5 Tips Menikmati Me Time Tanpa Merasa Kesepian

SEPUCUKJAMBI.ID – Kesibukan pekerjaan dan rutinitas yang berulang membuat banyak orang membutuhkan jeda untuk diri sendiri.

Me time atau aktivitas solo kerap dipilih sebagai cara menyegarkan pikiran, meredakan stres, sekaligus mencegah kelelahan mental atau burnout.

Dengan meluangkan waktu khusus untuk diri sendiri, seseorang dapat kembali menjalani aktivitas harian dengan energi yang lebih stabil.

Bagi sebagian orang, terutama yang berkepribadian introvert, menghabiskan waktu sendirian terasa menenangkan. Namun, bagi mereka yang terbiasa berada di tengah keramaian, me time sering dianggap membosankan karena minim interaksi sosial.

Akibatnya, waktu sendiri justru tidak memberikan efek relaksasi yang diharapkan.

Padahal, me time tidak selalu harus dilakukan dalam kesunyian.

Ada banyak cara menikmati waktu sendiri tanpa harus merasa sepi atau terisolasi dari lingkungan sekitar.

Berikut 5 tips menikmati me time tanpa harus merasa sepi.

1. Nongkrong Sendiri di Tempat Ramai

Aktivitas Duduk sendiri di kafe atau perpustakaan bisa menjadi pilihan sederhana untuk menikmati waktu sendiri.

Membaca buku, bekerja dengan laptop, atau mendengarkan musik di tengah aktivitas orang lain justru menciptakan suasana yang nyaman.

Keramaian di sekitar bisa memberi energi positif tanpa menuntut interaksi langsung.

2. Mengikuti Kelas atau Workshop Offline

Me time juga dapat diisi dengan kegiatan produktif.

Workshop singkat seperti melukis, membuat kerajinan tangan, memasak, atau menulis memberi kesempatan untuk fokus pada pengembangan diri.

Di saat yang sama, suasana sosial yang ringan tetap terjaga tanpa tekanan untuk berinteraksi secara langsung.

3. Menjelajahi Kota dengan Transportasi Umum

Berkeliling kota menggunakan bus, kereta, atau transportasi umum lainnya bisa menjadi bentuk me time yang menenangkan.

Perjalanan tanpa tujuan khusus memberi ruang untuk mengamati kehidupan sekitar, menikmati pemandangan, dan memberi jeda dari rutinitas harian.

4. Berolahraga di Ruang Publik

Melakukan aktivitas Jogging, berjalan santai, atau mengikuti senam bersama saat car free day dapat menjadi cara menjaga kesehatan sekaligus menikmati waktu sendiri.

Aktivitas fisik membantu melepas stres, sementara kehadiran orang lain memberi energi tanpa tuntutan interaksi.

5. Berkemah di Area Terbuka

Bagi pencinta alam, berkemah di camping ground umum menjadi pilihan tepat untuk menikmati ketenangan.

Alam memberikan efek relaksasi, dan keberadaan pengunjung lain menciptakan rasa aman dan kebersamaan yang seimbang.

Pada akhirnya, me time bukan tentang menghindari orang lain, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan memulihkan energi.

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menikmati waktu sendiri. Menemukan bentuk me time yang paling sesuai menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.




Menikmati Waktu Sendiri, Cara Sederhana Menghargai Kehidupan

SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagian orang masih menganggap aktivitas sendiri atau pergi ke pusat perbelanjaan tanpa teman sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Masyarakat bahkan langsung mengaitkan aktivitas sendirian dengan kesepian atau minimnya relasi sosial.

Padahal, bagi sebagian individu, melakukan berbagai aktivitas sendiri justru menjadi pilihan sadar untuk menjaga keseimbangan hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena me time atau aktivitas solo semakin mudah ditemukan.

Ada pekerja kantoran yang menikmati makan siang di food court sambil membaca buku, penumpang transportasi umum yang memilih mendengarkan musik melalui earphone daripada berbincang, hingga individu yang memutuskan bepergian sendiri ke tempat baru.

