Kesurupan Tapi Tetap Sadar? Ini Penjelasan Medis dan Psikologinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena kesurupan yang tetap disertai kesadaran sebagian sering kali dikaitkan dengan hal mistis.

Namun, dalam dunia medis dan psikologi, kondisi ini memiliki penjelasan yang lebih rasional dan ilmiah.

Dalam kajian psikologi klinis, kesurupan dikenal sebagai bagian dari gangguan disosiatif, khususnya Dissociative Trance Disorder (DTD).

Kondisi ini ditandai dengan perubahan kesadaran yang membuat seseorang tampak seperti “dikuasai”, padahal sebenarnya masih memiliki kesadaran parsial.

Pada situasi ini, individu umumnya masih mampu mendengar atau melihat lingkungan di sekitarnya, tetapi kehilangan kendali atas tubuh dan perilakunya.

Inilah yang kemudian dikenal di masyarakat sebagai “kesurupan tapi sadar”.

Secara medis, kondisi ini terjadi akibat disosiasi, yaitu terputusnya hubungan antara pikiran, identitas, dan kesadaran.

Disosiasi sering muncul sebagai respons terhadap tekanan mental yang berat, seperti stres berkepanjangan, trauma, atau konflik emosional yang tidak terselesaikan.

Selain faktor psikologis, ada sejumlah pemicu lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Kelelahan fisik, tekanan lingkungan, sugesti sosial, hingga kondisi emosional yang tidak stabil dapat memperburuk gejala.

Bahkan, dalam beberapa kasus, fenomena ini bisa terjadi secara massal di lingkungan dengan tekanan emosional tinggi dan keyakinan yang serupa.

Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari perubahan perilaku yang drastis, suara yang berbeda, hingga gerakan tubuh yang tidak biasa.

Meski begitu, pada kasus tertentu, individu tetap memiliki kesadaran sebagian, meskipun tidak mampu mengontrol dirinya sepenuhnya.

Penanganan kondisi ini tidak selalu membutuhkan tindakan medis berat. Pendekatan yang paling dianjurkan adalah menciptakan suasana yang tenang dan aman.

Menghindari kerumunan sangat penting karena dapat memperburuk kondisi. Sebaliknya, membantu individu untuk rileks dan mengurangi rangsangan dari luar terbukti lebih efektif dalam mempercepat pemulihan.

Dalam jangka panjang, menjaga kesehatan mental menjadi langkah utama pencegahan.

Mengelola stres, cukup istirahat, serta mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater sangat dianjurkan, terutama jika kondisi terjadi berulang atau semakin parah.

Memahami fenomena ini dari sudut pandang ilmiah membantu masyarakat melihat kesurupan secara lebih objektif.

Pendekatan yang tepat tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada kondisi tersebut.(*)




Jangan Diucapkan! Kalimat Ini Bisa Membuat Orang Menilai Kamu Negatif

SEPUCUKJAMBI.ID – Cara seseorang berbicara tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan dari sikap dan pola pikir.

Tanpa disadari, pilihan kata yang sering diucapkan dalam keseharian bisa membentuk persepsi orang lain, bahkan memberi kesan kurang empati, tidak dewasa, hingga sulit diajak bekerja sama.

Dalam kajian psikologi komunikasi, bahasa yang digunakan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kematangan emosional.

Karena itu, penting untuk lebih sadar terhadap kalimat yang sering diucapkan.

Berikut beberapa ungkapan yang sebaiknya dihindari karena bisa mencerminkan kepribadian kurang positif:

1. “Ini bukan salahku”
Ucapan ini kerap menjadi tanda menghindari tanggung jawab. Kebiasaan menyalahkan orang lain dapat merusak kepercayaan, baik dalam hubungan personal maupun profesional.

2. “Aku memang begini, tidak bisa berubah”
Kalimat ini menunjukkan pola pikir tertutup terhadap perkembangan diri. Dalam konsep growth mindset, kemampuan untuk berubah adalah kunci utama kemajuan.

