Satu Pelaku Ditangkap! Pemunuhan Seorang Janda di Alam Barajo Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Jambi melalui Ditreskrimum, bekerja sama dengan Polresta Jambi dan Polsek Kota Baru, mengungkap kasus pembunuhan terhadap Linceria Silalahi (51) yang ditemukan tewas di dalam ruko miliknya di kawasan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Senin (24/11/2025).

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Jimmy Christian Samma membenarkan, bahwa satu pelaku telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Pelaku yang kita amankan berinisial EG, ditangkap di wilayah Kabupaten Muaro Jambi,” ujarnya, Jumat (05/11/2025).

Menurut Kombes Pol Jimmy, penyidik masih terus mendalami berbagai petunjuk terkait kasus tersebut, termasuk motif dan peran para pelaku.

“Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Kami menduga sedikitnya tiga pelaku terlibat, masing-masing dengan peran berbeda,” jelasnya.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka serius akibat benda tajam pada bagian kepala dan wajah korban, menguatkan dugaan bahwa pembunuhan dilakukan secara brutal.

Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Reni Ermida Silalahi (54), yang curiga karena adiknya tidak merespons panggilannya.

Saat memeriksa bagian belakang ruko, Reni mendapati pintu dapur dalam keadaan terbuka.

Setelah masuk bersama anggota keluarga lainnya, mereka melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah.

“Ku gedor-gedor, dak ado bunyi. Ku ke belakang tengok pintu dapur terbuka. Ku telepon adik-adik aku. Pas adik buka pintu, ternyata dak dikunci. Masuk, langsung ketemu dia tergaletak, darah di mana-mana,” ujar Reni.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap pelaku lain yang diduga turut serta dalam aksi pembunuhan tersebut.(*)




‘Laut Bercerita’ Diadaptasi Jadi Film, Tayang 2026 dengan Reza Rahadian & Dian Sastro

SEPUCUKJAMBI.ID – Novel fenomenal “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori resmi diadaptasi menjadi film layar lebar dan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara JAFF Market yang menjadi bagian dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival, menandai tonggak penting bagi rumah produksi Pal8 Pictures yang menggarap proyek ambisius ini.

“Laut Bercerita” mengangkat kisah para aktivis mahasiswa di akhir 1990-an, periode yang diwarnai penghilangan paksa aktivis dan gejolak politik di Indonesia.

Novel ini menyoroti trauma keluarga korban, pencarian keadilan, serta upaya menemukan kebenaran dalam situasi represif.

Dengan kekuatan cerita dan kedalaman emosinya, novel tersebut telah dicetak ulang lebih dari 100 kali, menjadikannya salah satu karya sastra kontemporer paling berpengaruh di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, Pal8 Pictures menyebutkan bahwa film “Laut Bercerita” akan masuk tahap produksi pada akhir 2025, dan menjadi debut film panjang bagi rumah produksi tersebut.

“Di tangan Yosep Anggi Noen, film ini akan membawa kita semakin dekat ke layar lebar pada 2026,” tulis Pal8 Pictures dalam unggahan Instagramnya pada 2 Desember 2025.

Film disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, sineas yang dikenal lewat gaya visual puitis dan sensitivitas terhadap narasi sosial-politik.

Leila S. Chudori turut terlibat dalam penulisan skenario untuk memastikan esensi dan jiwa cerita tetap terjaga.

“Kami ingin adaptasi ini setia pada roh cerita, terutama dalam menampilkan kompleksitas emosi tokoh-tokohnya,” kata Leila.

Sejumlah aktor papan atas bergabung dalam proyek ini. Reza Rahadian berperan sebagai tokoh utama, Biru Laut, sementara Dian Sastrowardoyo memerankan Kasih Kinanti (Kinan).

Nama besar lain seperti Eva Celia, Christine Hakim, dan Arswendy Bening Swara juga memperkuat jajaran pemeran, menambah kualitas akting yang diharapkan mampu menghadirkan karakter-karakter novel secara autentik.

