Diza Saksikan Teater Jambi Tampil di DITP 2026, Angkat Pesan Lingkungan hingga Kota Hijau

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Karya seni asal Jambi kembali mencuri perhatian di panggung nasional dan internasional.

Kelompok teater Runsmitter Club tampil dalam Festival Djakarta International Theater Platform (DITP) 2026 melalui pementasan “Naga Dari Selatan”, sebuah pertunjukan yang mengangkat pesan kuat tentang pelestarian lingkungan dan hubungan manusia dengan alam.

Pementasan yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026, turut disaksikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir memberikan dukungan langsung kepada seniman asal daerah.

Festival DITP 2026 merupakan ajang seni pertunjukan internasional yang mempertemukan seniman, kurator, akademisi, dan komunitas budaya dari berbagai negara untuk berbagi gagasan serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan seni pertunjukan kontemporer.

Diza menilai keikutsertaan Runsmitter Club menjadi kebanggaan bagi Kota Jambi karena mampu membawa identitas budaya daerah ke panggung internasional.

Menurutnya, karya “Naga Dari Selatan” tidak hanya menawarkan pertunjukan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Pertunjukan ini mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Seni mampu menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh sehingga lebih mudah diterima. Kesadaran seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk mendukung terwujudnya Kota Jambi sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan,” ujar Diza.

Ia mengatakan pembangunan kota hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan perubahan cara pandang masyarakat.

Karena itu, seni dinilai memiliki peran strategis sebagai media edukasi yang mampu membangun kepedulian publik terhadap isu-isu lingkungan.

“Kota yang hijau harus dibangun bersama. Partisipasi masyarakat sangat penting dan seni menjadi salah satu sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan,” katanya.

Selain memberikan apresiasi, Diza juga mengajak masyarakat Jambi mendukung karya anak daerah dengan menyaksikan pementasan “Naga Dari Selatan” yang dijadwalkan tampil di Taman Budaya Jambi pada 14–15 Agustus 2026.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menyuguhkan kualitas artistik, tetapi juga membawa pesan moral mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan melestarikan lingkungan.

“Saya mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan kepada karya putra-putri Jambi. Selain menikmati pertunjukan yang berkualitas, kita juga diajak memahami pentingnya menjaga bumi dan lingkungan untuk masa depan,” ujarnya.

Festival DITP 2026 sendiri berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai karya seni yang mengangkat isu sosial, budaya, hingga lingkungan.

Keikutsertaan Runsmitter Club dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa komunitas seni Jambi mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan kreativitas daerah kepada publik yang lebih luas.(*)




Kota Jambi Unjuk Gigi di Forum Internasional, Maulana Paparkan Inovasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memanfaatkan forum internasional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026 sebagai panggung untuk memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan sekaligus memperluas kerja sama lintas negara dalam pengelolaan lingkungan dan transformasi kota hijau.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin langsung delegasi Kota Jambi dalam forum yang berlangsung di Pekanbaru pada 4–7 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk membahas berbagai strategi pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagi Kota Jambi, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar menghadiri agenda internasional, tetapi juga menjadi kesempatan mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan sejumlah kota di kawasan Asia Tenggara.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Maulana menghadiri seminar internasional, mengunjungi Green School, hingga meninjau pengelolaan Bank Sampah di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang yang dinilai berhasil melibatkan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah modern.

Menurut Maulana, sejumlah inovasi tersebut memiliki kesamaan dengan program yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Jambi, terutama dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Forum ini memberikan banyak referensi yang dapat diadaptasi di Kota Jambi. Salah satunya penguatan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini telah berjalan melalui sistem pengangkutan sampah langsung dari sumbernya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah terus mengarahkan pengelolaan sampah dari hulu agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir semakin berkurang sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Dorong Sampah Jadi Energi

Dalam forum tersebut, Kota Jambi yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Energi IMT-GT Green Cities Mayor Council juga memaparkan perkembangan pemanfaatan energi terbarukan di sejumlah kota anggota.