3. “Aku tidak peduli”
Sikap ini mencerminkan rendahnya empati. Jika terus diulang, orang lain bisa merasa tidak dihargai dan hubungan sosial pun menjadi renggang.

4. “Semua orang juga begitu”
Generalisasi sering digunakan untuk membenarkan diri sendiri. Padahal, setiap situasi memiliki konteks berbeda. Kalimat ini bisa menunjukkan kurangnya tanggung jawab pribadi.

5. “Itu tidak adil” (dengan nada mengeluh)
Mengeluh tanpa mencari solusi memberi kesan tidak dewasa. Fokus berlebihan pada masalah justru menghambat kemampuan untuk berkembang.

6. “Aku tidak bisa”
Menyerah sebelum mencoba menunjukkan kurangnya rasa percaya diri. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menghambat potensi diri.

7. “Terserah, aku tidak mau tahu”
Ucapan ini mencerminkan sikap acuh dan tidak ingin terlibat. Dalam hubungan sosial, hal ini bisa membuat orang lain merasa diabaikan.

Pada akhirnya, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, mengenali pola komunikasi yang kurang sehat merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri.

Dengan membiasakan cara berbicara yang lebih empatik, terbuka, dan bertanggung jawab, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih harmonis sekaligus meningkatkan citra diri di mata orang lain.




Bukit Moko dan Puncak Bintang, Surga View Malam Kota Bandung yang Wajib Dikunjungi

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Moko menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam sekaligus lanskap kota dari ketinggian.

Berlokasi di bagian timur Bandung, kawasan ini dikenal sebagai titik strategis untuk melihat keindahan kota secara menyeluruh.

Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Bukit Moko menawarkan udara yang sejuk dan suasana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan bentangan luas Kota Bandung yang terlihat begitu memukau, terutama saat malam hari ketika cahaya lampu kota membentuk panorama yang kerap dijuluki sebagai “lautan cahaya”.

Momen matahari terbit dan terbenam menjadi daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan.

Saat pagi hari, kabut tipis menyelimuti kota dan perlahan memudar seiring munculnya sinar matahari, menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.

Sementara pada sore hingga malam, langit berubah warna menjadi jingga keemasan sebelum akhirnya berganti dengan gemerlap lampu kota yang romantis.

Di kawasan ini juga terdapat Puncak Bintang, spot favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan dari ketinggian.

Area tersebut menyediakan fasilitas sederhana seperti gardu pandang, tempat duduk, serta ruang bersantai untuk menikmati suasana alam.

Perjalanan menuju Bukit Moko memang memerlukan usaha lebih karena jalurnya yang menanjak dan berkelok.

Namun, pengalaman tersebut terbayar lunas dengan keindahan panorama yang disuguhkan setibanya di lokasi.

Tidak heran jika banyak pengunjung memilih datang menggunakan kendaraan pribadi, terutama saat akhir pekan atau ketika cuaca cerah.

Selain berburu pemandangan, Bukit Moko juga menjadi tempat ideal untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Suasana yang tenang, udara segar pegunungan, serta pemandangan luas menjadikan tempat ini pilihan tepat untuk mencari ketenangan tanpa harus pergi jauh dari kota.

Keindahan Bukit Moko menjadi bukti bahwa pesona sebuah kota tidak hanya bisa dinikmati dari dalamnya, tetapi juga dari sudut pandang yang lebih tinggi.(*)




Update Ramalan Zodiak: Saatnya Fokus Karier dan Peluang Finansial Baru

SEPUCUKJAMBI.ID – Dinamika energi di tengah minggu ini membawa pengaruh kuat pada sektor karier, keuangan, hingga kehidupan asmara.

Banyak orang didorong untuk lebih cerdas dalam mengelola sumber daya, sekaligus tetap membuka ruang bagi kreativitas di tengah padatnya aktivitas.

