Kemas Faried Soroti Seleksi Kepala Sekolah dan Direksi PDAM, Minta KPK Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses seleksi kepala sekolah, Direktur PDAM Tirta Mayang, serta seleksi pejabat eselon yang tengah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota Jambi mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk dari DPRD Kota Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, secara tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengawasi proses seleksi tersebut agar berjalan transparan dan bebas dari dugaan jual beli jabatan.

Permintaan itu disampaikan Kemas Faried saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi bagi pimpinan dan anggota DPRD se-Provinsi Jambi yang digelar di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi, Kamis (27/11/2025).

Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen lembaga legislatif dalam menghadapi berbagai isu korupsi di daerah.

Kemas Faried hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Jefrizen, sebagai bentuk dukungan terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, akuntabel, dan berintegritas.

Di hadapan perwakilan KPK, Kemas Faried menyoroti sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, terutama terkait proses seleksi jabatan strategis di Pemkot Jambi.

“Terutama seleksi kepala sekolah, Direktur PDAM Tirta Mayang, dan seleksi pejabat eselon. Kami minta atensi KPK agar mendeklarasikan secara tegas supaya tidak muncul persepsi negatif terkait dugaan jual beli jabatan,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa, proses seleksi harus melibatkan panitia profesional, independen, akuntabel, dan transparan.

“Panitia seleksi harus jadi garda terdepan menjaga integritas. Jangan jadikan seleksi ini sebagai ajang uji coba,” tegasnya.

Kemas Faried juga menyinggung persoalan dalam seleksi sebelumnya di BUMD Kota Jambi.

“Pengalaman kemarin, seleksi sudah selesai dan baru tiga bulan berjalan, Direktur PT Siginjai Sakti malah mundur. Sampai hari ini kami belum mendapat penjelasan alasannya,” ujarnya.

Ia berharap seleksi selanjutnya benar-benar dilakukan profesional, sesuai kebutuhan jabatan, dan bebas dari kepentingan terselubung.

Menanggapi hal tersebut, Kasatgas Korsupgah KPK, Uding Juharidin, memastikan bahwa KPK terus melakukan monitoring sesuai ketentuan.

“Monitoring yang kami lakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Indikatornya jelas, dan kami meminta lembaga menempatkan orang yang profesional,” katanya.

Uding menegaskan bahwa KPK mengawasi agar tidak ada intervensi kedekatan ataupun kepentingan tertentu dalam proses seleksi jabatan.

“Kami selalu memantau, namun jangkauan kami terbatas sehingga membutuhkan masukan. Kami hadir di sini agar korupsi tidak terjadi. Jika sampai terjadi, itu kegagalan bagi kami,” tegasnya.

Saat ini, Pemkot Jambi sedang melaksanakan seleksi pejabat Eselon II, seleksi kepala sekolah, serta seleksi Direksi PDAM Tirta Mayang.(*)




Indosat Kerahkan Tim Teknis Pulihkan Layanan di Area Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

SUMATERA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyampaikan empati mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Termasuk Aceh, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta beberapa area di Sumatra Barat.

Bencana tersebut berdampak pada infrastruktur dan layanan telekomunikasi di beberapa titik.

“Hingga Kamis, 27 November 2025, tercatat 71,68% site Indosat di wilayah Sumatra bagian utara masih berfungsi dengan baik,” kata Agus Sulistio EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison.

Tim teknis IOH terus melakukan percepatan pemulihan jaringan melalui:

  • perbaikan jalur transport telekomunikasi,

  • pengoperasian perangkat portable dan mobile resources,

  • serta penempatan tim pemulihan di titik-titik terdampak.

Dengan langkah-langkah tersebut, Indosat tetap mampu menjaga keberlangsungan layanan dasar seperti telepon, SMS, serta layanan data terbatas bagi pelanggan yang terdampak bencana.

Indosat menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan tetap berjalan dan mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat, terutama di masa tanggap darurat bencana.

“Perusahaan juga terus memonitor kondisi lapangan untuk memastikan percepatan pemulihan jaringan dapat berlangsung secara optimal,” tutupnya.(*)




Alhamudlillah! Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan Hari Guru Nasional 2025, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan kebijakan baru terkait peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Mulai tahun 2026, tunjangan bulanan guru honorer akan naik dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan.

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kenaikan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi guru honorer yang selama ini menghadapi tantangan ekonomi dan ketidakpastian status pekerjaan.

“Insentif untuk guru honorer dinaikkan dari Rp300.000 per bulan menjadi Rp400.000 per bulan mulai tahun 2026,” ujarnya.

