Cara Daftar Magang Hub Kemnaker Batch 3, Terbuka untuk Lulusan D3–S1

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Magang Nasional Batch 3 pada Desember 2025.

Program ini ditujukan bagi fresh graduate untuk memberikan pengalaman kerja nyata, memperluas jaringan profesional, serta menjembatani kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

Peluncuran Batch 3 dilakukan setelah capaian peserta Batch 1 dan 2 baru mencapai sekitar 62.000 orang, atau masih kurang dari target nasional 100.000 peserta.

Pemerintah berharap batch terbaru dapat menyerap lebih banyak lulusan dari seluruh daerah Indonesia.

Tahapan pendaftaran dibagi dua kelompok. Pendaftaran mitra penyelenggara perusahaan maupun instansi pemerintah dibuka lebih dulu pada 24 November–3 Desember 2025.

Sementara itu, pendaftaran peserta magang dibuka pada 4–7 Desember 2025 melalui portal resmi MagangHub Kemnaker.

Proses seleksi berlangsung efektif, dengan pengumuman hasil pada 8–11 Desember, dan program magang dijadwalkan mulai 16 Desember 2025.

Masa magang berlangsung hingga pertengahan 2026, sesuai kebijakan masing-masing mitra.

Program Magang Nasional Batch 3 terbuka untuk lulusan D3 dan S1 dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia dan berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar.

Pada batch ini, Kemnaker menegaskan program bersifat inklusif, membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi.

Melalui program ini, Kemnaker mendorong lebih banyak perusahaan swasta dan instansi pemerintah menjadi mitra penyelenggara.

Sehingga semakin banyak lulusan bisa mendapatkan pengalaman profesional yang relevan dengan dunia kerja.

Pemerintah menilai program magang nasional berperan penting dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kompetisi kerja.

Selain memperoleh keterampilan praktis, peserta magang juga berkesempatan membangun jejaring industri yang dapat menunjang karier masa depan.

Dengan cakupan nasional, program ini dirancang agar berdampak pada lulusan dari berbagai wilayah, termasuk daerah yang minim akses kesempatan kerja.

Bagi para lulusan baru yang ingin memperkuat CV dan meningkatkan peluang diterima kerja, Magang Kemnaker Batch 3 menjadi kesempatan yang layak dipertimbangkan.

Calon peserta disarankan menyiapkan dokumen seperti ijazah, identitas diri, serta membuat akun di portal SIAPKerja sebelum melakukan pendaftaran.(*)




Candi Prambanan, Destinasi Wajib saat Liburan ke Yogyakarta

SEPUCUKJAMBI.ID – Candi Prambanan kembali menjadi sorotan sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Indonesia.

Terletak di perbatasan Sleman, Klaten, dan Yogyakarta, kompleks candi abad ke-9 ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya dan dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk tiga dewa utama Hindu: Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Awalnya Prambanan diperkirakan memiliki sekitar 240 bangunan, namun kini sekitar 200 candi masih berdiri dan telah melalui proses pemugaran panjang.

Ikon utamanya, Candi Siwa, menjulang setinggi 47 meter dan dikelilingi bangunan Brahma dan Wisnu.

Relief-relief epik Ramayana menghiasi dinding-dindingnya, menghadirkan kisah kepahlawanan dan kehidupan dewa-dewa dalam bentuk ukiran yang detail dan terjaga.

Selain keindahan arsitektur, kompleks Prambanan dikenal dengan tata letak simetris yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu.

Meski mengalami kerusakan akibat gempa dan aktivitas vulkanik pada masa lalu, restorasi intensif membuat situs ini tetap berdiri megah sebagai destinasi wisata sejarah utama di Indonesia.

Data kunjungan terbaru menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap warisan budaya ini.

Pada libur panjang Januari 2025, sebanyak 88.762 wisatawan tercatat mengunjungi Prambanan, didominasi pelancong domestik, disusul ribuan wisatawan mancanegara. Tren ini menunjukkan bahwa candi tetap menjadi magnet wisata budaya di Yogyakarta.

Candi Prambanan juga terkenal dengan Ramayana Ballet, pertunjukan seni yang digelar malam hari dengan latar kemegahan candi yang diterangi cahaya.

Tarian, musik gamelan, dan alur cerita Ramayana menjadikan pengalaman menonton semakin dramatis, membawa penonton serasa kembali ke era kerajaan Hindu.