Proses syuting direncanakan berlangsung di beberapa kota di Jawa, antara lain Semarang, Salatiga, dan Sukabumi.

Selain itu, sutradara Yosep Anggi Noen dan produser Gita Fara menerima hibah MPA APSA Academy Film Fund 2025 untuk mendukung pengembangan skenario dan produksi film ini.

Target rilis nasional ditetapkan pada 2026.

Adaptasi ini mendapat sambutan luas karena mengangkat kisah yang tidak hanya dramatis, tetapi juga sarat memori sejarah dan kritik sosial.

Tim produksi menegaskan bahwa film ini bukan semata proyek komersial, melainkan bentuk upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap tragedi penghilangan paksa aktivis.

Antusiasme publik terutama pembaca setia novelnya pun tinggi. Banyak berharap film ini mampu menangkap kedalaman emosi, konflik, dan realitas sejarah yang selama ini membuat novel “Laut Bercerita” begitu melekat.

Dengan dukungan tim kreatif berpengalaman dan fondasi cerita yang kuat, film ini digadang-gadang menjadi salah satu film Indonesia paling berpengaruh pada 2026, menghadirkan drama, sejarah, dan kemanusiaan dalam satu karya yang menyentuh.(*)




IPB Berjaya di Peringkat Dunia: Unggul dalam Riset Interdisipliner Versi THE 2026

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.IDIPB University kembali mencatat prestasi internasional setelah menempati peringkat ke-42 dunia dalam Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Capaian ini sekaligus menjadikan IPB sebagai kampus terbaik di Indonesia untuk kategori riset interdisipliner, mengungguli ITB yang berada di posisi global 73.

Prestasi tersebut bukan sekadar keberuntungan. IPB dikenal kuat dalam riset lintas disiplin, menggabungkan bidang pertanian, bioteknologi, lingkungan, ketahanan pangan, hingga ilmu sosial.

Keunggulan ini didukung fasilitas penelitian yang sangat komprehensif.

Mulai dari laboratorium modern, perpustakaan pusat, inkubator inovasi, hingga “living laboratories” seperti hutan pendidikan, perkebunan, peternakan, stasiun budi daya laut, dan berbagai lokasi konservasi yang menjadi pusat riset kolaboratif.

Dalam keterangan resminya, IPB menegaskan bahwa kampus terus mendorong pembentukan kelompok riset multidisiplin serta memberikan insentif publikasi internasional lintas bidang bagi para dosen dan peneliti.

Upaya ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan output akademik dan reputasi global kampus.

Meski demikian, peringkat tersebut berlaku khusus untuk kategori riset interdisipliner.

Artinya, kampus dengan kekuatan bidang tertentu seperti teknik atau sains terapan misalnya ITB tetap berpeluang unggul di segmen lainnya.

Keunggulan IPB terletak pada keragaman pendekatan riset dan kolaborasi antarbidang.

Pencapaian ini mengukuhkan bahwa kampus berbasis pertanian, lingkungan, dan ilmu terapan seperti IPB mampu bersaing di tingkat dunia.

Dengan strategi riset interdisipliner yang kuat serta fasilitas yang terus dikembangkan, IPB menunjukkan bahwa inovasi Indonesia bisa berdiri di garis terdepan global.(*)




Kenapa Gunung Bromo Jadi Favorit Wisata? Ini Pesona yang Selalu Dicari Wisatawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.

Meski ketinggiannya tidak setara dengan gunung-gunung besar lainnya, pesona alamnya membuat Bromo selalu menempati posisi istimewa di hati para wisatawan.

Siluet gunung yang dramatis, hamparan lautan pasir yang luas, serta udara pegunungan yang sejuk menjadikan kawasan ini favorit untuk liburan singkat maupun petualangan alam.

Salah satu daya tarik utama Bromo adalah momen matahari terbit. Titik pandang Penanjakan dikenal luas sebagai spot sunrise terbaik di Indonesia.

Setiap pagi, wisatawan sudah berkumpul sebelum fajar untuk menyaksikan matahari yang perlahan muncul di balik perbukitan.

