Argentina Selamat! Messi Bawa Albiceleste Singkirkan Cape Verde Lewat Drama Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Juara bertahan itu menaklukkan Cape Verde dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu 4 Juli 2026 pagi WIB.

Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Albiceleste.

Sang kapten mencetak satu gol dan berperan dalam terciptanya gol penentu yang membawa Argentina bertahan di jalur perebutan gelar juara dunia.

Kemenangan ini membuat Argentina melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Mesir yang sebelumnya menyingkirkan Australia lewat drama adu penalti.

Messi Pecah Kebuntuan

Cape Verde sempat mengejutkan Argentina pada awal pertandingan melalui percobaan Ryan Mendes.

Namun setelah ancaman tersebut, Argentina mulai menguasai permainan dan mendominasi penguasaan bola.

Lionel Messi beberapa kali mengancam gawang lawan, baik melalui tembakan terbuka maupun tendangan bebas.

Kiper Vozinha tampil impresif dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.

Kebuntuan akhirnya pecah setelah Lisandro Martinez mengirim umpan panjang akurat ke kotak penalti.

Messi mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Argentina unggul 1-0.

Argentina terus menekan hingga akhir babak pertama, tetapi gagal menambah keunggulan.

Cape Verde Bangkit

Dominasi Argentina masih berlanjut selepas jeda. Namun justru Cape Verde yang mampu mencuri gol penyama kedudukan pada menit ke-59.

Ryan Mendes menusuk dari sisi lapangan sebelum mengirim umpan kepada Deroy Duarte.

Gelandang tersebut kemudian melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.

Gol itu membuat pertandingan berubah semakin terbuka.

Pelatih Lionel Scaloni merespons dengan memasukkan Julian Alvarez dan Nicolas Gonzalez demi menambah daya gedor.

Argentina menciptakan banyak peluang, termasuk dua tendangan bebas Messi yang kembali dimentahkan Vozinha.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama Extra Time

Argentina langsung tancap gas di awal extra time.

Pada menit ke-93, sepak pojok Alexis Mac Allister disambut Lisandro Martinez yang melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti untuk membawa Albiceleste kembali unggul 2-1.

Namun Cape Verde belum menyerah.

Tim asuhan Bubista kembali menyamakan kedudukan melalui gol indah Sidny Lopes Cabral yang melepaskan tendangan melengkung dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Saat pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina kembali mendapatkan sepak pojok.

Pada menit ke-112, tendangan sudut Lionel Messi menciptakan kemelut di depan gawang.

Bola kemudian mengenai bek Cape Verde, Diney Borges, sebelum masuk ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi pembeda sekaligus memastikan kemenangan Argentina 3-2.

Cape Verde sempat memberikan tekanan pada sisa pertandingan, tetapi lini belakang Argentina mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membawa Lionel Messi dan kolega melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Mesir dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Cape Verde (4-1-4-1): Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina; Ryan Mendes, Laros Duarte, Deroy Duarte, Jovane Cabral; Nuno da Costa.

Pelatih: Bubista.(*)




Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Menang Adu Penalti atas Australia

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Mesir memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar, Jumat 3 Juli 2026.

Laga yang berlangsung di Dallas Stadium itu berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Mesir kemudian tampil lebih tenang dalam adu penalti dan menang dengan skor 4-2, memastikan langkah mereka ke fase berikutnya.

Pada babak 16 besar, Mesir akan menghadapi pemenang pertandingan melawan Argentina.

Mesir Unggul Lebih Dulu

Australia membuka pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih dominan.

Bahkan pada menit kelima, Volpato hampir membawa Socceroos unggul, tetapi tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang.

Meski terus ditekan, Mesir justru mampu mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-11.

Berawal dari umpan lambung Ahmed Hafez dari sisi kiri, Emam Ashour berhasil menyambut bola dengan sundulan akurat yang gagal dijangkau kiper Patrick Beach. Mesir memimpin 1-0.

Australia berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk tendangan Aziz Behich pada menit ke-35.

Namun kiper Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sigap menjaga keunggulan timnya hingga turun minum.

