Skema tersebut diarahkan untuk memperluas kepesertaan masyarakat miskin ekstrem dan pekerja rentan yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Al Haris menilai jaminan sosial ketenagakerjaan tidak sekadar berkaitan dengan kepesertaan atau pembayaran iuran.

Lebih jauh, program tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia.

Ketika pencari nafkah mengalami musibah, dampaknya tidak berhenti pada pekerja.

Keluarga yang ditinggalkan juga dapat menghadapi persoalan ekonomi, termasuk kebutuhan pendidikan anak dan kewajiban finansial.

“Meskipun santunan tidak dapat menggantikan nyawa, tetapi keberadaannya sangat membantu keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup, membiayai pendidikan anak, hingga menyelesaikan kewajiban finansial lainnya,” ujar Al Haris.

Karena itu, Pemprov Jambi mendorong agar perluasan kepesertaan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan serta pemangku kepentingan lainnya diminta membangun kolaborasi agar pekerja yang belum terlindungi dapat masuk dalamupan lebih dari 50 persen.

Kondisi berbeda terjadi pada pekerja informal yang tingkat perlindung sistem jaminan sosial.

Di balik capaian coverage 36 persen tersebut, terdapat tantangan yang tidak kecil.

Kuncoro menyebut sektor formal di Jambi telah memiliki cakupan lebih dari 50 persen. Kondisi berbeda terjadi pada pekerja informal yang tingkat perlindungannya masih perlu diperluas.

Kelompok seperti petani, nelayan, buruh dan pekerja mandiri memiliki karakteristik berbeda dengan pekerja formal.

Pendapatan yang tidak selalu tetap serta kemampuan membayar iuran menjadiprov Jambi juga menyebut pola perlindungan pekerja rentan yang diterapkan daerahnya telah menjadi rujukan bagi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam memperluas kepesertaan.

Karena itu, intervensi pemerintah melalui subsidi maupun skema kolaborasi menjadi salah satu instrumen yang didorong untuk menjangkau kelompok tersebut.

Pemprov Jambi juga menyebut pola perlindungan pekerja rentan yang diterapkan daerahnya telah menjadi rujukan bagi provinsi lain dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem.

Tahun 2026 juga menjadi momentum perubahan nomenklatur penghargaan.

Ajang yang sebelumnya dikenal sebagai Paritrana Award kini menggunakan nama Jamsostek Award.

Kuncoro menjelaskan perubahan tersebut tidak hanya menyangkut pergantian nama.

Jamsostek Award memasuki tahun kesembilan penyelenggaraannya dengan penekanan pada penguatan ekosistem perlindungan pekerja.

Penilaian terbagi dalam dua kelompok utama, yakni pemerintah daerah dan badan usaha.

Untuk pemerintah daerah, aspek yang dinilai mencakup peningkatan kepesertaan, regulasi, keberlanjutan program, inovasi serta komitmen pimpinan daerah.

Sementara pada kategori badan usaha, penilaian mencakup kepatuhan kepesertaan dan pembayaran iuran serta kontribusi perusahaan dalam melindungi pekerja rentan melalui program CSR.

Bagi Pemprov Jambi, penghargaan bukan menjadi titik akhir.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana angka coverage tersebut terus meningkat dan perlindungan benar-benar menjangkau pekerja yang paling membutuhkan.

Al Haris mengajak pemerintah kabupaten dan kota serta dunia usaha memperkuat kolaborasi untuk memastikan pekerja formal maupun informal memperoleh perlindungan.

“Seluruh pemangku kepentingan diajak untuk terus memperkuat kolaborasi demi memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai serta memberikan rasa aman dan perlindungan risiko kerja bagi seluruh pekerja formal maupun informal di Provinsi Jambi,” katanya.

Dengan coverage sekitar 36 persen, masih terletak pada bagaimana program dijalankan, tetapi juga bagaimana pekerja yang berada di luar sektor formal dapat masuk ke dalam sistem terdapat ruang besar untuk memperluas kepesertaan Jamsostek di Jambi.

Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tantangan perlindungan pekerja tidak hanya terletak pada bagaimana program dijalankan.

Tetapi juga bagaimana pekerja yang berada di luar sektor formal dapat masuk ke dalam sistem perlindungan sosial secara berkelanjutan.(*)




Mengenal Kemas Faried Alfarelly, Ketua DPRD Kota Jambi yang Mulai Disandingkan dengan Diza untuk 2029

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Nama Kemas Faried Alfarelly kembali menjadi perhatian dalam dinamika politik Kota Jambi.

Bukan hanya karena posisinya sebagai Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024–2029, tetapi juga karena belakangan namanya mulai muncul bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dalam pembicaraan mengenai peta politik menuju 2029.

Wacana tersebut masih jauh dari keputusan politik. Belum ada deklarasi, pembentukan pasangan, maupun keputusan partai yang menetapkan Kemas dan Diza akan maju bersama dalam kontestasi politik berikutnya.

Namun, intensitas kebersamaan keduanya dalam sejumlah agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membuat pembicaraan mengenai kemungkinan tersebut mulai berkembang.

Kemas dan Diza berada di dua institusi berbeda. Diza menjalankan peran di eksekutif sebagai Wakil Wali Kota Jambi, sedangkan Kemas memimpin lembaga legislatif sebagai Ketua DPRD.