Sinar keemasan yang menembus kabut dan menerangi Gunung Bromo, Batok, serta Semeru menghasilkan panorama yang sering disebut sebagai pengalaman “once in a lifetime”.

Usai menikmati sunrise, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju lautan pasir, sebuah hamparan luas yang menciptakan kesan seperti berada di gurun.

Kadang area ini diselimuti kabut tipis, menambah nuansa misterius sekaligus magis.

Dari sini, pengunjung dapat berjalan kaki atau menunggang kuda menuju deretan tangga yang mengarah ke bibir kawah Bromo.

Setibanya di puncak, kawah aktif Gunung Bromo terlihat jelas dengan kepulan asap tipis yang keluar dari perut bumi.

Meski jalurnya menanjak, pemandangan dari atas selalu menjadi imbalan yang setimpal.

Di sinilah keindahan dan kekuatan alam terlihat bersamaan, memperlihatkan bahwa kawasan Tengger masih sangat hidup secara geologis.

Tak jauh dari area kawah, terdapat Bukit Teletubbies, sebuah savana luas yang berubah warna mengikuti musim.

Saat hujan, bukit-bukitnya hijau segar, sementara di musim kemarau berubah menjadi cokelat keemasan.

Pemandangan lembut dan tenang di area ini menjadikannya spot favorit untuk fotografi dan relaksasi.

Akses menuju Bromo kini semakin mudah. Wisatawan dapat memilih rute melalui Malang, Pasuruan, atau Probolinggo.

Banyak operator tur menyediakan paket lengkap mulai dari jeep, pemandu, hingga penginapan, sehingga perjalanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung.

Peningkatan fasilitas juga membuat kawasan ini semakin ramah untuk wisatawan dari berbagai usia.

Meski demikian, tingginya jumlah kunjungan membawa tantangan tersendiri. Upaya menjaga kelestarian alam menjadi sangat penting.

Wisatawan diimbau tetap menjaga kebersihan, mematuhi jalur yang ditetapkan, serta menghormati masyarakat Tengger yang memiliki hubungan spiritual kuat dengan Gunung Bromo.

Kesadaran konservasi ini menjadi kunci agar Bromo tetap lestari untuk generasi mendatang. Gunung Bromo adalah bukti betapa kaya dan beragamnya lanskap Indonesia.

Perpaduan sunrise yang memukau, lautan pasir, savana, dan budaya lokal menjadikan kawasan ini destinasi yang tak terlupakan pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan alam dalam waktu singkat.(*)




Lindungi Alam Samosir, Bupati Vandiko Keluarkan Larangan Terima Bantuan CSR Berisiko

SAMOSIR, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengambil langkah tegas dalam upaya melindungi lingkungan dengan menolak bantuan dari perusahaan yang dinilai berpotensi merusak alam.

Sikap ini ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 28 November 2025.

Aturan tersebut berlaku untuk seluruh pejabat pemerintah kabupaten, mulai dari OPD, camat, hingga kepala desa.

Dalam surat edaran itu, Vandiko mencontohkan dua perusahaan yang selama ini mendapat sorotan, yakni PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan PT Aqua Farm Nusantara (AFN).

Kedua perusahaan tersebut dianggap memiliki aktivitas yang berisiko mengganggu ekosistem dan keberlanjutan lingkungan di wilayah Samosir.

“Ini merupakan imbauan untuk tidak menerima bantuan dari perusahaan atau lembaga yang kegiatan usahanya berpotensi merusak lingkungan,” tegas Vandiko, menekankan tujuan utama dari kebijakan tersebut.

Selain bertujuan menjaga kelestarian alam, kebijakan ini juga dirancang untuk mencegah potensi konflik sosial.

Vandiko meminta seluruh aparat pemerintah tidak menerima bantuan dana, fasilitas, atau program CSR dari perusahaan yang memiliki rekam jejak buruk terhadap lingkungan.

Sikap tegas ini disebut selaras dengan upaya menjaga integritas pemerintahan dan membangun kepercayaan publik dalam pengelolaan sumber daya alam.