Gol Bunuh Diri Ubah Jalannya Laga

Memasuki babak kedua, Australia meningkatkan intensitas serangan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Tendangan bebas O’Neill ke depan gawang justru berujung gol bunuh diri Mohamed Hany yang salah mengantisipasi arah bola. Skor berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Kedua tim saling bergantian menyerang, tetapi minim peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Di masa injury time babak kedua, Mesir nyaris mengunci kemenangan melalui Ramy Rabia dan Mohamed Salah.

Namun dua peluang emas tersebut berhasil digagalkan penyelamatan gemilang Patrick Beach.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Adu Penalti Jadi Penentu

Selama 30 menit extra time, Mesir tampil lebih agresif dalam membangun serangan.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir membuat skor tetap tidak berubah.

Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

Australia langsung berada dalam posisi sulit setelah eksekusi pertama Harry Souttar melambung di atas mistar.

Situasi semakin berat ketika penendang keempat, Lucas Herrington, juga gagal menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, seluruh algojo Mesir sukses menuntaskan tugas mereka dengan sempurna sehingga menang 4-2 dalam adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen.

Susunan Pemain

Australia (3-4-3): Patrick Beach; Harry Souttar, Alessandro Circati, Lucas Herrington; Aziz Behich, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Jordan Bos (Kai Trewin); Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, Cristian Volpato.

Pelatih: Tony Popovic.

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Hafez, Ibrahim, Ramy Rabia, Mohamed Hany; Hamdy Fathy, Attia; Ziko, Emam Ashour, Mohamed Salah, Omar Marmoush.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Respons 10 Menit, Damkar Jambi Berhasil Kendalikan Api di Area Lapangan Tembak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran tumpukan ban terjadi di area lapangan tembak Perbankin, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jumat 3 Juli 2026 pagi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berhasil merespons cepat dengan waktu tiba di lokasi hanya 10 menit setelah laporan diterima.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran masuk melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon, dan Call Center 112 pada pukul 09.17 WIB.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 09.27 WIB.

“Begitu laporan diterima, tim langsung diberangkatkan. Respon time kita 10 menit dan api berhasil dikendalikan agar tidak meluas ke area sekitar,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan awal di lokasi, kebakaran berawal saat seorang pelapor, Ichsan, melakukan pembersihan area lapangan tembak yang rencananya digunakan untuk kegiatan olahraga menembak.

Dalam proses tersebut, pelapor membakar sampah dan kayu di sekitar tumpukan ban.

Setelah merasa api padam, pelapor sempat meninggalkan lokasi untuk beristirahat.

Namun beberapa saat kemudian, asap hitam kembali terlihat muncul dari tumpukan ban.

Api kemudian kembali menyala dan dengan cepat membesar karena material ban yang mudah terbakar.

Upaya pemadaman awal menggunakan air seadanya tidak berhasil, hingga akhirnya laporan disampaikan ke Damkartan Kota Jambi.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sekitar 40 personel dari pleton 1 Mako.

Tim juga membawa armada komando, dua unit armada tempur, serta tiga unit armada suplai air.

Petugas turut berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna menghindari potensi bahaya tambahan selama proses pemadaman berlangsung.

“Hambatan di lapangan cukup menantang, terutama akses masuk yang terbatas dan jarak titik api dari jalan utama. Namun seluruh personel tetap bekerja maksimal hingga api padam,” jelas Mustari.

Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses lokasi yang tertutup pagar tembok tinggi.

Hingga medan di sekitar titik kebakaran yang menyulitkan pembentangan selang.

Kondisi rumput dan area terbatas di sekitar lokasi juga turut memperlambat proses awal pemadaman.

Meski demikian, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke area lain di sekitar lapangan tembak.

Operasi pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 30 menit dengan estimasi penggunaan air mencapai 20.000 liter.

Tidak digunakan cairan foam dalam proses pemadaman.

Dari hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang tidak sepenuhnya padam.

Bara api yang tersisa kemudian tertiup angin dan menyambar tumpukan ban yang mudah terbakar.

“Ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka sangat berisiko, apalagi di dekat material seperti ban,” kata Mustari.