Selain menaikkan tunjangan, Kemendikdasmen juga merencanakan penyaluran tunjangan melalui transfer langsung ke rekening guru honorer tanpa perantara.

Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan hambatan birokrasi dan memastikan pencairan lebih cepat serta tepat sasaran.

Pemerintah turut memperkenalkan program beasiswa bagi guru honorer yang belum memiliki gelar D4/S1.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi akademik, profesionalisme, serta akses pendidikan bagi tenaga pendidik non-ASN.

Selama ini, banyak guru honorer menghadapi beban ekonomi, gaji di bawah standar, dan minimnya perlindungan kerja.

Karena itu, kebijakan kenaikan tunjangan dan kemudahan administrasi menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kondisi mereka.

Meskipun nominal Rp400.000 per bulan masih belum mencukupi sebagai pendapatan utama, guru honorer tetap menyambut positif keputusan ini.

Di sisi lain, program peningkatan kualifikasi juga membuka peluang bagi mereka untuk memperbaiki kemampuan mengajar.

Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada implementasi di lapangan, termasuk ketepatan waktu pencairan, jangkauan ke daerah terpencil, serta pengawasan agar benar-benar menyentuh guru yang berhak menerima.

Peningkatan tunjangan juga perlu diiringi pembenahan kompetensi guru, sarana-prasarana pendidikan, beban kerja, serta dukungan profesional lainnya agar kualitas pengajaran ikut meningkat.

Jika dijalankan secara konsisten, kebijakan ini dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat kesejahteraan guru honorer dan peningkatan mutu pendidikan nasional.(*)




Kempo Jambi Bangkit, Kejurprov 2025 Resmi Dibuka dengan 120 Peserta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kempo Perkemi Jambi 2025 resmi digelar pada 27–30 November.

Sebanyak 120 atlet dari tujuh kabupaten/kota berpartisipasi dan akan bertanding pada 37 nomor pertandingan sebagai bagian dari upaya peningkatan prestasi serta pembinaan cabang olahraga kempo di Provinsi Jambi.

Ketua Pengprov Perkemi Jambi, Adri SH MH, menegaskan bahwa Kejurprov tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kualitas pembinaan sekaligus mencetak kenshi berprestasi.

“Kejurprov ini merupakan upaya peningkatan prestasi dalam mencetak para kenshi. Mari tingkatkan semangat dan prestasi, dan semoga Kempo Jambi kembali jaya seperti dahulu,” ujar Adri dalam sambutannya.

Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejurprov Perkemi 2025.

Ia berharap cabang olahraga kempo mampu bangkit dan kembali menyumbangkan prestasi di berbagai kejuaraan tingkat regional hingga nasional.

“Semoga atlet-atlet kempo Jambi terus maju dan mampu meraih juara di berbagai event. Kejurprov ini menjadi ajang untuk menguji kemampuan sebelum menghadapi kompetisi lebih tinggi seperti Porprov dan PON,” ujarnya.

Pembukaan Kejurprov turut dihadiri Ketua KONI Kota Jambi, Ketua KONI Kabupaten Bungo, serta sejumlah ketua cabang olahraga lainnya.

Kehadiran para tokoh olahraga tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebangkitan kempo di Jambi.

Kejurprov Kempo Perkemi Jambi 2025 akan berlangsung selama empat hari dan diharapkan mampu melahirkan atlet terbaik yang siap mengharumkan nama Provinsi Jambi pada kejuaraan nasional hingga internasional.(*)




Banjir dan Longsor Terjang Sumatra, Ribuan Warga Dievakuasi

SUMATERA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah wilayah di Pulau Sumatra kembali dilanda bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir.

Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur, terutama di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan puluhan desa terdampak dan ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.

Di beberapa titik, akses jalan terputus akibat material longsor yang menutup badan jalan serta jebolnya tanggul sungai karena debit air yang meningkat drastis.

Seorang pejabat BPBD Sumatera Utara mengatakan bahwa hujan lebat sejak akhir pekan membuat situasi memburuk dengan cepat.

“Air naik sangat cepat dan membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang. Prioritas kami adalah evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar di pos pengungsian,” ujarnya.

Di Sumatera Barat, banjir merendam sejumlah nagari dan rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa.

Aparat gabungan, termasuk TNI, BPBD, dan relawan, dikerahkan untuk membuka akses yang tertutup pohon tumbang sekaligus menyalurkan bantuan logistik.

Petugas lapangan yang terlibat evakuasi menyebut medan berat menjadi tantangan utama.

