Biaya Politik Tinggi, Prabowo Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung menjadi dipilih oleh DPRD kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan dukungannya.

Gagasan ini pertama kali disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada peringatan HUT ke-61 Golkar, 5 Desember 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menilai bahwa biaya politik dalam pilkada langsung kini terlalu tinggi, baik bagi negara maupun kandidat.

Menurutnya, diperlukan sistem yang lebih efisien serta mampu menekan praktik politik uang.

“Demokrasi harus mengurangi terlalu banyak permainan uang. Kita harus menekan ongkos politik agar tidak hanya orang berduit yang bisa berkompetisi. Politik yang mahal ini adalah sumber korupsi yang sangat besar,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa sejumlah negara demokratis menerapkan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui parlemen daerah.

Karena itu, menurutnya, pelimpahan mandat kepada DPRD untuk memilih gubernur, bupati, atau wali kota bukanlah hal baru.

Jika rakyat sudah memilih DPRD, maka DPRD dapat diberi kewenangan untuk memilih kepala daerah demi efisiensi pemilu.

Di sisi lain, PDIP menyatakan belum mengambil sikap resmi. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa perubahan sistem pemilu tidak boleh dilakukan tanpa kajian mendalam.

Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek konstitusional serta suara masyarakat sebelum mengambil keputusan.

Namun, penolakan muncul dari kelompok masyarakat sipil dan beberapa partai politik. Mereka menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD berpotensi mengurangi ruang partisipasi rakyat dalam demokrasi.

Kritikus menyebutnya sebagai langkah mundur dari agenda reformasi yang menempatkan pemilihan langsung sebagai pilar partisipasi publik.

Sejumlah pengamat juga memperingatkan bahwa meski biaya politik mungkin menurun, politik uang tidak otomatis hilang.

Mereka memperkirakan dinamika lobi dan transaksi politik justru bisa semakin terkonsentrasi di ruang tertutup DPRD.

Meski muncul pro dan kontra, wacana perubahan sistem pilkada ini terus bergulir dan menjadi sorotan publik.

Keputusan akhir kini berada di tangan pemerintah dan parlemen, apakah Indonesia akan mempertahankan sistem pemilihan langsung atau kembali ke pola pemilihan melalui DPRD seperti sebelum era reformasi.(*)




Pesona Kota Tua Jakarta: Dari Museum Fatahillah hingga Pelabuhan Sunda Kelapa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Tua Jakarta merupakan pusat sejarah ibu kota yang menyimpan jejak panjang perkembangan Batavia sejak era kolonial Belanda.

Berlokasi dekat kawasan penjara lama dan Pelabuhan Sunda Kelapa, area ini kini menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Saat memasuki kawasan ini, pengunjung disambut deretan bangunan kolonial bergaya Eropa yang masih berdiri megah di sepanjang jalan berbatu.

Di tengah hiruk pikuk Jakarta modern, Kota Tua terasa seperti mesin waktu yang mengajak siapa pun kembali ke masa kejayaan Batavia. Museum, galeri seni, dan kafe bersejarah menjadikan kawasan ini semakin memesona.

Salah satu landmark terpenting adalah Museum Fatahillah, bekas Balai Kota Batavia yang kini menyimpan koleksi sejarah Jakarta.

Di dalamnya terdapat artefak kolonial, peta kuno, lukisan, hingga benda peninggalan berabad-abad yang menggambarkan kehidupan masyarakat Batavia pada abad ke-17 hingga ke-19.

Area alun-alun di depan museum juga menjadi pusat aktivitas, mulai dari pertunjukan seni jalanan hingga pameran budaya.

Tak jauh dari sana, Pelabuhan Sunda Kelapa menawarkan nuansa sejarah maritim Jakarta. Kapal-kapal pinisi tradisional yang berlabuh memberikan pengalaman visual yang unik.

Wisatawan dapat menyaksikan aktivitas bongkar muat, memahami perjalanan perdagangan laut masa lampau, atau sekadar menikmati suasana dengan latar kapal kayu berwarna-warni.

Meski sarat sejarah, Kota Tua kini dilengkapi fasilitas modern. Kafe tematik, restoran, hingga toko suvenir hadir di antara bangunan tua, sehingga pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati kuliner khas atau berburu oleh-oleh.

Banyak spot foto Instagramable yang membuat kawasan ini digemari kaum muda.

