Ini Rute Lengkap Takbir Keliling di Kota Jambi Saat Malam Idulfitri

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, Polresta Jambi bersama pemerintah daerah telah menyiapkan rute khusus untuk kegiatan takbir keliling yang akan melintasi sejumlah titik utama di Kota Jambi.

Kegiatan takbir keliling ini diharapkan menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 H, dengan tetap mengedepankan ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas sepanjang jalur yang akan dilalui peserta takbir keliling.

“Kami sudah menyiapkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan di sepanjang rute takbir keliling agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengimbau peserta untuk tetap mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Adapun rute takbir keliling yang telah ditetapkan, dimulai dari Tugu Keris, kemudian menuju Asrama Haji, dilanjutkan ke Simpang Xaverius, Polda Jambi, Trona JPM, Simpang Bata, Simpang Mangga, Simpang Pulai, Lebak Bandung, Simpang Kawat, hingga Simpang Kantor Camat Kotabaru, dan kembali berakhir di Tugu Keris.

Polisi mengingatkan bahwa sepanjang rute tersebut akan dilakukan pengaturan lalu lintas, termasuk kemungkinan rekayasa arus di sejumlah persimpangan guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan peserta takbir keliling.

Masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan takbir keliling diimbau untuk menghindari jalur yang dilalui rombongan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh petugas.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami berharap seluruh peserta takbir keliling dapat menjaga ketertiban, tidak melakukan konvoi berlebihan, serta tetap mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” tambah AKP Hadi Siswanto.

Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan pelaksanaan takbir keliling di Kota Jambi dapat berlangsung meriah, aman, dan tetap tertib, sehingga masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan penuh suka cita.(*)




Catat! Jalur-Jalur yang Ditutup Saat Takbiran di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jambi akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus masyarakat yang merayakan malam kemenangan.

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan khususnya di kawasan yang menjadi titik aktivitas masyarakat, dengan beberapa ruas jalan akan ditutup dan dialihkan sementara.

Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas selama perayaan malam takbiran.

“Kami telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada malam takbiran,” sebutnya.

“Pengalihan arus ini dilakukan demi kenyamanan bersama, serta untuk mencegah terjadinya kemacetan di titik-titik tertentu,” ujarnya.

Adapun rekayasa arus lalu lintas yang diberlakukan, antara lain:

Dari arah Asrama Haji menuju Kantor Camat Kotabaru, masyarakat masih dapat melintasi jalur normal melalui Tugu Keris atau melalui jalur arah kolam renang.

Namun, kendaraan tidak diperkenankan mengarah ke MPP maupun ke arah Polsek Jelutung.

Sementara itu, dari arah Kantor Camat Kotabaru yang menuju Asrama Haji atau Tugu Keris, pengendara dapat melalui Jalan Puskesmas atau melalui jalur pintu besi yang nantinya keluar di depan Taman Banjuran Budayo.

Untuk kendaraan yang datang dari arah BNN Provinsi Jambi menuju Tugu Keris Siginjai Sakti, jalur tersebut akan ditutup dan tidak dapat dilalui selama penerapan rekayasa lalu lintas berlangsung.

AKP Hadi Siswanto juga mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengikuti rambu-rambu yang telah disiapkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri melewati jalur yang telah ditutup,” kata dia.

“Kami juga berharap masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan tertib dan penuh khidmat,” tambahnya.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan perayaan malam takbiran di Kota Jambi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh masyarakat.(*)




Malam Takbiran Jambi 2026, Ada Pawai Mobil Hias di Tugu Keris Siginjai

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, suasana di Jambi mulai dipenuhi semangat kebahagiaan dan antusiasme masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan malam takbiran, salah satunya melalui pawai takbir keliling menggunakan mobil hias yang akan digelar di pusat kota.

Pawai takbir keliling akan dipusatkan di kawasan Tugu Keris Siginjai, yang menjadi ikon Kota Jambi.