Selain Damkartan Kota Jambi, penanganan di lokasi juga melibatkan PLN, PSC 119, Polsek Kota Baru, Babinsa, pihak kecamatan dan kelurahan, TRC Redkar, serta Tagana Dinas Sosial.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman. Seluruh personel Damkartan kembali ke markas pada pukul 10.44 WIB.(*)




Kritik Tajam DPR RI, Fasha Soroti Ketimpangan Energi dan Blackout di Sumatera

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha, melontarkan kritik keras terhadap PT PLN (Persero) terkait pemerataan layanan kelistrikan di Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi.

Ia menilai masih terdapat ketimpangan serius dalam distribusi energi nasional, di mana daerah penghasil sumber daya seperti batu bara justru belum sepenuhnya menikmati layanan listrik yang stabil dan merata.

Fasha menegaskan, pembangunan sektor kelistrikan nasional tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa, sementara wilayah penghasil energi di daerah lain masih menghadapi persoalan pemadaman dan gangguan pasokan.

“Sumatera ini kaya batu bara, Jambi salah satunya, tetapi kita belum benar-benar berdaulat energi. Jangan sampai daerah penghasil justru tidak mendapatkan keadilan dalam pelayanan listrik,” ujarnya.

Soroti Blackout di Sumatera

Fasha juga menyinggung insiden pemadaman listrik berskala luas (blackout) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Menurutnya, gangguan tersebut diduga berkaitan dengan sistem transmisi, termasuk yang terjadi di kawasan Bungo, Jambi.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi indikasi bahwa sistem keandalan listrik di wilayah Sumatera masih perlu diperkuat secara serius.

“Sumatera beberapa kali mengalami gangguan listrik. Ini menunjukkan sistem kita belum cukup kuat, padahal daerah ini merupakan salah satu penopang energi nasional,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih terjadinya pemadaman bergilir di beberapa daerah, meski wilayah tersebut memiliki potensi energi yang besar.

“Kita sering dengar energi kita melimpah, tapi kenyataannya listrik masih bergilir. Kapan Jambi benar-benar merasakan kedaulatan energi?” lanjutnya.

Desak Percepatan Infrastruktur Energi

Dalam keterangannya, Fasha turut menyinggung persoalan infrastruktur energi di Sumatera, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta optimalisasi pemanfaatan batu bara di daerah penghasil.

Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan energi harus menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.

“Di Kalimantan batu bara melimpah, tapi masih ada wilayah yang listriknya bergilir. Hal yang sama jangan sampai terjadi di Sumatera, khususnya Jambi. Daerah penghasil harus diprioritaskan,” tegasnya.

Soroti Tata Kelola Infrastruktur PLN

Selain isu pasokan listrik, Fasha juga menyoroti penataan infrastruktur kelistrikan, khususnya persoalan kabel listrik PLN yang kerap bercampur dengan jaringan kabel telekomunikasi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan teknis hingga risiko keselamatan jika tidak segera dibenahi.

“Ini harus ditata dengan baik. Jangan sampai kabel listrik dan kabel internet tumpang tindih tanpa perencanaan yang jelas,” ujarnya.

Dorong Pemerataan Energi Nasional

Fasha menegaskan akan terus mendorong pemerintah serta PLN untuk mempercepat pemerataan infrastruktur energi di seluruh Indonesia.

Ia menilai keadilan energi menjadi kunci penting dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Pemerataan energi harus menjadi prioritas. Tidak boleh ada lagi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa, terutama daerah penghasil energi seperti Jambi,” tutupnya.(*)




Ramadhipa Pede Hadapi Jerez, Incar Tambahan Poin Penting di Moto3 Junior 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, menyatakan optimisme tinggi jelang putaran Moto3 Junior World Championship 2026 yang akan digelar di Sirkuit Jerez – Ángel Nieto, Spanyol, pada 4–5 Juli 2026.

Bergabung bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team, Ramadhipa datang ke Jerez dengan modal kepercayaan diri setelah tampil konsisten sepanjang musim.

Mengendarai motor NSF250RW, ia berhasil mencatatkan sejumlah hasil positif di seri sebelumnya, termasuk podium di Barcelona, finis kuat di berbagai race, hingga kemenangan penting di Estoril.

Saat ini, pebalap asal Sleman, Yogyakarta itu menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 51 poin, hanya terpaut tujuh angka dari pemuncak klasemen.

Situasi ini membuat peluangnya untuk bersaing di jalur juara masih terbuka lebar.

