Hadiri Panen Raya di Sekernan, Wabup Junaidi Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar di Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dan diikuti 25 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional.

Di lokasi Desa Tunas Mudo, panen dipimpin Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. M. Mustaqim, didampingi Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, serta dihadiri Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Wakapolda Jambi menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendampingi masyarakat dalam program strategis seperti ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini berdampak nyata bagi kesejahteraan petani Muaro Jambi,” ujarnya.

Panen raya kali ini dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 26,36 hektare dengan estimasi produksi mencapai 36 ton jagung. Angka tersebut menjadi indikator positif bagi penguatan komoditas jagung di daerah.

Secara regional, Provinsi Jambi mencatat tren peningkatan produksi jagung. Pada tahun 2025, total produksi jagung di Jambi mencapai 1.500,3 ton, menunjukkan potensi besar sektor pertanian dalam menopang perekonomian daerah.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan lahan produktif untuk budidaya jagung, termasuk mendorong modernisasi alat pertanian agar proses pascapanen lebih efektif dan efisien.

“Kita dorong penggunaan teknologi pertanian, termasuk proses pemipilan yang lebih cepat, sehingga dapat menekan potensi kerugian dan meningkatkan pendapatan petani,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan.

“Pemerintah Daerah Muaro Jambi mendukung penuh program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Melalui kolaborasi bersama Polri, TNI, dan masyarakat, kita ingin memastikan ketahanan pangan tetap terjaga dan memberi manfaat luas bagi petani,” tegasnya.

Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi momentum penguatan sektor pertanian sekaligus mendorong kemandirian pangan di Muaro Jambi dan Provinsi Jambi secara berkelanjutan.(*)




Rp136 Miliar untuk Program Kampung Bahagia 2026, Walikota Maulana: Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperluas Program Kampung Bahagia 2026 dengan dukungan APBD Kota Jambi senilai Rp136 miliar.

Pernyataan itu disampaikan saat evaluasi Pilot Project Kampung Bahagia 2025 bersama seluruh lurah se-Kota Jambi di Aula DPMPPA,  beberapa waktu lalu.

“Kita sudah siapkan skema pelaksanaan tahun 2026. InsyaAllah seluruh RT akan melaksanakan Program Kampung Bahagia,” kata dia.

“Penting juga penguatan tata kelola keuangan agar program berjalan bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar Maulana.

Wali Kota menekankan bahwa, setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat integritas pemerintahan hingga tingkat kelurahan dan RT.

Program Kampung Bahagia termasuk salah satu dari 11 program unggulan Kota Jambi, bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan berbasis komunitas.

Mencakup aspek lingkungan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Untuk mempermudah pengawasan, pelaksanaan program dibagi menjadi dua kelompok:

  • Kelompok A: Januari – Juli 2026

  • Kelompok B: Agustus – Desember 2026

Setiap RT tetap diwajibkan melaksanakan musyawarah warga guna menentukan fokus kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tahapan Pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026

DPMPPA Kota Jambi menyiapkan pelaksanaan program secara terstruktur, menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Kepala DPMPPA, Noverentiwi Dewanti, memaparkan detail tahapan sebagai berikut:

Januari 2026

  • Seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia.

  • Minggu ke-3 dan ke-4: Sosialisasi program kepada masyarakat agar warga memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan.

Februari 2026

  • Minggu ke-1 dan ke-2: Rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, dan pembuatan rekening RT Pokja.

  • Minggu ke-1 hingga ke-3: Pemetaan swadaya masyarakat dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

  • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan Renja satu tahun oleh Pokja sebagai acuan penggunaan dana dan kegiatan prioritas RT.

Maret 2026

  • RT menyusun proposal Kampung Bahagia, menyesuaikan kebutuhan lokal dan aspirasi masyarakat.

April 2026

  • Pencairan dana dari kelurahan ke rekening Pokja untuk memulai pelaksanaan kegiatan.

April – Mei 2026

  • Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia, meliputi program lingkungan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Juni 2026

  • Minggu ke-1 dan ke-2: Serah terima hasil kegiatan kepada masyarakat.

  • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja, memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.

“Dengan tahapan yang jelas, setiap RT dapat melaksanakan program secara tertata dan tepat sasaran, sehingga manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Noverentiwi.

