Walikota Maulana Apresiasi Pokja Kampung Bahagia, Target Selesai 100 Persen di 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Program Kampung Bahagia menjadi salah satu dari sebelas program prioritas Pemerintah Kota Jambi untuk periode 2025–2029.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui dukungan pendanaan hingga Rp100 juta per RT.

Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur lingkungan, sanitasi, ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kelembagaan RT.

Maulana menjelaskan bahwa, Program Kampung Bahagia hadir sebagai upaya membangun relasi sosial yang lebih kuat serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong di masyarakat.

Setiap kegiatan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing RT, sehingga keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.

Pelaksanaan program tetap mengacu pada skala prioritas dan regulasi yang tertuang dalam Perwal Nomor 18 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan melalui Perwal Nomor 36 Tahun 2025.

Program ini mulai diimplementasikan pada 2025 sebagai pilot project di 67 RT di Kota Jambi.

Menurut Maulana, anggaran untuk seluruh RT telah dicairkan 100 persen, sementara realisasi kegiatan mencapai sekitar 90 persen. Ia optimistis seluruh program dapat tuntas sebelum akhir 2025.

Pada kegiatan yang dirangkaikan dengan Senam Jantung Sehat, Pemkot Jambi turut menyerahkan berbagai perlengkapan olahraga untuk masyarakat.

Maulana menyebut penyediaan fasilitas komunal tersebut sejalan dengan misi Kampung Bahagia dalam memperkuat kohesi sosial dan ruang interaksi warga.

“Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan kembali modal sosial masyarakat seperti gotong royong dan solidaritas,” ujarnya.

Maulana mengajak warga memanfaatkan Program Kampung Bahagia sebagai ruang penyelesaian persoalan lingkungan dan sosial di tingkat akar rumput.

Ia berharap program tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan berdaya.

Salah satu contoh keberhasilan program terlihat di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia di RT tersebut dinilai berjalan sesuai harapan, terutama karena seluruh tahapan mulai dari proses Urun Rembug dilaksanakan dengan baik.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” kata Maulana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Maulana memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang berperan menyukseskan kegiatan ini.(*)




Fraksi PAN Puji Program 100 Juta per RT, Naim: Pembangunan di RT 09 Dianggap Paling Berhasil

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PAN, Naim mengapresiasi penuh Program Kampung Bahagia yang mengalokasikan Rp100 juta per RT.

Ia menilai program tersebut terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan, dana tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas.

Seperti lapangan futsal yang juga difungsikan untuk voli, fasilitas tenis meja, pembangunan drainase terbuka dan tertutup, jalan cor, serta infrastruktur lingkungan lainnya.

Menurutnya, pembangunan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Naim menyampaikan bahwa, Program Kampung Bahagia mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan aktivitas sosial masyarakat.

Ia berharap program ini terus diperkuat agar pemerataan pembangunan di tingkat RT semakin optimal.

Sementara itu, ia juga menilai kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia RT 09 merupakan contoh sukses penerapan program.

Mulai dari tahapan Urun Rembug, seluruh proses berjalan sesuai harapan dan melibatkan partisipasi aktif warga.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Naim menegaskan, keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Ia memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, serta seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan program tersebut.(*)




3 Jam Sehari di Medsos, Mengapa Dumb Scrolling Berbahaya? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Di era digital saat ini, hampir semua orang pernah mengatakan, “Buka medsos sebentar saja,” lalu tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam menggeser layar tanpa tujuan jelas.

Kebiasaan ini dikenal sebagai dumb scrolling, atau aktivitas scroll pasif yang dilakukan tanpa fokus, dan belakangan menjadi fenomena yang banyak dibahas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Data terbaru mencatat ada 191,4 juta pengguna media sosial aktif, atau sekitar 68,9 persen dari total populasi

Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial mencapai 3 jam 17 menit per hari, sementara sebagian besar pengguna mengaku menghabiskan 1–3 jam per hari hanya untuk scroll konten.

Angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi media digital telah menjadi rutinitas harian yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern.

Walaupun tampak sebagai aktivitas santai, dumb scrolling memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan psikologis.

Berbagai penelitian mengungkap bahwa konsumsi media sosial secara pasif dapat memicu:

  • Stres dan kecemasan meningkat

  • Rasa kurang percaya diri, akibat perbandingan sosial yang berlebihan

  • FOMO (fear of missing out)

  • Perasaan tidak puas terhadap diri sendiri

Scroll tanpa tujuan membuat otak terus menerima informasi secara berlebihan.

