Wacana Sekolah Daring Kembali, Ini Peringatan Keras dari Wakil Ketua MPR

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa rencana penerapan pembelajaran daring perlu melalui persiapan yang matang dan terstruktur.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh diterapkan secara tergesa-gesa tanpa kesiapan dari berbagai sektor.

Menurutnya, penerapan sistem pembelajaran berbasis daring harus melibatkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk kesiapan teknis di lapangan.

Hal ini penting agar tidak ada peserta didik yang kehilangan haknya dalam mengakses pendidikan.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti pengalaman sebelumnya saat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang masih menyisakan banyak kendala.

Beberapa di antaranya adalah keterbatasan kesiapan tenaga pengajar serta beban tambahan yang dirasakan oleh orang tua siswa.

Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak pada menurunnya kualitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, ia menegaskan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi jika kebijakan pembelajaran daring kembali diimplementasikan.

“Persiapan yang matang menjadi kunci agar kebijakan ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi dunia pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Setiap kebijakan, termasuk pembelajaran daring, harus mampu menjaga keberlanjutan proses belajar yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Dari sisi implementasi, kesiapan infrastruktur digital, kompetensi tenaga pengajar, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

Tanpa hal tersebut, pembelajaran daring berisiko menimbulkan kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Ia juga mendorong agar pemerintah lebih berhati-hati dalam merumuskan kebijakan, dengan memastikan seluruh elemen pendidikan siap menjalankannya secara optimal.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, pembelajaran daring diharapkan dapat menjadi solusi efektif tanpa mengorbankan kualitas pendidikan maupun hak belajar siswa di seluruh Indonesia.(*)




Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Bupati Anwar Sadat Serukan Perubahan

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Anwar Sadat memimpin apel gabungan perdana setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (25/03).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran pejabat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun daerah.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menyatukan langkah demi mewujudkan visi pembangunan daerah.

Menurutnya, kebersamaan dan semangat baru pasca-Lebaran harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Bupati menyebut berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil positif.

Sejumlah capaian dan penghargaan dari berbagai pihak menjadi indikator kemajuan yang telah diraih.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan masih membutuhkan kerja keras dan sinergi semua pihak. Kolaborasi dan percepatan pembangunan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika yang ada.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi sorotan utama. Bupati meminta seluruh ASN untuk mengedepankan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam menjalankan tugas, mulai dari orientasi pelayanan hingga sikap adaptif dan kolaboratif.

Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa disiplin ASN merupakan fondasi utama keberhasilan pemerintahan.

Ia mengingatkan pentingnya kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta menjaga etika sebagai pelayan masyarakat.

“ASN harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan justru menjadi penghambat dalam pelayanan,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan internal serta memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat.(*)




Kebocoran Air Masih Tinggi, Wali Kota Jambi Soroti Kinerja Perumdam Tirta Mayang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana secara resmi melantik jajaran direksi baru PERUMDAM Tirta Mayang pada Senin (16/3/2026) lalu.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan layanan air bersih di Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus tantangan yang harus segera diselesaikan oleh manajemen baru.

Secara umum, kinerja operasional dinilai cukup stabil dengan total 107.044 sambungan rumah (SR), termasuk penambahan sekitar 5.100 pelanggan baru dalam satu tahun terakhir.

Capaian tersebut mendorong tingkat pelayanan air bersih di Kota Jambi mencapai 67,20 persen.

Meski demikian, masih terdapat ketimpangan distribusi layanan antar wilayah yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Beberapa kecamatan mencatatkan capaian tinggi, seperti Kota Baru, Pasar Jambi, dan Jelutung.

Sementara wilayah lain seperti Danau Sipin, Telanaipura, dan Alam Barajo berada pada kategori menengah.

Di sisi lain, sejumlah daerah masih tertinggal, di antaranya Pelayangan, Jambi Timur, dan Danau Teluk.

Adapun Jambi Selatan dan Paal Merah menjadi wilayah dengan cakupan terendah, sehingga menjadi pekerjaan rumah besar bagi direksi baru untuk segera meningkatkan akses layanan air bersih secara merata.