Besaran Dana Kampung Bahagia Sesuai Jumlah KK

  • RT dengan >100 KK: Rp100 juta

  • RT dengan 60–99 KK: Rp70 juta

  • RT dengan <60 KK: Rp50 juta

Pemkot Jambi juga menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota, dan tim monitoring khusus untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan mencegah penyalahgunaan anggaran.(*)




Apakah Penglihatan Setelah LASIK Bertahan Seumur Hidup? Ini Penjelasannya

SEPUCUKJAMBI.ID – LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) adalah prosedur bedah mata yang populer untuk memperbaiki gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh, rabun dekat, dan silinder.

Prosedur ini bekerja dengan membentuk ulang kornea sehingga cahaya jatuh tepat di retina, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.

Karena perubahan terjadi langsung pada struktur kornea, hasil LASIK pada dasarnya bersifat permanen.

Meski demikian, banyak orang bertanya-tanya, apakah penglihatan setelah LASIK benar-benar akan bertahan seumur hidup?.

Menurut dokter mata, efek LASIK menetap pada kornea, namun mata tetap bisa mengalami perubahan seiring waktu.

Mata adalah organ hidup yang terus menua dan menyesuaikan diri, sehingga perubahan penglihatan tetap mungkin terjadi.

Perubahan Penglihatan Setelah LASIK

Salah satu perubahan paling umum adalah presbiopia, yaitu berkurangnya kemampuan mata untuk melihat jarak dekat yang biasanya muncul setelah usia 40 tahun.

Kondisi ini terjadi karena lensa mata menjadi lebih kaku akibat penuaan, dan LASIK tidak dirancang untuk mencegah presbiopia.

Dengan kata lain, seseorang yang telah menjalani LASIK tetap mungkin membutuhkan kacamata baca di masa mendatang.

Selain faktor usia, perubahan penglihatan bisa muncul pada pasien yang kondisi matanya masih berkembang saat operasi.

Pada beberapa orang, minus atau silinder bisa kembali dalam derajat ringan beberapa tahun setelah LASIK.

Dokter mata dalam kondisi tertentu dapat merekomendasikan tindakan tambahan atau enhancement jika kornea masih memungkinkan.

Proses Pemulihan dan Stabilitas Penglihatan

LASIK dikenal sebagai prosedur dengan waktu pemulihan cepat. Banyak pasien melaporkan peningkatan penglihatan hanya dalam satu hari setelah operasi.

Namun, proses penyembuhan penuh dan stabilisasi penglihatan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga 2–3 bulan.

Selama masa pemulihan, beberapa gejala umum dapat muncul seperti:

  • Mata kering

  • Sensitivitas terhadap cahaya

  • Silau atau penglihatan sedikit buram

Biasanya gejala-gejala ini akan berangsur membaik seiring waktu.

Kepuasan Pasien Jangka Panjang

Sebagian besar pasien merasa puas dengan hasil LASIK. Banyak yang tetap menikmati penglihatan yang baik selama bertahun-tahun tanpa kacamata atau lensa kontak.

Meski demikian, penting memiliki ekspektasi realistis bahwa LASIK tidak menghentikan proses penuaan mata.

Kesimpulan

LASIK memberikan perubahan permanen pada kornea, sehingga hasilnya bisa bertahan sangat lama.

Namun, perubahan penglihatan akibat usia atau kondisi mata lainnya tetap mungkin terjadi.

Oleh karena itu, konsultasi rutin dengan dokter mata tetap diperlukan agar kesehatan mata tetap terjaga setelah menjalani prosedur ini.(*)




Untuk Semua RT di Kota Jambi! Berikut Tahapan Lengkap Program Kampung Bahagia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPMPPA menyiapkan Program Kampung Bahagia 2026 dengan tahapan pelaksanaan yang jelas dan terstruktur, menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan berbasis komunitas, mencakup aspek lingkungan, sosial, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, memaparkan detail tahapan program sebagai berikut:

Tahapan Pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026

  • Januari 2026
    Seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia. Pada minggu ketiga dan keempat Januari, DPMPPA melaksanakan sosialisasi program kepada masyarakat agar warga memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan.

  • Februari 2026

    • Minggu ke-1 dan ke-2: Rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, dan pembuatan rekening RT Pokja.

    • Minggu ke-1 hingga ke-3: Pemetaan swadaya masyarakat dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

    • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan Renja satu tahun oleh Pokja, sebagai acuan penggunaan dana dan kegiatan prioritas RT.

  • Maret 2026
    RT menyusun proposal Kampung Bahagia, menyesuaikan kebutuhan lokal dan aspirasi masyarakat.

  • April 2026
    Dana dari kelurahan dicairkan ke rekening Pokja untuk memulai pelaksanaan kegiatan.