Aktivitas ini bukan sekadar tren, melainkan respons terhadap ritme hidup yang semakin padat.

Meski demikian, ruang publik di Indonesia masih belum sepenuhnya ramah terhadap aktivitas sendirian.

Orang yang duduk sendiri di kafe, makan tanpa teman, atau sekadar berdiam di taman sering kali dipandang dengan rasa iba.

Pandangan tersebut muncul dari anggapan bahwa kebahagiaan selalu identik dengan kebersamaan.

Padahal, banyak orang sengaja memilih sendiri untuk mengurangi intensitas interaksi sosial yang berlebihan.

Melakukan aktivitas seorang diri sejatinya merupakan keterampilan penting dalam kehidupan modern.

Kemampuan menikmati waktu sendiri menunjukkan kemandirian dan ketahanan mental dalam menghadapi tekanan hidup.

Di tengah tuntutan sosial dan profesional yang tinggi, terutama bagi pekerja yang menghabiskan 8–10 jam sehari untuk berinteraksi dan berkoordinasi, waktu sendiri menjadi ruang pemulihan yang dibutuhkan untuk mengurangi over stimulasi.

Menjalani hobi secara mandiri, seperti bersepeda di malam hari, menonton film di bioskop sendirian, atau berjalan santai tanpa tujuan tertentu, bukanlah tanda menarik diri dari lingkungan sosial.

Sebaliknya, aktivitas tersebut dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi kelelahan mental akibat stimulasi berlebih.

Dengan berkurangnya multitugas, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dan kembali bekerja dengan fokus yang lebih baik.

Aktivitas solo juga berkaitan erat dengan pembentukan kemandirian. Melakukan sesuatu tanpa bergantung pada orang lain melatih kemampuan mengambil keputusan, mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Budaya kolektif yang kuat di Indonesia sering kali menanamkan anggapan bahwa setiap aktivitas sebaiknya dilakukan bersama.

Akibatnya, banyak rencana pribadi tertunda hanya karena menunggu persetujuan atau ketersediaan orang lain.

Padahal, membiasakan diri melakukan berbagai hal sendiri, mulai dari makan sederhana hingga merencanakan perjalanan, merupakan bentuk penghargaan terhadap kehidupan yang terkelola dengan baik.

Kesendirian tidak selalu identik dengan kesepian.

Dalam batas yang sehat, waktu sendiri justru berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemampuan individu untuk bertahan dan berkembang, baik di perantauan maupun di kampung halaman.




Luar Biasa! Respon Cepat Damkartan Jambi, Selamatkan Anak Terjebak di Kloset Jongkok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi kembali menunjukkan respons cepat dalam layanan penyelamatan non-kebakaran.

Seorang anak berusia 4 tahun berhasil dievakuasi setelah kakinya terjepit di dalam kloset jongkok di kawasan Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Rabu (17/12/2025).

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh orang tua korban pada pukul 13.43 WIB.

Tim rescue Damkartan Kota Jambi langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu sekitar 15 menit sejak laporan diterima.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari kesiapsiagaan personel dan penerapan prosedur penyelamatan yang terukur.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak. Kami pastikan penanganan dilakukan dengan aman, cepat, dan humanis, terutama karena korbannya anak kecil. Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan cedera,” ujar Mustari Affandy.

Korban bernama M. Abimanyu (4 tahun) diketahui mengalami kejadian tersebut saat hendak ke kamar mandi.

Diduga korban terpeleset dan kakinya masuk ke lubang kloset jongkok, hingga tidak bisa dikeluarkan secara mandiri.

Tim rescue Damkartan menghadapi tantangan berupa ruang toilet yang sempit dan posisi kaki korban yang terjepit cukup kuat.

Petugas terlebih dahulu menenangkan korban agar tidak panik.

Kemudian melakukan evakuasi secara perlahan dengan metode aman menggunakan pelumas minyak makan.

“Prinsip kami adalah keselamatan korban. Anak harus tenang terlebih dahulu, baru dilakukan tindakan teknis. Semua anggota bertindak sesuai SOP,” jelas Mustari.