Tak hanya menawarkan wisata sejarah, pengelola juga rutin mengadakan kegiatan budaya kontemporer seperti festival seni, pasar kreatif, hingga workshop budaya.

Pengunjung dapat menikmati perpaduan edukasi, hiburan, dan pengalaman budaya sekaligus.

Sebagai warisan dunia UNESCO, Prambanan bukan sekadar lokasi foto ikonik, tetapi ruang hidup yang mempertemukan sejarah, seni, dan spiritualitas.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Prambanan tetap menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan.(*)




Maulana Buka MTQ ke-55, Kota Jambi Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Syiar Islam terbesar di Kota Jambi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tahun 2025, resmi dibuka pada Sabtu malam (29/11/2025) di Lapangan Bola RT 05 Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan.

Pembukaan dilakukan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota sekaligus Ketua LPTQ Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

MTQ ke-55 ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an dan membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

Program ini sekaligus mendukung visi Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera) di bawah kepemimpinan Maulana–Diza.

Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 29 November hingga 3 Desember 2025. Sebanyak 619 kafilah dari 11 kecamatan mengikuti 13 cabang lomba untuk memperebutkan piala bergilir.

Selain itu, Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., juga membuka kegiatan lomba bazar yang menampilkan UMKM dan produk khas daerah.

Acara pembukaan diawali defile kafilah dengan mengusung tema: “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-55 Tingkat Kota Jambi Kita Bangun Generasi Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Kota Jambi Bahagia.”

Pembukaan ditandai penempelan telapak tangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada perangkat digital sebagai simbol era MTQ modern yang memanfaatkan teknologi. Dilanjutkan dengan prosesi penaikan bendera MTQ.

Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan penampilan qori dan qoriah terbaik. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Sekda A. Ridwan, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh adat, organisasi keagamaan, dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa bangga atas semangat para peserta.
“Antusias masyarakat dan kafilah dari seluruh kecamatan menunjukkan kuatnya semangat bermusyabaqah,” ujarnya.

Maulana menegaskan bahwa MTQ tahun ini menjadi momentum penting mengingat pada 2026 Kota Jambi menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jambi.

“Kita sudah empat kali berturut-turut menjadi juara umum. Insya Allah, saat menjadi tuan rumah nanti prestasi tersebut dapat dipertahankan,” katanya.

Ia menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi sarana menumbuhkan kecintaan masyarakat pada nilai-nilai Qur’ani.

“MTQ adalah ruang untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Diza juga berharap penyelenggaraan MTQ tingkat kota dapat menjadi modal kuat menuju MTQ tingkat provinsi tahun depan.

“Semangat kafilah menjadi modal penting, bukan hanya untuk hasil terbaik, tetapi juga keberhasilan pelaksanaan,” ujarnya.

Usai pembukaan, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan tamu undangan meninjau 11 stan bazar kecamatan yang menampilkan UMKM, kuliner Jambi, batik, dan kerajinan. Setiap stan mengusung desain bertema masjid sesuai semangat syiar MTQ.

Pemkot Jambi berharap MTQ ke-55 tingkat Kota Jambi berjalan lancar dan melahirkan qori dan qoriah terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.(*)




Festival Olahraga KORMI Jambi 2025, Street Soccer Jadi Sorotan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perkumpulan Street Soccer Indonesia (PERSSOCI) Provinsi Jambi sukses menggelar event perdana pada Festival Olahraga Petualangan dan Tantangan yang diselenggarakan KORMI Provinsi Jambi pada 28–30 November 2025 di Hutan Pinus, Paal X, Kota Jambi.

Pada gelaran ini, PERSSOCI Jambi menampilkan sejumlah pertandingan street soccer yang berlangsung seru dan kompetitif.

Street soccer sendiri merupakan varian sepak bola yang dimainkan di ruang publik seperti jalan, taman, hingga lapangan terbuka, dan kini mulai digemari berbagai kalangan.

PERSSOCI menjadi salah satu induk organisasi yang berpartisipasi dalam festival olahraga tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH., MH., yang menekankan pentingnya keikutsertaan PERSSOCI dalam membangun minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus mempromosikan Jambi sebagai destinasi sport tourism.