Salah satu fokus yang disampaikan adalah pengembangan konsep waste to energy, yakni mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

“Ke depan kami ingin sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber energi yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon,” kata Maulana.

Menurutnya, sejumlah negara anggota IMT-GT telah berhasil membangun sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan digital yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus partisipasi masyarakat.

Pengalaman tersebut akan menjadi referensi bagi Kota Jambi dalam mempercepat transformasi tata kelola lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Jambi juga terus mengembangkan penggunaan kendaraan listrik, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga perluasan jaringan city gas sebagai bagian dari strategi menuju kota rendah emisi.

Perkuat Kerja Sama dengan Pekanbaru

Di sela pelaksanaan forum, Pemerintah Kota Jambi juga memperkuat sinergi antardaerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada agenda Gala Dinner GCMC IMT-GT 2026.

Kerja sama itu mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan ekonomi daerah, hingga sinergi pengendalian inflasi.

Selain itu, kedua daerah juga menyepakati kerja sama penerapan Sistem Informasi Perizinan Akuntabel, Mudah, Amanah, dan Nyaman (SIP AMAN) guna mempercepat transformasi digital pelayanan perizinan, meningkatkan efisiensi birokrasi, serta menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan transparan.

Forum GCMC IMT-GT 2026 turut dihadiri berbagai lembaga internasional seperti Institute for Global Environmental Strategies (IGES), UN-Habitat, dan Asosiasi Perdagangan Karbon Indonesia (APERKARIA).

Keikutsertaan Kota Jambi dalam forum tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kota hijau, penguatan kebijakan lingkungan, serta penerapan inovasi berkelanjutan menuju Kota Jambi yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing.(*)




Pos Damkar hingga PDAM Terancam Longsor, DPR RI dan DPRD Kota Jambi Tinjau Pasir Panjang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ancaman longsor di bantaran Sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, kian mengkhawatirkan.

Kerusakan tebing sungai kini tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga sejumlah fasilitas publik penting seperti Pos Pemadam Kebakaran (Damkar), instalasi Perumda Air Minum (PDAM), kantor lurah, hingga permukiman warga.

Kondisi tersebut mendorong Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, bersama Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, turun langsung meninjau lokasi pada Kamis 6 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang mengalami abrasi cukup parah untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan sekaligus menghimpun kebutuhan penanganan yang mendesak.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengatakan kehadiran Anggota Komisi V DPR RI menjadi langkah penting agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, salah satu wakil masyarakat Jambi di DPR RI hadir langsung melihat kondisi di lapangan. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat agar pembangunan pengaman tebing sungai dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Kemas Faried, abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam sejumlah aset pemerintah dan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani.

Ia berharap pembangunan turap atau penguatan tebing sungai dapat menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan lokasi strategis yang dipenuhi fasilitas pelayanan publik.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mengaku sengaja turun ke lokasi setelah menerima laporan mengenai longsor yang mulai mengancam sejumlah objek vital di kawasan Danau Teluk.

“Saya mendapat informasi ada longsor yang mengancam Pos Damkar, instalasi PDAM, permukiman warga, dan fasilitas lainnya. Karena itu saya memilih melihat langsung kondisi di lapangan agar mengetahui kebutuhan yang sebenarnya,” katanya.

Menurut Edi, penanganan permanen harus dilakukan melalui pembangunan pengaman tebing sungai yang diusulkan kepada pemerintah pusat sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan akan diawali dengan penyusunan desain teknis sebelum diperjuangkan masuk dalam program penganggaran nasional.

“Harapannya lokasi yang sudah diusulkan dapat mulai dibangun tahun depan. Setelah desain teknis selesai, kami akan memperjuangkan anggarannya. Kawasan ini merupakan salah satu wajah Kota Jambi sehingga harus dijaga agar tidak terus mengalami kerusakan akibat longsor,” jelasnya.