“Saya siap menghadapi balapan di Jerez. Dalam beberapa pekan terakhir saya sudah mempersiapkan fisik dan mental. Saya optimis bisa menunjukkan performa terbaik akhir pekan ini,” ujar Ramadhipa.

Ia juga menilai Sirkuit Jerez memiliki arti penting dalam kariernya, karena pernah menjadi lintasan yang memberikan pengalaman dan hasil positif pada ajang sebelumnya.

“Saya punya kenangan yang bagus di Jerez. Saya berharap bisa memanfaatkan pengalaman itu untuk tampil lebih maksimal,” tambahnya.

Performa Ramadhipa sepanjang musim 2026 juga mencatatkan sejumlah pencapaian menarik.

Pada seri Estoril, ia mencatat sejarah sebagai pebalap dengan jeda waktu tercepat menuju kemenangan di dua ajang berbeda, yakni European Talent Cup dan Moto3 Junior World Championship, dalam rentang kurang dari 12 bulan.

Catatan tersebut menempatkannya dalam daftar elite pebalap muda yang pernah menorehkan kemenangan di berbagai level kompetisi junior dunia, termasuk European Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, dan Moto3 Junior World Championship.

Dalam kalender balap akhir pekan ini, rangkaian Moto3 Junior World Championship di Jerez dimulai pada Jumat 3 Juli 2026 dengan dua sesi free practice.

Dilanjutkan sesi kualifikasi pada Sabtu 4 Juli 2026, serta dua balapan utama masing-masing 15 lap pada Minggu 5 Juli 2026 yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi FIM MotoJunior.

Dengan posisi klasemen yang ketat dan performa yang terus meningkat, Ramadhipa menjadi salah satu sorotan utama dalam perebutan poin di seri Jerez kali ini.(*)




Sidang Korupsi Bahan Kimia Tirta Mayang Berlanjut, Jaksa Minta Perkara Masuk Tahap Pembuktian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persidangan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jambi, Kamis 2 Juli 2026.

Agenda sidang kali ini adalah penyampaian replik atau tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap nota keberatan (eksepsi) yang sebelumnya diajukan para terdakwa, termasuk Rusdi Wahab.

Usai persidangan, penasihat hukum Rusdi Wahab, Holim Kimshu, menyatakan pihaknya menilai replik yang disampaikan jaksa belum menjawab substansi keberatan yang telah diajukan dalam eksepsi.

Menurut Holim, sebagian besar tanggapan JPU masih bersifat umum dan belum memberikan jawaban terhadap sejumlah poin yang dipersoalkan tim kuasa hukum, baik menyangkut aspek formil maupun materiil surat dakwaan.

“Replik jaksa belum menjawab secara memadai keberatan-keberatan hukum yang kami ajukan dalam eksepsi. Karena itu kami tetap berpendapat bahwa keberatan tersebut layak dipertimbangkan oleh majelis hakim,” ujarnya.

Holim juga menyoroti belum adanya penjelasan yang dinilai cukup mengenai dasar perhitungan kerugian negara yang menjadi salah satu pokok keberatan dalam eksepsi.

Menurutnya, seluruh argumentasi hukum terkait prosedur penyusunan dakwaan maupun dasar keberatan telah disampaikan kepada majelis hakim dan kini tinggal menunggu penilaian pengadilan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya penilaian tersebut kepada majelis hakim dan menghormati seluruh proses persidangan yang sedang berjalan. Kami berharap putusan sela nantinya diberikan secara objektif, independen, serta berdasarkan hukum dan fakta yang terungkap di persidangan,” katanya.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum Kukuh berpandangan keberatan yang diajukan para terdakwa pada dasarnya telah memasuki pokok perkara sehingga semestinya diuji melalui proses pembuktian di persidangan.

Menurut jaksa, ruang lingkup eksepsi hanya berkaitan dengan kewenangan mengadili, dakwaan yang tidak dapat diterima, maupun dakwaan yang batal demi hukum apabila tidak memenuhi syarat formil, seperti tidak cermat, tidak jelas, atau tidak lengkap.

JPU menegaskan surat dakwaan yang telah disusun memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana ketentuan hukum acara pidana sehingga perkara dinilai layak dilanjutkan ke tahap pembuktian dengan menghadirkan saksi, ahli, serta alat bukti lainnya.