“Meski tergolong baru, olahraga petualangan dan tantangan sangat diminati masyarakat. Festival ini juga menjadi ruang silaturahmi serta langkah strategis untuk menjaring atlet berbakat dari Provinsi Jambi. Melalui ajang seperti ini, generasi muda dapat mengekspresikan kemampuan, menjaga sportivitas, dan melatih kerja sama tim,” ujar Sekda Sudirman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KORMI Provinsi Jambi atas dukungan dalam memajukan olahraga masyarakat.

Menurutnya, Pemprov Jambi berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KORMI Provinsi Jambi, Edi Purwanto, menambahkan bahwa olahraga petualangan bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap Indonesia.

“Lomba ini bukan sekadar mengejar medali. Lebih dari itu, bagaimana kita sehat, bugar, bergembira, dan mengubah energi negatif menjadi energi positif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PERSSOCI Jambi, Mahda Shahab, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki misi besar untuk memperluas pembinaan street soccer ke seluruh kabupaten/kota.

Menurutnya, olahraga ini sangat cocok bagi generasi muda sebagai sarana berekspresi dan menjauhkan diri dari aktivitas negatif.

“PERSSOCI baru terbentuk di Jambi dan kami akan terus mendorong pembentukan pengurus di seluruh daerah. Ajang ini membuka ruang bagi anak muda untuk menunjukkan bakat sekaligus belajar menjunjung sportivitas,” jelasnya.

Mahda juga berterima kasih kepada panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang mendukung suksesnya kegiatan.

Ia menilai festival ini menjadi modal penting dalam pengembangan olahraga masyarakat yang kini semakin diminati.(*)




Walikota Maulana Apresiasi Pokja Kampung Bahagia, Target Selesai 100 Persen di 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Program Kampung Bahagia menjadi salah satu dari sebelas program prioritas Pemerintah Kota Jambi untuk periode 2025–2029.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui dukungan pendanaan hingga Rp100 juta per RT.

Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur lingkungan, sanitasi, ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kelembagaan RT.

Maulana menjelaskan bahwa, Program Kampung Bahagia hadir sebagai upaya membangun relasi sosial yang lebih kuat serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong di masyarakat.

Setiap kegiatan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing RT, sehingga keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.

Pelaksanaan program tetap mengacu pada skala prioritas dan regulasi yang tertuang dalam Perwal Nomor 18 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan melalui Perwal Nomor 36 Tahun 2025.

Program ini mulai diimplementasikan pada 2025 sebagai pilot project di 67 RT di Kota Jambi.

Menurut Maulana, anggaran untuk seluruh RT telah dicairkan 100 persen, sementara realisasi kegiatan mencapai sekitar 90 persen. Ia optimistis seluruh program dapat tuntas sebelum akhir 2025.

Pada kegiatan yang dirangkaikan dengan Senam Jantung Sehat, Pemkot Jambi turut menyerahkan berbagai perlengkapan olahraga untuk masyarakat.

Maulana menyebut penyediaan fasilitas komunal tersebut sejalan dengan misi Kampung Bahagia dalam memperkuat kohesi sosial dan ruang interaksi warga.

“Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan kembali modal sosial masyarakat seperti gotong royong dan solidaritas,” ujarnya.

Maulana mengajak warga memanfaatkan Program Kampung Bahagia sebagai ruang penyelesaian persoalan lingkungan dan sosial di tingkat akar rumput.

Ia berharap program tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan berdaya.

Salah satu contoh keberhasilan program terlihat di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia di RT tersebut dinilai berjalan sesuai harapan, terutama karena seluruh tahapan mulai dari proses Urun Rembug dilaksanakan dengan baik.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” kata Maulana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Maulana memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang berperan menyukseskan kegiatan ini.(*)




Fraksi PAN Puji Program 100 Juta per RT, Naim: Pembangunan di RT 09 Dianggap Paling Berhasil

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PAN, Naim mengapresiasi penuh Program Kampung Bahagia yang mengalokasikan Rp100 juta per RT.

Ia menilai program tersebut terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan, dana tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas.

Seperti lapangan futsal yang juga difungsikan untuk voli, fasilitas tenis meja, pembangunan drainase terbuka dan tertutup, jalan cor, serta infrastruktur lingkungan lainnya.

Menurutnya, pembangunan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Naim menyampaikan bahwa, Program Kampung Bahagia mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan aktivitas sosial masyarakat.

Ia berharap program ini terus diperkuat agar pemerataan pembangunan di tingkat RT semakin optimal.