Masyarakat berharap percepatan pembangunan turap dapat segera dilakukan mengingat abrasi Sungai Batanghari terus mengikis tebing dan meningkatkan risiko terhadap fasilitas umum maupun permukiman di sekitarnya.(*)




Viral Diduga Siswi Sekolah Rakyat Jambi Keracunan, Dinsos Kota Jambi Ungkap Penyebab Sebenarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Video tiga siswi Sekolah Rakyat Kota Jambi Tengah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sempat memicu perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, para siswa disebut mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan katering.

Informasi yang beredar menyebutkan, ketiga siswi tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan yang disediakan melalui program makan di sekolah.

Video berdurasi sekitar 55 detik itu memperlihatkan kondisi para siswa saat mendapatkan perawatan di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Dalam narasi video, disebutkan para siswi mengalami keluhan setelah mengonsumsi ikan lele dari katering.

“Kasihan baru berapa hari masuk sekolah, anak Sekolah Rakyat pada muntah-muntah, katanya makan ikan lele dari catering. Saat ini berada di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi,” demikian narasi yang terdengar dalam video tersebut.

Namun, Pemerintah Kota Jambi memastikan informasi tersebut tidak mengarah pada kasus keracunan makanan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyatakan tiga siswi yang mendapatkan perawatan mengalami gangguan kesehatan berupa sakit maag, bukan keracunan akibat makanan.

“Bukan keracunan, tapi sakit maag. Keluarga juga sudah kami tanyakan, ada yang memang sudah beberapa kali masuk rumah sakit karena maag,” kata Yunita saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan pola makan para siswa sebelum mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat.

Berdasarkan informasi dari keluarga, beberapa siswa memiliki kebiasaan makan yang kurang teratur.

“Kebiasaan makan di rumah tidak teratur. Yang dirawat ada tiga orang di rumah sakit,” ujarnya.

Yunita menegaskan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa sebagai bentuk perhatian terhadap peserta didik Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Direktur RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dr. Yekti, membenarkan adanya siswi Sekolah Rakyat yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ya Bang, silakan hubungi pelayanan ya, saya sedang rapat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum menyampaikan hasil pemeriksaan medis secara lengkap terkait kondisi ketiga siswi tersebut, termasuk diagnosis akhir dari keluhan kesehatan yang dialami.

Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi para siswa serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebelumnya, munculnya video tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa Sekolah Rakyat.

Namun, berdasarkan keterangan awal Dinas Sosial Kota Jambi, tidak ditemukan indikasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.(*)




Wanita Pengguna Motor Wajib Paham! Servis Berkala Bukan Sekadar Ganti Oli

JAKARTA – Sepeda motor kini menjadi bagian penting dari aktivitas harian banyak perempuan Indonesia, mulai dari berangkat kerja, mengantar keluarga, hingga menunjang berbagai kegiatan produktif. Namun, masih banyak pengendara wanita yang belum memahami bahwa perawatan motor tidak cukup hanya dengan mengganti oli secara rutin.

Yamaha mengingatkan, servis berkala merupakan langkah penting untuk menjaga performa kendaraan, meningkatkan keselamatan berkendara, sekaligus mencegah kerusakan yang berpotensi membutuhkan biaya lebih besar.

Assistant General Manager Service PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Hendra, mengatakan masih banyak pengguna motor yang datang ke bengkel setelah kendaraan mengalami gangguan.

Menurutnya, kebiasaan menunda servis dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

“Masih banyak pelanggan yang datang ke bengkel setelah motornya mengalami kendala, padahal servis berkala dapat membantu mendeteksi potensi kerusakan lebih dini sehingga perawatan menjadi lebih efisien,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, Yamaha melalui jaringan Bengkel Resmi Yamaha berupaya memberikan edukasi kepada pelanggan, termasuk pengendara wanita, agar lebih memahami kondisi kendaraan yang digunakan sehari-hari.

Servis Motor Tidak Berhenti pada Penggantian Oli

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa servis motor hanya berarti mengganti oli mesin.