Akses menuju Kota Tua pun mudah. Pengunjung dapat menggunakan TransJakarta, commuter line, ataupun kendaraan pribadi.

Kawasan ini relatif nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, sehingga pengalaman eksplorasi semakin menyenangkan.

Kota Tua Jakarta adalah perpaduan harmonis antara sejarah, budaya, dan kehidupan modern.

Setiap sudut menyimpan kisah masa lalu, sementara aktivitas seni dan kuliner membuatnya tetap hidup hingga kini.

Bagi siapa pun yang ingin mengenal sejarah Jakarta sekaligus menikmati suasana kota yang dinamis, Kota Tua adalah tujuan wisata yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.(*)




Getaran Aquarius & Venus: Ramalan Zodiak Tentang Ilham dan Inovasi

SEPUCUKJAMBI.ID – Merasakan hembusan angin baru yang lebih segar dari biasanya? Itulah getaran Aquarius yang hari ini menaungi Bulan, dipadukan dengan kebijaksanaan lembut dari Venus.

Hari ini bukan waktu untuk terjebak rutinitas atau pola pikir lama ini adalah momen pencerahan.

Ide bisa muncul secepat kilat: solusi tak terduga untuk masalah lama, inspirasi untuk memulai bab baru, atau visi jernih tentang langkah berikutnya.

Alam semesta tengah membuka pintu terobosan mental. Biarkan pikiran Anda mengalir, dengarkan percakapan yang tak direncanakan, dan siapkan catatan—ilham bisa datang kapan saja.

Para Pemikir Visioner (Aquarius, Gemini, Sagittarius)

Hari ini pikiran Anda adalah medan listrik penuh percikan ide.

Aquarius: Semesta mengundang Anda merancang masa depan. Gagasan radikal Anda bukan sekadar mimpi mereka layak diwujudkan.

Gemini: Bertukar pikiran dengan seseorang dari dunia yang sangat berbeda memicu konsep segar dan menembus batas.

Sagittarius: Pencerahan muncul dari sudut pandang filosofis atau budaya lain. Jawaban yang Anda cari ada di luar zona nyaman.

Para Realis Inovatif (Virgo, Capricorn, Scorpio)

Insight Anda terhubung dengan efisiensi, struktur, dan transformasi mendalam.

Virgo: Anda melihat cara yang lebih ringkas dan cerdas untuk menyelesaikan tugas rumit.

Capricorn: Wawasan mengenai karier, struktur kerja, atau peluang bisnis muncul begitu jelas. Anda menemukan celah pasar atau jalan menuju otoritas.

Scorpio: Anda membaca motif tersembunyi dan akar persoalan terdalam, memberi kekuatan untuk mengubahnya secara menyeluruh.

Para Kreator Emosional (Pisces, Cancer, Libra)

Inspirasi Anda berasal dari keindahan, perasaan, dan hubungan.

Pisces: Mimpi, intuisi, atau momen hening menjadi sumber kreativitas murni. Percayalah pada imajinasi.

Cancer: Ide brilian tentang cara menciptakan rasa aman—baik di rumah maupun dalam bisnis—muncul begitu saja.

Libra: Anda melihat harmoni dan keindahan dengan sangat jelas; pencerahan tentang hubungan atau proyek seni akan memandu langkah Anda.

Para Pelaksana yang Bersemangat (Aries, Leo, Taurus)

Pencerahan Anda berhubungan dengan tindakan, nilai, dan realisasi tujuan.

Aries: Tiba-tiba Anda tahu persis bagaimana memulai atau memimpin proyek yang sempat mandek.

Leo: Ada kilasan jenius tentang cara mengekspresikan diri secara lebih autentik dan memikat perhatian.

Taurus: Wawasan mengenai finansial atau nilai intrinsik sesuatu termasuk nilai diri membuat Anda melihat realitas dengan lebih jernih.

Hari ini, pencerahan tidak selalu datang dalam bentuk teriakan.

Kadang ia hadir sebagai bisikan lembut, suatu kesadaran kecil yang muncul saat pikiran sedang tenang.

Dengarkan baik-baik percakapan spontan, intuisi halus, dan momen sunyi di antara aktivitas.
Tangkap bisikan itu sebelum ia berlalu.(*)




Pesan Venus dan Aquarius: Kelembutan Adalah Keberanian Terbesar Hari Ini

SEPUUCKJAMBI.ID – Setelah pekan yang penuh dinamika, alam memberikan ruang untuk bernapas.