Dalam konteks pemerintahan, komunikasi antara keduanya merupakan bagian dari kebutuhan koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

Akan tetapi, politik kerap membaca lebih jauh setiap pertemuan, komunikasi, dan kedekatan figur yang memiliki basis sosial serta posisi strategis.

Lantas, siapa sebenarnya Kemas Faried Alfarelly?

Dua periode di DPRD Kota Jambi

Kemas Faried Alfarelly merupakan politisi Partai Golkar yang kini menjalani periode keduanya sebagai anggota DPRD Kota Jambi.

Partai Golkar menunjuk Kemas sebagai Ketua DPRD Kota Jambi periode 2024–2029.

Surat keputusan tersebut diterimanya pada September 2024 dari Ketua DPD I Partai Golkar Jambi saat itu, Cek Endra.

Sebelumnya, Kemas telah menjadi anggota DPRD Kota Jambi periode 2019–2024.

Pada Pemilu 2024, ia kembali maju dari daerah pemilihan yang meliputi Danau Teluk, Telanaipura dan Danau Sipin.

Perjalanan politiknya sendiri tidak dimulai ketika ia berhasil duduk di DPRD.

Sebelum terpilih sebagai anggota DPRD Kota Jambi, Kemas pernah mencoba peruntungan di tingkat nasional.

Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jambi pada Pemilu 2009 dan kemudian maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2014.

Dua kontestasi tersebut belum membawanya ke parlemen.

Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan politiknya sebelum akhirnya berhasil memenangkan kursi DPRD Kota Jambi pada Pemilu 2019.

Bukan politisi yang muncul secara tiba-tiba

Jejak Kemas di dunia politik dan organisasi cukup panjang.

Di internal DPRD Kota Jambi, ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris dan Ketua Fraksi Golkar.

Ia juga pernah menjabat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah serta terlibat dalam Komisi IV dan Badan Anggaran.

Pengalaman organisasi Kemas juga membentang di berbagai bidang.

Ia pernah aktif di KNPI, AMPG, AMPI, HIPMI, Kosgoro 1957, Pemuda Pancasila hingga KADIN.

Di bidang olahraga, Kemas juga pernah memimpin Perbasi Jambi dan menduduki posisi di KONI Kota Jambi.

Jejak tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Kemas tidak hanya berada di ruang politik formal.

Ia juga membangun relasi melalui organisasi kepemudaan, dunia usaha, olahraga dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dari Seberang ke panggung politik Kota Jambi

Kemas juga dikenal sebagai putra asli Seberang Kota Jambi.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu bagian dari identitas politiknya di Kota Jambi.

Selama menjalankan aktivitas sebagai legislator, ia kerap hadir dalam kegiatan masyarakat dan berbagai agenda sosial.

Sebagai Ketua DPRD, ruang geraknya kini semakin luas.

Posisi tersebut menempatkannya dalam salah satu simpul penting pengambilan kebijakan Kota Jambi.

DPRD memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan, sehingga komunikasi dengan pemerintah kota menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan daerah.

Pada titik inilah hubungan politik Kemas dengan figur eksekutif seperti Diza menjadi menarik untuk dicermati.

Mengapa nama Kemas mulai disandingkan dengan Diza?

Pembicaraan mengenai Kemas dan Diza tidak muncul dalam ruang kosong.

Keduanya beberapa kali terlihat bersama ketika menghadapi persoalan masyarakat.

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, misalnya, Diza dan Kemas bersama-sama menjenguk Azalea, anak berusia lima tahun yang menjadi korban insiden di sekitar lokasi pekerjaan jaringan gas di Kelurahan Paal Lima.

Pada hari yang sama, keduanya kembali terlihat ketika mendampingi penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau di kawasan Simpang Tiga Sipin.

Dua agenda tersebut sebenarnya dapat ditempatkan dalam konteks tugas masing-masing.

Diza hadir sebagai bagian dari pemerintahan kota, sementara Kemas menjalankan fungsi representasi dan pengawasan sebagai pimpinan DPRD.

Namun, bagi sebagian masyarakat, kebersamaan dua figur muda yang berada di posisi strategis tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lain, apakah komunikasi Diza dan Kemas bisa berkembang menjadi kerja sama politik pada 2029?

Untuk saat ini, jawabannya belum ada.

Tidak ada keputusan resmi yang memastikan keduanya akan berpasangan.

2029 masih jauh, tetapi peta politik mulai dibaca

Pilkada 2029 masih memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Karena itu, terlalu dini menyimpulkan konfigurasi pasangan calon yang akan bertarung.

Meski demikian, politik lokal tidak selalu menunggu tahapan resmi untuk mulai bergerak.

Nama-nama potensial biasanya mulai dibicarakan jauh sebelum pendaftaran calon dibuka.

Rekam jejak, popularitas, jaringan politik, kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadi sejumlah faktor yang dapat membentuk persepsi publik.

Kemas memiliki modal politik dari pengalaman dua periode di DPRD serta posisinya sebagai Ketua DPRD Kota Jambi.

Diza memiliki jalur berbeda. Ia merupakan Wakil Wali Kota Jambi periode 2025–2030 yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan aktivis organisasi kewirausahaan.

Keduanya juga berasal dari generasi yang relatif muda dalam lanskap politik Kota Jambi.

Perbedaan latar belakang itu justru membuat wacana mengenai keduanya menarik.