Padahal, terdapat sejumlah komponen yang perlu diperiksa secara berkala, seperti sistem pengereman, kondisi ban, tekanan angin, aki, lampu kendaraan, filter udara, busi, oli mesin, hingga sistem CVT pada sepeda motor matik.

Komponen tersebut memiliki peran penting terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Selain pemeriksaan rutin, pengguna juga perlu memperhatikan tanda-tanda motor mulai mengalami masalah, seperti suara mesin lebih kasar, tarikan terasa berat, getaran berlebih, konsumsi bahan bakar meningkat, atau lampu indikator menyala.

Kebiasaan Pengendara yang Bisa Mempercepat Kerusakan

Dalam aktivitas sehari-hari, terdapat beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat berdampak terhadap kondisi kendaraan.

Beberapa di antaranya adalah menunda servis karena merasa motor masih dapat digunakan, hanya melakukan penggantian oli tanpa pemeriksaan komponen lain, serta mengabaikan jadwal perawatan berdasarkan jarak tempuh.

Padahal, pemeriksaan berkala dapat membantu mengetahui kondisi komponen sebelum mengalami kerusakan.

Yamaha menyarankan pengguna motor untuk tidak ragu berkonsultasi dengan Service Advisor ketika menemukan perubahan pada performa kendaraan.

Ini Langkah Servis Motor yang Perlu Diperhatikan

Agar proses perawatan lebih maksimal, pengendara disarankan melakukan beberapa langkah saat membawa motor ke bengkel.

Pertama, menyampaikan keluhan atau perubahan yang dirasakan pada motor kepada Service Advisor, seperti suara mesin, kondisi rem, atau performa tarikan.

Kedua, memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya mengganti oli. Komponen seperti busi, saringan udara, kampas rem, dan bagian lainnya perlu diperiksa sesuai kondisi kendaraan.

Ketiga, memahami hasil pemeriksaan dan rekomendasi perawatan dari teknisi agar pemilik motor mengetahui kebutuhan kendaraan ke depannya.

Yamaha juga mengimbau pelanggan menggunakan suku cadang asli Yamaha karena telah disesuaikan dengan standar dan spesifikasi kendaraan.

Teknologi Yamaha Permudah Perawatan Motor

Untuk memberikan pengalaman servis yang lebih nyaman, Bengkel Resmi Yamaha menghadirkan layanan dengan dukungan Service Advisor, teknisi bersertifikasi, serta peralatan khusus seperti Special Service Tools (SST), alat ukur presisi, dan perangkat diagnosis modern.

Seluruh proses servis dilakukan berdasarkan standar Yamaha dengan penggunaan Yamaha Genuine Parts dan Yamaha Genuine Oil.

Selain datang langsung ke bengkel, pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan Booking Service melalui aplikasi My Yamaha Motor maupun website resmi Yamaha.

Bagi pelanggan yang memiliki keterbatasan waktu, Yamaha juga menyediakan layanan SKY (Service Kunjung Yamaha), yaitu layanan servis di lokasi pelanggan oleh teknisi Yamaha.

Sementara itu, fitur E-KSG pada aplikasi My Yamaha Motor memberikan kemudahan bagi pelanggan karena tidak perlu lagi membawa kupon fisik Kartu Servis Gratis saat melakukan servis di bengkel resmi Yamaha.

Melalui layanan yang praktis dan edukatif tersebut, Yamaha berharap semakin banyak pengendara wanita memahami pentingnya perawatan kendaraan secara menyeluruh.

Dengan motor yang terawat, aktivitas harian dapat berjalan lebih nyaman, aman, dan percaya diri.(*)




UIN STS Jambi Gandeng Kemendikdasmen Perkuat Bahasa Indonesia, Mahasiswa Disiapkan Berdaya Saing Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat langkah pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 4 Agustus 2026.

Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.

Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tingkat universitas. Sebagai tindak lanjut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Bahasa Provinsi Jambi dengan sejumlah unit akademik UIN STS Jambi, yakni Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, serta Unit Pengembangan Bahasa.

Perkuat Kompetensi Bahasa di Lingkungan Kampus

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, mengatakan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas kebahasaan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, penguatan bahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam peningkatan kompetensi mahasiswa maupun tenaga pendidik, terutama di tengah tuntutan dunia akademik yang semakin kompetitif.

“Kita menandatangani Nota Kesepahaman antara UIN STS Jambi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini sangat penting karena banyak sisi positif yang telah kita rasakan selama empat tahun terakhir,” ujar Kasful.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian mahasiswa UIN STS Jambi dalam berbagai ajang kebahasaan, khususnya Duta Bahasa Provinsi Jambi.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa UIN STS Jambi konsisten meraih prestasi hingga dipercaya mewakili Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional.

“Saya merasa bahagia dan bangga. Dalam tiga hingga empat tahun terakhir, UIN STS Jambi selalu menjadi wakil Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional,” katanya.

Kolaborasi Pendidikan Jadi Kunci

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengapresiasi komitmen UIN STS Jambi dalam membangun kolaborasi untuk pengembangan bahasa dan sastra.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga komunitas pendidikan.

“Sejatinya kita tidak mungkin bekerja sendiri. Dalam setiap aktivitas kita membutuhkan dukungan, bantuan, dan kerja sama dari berbagai pihak,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan, Kemendikdasmen terus mendorong konsep partisipasi semesta dalam membangun pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

Kerja sama dengan UIN STS Jambi dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa Indonesia, kesastraan, serta peningkatan kompetensi kebahasaan generasi muda.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di lingkungan UIN STS Jambi.

Beberapa program yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pengembangan bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, serta peningkatan kompetensi bahasa bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup program praktik kerja lapangan, magang, implementasi Kurikulum Kampus Berdampak, penyediaan narasumber seminar dan workshop, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Melalui kemitraan tersebut, UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan bahasa lebih kuat, kompetensi akademik yang meningkat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penguatan bahasa Indonesia di lingkungan kampus juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah dalam dunia pendidikan tinggi.(*)




UNJA Uji Kebugaran 19 Guru Besar, Profesor Diminta Tak Hanya Duduk di Depan Laptop!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang memasuki masa purnatugas, para guru besar Universitas Jambi (UNJA) tidak hanya mempersiapkan aspek akademik, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan fisik.

Sebanyak 19 guru besar bersama Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., mengikuti tes kebugaran jasmani di Gedung Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (GOR JPOK) Kampus UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNJA membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik, khususnya bagi para profesor yang selama ini aktif menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar para akademisi tetap produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan universitas.

“Saya sangat setuju dengan adanya tes kebugaran ini. Terima kasih kepada Prof. Sukendro yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para guru besar serta sivitas akademika UNJA,” ujar Helmi.

Menurutnya, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Ukur Kebugaran dengan Metode Khusus Lansia

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., mengatakan tes kebugaran tersebut dirancang agar sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut.

Metode yang digunakan adalah Senior Fitness Test, yakni instrumen pengukuran kebugaran yang diperuntukkan bagi kelompok usia lanjut dengan sejumlah indikator kemampuan fisik.

“Guru besar jangan hanya duduk di depan laptop. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para profesor tetap aktif bergerak sekaligus mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Sukendro.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh komponen yang diuji dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengukuran tinggi dan berat badan, kekuatan otot lengan, fleksibilitas tubuh, keseimbangan melalui uji pola angka delapan, serta koordinasi mata dan tangan.

Hasil tes tersebut nantinya dapat menjadi gambaran kondisi kebugaran masing-masing peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Dorong Profesor Tetap Aktif Berkarya

Melalui kegiatan ini, UNJA ingin memastikan para guru besar tetap memiliki kualitas hidup yang baik meskipun memasuki fase menjelang purnatugas.

Kebugaran fisik dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas akademisi, terutama dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah dan pengabdian masyarakat.