Surat edaran tersebut juga mengatur agar pejabat pemerintah tidak memberikan rekomendasi atau dukungan apa pun terhadap kegiatan usaha yang dapat mengancam kelestarian lingkungan.

Apabila masyarakat melaporkan adanya aktivitas perusahaan yang merusak alam, pemerintah diminta segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Langkah Vandiko muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap perusahaan seperti TPL, yang sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam kerusakan lingkungan dan konflik lahan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan sikap HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang lebih dulu menolak bantuan dari perusahaan serupa, terutama dalam penanganan korban banjir di wilayah Sumatera.

Dengan kebijakan ini, Vandiko menegaskan bahwa pembangunan di Samosir tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan kepentingan masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Samosir menempatkan perlindungan lingkungan dan kepercayaan publik sebagai prioritas utama.(*)




Bantuan Rp7 Miliar dari Jabar Dikirim ke Aceh, Dedi Mulyadi Ikut Cari Kerabatnya

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertolak ke Sumatera pada awal Desember 2025 untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan sekaligus mencari anggota keluarganya yang hilang kontak akibat bencana banjir dan longsor di Aceh.

Kunjungan ini menarik perhatian publik karena memadukan tugas resmi sebagai kepala daerah dengan kepentingan pribadi yang sangat emosional.

Dedi membawa bantuan senilai sekitar Rp7 miliar yang dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kadin, Apindo, Baznas, hingga Bank BJB.

Bantuan tersebut dikirim menggunakan dua pesawat Susi Air agar dapat menjangkau lokasi yang sulit dilalui jalur darat.

Sejumlah kebutuhan pokok juga dibeli langsung dari pedagang di Sumatera Barat untuk mempercepat distribusi menuju wilayah-wilayah terdampak.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa keluarganya di Aceh masih belum dapat dihubungi setelah bencana terjadi.

“Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh,” ujar Dedi di Gedung Sate, Bandung.

“Saya nanti juga akan mencoba mencari apakah saudara saya bisa ditemukan,” tambahnya.

Setibanya di Sumatra Barat, Dedi disambut hangat warga. Ia meninjau sejumlah toko dan sentra logistik lokal untuk memastikan bantuan yang dibeli sesuai kebutuhan lapangan.

Dedi juga mengajak masyarakat Jawa Barat terus menunjukkan solidaritas bagi korban bencana di Sumatera serta mengingatkan para pemangku kebijakan agar lebih bijak dalam mengambil keputusan yang dapat berdampak pada kerentanan bencana.

Sementara itu, kondisi di Aceh dan beberapa wilayah Sumatra lainnya masih memprihatinkan.

Rusaknya jaringan komunikasi serta akses wilayah membuat proses pencarian korban, termasuk keluarga Dedi, berjalan lambat.

Pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan dan pencarian, namun banyak warga yang dilaporkan hilang kontak belum dapat dipastikan keberadaannya.

Hingga berita ini ditulis, rombongan Gubernur Jawa Barat masih melakukan distribusi bantuan.

Sementara upaya pencarian anggota keluarga Dedi terus dilakukan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.(*)




BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Desember 2025, Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Desember 2025.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menjelang periode libur akhir tahun yang biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat melanda wilayah Jawa bagian barat dan tengah.

Meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta.

Kondisi atmosfer sedang sangat labil dengan kandungan uap air yang tinggi akibat aktifnya monsun Asia dan suhu muka laut yang hangat.

Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah tercatat di beberapa wilayah.

“Ini menjadi sinyal kuat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Dwikorita di Jakarta.

Saat ini, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026, bergerak dari wilayah barat menuju timur.

Menurut Dwikorita, periode Desember 2025 – Januari 2026 menjadi fase puncak utama musim hujan untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi pada 5–8 Desember 2025 di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter dipicu oleh angin kencang dan pengaruh bibit siklon tropis di sekitar Laut Filipina dan Papua Barat Daya.

Nelayan serta masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas laut selama periode tersebut.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan area perbukitan rawan longsor.