Dari sisi teknis, kapasitas produksi air tercatat mencapai lebih dari 34 juta meter kubik, namun distribusi yang terealisasi sedikit lebih rendah.

Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih berada di kisaran 35,91 persen.

Angka tersebut masih jauh di atas standar nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Permen PU No. 20 Tahun 2006, yakni maksimal 20 persen.

Wali Kota menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal memperluas cakupan layanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kualitas distribusi air.

Dengan konsumsi rata-rata pelanggan sekitar 18,5 meter kubik per bulan dan tarif Rp4.400 per meter kubik, keseimbangan antara harga terjangkau dan kualitas layanan harus tetap dijaga.

Ia juga mendorong direksi baru untuk tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi mulai membuka peluang pendanaan dari luar, termasuk investasi.

“Pertumbuhan perumahan di Jambi sangat pesat. Layanan air bersih harus mampu mengimbangi. Saya minta direksi berani mencari sumber pembiayaan baru, sekaligus menekan kebocoran air agar target layanan 100 persen bisa tercapai,” tegasnya.(*)




Kenapa Kita Sering Overthinking? Ini Dampak dan Cara Menghentikannya

SEPUCUKJAMBI.ID – Istilah overthinking semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan hingga sulit mengendalikan alur pikirannya.

Kebiasaan ini tidak hanya menguras energi mental, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan jika terus dibiarkan.

Dalam perspektif psikologi, overthinking berkaitan erat dengan pola pikir yang berulang dan sulit dihentikan.

Pikiran biasanya dipenuhi oleh kekhawatiran, penyesalan masa lalu, atau kecemasan terhadap hal yang belum terjadi.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kelelahan mental, kesulitan fokus, hingga ragu dalam mengambil keputusan.

Beberapa tanda umum overthinking antara lain memikirkan satu masalah secara berulang, membayangkan berbagai skenario terburuk, serta terus mengulang percakapan atau kejadian di masa lalu.

Kondisi ini juga sering membuat seseorang sulit tidur karena pikiran yang terus aktif tanpa jeda.

Penyebabnya cukup beragam. Tekanan hidup, stres, rasa cemas, hingga sifat perfeksionis dapat memicu overthinking.

Selain itu, rendahnya rasa percaya diri juga membuat seseorang cenderung terus mempertanyakan keputusan yang telah diambil.

Dampak overthinking tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga fisik. Kondisi ini bisa memicu kelelahan, sakit kepala, gangguan tidur, hingga menurunnya produktivitas.

Dalam jangka panjang, overthinking bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan seperti gangguan kecemasan dan depresi apabila tidak ditangani dengan baik.

Untuk mengatasinya, penting bagi seseorang untuk mulai mengalihkan fokus ke aktivitas positif, seperti berolahraga, membaca, atau menjalani hobi.

Selain itu, menerima bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan juga menjadi langkah penting dalam mengurangi beban pikiran.

Teknik relaksasi seperti meditasi dan latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran yang terlalu aktif.

Membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah serta lebih fokus pada solusi dibandingkan masalahnya juga terbukti efektif.

Jika kondisi overthinking sudah terasa sangat mengganggu, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor merupakan langkah yang bijak.

Dengan penanganan yang tepat, kebiasaan ini dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik.(*)




Kesurupan Tapi Tetap Sadar? Ini Penjelasan Medis dan Psikologinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena kesurupan yang tetap disertai kesadaran sebagian sering kali dikaitkan dengan hal mistis.

Namun, dalam dunia medis dan psikologi, kondisi ini memiliki penjelasan yang lebih rasional dan ilmiah.

Dalam kajian psikologi klinis, kesurupan dikenal sebagai bagian dari gangguan disosiatif, khususnya Dissociative Trance Disorder (DTD).

Kondisi ini ditandai dengan perubahan kesadaran yang membuat seseorang tampak seperti “dikuasai”, padahal sebenarnya masih memiliki kesadaran parsial.

Pada situasi ini, individu umumnya masih mampu mendengar atau melihat lingkungan di sekitarnya, tetapi kehilangan kendali atas tubuh dan perilakunya.