Ketika dilakukan menjelang waktu tidur, paparan cahaya layar dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh beristirahat, sehingga tidur terganggu dan pikiran tetap aktif meski tubuh sedang lelah.

Dumb scrolling sering disebut sebagai pencuri waktu paling halus.

Aktivitas ringan yang sekilas hanya memakan beberapa menit ternyata mudah berubah menjadi satu jam atau lebih tanpa disadari.

Waktu tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk:

  • belajar atau membaca,

  • mengerjakan pekerjaan pribadi,

  • menulis atau berlatih skill,

  • melakukan kegiatan fisik, atau

  • beristirahat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengurangi fokus dan kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas penting, sehingga produktivitas harian menurun.

Meski memiliki dampak negatif, media sosial tetap menawarkan banyak manfaat: memperkuat hubungan sosial, memperoleh informasi terbaru, hiburan, hingga inspirasi untuk berkarya.

Kuncinya adalah cara penggunaan.

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi dumb scrolling:

  • membuka media sosial dengan tujuan yang jelas,

  • mengatur durasi pemakaian harian,

  • menjadwalkan jeda digital,

  • menggunakan fitur screen time atau pengingat waktu,

  • mematikan notifikasi yang tidak penting,

  • mencoba digital detox berkala.

Upaya sederhana ini terbukti mampu meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Media sosial bukan musuh. Dumb scrolling pun tidak selalu buruk bila dilakukan sesekali sebagai hiburan.

Namun, saat kebiasaan ini mengganggu emosi, tidur, produktivitas, atau relasi sosial, saat itulah kontrol harus diperketat.

Dengan kesadaran diri dan pengelolaan waktu yang tepat, kita tetap bisa menikmati media sosial tanpa mengorbankan kesehatan mental dan kualitas hidup. Dumb scrolling boleh, asal tetap terkendali.(*)




Setelah Dikritik, Oxford Revisi Unggahan dan Cantumkan Peneliti Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah menuai kritik luas dari masyarakat Indonesia dan komunitas ilmiah, University of Oxford akhirnya merevisi unggahan resminya terkait laporan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii, salah satu spesies Rafflesia langka yang ditemukan di hutan hujan Sumatera.

Revisi dilakukan pada 28 November 2025, atau empat hari setelah unggahan awal yang dianggap mengabaikan peran peneliti dan pemandu lapangan asal Indonesia.

Unggahan Oxford pada 24 November 2025 hanya menyebut nama Chris Thorogood sebagai representasi tim ekspedisi yang mendokumentasikan mekarnya Rafflesia hasseltii.

Namun, tokoh yang berperan penting dalam ekspedisi tersebut, seperti Septian Andriki (Deki) dan pemandu lokal Iswandi, tidak dicantumkan sama sekali.

Penghilangan tersebut memicu protes keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, serta tokoh publik seperti Anies Baswedan yang menegaskan pentingnya pengakuan terhadap ilmuwan Indonesia.

“Peneliti lokal yang berperan besar harus diakui. Tanpa mereka, penemuan ini tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

Kritik ini segera menjadi sorotan nasional karena dianggap mencerminkan persoalan lama dalam riset internasional yang kerap mengabaikan kontribusi lokal terutama ketika penelitian dilakukan di negara dengan tingkat biodiversitas tinggi seperti Indonesia.

Merespons kritik tersebut, University of Oxford memperbarui unggahan mereka pada 28 November 2025.

Dalam versi terbaru, Oxford mencantumkan secara lengkap nama-nama peneliti dan pemandu lokal yang berperan dalam ekspedisi, termasuk:

  • Septian Andriki (Deki) – Pemandu lokal dan peneliti lapangan

  • Iswandi – Pemandu lapangan

  • Joko Ridho Witono (BRIN) – Peneliti utama biodiversitas Indonesia

  • Akademisi dari Universitas Bengkulu yang turut mengonfirmasi temuan lapangan

“Penemuan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, termasuk rekan-rekan Indonesia yang berada di lapangan,” sebut Chris Thorogood dalam pernyataannya.

Rafflesia hasseltii yang mekar tersebut ditemukan pada 18 November 2025 di kawasan hutan hujan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Bunga parasit raksasa ini dikenal sangat sulit ditemukan dalam kondisi mekar, membuat temuan kali ini menjadi peristiwa ilmiah yang menarik perhatian global.