Sementara itu, ia juga menilai kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia RT 09 merupakan contoh sukses penerapan program.

Mulai dari tahapan Urun Rembug, seluruh proses berjalan sesuai harapan dan melibatkan partisipasi aktif warga.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Naim menegaskan, keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Ia memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, serta seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan program tersebut.(*)




3 Jam Sehari di Medsos, Mengapa Dumb Scrolling Berbahaya? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Di era digital saat ini, hampir semua orang pernah mengatakan, “Buka medsos sebentar saja,” lalu tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam menggeser layar tanpa tujuan jelas.

Kebiasaan ini dikenal sebagai dumb scrolling, atau aktivitas scroll pasif yang dilakukan tanpa fokus, dan belakangan menjadi fenomena yang banyak dibahas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Data terbaru mencatat ada 191,4 juta pengguna media sosial aktif, atau sekitar 68,9 persen dari total populasi

Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial mencapai 3 jam 17 menit per hari, sementara sebagian besar pengguna mengaku menghabiskan 1–3 jam per hari hanya untuk scroll konten.

Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi media digital telah menjadi rutinitas harian yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern.

Walaupun tampak sebagai aktivitas santai, dumb scrolling memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan psikologis.

Berbagai penelitian mengungkap bahwa konsumsi media sosial secara pasif dapat memicu:

  • Stres dan kecemasan meningkat

  • Rasa kurang percaya diri, akibat perbandingan sosial yang berlebihan

  • FOMO (fear of missing out)

  • Perasaan tidak puas terhadap diri sendiri

Scroll tanpa tujuan membuat otak terus menerima informasi secara berlebihan.

Ketika dilakukan menjelang waktu tidur, paparan cahaya layar dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh beristirahat, sehingga tidur terganggu dan pikiran tetap aktif meski tubuh sedang lelah.

Dumb scrolling sering disebut sebagai pencuri waktu paling halus.

Aktivitas ringan yang sekilas hanya memakan beberapa menit ternyata mudah berubah menjadi satu jam atau lebih tanpa disadari.

Waktu tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk:

  • belajar atau membaca,

  • mengerjakan pekerjaan pribadi,

  • menulis atau berlatih skill,

  • melakukan kegiatan fisik, atau

  • beristirahat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengurangi fokus dan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas penting, sehingga produktivitas harian menurun.

Meski memiliki dampak negatif, media sosial tetap menawarkan banyak manfaat: memperkuat hubungan sosial, memperoleh informasi terbaru, hiburan, hingga inspirasi untuk berkarya.

Kuncinya adalah cara penggunaan.

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi dumb scrolling:

  • membuka media sosial dengan tujuan yang jelas,

  • mengatur durasi pemakaian harian,

  • menjadwalkan jeda digital,

  • menggunakan fitur screen time atau pengingat waktu,

  • mematikan notifikasi yang tidak penting,

  • mencoba digital detox berkala.

Upaya sederhana ini terbukti mampu meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Media sosial bukan musuh. Dumb scrolling pun tidak selalu buruk bila dilakukan sesekali sebagai hiburan.

Namun, saat kebiasaan ini mengganggu emosi, tidur, produktivitas, atau relasi sosial, saat itulah kontrol harus diperketat.

Dengan kesadaran diri dan pengelolaan waktu yang tepat, kita tetap bisa menikmati media sosial tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kualitas hidup. Dumb scrolling boleh, asal tetap terkendali.(*)




Setelah Dikritik, Oxford Revisi Unggahan dan Cantumkan Peneliti Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah menuai kritik luas dari masyarakat Indonesia dan komunitas ilmiah, University of Oxford akhirnya merevisi unggahan resminya terkait laporan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii, salah satu spesies Rafflesia langka yang ditemukan di hutan hujan Sumatera.

Revisi dilakukan pada 28 November 2025, atau empat hari setelah unggahan awal yang dianggap mengabaikan peran peneliti dan pemandu lapangan asal Indonesia.

Unggahan Oxford pada 24 November 2025 hanya menyebut nama Chris Thorogood sebagai representasi tim ekspedisi yang mendokumentasikan mekarnya Rafflesia hasseltii.

Namun, tokoh yang berperan penting dalam ekspedisi tersebut, seperti Septian Andriki (Deki) dan pemandu lokal Iswandi, tidak dicantumkan sama sekali.

