Unik! Ada ‘Juru Penyelamat’ ASN Saat Sidak Wabup Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID Usai libur panjang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Merangin langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah unit pelayanan publik, Rabu (25/03).

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh A. Khafidh. Dalam kunjungan ke beberapa instansi, Wabup masih menemukan sejumlah ASN yang belum hadir tepat waktu, bahkan ada yang terlambat masuk kerja.

Uniknya, dalam setiap lokasi yang dikunjungi, Wabup menemukan fenomena yang disebut sebagai “juru penyelamat”, yakni ASN yang hadir dan berusaha menutupi ketidakhadiran rekan kerja lainnya.

Saat melakukan pengecekan, Wabup sempat mempertanyakan keberadaan ASN yang belum hadir.

Jawaban dari petugas menyebutkan bahwa sebagian masih dalam perjalanan, sementara yang lain sedang keluar untuk keperluan tertentu.

Namun, tak lama kemudian, salah satu ASN yang dimaksud akhirnya datang dan langsung menghadap Wabup, memicu suasana cair hingga diwarnai tawa bersama jajaran pejabat yang hadir.

“Ibuk baru datang ya?,” tanya Wabup.

“Iya pak,” jawab ASN.

Sontak Wabup A. Khafidh beserta Kepala OPD pun tertawa.

“Nah ini, selalu ada juru penyelamat. Tadi katanya sudah masuk terus ngisi minyak. Ternyata memang belum datang. Terlambat buk ya?,” tanya Wabup dijawab dengan anggukan sembari tersipu malu.

Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo, Kepala BKPSDMD, Kepala Dinas Kesehatan, serta perwakilan Inspektorat.

Mereka mengunjungi lima unit pelayanan, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abundjani, beberapa puskesmas, Dinas Dukcapil, hingga PDAM Tirta Merangin.

Menurut Wabup, sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor kesehatan, administrasi, dan layanan air bersih.

Ia menegaskan bahwa secara umum tingkat kehadiran ASN sudah cukup baik, dan pelayanan publik mulai kembali berjalan normal pasca libur panjang.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD menjelaskan bahwa sistem kerja ASN saat ini dibagi antara Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) berdasarkan penugasan dari masing-masing instansi.

“Bagi yang WFO tapi tidak hadir, nanti akan ada teguran dari Kepala Dinas masing-masing yang kemudian disampaikan kepada BKPSDMD,” singkatnya.

ASN yang seharusnya WFO namun tidak hadir akan dikenakan teguran melalui atasan langsung sebelum ditindaklanjuti ke BKPSDMD sebagai bagian dari penegakan disiplin.(*)




Anies dan Kubu Demokrat Bertemu, Sinyal Perbaikan Hubungan Politik?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Mantan Gubernur Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono serta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika politik nasional.

Juru bicara Anies, Usamah Abdul Aziz, menjelaskan bahwa hubungan antara Anies dengan SBY maupun AHY tetap harmonis, meskipun sempat muncul perbedaan pandangan di masa lalu.

Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam dunia politik dan tidak mengganggu hubungan personal antar tokoh.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin tetap berjalan dengan baik.

Pertemuan tersebut disebut berlangsung dalam suasana santai, layaknya kunjungan biasa tanpa agenda formal yang kaku.

Dalam kesempatan itu, turut hadir sejumlah tokoh lainnya seperti Yenny Wahid dan Sufmi Dasco Ahmad, yang menambah suasana keakraban dalam pertemuan tersebut.

Meski sempat terjadi kesalahpahaman, pertemuan ini menjadi sinyal bahwa hubungan antar tokoh tetap terjaga melalui komunikasi langsung dan silaturahmi.

Hal ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas hubungan di tengah perbedaan pandangan politik.

Secara lebih luas, pertemuan ini mencerminkan bahwa dialog terbuka antar elite politik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan personal, meskipun berada dalam posisi atau pandangan politik yang berbeda.