Diza berada di pemerintahan dan memiliki pengalaman eksekutif. Kemas berada di legislatif dengan pengalaman politik serta organisasi yang panjang.

Jika suatu saat keduanya benar-benar membangun kendaraan politik bersama, kombinasi tersebut tentu memiliki karakter yang berbeda dibanding sekadar menyatukan dua politisi dari jalur yang sama.

Namun, sekali lagi, itu masih sebatas kemungkinan politik, bukan keputusan.

Kemas dan tantangan membuktikan diri

Sebagai Ketua DPRD, tantangan Kemas tidak hanya berkaitan dengan popularitas.

Ia harus menunjukkan bahwa posisi politik yang dimilikinya mampu menghasilkan pengawasan dan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Persoalan Kota Jambi masih cukup kompleks, mulai dari pelayanan dasar, infrastruktur, kemacetan, lingkungan, sampah hingga persoalan sosial perkotaan.

Di sisi lain, masyarakat semakin mudah menilai figur politik bukan hanya dari pernyataan, tetapi dari kehadiran dan respons mereka ketika persoalan muncul.

Karena itu, aktivitas Kemas di lapangan akan menjadi bagian penting dari rekam jejak politiknya.

Begitu pula dengan komunikasi yang dibangunnya bersama jajaran pemerintah kota, termasuk Diza.

Bukan soal pasangan dulu, tetapi soal rekam jejak

Wacana Diza-Kemas untuk 2029 memang menarik perhatian. Namun, publik masih memiliki waktu panjang untuk melihat bagaimana perjalanan keduanya.

Apakah kebersamaan tersebut hanya sebatas koordinasi antara Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD?

Ataukah komunikasi yang terbangun akan berkembang menjadi kerja sama politik?

Jawabannya akan sangat bergantung pada perkembangan pemerintahan Kota Jambi, dinamika partai politik, aspirasi masyarakat serta keputusan masing-masing figur.

Untuk Kemas, periode 2024–2029 akan menjadi ruang penting untuk memperkuat rekam jejaknya.

Sebagai politisi Golkar, anggota DPRD dua periode dan kini Ketua DPRD Kota Jambi, setiap kebijakan dan langkah politiknya akan menjadi bagian dari penilaian publik.

Sementara bagi Diza, periode pertamanya sebagai Wakil Wali Kota juga akan menjadi panggung untuk membuktikan kapasitasnya di pemerintahan.

Jika keduanya terus terlihat bekerja bersama, bukan tidak mungkin nama Diza-Kemas akan semakin sering muncul dalam percakapan politik Kota Jambi.

Tetapi untuk sampai pada tiket Pilkada 2029, masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui.

Dan untuk saat ini, yang paling menarik bukan siapa menjadi nomor satu atau nomor dua.

Melainkan bagaimana Diza dan Kemas membangun rekam jejak di tengah masyarakat sebelum pertarungan politik itu benar-benar dimulai.(*)




Diza-Kemas Mulai Dibicarakan untuk 2029, Ini Rekam Jejak Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Diza Hazra Aljosha kini berada di salah satu posisi strategis dalam pemerintahan Kota Jambi.

Bersama Wali Kota Jambi Maulana, ia menjalankan roda pemerintahan Kota Jambi untuk periode 2025–2030.

Namun, perjalanan Diza menuju kursi Wakil Wali Kota Jambi tidak bermula dari dunia politik.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Diza lebih dulu membangun rekam jejak di dunia usaha dan organisasi kepemudaan.

Ia tumbuh sebagai pengusaha muda, aktif membangun jejaring bisnis dan kemudian dipercaya memimpin organisasi pengusaha muda di Provinsi Jambi.

Latar belakang tersebut menjadi bagian penting untuk mengenal sosok Diza secara lebih dekat.

Berawal dari Dunia Bisnis

Mengutip dari Wikipedia , Diza Hazra Aljosha lahir pada 24 Oktober 1988. Ia merupakan putra pengusaha Hazrin Nurdin.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia dan Inggris, Diza memilih membangun karier profesional di dunia usaha.

Ia pernah menjabat sebagai General Manager PT Enha Putra Group pada 2010–2012.

Setelah itu, Diza dipercaya menduduki posisi Direktur Utama PT Enha Putra Group dan tetap menjalankan peran tersebut hingga kini.

Pengalaman bisnisnya juga berkembang ke sektor lain. Diza tercatat pernah memegang posisi Direktur Operasional PT Jambi Bangun Bara Perkasa.

Dunia usaha menjadi ruang awal bagi Diza untuk memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja, bagaimana mengambil keputusan dan bagaimana membangun hubungan dengan berbagai pihak.

Pengalaman tersebut kemudian ia bawa ketika aktif dalam organisasi.

Karier Organisasi yang Dibangun dari Bawah

Jauh sebelum menjadi Wakil Wali Kota Jambi, Diza sudah aktif dalam berbagai organisasi.

Pengalaman organisasinya bahkan dimulai sejak sekolah. Saat bersekolah di SMA Negeri 6 Jakarta, Diza pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Etika dan Budaya OSIS.

Ketika melanjutkan pendidikan ke Inggris, aktivitas organisasi dan kewirausahaannya terus berkembang.

Diza pernah terlibat dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris serta sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan dan pengembangan bisnis.

Sekembalinya ke Indonesia, aktivitasnya di dunia organisasi semakin kuat.

Di HIPMI, Diza menapaki jenjang organisasi dari tingkat kota hingga provinsi.

