Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Mudik, Ini Data Terbarunya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada sejumlah ruas tol, termasuk Tol Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data per 18 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness) mencapai 10.443 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 32,90 persen dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan trafik ini menunjukkan bahwa ruas tol di Jambi semakin menjadi jalur utama bagi pemudik yang melintas di Sumatera.

Selain menghubungkan antarwilayah, tol ini juga menjadi akses penting menuju kawasan perkotaan dan jalur lintas utama di Sumatera bagian tengah.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan dalam satu hari, atau melonjak hingga 109,65 persen dibandingkan hari biasa.

Tak hanya di Jambi, peningkatan juga terjadi di berbagai ruas tol lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini menandakan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps maupun media sosial resmi Hutama Karya.(*)




Pos Mudik Dipantau Langsung Walikota Maulana, Kondisi Aman dan Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Pengamanan (Pos PAM), Kamis (19/03/2026).

Kegiatan ini turut didampingi unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta instansi vertikal terkait guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Pos Pelayanan Kampung Radja Simpang Rimbo, Pos PAM Aur Duri I, dan Pos PAM Aur Duri II.

Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pintu masuk dan keluar utama arus mudik di wilayah Kota Jambi.

Menurut Wali Kota Maulana, pemantauan difokuskan pada titik-titik krusial guna memastikan kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.

Dari hasil peninjauan, Wali Kota memastikan kondisi Kota Jambi menjelang Idulfitri dalam keadaan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah semua dalam kondisi baik, baik pos maupun personel yang bertugas. Kita harapkan situasi ini tetap terjaga hingga arus balik nanti,” ujarnya.

Dalam upaya memberikan kenyamanan bagi pemudik, Pemkot Jambi juga mengimbau camat hingga ketua RT untuk ikut memberikan pelayanan, khususnya di wilayah jalur lintas.

Masjid-masjid yang berada di pinggir jalan juga diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik.

Langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman.

Selain pengamanan, setiap pos juga dilengkapi tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan mudik.

Pemkot Jambi juga menyediakan layanan call center 112 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Jambi bersama rombongan turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada petugas yang berjaga di setiap pos.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kondisi fisik dan semangat petugas yang bertugas menjaga keamanan selama arus mudik.(*)




Hilal Belum Memenuhi Syarat, Lebaran Jatuh Sabtu 21 Maret 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya dalam konferensi pers.

Penetapan ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia. Secara astronomis, posisi hilal masih belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

Ketinggian hilal tercatat berkisar antara 0,9 hingga 3,1 derajat, dengan elongasi sekitar 4,5 hingga 6,1 derajat. Sementara standar minimum yang digunakan mengacu pada kriteria MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Karena mayoritas posisi hilal berada di bawah ambang batas tersebut, maka hilal dinyatakan belum memenuhi syarat untuk terlihat.

Sidang isbat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, hingga Muhammadiyah, serta perwakilan DPR dan negara sahabat.

Proses sidang diawali dengan pemaparan data hisab oleh tim falakiyah, kemudian dilanjutkan sidang tertutup sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui metode gabungan hisab dan rukyat.

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab yang selama ini menjadi pedoman organisasi tersebut dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sejarah Panjang Sidang Isbat

Sidang isbat telah menjadi tradisi penting di Indonesia dalam menentukan hari besar Islam, seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Sejak awal kemerdekaan, pemerintah sudah mengatur penetapan hari raya melalui kebijakan resmi. Pada era Soekarno, diterbitkan Penetapan Pemerintah Nomor 2/Um tahun 1946 yang memberikan kewenangan kepada Menteri Agama untuk menetapkan hari raya.

Praktik sidang isbat mulai berjalan sekitar dekade 1950-an dan semakin diperkuat pada masa Menteri Agama Saifuddin Zuhri melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963.

Hingga kini, sidang isbat tetap menjadi acuan resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, sekaligus mengakomodasi berbagai pandangan ormas Islam di Indonesia.(*)




Waka I DPRD Kota Jambi Muhammad Yasir Serukan Spirit Idul Fitri dan Kepedulian Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi dari Partai Gerindra, Muhammad Yasir, S.Pd., M.M., bersama istri, Fachrunnisa Rangkuti, SE, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kota Jambi.

Ucapan tersebut disampaikan dengan nuansa religius sekaligus ajakan untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali ke fitrah setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah, kita telah melewati madrasah Ramadan. Di hari yang fitri ini, saya bersama keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Yasir.

Ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang terbentuk selama Ramadan seperti keikhlasan, kesucian jiwa, dan empati harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Spirit Idul Fitri adalah kepedulian. Ketika kita kembali suci, maka akan lahir kepekaan sosial, semangat berbagi, dan komitmen menghadirkan kebaikan bagi sesama,” tambahnya.

Yasir juga mengajak masyarakat Kota Jambi untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta menjadikan Idul Fitri sebagai energi moral dalam membangun daerah yang harmonis dan sejahtera.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita insan yang lebih bertakwa serta bermanfaat bagi banyak orang,” tutupnya.(*)




Dari Istana Kadriah, Awal Mula Kota Pontianak Dimulai

SEPUCUKJAMBI.ID – Istana Kadriah menjadi salah satu ikon sejarah penting di Pontianak yang menyimpan kisah awal berdirinya kota tersebut.