Momen ini sekaligus menegaskan bahwa dalam dunia politik, silaturahmi dan komunikasi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga hubungan yang sehat dan konstruktif.(*)




Wabup Tanjab Barat Ikuti Arahan Kapolri, Pastikan Wisata Aman Saat Lebaran

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso, menghadiri kegiatan koordinasi virtual bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam rangka pemantauan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) di sejumlah objek wisata saat libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut berlangsung secara daring dari kawasan Wisata Mangrove Pantai Kelapa, pada Selasa (24/3).

Pemantauan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi selama masa libur panjang Lebaran.

Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kesiapan personel dan fasilitas pengamanan di berbagai titik wisata unggulan di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa liburan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat sinergi dengan jajaran TNI dan Polri dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di area wisata.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada ketertiban umum, tetapi juga pada aspek keselamatan pengunjung, terutama di kawasan wisata pesisir yang memiliki potensi risiko lebih tinggi.

“Sesuai arahan, kami memastikan titik-titik wisata unggulan dalam kondisi aman dan siap menerima kunjungan masyarakat. Kami juga meminta seluruh pengelola dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan fasilitas keamanan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan koordinasi ini juga diikuti oleh Kapolres Tanjab Barat beserta jajaran, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti BPBD, BASARNAS, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga.

Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh objek wisata di Tanjung Jabung Barat dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berlibur selama momen Lebaran.(*)




Sidak Hari Pertama Pasca Lebaran, Kehadiran ASN 70% jadi Sorotan Wabup Merangin

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Merangin memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan normal.

Hal tersebut ditegaskan oleh H A Khafidh saat melakukan pengecekan langsung ke sejumlah fasilitas pelayanan, Rabu (25/3).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati bersama rombongan meninjau beberapa titik layanan publik, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah Kol Abundjani Bangko, Puskesmas Pematang Kandis, Puskesmas Bangko, hingga PDAM Tirta Merangin.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal pasca libur Lebaran.

Dari hasil pemantauan, tingkat kehadiran pegawai tercatat berada di angka sekitar 70 persen. Sebagian ASN dan pegawai masih belum kembali ke daerah karena alasan mudik.

Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

“Saya ingin memastikan bahwa seluruh layanan publik berjalan normal setelah Lebaran,” ujarnya.

Sebagai langkah pembinaan, pemerintah daerah akan menerapkan sanksi bertahap bagi pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Teguran lisan akan diberikan terlebih dahulu, sebelum kemudian dilanjutkan dengan teguran tertulis apabila pelanggaran terus terjadi.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin bagi ASN, PPPK, maupun tenaga kerja lainnya di lingkungan Pemkab Merangin.

Wabup juga telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memastikan kehadiran pegawai di hari kerja pasca libur Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) belum diberlakukan di lingkungan Pemkab Merangin.

Seluruh pegawai diminta tetap bekerja dari kantor seperti biasa.

Namun demikian, Wabup memberikan pengecualian bagi pegawai yang sedang bertugas di luar daerah.

Mereka tetap diperbolehkan menjalankan pekerjaan dari lokasi masing-masing, selama tugas dan tanggung jawab tetap diselesaikan sesuai jadwal.

“Yang terpenting adalah pekerjaan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.(*)




Wacana Sekolah Daring Kembali, Ini Peringatan Keras dari Wakil Ketua MPR

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa rencana penerapan pembelajaran daring perlu melalui persiapan yang matang dan terstruktur.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh diterapkan secara tergesa-gesa tanpa kesiapan dari berbagai sektor.

Menurutnya, penerapan sistem pembelajaran berbasis daring harus melibatkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk kesiapan teknis di lapangan.

Hal ini penting agar tidak ada peserta didik yang kehilangan haknya dalam mengakses pendidikan.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti pengalaman sebelumnya saat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang masih menyisakan banyak kendala.

Beberapa di antaranya adalah keterbatasan kesiapan tenaga pengajar serta beban tambahan yang dirasakan oleh orang tua siswa.

Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak pada menurunnya kualitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ia menegaskan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi jika kebijakan pembelajaran daring kembali diimplementasikan.

“Persiapan yang matang menjadi kunci agar kebijakan ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi dunia pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Setiap kebijakan, termasuk pembelajaran daring, harus mampu menjaga keberlanjutan proses belajar yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Dari sisi implementasi, kesiapan infrastruktur digital, kompetensi tenaga pengajar, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

Tanpa hal tersebut, pembelajaran daring berisiko menimbulkan kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Ia juga mendorong agar pemerintah lebih berhati-hati dalam merumuskan kebijakan, dengan memastikan seluruh elemen pendidikan siap menjalankannya secara optimal.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, pembelajaran daring diharapkan dapat menjadi solusi efektif tanpa mengorbankan kualitas pendidikan maupun hak belajar siswa di seluruh Indonesia.(*)




Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Bupati Anwar Sadat Serukan Perubahan

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Anwar Sadat memimpin apel gabungan perdana setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (25/03).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran pejabat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun daerah.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menyatukan langkah demi mewujudkan visi pembangunan daerah.

Menurutnya, kebersamaan dan semangat baru pasca-Lebaran harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Bupati menyebut berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil positif.

Sejumlah capaian dan penghargaan dari berbagai pihak menjadi indikator kemajuan yang telah diraih.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan masih membutuhkan kerja keras dan sinergi semua pihak. Kolaborasi dan percepatan pembangunan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika yang ada.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi sorotan utama. Bupati meminta seluruh ASN untuk mengedepankan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam menjalankan tugas, mulai dari orientasi pelayanan hingga sikap adaptif dan kolaboratif.

Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa disiplin ASN merupakan fondasi utama keberhasilan pemerintahan.

Ia mengingatkan pentingnya kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta menjaga etika sebagai pelayan masyarakat.

“ASN harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan justru menjadi penghambat dalam pelayanan,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan internal serta memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.(*)




Kebocoran Air Masih Tinggi, Wali Kota Jambi Soroti Kinerja Perumdam Tirta Mayang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana secara resmi melantik jajaran direksi baru PERUMDAM Tirta Mayang pada Senin (16/3/2026) lalu.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan layanan air bersih di Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus tantangan yang harus segera diselesaikan oleh manajemen baru.

Secara umum, kinerja operasional dinilai cukup stabil dengan total 107.044 sambungan rumah (SR), termasuk penambahan sekitar 5.100 pelanggan baru dalam satu tahun terakhir.

Capaian tersebut mendorong tingkat pelayanan air bersih di Kota Jambi mencapai 67,20 persen.

Meski demikian, masih terdapat ketimpangan distribusi layanan antar wilayah yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Beberapa kecamatan mencatatkan capaian tinggi, seperti Kota Baru, Pasar Jambi, dan Jelutung.

Sementara wilayah lain seperti Danau Sipin, Telanaipura, dan Alam Barajo berada pada kategori menengah.

Di sisi lain, sejumlah daerah masih tertinggal, di antaranya Pelayangan, Jambi Timur, dan Danau Teluk.

Adapun Jambi Selatan dan Paal Merah menjadi wilayah dengan cakupan terendah, sehingga menjadi pekerjaan rumah besar bagi direksi baru untuk segera meningkatkan akses layanan air bersih secara merata.

Dari sisi teknis, kapasitas produksi air tercatat mencapai lebih dari 34 juta meter kubik, namun distribusi yang terealisasi sedikit lebih rendah.

Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih berada di kisaran 35,91 persen.

Angka tersebut masih jauh di atas standar nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Permen PU No. 20 Tahun 2006, yakni maksimal 20 persen.

Wali Kota menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal memperluas cakupan layanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kualitas distribusi air.

Dengan konsumsi rata-rata pelanggan sekitar 18,5 meter kubik per bulan dan tarif Rp4.400 per meter kubik, keseimbangan antara harga terjangkau dan kualitas layanan harus tetap dijaga.