Ia pernah menjabat Ketua Bidang Hubungan Internasional Antar Lembaga BPC HIPMI Kota Jambi, Wakil Bendahara Umum BPD HIPMI Provinsi Jambi, hingga sejumlah posisi strategis lainnya.

Puncak perjalanan tersebut terjadi ketika Diza dipercaya menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Jambi periode 2021–2024.

Posisi itu membuat Diza semakin dikenal di kalangan pengusaha muda Jambi.

Ia tidak hanya berhadapan dengan persoalan bisnis, tetapi juga aktif membangun komunikasi antara dunia usaha, pemerintah dan berbagai organisasi.

Pendidikan di Jambi, Jakarta hingga London

Diza menempuh pendidikan dasar di SD Islam Al-Falah Jambi.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Al-Azhar Syifa Budi Jakarta dan SMA Negeri 6 Jakarta.

Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas Bina Nusantara dengan mengambil bidang Manajemen.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Diza melanjutkan studi ke Inggris.

Ia meraih gelar magister Marketing Management dari Middlesex University London.

Pengalaman pendidikan di Indonesia dan Inggris kemudian berpadu dengan pengalaman profesional serta organisasi yang ia jalani.

Tidak Hanya Bisnis, Diza Aktif di Berbagai Organisasi

Di luar dunia usaha dan HIPMI, Diza juga aktif dalam sejumlah organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.

Pada 2025, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI Kota Jambi untuk periode 2025–2029.

Diza juga dipercaya menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi periode 2025–2030.

Pada tahun yang sama, ia mendapat amanah sebagai Bendahara Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL-Lemhannas) Provinsi Jambi periode 2025–2030.

Beragam posisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Diza tidak hanya berputar di dunia politik dan pemerintahan.

Ia juga memiliki ruang aktivitas di sektor olahraga masyarakat, keagamaan, kewirausahaan dan pengembangan jejaring organisasi.

Dari Pengusaha Muda ke Panggung Politik

Langkah Diza ke dunia politik mulai terlihat ketika ia maju sebagai calon Wakil Wali Kota Jambi pada Pilkada 2024.

Diza mendampingi Maulana yang sebelumnya pernah menjabat Wakil Wali Kota Jambi periode 2018–2023.

Pasangan Maulana-Diza mendapatkan dukungan dari koalisi besar yang terdiri dari 11 partai politik.

Dalam hasil rekapitulasi KPU Kota Jambi, pasangan tersebut meraih 192.623 suara atau 73,26 persen.

Kemenangan itu mengantarkan Maulana dan Diza menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi periode 2025–2030.

Keduanya kemudian mengikuti pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 pada 20 Februari 2025.

Sejak saat itu, Diza memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.

Jika sebelumnya ia banyak bergerak di sektor bisnis dan organisasi, kini keputusan dan aktivitasnya bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

Membawa Pengalaman Pengusaha ke Pemerintahan

Posisi sebagai Wakil Wali Kota Jambi membuat Diza harus berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih kompleks.

Persoalan pelayanan publik, pembangunan kota, ekonomi, generasi muda hingga berbagai kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari dinamika pemerintahan yang harus ia jalankan bersama Wali Kota Maulana.

Latar belakangnya sebagai pengusaha membuat Diza memiliki pengalaman dalam pengelolaan organisasi dan dunia usaha.

Sementara pengalaman panjang di HIPMI memberinya ruang untuk memahami persoalan yang dihadapi pelaku usaha dan generasi muda.

Dua pengalaman tersebut kini bertemu dalam tugas pemerintahan.

Di sisi lain, keterlibatannya dalam berbagai organisasi setelah menjabat wakil wali kota menunjukkan bahwa Diza tetap mempertahankan ruang komunikasi dengan masyarakat dan berbagai kelompok.

Figur Muda dengan Jejak yang Mulai Panjang

Diza Hazra Aljosha merupakan bagian dari generasi muda yang kini mendapat ruang besar dalam pemerintahan Kota Jambi.

Usianya relatif muda ketika memasuki pemerintahan, tetapi ia membawa pengalaman yang cukup panjang dari dunia bisnis dan organisasi.

Perjalanan tersebut membuat sosok Diza tidak bisa dilihat hanya dari posisinya sebagai Wakil Wali Kota Jambi.

Ada perjalanan sebagai pengusaha, pengalaman memimpin organisasi pengusaha muda, pendidikan di dalam dan luar negeri, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi sosial yang ikut membentuk perjalanan kariernya.

Kini, tantangan Diza adalah membuktikan bagaimana seluruh pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Jambi.

Masa jabatan hingga 2030 masih menyisakan perjalanan panjang.

Dan dari sinilah kiprah Diza Hazra Aljosha sebagai salah satu figur muda di pemerintahan Kota Jambi akan terus menjadi perhatian.(*)




Dua Figur Muda di Panggung Kota Jambi, Diza Hazra-Kemas Faried Mulai Disandingkan untuk 2029

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pilkada Kota Jambi 2029 memang belum masuk ke fase pertarungan politik.

Namun, percakapan mengenai siapa saja figur yang berpotensi tampil mulai muncul di tengah masyarakat.

Salah satu pasangan nama yang belakangan ikut diperbincangkan adalah Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Keduanya belum menyatakan diri sebagai pasangan politik. Belum ada pula deklarasi ataupun keputusan partai yang menempatkan mereka dalam satu kontestasi.