Inilah yang kemudian dikenal di masyarakat sebagai “kesurupan tapi sadar”.

Secara medis, kondisi ini terjadi akibat disosiasi, yaitu terputusnya hubungan antara pikiran, identitas, dan kesadaran.

Disosiasi sering muncul sebagai respons terhadap tekanan mental yang berat, seperti stres berkepanjangan, trauma, atau konflik emosional yang tidak terselesaikan.

Selain faktor psikologis, ada sejumlah pemicu lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Kelelahan fisik, tekanan lingkungan, sugesti sosial, hingga kondisi emosional yang tidak stabil dapat memperburuk gejala.

Bahkan, dalam beberapa kasus, fenomena ini bisa terjadi secara massal di lingkungan dengan tekanan emosional tinggi dan keyakinan yang serupa.

Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari perubahan perilaku yang drastis, suara yang berbeda, hingga gerakan tubuh yang tidak biasa.

Meski begitu, pada kasus tertentu, individu tetap memiliki kesadaran sebagian, meskipun tidak mampu mengontrol dirinya sepenuhnya.

Penanganan kondisi ini tidak selalu membutuhkan tindakan medis berat. Pendekatan yang paling dianjurkan adalah menciptakan suasana yang tenang dan aman.

Menghindari kerumunan sangat penting karena dapat memperburuk kondisi. Sebaliknya, membantu individu untuk rileks dan mengurangi rangsangan dari luar terbukti lebih efektif dalam mempercepat pemulihan.

Dalam jangka panjang, menjaga kesehatan mental menjadi langkah utama pencegahan.

Mengelola stres, cukup istirahat, serta mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater sangat dianjurkan, terutama jika kondisi terjadi berulang atau semakin parah.

Memahami fenomena ini dari sudut pandang ilmiah membantu masyarakat melihat kesurupan secara lebih objektif.

Pendekatan yang tepat tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada kondisi tersebut.(*)




Jangan Diucapkan! Kalimat Ini Bisa Membuat Orang Menilai Kamu Negatif

SEPUCUKJAMBI.ID – Cara seseorang berbicara tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan dari sikap dan pola pikir.

Tanpa disadari, pilihan kata yang sering diucapkan dalam keseharian bisa membentuk persepsi orang lain, bahkan memberi kesan kurang empati, tidak dewasa, hingga sulit diajak bekerja sama.

Dalam kajian psikologi komunikasi, bahasa yang digunakan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kematangan emosional.

Karena itu, penting untuk lebih sadar terhadap kalimat yang sering diucapkan.

Berikut beberapa ungkapan yang sebaiknya dihindari karena bisa mencerminkan kepribadian kurang positif:

1. “Ini bukan salahku”
Ucapan ini kerap menjadi tanda menghindari tanggung jawab. Kebiasaan menyalahkan orang lain dapat merusak kepercayaan, baik dalam hubungan personal maupun profesional.

2. “Aku memang begini, tidak bisa berubah”
Kalimat ini menunjukkan pola pikir tertutup terhadap perkembangan diri. Dalam konsep growth mindset, kemampuan untuk berubah adalah kunci utama kemajuan.

3. “Aku tidak peduli”
Sikap ini mencerminkan rendahnya empati. Jika terus diulang, orang lain bisa merasa tidak dihargai dan hubungan sosial pun menjadi renggang.

4. “Semua orang juga begitu”
Generalisasi sering digunakan untuk membenarkan diri sendiri. Padahal, setiap situasi memiliki konteks berbeda. Kalimat ini bisa menunjukkan kurangnya tanggung jawab pribadi.

5. “Itu tidak adil” (dengan nada mengeluh)
Mengeluh tanpa mencari solusi memberi kesan tidak dewasa. Fokus berlebihan pada masalah justru menghambat kemampuan untuk berkembang.

6. “Aku tidak bisa”
Menyerah sebelum mencoba menunjukkan kurangnya rasa percaya diri. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menghambat potensi diri.

7. “Terserah, aku tidak mau tahu”
Ucapan ini mencerminkan sikap acuh dan tidak ingin terlibat. Dalam hubungan sosial, hal ini bisa membuat orang lain merasa diabaikan.