Ia juga mendorong direksi baru untuk tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi mulai membuka peluang pendanaan dari luar, termasuk investasi.

“Pertumbuhan perumahan di Jambi sangat pesat. Layanan air bersih harus mampu mengimbangi. Saya minta direksi berani mencari sumber pembiayaan baru, sekaligus menekan kebocoran air agar target layanan 100 persen bisa tercapai,” tegasnya.(*)




Kenapa Kita Sering Overthinking? Ini Dampak dan Cara Menghentikannya

SEPUCUKJAMBI.ID – Istilah overthinking semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan hingga sulit mengendalikan alur pikirannya.

Kebiasaan ini tidak hanya menguras energi mental, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan jika terus dibiarkan.

Dalam perspektif psikologi, overthinking berkaitan erat dengan pola pikir yang berulang dan sulit dihentikan.

Pikiran biasanya dipenuhi oleh kekhawatiran, penyesalan masa lalu, atau kecemasan terhadap hal yang belum terjadi.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kelelahan mental, kesulitan fokus, hingga ragu dalam mengambil keputusan.

Beberapa tanda umum overthinking antara lain memikirkan satu masalah secara berulang, membayangkan berbagai skenario terburuk, serta terus mengulang percakapan atau kejadian di masa lalu.

Kondisi ini juga sering membuat seseorang sulit tidur karena pikiran yang terus aktif tanpa jeda.

Penyebabnya cukup beragam. Tekanan hidup, stres, rasa cemas, hingga sifat perfeksionis dapat memicu overthinking.

Selain itu, rendahnya rasa percaya diri juga membuat seseorang cenderung terus mempertanyakan keputusan yang telah diambil.

Dampak overthinking tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga fisik. Kondisi ini bisa memicu kelelahan, sakit kepala, gangguan tidur, hingga menurunnya produktivitas.

Dalam jangka panjang, overthinking bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan seperti gangguan kecemasan dan depresi apabila tidak ditangani dengan baik.

Untuk mengatasinya, penting bagi seseorang untuk mulai mengalihkan fokus ke aktivitas positif, seperti berolahraga, membaca, atau menjalani hobi.

Selain itu, menerima bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan juga menjadi langkah penting dalam mengurangi beban pikiran.

Teknik relaksasi seperti meditasi dan latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran yang terlalu aktif.

Membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah serta lebih fokus pada solusi dibandingkan masalahnya juga terbukti efektif.

Jika kondisi overthinking sudah terasa sangat mengganggu, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor merupakan langkah yang bijak.

Dengan penanganan yang tepat, kebiasaan ini dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik.(*)




Kesurupan Tapi Tetap Sadar? Ini Penjelasan Medis dan Psikologinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena kesurupan yang tetap disertai kesadaran sebagian sering kali dikaitkan dengan hal mistis.

Namun, dalam dunia medis dan psikologi, kondisi ini memiliki penjelasan yang lebih rasional dan ilmiah.

Dalam kajian psikologi klinis, kesurupan dikenal sebagai bagian dari gangguan disosiatif, khususnya Dissociative Trance Disorder (DTD).

Kondisi ini ditandai dengan perubahan kesadaran yang membuat seseorang tampak seperti “dikuasai”, padahal sebenarnya masih memiliki kesadaran parsial.

Pada situasi ini, individu umumnya masih mampu mendengar atau melihat lingkungan di sekitarnya, tetapi kehilangan kendali atas tubuh dan perilakunya.

Inilah yang kemudian dikenal di masyarakat sebagai “kesurupan tapi sadar”.

Secara medis, kondisi ini terjadi akibat disosiasi, yaitu terputusnya hubungan antara pikiran, identitas, dan kesadaran.

Disosiasi sering muncul sebagai respons terhadap tekanan mental yang berat, seperti stres berkepanjangan, trauma, atau konflik emosional yang tidak terselesaikan.