Majelis hakim kemudian menjadwalkan pembacaan putusan sela atas eksepsi para terdakwa pada 9 Juli 2026.

Putusan tersebut akan menentukan apakah perkara dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara atau terdapat pertimbangan hukum lain dari majelis hakim.

Dugaan Kerugian Negara Rp4,4 Miliar

Perkara ini bermula dari dugaan korupsi dalam pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi untuk periode 2021 hingga 2023.

Dalam proses penyidikan, aparat penegak hukum menetapkan tiga orang sebagai tersangka sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Berdasarkan hasil audit yang digunakan penyidik, dugaan tindak pidana tersebut disebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp4,4 miliar.

Para terdakwa didakwa melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan pidana lainnya yang relevan dalam surat dakwaan.(*)




Tangis Pecah di Ruang Sidang, Dua Terdakwa Kasus 58 Kg Sabu di Jambi Divonis Seumur Hidup

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dua terdakwa kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 58 kilogram, Kamis 2 Juli 2026.

Kedua terdakwa, Agit Putra Ramadan alias Agit bin Yurnalis dan Juniardo alias Ardo bin Guntur (alm), dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup.

“Memutuskan kedua terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana penjara seumur hidup,” ujar ketua majelis hakim saat membacakan putusan.

Vonis tersebut sepenuhnya sejalan dengan tuntutan JPU yang sebelumnya juga meminta agar kedua terdakwa dihukum penjara seumur hidup.

“Kami sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum,” ujar hakim.

Suasana ruang sidang sempat berubah haru usai putusan dibacakan. Kedua terdakwa tampak tertunduk.

Salah seorang di antaranya terlihat menahan tangis dan mengusap air mata setelah mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Humas Pengadilan Negeri Jambi, Otto, menjelaskan hukuman penjara seumur hidup dijatuhkan setelah majelis mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan terdakwa di persidangan, keduanya tidak hanya sekali terlibat dalam peredaran narkotika.

“Terdakwa mengakui sudah lebih dari satu kali mengedarkan narkotika jenis sabu. Barang bukti yang diamankan merupakan sisa barang, sedangkan sebagian lainnya disebut telah dibawa ke Pulau Jawa,” kata Otto.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Sri Haryati, menyatakan pihaknya belum mengambil keputusan terkait langkah hukum berikutnya.

“Kami masih menggunakan hak pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa didakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Jaksa juga menghadirkan sejumlah barang bukti dalam proses persidangan. Di antaranya 58 bungkus plastik berisi sabu dengan berat bersih mencapai 58.211,77 gram, beberapa unit telepon seluler, satu koper, serta dua kendaraan yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut, yakni sebuah Toyota Fortuner putih dan Toyota Kijang Innova Reborn hitam beserta dokumen kendaraannya.

Kasus ini menjadi salah satu perkara narkotika dengan barang bukti terbesar yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jambi dalam beberapa waktu terakhir.(*)




Menuju PON 2028, KONI Jambi Minta Muaythai dan PBFI Perkuat Pembinaan Atlet

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong penguatan pembinaan atlet pada cabang olahraga (cabor) Muaythai Indonesia (MI) dan Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI).

Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, meminta kedua pengurus provinsi (Pengprov) yang baru terbentuk agar segera bekerja menyusun program pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi.

Arahan tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran Pengprov MI Jambi dan Pengprov PBFI Jambi di Kota Jambi, Kamis.

“Kedua pengprov harus segera bekerja dan fokus pada program pembinaan. Target kita jelas, menyiapkan atlet agar mampu bersaing dan meloloskan sebanyak mungkin wakil Jambi ke PON 2028,” ujar Mat Sanusi.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, setiap cabang olahraga diminta menyusun program yang mencakup pencarian bibit atlet sejak usia dini, pemusatan latihan, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan sebagai ajang evaluasi kemampuan.

Ia menegaskan, tanpa perencanaan yang jelas dan berkesinambungan, peluang atlet Jambi untuk bersaing di level nasional akan semakin berat.