“Banyak titik tidak bisa dilalui kendaraan karena longsor. Kami harus berjalan kaki sambil membawa perahu karet untuk mencapai area yang terisolasi,” jelasnya.

Para warga mengaku banjir kali ini terjadi lebih cepat dari biasanya.

“Biasanya air naik beberapa jam setelah hujan besar. Sekarang baru satu jam hujan deras, banjir sudah masuk rumah,” ujar seorang warga yang kini mengungsi bersama keluarga.

Pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai juga diminta mengungsi sementara waktu untuk menghindari risiko longsor maupun banjir bandang.

BPBD bersama unsur pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap kerusakan dan korban. Sementara itu, perbaikan infrastruktur darurat dikerjakan bertahap.

Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan tambahan, mulai dari bantuan logistik, dapur umum, hingga peralatan berat untuk mempercepat penanganan di lapangan.(*)




Munas XI MUI Hasilkan Fatwa Pajak Berkeadilan, Pemerintah Diminta Revisi PBB

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menetapkan Fatwa Pajak Berkeadilan pada Musyawarah Nasional (Munas) XI.

Salah satu poin inti dari fatwa tersebut adalah larangan pemungutan pajak berulang terhadap rumah hunian serta kebutuhan pokok masyarakat.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa bumi dan bangunan yang dihuni tidak layak dikenai pajak berulang.

Fatwa ini muncul sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dianggap tidak adil dan semakin memberatkan.

Menurut Prof. Ni’am, pungutan terhadap kebutuhan primer seperti sembako, rumah tinggal, dan lahan hunian “tidak sesuai dengan prinsip keadilan maupun tujuan pemungutan pajak.”

Dalam fatwa terbaru, MUI menyatakan bahwa objek pajak seharusnya dibatasi pada harta yang memiliki potensi produktif atau kategori kebutuhan sekunder dan tersier bukan kebutuhan primer warga.

Fatwa tersebut juga menegaskan bahwa zakat dapat diperhitungkan sebagai pengurang kewajiban pajak, sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan finansial umat yang sudah menunaikan kewajiban keagamaannya.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut akan menelaah lebih jauh implikasi fatwa itu terhadap kebijakan pajak daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa pemerintah akan berhati-hati sebelum mengambil sikap dan belum melakukan pembahasan resmi mengenai hal tersebut.

Di sisi lain, DPR RI menyampaikan kekhawatiran bahwa penerapan fatwa ini dapat memengaruhi stabilitas fiskal daerah.

Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menilai bahwa penghapusan pajak berulang akan berdampak signifikan pada pendapatan daerah, terutama bagi pemerintah daerah dengan kapasitas fiskal yang lemah.

Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII DPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), justru mendukung penuh fatwa tersebut.

Ia mendorong pemerintah segera mengimplementasikannya, termasuk memberikan pembebasan PBB untuk lembaga nirlaba seperti pesantren.

Menurut HNW, banyak pesantren merasa terbebani oleh pajak atas bangunan dan lahan, sementara mereka menjalankan fungsi pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Ia berharap fatwa ini mendorong pemerintah memperbaiki aturan perpajakan bagi lembaga pendidikan keagamaan.

Fatwa MUI ini memunculkan perdebatan terkait prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan fiskal.

Jika diadopsi secara luas, kebijakan penghapusan pajak berulang untuk rumah hunian dan kebutuhan dasar dapat mengurangi beban masyarakat, terutama yang memiliki rumah nonkomersial.

Namun pemerintah daerah perlu menyiapkan alternatif sumber pendapatan agar layanan publik tetap berjalan optimal.

Penerapannya juga menuntut revisi regulasi perpajakan, termasuk penentuan mekanisme baru untuk memastikan bahwa pajak dikenakan berdasarkan kemampuan finansial masyarakat.

Fatwa ini menegaskan bahwa pemungutan pajak seharusnya tidak membebani kebutuhan dasar rakyat.(*)




Muskomwil II APEKSI 2025 Ditutup dengan Aksi Penghijauan di Taman Banjuran Budayo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A Ridwan, memimpin kegiatan penanaman pohon di Taman Banjuran Budayo (eks Taman Remaja) sebagai salah satu rangkaian penutup Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala daerah peserta Muskomwil II APEKSI yang hadir di Kota Jambi.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama pemerintah kota se-Indonesia dalam memperkuat agenda penghijauan, menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus mempercantik ruang terbuka hijau di wilayah urban.