Penghilangan tersebut memicu protes keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta tokoh publik seperti Anies Baswedan yang menegaskan pentingnya pengakuan terhadap ilmuwan Indonesia.

“Peneliti lokal yang berperan besar harus diakui. Tanpa mereka, penemuan ini tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

Kritik ini segera menjadi sorotan nasional karena dianggap mencerminkan persoalan lama dalam riset internasional yang kerap mengabaikan kontribusi lokal terutama ketika penelitian dilakukan di negara dengan tingkat biodiversitas tinggi seperti Indonesia.

Merespons kritik tersebut, University of Oxford memperbarui unggahan mereka pada 28 November 2025.

Dalam versi terbaru, Oxford mencantumkan secara lengkap nama-nama peneliti dan pemandu lokal yang berperan dalam ekspedisi, termasuk:

  • Septian Andriki (Deki) – Pemandu lokal dan peneliti lapangan

  • Iswandi – Pemandu lapangan

  • Joko Ridho Witono (BRIN) – Peneliti utama biodiversitas Indonesia

  • Akademisi dari Universitas Bengkulu yang turut mengonfirmasi temuan lapangan

“Penemuan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, termasuk rekan-rekan Indonesia yang berada di lapangan,” sebut Chris Thorogood dalam pernyataannya.

Rafflesia hasseltii yang mekar tersebut ditemukan pada 18 November 2025 di kawasan hutan hujan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Bunga parasit raksasa ini dikenal sangat sulit ditemukan dalam kondisi mekar, membuat temuan kali ini menjadi peristiwa ilmiah yang menarik perhatian global.

“Melihat bunga ini mekar adalah pengalaman yang tidak bisa digambarkan. Bertahun-tahun pencarian akhirnya terbayar,” kata Septian Andriki, pemandu lokal.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa publikasi ilmiah internasional yang sedang disiapkan terkait temuan ini akan mencantumkan peneliti Indonesia sebagai penulis utama, sekaligus menggarisbawahi kredibilitas dan kontribusi ilmiah mereka.

Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk koreksi penting untuk menghindari dominasi narasi dari satu institusi.

Kontroversi yang sempat muncul ini mengingatkan bahwa kerja sama ilmiah global harus dijalankan secara transparan dan adil.

Pengakuan terhadap peran peneliti lokal sangat penting, terutama pada riset lapangan yang melibatkan risiko tinggi, pengetahuan ekologi lokal, serta tahun-tahun upaya penelitian.

Revisi yang dilakukan Oxford dipandang sebagai langkah positif yang memperbaiki hubungan kolaboratif sekaligus mengakui bahwa penemuan biodiversitas Indonesia adalah hasil kerja kolektif, bukan semata kontribusi pihak luar.

Peristiwa ini juga menyoroti kekayaan hayati Indonesia dan besarnya potensi riset yang masih dapat ditemukan di hutan tropis Nusantara.(*)




Kuota Haji Jambi 2026 Naik Jadi 3.276 Orang, Calon Jemaah Diminta Segera Urus Paspor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi mengumumkan adanya peningkatan kuota haji untuk tahun 2026.

Jumlah kuota yang sebelumnya hanya 2.909 jemaah kini bertambah signifikan menjadi 3.276 jemaah, memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat Jambi untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi tahap kedua untuk memastikan nama-nama calon jemaah yang masuk dalam kuota terbaru.

“Proses ini dilakukan karena adanya peningkatan kuota jemaah haji Provinsi Jambi dari 2.909 menjadi 3.276 orang,” kata dia.

“Daftar nama belum diterbitkan, tetapi dari kuota yang tersedia sudah dapat diperkirakan siapa saja jemaah yang berangkat,” ujarnya.

Calon jemaah yang diproyeksikan masuk daftar keberangkatan sudah diminta untuk segera membuat paspor.

Pembuatan paspor dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas demi memastikan keakuratan dokumen.

“Kita sudah meminta calon jemaah untuk membuat paspor didampingi petugas, agar tidak ada kesalahan data,” jelas Wahyudi.

Selain itu, proses rekam bio visa yang menjadi syarat utama keberangkatan juga telah berjalan di seluruh kabupaten/kota dan kini mencapai sekitar 75 persen.

Tahapan penting lainnya adalah istithoah kesehatan, yaitu pemeriksaan medis yang wajib dipenuhi jemaah sebelum melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat ketatnya aturan Pemerintah Arab Saudi terkait kesehatan fisik jemaah.