Berikut ramalan zodiak lengkap hari ini:

Aries (21 Maret–19 April)
Kamu mulai memahami pentingnya bekerja dengan strategi, bukan sekadar tenaga. Dalam hal keuangan, penataan ulang pengeluaran menjadi langkah bijak. Sementara itu, suasana hangat di rumah memberi ketenangan emosional.

Taurus (20 April–20 Mei)
Sikap tenangmu menjadi penyeimbang di tengah situasi kerja yang sempat tegang. Peluang finansial bisa datang dari obrolan ringan. Dalam hubungan, perhatian kecil membawa dampak besar.

Gemini (21 Mei–20 Juni)
Hari ini dipenuhi ide segar yang membuatmu tampil menonjol. Kolaborasi finansial membuka peluang baru. Asmara pun terasa lebih hidup dengan komunikasi ringan dan penuh tawa.

Cancer (21 Juni–22 Juli)
Kepekaan intuisi membantu membaca situasi dengan cepat. Kondisi keuangan membaik setelah kamu mengatur ulang prioritas. Hubungan emosional juga semakin erat lewat komunikasi jujur.

Leo (23 Juli–22 Agustus)
Aura optimisme yang kamu miliki menular ke lingkungan sekitar. Peluang peningkatan penghasilan datang dari relasi. Dalam cinta, kepercayaan diri memberi warna baru.

Virgo (23 Agustus–22 September)
Ketelitian menjadi kunci menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Keputusan finansial yang rasional menjaga stabilitas. Hubungan asmara membaik dengan sikap sabar.

Libra (23 September–22 Oktober)
Pertemuan dengan orang baru memicu inspirasi segar. Ide bisnis bisa muncul dari diskusi santai. Keterbukaan membuat hubungan terasa lebih harmonis.

Scorpio (23 Oktober–21 November)
Kamu jeli melihat peluang yang terlewatkan orang lain. Disiplin finansial memperkuat rencana jangka panjang. Kejujuran menjadi fondasi hubungan yang lebih tenang.

Sagitarius (22 November–21 Desember)
Perubahan kecil dalam rutinitas membawa energi baru. Keputusan investasi sebaiknya diambil dengan tenang. Momen santai bersama pasangan terasa lebih bermakna.

Capricorn (22 Desember–19 Januari)
Strategi baru membantumu mencapai target lebih efektif. Kerja sama memberikan hasil finansial lebih maksimal. Sikap hangat mempererat hubungan asmara.

Aquarius (20 Januari–18 Februari)
Lingkungan sosial mendorong keberanian untuk berinovasi. Ide baru membuka peluang penghasilan. Pertemuan sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam bagi yang masih sendiri.

Pisces (19 Februari–20 Maret)
Kamu semakin siap menghadapi fase baru. Kondisi keuangan menunjukkan perkembangan positif. Kedekatan emosional dengan pasangan semakin kuat.(*)




Polda Jambi Ikuti Arahan Kapolri Jelang Arus Balik Lebaran 2026, Fokus Pengamanan Wisata

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDPolda Jambi memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi momentum Idul Fitri 1447 Hijriah melalui partisipasi dalam video conference nasional yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan yang digelar di Kampung Radja ini dihadiri oleh Kapolda Jambi Krisno H. Siregar bersama jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Gubernur Abdullah Sani dan Danrem 042/GAPU Nyamin.

Dalam arahannya, Kapolri menyoroti pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang diprediksi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Volume kendaraan saat arus mudik disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 serta 29 Maret 2026.

Kapolri juga menekankan pentingnya antisipasi di titik rawan kemacetan seperti pelabuhan dan jalur utama, serta penyediaan layanan kesehatan di rest area untuk membantu pemudik yang mengalami kelelahan.

Selain arus lalu lintas, lonjakan kunjungan ke objek wisata selama libur Lebaran juga menjadi perhatian serius. Seluruh jajaran kepolisian diminta meningkatkan pengamanan guna mencegah gangguan keamanan maupun kecelakaan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolda Jambi melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan pengamanan di destinasi wisata yang diprediksi ramai pengunjung.