Bangunan ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak, sekaligus titik awal berkembangnya Pontianak sebagai kota perdagangan yang strategis di Kalimantan Barat.

Istana Kadriah dibangun pada akhir abad ke-18 oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Ia memilih lokasi di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak karena dinilai strategis untuk aktivitas perdagangan dan pelayaran.

Dari kawasan inilah cikal bakal Kota Pontianak mulai tumbuh dan berkembang hingga menjadi ibu kota provinsi seperti saat ini.

Istana ini memiliki ciri khas arsitektur Melayu dengan dominasi warna kuning yang melambangkan kebesaran dan kehormatan kerajaan.

Struktur bangunan berupa rumah panggung berbahan kayu, menyesuaikan kondisi lingkungan tepian sungai. Meski terlihat sederhana, nilai historis dan filosofinya sangat kuat.

Di dalam istana, pengunjung dapat menemukan berbagai peninggalan Kesultanan Pontianak, mulai dari singgasana raja, pakaian adat, hingga senjata tradisional.

Nuansa ruangan yang masih terjaga membuat pengunjung seolah diajak kembali ke masa kejayaan kerajaan Melayu di wilayah tersebut.

Keunikan lain Istana Kadriah adalah lokasinya yang berada di tepi Sungai Kapuas, yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia.

Letak ini menunjukkan betapa pentingnya jalur air sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Hingga kini, suasana kawasan sekitar masih mempertahankan karakter kota tepian sungai.

Tak jauh dari istana berdiri Masjid Jami Pontianak, masjid tua yang juga dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman.

Kedekatan lokasi keduanya mencerminkan hubungan erat antara pemerintahan dan kehidupan religius masyarakat pada masa Kesultanan Pontianak.

Saat ini, Istana Kadriah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.

Selain menikmati keindahan arsitektur, pengunjung juga bisa belajar tentang asal-usul Pontianak dan peran penting Kesultanan Melayu dalam membentuk identitas daerah.(*)




Poliklinik Tutup 7 Hari, IGD RSUD Sarolangun Tetap Buka 24 Jam di Momen Mudik Lebaran

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain melakukan penyesuaian jadwal pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur rumah sakit, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa layanan poliklinik atau rawat jalan akan ditutup sementara selama periode libur Lebaran.

Penutupan layanan poliklinik dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret 2026. Layanan tersebut akan kembali dibuka dan beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional selama masa libur Hari Raya Idulfitri.

Meski layanan rawat jalan ditutup sementara, pihak rumah sakit memastikan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

Layanan ini disiapkan untuk menangani kondisi darurat sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis kapan pun dibutuhkan.

Manajemen rumah sakit mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal kunjungan layanan kesehatan selama periode libur Lebaran.

Selain itu, pihak RSUD juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

Momentum Lebaran diharapkan tetap berjalan dengan aman dan sehat, dengan dukungan layanan kesehatan yang tetap siaga untuk kondisi darurat.(*)




Pos Mudik Sarolangun Siap 24 Jam, Ini Imbauan Penting untuk Pemudik

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Sarolangun, Hurmin bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika turun langsung meninjau sejumlah Pos Pengamanan (Pos PAM) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) arus mudik Lebaran, Rabu (17/3/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sarolangun Wendi Oktariansyah serta Ketua TP PKK Sarolangun Risha Fitria, bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Bupati Hurmin menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pelayanan kepada para pemudik berjalan dengan baik.

Ia memastikan petugas di lapangan siap memberikan pelayanan maksimal selama arus mudik berlangsung.

“Pelayanan di Pos PAM dan Pos Yan berjalan lancar. Kami optimistis seluruh petugas mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman kepada petugas yang berjaga.

Bantuan tersebut meliputi minuman, makanan ringan, telur, hingga mie instan untuk menunjang kebutuhan petugas, terutama saat bertugas di malam hari.

Menurut Bupati, para petugas bekerja selama 24 jam penuh sehingga perlu mendapat perhatian agar tetap optimal dalam menjalankan tugas.

Terkait kondisi lalu lintas, Bupati menyebutkan bahwa terjadi peningkatan volume kendaraan menjelang Lebaran. Namun, situasinya masih relatif aman dan lancar.

“Memang ada peningkatan, tetapi tidak signifikan. Secara umum arus lalu lintas masih terkendali,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Bupati bersama Kapolres mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan mudik.

Warga juga disarankan menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat apabila tidak digunakan selama perjalanan mudik.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi tindak kejahatan selama momen Lebaran.(*)




Musrenbang 2026 Tanjab Barat: Ekonomi Tertinggi, Tapi Anggaran Minus Rp2 Triliun

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di ruang rapat bupati, Selasa (17/02).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Katamso yang menyoroti capaian positif ekonomi daerah sekaligus tantangan besar dalam perencanaan pembangunan ke depan.