Warga juga diimbau memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta memastikan saluran drainase tetap bersih untuk meminimalkan risiko bencana saat hujan lebat dan gelombang tinggi.(*)




Pesona Labuan Bajo: Surga Wisata Flores yang Semakin Dikenal Dunia

SEPUCUKJAMBI.ID – Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores kini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.

Dahulu dikenal sebagai desa nelayan kecil yang tenang, kawasan ini kini menjelma menjadi gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, habitat asli komodo satwa purba yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Tak hanya menawarkan pengalaman melihat komodo, Labuan Bajo juga memikat wisatawan dengan panorama laut biru jernih, pulau-pulau eksotis, bukit hijau, hingga pantai berpasir putih yang menawan.

Beragam aktivitas menarik bisa dinikmati wisatawan.

Wisata bahari seperti island hopping, snorkeling, dan diving menjadi favorit berkat kekayaan bawah lautnya yang luar biasa.

Pengunjung dapat menjumpai pari manta, menikmati terumbu karang yang berwarna-warni, serta menyaksikan kehidupan laut yang masih terjaga.

Pulau Padar, Gili Laba, dan Pulau Komodo menawarkan jalur trekking dengan pemandangan spektakuler.

Sementara Batu Cermin menghadirkan pengalaman menjelajahi gua dengan cahaya alami yang memantul pada stalaktit dan stalagmit.

Keunikan budaya lokal turut menjadi daya tarik.

Masyarakat Manggarai dikenal ramah dan terbuka terhadap wisatawan. Melalui kunjungan ke kampung adat dan rumah tradisional, pengunjung bisa mempelajari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Banyak wisatawan juga memilih menginap di kapal phinisi untuk merasakan pengalaman berlayar dari pulau ke pulau, menikmati matahari terbenam, dan mencicipi hidangan laut segar langsung dari perairan Flores.

Popularitas Labuan Bajo yang meningkat membuat akses menuju kawasan ini semakin mudah.

Bandara diperluas, penerbangan domestik dan internasional bertambah, serta pilihan akomodasi kini lebih beragam, mulai dari hostel hingga resort mewah.

Fasilitas kota pun berkembang sehingga sejumlah destinasi wisata dapat dicapai dengan lebih mudah.

Namun, pertumbuhan pariwisata yang pesat membawa tantangan baru. Peningkatan jumlah pengunjung berpotensi memberikan tekanan pada ekosistem laut dan habitat satwa.

Pemerintah bersama pihak konservasi menekankan pentingnya penerapan wisata berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam.

Pengaturan jumlah wisatawan dan edukasi mengenai eco-tourism menjadi langkah penting agar Labuan Bajo tetap terjaga.

Transformasi Labuan Bajo membuktikan bahwa sebuah daerah kecil dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia.

Perpaduan alam yang liar, budaya lokal, dan pengalaman laut yang tak terlupakan menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari petualangan sekaligus ketenangan.

Yang terpenting, setiap kunjungan harus disertai kesadaran untuk menjaga alam dan menghormati masyarakat lokal agar keindahan Labuan Bajo tetap dapat dinikmati generasi mendatang.(*)




Nyeri Haid Tak Kunjung Reda? Kenali Faktor Medis yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Nyeri saat haid atau dalam bahasa medis disebut dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami perempuan ketika menstruasi.

Rasa sakit ini biasanya muncul sebagai kram pada perut bagian bawah, namun dapat menjalar hingga punggung atau pinggang.

Meskipun sering mengganggu, nyeri haid termasuk kondisi yang normal dan biasanya dapat mereda dalam beberapa hari.

Kram menstruasi terjadi karena kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim.

Proses ini dipicu oleh hormon prostaglandin,semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat pula rasa sakit yang dirasakan.

Pada sebagian perempuan, nyeri haid cenderung berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan.

Nyeri haid dapat muncul karena dua penyebab utama, yaitu primer dan sekunder.

Nyeri haid primer adalah nyeri yang muncul secara alami akibat proses menstruasi itu sendiri.