“Melihat bunga ini mekar adalah pengalaman yang tidak bisa digambarkan. Bertahun-tahun pencarian akhirnya terbayar,” kata Septian Andriki, pemandu lokal.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa publikasi ilmiah internasional yang sedang disiapkan terkait temuan ini akan mencantumkan peneliti Indonesia sebagai penulis utama, sekaligus menggarisbawahi kredibilitas dan kontribusi ilmiah mereka.

Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk koreksi penting untuk menghindari dominasi narasi dari satu institusi.

Kontroversi yang sempat muncul ini mengingatkan bahwa kerja sama ilmiah global harus dijalankan secara transparan dan adil.

Pengakuan terhadap peran peneliti lokal sangat penting, terutama pada riset lapangan yang melibatkan risiko tinggi, pengetahuan ekologi lokal, serta tahun-tahun upaya penelitian.

Revisi yang dilakukan Oxford dipandang sebagai langkah positif yang memperbaiki hubungan kolaboratif sekaligus mengakui bahwa penemuan biodiversitas Indonesia adalah hasil kerja kolektif, bukan semata kontribusi pihak luar.

Peristiwa ini juga menyoroti kekayaan hayati Indonesia dan besarnya potensi riset yang masih dapat ditemukan di hutan tropis Nusantara.(*)




Kuota Haji Jambi 2026 Naik Jadi 3.276 Orang, Calon Jemaah Diminta Segera Urus Paspor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi mengumumkan adanya peningkatan kuota haji untuk tahun 2026.

Jumlah kuota yang sebelumnya hanya 2.909 jemaah kini bertambah signifikan menjadi 3.276 jemaah, memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat Jambi untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi tahap kedua untuk memastikan nama-nama calon jemaah yang masuk dalam kuota terbaru.

“Proses ini dilakukan karena adanya peningkatan kuota jemaah haji Provinsi Jambi dari 2.909 menjadi 3.276 orang,” kata dia.

“Daftar nama belum diterbitkan, tetapi dari kuota yang tersedia sudah dapat diperkirakan siapa saja jemaah yang berangkat,” ujarnya.

Calon jemaah yang diproyeksikan masuk daftar keberangkatan sudah diminta untuk segera membuat paspor.

Pembuatan paspor dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas demi memastikan keakuratan dokumen.

“Kita sudah meminta calon jemaah untuk membuat paspor didampingi petugas, agar tidak ada kesalahan data,” jelas Wahyudi.

Selain itu, proses rekam bio visa yang menjadi syarat utama keberangkatan juga telah berjalan di seluruh kabupaten/kota dan kini mencapai sekitar 75 persen.

Tahapan penting lainnya adalah istithoah kesehatan, yaitu pemeriksaan medis yang wajib dipenuhi jemaah sebelum melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat ketatnya aturan Pemerintah Arab Saudi terkait kesehatan fisik jemaah.

“Pemeriksaan kesehatan menjadi aspek penting. Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dan segera melengkapi dokumen kesehatan,” tegasnya.

Dengan tambahan kuota dan serangkaian tahapan yang masih berlangsung, Kanwil Kemenag Jambi berharap seluruh proses bisa diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur.

“Kami berharap semua tahapan dapat diselesaikan dengan baik agar keberangkatan jemaah asal Jambi tahun 2026 berlangsung lancar dan aman,” kata Wahyudi.

Peningkatan kuota ini diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat Jambi yang telah lama menunggu giliran keberangkatan haji, sekaligus mendorong percepatan pelayanan administrasi dan kesehatan bagi seluruh calon jemaah.(*)




Petugas KAI Dituding Ambil Tumbler, Begini Penyelesaian Akhirnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Insiden hilangnya sebuah tumbler milik penumpang di dalam KRL Commuter Line kembali menjadi contoh bagaimana persoalan kecil dapat berkembang menjadi kegaduhan besar di media sosial.

Kasus ini melibatkan seorang penumpang, Anita Dewi, serta petugas KAI, Argi Budiansyah, yang sempat ramai diperbincangkan warganet sejak akhir November 2025.

Berawal dari Cooler Bag Tertinggal di KRL

Peristiwa dimulai ketika Anita tanpa sengaja meninggalkan cooler bag miliknya di salah satu gerbong KRL.

Petugas KAI, Argi Budiansyah, kemudian menemukan dan menyerahkannya kembali melalui prosedur temuan barang.

Namun, ketika cooler bag tersebut diterima kembali, Anita mengaku bahwa tumbler di dalamnya sudah tidak ada.

Merasa dirugikan, Anita mengunggah keluhannya melalui media sosial, secara langsung menyebut nama Argi sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Unggahan tersebut segera viral, memicu pro-kontra di kalangan pengguna media sosial dan menjadikan nama Argi trending selama beberapa hari.

Setelah unggahan tersebut ramai, muncul rumor bahwa Argi akan diberhentikan dari jabatannya.

Banyak warganet memberikan dukungan moral kepada Argi, menyebut bahwa tuduhan tanpa bukti dapat merugikan pekerja lapangan yang hanya menjalankan tugas.

“Tidak ada pemecatan yang dilakukan. Argi hanya ‘lepas dinas’ sementara proses klarifikasi berlangsung sesuai prosedur internal kami,” tegas Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo.

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran publik dan menegaskan bahwa KAI tidak mengambil keputusan sepihak tanpa investigasi menyeluruh.

Untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, KAI memfasilitasi proses mediasi antara Anita Dewi dan suaminya, Alvin Harris, serta Argi Budiansyah.

Mediasi dilakukan pada 27 November 2025 di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Anita dan Alvin menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Kami minta maaf atas narasi yang kami sebarkan sebelumnya. Saya tidak bermaksud menimbulkan masalah bagi Pak Argi,” ujar Anita.

“Kami mengakui kekeliruan kami. Semoga ke depan semua pihak lebih berhati-hati,” tambah Alvin.

Argi menerima permintaan maaf tersebut dan menyampaikan bahwa, ia tetap menjalankan tugas seperti biasa.

“Saya menerima permintaan maaf mereka, dan isu pemecatan itu tidak benar,” kata dia.

KAI juga mengingatkan penumpang untuk selalu memperhatikan barang pribadi dan memanfaatkan layanan lost and found jika kehilangan barang.

Perusahaan menegaskan kembali bahwa seluruh prosedur kepegawaian tetap mengikuti aturan yang berlaku, bukan berdasarkan tekanan publik.

“Kami berkomitmen melindungi pegawai dan melayani penumpang sebaik mungkin. Tidak ada pemecatan spontan. Semua melalui proses,” kata Didiek Hartantyo.

Insiden ini menunjukkan bagaimana kesalahpahaman sederhana dapat berkembang besar akibat narasi di media sosial.

Namun, penyelesaian melalui mediasi membuktikan pentingnya komunikasi langsung dan mekanisme klarifikasi sebelum membuat tuduhan publik.

Drama tumbler yang sempat menyita perhatian ini kini berakhir dengan perdamaian, klarifikasi terbuka, dan kembalinya Argi menjalankan tugasnya sebagai petugas KAI.(*)




Setahun Berjalan, Lapor Mas Wapres Terima 16.505 Laporan dari Seluruh Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Program Lapor Mas Wapres, kanal pengaduan masyarakat yang digagas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, telah genap berjalan satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 11 November 2024.

Dalam kurun waktu tersebut, program ini menerima total 16.505 laporan dari seluruh Indonesia, mencerminkan tingginya antusiasme publik untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun permintaan solusi terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dari seluruh laporan yang diterima, sekitar 66–72 persen disampaikan melalui WhatsApp, menjadikan aplikasi pesan instan tersebut sebagai jalur komunikasi utama masyarakat.

Selebihnya disampaikan melalui tatap muka, setelah masyarakat mendaftar melalui laman resmi Lapor Mas Wapres.

Isu yang masuk sangat beragam, mulai dari urusan pendidikan, bantuan sosial, lingkungan hidup, kesehatan, hingga problem pertanahan.

Beberapa laporan bahkan sudah diselesaikan melalui koordinasi lintas lembaga.

Di antara laporan yang ditindaklanjuti, terdapat kasus mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah dan kemudian menerima bantuan setelah proses verifikasi realitas di lapangan.

Sengketa pertanahan di beberapa daerah juga berhasil diselesaikan hingga penerbitan sertifikat tanah resmi.

Tidak hanya permasalahan individual, beberapa aduan dari lembaga pendidikan swasta terkait akreditasi program studi juga menjadi perhatian pemerintah.

Isu-isu tersebut dibahas lintas kementerian untuk menemukan solusi bersama, membuktikan bahwa Lapor Mas Wapres menjangkau berbagai kelompok, bukan sekadar perorangan.

Wakil Presiden Gibran menegaskan bahwa kanal ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah menerima laporan.

Lebih dari itu, Lapor Mas Wapres harus menjadi fondasi pembentukan kebijakan nasional.

“Kanal ini harus terus dikembangkan, agar aduan rakyat bisa dijadikan peta jalan bagi pembentukan kebijakan nasional,” ujar Gibran.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sistem penanganan aduan agar proses pemeriksaan, verifikasi, hingga tindak lanjut dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan responsif terhadap kondisi lapangan.

Meski banyak laporan berhasil ditindaklanjuti, Wapres mengakui masih ada sejumlah tantangan.

Koordinasi antar lembaga pemerintah, verifikasi data pelapor, serta kecepatan respons menjadi perhatian utama.

Seiring bertambahnya jumlah laporan, sistem penyaringan dan penentuan prioritas penanganan menjadi kunci agar setiap aduan mendapatkan respons proporsional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan yang masuk mendapat perhatian serius dan solusi yang nyata, sehingga masyarakat merasa didengar,” tegas Gibran.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan layanan Lapor Mas Wapres.

Ke depan, kanal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih kuat dalam pembentukan kebijakan sekaligus memperbaiki kualitas layanan publik.

Dengan kinerja yang terus berkembang, Lapor Mas Wapres kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemerintah mendekatkan diri kepada masyarakat melalui mekanisme digital yang lebih cepat, sederhana, dan mudah dijangkau.(*)




Pesona Mistis Borobudur Saat Pagi, Ini Fakta dan Keunikannya

MAGELANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Bayangkan kamu bangun pagi, melangkah di antara kabut tipis yang menyelimuti lembah Magelang, lalu perlahan melihat matahari terbit tepat di balik ratusan stupa dan arca Buddha.

Itulah pengalaman ikonik yang menanti setiap wisatawan di Candi Borobudur, mahakarya warisan dunia yang telah diakui UNESCO sejak 1991 dan menjadi salah satu destinasi spiritual sekaligus wisata sejarah paling populer di Indonesia.

Candi Borobudur merupakan situs Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 pada masa Dinasti Syailendra, candi ini diperkirakan selesai sekitar tahun 825 M.

Dengan alas berukuran 121 × 121 meter dan tinggi mencapai 35,4 meter, Borobudur mengesankan bukan hanya secara visual, tetapi juga dari segi arsitektur dan filosofi.

Struktur candi berbentuk piramida bertingkat mulai dari dasar persegi, teras bertingkat menurun, hingga bagian puncak berbentuk lingkaran.

Bentuk ini menggambarkan konsep kosmologi Buddha, perjalanan manusia dari dunia fana menuju pencerahan.

Di dalamnya terdapat sekitar 2.672 panel relief yang memuat kisah kehidupan, ajaran moral, hingga perjalanan spiritual.

Tak hanya itu, sekitar 504 arca Buddha tersebar di berbagai tingkat, memperkuat nuansa sakral dan mendalam yang dimiliki situs ini.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, berjalan di Borobudur terasa seperti memasuki museum terbuka terbesar di Indonesia.

Setiap relief menyimpan pesan dan kisah peradaban masa lampau. Banyak pengunjung merasa seolah sedang menyusuri jejak spiritual para leluhur Nusantara.

Momen paling magis terjadi pada waktu subuh, ketika kabut lembah perlahan menipis dan sinar matahari pertama menyentuh stupa-stupa.

Atmosfer yang hening dan damai ini menjadikan Borobudur destinasi favorit bagi pemburu sunrise, fotografer, hingga wisatawan spiritual.

Warisan Dunia yang Harus Dijaga

Sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO (1991), Borobudur bukan lagi sekadar destinasi wisata  ia adalah simbol warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Wisatawan diimbau menjaga perilaku selama berada di area candi:

– tidak memanjat atau menyentuh relief sembarangan,
– tidak merusak arca,
– mengikuti jalur kunjungan yang telah ditentukan,
– menghormati suasana situs.

Dengan kedatangan ratusan ribu wisatawan setiap tahun, kesadaran menjaga Borobudur sangat penting agar monumen ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Borobudur menawarkan pengalaman lengkap edukasi sejarah, keindahan arsitektur, nilai spiritual, serta suasana alam yang menenangkan.

Pelajar, wisatawan lokal hingga mancanegara, pecinta fotografi, hingga pencari ketenangan, semuanya menemukan alasan untuk kembali ke sini.

Jika berencana berkunjung, datanglah pagi-pagi. Siapkan kamera, rasa hormat, dan hati yang terbuka.

Karena di Borobudur, kamu bukan sekadar melihat candi, tetapi menyentuh warisan peradaban Nusantara yang telah hidup ribuan tahun.(*)




Jangan Ditunda! Program Pemutihan PKB Jambi Tinggal Tiga Minggu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB).

Program ini menawarkan berbagai kemudahan dan keringanan bagi wajib pajak, sekaligus menjadi upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan keringanan dan kemudahan layanan pajak ini. Sejak program digelar, realisasi target pendapatan baru mencapai 31 persen,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Jambi, Agus Pirngadi.

Pemprov Jambi menargetkan penerimaan dari program pemutihan PKB sebesar Rp60 miliar.

Namun, hingga saat ini capaian baru mencapai Rp21,2 miliar atau sekitar 31 persen dari target.

Program pemutihan berlaku hingga 22 Desember 2025, dan pemerintah berharap momentum ini bisa mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Agus Pirngadi menambahkan, pihaknya berharap mulai awal hingga minggu keempat Desember, masyarakat lebih aktif memanfaatkan program ini agar target pendapatan daerah dapat tercapai.

“Program ini hanya diberikan satu kali, bertujuan meringankan beban wajib pajak dan meningkatkan kepatuhan dalam membayar PKB,” jelas Agus.

Selain itu, Pemprov Jambi juga mengimbau warga agar tidak menunda pembayaran.

“Karena waktu tersisa tinggal tiga minggu, kami imbau masyarakat untuk segera membayar agar layanan pembangunan tetap berjalan lancar,” tegasnya.

Program pemutihan PKB ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap didukung oleh kontribusi pajak kendaraan yang dibayarkan warga.(*)




Film Animasi ‘JUMBO’ Rilis di Netflix Akhir Tahun, Ini Sinopsis dan Prestasinya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabar gembira datang bagi para pecinta film animasi Indonesia. Film animasi fenomenal “JUMBO” resmi diumumkan akan tayang di platform streaming Netflix mulai 25 Desember 2025.

Informasi ini dipublikasikan melalui akun resmi Netflix Indonesia serta akun resmi film, dan langsung disambut antusias oleh penggemar yang menantikan perilisan digitalnya.

Keputusan menghadirkan “JUMBO” di Netflix menjadi kabar baik bagi penonton yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar, maupun bagi keluarga yang ingin menikmati ulang petualangan penuh makna ini selama masa liburan akhir tahun.

Film Animasi Lokal yang Mencuri Perhatian

“JUMBO” merupakan karya dari Visinema Studios, yang pertama kali dirilis di bioskop Indonesia pada 31 Maret 2025.

Film ini mengisahkan Don, seorang anak bertubuh besar yang kerap menjadi sasaran perundungan.

Hidup Don berubah ketika buku dongeng peninggalan orang tuanya dicuri, memaksanya memulai petualangan ajaib bersama teman-temannya dan seorang gadis misterius dari dunia lain bernama Meri.

Melalui kisah yang menyentuh tentang keberanian, persahabatan, penerimaan diri, dan arti keluarga, film ini berhasil menyedot perhatian penonton dari berbagai generasi.

Visual animasi yang memukau dan storytelling yang hangat membuat “JUMBO” dipuji sebagai salah satu film animasi lokal terbaik dalam satu dekade terakhir.

Sebelum tayang di Netflix, “JUMBO” mencatatkan prestasi mengesankan sebagai salah satu film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Film ini berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya bukti bahwa karya animasi lokal memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.

Tak hanya sukses secara komersial, Visinema juga menargetkan “JUMBO” sebagai evergreen IP sebuah intelektual properti jangka panjang yang dapat berkembang menjadi serial animasi, proyek film lanjutan, hingga lini merchandise.

Kesuksesan ini memperkuat posisi industri animasi Indonesia dalam persaingan global.

Kehadiran “JUMBO” di Netflix memberikan akses lebih luas bagi penonton di seluruh Indonesia, memungkinkan mereka menikmati film ini kapan pun tanpa perlu ke bioskop.

Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum ideal bagi keluarga untuk menikmati tontonan berkualitas yang menghibur sekaligus sarat pesan positif.

Selain memperkuat distribusi, tayangnya film ini di platform digital global juga menunjukkan bahwa animasi Indonesia telah diakui dan diminati di era streaming.

Meski demikian, ketersediaan film di wilayah internasional masih bergantung pada lisensi distribusi masing-masing negara.

Dengan kehadirannya di Netflix, “JUMBO” kini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau penonton lintas generasi dan lintas wilayah, sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan industri animasi lokal.(*)