Namun, intensitas kebersamaan Diza dan Kemas dalam sejumlah agenda pelayanan masyarakat mulai menarik perhatian.

Terbaru, pada Selasa 6 Oktober 2026, keduanya berada dalam dua agenda berbeda yang sama-sama menyentuh persoalan warga.

Agenda pertama berlangsung di Rumah Sakit Theresia Jambi.

Diza dan Kemas menjenguk Azalea, bocah berusia lima tahun yang menjadi korban insiden di sekitar pekerjaan galian jaringan gas (jargas) di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru.

Dari rumah sakit, keduanya kemudian turun ke kawasan Jalan Platur Utama RT 43 dan Perumahan Aura Bimantara RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Di lokasi tersebut, mereka mengikuti penyaluran bantuan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga yang menghadapi kesulitan air akibat kemarau.

Dua agenda dalam satu hari itu memperlihatkan pola yang sama: Diza dan Kemas berada di tengah masyarakat ketika persoalan menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan warga menjadi perhatian.

Bukan Sekadar Soal Sering Bersama

Secara kelembagaan, keberadaan Diza dan Kemas dalam sejumlah agenda bersama bukan sesuatu yang aneh.

Diza merupakan bagian dari eksekutif sebagai Wakil Wali Kota Jambi. Sementara Kemas memimpin DPRD Kota Jambi sebagai lembaga legislatif.

Keduanya memang memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi bersinggungan dalam banyak persoalan pemerintahan, mulai dari pelayanan publik, pengawasan program, hingga penanganan masalah yang langsung dirasakan masyarakat.

Yang kemudian menarik perhatian adalah bagaimana dua figur muda tersebut semakin sering terlihat berada dalam ruang yang sama.

Kebersamaan itu terjadi bukan hanya dalam agenda protokoler, tetapi juga ketika mereka menyentuh persoalan yang memiliki perhatian publik cukup besar.

Dari sinilah pembacaan politik mulai muncul.

Bagi sebagian masyarakat, kedekatan komunikasi dua figur muda yang sama-sama berada pada posisi strategis tersebut dinilai bisa menjadi modal politik apabila suatu saat mereka memilih berada dalam satu barisan.

Tetapi sampai saat ini, pembicaraan tersebut masih sebatas wacana.

Nasroel: Chemistry Ada, Tinggal Berunding

Tokoh masyarakat Kota Jambi yang selama ini mencermati perkembangan kebijakan publik, Nasroel Yasir, melihat dinamika tersebut sebagai sesuatu yang menarik.

Ia menilai Diza dan Kemas memiliki karakter yang dapat saling melengkapi apabila keduanya membangun komunikasi politik lebih jauh.

“Dua anak muda ini memiliki chemistry yang kuat untuk memimpin Kota Jambi. Tinggal berunding saja lagi mereka berdua, siapa nomor satu dan siapa nomor duanya,” ujar Nasroel.

Menurut Nasroel, pembicaraan mengenai Pilkada 2029 memang masih terlalu awal untuk diterjemahkan sebagai keputusan politik.

Justru karena waktunya masih panjang, kata dia, ruang bagi para figur untuk membangun komunikasi dan menunjukkan kapasitas masing-masing masih terbuka lebar.

“Masih cukup panjang waktu untuk mereka berunding,” katanya.

Ia menilai persoalan Kota Jambi ke depan tidak sederhana. Persoalan sampah, infrastruktur, pelayanan dasar, air bersih hingga kebutuhan masyarakat perkotaan membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun koordinasi lintas lembaga.

Dalam konteks itu, hubungan antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan pemerintahan.

Dari Kerja Pemerintahan Menjadi Wacana Politik

Diza dan Kemas memiliki jalur politik yang berbeda.

Diza saat ini menjalankan tugas pemerintahan sebagai Wakil Wali Kota Jambi bersama Wali Kota Jambi.

Sementara Kemas merupakan politikus yang memimpin DPRD Kota Jambi dengan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.

Perbedaan posisi tersebut membuat setiap kebersamaan mereka memiliki konteks pemerintahan yang jelas.

Namun, politik tidak hanya dibentuk melalui deklarasi.

Dalam praktiknya, persepsi publik juga dapat tumbuh dari intensitas komunikasi, cara figur membangun hubungan dengan masyarakat serta bagaimana mereka tampil ketika persoalan publik muncul.

Karena itu, kemunculan wacana Diza-Kemas untuk 2029 lebih tepat dibaca sebagai aspirasi atau pembicaraan awal masyarakat, bukan sebagai kepastian pasangan calon.

Anak Muda dan Politik Kota Jambi

Pandangan serupa muncul dari salah satu tokoh pemuda Kota Jambi di kawasan Jambi Seberang yang melihat komunikasi Diza dan Kemas sebagai sesuatu yang positif.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan figur yang tidak hanya hadir ketika agenda seremonial berlangsung, tetapi juga turun ketika warga menghadapi persoalan.

“Kelihatannya lebih cocok untuk kerja cepat. Bisa menjawab dan menyelesaikan persoalan mendasar di tengah masyarakat Kota Jambi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyadari bahwa perjalanan menuju Pilkada 2029 masih panjang.

“Masih jauh. Tetapi kalau masyarakat melihat ada dua figur yang sering bersama dan komunikasinya baik, wajar kalau kemudian muncul berbagai pembicaraan,” katanya.

