Pasca-Lebaran, Penumpukan Sampah Masih Jadi Tantangan di Kerinci

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca Lebaran 2026, Kabupaten Kerinci masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah.
Warga di berbagai kecamatan mengeluhkan tumpukan sampah yang belum terangkut meski armada pengangkut sudah tersedia di tingkat kecamatan.
Didin, salah seorang warga, menyatakan kekecewaannya.
“Mobil sampah sudah ada di kecamatan, tapi sampah tetap menumpuk di pinggir jalan. Penanganannya sepertinya belum efektif,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng, membenarkan adanya lonjakan volume sampah pasca Idulfitri.
Peningkatan ini terutama berasal dari rumah tangga dan pasar, melebihi kapasitas normal pengangkutan.
Faktor seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, keterbatasan armada dan SDM, serta sistem pengelolaan yang belum optimal menjadi penyebab utama.
Untuk menanggulangi masalah ini, DLH membentuk satuan tugas khusus dan melakukan pengangkutan intensif di titik prioritas.
Armada sementara juga ditambah, serta koordinasi dilakukan dengan kecamatan dan pengelola pasar untuk memastikan pengangkutan rutin. Penertiban lokasi pembuangan liar turut dilakukan bersama aparat dan pemerintah desa.
“Penataan sistem pengelolaan sampah di pasar dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama. Kami juga mengkampanyekan agar warga tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Neneng.
Langkah jangka menengah dan panjang DLH mencakup perbaikan sistem pengelolaan melalui pemilahan sampah dari sumber, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tiap kecamatan, serta penguatan peran pemerintah kecamatan.
Strategi ini diharapkan mampu menekan tumpukan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta sehat bagi masyarakat Kerinci.(*)