Sekda Ridwan menyampaikan bahwa, aksi penanaman pohon ini merupakan bagian penting dari rangkaian Muskomwil yang tidak hanya berfokus pada forum diskusi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi lingkungan.

“Kegiatan penanaman ini melibatkan beberapa kepala daerah dan menjadi penutup rangkaian Muskomwil II APEKSI. Pohon-pohon ini akan kita tanam di seluruh titik yang telah ditentukan, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk membangun kota yang lebih hijau,” ujarnya.

Ridwan menambahkan bahwa, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut pada Muskomwil tahun berikutnya.

Ia menyebutkan bahwa, pada Muskomwil 2026, akan dirundingkan kembali terkait kota tuan rumah berikutnya.

“Untuk tahun 2026 nanti, Muskomwil II akan dibahas kembali. Ada empat kota yang menjadi opsi, kemungkinan Palembang atau Pagar Alam menjadi tuan rumah. Nanti akan diputuskan bersama,” jelasnya.

Penanaman pohon di Taman Banjuran Budayo sekaligus menegaskan fungsi baru kawasan tersebut sebagai ruang budaya, edukasi, dan ekologis bagi masyarakat Kota Jambi.

Dengan hadirnya pohon-pohon baru, pemerintah berharap kawasan ini menjadi lebih rindang, nyaman, dan berkelanjutan.

@sepucukjambi.id Sekda Kota Jambi ARidwan memimpin penanaman pohon di Taman Banjuran budayo eks Taman Remaja, sebagai rangkaian Muskomwil Apeksi tahun 2025 #muskomwilapeksi #walikotajambi #viralvideo #fypシ゚ #kotajambi

♬ Motivation – Study Music

Kegiatan ini menutup rangkaian perhelatan Muskomwil II APEKSI yang berlangsung di Kota Jambi, yang sebelumnya diisi dengan peresmian Taman Banjuran Budayo, pameran seni budaya, forum kepala daerah, serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.(*)




Wali Kota Maulana Resmikan Taman Banjuran Budayo dan Festival Keris Siginjai

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemkot Jambi meresmikan Taman Banjuran Budayo, yang sebelumnya dikenal sebagai Taman Remaja, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya serta penguatan identitas Melayu Jambi.

Peresmian yang berlangsung pada Kamis malam (27/11/2025) itu sekaligus menandai pembukaan Festival Keris Siginjai dan Diberanda Kota, yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta komunitas seni dan budaya.

Kegiatan ini juga menjadi rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI yang digelar di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, meresmikan langsung kawasan tersebut bersama para kepala daerah peserta Muskomwil.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa perubahan nama taman telah melalui proses panjang dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat.

Penetapan nama tersebut menguatkan program unggulan Kota Jambi Bahagia, khususnya pilar Bahagia Berbudaya.

“Banjuran Budayo bukan sekadar nama baru. Ia memiliki makna sebidang tanah yang menghubungkan satu kawasan dengan lainnya tempat tumbuhnya tanaman bermanfaat. Filosofi ini sejalan dengan harapan agar taman ini menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, kebudayaan, interaksi sosial, dan kebanggaan masyarakat,” ujar Maulana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat Melayu Pesako Betuah atas rekomendasi dan kajian filosofis yang menguatkan penetapan ini.

Festival Keris Siginjai, kata Maulana, merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan simbol marwah Tanah Pilih Pesako Betuah.

“Keris Siginjai bukan hanya pusaka, tapi penanda martabat dan pengingat bahwa masyarakat Jambi memiliki sejarah dan peradaban luhur,” sebutnya.

Sementara itu, kegiatan Diberanda Kota hadir sebagai ruang bagi komunitas kreatif muda untuk menampilkan seni pertunjukan, literasi, serta produk UMKM secara inklusif.

Maulana menegaskan bahwa berbagai kegiatan ini sejalan dengan transformasi menuju Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, Sejahtera).

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, selaku Ketua Pelaksana Festival, menyampaikan bahwa rangkaian acara berlangsung selama empat hari, hingga 30 November 2025.

Menurutnya, festival ini menggabungkan tiga program prioritas: Ruang Milenial (Rumel), Kota Tangguh, dan Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT).

“Kami yakin bahwa sebagai kota tanpa Sumber Daya Alam, penguatan Sumber Daya Manusia adalah kunci. Karena itu kami berterima kasih atas dukungan Wali Kota untuk memberikan ruang kreativitas bagi anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, kegiatan ini mengedepankan konsep Community Based Development (CBD) agar masyarakat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Acara peresmian berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni Melayu Jambi.