“Program pembinaan adalah fondasi utama untuk melahirkan prestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, Pengprov Muaythai Indonesia Jambi dipimpin langsung Ketua Ronald bersama jajaran pengurus.

Ronald menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan KONI dengan memperkuat sistem pembinaan atlet di seluruh daerah.

KONI menilai Muaythai memiliki peluang besar berkembang di Jambi seiring meningkatnya minat masyarakat dan atlet muda terhadap olahraga bela diri tersebut.

Sementara itu, Pengprov Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Jambi yang dipimpin Vuzio Fernanda juga memaparkan rencana kerja organisasi.

Khusus kepada PBFI, KONI memberikan perhatian terhadap penguatan organisasi di daerah.

Mat Sanusi meminta PBFI segera membentuk kepengurusan cabang di sedikitnya enam kabupaten dan kota agar pembinaan atlet tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.

“Saya meminta PBFI segera membentuk minimal enam pengurus cabang. Dengan begitu, proses pembinaan dapat menjangkau daerah dan bibit atlet potensial bisa ditemukan lebih banyak,” katanya.

Menurut Mat Sanusi, keberadaan pengurus cabang akan mempermudah pelaksanaan seleksi atlet, pembinaan berjenjang, hingga penyelenggaraan kejuaraan daerah sebagai bagian dari proses peningkatan prestasi.

Ia menambahkan, KONI Jambi siap memberikan dukungan kepada setiap cabang olahraga, baik melalui pendampingan administrasi, pembinaan organisasi, maupun fasilitasi keikutsertaan atlet dalam kompetisi resmi.

Namun, dukungan tersebut akan disesuaikan dengan keseriusan masing-masing pengurus dalam menjalankan program kerja dan membangun tata kelola organisasi yang profesional.

“KONI terbuka untuk seluruh cabang olahraga. Yang kami harapkan adalah kerja nyata, program yang terukur, dan target prestasi yang jelas. Itu yang akan kami kawal bersama menuju PON 2028,” tutup Mat Sanusi.(*)




Ikuti Ladies Program APEKSI 2026, Ketua TP PKK Kota Jambi Serap Inovasi Pemberdayaan Perempuan

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., memanfaatkan keikutsertaannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman mengenai pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga pengembangan UMKM.

Selama pelaksanaan Rakernas APEKSI yang berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026, Nadiyah mengikuti berbagai agenda khusus yang diperuntukkan bagi para pendamping wali kota dari seluruh Indonesia melalui rangkaian Ladies Program.

Selain mendampingi Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada sejumlah agenda resmi, Nadiyah aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Indonesia City Expo (ICE) 2026, pentas seni, senam bersama, penanaman pohon, peresmian Monumen APEKSI hingga bazar kuliner yang memperkenalkan beragam potensi daerah.

Dalam salah satu agenda, para pendamping kepala daerah juga diajak menikmati suasana Kota Medan menggunakan becak motor, transportasi khas yang menjadi bagian dari pengenalan budaya lokal kepada para peserta Rakernas.

Bagi Nadiyah, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan memperluas wawasan melalui diskusi dan berbagi pengalaman dengan para pendamping kepala daerah dari berbagai kota.

“Melalui kegiatan ini kami belajar banyak, termasuk mengenai public speaking, bagaimana membangun rasa percaya diri dan komunikasi yang efektif agar mampu menyampaikan ide kepada masyarakat. Sebagai istri wali kota, tentu kami juga memiliki peran untuk sering tampil di ruang publik,” ujar Nadiyah, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Ia mengatakan, salah satu agenda yang paling bermanfaat adalah sesi berbagi praktik terbaik (best practice) terkait program PKK dan Posyandu yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Menurutnya, forum tersebut memberi kesempatan bagi setiap daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus mencari solusi atas tantangan yang hampir serupa.

“Dalam forum itu kami saling berbagi pengalaman. Program yang terbukti berhasil di daerah lain bisa menjadi referensi untuk diterapkan di Kota Jambi, karena tantangan yang dihadapi setiap daerah pada dasarnya tidak jauh berbeda,” katanya.