Operasi penyelamatan berlangsung sekitar 15 menit dan berhasil mengevakuasi korban tanpa luka serius. Setelah dipastikan aman, tim kembali ke Mako Damkartan Kota Jambi.

Mustari Affandy juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di kamar mandi.

“Kami mengingatkan orang tua agar selalu mendampingi anak kecil, terutama di area kamar mandi yang rawan kecelakaan. Damkartan tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga penyelamatan darurat seperti ini,” tegasnya.

Layanan penyelamatan Damkartan Kota Jambi berpedoman pada Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran dan Penyelamatan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan cepat, profesional, dan tuntas bagi masyarakat.(*)




Tangkuban Parahu, Wisata Alam dan Kawah Vulkanik Terpopuler di Bandung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jawa Barat.

Terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, lokasi ini mudah diakses dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Keunikan bentuk gunung serta kawah aktifnya menjadikan Tangkuban Parahu ikon wisata alam Bandung.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kawah-kawah vulkaniknya. Kawah Ratu menjadi yang paling terkenal dan mudah dijangkau.

Pengunjung dapat menyaksikan lanskap kawah besar dengan kepulan asap belerang yang terus keluar, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus edukatif tentang aktivitas gunung api.

Selain Kawah Ratu, terdapat Kawah Upas dan Kawah Domas.

Kawah Domas menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan bisa turun lebih dekat ke area kawah dan menyaksikan aktivitas panas bumi secara langsung.

Bau belerang yang khas membuat pengunjung disarankan mengenakan masker.

Tidak hanya geologi, Tangkuban Parahu juga menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.

Udara sejuk, hutan pinus, dan hamparan hijau di sekitar kawah menciptakan suasana menyegarkan. Pada hari cerah, pemandangan terlihat luas dan memanjakan mata.

Legenda Sangkuriang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tangkuban Parahu. Cerita rakyat Sunda ini menceritakan asal-usul gunung yang terbentuk dari perahu terbalik.

Nilai budaya dan mitologi tersebut menambah daya tarik wisata, karena pengunjung dapat menikmati alam sekaligus mengenal cerita rakyat lokal.

Fasilitas wisata di Tangkuban Parahu tergolong lengkap, dengan area parkir, jalur pejalan kaki, pusat informasi, serta kios suvenir dan makanan.

Akses jalan yang baik membuat kawasan ini ramah bagi wisata keluarga, termasuk wisatawan lanjut usia.

Meski aman, pengunjung tetap diimbau mematuhi rambu dan aturan yang berlaku. Aktivitas vulkanik terus dipantau.

Sehingga keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kombinasi keindahan alam, fenomena geologi, dan cerita budaya, Tangkuban Parahu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam pegunungan di Bandung.(*)




Gubernur Aceh Bantah Isu Minta Bantuan PBB, Fokus Penanganan Bencana Lokal

BANDAACEH, SEPUCUKJAMBI.ID Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membantah keras kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi Aceh meminta bantuan langsung kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Ia menegaskan informasi tersebut keliru dan tidak sesuai fakta.

Isu ini muncul setelah beredar kabar mengenai surat yang disebut dikirim Pemerintah Aceh ke PBB.

Kabar tersebut memicu polemik publik terkait kewenangan pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi internasional.

Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya permintaan bantuan ke PBB. Ia menyebut terjadi kesalahan tafsir terhadap surat yang dimaksud.

“Saya tidak tahu apa-apa, sebenarnya keliru, (surat) bukan ke PBB, tapi kepada LSM yang ada di Aceh,” ujar Mualem.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan surat yang dikirim memang ada, namun ditujukan kepada lembaga atau mitra kemanusiaan lokal, bukan PBB.

Koordinasi ini dilakukan untuk memperkuat penanganan dan pemulihan bencana, bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintah.

Menurut Muhammad MTA, langkah ini wajar mengingat Aceh memiliki pengalaman panjang bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan sejak masa pemulihan pascatsunami 2004.