Bulan di Aquarius membawa pesan tentang kemanusiaan dan kebersamaan, sementara Venus menenangkan hati dengan dorongan untuk berdamai.

Energi hari ini menyoroti koneksi mendalam—bukan sekadar bertukar sapa, tetapi upaya tulus memperbaiki hubungan.

Apakah ada permintaan maaf yang tertunda? Ucapan terima kasih yang belum terungkap? Atau janji yang lama tertinggal? Inilah momen untuk merajut kembali ikatan yang sempat longgar.

Zodiak Udara (Gemini, Libra, Aquarius)

Hari ini adalah panggung alami Anda.

Gemini: Gunakan kejernihan komunikasi untuk menyatukan pihak-pihak yang berselisih.
Libra: Keseimbangan dan diplomasi Anda sangat dibutuhkan untuk menciptakan harmoni.
Aquarius: Dengan visi luas, Anda mampu mengarahkan kelompok menuju tujuan bersama.
Kekuatan utama Anda: kemampuan menyatukan, bukan memecah.

Zodiak Api (Aries, Leo, Sagittarius)

Semangat Anda hari ini menemukan bentuk terbaiknya dalam kerja sama.

Aries: Tunjukkan kepemimpinan lewat kerendahan hati; mendengarkan adalah kekuatan.
Leo: Cahaya Anda paling memukau saat memberi apresiasi pada orang lain.
Sagittarius: Jelajahi perspektif baru yang ditawarkan seseorang dari masa lalu.
Pelajaran hari ini: api yang menyatu lebih kuat dibanding api yang berdiri sendiri.

Zodiak Bumi (Taurus, Virgo, Capricorn)

Anda menjadi fondasi bagi hubungan yang ingin dipulihkan.

Taurus: Konsistensi Anda membuat orang merasa aman untuk terbuka.
Virgo: Ketelitian membantu menemukan akar persoalan kecil yang sering terabaikan.
Capricorn: Komitmen dan kedewasaan Anda menjadi jembatan membangun kepercayaan.
Pesannya: tindakan nyata lebih kuat dari kata-kata.

Zodiak Air (Cancer, Scorpio, Pisces)

Kepekaan Anda adalah energi penyembuh hari ini.

Cancer: Kehangatan rumah dan ruang aman Anda mendorong kejujuran.
Scorpio: Intuisi Anda membaca luka tersembunyi dan mengubahnya menjadi kekuatan.
Pisces: Empati Anda membantu melepaskan beban lama dan memulai lembaran baru.
Air Anda: membersihkan, menyegarkan, dan memulihkan ikatan.

Pesan Hari Ini

Keberanian terbesar terkadang tidak bersuara lantang melainkan muncul dari kelembutan.
Sebuah pesan singkat, ajakan hangat, atau pengakuan jujur dapat menjadi benang pertama yang merajut hubungan menjadi lebih indah.(*)




Deforestasi Sumatera Meningkat: 4,4 Juta Hektar Hutan Hilang Sejak 2001

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Sumatera terus mengalami tekanan berat terhadap kelestarian hutan alamnya. Data terbaru menunjukkan hilangnya tutupan hutan dalam jumlah besar sepanjang dua dekade lebih terakhir.

Dari 2001 hingga 2024, sekitar 4,4 juta hektar hutan hilang akibat konversi lahan untuk perkebunan, pertanian, serta aktivitas kehutanan komersial.

Pada 2024, angka deforestasi di Sumatera melonjak tajam menjadi 91.248 hektar, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 33.331 hektar.

Namun, laporan pemerintah hingga September 2025 menyebutkan adanya penurunan deforestasi di beberapa provinsi yang terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penurunan tutupan hutan ini memicu dampak langsung terhadap ekosistem dan bencana hidrometeorologi. Banyak daerah aliran sungai (DAS) kini masuk kategori kritis.

Sementara peran hutan primer sebagai penahan erosi, pengendali iklim lokal, dan habitat satwa endemik semakin melemah.

Para ahli lingkungan menegaskan bahwa, hilangnya hutan mengurangi kemampuan alami untuk menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor, terutama di dataran rendah.

Sejak 1990, Sumatera telah kehilangan lebih dari 7,5 juta hektar hutan primer, menyisakan hanya sekitar 12 juta hektar hutan alam, atau sekitar 25% dari total daratan pulau.