Dalam sambutannya, Katamso mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tanjung Jabung Barat mencapai 5,28 persen, melampaui target 4,99 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ini menjadikan Tanjung Jabung Barat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Jambi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tetap realistis dalam menyusun program pembangunan.

Total usulan pembangunan dalam Musrenbang mencapai Rp3,1 triliun, yang terdiri dari 229 program dan 425 kegiatan. Namun, kemampuan riil keuangan daerah hanya sekitar Rp1,1 triliun.

Artinya, terdapat selisih anggaran sekitar Rp2 triliun yang belum dapat dipenuhi.

Wakil bupati menegaskan pentingnya prioritas pada program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan, serta pendidikan.

Untuk menutup kekurangan anggaran, pemerintah daerah didorong memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya melalui optimalisasi dana Transfer ke Daerah (TKD).

Langkah ini dinilai penting di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis serta fluktuasi harga minyak dunia.

Musrenbang kali ini juga menyoroti dua isu strategis, yaitu pengelolaan lingkungan dan peningkatan partisipasi pemuda.

Pemkab berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari metode open dumping menjadi sanitary landfill, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, partisipasi generasi muda diperkuat melalui ruang aspirasi yang difasilitasi oleh Bapperida, dan hasilnya akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan.

Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) agar lebih selaras dengan prioritas pembangunan.

Selain itu, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi daerah.

Katamso menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke desa. Ia berharap setiap desa dapat merasakan hasil nyata dari program pemerintah.

Musrenbang RKPD 2026 ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sejumlah pejabat hadir langsung dan lainnya mengikuti secara daring.(*)




TP PKK Tanjab Barat Ringankan Beban Warga Lewat Pasar Murah

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini berlangsung di depan Kantor TP PKK di wilayah Tanjung Jabung Barat, Rabu (18/03), dan mendapat sambutan antusias dari warga yang sejak pagi sudah memadati lokasi.

Pasar murah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK, Fadhilah Sadat, serta dihadiri Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog.

Harga Lebih Murah dari Pasaran

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, di antaranya:

  • Beras 5 kg: Rp58.000

  • Minyak goreng: Rp15.500/liter

  • Bawang merah: Rp16.000

  • Bawang putih: Rp15.000

  • Telur ayam: Rp16.000/10 butir

  • Daging ayam: Rp40.000/kg

  • Ikan lele: Rp18.000/kg

Kondisi ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, terutama menjelang Lebaran yang biasanya diikuti kenaikan harga bahan pangan.

Bentuk Kepedulian untuk Masyarakat

Ketua TP PKK, Fadhilah Sadat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, meningkatnya permintaan jelang Idulfitri kerap memicu kenaikan harga bahkan kelangkaan sejumlah komoditas.

Oleh karena itu, kolaborasi antara TP PKK, pemerintah daerah, dan Bulog menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan.

Ia juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan.

Antusiasme Warga Tinggi

Sejak pagi hari, warga terlihat memadati lokasi pasar murah. Banyak di antaranya memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih hemat.

Selain membantu secara ekonomi, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Ketua TP PKK turut menyampaikan ucapan menyambut Idulfitri kepada masyarakat, sekaligus berharap momentum Lebaran dapat mempererat kebersamaan dan silaturahmi.(*)




Jangan Nekat! Ini Tips Aman Mudik Pakai Sepeda Motor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti masyarakat untuk kembali ke kampung halaman.

Di Jambi, banyak pemudik memilih sepeda motor sebagai moda transportasi karena dinilai lebih praktis dan efisien.

Namun, perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor bukan tanpa risiko.

Kepadatan lalu lintas, kondisi cuaca yang berubah-ubah, hingga kelelahan saat berkendara menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman hingga sampai tujuan, ada beberapa tips safety riding yang penting untuk diperhatikan para pemudik.

Rencanakan Perjalanan dengan Matang

Sebelum berangkat, pastikan rute perjalanan sudah direncanakan dengan baik.

Cari informasi terbaru mengenai kondisi jalan, titik SPBU, rest area, hingga posko mudik.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui wilayah rawan kemacetan atau tindak kejahatan, serta menyimpan nomor darurat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Pastikan Kondisi Motor Prima

Pemeriksaan kendaraan menjadi hal wajib sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pastikan seluruh sistem penerangan seperti lampu utama, lampu rem, dan lampu sein berfungsi dengan baik.

Ganti oli mesin agar performa tetap optimal, serta cek kondisi rem dan ban.

Ban yang sudah aus sangat berisiko, terutama saat melewati jalan basah atau licin.

Perhatikan Penumpang dan Barang

Saat mudik menggunakan sepeda motor, jumlah penumpang maksimal hanya satu orang.

Pastikan pengendara dan penumpang menggunakan perlengkapan lengkap seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu.

Hindari membawa barang berlebihan. Muatan yang terlalu banyak atau tidak seimbang bisa mengganggu kestabilan motor dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Tetap Fokus dan Waspada

Kondisi jalan saat musim mudik cenderung padat. Oleh karena itu, pengendara harus tetap fokus dan menjaga konsentrasi selama perjalanan.

Selalu perhatikan kondisi di depan dan sekitar, serta jaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk menghindari potensi bahaya.(*)