2029 Masih Jauh, Panggung Politik Bisa Berubah

Wacana Diza-Kemas tentu belum menjadi keputusan politik.

Masih ada waktu panjang bagi dinamika partai politik, peta dukungan, elektabilitas, komunikasi antarfaksi hingga perkembangan pemerintahan Kota Jambi untuk berubah.

Bahkan, bisa saja perkembangan politik ke depan menghasilkan konfigurasi yang berbeda sama sekali.

Karena itu, yang paling menarik untuk diamati bukan semata apakah Diza dan Kemas akan benar-benar berpasangan pada 2029.

Pertanyaan yang lebih relevan saat ini adalah bagaimana keduanya membangun rekam jejak dan komunikasi selama menjalankan tugas masing-masing.

Jika kebersamaan di lapangan terus berlanjut dan keduanya semakin sering mengambil peran dalam persoalan masyarakat, bukan tidak mungkin nama Diza dan Kemas akan semakin sering muncul dalam percakapan politik Kota Jambi.

Untuk saat ini, satu hal yang terlihat jelas: Diza berada di eksekutif, Kemas berada di legislatif, tetapi keduanya mulai sering muncul dalam satu frame ketika berbicara tentang persoalan masyarakat.

Apakah itu hanya sinergi pemerintahan atau menjadi awal terbentuknya chemistry politik menuju 2029, waktu yang akan menjawab.(*)




Update Terbaru Bandara Sultan Thaha: 6 Penerbangan Terdampak Kabut Asap, Susi Air RTB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 8 Oktober 2026.

Hingga pukul 10.30 WIB, jarak pandang di kawasan bandara turun menjadi 800 meter dan sejumlah penerbangan mengalami gangguan.

Dampak paling mencolok terjadi pada penerbangan Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep.

Pesawat tersebut tidak melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Thaha dan berstatus Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

Selain penerbangan Susi Air tersebut, sejumlah penerbangan lain dari dan menuju Bandara Sultan Thaha juga mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.

Informasi operasional bandara menunjukkan kondisi jarak pandang mengalami perubahan sejak pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.

Namun, kondisi kemudian turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat membaik menjadi 1.200 meter pada pukul 07.30 WIB dan 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, kondisi kembali memburuk. Jarak pandang tercatat 1.100 meter pada pukul 08.30 WIB, turun menjadi 1.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian sempat meningkat menjadi 1.300 meter pada pukul 09.30 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter. Setengah jam kemudian, pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang hanya mencapai 800 meter.

Susi Air dari Dabo Singkep RTB

Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang dijadwalkan tiba maupun berangkat dari Bandara Sultan Thaha.

Untuk penerbangan kedatangan, Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep tercatat berstatus Return To Base (RTB).

Sementara Batik Air ID 6804 dari Jakarta berstatus ditunda karena kabut asap atau Delayed due to Haze.

Penerbangan Susi Air SI 7222 dari Kerinci juga mengalami penundaan dengan alasan yang sama.

Gangguan juga terjadi pada sisi keberangkatan.

Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci berstatus ditunda karena kabut asap. Begitu pula Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Susi Air SI 7218 tujuan Dabo Singkep yang mengalami penundaan.

Dengan kondisi tersebut, calon penumpang perlu memperhatikan perkembangan terbaru sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.

Batik Air Pagi Masih Berangkat

Di tengah memburuknya jarak pandang, satu penerbangan keberangkatan masih dapat beroperasi pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) telah berangkat pada pukul 06.07 WIB ketika jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yakni pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Namun, kondisi jarak pandang setelah penerbangan tersebut berangkat terus berubah dan kembali turun hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB.

Bandara Perbarui Informasi Penerbangan

Pihak Bandara Sultan Thaha terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan terhadap penumpang.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa informasi operasional penerbangan akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Tim operasional juga melakukan pemantauan terhadap penerbangan yang terdampak kabut asap dan berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan penanganan penumpang.

Bagi pengguna jasa bandara, perubahan jadwal masih dapat terjadi mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.

Karena itu, calon penumpang diminta tidak hanya mengacu pada jadwal awal penerbangan, tetapi kembali mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Penurunan jarak pandang hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB menjadi perhatian dalam operasional penerbangan Bandara Sultan Thaha.

Perkembangan kondisi asap dan jarak pandang akan menentukan kelancaran penerbangan berikutnya.(*)




Harga Emas Antam Turun Lagi, 1 Gram Kini Rp2,565 Juta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada Kamis 8 Oktober 2026.

Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.565.000, turun Rp15.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.580.000 per gram.

Data tersebut mengacu pada harga yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia pada Kamis sekitar pukul 09.23 WIB.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback berada di level Rp2.366.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga jual emas Antam 1 gram dan harga buyback mencapai Rp199.000 per gram.

Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran:

Ukuran Harga
0,5 gram Rp1.332.500
1 gram Rp2.565.000
2 gram Rp5.070.000
3 gram Rp7.580.000
5 gram Rp12.600.000
10 gram Rp25.145.000
25 gram Rp62.737.000
50 gram Rp125.395.000
100 gram Rp250.712.000
250 gram Rp626.515.000
500 gram Rp1.252.820.000
1.000 gram Rp2.505.600.000

Harga tersebut merupakan harga dasar dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga emas Antam.