Kawasan penting seperti Batang Toru turut merasakan dampak signifikan, dengan penurunan tutupan hutan mencapai 21% dari luas DAS-nya pada periode 1990–2022.

Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan pentingnya memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan serta perlindungan kawasan kritis.

“Kita harus memastikan fungsi ekosistem tetap terjaga dan menahan laju konversi hutan yang dapat meningkatkan risiko bencana alam,” ujar seorang pejabat kementerian.

Para pakar lingkungan merekomendasikan langkah mitigasi seperti reboisasi di DAS kritis, pengawasan ketat terhadap ekspansi perkebunan, serta penerapan sistem peringatan dini banjir.

Tanpa intervensi serius, tekanan terhadap hutan Sumatera diprediksi akan terus meningkat, memperburuk krisis ekologis dan risiko bencana bagi masyarakat.(*)




Kritik Deforestasi, DPR Minta Raja Juli Antoni Lepas Jabatan Menteri Kehutanan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Usman Husin, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, mendesak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Seruan ini disampaikan dalam rapat kerja pada Kamis, 4 Desember 2025, yang membahas bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Dalam rapat tersebut, Usman menilai Menteri Kehutanan tidak memahami persoalan teknis sektor kehutanan, terutama terkait kebijakan pelepasan kawasan hutan.

“Kalau Pak Menteri tidak mampu, mundur saja. Pak Menteri tidak paham kehutanan,” tegas Usman dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta.

DPR menyoroti kebijakan pelepasan kawasan hutan di Pulau Sumatera yang dinilai berpotensi memperburuk kerusakan lingkungan.

Usman mendesak Menteri Kehutanan menyampaikan rencana konkret terkait rehabilitasi hutan gundul serta strategi mitigasi bencana yang berkelanjutan.

Menanggapi kritik tersebut, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan selama menjabat.

Ia menyatakan bahwa, urusan pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

“Tanggung jawab saya adalah bekerja semaksimal mungkin. Soal mundur atau tidak, itu hak presiden,” ujar Raja Juli.

Sementara itu, PSI memilih bersikap hati-hati dalam merespons polemik tersebut. PSI menilai desakan DPR merupakan bagian dari fungsi pengawasan.

Namun menegaskan bahwa persoalan deforestasi di Indonesia merupakan masalah sistemik yang telah berlangsung jauh sebelum masa jabatan Raja Juli Antoni.

Desakan mundur ini muncul di tengah krisis ekologis yang melanda berbagai wilayah Sumatera, di mana banjir dan longsor berkepanjangan dikaitkan dengan praktik deforestasi dan lemahnya pengelolaan kawasan hutan.

DPR juga mendorong agar penerbitan izin pelepasan kawasan hutan dihentikan sementara hingga pemerintah memiliki peta jalan pemulihan lingkungan yang lebih jelas.

Isu ini memicu perdebatan publik mengenai sejauh mana seorang menteri bertanggung jawab terhadap persoalan struktural seperti kerusakan hutan.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa dirinya siap dievaluasi, namun keputusan akhir mengenai posisinya tetap berada di tangan presiden.(*)




Kemas Faried: Akan Upayakan Permodalan UMKM Lewat Baznas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melaksanakan Reses III Tahun 2025 di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura.

Melalui reses ini, ia menyerap langsung aspirasi warga dari Daerah Pemilihan III, mulai dari isu UMKM, infrastruktur lingkungan, hingga permasalahan honor guru PAMI.

Dalam dialog bersama warga, Ketua UMKM Emak-emak Juara RT 15, Fitri, menyampaikan kebutuhan bantuan modal usaha dan seragam batik UMKM.

Ia menilai akses permodalan dari Bank Harkat masih sulit diakses pelaku usaha kecil.

Selain itu, guru PAMI bersama warga RT 17 mengeluhkan jalan menuju masjid dan kawasan pemakaman yang sudah rusak sehingga membutuhkan perbaikan segera.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kemas Faried menegaskan pentingnya reses sebagai sarana memastikan kebutuhan masyarakat didengar langsung oleh lembaga legislatif.

Ia menyampaikan bahwa bantuan untuk UMKM saat ini masih berupa peralatan, namun ia berjanji akan mengupayakan skema permodalan UMKM melalui Baznas.

Sementara itu, usulan pengadaan seragam batik akan dimasukkan dalam pembahasan program berikutnya.