Selain faktor psikologis, ada sejumlah pemicu lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Kelelahan fisik, tekanan lingkungan, sugesti sosial, hingga kondisi emosional yang tidak stabil dapat memperburuk gejala.

Bahkan, dalam beberapa kasus, fenomena ini bisa terjadi secara massal di lingkungan dengan tekanan emosional tinggi dan keyakinan yang serupa.

Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari perubahan perilaku yang drastis, suara yang berbeda, hingga gerakan tubuh yang tidak biasa.

Meski begitu, pada kasus tertentu, individu tetap memiliki kesadaran sebagian, meskipun tidak mampu mengontrol dirinya sepenuhnya.

Penanganan kondisi ini tidak selalu membutuhkan tindakan medis berat. Pendekatan yang paling dianjurkan adalah menciptakan suasana yang tenang dan aman.

Menghindari kerumunan sangat penting karena dapat memperburuk kondisi. Sebaliknya, membantu individu untuk rileks dan mengurangi rangsangan dari luar terbukti lebih efektif dalam mempercepat pemulihan.

Dalam jangka panjang, menjaga kesehatan mental menjadi langkah utama pencegahan.

Mengelola stres, cukup istirahat, serta mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater sangat dianjurkan, terutama jika kondisi terjadi berulang atau semakin parah.

Memahami fenomena ini dari sudut pandang ilmiah membantu masyarakat melihat kesurupan secara lebih objektif.

Pendekatan yang tepat tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada kondisi tersebut.(*)




Jangan Diucapkan! Kalimat Ini Bisa Membuat Orang Menilai Kamu Negatif

SEPUCUKJAMBI.ID – Cara seseorang berbicara tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan dari sikap dan pola pikir.

Tanpa disadari, pilihan kata yang sering diucapkan dalam keseharian bisa membentuk persepsi orang lain, bahkan memberi kesan kurang empati, tidak dewasa, hingga sulit diajak bekerja sama.

Dalam kajian psikologi komunikasi, bahasa yang digunakan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kematangan emosional.

Karena itu, penting untuk lebih sadar terhadap kalimat yang sering diucapkan.

Berikut beberapa ungkapan yang sebaiknya dihindari karena bisa mencerminkan kepribadian kurang positif:

1. “Ini bukan salahku”
Ucapan ini kerap menjadi tanda menghindari tanggung jawab. Kebiasaan menyalahkan orang lain dapat merusak kepercayaan, baik dalam hubungan personal maupun profesional.

2. “Aku memang begini, tidak bisa berubah”
Kalimat ini menunjukkan pola pikir tertutup terhadap perkembangan diri. Dalam konsep growth mindset, kemampuan untuk berubah adalah kunci utama kemajuan.

3. “Aku tidak peduli”
Sikap ini mencerminkan rendahnya empati. Jika terus diulang, orang lain bisa merasa tidak dihargai dan hubungan sosial pun menjadi renggang.

4. “Semua orang juga begitu”
Generalisasi sering digunakan untuk membenarkan diri sendiri. Padahal, setiap situasi memiliki konteks berbeda. Kalimat ini bisa menunjukkan kurangnya tanggung jawab pribadi.

5. “Itu tidak adil” (dengan nada mengeluh)
Mengeluh tanpa mencari solusi memberi kesan tidak dewasa. Fokus berlebihan pada masalah justru menghambat kemampuan untuk berkembang.

6. “Aku tidak bisa”
Menyerah sebelum mencoba menunjukkan kurangnya rasa percaya diri. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menghambat potensi diri.

7. “Terserah, aku tidak mau tahu”
Ucapan ini mencerminkan sikap acuh dan tidak ingin terlibat. Dalam hubungan sosial, hal ini bisa membuat orang lain merasa diabaikan.

Pada akhirnya, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, mengenali pola komunikasi yang kurang sehat merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri.

Dengan membiasakan cara berbicara yang lebih empatik, terbuka, dan bertanggung jawab, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih harmonis sekaligus meningkatkan citra diri di mata orang lain.