Buyback Emas Antam Rp2,366 Juta per Gram

Selain harga jual, investor juga perlu memperhatikan harga buyback ketika hendak menjual kembali emas Antam.

Pada Kamis pagi, harga buyback tercatat Rp2.366.000 per gram.

Namun, nilai yang diterima dalam transaksi buyback dapat dipengaruhi ketentuan perpajakan.

Untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, terdapat pemotongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses buyback.

Sementara itu, pembelian emas Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum pada laman resmi.

Harga Bisa Berubah Sewaktu-waktu

Calon pembeli maupun pemilik emas yang hendak melakukan buyback perlu memperhatikan waktu transaksi karena harga emas Antam dapat berubah mengikuti pembaruan harga.

Karena itu, harga yang tercantum pada pagi hari belum tentu tetap sama ketika transaksi dilakukan pada waktu berikutnya.

Bagi masyarakat yang ingin membeli atau menjual kembali emas Antam, pengecekan harga terbaru melalui kanal resmi Logam Mulia menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi.(*)




Polisi Bubarkan Balap Liar di Jalan Bandara Lama, Sejumlah Pelajar Ikut Diamankan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aksi balap liar di kawasan Jalan Bandara Lama, Kota Jambi, dibubarkan polisi pada Rabu 7 Oktober 2026 malam.

Dalam penertiban yang berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB itu, 11 orang diamankan bersama tujuh sepeda motor yang diduga digunakan untuk aktivitas balap liar.

Penindakan tersebut dilakukan personel Operasi Jaran Siginjai 2026 Polda Jambi sebagai bagian dari patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Patroli dipimpin AKP Ojak Sitanggang. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan dan orang yang berada di lokasi.

Dari kegiatan tersebut, polisi mengamankan 11 orang. Sebagian di antaranya diketahui masih berstatus pelajar.

Selain membawa 11 orang untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan, petugas juga mengamankan tujuh unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas balap liar.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan penertiban tersebut menjadi bagian dari langkah preventif sekaligus penegakan hukum dalam Operasi Jaran Siginjai 2026.

Menurut Erlan, aktivitas balap liar tidak hanya berisiko bagi orang yang terlibat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Polri akan terus melakukan patroli dan penertiban terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk balap liar. Kegiatan seperti ini tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Erlan.amankan

Polisi menemukan sebagian orang yang diamankan masih berstatus pelajar.

Untuk kelompok tersebut, kepolisian mengedepankan pembinaan dengan melibatkan orang tua. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mencegah mereka kembali terlibat dalam aktivitas serupa.

Erlan meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari.

“Sebagian yang diamankan masih berstatus pelajar. Karena itu, kami mengedepankan pembinaan dengan melibatkan orang tua. Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari,” jelasnya.

Penertiban balap liar juga menjadi perhatian karena aktivitas tersebut kerap berlangsung di ruang publik dan menggunakan jalan yang juga dimanfaatkan masyarakat.

Polda Jambi mengajak masyarakat ikut membantu menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Tidak hanya balap liar, masyarakat juga diminta melaporkan apabila mengetahui adanya tawuran, aksi gangster maupun gangguan keamanan lainnya.

Masyarakat dapat menggunakan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan atau informasi yang membutuhkan tindak lanjut kepolisian.

“Apabila masyarakat melihat atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan membutuhkan kehadiran polisi, silakan segera menghubungi Call Center Polri 110,” imbau Erlan.

Setelah penertiban, 11 orang yang diamankan bersama tujuh sepeda motor dibawa ke Mapolda Jambi untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan.

Setelah proses tersebut selesai, para pelaku kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing.

Untuk kendaraan yang diamankan, kepolisian juga melakukan proses sesuai ketentuan, termasuk memastikan kelengkapan kendaraan sebelum diserahkan kembali.

Polda Jambi menegaskan patroli dan penertiban akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.(*)




Jangan Salah Waktu Menjemput, Ini Jadwal 11 Pesawat yang Tiba di Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 11 penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 8 Oktober 2026.

Mayoritas penerbangan datang dari Jakarta, sementara sejumlah penerbangan lainnya berasal dari Batam, Kerinci dan Dabo Singkep.

Informasi ini penting bagi masyarakat yang hendak menjemput keluarga, kerabat maupun rekan kerja di bandara.

Waktu kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi operasional, sehingga penjemput sebaiknya tidak hanya berpatokan pada jadwal awal.

Penerbangan pertama dijadwalkan tiba pada pukul 07.45 WIB, sedangkan kedatangan terakhir tercatat pada pukul 19.50 WIB.

11 Jadwal Pesawat yang Tiba di Jambi

Berikut jadwal kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Kamis, 8 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Asal
07.45 WIB Susi Air SI 7219 Dabo Singkep (DSB)
10.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
10.25 WIB Susi Air SI 7222 Kerinci (KRC)
11.25 WIB Super Air Jet IU 842 Jakarta (CGK)
13.10 WIB Citilink QG 960 Jakarta (CGK)
15.15 WIB Citilink QG 966 Jakarta (CGK)
17.00 WIB Citilink QG 964 Jakarta (CGK)
17.30 WIB Super Air Jet IU 973 Batam (BTH)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)
19.20 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
19.50 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)

Dari 11 penerbangan tersebut, tujuh penerbangan berasal dari Jakarta. Sisanya terdiri atas penerbangan dari Dabo Singkep, Kerinci dan Batam.