Permasalahan honor 39 guru PAMI turut menjadi perhatian. Lima di antaranya tidak lagi menerima insentif karena usia mereka melewati batas peraturan wali kota.

Kemas Faried memastikan akan berkoordinasi dengan bagian hukum dan Pemkot Jambi terkait peninjauan ulang aturan batas usia penerima honorarium.

Sebagai langkah cepat, ia berkomitmen membiayai honor lima guru PAMI yang terdampak aturan tersebut selama Januari–Desember dengan dana pribadinya.

Dukungan itu mendapat sambutan meriah dari warga.

Pada penutupan kegiatan, Kemas Faried menyerahkan bantuan berupa mesin jahit, kompor gas, lemari pendingin, dan freezer untuk mendukung kegiatan UMKM dan majelis taklim di wilayah tersebut.(*)




Reses III Tahun 2025: Ketua DPRD Kota Jambi Serap Aspirasi Warga Telanaipura–Danau Teluk

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melaksanakan Reses III Tahun 2025 di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Senin (8/12/2025)

Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan III yang meliputi Telanaipura, Danau Teluk, dan Danau Sipin.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kadis Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakerkop UKM Efrin, Kasi Pemerintahan Telanaipura Sri Wahyuni, serta Lurah Pematang Sulur, Wati Gustenti.

Dalam laporannya, Lurah Wati Gustenti menyampaikan bahwa jumlah UMKM binaan di Pematang Sulur kini terus berkurang dari sekitar 200 unit.

Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih untuk membantu pelaku usaha kecil tetap bertahan.

Wati juga menyoroti masalah 39 guru PAMI di wilayahnya. Sebanyak lima guru yang berusia di atas 58 tahun tidak lagi menerima honor karena terbentur regulasi perwal.

Ia berharap aturan tersebut dapat ditinjau kembali agar para guru tetap mendapat dukungan.

Menanggapi berbagai masukan, Kemas Faried menegaskan bahwa, reses menjadi sarana bagi dirinya untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersampaikan langsung.

Ia menyebut beberapa aspirasi sebelumnya sudah terealisasi, seperti perbaikan jalan dan pemasangan lampu jalan.

“Untuk pekerja rentan, kami siapkan program pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun,” kata politisi Partai Golkar itu.

Ia juga berencana memperjuangkan pengadaan mobil jenazah bagi Kecamatan Telanaipura dan Danau Teluk pada 2026.

Kendaraan tersebut akan ditempatkan di Masjid Al Husen dan dapat digunakan masyarakat secara gratis.(*)




Polemik Pangkalan Elpiji 3 Kg di Aur Kenali, Konflik Internal Disebut Jadi Pemicu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polemik mengenai kepemilikan pangkalan elpiji 3 kg milik Kristina Sundari di Jalan Walisongo RT 21, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, kembali menjadi sorotan.

Unggahan di media sosial menyebut pangkalan tersebut tidak menyalurkan gas bersubsidi secara merata dan diduga beroperasi tanpa legalitas yang jelas.

Hasil pantauan lapangan pada Senin (8/12/2025) menunjukkan bahwa pangkalan itu terdaftar atas nama Herry Yanto dengan agen PT Top Gas Sejahtera, nomor registrasi 2361291072744013.

Kristina Sundari menjelaskan bahwa, polemik yang muncul berasal dari konflik internal antara dirinya dan sang suami, Herry Yanto, yang kini tengah menjalani proses perceraian.

Ia menyebut, usaha pangkalan dibangun menggunakan jaminan sertifikat tanah milik keluarganya.

Dalam perjalanannya, Kristina mengurus berbagai administrasi pangkalan, termasuk proses pendaftaran resmi sesuai kesepakatan.

Namun, menurutnya, seluruh pemasukan masih dikelola oleh Herry.

“Pada Mei 2025 saya ditelepon pihak bank karena sudah hampir tiga bulan angsuran belum dibayar. Dari situ saya kaget dan langsung mengambil alih pengurusan pangkalan,” kata Kristina.

Setelah mengambil alih pengelolaan, Kristina mengklaim distribusi gas kembali lancar dan merata.

“Selama dia yang urus, banyak warga tidak kebagian. Setelah saya ambil alih, alhamdulillah semua dapat, termasuk UMKM,” ujarnya.

Kristina berharap polemik ini segera selesai tanpa adanya pemberitaan atau narasi menyesatkan.