Sementara itu, nyeri haid sekunder terjadi karena adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya, dan jenis nyeri ini biasanya lebih berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi, antara lain:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika muncul pertumbuhan abnormal jaringan menyerupai dinding rahim di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim atau miom juga bisa menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi.

Miom dapat tumbuh di luar, bagian dalam, atau di dinding rahim yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi.

3. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang normalnya tubuh di dinding rahim justru mulai tumbuh di bagian dinding otot rahim.

Nyeri haid yang disebabkan oleh adenomiosis lebih umum terjadi pada wanita yang lebih tua dan memiliki anak.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang bermula di rahim dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.

5. Stenosis serviks

Stenosis serviks adalah bukaan serviks yang menyempit sehingga aliran darah menstruasi menjadi terhambat.

Kondisi ini menyebabkan tekanan di dalam rahim meningkat sehingga menyebabkan nyeri saat haid.

6. Masalah kongenital

Beberapa wanita terlahir dengan kondisi kongenital yang menyebabkan sakit perut saat menstruasi.

Ini meliputi bentuk rahim yang abnormal atau kondisi lain yang memengaruhi ovarium dan tuba falopi.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami nyeri haid, seperti kebiasaan merokok, pola makan tinggi gula, jarang berolahraga, atau mengalami menstruasi pertama pada usia yang sangat muda.

Walaupun nyeri saat haid termasuk kondisi normal, ada kalanya rasa sakit ini menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Nyeri yang baru muncul dengan intensitas berat pada usia dewasa juga dapat menjadi tanda bahwa ada gangguan pada organ reproduksi.

Dalam situasi seperti ini, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.(*)

n mendapatkan penanganan yang tepat.




Perkuat PAD Kota Jambi, Tirta Mayang Setor Deviden Rp5 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Air Minum Tirta Mayang kembali menunjukkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Pada tahun buku 2024, Tirta Mayang resmi merealisasikan dividen sebesar Rp 5 miliar kepada Pemerintah Kota Jambi

Dividen tersebut disalurkan melalui dua kali transfer ke rekening Pemerintah Kota Jambi, masing-masing pada awal November dan awal Desember 2025.

Direktur Utama Tirta Mayang, Dwike Riantara, menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua Tirta Mayang memberikan dividen kepada Pemkot Jambi.

Pada tahun sebelumnya, Pemkot Jambi menerima dividen dari laba tahun buku 2023 sebesar Rp 7,6 miliar

“Penyerahan dividen tahun lalu adalah yang pertama sepanjang sejarah Tirta Mayang. Kami bangga tahun ini dapat menyerahkan dividen lagi untuk kedua kalinya,” ujar Dwike.

Tirta Mayang mencatat kenaikan laba bersih 2024 menjadi Rp 18,35 miliar, lebih tinggi dari tahun 2023 yang mencapai Rp 16,97 miliar.

Meskipun demikian, dividen yang disepakati bersama Pemerintah Kota Jambi ditetapkan Rp 5 miliar.

Penetapan ini mempertimbangkan kebutuhan dana cadangan perusahaan serta dukungan terhadap program peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air minum.

Tirta Mayang mencatat pemulihan signifikan sejak mengalami kerugian Rp 14 miliar pada tahun 2020.

Laba perusahaan naik konsisten:

* Tahun 2021: Rp 4,10 miliar

* Tahun 2022: Rp 4,20 miliar

* Tahun 2023: Rp 16,97 miliar

* Tahun 2024: Rp 18,35 miliar

Selain itu, nilai kinerja berdasarkan audit BPKP juga terus mengalami peningkatan sejak tahun 2021.

“Selain nilai kinerja yang meningkat, laba perusahaan pun terus naik,” tambah Dwike.

Kontribusi dividen ini diharapkan dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendukung program strategis Pemerintah Kota Jambi dalam peningkatan pelayanan publik.

Tirta Mayang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan yang berfokus pada keandalan suplai, kualitas air, dan kepuasan pelanggan.(*)