  • April – Mei 2026
    Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia di masing-masing RT, mulai dari program lingkungan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

  • Juni 2026

    • Minggu ke-1 dan ke-2: Serah terima hasil kegiatan kepada masyarakat.

    • Minggu ke-3 dan ke-4: Penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja, memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.

“Dengan tahapan yang jelas, setiap RT dapat melaksanakan program secara tertata dan tepat sasaran, sehingga manfaat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Noverentiwi.

Besaran dana Kampung Bahagia bervariasi sesuai jumlah kepala keluarga (KK):

  • RT dengan >100 KK: Rp100 juta

  • RT dengan 60–99 KK: Rp70 juta

  • RT dengan <60 KK: Rp50 juta

Untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan dan mencegah penyalahgunaan anggaran, Pemkot Jambi menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota, dan tim monitoring khusus.(*)




1.583 RT di Kota Jambi Jadi Sasaran Program Kampung Bahagia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) memaparkan tahapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia tahun 2026 yang akan menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa pelaksanaan program secara teknis dibagi ke dalam dua semester.

Semester pertama berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, sementara semester kedua dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2026.

“Dari total RT di Kota Jambi, sebanyak 67 RT telah menerima dana Kampung Bahagia pada tahun berjalan. Sisanya, 1.583 RT akan menjadi sasaran program pada tahun 2026,” ujar Noverentiwi.

Ia merinci, tahapan awal dimulai pada Januari 2026 dengan seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia.

Pada minggu ketiga dan keempat Januari, DPMPPA akan menggelar sosialisasi program kepada masyarakat.

Memasuki Februari 2026, pada minggu pertama dan kedua dilakukan rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, serta pembuatan rekening RT Pokja.

Selanjutnya, pada minggu pertama hingga ketiga Februari dilaksanakan pemetaan swadaya dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

Pada minggu ketiga dan keempat Februari, Pokja menyusun Renja satu tahun.

Kemudian pada Maret 2026, RT menyusun proposal Kampung Bahagia. Pencairan dana dari kelurahan ke rekening Pokja dijadwalkan pada April 2026.

Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia berlangsung pada April hingga Mei 2026.

Selanjutnya, pada minggu pertama dan kedua Juni dilakukan serah terima pekerjaan kepada masyarakat, dan ditutup dengan penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja pada minggu ketiga dan keempat Juni 2026.

Besaran dana Kampung Bahagia yang diterima setiap RT disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK).

RT dengan lebih dari 100 KK memperoleh Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK menerima Rp70 juta. Sementara RT dengan kurang dari 60 KK mendapatkan Rp50 juta.

Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan mencegah penyalahgunaan anggaran, Pemkot Jambi menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota.

Serta tim monitoring khusus yang akan melakukan pengawasan di lapangan.(*)




Dari Desa Moenti, Polsek Limun Perkuat Program Ketahanan Pangan Nasional

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa.

Hal ini terlihat dari kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I yang dilaksanakan oleh Polsek Limun, Polres Sarolangun, di Desa Moenti, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan panen raya tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Polres Sarolangun, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Polsek Limun, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Dari lahan pertanian seluas sekitar 1 hektare, berhasil dipanen jagung hibrida atau jagung pipil dengan hasil sementara mencapai 1.500 kilogram berat kotor.

Panen raya ini dihadiri oleh Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., yang diwakili Wakapolres Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H., bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun Dulmuin, S.P., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Efprianto, S.Pd., M.Pd., Kapolsek Limun AKP B. Tarigan, Sekcam Limun Kaspul Anwar, Waka Polsek Ipda Lunardi, serta Kepala Desa Moenti.

Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi menyampaikan bahwa panen raya jagung ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan tahun 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga memperkuat kebersamaan lintas sektor dalam memanfaatkan potensi lahan produktif di wilayah pedesaan.

“Melalui kerja sama yang solid, Polri dapat berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kompol Aswindo.

Ia juga mengapresiasi langkah proaktif Polsek Limun dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang pangan.

Ditegaskannya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk mendukung swasembada pangan, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa,” tambahnya.

Ke depan, Kompol Aswindo berharap kegiatan panen jagung ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Sarolangun, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat dan mandiri.

Di sisi lain, kegiatan pertanian ini juga menghadapi tantangan, terutama kondisi lahan yang rawan terdampak banjir saat musim hujan.

Meski demikian, berkat pendampingan intensif dari PPL serta dukungan penuh Pemerintah Desa Moenti, hasil panen dinilai cukup optimal dan mampu meningkatkan semangat para petani setempat.(*)




Penemuan Mayat di Sungai Buta-Buta, Gegerkan Warga Mendahara Ulu

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga di sekitar perbatasan Kecamatan Mendahara Ulu dan Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur digegerkan oleh penemuan sesosok mayat yang mengapung di sungai, Kamis (8/1/2026) pagi.

Mayat tersebut ditemukan di aliran Sungai Buta-Buta, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, dan Desa Bhakti Idaman, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat berjenis kelamin belum diketahui ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Saat melihat tubuh korban mengapung di permukaan air, warga memilih untuk tidak mendekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Salah seorang warga setempat, Safaruddin, mengatakan hingga saat ini identitas korban belum diketahui. Warga juga belum berani melakukan evakuasi secara mandiri.

“Waktu saya sampai di lokasi, warga sudah mulai ramai. Saya lihat kondisi mayat menghadap ke atas, memakai baju kaos dan celana pendek,” ujar Safaruddin.

Pihak desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat telah mengimbau masyarakat agar segera melapor ke kepolisian apabila mengenali ciri-ciri korban atau mengetahui adanya warga yang dilaporkan hilang dalam beberapa waktu terakhir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dari Polsek Mendahara Ulu dan Polsek Mendahara langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi serta melakukan pengecekan di tempat penemuan mayat.

Hingga berita ini publish, pihak kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi.(*)




Mengenal Social Jetlag, Gangguan Pola Tidur yang Sering Terjadi Tanpa Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang terbiasa tidur larut dan bangun siang saat akhir pekan, lalu kembali memaksakan diri bangun pagi di hari kerja.

Kebiasaan ini sering dianggap wajar, padahal bisa menjadi tanda social jetlag gangguan pola tidur yang terjadi tanpa perlu bepergian jauh.

Social jetlag muncul ketika jadwal tidur dan bangun seseorang berbeda jauh antara hari kerja dan hari libur.

Kondisinya mirip jet lag akibat perjalanan lintas zona waktu, tetapi penyebabnya adalah perubahan rutinitas harian.

Akibatnya, jam biologis tubuh atau ritme sirkadian menjadi tidak sinkron.

Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Perubahan pola tidur yang berulang setiap minggu dapat membuat tubuh terasa lelah meski sudah tidur cukup lama.

Banyak orang dengan social jetlag mengeluhkan sulit fokus, suasana hati memburuk, hingga produktivitas yang menurun.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan social jetlag dengan masalah kesehatan fisik.

Ketidakteraturan jam tidur dapat memengaruhi metabolisme tubuh, meningkatkan risiko obesitas, gangguan gula darah, dan tekanan darah yang tidak stabil.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memperbesar risiko sindrom metabolik.

Dari sisi mental, jam tidur yang tidak selaras dengan ritme alami tubuh dapat membuat seseorang lebih mudah stres dan emosional.

Otak membutuhkan pola tidur yang konsisten untuk bekerja optimal, termasuk dalam hal konsentrasi, pengambilan keputusan, dan daya ingat.

Fenomena social jetlag semakin umum di era modern. Tuntutan pekerjaan, jadwal belajar, aktivitas sosial, hingga penggunaan gawai pada malam hari membuat waktu tidur semakin bergeser.

Tanpa disadari, tubuh harus “menyetel ulang” jam biologisnya hampir setiap minggu.

Para ahli menyarankan langkah sederhana untuk mencegah social jetlag, yaitu menjaga waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.

Konsistensi ini membantu ritme sirkadian tetap stabil dan mendukung kesehatan jangka panjang.

Social jetlag mungkin terasa ringan, tetapi jika dibiarkan, dampaknya bisa serius. Mengatur ulang kebiasaan tidur bukan hanya soal istirahat, melainkan investasi penting bagi kesehatan tubuh dan pikiran.(*)




Belajarlah Menghargai Istirahat di Tengah Tekanan Kerja!

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah kehidupan modern, kesibukan kerap dipandang sebagai tolok ukur keberhasilan.

Agenda yang penuh dan pekerjaan yang datang tanpa henti sering dianggap bukti bahwa seseorang produktif dan berdaya guna.

Namun di balik itu, kebiasaan terus-menerus sibuk justru menyimpan risiko kelelahan fisik dan mental yang sering tidak disadari.

Banyak orang masih menganggap istirahat sebagai bentuk kemunduran atau tanda kurangnya semangat kerja.

Padahal, jeda merupakan bagian penting dari cara tubuh dan pikiran menjaga keseimbangan.