Kegiatan ini akan menjadi titik start sekaligus finish, dan rencananya akan dilepas langsung oleh Wali Kota Jambi bersama Wakil Wali Kota.

Juru Bicara Pemkot Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Saleh Ridha, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diikuti puluhan kendaraan hias dari berbagai kecamatan serta komunitas masyarakat.

Setiap kendaraan akan dihias dengan lampu warna-warni dan dekorasi khas yang menambah semarak malam takbiran.

“Gema takbir akan terdengar di seluruh Kota Jambi dari kendaraan hias yang berkeliling,” ujarnya.

Menurutnya, pawai takbir ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk syukur atas datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Pemkot Jambi menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengatur arus mobilisasi masyarakat agar lebih tertib dan terpusat di satu lokasi.

Dengan demikian, potensi kemacetan di berbagai titik dapat diminimalisir.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata religi di Kota Jambi.

Pawai takbir keliling dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri melalui panitia yang telah disiapkan oleh Pemkot Jambi.

Pemkot Jambi berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, tertib, dan penuh makna, sehingga masyarakat dapat merasakan suasana malam takbiran yang meriah dan penuh kebahagiaan.

Dengan semangat kebersamaan, malam takbiran di Jambi diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat.(*)




Makna Ketupat Saat Lebaran, Ternyata Punya Filosofi Mendalam

SEPUCUKJAMBI.ID – Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia.

Hampir di setiap rumah, makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur ini selalu hadir sebagai pelengkap sajian khas Lebaran.

Namun di balik tampilannya yang sederhana, ketupat menyimpan sejarah panjang sekaligus makna filosofis yang mendalam.

Secara historis, ketupat sudah dikenal masyarakat Nusantara sejak lama, bahkan sebelum masuknya Islam.

Namun, tradisi ketupat sebagai bagian dari perayaan Lebaran mulai berkembang pesat saat penyebaran Islam di Pulau Jawa sekitar abad ke-15.

Tokoh yang kerap dikaitkan dengan tradisi ini adalah Sunan Kalijaga. Ia menggunakan pendekatan budaya, termasuk ketupat, sebagai media dakwah agar ajaran Islam lebih mudah diterima masyarakat.

Dari sinilah ketupat kemudian menjadi simbol yang melekat dengan perayaan Idulfitri, bahkan melahirkan tradisi “Lebaran Ketupat” yang dirayakan beberapa hari setelah hari raya utama.

Dalam budaya Jawa, ketupat memiliki makna mendalam. Kata “ketupat” sering diartikan sebagai “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan.

Makna ini sejalan dengan tradisi saling memaafkan yang menjadi inti dari Idulfitri.

Selain itu, terdapat simbol-simbol lain yang terkandung dalam ketupat:

  • Anyaman janur melambangkan kompleksitas kehidupan manusia

  • Isi berwarna putih menggambarkan hati yang kembali suci

  • Proses memasak mencerminkan perjalanan hidup menuju kedewasaan

Ketupat juga erat kaitannya dengan nilai kebersamaan. Saat Lebaran, hidangan ini biasanya disajikan bersama menu khas seperti opor ayam dan sambal goreng.

Tradisi berbagi ketupat dengan keluarga, tetangga, hingga kerabat menjadi simbol kuatnya hubungan sosial di masyarakat.

Hingga kini, ketupat tetap bertahan sebagai bagian penting dari budaya Lebaran di Indonesia.

Kehadirannya bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai pengingat nilai-nilai seperti kebersamaan, keikhlasan, dan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

Pada akhirnya, ketupat bukan sekadar sajian khas, melainkan simbol budaya dan spiritual yang memperkaya makna perayaan Idulfitri.()*




Pemkot Jambi Ajak Warga Salat Id di Lapangan Balai Kota, Ini Lokasi dan Susunan Petugasnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah secara berjamaah di Lapangan Balai Kota Jambi,  Sabtu 21 Maret 2026, yang akan dimulai pada pukul 06.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Id di Kota Jambi, sekaligus momentum mempererat kebersamaan umat Islam dalam merayakan Idul Fitri 1447 H.