Perwakilan PT Top Gas Sejahtera, Dewi, menegaskan bahwa distribusi elpiji di pangkalan tersebut berjalan lancar selama dikelola Kristina.

Ia memastikan persoalan yang terjadi murni konflik keluarga dan bukan masalah legalitas ataupun distribusi.

“Konflik ini murni masalah internal. Secara administrasi, kepemilikan sah dan pendistribusian berjalan baik,” jelas Dewi.

Ia menambahkan bahwa, kontrak pangkalan akan berakhir pada akhir Desember 2025, dan pihaknya masih melakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan kerja sama.

“Jika tidak diperpanjang, kami akan menunjuk pengganti sebelum akhir tahun,” katanya.

Terpisah, SBM Gas III Jambi, M Ryan Primananda, membenarkan laporan terkait konflik internal tersebut.

Ia menegaskan bahwa, pangkalan tetap menerima suplai elpiji bersubsidi dari PT Top Gas Sejahtera hingga masa kontrak berakhir.

“Sampai akhir Desember, suplai gas tetap berjalan. Selanjutnya kami serahkan kepada agen. Yang jelas, pangkalan itu masih terdaftar dan seluruh izinnya lengkap,” tegas Ryan.(*)




Perjuangan Rosita Istiawan, Bangun Hutan Organik dari Lahan Bekas Singkong

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.ID – Dari lahan tandus bekas kebun singkong, Rosita Istiawan berhasil membangun Hutan Organik Megamendung seluas kurang lebih 30 hektar.

Kawasan ini kini menjadi rumah bagi ribuan pohon dan ratusan spesies flora dan fauna, sekaligus membuktikan bahwa, rehabilitasi lahan kritis dapat dilakukan secara mandiri meski kondisi tanah awal sangat miskin nutrisi.

Perjalanan dimulai pada awal 2000-an saat Rosita dan mendiang suaminya membeli lahan 2.000 m².

Melalui metode agroforestri dan penanaman organik, mereka menanam pohon keras dan tanaman pangan secara bergiliran.

Beragam tantangan seperti tanah masam, ketersediaan air yang minim, hingga keraguan masyarakat menjadi bagian dari proses panjang yang mereka hadapi.

“Orang bilang mustahil bikin hutan di sini,” ujar Rosita.

Upaya jangka panjang itu berbuah hasil. Lahan tersebut kini menampung sekitar 44.000 pohon dari spesies lokal hingga impor.

Mata air yang sempat mengering kembali mengalir dan menyuplai kebutuhan air bagi dua desa sekitar.

Tak hanya menjadi ruang hijau, kawasan ini juga difungsikan sebagai lokasi edukasi lingkungan, tempat pelajar dan masyarakat mempelajari konservasi, agroforestri, serta pemulihan lahan kritis.

Hutan Organik Megamendung juga menjadi habitat yang berkembang bagi keanekaragaman hayati.

Terdapat sekitar 125 jenis pohon, 25 jenis burung, 10 jenis reptil dan amfibi, serta hampir 60 jenis serangga.

Dari 72 jenis tumbuhan bermanfaat yang tumbuh, 36 digunakan sebagai obat tradisional dan 35 sebagai bahan pangan komunitas.

Data ini menunjukkan keberhasilan pemulihan ekosistem meski berawal dari tanah yang tidak subur.

Dedikasi Rosita mendapatkan pengakuan publik. Pada 2023, ia masuk nominasi Penghargaan Kalpataru dari KLHK.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga terinspirasi dan berencana membangun “hutan kota” di setiap kecamatan mulai 2026, meniru keberhasilan hutan organik tersebut.

Rosita menegaskan bahwa, hutan yang ia bangun bukan untuk diwariskan kepada keluarga, melainkan sebagai ruang belajar bagi masyarakat luas.

“Yang paling bahagia setelah 25 tahun berjuang adalah melihat hutannya sudah jadi,” tuturnya.

Ia berharap generasi berikutnya bisa memanfaatkan kawasan ini sebagai laboratorium hidup untuk mempelajari lingkungan.

Hutan Organik Megamendung menjadi bukti bahwa satu orang atau satu keluarga mampu memulai perubahan besar.

Dengan ketekunan dan perencanaan jangka panjang, lahan kritis dapat disulap menjadi warisan hijau yang bermanfaat bagi manusia dan alam.(*)