Pada akhirnya, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, mengenali pola komunikasi yang kurang sehat merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri.

Dengan membiasakan cara berbicara yang lebih empatik, terbuka, dan bertanggung jawab, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih harmonis sekaligus meningkatkan citra diri di mata orang lain.




Bukit Moko dan Puncak Bintang, Surga View Malam Kota Bandung yang Wajib Dikunjungi

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Moko menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam sekaligus lanskap kota dari ketinggian.

Berlokasi di bagian timur Bandung, kawasan ini dikenal sebagai titik strategis untuk melihat keindahan kota secara menyeluruh.

Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Bukit Moko menawarkan udara yang sejuk dan suasana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan bentangan luas Kota Bandung yang terlihat begitu memukau, terutama saat malam hari ketika cahaya lampu kota membentuk panorama yang kerap dijuluki sebagai “lautan cahaya”.

Momen matahari terbit dan terbenam menjadi daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan.

Saat pagi hari, kabut tipis menyelimuti kota dan perlahan memudar seiring munculnya sinar matahari, menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan.

Sementara pada sore hingga malam, langit berubah warna menjadi jingga keemasan sebelum akhirnya berganti dengan gemerlap lampu kota yang romantis.

Di kawasan ini juga terdapat Puncak Bintang, spot favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan dari ketinggian.

Area tersebut menyediakan fasilitas sederhana seperti gardu pandang, tempat duduk, serta ruang bersantai untuk menikmati suasana alam.

Perjalanan menuju Bukit Moko memang memerlukan usaha lebih karena jalurnya yang menanjak dan berkelok.

Namun, pengalaman tersebut terbayar lunas dengan keindahan panorama yang disuguhkan setibanya di lokasi.

Tidak heran jika banyak pengunjung memilih datang menggunakan kendaraan pribadi, terutama saat akhir pekan atau ketika cuaca cerah.

Selain berburu pemandangan, Bukit Moko juga menjadi tempat ideal untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Suasana yang tenang, udara segar pegunungan, serta pemandangan luas menjadikan tempat ini pilihan tepat untuk mencari ketenangan tanpa harus pergi jauh dari kota.

Keindahan Bukit Moko menjadi bukti bahwa pesona sebuah kota tidak hanya bisa dinikmati dari dalamnya, tetapi juga dari sudut pandang yang lebih tinggi.(*)




Update Ramalan Zodiak: Saatnya Fokus Karier dan Peluang Finansial Baru

SEPUCUKJAMBI.ID – Dinamika energi di tengah minggu ini membawa pengaruh kuat pada sektor karier, keuangan, hingga kehidupan asmara.

Banyak orang didorong untuk lebih cerdas dalam mengelola sumber daya, sekaligus tetap membuka ruang bagi kreativitas di tengah padatnya aktivitas.

Berikut ramalan zodiak lengkap hari ini:

Aries (21 Maret–19 April)
Kamu mulai memahami pentingnya bekerja dengan strategi, bukan sekadar tenaga. Dalam hal keuangan, penataan ulang pengeluaran menjadi langkah bijak. Sementara itu, suasana hangat di rumah memberi ketenangan emosional.

Taurus (20 April–20 Mei)
Sikap tenangmu menjadi penyeimbang di tengah situasi kerja yang sempat tegang. Peluang finansial bisa datang dari obrolan ringan. Dalam hubungan, perhatian kecil membawa dampak besar.

Gemini (21 Mei–20 Juni)
Hari ini dipenuhi ide segar yang membuatmu tampil menonjol. Kolaborasi finansial membuka peluang baru. Asmara pun terasa lebih hidup dengan komunikasi ringan dan penuh tawa.

Cancer (21 Juni–22 Juli)
Kepekaan intuisi membantu membaca situasi dengan cepat. Kondisi keuangan membaik setelah kamu mengatur ulang prioritas. Hubungan emosional juga semakin erat lewat komunikasi jujur.

Leo (23 Juli–22 Agustus)
Aura optimisme yang kamu miliki menular ke lingkungan sekitar. Peluang peningkatan penghasilan datang dari relasi. Dalam cinta, kepercayaan diri memberi warna baru.