Pemerintah Aceh menegaskan tidak ada pelanggaran kewenangan karena tidak mengajukan permintaan resmi kepada organisasi internasional.

Pemerintah Aceh berharap klarifikasi ini meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

Fokus utama tetap pada percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak secara optimal melalui koordinasi yang sesuai ketentuan hukum.(*)




Kapok! Pasca Demonstrasi APDESI, Pemerintah Perintahkan Audit Dana Desa

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah pusat memerintahkan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa setelah ribuan kepala desa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, awal Desember 2025.

Aksi tersebut menuntut percepatan pencairan Dana Desa serta evaluasi kebijakan administrasi yang dianggap memberatkan pemerintah desa.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, audit dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan Dana Desa sesuai peruntukannya.

“Audit ini melibatkan Inspektorat Jenderal, BPKP, dan aparat pengawasan internal pemerintah daerah. Pemeriksaan mencakup dokumen anggaran hingga pengecekan fisik kegiatan di lapangan,” jelas Purbaya.

Audit bertujuan memastikan dana yang disalurkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa dan mencegah potensi masalah hukum di kemudian hari.

Hasil audit nantinya akan menjadi dasar evaluasi kebijakan penyaluran Dana Desa di masa depan.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Surta Wijaya, menjelaskan dampak keterlambatan pencairan Dana Desa terhadap operasional desa.

“Dana desa yang tertahan menyebabkan beban hutang operasional desa meningkat. Banyak kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa ditunda,” kata Surta.

Pemerintah menegaskan, jika ditemukan penyimpangan pidana, akan diproses sesuai hukum.

Sementara untuk kesalahan administratif, pendekatan pembinaan dan perbaikan menjadi prioritas.

Langkah audit ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola Dana Desa sekaligus menjaga kepercayaan publik.(*)




Presiden Prabowo Minta Korban Mendapat Perawatan Terbaik, Pasca Kecelakaan Mobil SPPG

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, menjenguk korban kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di RSUD Koja, Jakarta Utara.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Presiden menemui tiga korban yang masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Prabowo berkomunikasi langsung dengan pasien.

“(Presiden) menengok tiga pasien yang masih dirawat sekalian berkomunikasi dengan ketiganya,” kata Dadan.

Prabowo berbincang dengan korban dan keluarga, menanyakan kondisi kesehatan serta proses pemulihan.

Ia juga berdialog dengan tenaga medis untuk memastikan seluruh pasien menerima penanganan terbaik.

Menurut Dadan, kunjungan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG.

Insiden kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi agar standar keselamatan operasional transportasi program pemerintah dapat diperkuat ke depannya.

Presiden juga memberikan motivasi kepada korban agar tetap semangat menjalani perawatan dan segera pulih.

Ia menegaskan pentingnya keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program pemerintah dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang.

Kecelakaan mobil SPPG sebelumnya menimpa siswa dan seorang guru sekolah dasar di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Sejumlah korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi para korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan transportasi dalam distribusi layanan pemenuhan gizi.(*)




OJK Raih Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Bukti Komitmen Transparansi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meraih predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025 dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Penghargaan tertinggi ini, berupa Arkaya Wiwarta Prajanugraha, diberikan kepada badan publik dengan kinerja terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Penghargaan diserahkan pada puncak acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan sekaligus pengingat bagi OJK.

“Predikat ini menjadi pengingat bagi OJK untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang transparan, mudah diakses, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Friderica.

Dalam proses penilaian, KIP mengevaluasi 21 badan publik dari berbagai kategori, termasuk kementerian, lembaga negara atau pemerintah non-kementerian (LN/LPNK), pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga non-struktural.

Dari jumlah tersebut, hanya tujuh badan publik yang meraih predikat terbaik nasional, salah satunya OJK.

Selain predikat terbaik nasional, OJK juga menempati peringkat kedua terbaik untuk kategori LN/LPNK dengan nilai 98,70 poin, mencerminkan kualitas tinggi dalam keterbukaan informasi, pelayanan permohonan informasi, dan dokumentasi publik.