Hadir dalam kegiatan ini para kepala daerah peserta Muskomwil II APEKSI, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby Fathir Nashary, unsur Forkopimda Kota Jambi, Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, Ketua GOW Jambi Marsha Lystia Diza, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, Sekda Kota Jambi A. Ridwan, serta jajaran Pemkot Jambi.

Sebagai bentuk penghargaan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota turut menyerahkan cinderamata kepada para peserta Muskomwil.(*)




Pengelolaan Sampah Kota Jambi Masuki Era Modern, Mesin Regen Bisa Olah Ratusan Ton Per Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Untuk pertama kalinya pada masa kepemimpinan Wali Kota Jambi Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Pemerintah Kota Jambi menghadirkan pameran teknologi pengelolaan sampah modern skala besar.

Acara ini digelar oleh PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia melalui kegiatan bertajuk “Regen Technology Showcase 2025” di TPA Talang Gulo, Kota Jambi.

Showcase ini menjadi langkah awal Pemkot Jambi menuju modernisasi pengelolaan sampah berbasis teknologi, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di sektor lingkungan.

PT Regen menggandeng berbagai pihak penting, termasuk perwakilan Tsinghua University, Qinglv Global, dan Shanghai Phelix Co. Ltd, perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi persampahan dan pengolahan material.

CEO PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia, Heryadi Putra Chan, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menunjukkan secara langsung proses transformasi sampah menjadi komoditas baru bernilai manfaat.

Menurut Heryadi, teknologi Regen dimulai dari fase penyemprotan sampah menggunakan mesin dan cairan Biosolution.

Cairan ini berfungsi menghilangkan bau, mempercepat proses pengeringan, dan memudahkan pengubahan sampah menjadi kompos.

Selanjutnya, sampah dijemur selama 21 hari, dengan penyemprotan ulang setiap lima hari agar cairan merata ke seluruh tumpukan.

Memasuki hari ke-21, sampah dikeringkan maksimal sebelum dimuat menggunakan ekskavator menuju mesin pencacah Regen.

Mesin ini secara otomatis memisahkan sampah menjadi berbagai kategori, seperti kompos, plastik, logam, karung, kaca, dan material lainnya.

Keunggulan paling menonjol dari teknologi Regen adalah kemampuannya mengolah ratusan ton sampah per hari tanpa proses pembakaran dan dengan penggunaan energi yang sangat minim.

Teknologi ini juga akan terus diperbarui dengan target seluruh proses pengelolaan sampah bisa dilakukan sepenuhnya melalui sistem mesin, mulai dari tahap awal hingga akhir.

Heryadi menekankan bahwa showcase ini bukanlah tujuan akhir, melainkan permulaan perjalanan menuju transformasi pengelolaan sampah modern di Kota Jambi.

“Kami mengundang para mitra untuk berkolaborasi di TPA Talang Gulo. Harapan kami, apa yang dimulai hari ini menjadi langkah panjang menuju masa depan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara Pemkot Jambi, PT Regen, akademisi, dan perusahaan teknologi asal China, program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah terpadu.

Sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi mendapatkan “nafas kedua” sebagai komoditas yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.(*)




Wali Kota se-Sumbagsel Kunjungi Candi Muaro Jambi Dalam Rangkaian Muskomwil II APEKSI

JAMBI-SEPUCUKJAMBI.ID –Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kota Jambi pada Kamis (27/11).

Para peserta mengunjungi ke Kawasan Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan sejarah terbesar dan terluas di Asia Tenggara.

Sebanyak 9 wali kota se-Sumbagsel turut serta dalam visitasi tersebut. Kedatangan para kepala daerah disambut langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana.

Maulana menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antar daerah.

Ia menegaskan bahwa kawasan Candi Muaro Jambi bukan hanya situs bersejarah, tetapi juga sebagai pelestarian budaya, dan pengembangan pariwisata yang terintegrasi.

“Kita ingin daerah-daerah di Sumbagsel saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi,kawasan candi ini menunjukkan bagaimana warisan sejarah bisa dirawat sekaligus menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.

Selama visitasi, para wali kota disuguhkan dengan keindahan struktur percandian di kawasan Candi Muaro Jambi, dengan bangunan-bangunan bersejarah yang tertata rapi.

Rangkaian kegiatan hari ini menjadi bagian dari Muskomwil II APEKSI yang tidak hanya berfokus pada isu pemerintahan, tetapi juga menonjolkan potensi Kota Jambi baik melalui perkembangan infrastruktur modern maupun kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah.