Warga RT 39 Thehok Keluhkan Proyek Lapangan Padel yang Disebut Picu Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Warga RT 39 Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, menyampaikan keluhan terkait pembangunan lapangan padel yang dinilai memicu banjir di lingkungan mereka.

Sejak proyek fasilitas olahraga itu berjalan, sejumlah rumah warga disebut kerap terdampak banjir setiap kali hujan deras.

Keluhan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat tuntutan yang ditandatangani Sekretaris RT 39, Ridwan, pada 27 November 2025.

Surat itu juga ditembuskan kepada Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Lurah Thehok, serta Camat Jambi Selatan.

Dalam surat itu, warga menegaskan bahwa pembangunan lapangan padel yang sudah mencapai lebih dari 50 persen belum memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebaliknya, proyek tersebut dinilai memunculkan persoalan baru, terutama meningkatnya frekuensi banjir.

Warga mengungkapkan bahwa area pembangunan sebelumnya merupakan lahan resapan air.

Setelah proses pembangunan dimulai, air hujan tidak lagi terserap optimal dan mengalir langsung ke permukiman.

Kolam retensi yang dibangun pengelola juga dianggap tidak berfungsi maksimal untuk menahan debit air saat hujan lebat.

“Kami sudah berkali-kali mengalami banjir sejak pembangunan dimulai. Kolam retensi tidak efektif dan air tetap meluap ke rumah,” tulis warga dalam surat tuntutan tersebut.

Selain itu, warga mempertanyakan kejelasan perizinan lapangan padel.

Hingga kini mereka menilai tidak ada transparansi dari pihak pengembang mengenai dokumen lingkungan maupun persetujuan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menandatangani persetujuan lingkungan apa pun.

“Pembangunan padel court ini patut dipertanyakan. Jangan sampai ada praktik tertutup. Kami menolak kehadiran investor yang tidak taat aturan tata ruang dan lingkungan,” tegas warga.

Masyarakat RT 39 juga meminta pengembang membangun drainase baru untuk menahan laju air dan mencegah banjir berulang.

Mereka mendesak solusi permanen berupa normalisasi drainase serta pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek tersebut.

@sepucukjambi.idwarga RT 39 Kelurahan Thehok, Jambi Selatan keluhkan pembangunan lapangan panel yang berada di lokasi tersebut pasalnya sejak adanya pembangunan, sejumlah rumah di sana kerap terendam banjir #walikotajambi #fypシ゚ #kabarhariini #viraltiktok #padel

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Warga menegaskan bahwa surat tuntutan ini bukan bentuk ancaman, melainkan permohonan agar pemerintah dan pemilik usaha memberikan perhatian serius demi mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat. (*)




Resep Kue Kumbu Manis Lembut dan Bikin Nagih

Kue kumbu adalah salah satu kuliner legendaris yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Meski banyak dikenal menggunakan isian kacang merah, kue kumbu juga umum dibuat dengan varian isian kacang hijau.

Indonesia memang kaya akan ragam kuliner tradisional, dan kue kumbu dengan rasa manis yang lembut menjadi salah satu camilan yang wajib kamu coba.

Tekstur yang lembut di bagian dalam, namun sedikit garing di bagian luar membuat setiap gigitan terasa begitu nikmat.

Menariknya, kue kumbu dapat dengan mudah dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana.

Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kamu bisa mencicipi kelezatan kue tradisional ini kapan saja.

Bahan Membuat Kue Kumbu

  • 100 gr kacang hijau
  • 2 sdm kelapa parut
  • 4 sdm gula pasir
  • ½ sdt susu kental manis
  • Garam secukupnya
  • 6 sdm tepung terigu
  • 1 sdm tepung beras
  • Air secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Kue Kumbu

1.Cuci bersih kacang hijau, lalu rendam semalaman hingga mengembang dan berbuih.Keesokan harinya, cuci kembali kacang hijau hingga bersih.

2.Rebus kacang hijau hingga lembut dan empuk.

3.Saring air rebusan kacang hijau kemudian tunggu hingga dingin, selanjutnya haluskan kacang hijau dengan tangan.

4.Masukkan kelapa parut, gula pasir,susu kental manis dan garam pada wadah berisi kacang hijau.

5.Campur semua bahan hingga rata dan gula pasir larut.

6.Bentuk bulat adonan kue kumbu, lakukan hingga semua adonan habis.

7.Untuk bahan pencelup, campur tepung terigu, tepung beras, air kemudian aduk hingga mengental.

8.Celupkan adonan kue kumbu pada larutan tepung kemudian goreng dalam minyak panas hingga matang keemasan.

9.Setelah semua adonan digoreng, segera sajikan selagi hangat. Jangan lupa siapkan teh hangat atau kopi sebagai teman makan kue kumbu

Dengan bahan yang mudah didapat dan cara pembuatan yang sederhana, kamu bisa menikmati sensasi manis dan lembutnya kapan saja di rumah.




Kapolda Jambi Tekankan Komitmen Polri untuk Penyandang Disabilitas, Berikut Pernyataannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi menggelar kegiatan Polda Jambi Peduli Disabilitas dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025.

Acara berlangsung di SLB Negeri Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Rabu (03/12/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim, para Pejabat Utama Polda Jambi, serta Kapolresta Jambi. Turut hadir Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Edy Kusmran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, Ketua Himpunan Disabilitas Provinsi Jambi, serta Kepala SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Budi Surono.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SLB menekankan bahwa Hari Disabilitas Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan inklusif bagi siswa.

Ia mengapresiasi kehadiran Polda Jambi yang dinilai membawa energi positif bagi perkembangan pendidikan inklusif.

“Kehadiran Kepolisian menunjukkan bahwa Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga mitra bagi para penyandang disabilitas. Anak-anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kalian adalah generasi masa depan yang memiliki bakat. Jangan pernah merasa berbeda, tetap percaya diri dan gali potensi kalian. Polda Jambi akan mendukung apa pun potensi yang kalian miliki,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh dedikasi.

Para siswa tersebut, katanya, akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Acara ditutup dengan penyerahan tali asih serta penandatanganan hibah alat musik sebagai bentuk dukungan Polda Jambi terhadap pengembangan kreativitas siswa.(*)




Prabowo Dorong Materi Lingkungan Masuk Silabus Nasional Usai Bencana di Aceh dan Sumatera

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pentingnya memasukkan materi lingkungan hidup ke dalam silabus sekolah di seluruh Indonesia.

Ajakan ini disampaikan dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025), setelah banjir dan longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan perlunya meningkatkan pendidikan lingkungan bagi siswa, tidak hanya secara teori tetapi juga melalui tindakan nyata.

“Saya yakin para guru sudah mulai, tapi kita perlu menambah kesadaran akan pentingnya menjaga alam, menjaga hutan-hutan kita,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama.

“Kita harus mencegah pembabatan pohon, perusakan hutan, dan menjaga sungai tetap bersih agar mampu menampung debit air yang datang tiba-tiba,” katanya.

Seruan ini sejalan dengan upaya pemerintah memitigasi dampak bencana yang terjadi di wilayah Sumatra.

Kurikulum lingkungan diharapkan dapat menanamkan kepedulian ekologis sejak usia dini dan membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap hutan, sungai, dan ekosistem Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah bencana melalui pendidikan.(*)




Krisis Kepemimpinan PBNU! Gus Yahya vs Rais Aam Makin Panas

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki fase krusial setelah Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, saling mengklaim kepemimpinan sah.

erselisihan ini menimbulkan kebingungan publik dan berpotensi memengaruhi stabilitas organisasi.

Gus Yahya menegaskan dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU berdasarkan keputusan muktamar yang berlaku selama lima tahun.

Ia menyebut belum menerima dokumen resmi pemberhentian, sehingga keputusan yang beredar dianggap tidak sesuai prosedur.

“Saya masih sah sebagai Ketum secara de jure dan de facto,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa penyelesaian konflik semestinya dilakukan melalui muktamar sebagai forum tertinggi organisasi.

Di sisi lain, Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menilai Gus Yahya sudah tidak lagi menjabat sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Keputusan itu diambil dalam rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025, yang menilai sejumlah kebijakan dan kehadiran narasumber kontroversial dalam kaderisasi telah melanggar asas organisasi.

“Sejak keputusan itu keluar, seluruh wewenang eksekutif telah berada di bawah Rais Aam,” ujarnya.

Perbedaan klaim kepemimpinan membuat situasi PBNU tidak menentu.

Pihak Rais Aam menyatakan Syuriyah memiliki kewenangan untuk memberhentikan Ketua Umum jika dianggap melanggar nilai-nilai organisasi.

Namun, kubu Gus Yahya menegaskan bahwa muktamar adalah satu-satunya forum yang dapat menetapkan atau mencabut mandat ketum.

Dampak konflik ini terasa hingga pengurus wilayah (PWNU), sebagian di antaranya disebut telah mendukung keputusan Rais Aam.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan Nahdliyin terkait siapa yang memegang kepemimpinan sah, serta dapat mempengaruhi legitimasi PBNU dalam mengambil keputusan strategis di bidang keagamaan, sosial, maupun politik.

Para pengamat menilai konflik ini berpotensi menciptakan polarisasi dan fragmentasi internal bila tidak segera diselesaikan.

Gus Yahya telah mengajukan permintaan audiensi kepada Rais Aam, tetapi belum ada respons resmi.

Konflik ini menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola PBNU dan prinsip tabayyun serta ishlah yang selama ini menjadi pedoman organisasi.

Penyelesaiannya dinilai krusial mengingat peran PBNU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.(*)




Sistem SAMAN Mulai Berlaku! Komdigi Perketat Moderasi Konten Digital

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerapkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) sebagai upaya memperketat pengawasan terhadap konten negatif di internet.

Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital yang memuat konten pengguna termasuk media sosial dan layanan berbagi video untuk mengikuti standar moderasi konten yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa SAMAN mulai diberlakukan pada Februari sebagai langkah untuk menekan penyebaran konten ilegal.

“SAMAN akan kita terapkan untuk menekan penyebaran konten ilegal di platform digital. Perlindungan masyarakat, terutama anak-anak, dari pornografi, judi dan layanan pinjaman online ilegal adalah prioritas utama kami,” ujarnya.

Komdigi mencatat lebih dari 2,8 juta konten berbahaya telah ditindak sejak tahap awal peluncuran, termasuk lebih dari 2 juta konten terkait perjudian daring.

Sejumlah anggota legislatif menyatakan dukungan, termasuk Wakil Fraksi PKB Syamsu Rizal yang menilai SAMAN penting untuk menekan konten merugikan seperti judi online dan hoaks.

Namun, sejumlah pegiat hak digital mengutarakan kekhawatiran. Nenden Sekar Arum dari SAFEnet menilai definisi konten “meresahkan masyarakat” atau “mengganggu ketertiban umum” masih terlalu kabur sehingga berpotensi membatasi kritik yang sah.

Aktivis lainnya menekankan perlunya pengawasan independen agar proses penurunan konten tetap transparan dan akuntabel.

Komdigi menegaskan bahwa SAMAN tidak ditujukan untuk membungkam kritik publik, melainkan fokus pada konten ilegal yang membahayakan masyarakat.

Para pemerhati hak digital mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada keseimbangan antara perlindungan pengguna dan kebebasan berekspresi.

Pemerintah berharap penerapan SAMAN mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, khususnya bagi anak-anak dan pengguna muda.

Meski demikian, implementasinya dinilai harus dilakukan secara hati-hati agar penanganan konten negatif tidak mengorbankan kebebasan berpendapat.(*)




Hari Disabilitas Internasional, Wali Kota Maulana Tegaskan Komitmen Kota Jambi Jadi Kota Inklusif

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember kembali menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat nilai inklusivitas.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperluas ruang, perlindungan, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di Kota Jambi.

Dalam wawancara pada Rabu (3/12), Maulana menyampaikan bahwa pada puncak peringatan tahun ini, Pemkot Jambi akan menyalurkan sejumlah bantuan bagi penyandang disabilitas, khususnya anak-anak di sekolah.

“Akan ada puncak acara Hari Disabilitas, dan saya akan menyerahkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus, terutama anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Sebagai komitmen nyata, Maulana telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pendidikan Inklusif.

Perwal tersebut mewajibkan setiap sekolah menyediakan minimal 2 persen kuota bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang masih memungkinkan mengikuti pendidikan reguler.

“Tidak boleh ada anak berkebutuhan khusus ringan yang ditolak sekolah negeri. Jika membutuhkan penanganan khusus, mereka diarahkan ke sekolah luar biasa. Tapi yang masih mampu mengikuti pendidikan umum harus diterima,” tegasnya.

Wali Kota Maulana menilai bahwa, perlindungan terhadap penyandang disabilitas bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Ia mencontohkan kepedulian kecil seperti membantu penyandang disabilitas menyeberang jalan sebagai tindakan sederhana yang dapat memperkuat budaya inklusif.

“Kota ini harus ramah bagi mereka. Saya memberikan ruang besar. Setiap event festival, pameran, kegiatan seni adik-adik berkebutuhan khusus selalu kami beri kesempatan tampil untuk membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Maulana mengungkapkan bahwa, banyak anak disabilitas di Kota Jambi memiliki bakat luar biasa.

“Ada yang berbakat membatik, mewarnai, menyanyi, hingga menulis. Hasil karya mereka sangat bagus dan mereka semakin percaya diri ketika diberi panggung,” jelasnya.

Lebih jauh, Maulana menyoroti kewajiban dunia usaha dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Undang-undang telah mewajibkan perusahaan memberikan posisi pekerjaan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

“Sudah ada yang menerapkan, seperti beberapa hotel dan kafe. Namun harus semakin diperluas, dengan memperhatikan jenis pekerjaan yang sesuai,” tuturnya.

Maulana menutup pernyataannya dengan berharap Kota Jambi dapat tumbuh sebagai kota yang benar-benar inklusif, membuka akses yang setara bagi semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

“Insya Allah, kota ini harus menjadi kota yang inklusif,” ujarnya.(*)




Resep Soto Ayam Bening, Praktis Dan Lezat

Soto ayam merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang sangat digemari oleh berbagai kalangan.

Hidangan berkuah ini dikenal memiliki banyak variasi, namun tetap mempertahankan bahan utamanya seperti ayam, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.

Keistimewaan soto ayam juga terletak pada bumbunya yang mudah ditemukan di pasar serta proses memasaknya yang sederhana, meski membutuhkan sedikit waktu.

Jika kamu penasaran ingin mencoba membuat soto ayam sendiri di rumah, berikut salah satu resep yang mudah diikuti dan menghasilkan rasa yang lezat.

Bahan dan Bumbu yang Harus Disiapkan

  • 6 buah ceker ayam
  • 500 gram daging ayam
  • 2 liter air
  • 1 batang daun bawang
  • 1 batang daun seledri
  • 1 sdm bawang merah goreng
  • 1 lembar daun salam
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai
  • Minyak (secukupnya)
  • 4 siung bawang putih
  • 3 butir bawang merah
  • 1 ruas jari kunyit
  • 3 cm jahe
  • 2 cm rempah kunci
  • 2 ruas jari lengkuas
  • ¼ sdt lada bubuk
  • ½ sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt kaldu ayam bubuk
  • Micin (opsional)

Cara Membuat

1.Setelah dibersihkan, rebus daging ayam dan ceker sampai matang.

2.Sisihkan ayam dan ceker yang sudah matang lalu ambil sedikit air rebusan yang tadi digunakan untuk dicampur dengan air bening.

3.Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, kunci, lengkuas, lada bubuk, ketumbar bubuk, garam, kaldu ayam bubuk, dan micin lalu tumis sampai mengeluarkan aroma harum.

4.Tambahkan sedikit air ke tumisan bumbu. Saring dan peras supaya kuah soto lebih bening dan sedap.

5.Rebus lagi air rebusan daging ayam lalu masukkan bumbu yang tadi sudah disaring sampai mendidih.

6.Masukkan daun salam, daun jeruk, daun bawang, daun seledri, dan bawang goreng.

Rebus kuah soto sampai benar-benar matang dan lakukan pemeriksaan rasa.

7.Sajikan dengan ayam dan ceker yang tadi sudah direbus.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menyajikan soto ayam bening yang segar dan lezat di rumah.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!




Pemkot Jambi Mulai Sosialisasi Pembangunan Jargas 2024, Maulana: Hemat dan Lebih Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi resmi memulai sosialisasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk tahun ini. Kegiatan tersebut dihadiri ketua RT, lurah, camat, serta OPD terkait.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa jargas merupakan langkah strategis dalam menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Maulana mengatakan bahwa banyak masyarakat kurang mampu masih bergantung pada elpiji 3 kg.

Ia menyebutkan bahwa jargas Kota Jambi menjadi solusi yang lebih efisien dan stabil untuk kebutuhan energi harian.

“Jargas gas bumi untuk rumah tangga adalah upaya menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” sebutnya.

“Selain mengurangi ketergantungan pada elpiji, jargas hemat dan bisa digunakan 24 jam dengan risiko kebakaran yang jauh lebih kecil,” ujarnya, Rabu (3/12).

Dalam keterangannya, Maulana mengungkapkan bahwa tahun ini Kota Jambi mendapatkan kuota pembangunan jargas sebanyak 13.290 sambungan rumah (SR) jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya.

“Hari ini kita mulai sosialisasi jargas Kota Jambi. Ada lebih dari 13.200 rumah yang akan disambungkan. Secara keekonomian sangat efisien, masyarakat bisa lebih hemat 100–150 ribu rupiah per bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan jargas memberikan kenyamanan yang selama ini tidak didapatkan dari elpiji.

“Lebih aman, tidak perlu antre, dan gas tidak pernah habis karena jargas hidup 24 jam. Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Maulana juga membandingkan perkembangan program ini sejak masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota.

“Selama lima tahun sebelumnya, alokasinya baru sekitar 11 ribu sambungan. Baru satu tahun menjabat Wali Kota, alhamdulillah kita mendapat lebih dari 13 ribu sambungan. Ini lompatan besar,” katanya.

Proyek pembangunan jargas direncanakan berjalan selama delapan bulan masa kontrak. Pemerintah menargetkan uji fungsi jargas dapat dilakukan pada pertengahan tahun depan.

Namun Maulana menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat.

Menurutnya, pemasangan jargas membutuhkan proses fisik seperti penggalian, pemasangan pipa, hingga penarikan jaringan ke dapur warga.

“Karena menggunakan ruang milik jalan, jaringan akan masuk ke lorong hingga dapur rumah. Jadi dibutuhkan kerja sama warga,” kata dia.

“Calon pelanggan harus menyiapkan dapurnya. Semakin siap, semakin cepat pemasangannya,” jelasnya.

Menurut Wali Kota, manfaat jargas tidak hanya sebatas penghematan bulanan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya ruang ekonomi keluarga.

“Penghematan ini luar biasa bagi ekonomi warga. Uang yang biasanya dipakai untuk membeli gas bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan. Kita ingin semakin banyak masyarakat merasakan manfaat jargas,” tegas Maulana.(*)

 




Forum Satu Data Indonesia Kota Jambi 2025 Resmi Dibuka, Sekda Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) Kota Jambi Tahun 2025, sebuah agenda strategis dalam upaya memperkuat tata kelola data daerah.

Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi dan dihadiri oleh seluruh perwakilan perangkat daerah.

Ketua panitia yang juga Kabid PPE Bappeda Kota Jambi, Deddy, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bertumpu pada kekuatan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, forum ini menjadi wadah penting untuk menyepakati serta menghimpun kebutuhan data Kota Jambi tahun 2025–2029, yang nantinya akan dikelola melalui portal resmi Kota Jambi.

“Forum ini bertujuan untuk menginventarisasi dan memvalidasi kebutuhan data daerah berdasarkan data prioritas dari SDI pusat serta usulan perangkat daerah,” jelas Deddy.

Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman mengenai standar data, metadata, dan berbagai aspek teknis lainnya.

Yang tak kalah penting adalah menetapkan daftar data daerah 2025–2029 serta memperkuat pembinaan kepada para produsen data agar kualitas data yang dihasilkan semakin baikm

Sementara itu, Sekda Kota Jambi dalam sambutannya menekankan bahwa, pengelolaan data harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

Ia menegaskan bahwa, tugas pemerintah daerah tidak hanya menghasilkan data, tetapi memastikan kualitas dan konsistensi dari setiap data yang dikelola.

Forum ini memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata kelola data yang lebih baik di Kota Jambi.

“Melalui forum ini, kita melakukan penyelarasan dan verifikasi terhadap daftar data yang disampaikan oleh seluruh perangkat daerah,” kata dia.

Penetapan ini penting agar perangkat daerah dapat menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengingatkan bahwa, setiap perangkat daerah harus memperkuat komitmen sebagai produsen data.

Proses pengolahan data, menurut Sekda, tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menjadi bagian integral dalam perencanaan dan pelaksanaan program.

“Standar kualitas data harus benar-benar diperhatikan. Data yang akurat menjadi fondasi kebijakan yang tepat sasaran dan efektif untuk pembangunan Kota Jambi,” tambahnya.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Jambi berharap tercipta sinergi antarperangkat daerah dalam mewujudkan data yang terpadu, berkualitas, dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik bagi pembangunan daerah di tahun-tahun mendatang.(*)