Virgo (23 Agustus–22 September)
Ketelitian menjadi kunci menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Keputusan finansial yang rasional menjaga stabilitas. Hubungan asmara membaik dengan sikap sabar.

Libra (23 September–22 Oktober)
Pertemuan dengan orang baru memicu inspirasi segar. Ide bisnis bisa muncul dari diskusi santai. Keterbukaan membuat hubungan terasa lebih harmonis.

Scorpio (23 Oktober–21 November)
Kamu jeli melihat peluang yang terlewatkan orang lain. Disiplin finansial memperkuat rencana jangka panjang. Kejujuran menjadi fondasi hubungan yang lebih tenang.

Sagitarius (22 November–21 Desember)
Perubahan kecil dalam rutinitas membawa energi baru. Keputusan investasi sebaiknya diambil dengan tenang. Momen santai bersama pasangan terasa lebih bermakna.

Capricorn (22 Desember–19 Januari)
Strategi baru membantumu mencapai target lebih efektif. Kerja sama memberikan hasil finansial lebih maksimal. Sikap hangat mempererat hubungan asmara.

Aquarius (20 Januari–18 Februari)
Lingkungan sosial mendorong keberanian untuk berinovasi. Ide baru membuka peluang penghasilan. Pertemuan sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam bagi yang masih sendiri.

Pisces (19 Februari–20 Maret)
Kamu semakin siap menghadapi fase baru. Kondisi keuangan menunjukkan perkembangan positif. Kedekatan emosional dengan pasangan semakin kuat.(*)




Polda Jambi Ikuti Arahan Kapolri Jelang Arus Balik Lebaran 2026, Fokus Pengamanan Wisata

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDPolda Jambi memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi momentum Idul Fitri 1447 Hijriah melalui partisipasi dalam video conference nasional yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan yang digelar di Kampung Radja ini dihadiri oleh Kapolda Jambi Krisno H. Siregar bersama jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Gubernur Abdullah Sani dan Danrem 042/GAPU Nyamin.

Dalam arahannya, Kapolri menyoroti pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang diprediksi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Volume kendaraan saat arus mudik disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 serta 29 Maret 2026.

Kapolri juga menekankan pentingnya antisipasi di titik rawan kemacetan seperti pelabuhan dan jalur utama, serta penyediaan layanan kesehatan di rest area untuk membantu pemudik yang mengalami kelelahan.

Selain arus lalu lintas, lonjakan kunjungan ke objek wisata selama libur Lebaran juga menjadi perhatian serius. Seluruh jajaran kepolisian diminta meningkatkan pengamanan guna mencegah gangguan keamanan maupun kecelakaan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolda Jambi melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan pengamanan di destinasi wisata yang diprediksi ramai pengunjung.

Polda Jambi juga mengoptimalkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis, lengkap dengan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat bepergian maupun berwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur Idul Fitri.

Melalui koordinasi nasional ini, Polri berkomitmen memastikan seluruh rangkaian pengamanan Lebaran 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.(*)




Lonjakan Kendaraan Saat Arus Balik, Ini Imbauan Penting dari Polda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026, Polda Jambi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan kembali ke tempat aktivitas.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor utama dalam menekan risiko kecelakaan di tengah meningkatnya volume kendaraan.

Menurutnya, kondisi fisik pengemudi harus benar-benar diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan atau mengantuk.

“Keselamatan adalah hal utama. Jika lelah, sebaiknya beristirahat di posko atau rest area yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain faktor pengemudi, kesiapan kendaraan juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima guna menghindari kendala teknis di jalan.

Polda Jambi memprediksi arus balik tahun ini akan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk tetap sabar, menjaga jarak aman, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko.

Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk merencanakan perjalanan secara matang, termasuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Selain pemudik, imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. Kewaspadaan tetap diperlukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik, aparat gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait telah disiagakan di berbagai titik strategis.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menghadapi kondisi darurat, dapat menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam.

Melalui langkah ini, kepolisian berkomitmen memastikan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.(*)