Polda Jambi juga mengoptimalkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis, lengkap dengan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat bepergian maupun berwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur Idul Fitri.

Melalui koordinasi nasional ini, Polri berkomitmen memastikan seluruh rangkaian pengamanan Lebaran 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.(*)




Lonjakan Kendaraan Saat Arus Balik, Ini Imbauan Penting dari Polda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026, Polda Jambi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan kembali ke tempat aktivitas.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor utama dalam menekan risiko kecelakaan di tengah meningkatnya volume kendaraan.

Menurutnya, kondisi fisik pengemudi harus benar-benar diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan atau mengantuk.

“Keselamatan adalah hal utama. Jika lelah, sebaiknya beristirahat di posko atau rest area yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain faktor pengemudi, kesiapan kendaraan juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima guna menghindari kendala teknis di jalan.

Polda Jambi memprediksi arus balik tahun ini akan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk tetap sabar, menjaga jarak aman, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko.

Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk merencanakan perjalanan secara matang, termasuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Selain pemudik, imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. Kewaspadaan tetap diperlukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik, aparat gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait telah disiagakan di berbagai titik strategis.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menghadapi kondisi darurat, dapat menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam.

Melalui langkah ini, kepolisian berkomitmen memastikan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.(*)




Arus Balik Lebaran, Tol Betung–Tempino–Jambi Jadi Jalur Sibuk di Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di jalur strategis Tol Betung–Tempino–Jambi yang mencatat peningkatan trafik kendaraan.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan, pada 23 Maret 2026, sebanyak 8.817 kendaraan melintasi ruas tol yang menghubungkan wilayah Jambi tersebut. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 17,87 persen dibandingkan kondisi normal.

Lonjakan trafik ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang masih melakukan perjalanan balik Lebaran maupun aktivitas wisata di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, trafik kendaraan di ruas tol yang telah beroperasi di Trans Sumatera mencapai 257.546 kendaraan dalam satu hari. Jumlah tersebut meningkat tajam hingga 184,20 persen dibandingkan trafik normal.

Meski tidak setinggi beberapa ruas lain, Tol Jambi tetap menjadi jalur penting penghubung antarwilayah yang berperan dalam mendukung kelancaran arus balik di Pulau Sumatera.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di sejumlah ruas lainnya seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Pekanbaru–Dumai.

Bahkan, beberapa ruas tol mencatat lonjakan ekstrem, seperti Tol Padang–Sicincin dan Sigli–Banda Aceh yang mengalami kenaikan lebih dari 400 persen dibandingkan kondisi normal.

Di sisi lain, ruas tol yang difungsikan sementara selama arus balik Lebaran juga menunjukkan pergerakan kendaraan yang cukup tinggi. Hal ini menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan tol yang cepat dan efisien.

PT Hutama Karya menyatakan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar selama periode arus balik.

Pengguna jalan tol diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan guna menghindari risiko kecelakaan di jalan tol.

Sebagai operator Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan melalui kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi resmi dan kanal informasi digital yang telah disediakan.(*)




Pesan Menyentuh Bupati Merangin Saat Lebaran: Tegas Bukan Karena Benci

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Rumah Dinas Bupati Merangin saat digelarnya open house dalam rangka Halal Bihalal Idulfitri, Sabtu (21/03/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati M. Syukur, bersama Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, Ketua DPRD Rivaldi, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.

Dalam sambutannya, M. Syukur menyampaikan pesan yang menyentuh terkait etika kepemimpinan dan profesionalisme di lingkungan pemerintahan.

Ia bahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para kepala OPD, terutama yang usianya lebih senior.