UNJA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan sivitas akademika.

Dengan budaya hidup sehat yang semakin kuat, para guru besar diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, dan ilmu pengetahuan bagi perkembangan Universitas Jambi maupun masyarakat luas.(*)




KKN UNJA 2026 Bawa Misi Baru: Mahasiswa Diminta Digitalisasi Warisan Budaya Desa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.

Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.

Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.

“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian

Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.

Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.

Bekal Sebelum Turun ke Desa

Sebagai simbol dimulainya pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA bersama Koordinator Pusat Pelayanan KKN.

Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, komunikasi dengan masyarakat, serta strategi membangun kolaborasi bersama pemerintah desa.

UNJA berharap mahasiswa KKN 2026/2027 mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.

Kehadiran mereka di desa tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital.

Dengan konsep tersebut, UNJA ingin menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan gerakan mahasiswa untuk memperkuat identitas desa dan mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)




Dugaan Korupsi DAK Rp2,7 Miliar, Mantan Kepsek SMAN 6 Tanjabtim Ungkap Fakta Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sidang dugaan korupsi rehabilitasi sarana dan prasarana SMAN 6 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa 4 Agustus 2026.

Dalam persidangan, terdakwa yang juga mantan Kepala SMAN 6 Tanjabtim, Kamsiah, mengungkap alasan percepatan pembangunan sekolah yang berada di Kecamatan Sadu tersebut.

Di hadapan majelis hakim, Kamsiah menjelaskan kondisi geografis wilayah Sadu yang menjadi salah satu pertimbangan pihak sekolah saat pelaksanaan proyek menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022.

Menurutnya, lokasi sekolah yang berada di kawasan pesisir memiliki risiko genangan ketika memasuki musim hujan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat proses pembangunan apabila pekerjaan baru dimulai pada September 2022.

“Makanya sekolah dibuat menjadi sekolah panggung. Kami berharap pembangunan bisa dimulai sebelum September, karena kalau sudah masuk musim hujan sekolah akan tergenang dan pekerjaan bisa terhambat,” ujar Kamsiah dalam persidangan.

Sebut Guru Patungan Bantu Kebutuhan Awal

Dalam keterangannya, Kamsiah juga menyampaikan adanya bantuan internal dari sejumlah guru untuk mendukung kebutuhan awal pekerjaan.

Ia mengatakan, beberapa guru secara sukarela ikut membantu dengan cara mengumpulkan dana karena pihak sekolah menghadapi kendala waktu dan kondisi lokasi pembangunan.

“Kami patungan para guru, bahkan ada yang memberikan Rp5 juta per orang. Karena sekolah kami berada di daerah Sadu, kalau musim hujan terjadi banjir, sementara pembangunan baru dimulai September,” katanya.

Selain menjelaskan proses pembangunan, Kamsiah juga mengakui adanya kesepakatan pembayaran jasa manajemen sebesar Rp20 juta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Proyek DAK Rp2,7 Miliar Diduga Rugikan Negara Rp318 Juta

Perkara ini berkaitan dengan kegiatan rehabilitasi sarana dan prasarana SMAN 6 Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022.

Berdasarkan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), kegiatan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp2,7 miliar.

Dalam dakwaan disebutkan, dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp318 juta berdasarkan hasil audit yang menjadi alat bukti dalam perkara.

Jaksa mendakwa Kamsiah dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 18 UU Tipikor.

Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor mengatur ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun hingga maksimal 20 tahun atau pidana seumur hidup, serta denda paling sedikit Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

Sementara Pasal 3 UU Tipikor mengatur ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda paling sedikit Rp50 juta hingga Rp1 miliar.

Sidang perkara tersebut masih berlanjut. Majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh keterangan terdakwa, saksi, serta alat bukti yang diajukan sebelum mengambil keputusan akhir.(*)




8 Kasus Narkoba Terungkap di Tanjabtim, Polisi Amankan Sabu Puluhan Gram

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peredaran narkotika di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Dalam Operasi Antik Siginjai 2026, Polres Tanjabtim berhasil mengungkap delapan kasus narkotika, menangkap 13 tersangka, serta menyita puluhan gram sabu dan pil ekstasi.