Tanpa waktu istirahat yang memadai, konsentrasi melemah, emosi menjadi tidak stabil, dan hasil kerja kehilangan kualitas.

Menariknya, istirahat tidak selalu identik dengan berhenti total.

Aktivitas sederhana seperti mengalihkan pandangan dari layar, meregangkan tubuh, atau mengambil waktu tenang beberapa menit dapat membantu memulihkan fokus.

Jeda singkat ini memberi kesempatan bagi otak untuk memproses ulang informasi dan kembali bekerja dengan lebih efektif.

Fenomena bekerja tanpa henti sering menciptakan kesan produktif yang semu. Jam kerja boleh panjang, tetapi jika energi terus terkuras, hasil yang dicapai justru tidak optimal. Sebaliknya, mereka yang mengatur ritme kerja dengan baik cenderung lebih konsisten dan mampu menjaga kualitas dalam jangka panjang.

Di luar tuntutan pekerjaan, istirahat juga berfungsi sebagai ruang personal.

Waktu untuk menikmati hal-hal sederhana seperti membaca, mendengarkan musik, atau sekadar diam tanpa tujuan sering dianggap tidak penting.

Padahal, momen-momen ini berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan kejernihan pikiran.

Kebiasaan menghargai istirahat membuat seseorang lebih peka terhadap sinyal tubuhnya sendiri. Ketika lelah datang, tubuh tidak lagi dipaksa untuk terus berjalan.

Kesadaran ini membantu mencegah kelelahan berkepanjangan dan membuat hidup terasa lebih seimbang.

Budaya yang memuja kesibukan memang masih kuat. Namun perlahan, muncul kesadaran baru bahwa hidup bukan soal seberapa lama bertahan bekerja, melainkan bagaimana menjaga keberlanjutan diri.

Ada waktu untuk fokus dan bergerak cepat, ada pula waktu untuk berhenti sejenak.

Pada akhirnya, istirahat bukan lawan dari produktivitas. Justru dari jeda yang cukup, energi dan fokus dapat kembali terisi, sehingga pekerjaan dapat dijalani dengan lebih tenang, sehat, dan bermakna.(*)




Pantai Parangtritis, Perpaduan Wisata Alam dan Budaya di Yogyakarta

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pantai Parangtritis, salah satu destinasi wisata paling populer di Yogyakarta, terus menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Terletak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, pantai di pesisir selatan Jawa ini dikenal dengan panorama alam yang khas, ombak besar, hamparan pasir luas, serta nuansa budaya yang kuat.

Saat memasuki kawasan Pantai Parangtritis, pengunjung langsung disambut angin laut yang berhembus kencang dan suara ombak yang bergulung tanpa henti.

Garis pantainya membentang panjang dengan pasir berwarna gelap yang halus, menciptakan kesan eksotis dan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain di Indonesia.

Ombak Pantai Parangtritis tergolong besar dan kuat, sehingga wisatawan diimbau untuk tidak berenang terlalu ke tengah laut.

Meski demikian, pengunjung tetap dapat menikmati keindahan pantai dengan berjalan santai di tepi laut, bersantai menikmati pemandangan, atau mencoba pengalaman menyusuri pantai menggunakan andong dan ATV yang tersedia di area wisata.

Daya tarik lain yang tak kalah unik adalah gumuk pasir Parangtritis.

Gundukan pasir alami ini menjadi lokasi favorit untuk aktivitas sandboarding dan fotografi.

Pemandangan gumuk pasir dengan latar langit biru dan sinar matahari menjadikannya salah satu spot ikonik di kawasan wisata Bantul.

Pantai Parangtritis juga dikenal lekat dengan nilai budaya dan cerita mistis yang telah hidup turun-temurun.

Legenda Ratu Kidul, penguasa Laut Selatan, menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat Jawa dan menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi budaya Yogyakarta.

Menjelang senja, Pantai Parangtritis berubah menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam.

Langit berwarna jingga, pantulan cahaya di permukaan laut, serta siluet pengunjung menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan.

Banyak wisatawan memilih menikmati sore sambil mencicipi jajanan lokal yang dijual di sekitar pantai.

Akses menuju Pantai Parangtritis terbilang mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Fasilitas pendukung wisata seperti area parkir, penginapan, warung makan, hingga toko suvenir tersedia cukup lengkap.

Hal ini membuat Pantai Parangtritis tetap menjadi destinasi favorit lintas generasi di Yogyakarta.

Pantai Parangtritis bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan atmosfer khas Yogyakarta dalam satu pengalaman yang berkesan.(*)