“Mungkin ada yang umurnya lebih tua daripada saya, gara-gara saya marahin, saya minta maaf. Saya marah itu karena posisi jabatan Bupati,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sikap tegas yang selama ini ditunjukkan bukan dilandasi emosi pribadi, melainkan demi mendorong percepatan pembangunan daerah.

Menurutnya, kemajuan Merangin hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan mengesampingkan ego sektoral.

“Tidak ada kebencian. Semua demi agar pembangunan berjalan cepat dan kita punya rasa memiliki terhadap daerah ini,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendekati masa purna tugas. Ia mengingatkan agar masa akhir pengabdian diisi dengan kinerja terbaik, bukan justru menurunkan semangat kerja.

“Yang mau pensiun, berikan kenangan yang indah berupa prestasi. Jangan malah jadi malas,” tegasnya.

Menutup sambutannya, M. Syukur mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus menjadikan momentum Idulfitri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi dalam pemerintahan.

“Hari ini hari yang membahagiakan. Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi simbol eratnya hubungan antara pimpinan daerah, jajaran pemerintahan, dan masyarakat dalam membangun Merangin yang lebih harmonis dan maju.(*)




Lebaran Penuh Kebersamaan, Open House Sekda Tanjab Barat Diserbu Warga

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar kegiatan open house dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda), Sabtu (21/03/2026), usai pelaksanaan salat Idulfitri.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak pagi hari. Warga tampak antusias datang untuk bersilaturahmi langsung dengan jajaran pemerintah daerah.

Selain itu, para tamu juga disambut dengan berbagai hidangan khas Lebaran yang menambah keakraban dalam momen tersebut.

Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan ukhuwah.

“Kami berharap open house ini dapat mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat di semua tingkatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara masyarakat dan pemerintah, sehingga komunikasi dapat terjalin lebih terbuka dan harmonis.

Sejumlah pejabat daerah terlihat hadir secara bergantian, mulai dari staf ahli bupati, asisten Setda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin solid, sehingga dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.(*)




WFA ASN Bisa Hemat BBM hingga 20 Persen, Ini Kata Menteri Keuangan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) berpotensi memberikan dampak besar terhadap penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, berdasarkan perhitungan awal, penerapan sistem kerja fleksibel tersebut dapat menekan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, meskipun angka itu masih bersifat estimasi kasar.

“Ada hitungan kasar, kira-kira bisa sampai seperlima atau sekitar 20 persen,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (21/3/2026).

Purbaya menjelaskan, penghematan ini bisa terjadi karena berkurangnya mobilitas harian ASN jika WFA diterapkan dalam beberapa hari dalam satu pekan. Dengan lebih banyak aktivitas dilakukan dari rumah atau lokasi lain, penggunaan kendaraan otomatis menurun.

Ia mencontohkan skema penerapan WFA selama beberapa hari, seperti Jumat hingga akhir pekan, yang dinilai cukup efektif dalam menekan pergerakan harian.

“Kalau beberapa hari bekerja dari mana saja, aktivitas di rumah meningkat dan mobilitas berkurang. Ini bisa berdampak ke konsumsi BBM,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan WFA tidak akan diterapkan secara permanen. Skema ini hanya dirancang untuk periode tertentu, terutama setelah momen Lebaran.

Hal ini mempertimbangkan bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh, terutama yang membutuhkan kehadiran fisik dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Selain menekan konsumsi energi, kebijakan WFA juga dinilai memiliki efek tambahan terhadap perekonomian. Aktivitas berbasis rumah tangga berpotensi meningkat, sementara sektor pariwisata domestik juga bisa terdorong karena fleksibilitas waktu kerja.

Penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi tekanan global, khususnya terkait kenaikan harga energi akibat dinamika geopolitik.

Dengan mengurangi mobilitas tanpa mengganggu produktivitas secara signifikan, pemerintah berharap konsumsi BBM dapat ditekan secara efektif.

Meski begitu, pemerintah tetap menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas pelayanan publik, sehingga kebijakan ini akan diterapkan secara terbatas dan selektif.