Operasi pemberantasan narkoba tersebut berlangsung selama 20 hari, mulai 8 hingga 27 Juli 2026.

Dari delapan kasus yang diungkap, lima di antaranya merupakan target operasi (TO), sementara tiga lainnya berhasil ditemukan di luar target operasi.

Kasat Resnarkoba Polres Tanjabtim AKP Charles M. Sitorus mengatakan seluruh target operasi yang telah ditetapkan berhasil diamankan dengan capaian 100 persen.

“Dari delapan kasus yang berhasil diungkap, kami mengamankan 13 tersangka. Lima tersangka merupakan target operasi dan delapan lainnya non-target operasi,” ujar Charles saat konferensi pers di Mapolres Tanjabtim, Selasa 4 Agustus 2026.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 36,82 gram sabu dan empat butir ekstasi dengan berat total 1,99 gram.

Selain narkotika, petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran gelap narkoba, yakni uang tunai Rp450 ribu, dua unit sepeda motor, serta tiga unit telepon genggam.

Kasus Tersebar di Lima Kecamatan

Pengungkapan kasus selama Operasi Antik Siginjai 2026 tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjabtim.

Rinciannya, dua kasus ditemukan di Kecamatan Mendahara Ulu, dua kasus di Muara Sabak Barat, dua kasus di Muara Sabak Timur, satu kasus di Nipah Panjang, dan satu kasus di Kecamatan Sadu.

Polres Tanjabtim mencatat capaian operasi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan Operasi Antik Siginjai 2025.

Pada tahun sebelumnya, polisi mengungkap enam kasus dengan delapan tersangka dan menyita 35,04 gram sabu.

Sementara tahun ini, jumlah kasus meningkat menjadi delapan dengan 13 tersangka.

Berdasarkan evaluasi kepolisian, jumlah laporan polisi meningkat sekitar 66,67 persen, jumlah kasus naik 33,33 persen, dan jumlah tersangka bertambah 62,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Cegah Ratusan Orang Terpapar Narkoba

Polres Tanjabtim memperkirakan penyitaan barang bukti dalam operasi tersebut mampu mencegah ratusan orang dari penyalahgunaan narkotika.

Dari 36,82 gram sabu yang diamankan, polisi memperkirakan barang tersebut berpotensi digunakan oleh sekitar 184 orang dengan asumsi satu gram sabu dikonsumsi oleh lima orang.

Sementara empat butir ekstasi yang disita diperkirakan dapat mencegah penyalahgunaan oleh empat orang.

“Total jiwa yang terselamatkan dari hasil penyitaan narkotika selama Operasi Antik Siginjai 2026 diperkirakan mencapai 188 orang,” kata Charles.

Selain dampak sosial, kepolisian juga menghitung nilai ekonomi dari barang bukti yang berhasil diamankan.

Sabu yang disita diperkirakan bernilai sekitar Rp47,866 juta, sedangkan ekstasi sekitar Rp1 juta.

Apabila pengguna tersebut harus menjalani rehabilitasi dengan estimasi biaya Rp4,5 juta per orang, maka potensi biaya yang harus ditanggung pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp846 juta.

Masyarakat Diminta Aktif Beri Informasi

AKP Charles mengapresiasi peran masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika.

Menurutnya, informasi dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memutus jaringan peredaran narkoba di wilayah Tanjabtim.

“Peran masyarakat sangat penting. Informasi yang diberikan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Tanjung Jabung Timur,” pungkasnya.

Polres Tanjabtim memastikan pemberantasan narkotika akan terus dilakukan melalui penindakan hukum, peningkatan pengawasan, serta penguatan kerja sama dengan masyarakat guna menciptakan wilayah yang lebih aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.(*)