“Pemeriksaan kesehatan menjadi aspek penting. Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dan segera melengkapi dokumen kesehatan,” tegasnya.

Dengan tambahan kuota dan serangkaian tahapan yang masih berlangsung, Kanwil Kemenag Jambi berharap seluruh proses bisa diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur.

“Kami berharap semua tahapan dapat diselesaikan dengan baik agar keberangkatan jemaah asal Jambi tahun 2026 berlangsung lancar dan aman,” kata Wahyudi.

Peningkatan kuota ini diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat Jambi yang telah lama menunggu giliran keberangkatan haji, sekaligus mendorong percepatan pelayanan administrasi dan kesehatan bagi seluruh calon jemaah.(*)




Petugas KAI Dituding Ambil Tumbler, Begini Penyelesaian Akhirnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Insiden hilangnya sebuah tumbler milik penumpang di dalam KRL Commuter Line kembali menjadi contoh bagaimana persoalan kecil dapat berkembang menjadi kegaduhan besar di media sosial.

Kasus ini melibatkan seorang penumpang, Anita Dewi, serta petugas KAI, Argi Budiansyah, yang sempat ramai diperbincangkan warganet sejak akhir November 2025.

Berawal dari Cooler Bag Tertinggal di KRL

Peristiwa dimulai ketika Anita tanpa sengaja meninggalkan cooler bag miliknya di salah satu gerbong KRL.

Petugas KAI, Argi Budiansyah, kemudian menemukan dan menyerahkannya kembali melalui prosedur temuan barang.

Namun, ketika cooler bag tersebut diterima kembali, Anita mengaku bahwa tumbler di dalamnya sudah tidak ada.

Merasa dirugikan, Anita mengunggah keluhannya melalui media sosial, secara langsung menyebut nama Argi sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Unggahan tersebut segera viral, memicu pro-kontra di kalangan pengguna media sosial dan menjadikan nama Argi trending selama beberapa hari.

Setelah unggahan tersebut ramai, muncul rumor bahwa Argi akan diberhentikan dari jabatannya.

Banyak warganet memberikan dukungan moral kepada Argi, menyebut bahwa tuduhan tanpa bukti dapat merugikan pekerja lapangan yang hanya menjalankan tugas.

“Tidak ada pemecatan yang dilakukan. Argi hanya ‘lepas dinas’ sementara proses klarifikasi berlangsung sesuai prosedur internal kami,” tegas Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo.

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran publik dan menegaskan bahwa KAI tidak mengambil keputusan sepihak tanpa investigasi menyeluruh.

Untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, KAI memfasilitasi proses mediasi antara Anita Dewi dan suaminya, Alvin Harris, serta Argi Budiansyah.

Mediasi dilakukan pada 27 November 2025 di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Anita dan Alvin menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Kami minta maaf atas narasi yang kami sebarkan sebelumnya. Saya tidak bermaksud menimbulkan masalah bagi Pak Argi,” ujar Anita.

“Kami mengakui kekeliruan kami. Semoga ke depan semua pihak lebih berhati-hati,” tambah Alvin.

Argi menerima permintaan maaf tersebut dan menyampaikan bahwa, ia tetap menjalankan tugas seperti biasa.

“Saya menerima permintaan maaf mereka, dan isu pemecatan itu tidak benar,” kata dia.

KAI juga mengingatkan penumpang untuk selalu memperhatikan barang pribadi dan memanfaatkan layanan lost and found jika kehilangan barang.

Perusahaan menegaskan kembali bahwa seluruh prosedur kepegawaian tetap mengikuti aturan yang berlaku, bukan berdasarkan tekanan publik.

“Kami berkomitmen melindungi pegawai dan melayani penumpang sebaik mungkin. Tidak ada pemecatan spontan. Semua melalui proses,” kata Didiek Hartantyo.

Insiden ini menunjukkan bagaimana kesalahpahaman sederhana dapat berkembang besar akibat narasi di media sosial.

Namun, penyelesaian melalui mediasi membuktikan pentingnya komunikasi langsung dan mekanisme klarifikasi sebelum membuat tuduhan publik.

Drama tumbler yang sempat menyita perhatian ini kini berakhir dengan perdamaian, klarifikasi terbuka, dan kembalinya Argi menjalankan tugasnya sebagai petugas KAI.(*)