Selain mengikuti Ladies Program, Nadiyah juga mengunjungi berbagai stan pada Indonesia City Expo 2026 yang menampilkan produk unggulan UMKM, ekonomi kreatif, destinasi wisata, hingga inovasi pelayanan publik dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Ia menilai pameran tersebut membuka peluang kolaborasi sekaligus menjadi inspirasi dalam mendorong pengembangan produk lokal dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Keikutsertaan Ketua TP PKK Kota Jambi dalam Rakernas APEKSI diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama antardaerah.

Serta menghadirkan berbagai inovasi baru yang dapat diimplementasikan dalam program pemberdayaan keluarga, penguatan peran perempuan, pengembangan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi.

Rakernas XVIII APEKSI sendiri menjadi forum nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta mempromosikan potensi daerah melalui berbagai agenda, termasuk Indonesia City Expo dan Ladies Program.(*)




Wali Kota Jambi Suarakan Isu Krusial Daerah di Rakernas APEKSI, dari Dana Transfer hingga SDM

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang mewakili pemerintah kota di wilayah Sumatera Bagian Selatan dalam Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis 2 Juli 2026 malam.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) II APEKSI Sumatera Bagian Selatan, Maulana menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah, mulai dari penguatan fiskal, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga akses pembiayaan pembangunan.

Sidang pleno tersebut dihadiri delegasi dari 98 pemerintah kota di Indonesia dan menjadi forum penyampaian berbagai rekomendasi hasil Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI yang digelar di Kota Jambi pada 26–28 November 2025.

Maulana menjelaskan, salah satu rekomendasi utama yang dibawa Komwil II adalah perlunya penguatan pembangunan daerah melalui kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu mempertahankan sekaligus mengoptimalkan dana transfer ke daerah dengan mekanisme pembagian dana bagi hasil yang transparan, objektif, dan mampu menjawab kebutuhan riil pemerintah kota.

“Dari Muskomwil tersebut lahir sejumlah rekomendasi agar Dewan Pengurus APEKSI terus memperjuangkan program kerja Komwil II sekaligus memperkuat pembangunan daerah melalui dukungan pemerintah pusat,” ujar Maulana.

Selain itu, Komwil II juga mengusulkan penyempurnaan skema Dana Alokasi Umum (DAU) dengan mempertimbangkan tantangan yang dihadapi daerah, termasuk kebutuhan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), dukungan pendanaan untuk proyek strategis daerah, serta penyesuaian gaji dan tunjangan kepala daerah yang dinilai perlu disesuaikan dengan tanggung jawab jabatan.

Maulana juga meminta pemerintah pusat meninjau kembali ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), khususnya terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen.

Di sektor pembangunan kawasan, Maulana menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, terutama pada ruas yang menghubungkan wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Menurutnya, infrastruktur tersebut akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga ketahanan pangan di kawasan.

“Kami mendorong APEKSI bersama pemerintah pusat mempercepat penyelesaian Tol Sumatera karena menyangkut akses barang, akses pangan, dan mobilitas masyarakat,” katanya.

Selain jalan tol, Maulana turut menyoroti masih terbatasnya layanan transportasi publik dan jaringan perkeretaapian di sejumlah wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap pengembangan sistem transportasi perkotaan sekaligus pembangunan jalur kereta api yang mampu menghubungkan daerah-daerah di kawasan tersebut.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, Komwil II APEKSI juga mengusulkan pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penambahan lokasi pembangunan Sekolah Garuda di wilayah Sumatera Bagian Selatan, pembangunan rumah sakit tematik untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, serta revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja daerah.

Tak hanya itu, Maulana juga berharap pemerintah daerah diberi ruang yang lebih luas untuk memperoleh sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui regulasi yang lebih sederhana dan berkeadilan.

Menutup laporannya, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran APEKSI atas terselenggaranya Rakernas XVIII dan berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan penyusunan kebijakan nasional.

“Semoga Rakernas ini menghasilkan keputusan terbaik bagi seluruh pemerintah kota dan semakin memperkuat sinergi membangun kota yang tangguh menuju bangsa yang berdaulat,” tutupnya.

Dalam sidang pleno tersebut, seluruh komisariat wilayah APEKSI juga menyampaikan berbagai usulan strategis lainnya, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir, digitalisasi pemerintahan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur, yang selanjutnya diharapkan menjadi rekomendasi resmi APEKSI kepada Presiden Republik Indonesia.(*)