Kedatangan Mulai Padat pada Sore Hari

Aktivitas kedatangan meningkat pada sore hingga malam hari.

Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pukul 17.00 WIB dari Jakarta. Setengah jam kemudian, Super Air Jet IU 973 dari Batam dijadwalkan mendarat di Jambi.

Batik Air ID 6806 dari Jakarta kemudian dijadwalkan tiba pukul 18.40 WIB.

Setelah itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dijadwalkan datang berdekatan, yakni GA 126 pukul 19.20 WIB dan GA 128 pukul 19.50 WIB.

Rentang waktu tersebut berpotensi membuat area kedatangan lebih ramai. Penjemput perlu memastikan nomor penerbangan dan asal pesawat agar tidak menunggu di area yang keliru.

Penerbangan Pagi dari Dabo Singkep dan Kerinci

Penerbangan pertama yang dijadwalkan tiba di Jambi adalah Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep pada pukul 07.45 WIB.

Tidak lama kemudian, Batik Air ID 6804 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB. Lima menit berselang, Susi Air SI 7222 dari Kerinci dijadwalkan mendarat pukul 10.25 WIB.

Kedatangan dari rute perintis ini menjadi bagian dari konektivitas udara yang menghubungkan Jambi dengan wilayah lain di Provinsi Jambi serta kawasan sekitarnya.

Penjemput Jangan Hanya Berpatokan pada Jam di Tiket

Jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan karena berbagai faktor, termasuk cuaca, kondisi teknis pesawat, lalu lintas udara maupun keputusan operasional maskapai.

Karena itu, penjemput sebaiknya melakukan pengecekan ulang status penerbangan sebelum berangkat ke Bandara Sultan Thaha.

Penjemput juga perlu memperhitungkan waktu yang dibutuhkan penumpang setelah pesawat mendarat.

Pesawat yang sudah tiba di apron belum berarti penumpang langsung keluar menuju area kedatangan.

Penumpang masih harus menjalani proses turun dari pesawat, mengambil bagasi jika ada, kemudian menuju area publik terminal.

Cek Nomor Penerbangan Sebelum Berangkat

Agar tidak salah menunggu, penjemput sebaiknya mencatat nomor penerbangan, asal penerbangan dan estimasi waktu kedatangan.

Informasi terakhir juga perlu dikonfirmasi melalui kanal resmi maskapai atau informasi resmi Bandara Sultan Thaha.

Dengan 11 penerbangan yang dijadwalkan tiba sepanjang Kamis, aktivitas terminal kedatangan Bandara Sultan Thaha akan berlangsung sejak pagi hingga malam.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput, mengecek status penerbangan sebelum berangkat menjadi langkah sederhana untuk menghindari waktu tunggu yang tidak perlu maupun risiko terlambat tiba di bandara.(*)




BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – BRI BO Jatinegara melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Jatinegara. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai semangat kebangsaan serta rasa nasionalisme.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang dan menghargai perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Jatinegara untuk senantiasa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Melalui momentum ini, BRI BO Jatinegara berkomitmen untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja, serta memberikan kontribusi positif bagi BRI, nasabah, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

JL. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Update Bandara Sultan Thaha Jambi Pagi Ini, Batik Air ID 6807 Berangkat Saat Jarak Pandang 1.500 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terus dipantau seiring perubahan jarak pandang pada Kamis 8 Oktober 2026 pagi.

Penerbangan Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) tercatat telah berangkat dari Bandara Sultan Thaha pada pukul 06.07 WIB.

Saat pesawat tersebut berangkat, jarak pandang di bandara masih berada di angka 1.500 meter.

Namun, kondisi jarak pandang sempat menurun setelah keberangkatan pesawat tersebut.

Data pengamatan menunjukkan jarak pandang turun hingga 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Kondisi kemudian kembali membaik secara bertahap.

Pada pukul 07.30 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 1.200 meter. Selanjutnya, pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang kembali mencapai 1.400 meter.

Pergerakan Jarak Pandang Bandara Sultan Thaha

Berikut perkembangan jarak pandang yang tercatat pada Kamis pagi:

  • 06.00 WIB: 1.500 meter

  • 06.30 WIB: 1.200 meter

  • 07.00 WIB: 1.000 meter

  • 07.30 WIB: 1.200 meter

  • 08.00 WIB: 1.400 meter

Data tersebut menunjukkan kondisi jarak pandang mengalami fluktuasi dalam beberapa jam pertama aktivitas penerbangan.

Batik Air Sudah Berangkat

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta telah berangkat pada pukul 06.07 WIB.

Penerbangan tersebut berangkat ketika jarak pandang masih mencapai 1.500 meter.

Perubahan jarak pandang setelah keberangkatan menjadi salah satu indikator yang terus dipantau dalam operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Kondisi cuaca dan jarak pandang dapat memengaruhi operasional penerbangan berikutnya.

Karena itu, calon penumpang tetap perlu memantau perkembangan terbaru sebelum menuju bandara.

Ikhsan mengimbau pengguna jasa untuk selalu mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai.

Informasi terkait pelayanan kebandarudaraan juga dapat diperoleh melalui Contact Center Injourney Airports di nomor 172.

Dengan kondisi jarak pandang yang masih berubah-ubah, informasi operasional penerbangan dapat mengalami pembaruan mengikuti perkembangan cuaca di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)