Selama beberapa tahun terakhir, OJK konsisten memperkuat sistem keterbukaan informasi publik melalui inovasi digital.

Termasuk layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), platform digital untuk akses informasi.

Serta sarana layanan yang ramah bagi masyarakat termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Penghargaan ini memperkuat posisi OJK sebagai lembaga yang tidak hanya mengawasi sektor jasa keuangan.

Tetapi juga berkomitmen memberikan layanan informasi publik yang berkualitas, terbuka, dan dapat dipercaya.(*)




Keren! BPPRD Kota Jambi Segera Terapkan Sistem Digital untuk BPHTB MBR

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi mendorong layanan pajak lebih modern dan transparan melalui sistem digital.

Selasa (16/12/2025), BPPRD menggelar sosialisasi kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan ini tidak hanya memudahkan MBR memiliki rumah, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi melalui pelayanan yang lebih efisien dan transparan.

“Melalui kebijakan ini, masyarakat berpenghasilan rendah tidak dibebani pembayaran BPHTB saat memperoleh rumah,” jelas Kepala BPPRD Kota Jambi, Ardi.

Seluruh proses pengurusan BPHTB kata dia, akan dilakukan secara digital, tanpa tatap muka, sehingga pelayanan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Dalam sosialisasi, BPPRD bekerja sama dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Jambi untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme, persyaratan, dan teknis BPHTB MBR.

Hasilnya, proses pelayanan disepakati agar lebih efektif, akuntabel, dan mengurangi potensi kendala di lapangan.

Ardi menambahkan, BPPRD menargetkan proses BPHTB selesai maksimal 2×24 jam, sehingga masyarakat mendapatkan layanan cepat dan terpercaya.

Kebijakan ini akan mulai diterapkan setelah penyempurnaan regulasi teknis selesai.

Dengan sistem digital ini, BPPRD Kota Jambi berharap layanan pajak tidak hanya mempermudah masyarakat.

Tetapi juga mendorong transparansi dan peningkatan PAD Kota Jambi, sejalan dengan program pemerintah daerah untuk pembangunan perumahan dan fasilitas publik.(*)




BPPRD Kota Jambi: Penerimaan Pajak 2025 Melampaui Target

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kinerja penerimaan pajak daerah Kota Jambi tahun 2025 membukukan hasil positif

 Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi mencatat realisasi pajak daerah hingga 16 Desember 2025 telah melampaui target.

Dengan total penerimaan sebesar Rp470,2 miliar atau 100,78 persen dari target Rp466,57 miliar.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Dr Ardi menekankan bahwa, capaian ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran wajib pajak serta efektivitas pengelolaan pajak daerah.

“Per 16 Desember, realisasi penerimaan pajak daerah sudah melampaui target. Ini capaian yang patut disyukuri dan masih bisa bertambah sampai penutupan tahun anggaran,” ujarnya.

Beberapa sektor pajak bahkan mencatatkan realisasi lebih tinggi dari target:

  • Pajak Penerangan Jalan Tenaga Listrik (BPJT Listrik): Rp81,7 miliar dari target Rp73 miliar

  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Rp80,5 miliar dari target Rp76 miliar

  • Pajak restoran/makan dan minum: Rp83,6 miliar dari target Rp78 miliar

  • Pajak hotel: Rp23,172 miliar dari target Rp21,5 miliar

  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Rp33,135 miliar dari target Rp32,1 miliar

Satu-satunya sektor yang masih sedikit tertinggal adalah pajak reklame, dengan realisasi Rp9,8 miliar dari target Rp10 miliar.

Meski demikian, BPPRD optimistis target ini dapat tercapai hingga akhir tahun.

Dr Ardi menegaskan, pencapaian ini tidak lepas dari optimalisasi sistem pemungutan, pengawasan berkelanjutan, dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami mengapresiasi seluruh wajib pajak yang telah patuh dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Jambi,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, diharapkan sektor pajak daerah terus menjadi penopang pembangunan Kota Jambi, mendukung layanan publik, serta meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas kota di tahun mendatang.(*)