Berdasarkan susunan panitia, yang akan bertindak sebagai khatib adalah Dr. Muhamad Fadli Abdullah, sementara imam salat dipercayakan kepada H. Ahmad Fadhil Al-Hafizh. Adapun Bilal I adalah Mansyur, Bilal II Irwansyah, serta pembawa acara H. Fahrizal Nover.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridho, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Id di Lapangan Balai Kota terbuka untuk umum dan diharapkan dapat dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi untuk bersama-sama melaksanakan Salat Id di Lapangan Balai Kota. Ini bukan hanya ibadah, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di hari yang fitri,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada para jamaah agar mempersiapkan perlengkapan ibadah pribadi demi kenyamanan selama pelaksanaan salat.

“Kami mengimbau jamaah untuk membawa perlengkapan pribadi seperti sajadah, serta menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan datang lebih awal agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan tertib.

Dengan pelaksanaan Salat Id berjamaah ini, Pemerintah Kota Jambi berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai silaturahmi dapat semakin kuat di tengah masyarakat.

Sekaligus menjadikan momen Idul Fitri sebagai ajang mempererat persatuan dan keharmonisan.(*)




Pesan Idulfitri, Wakil Ketua DPRD Naim Ingatkan Pentingnya Kebersamaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Naim mengajak masyarakat menjadikan momentum Lebaran sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.

Menurutnya, Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momen penting untuk kembali kepada nilai-nilai fitrah, saling memaafkan, serta memperbaiki hubungan sosial di tengah masyarakat.

Naim menegaskan bahwa kebersamaan harus terus dijaga, terutama dalam kehidupan sosial yang semakin dinamis.

Ia mengajak masyarakat untuk mempererat hubungan, baik dengan keluarga, tetangga, maupun lingkungan sekitar.

“Lebaran adalah waktu terbaik untuk memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan. Ini momentum untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Selain silaturahmi, ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai toleransi dan kepedulian sosial.

Menurutnya, semangat gotong royong dan empati harus terus dipupuk agar tercipta suasana yang harmonis dan damai di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Idulfitri identik dengan semangat berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepedulian sosial, kata dia, menjadi bagian penting dalam memaknai hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Di akhir pernyataannya, Naim menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kota Jambi.

Ia berharap momentum Lebaran membawa keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua.(*)




Arus Mudik 2026, Truk 3 Sumbu Dibatasi Masuk Tol Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya mengingatkan kembali kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di wilayah Jambi.

Kebijakan ini mengacu pada aturan resmi pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Salah satu ruas yang terdampak adalah Tol Betung–Tempino–Jambi, khususnya segmen Bayung Lencir hingga Simpang Ness.

Selain itu, pembatasan juga berlaku di Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, serta beberapa ruas tol di Pulau Jawa.

Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik.

Pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Aturan ini berlaku baik di jalan tol maupun jalan arteri (non-tol), khususnya pada jalur-jalur yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.

Kendaraan yang dilarang melintas selama periode tersebut meliputi:

  • Truk dengan tiga sumbu atau lebih

  • Kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan

  • Angkutan material seperti pasir, batu, semen, dan kayu

Namun, distribusi logistik tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan dua sumbu, dengan catatan tidak mengangkut material tertentu.

Beberapa jenis kendaraan tetap diizinkan beroperasi, seperti:

  • Pengangkut BBM atau BBG

  • Angkutan hewan ternak

  • Distribusi pupuk

  • Bantuan bencana

  • Bahan pokok

Kendaraan tersebut wajib dilengkapi dokumen resmi dan surat muatan yang jelas.

Hutama Karya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

Langkah ini diambil untuk memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran tetap aman, lancar, dan nyaman.

Pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang, diimbau untuk mematuhi aturan, memperhatikan rambu lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.(*)




Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Mudik, Ini Data Terbarunya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada sejumlah ruas tol, termasuk Tol Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data per 18 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness) mencapai 10.443 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 32,90 persen dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan trafik ini menunjukkan bahwa ruas tol di Jambi semakin menjadi jalur utama bagi pemudik yang melintas di Sumatera.

Selain menghubungkan antarwilayah, tol ini juga menjadi akses penting menuju kawasan perkotaan dan jalur lintas utama di Sumatera bagian tengah.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan dalam satu hari, atau melonjak hingga 109,65 persen dibandingkan hari biasa.

Tak hanya di Jambi, peningkatan juga terjadi di berbagai ruas tol lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini menandakan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps maupun media sosial resmi Hutama Karya.(*)




Pos Mudik Dipantau Langsung Walikota Maulana, Kondisi Aman dan Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Pengamanan (Pos PAM), Kamis (19/03/2026).

Kegiatan ini turut didampingi unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta instansi vertikal terkait guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Pos Pelayanan Kampung Radja Simpang Rimbo, Pos PAM Aur Duri I, dan Pos PAM Aur Duri II.

Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pintu masuk dan keluar utama arus mudik di wilayah Kota Jambi.

Menurut Wali Kota Maulana, pemantauan difokuskan pada titik-titik krusial guna memastikan kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.

Dari hasil peninjauan, Wali Kota memastikan kondisi Kota Jambi menjelang Idulfitri dalam keadaan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah semua dalam kondisi baik, baik pos maupun personel yang bertugas. Kita harapkan situasi ini tetap terjaga hingga arus balik nanti,” ujarnya.

Dalam upaya memberikan kenyamanan bagi pemudik, Pemkot Jambi juga mengimbau camat hingga ketua RT untuk ikut memberikan pelayanan, khususnya di wilayah jalur lintas.

Masjid-masjid yang berada di pinggir jalan juga diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik.

Langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman.

Selain pengamanan, setiap pos juga dilengkapi tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan mudik.

Pemkot Jambi juga menyediakan layanan call center 112 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Jambi bersama rombongan turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada petugas yang berjaga di setiap pos.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kondisi fisik dan semangat petugas yang bertugas menjaga keamanan selama arus mudik.(*)




Hilal Belum Memenuhi Syarat, Lebaran Jatuh Sabtu 21 Maret 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya dalam konferensi pers.

Penetapan ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia. Secara astronomis, posisi hilal masih belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

Ketinggian hilal tercatat berkisar antara 0,9 hingga 3,1 derajat, dengan elongasi sekitar 4,5 hingga 6,1 derajat. Sementara standar minimum yang digunakan mengacu pada kriteria MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Karena mayoritas posisi hilal berada di bawah ambang batas tersebut, maka hilal dinyatakan belum memenuhi syarat untuk terlihat.

Sidang isbat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, hingga Muhammadiyah, serta perwakilan DPR dan negara sahabat.

Proses sidang diawali dengan pemaparan data hisab oleh tim falakiyah, kemudian dilanjutkan sidang tertutup sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui metode gabungan hisab dan rukyat.

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab yang selama ini menjadi pedoman organisasi tersebut dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sejarah Panjang Sidang Isbat

Sidang isbat telah menjadi tradisi penting di Indonesia dalam menentukan hari besar Islam, seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Sejak awal kemerdekaan, pemerintah sudah mengatur penetapan hari raya melalui kebijakan resmi. Pada era Soekarno, diterbitkan Penetapan Pemerintah Nomor 2/Um tahun 1946 yang memberikan kewenangan kepada Menteri Agama untuk menetapkan hari raya.

Praktik sidang isbat mulai berjalan sekitar dekade 1950-an dan semakin diperkuat pada masa Menteri Agama Saifuddin Zuhri melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963.

Hingga kini, sidang isbat tetap menjadi acuan resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, sekaligus mengakomodasi berbagai pandangan ormas Islam di Indonesia.(*)