Rumah Warga Hangus di Hari Kedua Lebaran, Wabup Merangin Salurkan Bantuan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang terjadi di momen Hari Raya Idulfitri 2026 menyisakan duka bagi keluarga Hasyim (52), warga RT 01 Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Rumah yang menjadi tempat tinggalnya hangus terbakar pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), diduga akibat korsleting listrik.

Api dengan cepat melalap bangunan hingga rata dengan tanah, membuat keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal beserta harta benda.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada korban, Rabu (25/3/2026).

Ia didampingi Kepala Dinas Sosial A. Lazik dan Kabag Umum Ari Aniko.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, seperti beras, mi instan, minyak goreng, makanan siap saji, perlengkapan bayi, selimut, kasur, hingga terpal.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang tertimpa cobaan,” ujar A. Khafidh saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, meski berada dalam situasi sulit, kehadiran pemerintah dapat sedikit meringankan beban dan memberikan dukungan moral bagi keluarga korban, terutama di suasana Lebaran.

Di sisi lain, Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di rumah.

Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh hubungan arus pendek.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar. Gunakan listrik dengan bijak agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah.(*)




Kota Bangko Semrawut Usai Lebaran, Wabup Merangin Perintahkan Penertiban

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi Kota Bangko yang semrawut pasca perayaan Idulfitri 2026 langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin.

Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bergerak cepat memimpin penataan kota, terutama di kawasan Pasar Beduk yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Didampingi Sekretaris Daerah Zulhifni, Wabup menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengembalikan kondisi kota agar kembali rapi, bersih, dan tertib seperti sebelum Ramadan.

Dalam arahannya, A. Khafidh menegaskan bahwa persoalan sampah yang menumpuk serta keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di badan jalan merupakan masalah rutin yang harus ditangani secara cepat dan tegas.

“Tuntutan masyarakat ingin cepat, maka pemerintah juga harus bergerak cepat. Kondisi seperti ini memang terjadi setiap tahun, tapi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).

Ia secara khusus menyoroti tumpukan sampah di bekas lokasi bazar swasta. Menurutnya, tanggung jawab kebersihan harus ditegakkan sesuai komitmen yang telah disepakati oleh penyelenggara.

Wabup meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera menindaklanjuti, termasuk memanggil pihak penyelenggara bazar jika belum menjalankan kewajibannya.

“Jangan sampai kondisi ini menjadi sorotan negatif. Ini menyangkut wajah kota kita,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada penertiban PKL yang sebelumnya diberi kelonggaran berjualan selama Ramadan.

Kini, seluruh pedagang diminta kembali ke lokasi yang telah ditentukan agar fungsi jalan dapat normal kembali.

Wabup menginstruksikan camat dan lurah untuk segera berkoordinasi dalam proses relokasi tersebut, agar penataan berjalan seragam dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.

Penertiban ini akan melibatkan Satpol PP sebagai pengawas di lapangan.

Sementara itu, Dinas PUPR dan Perkim juga diminta melakukan evaluasi terhadap fasilitas ruko, khususnya terkait ketersediaan tempat penampungan sampah.

Untuk mendukung kelancaran kebijakan ini, Dinas Kominfo diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Tujuan kita jelas, mengembalikan Kota Bangko menjadi kota yang bersih, tertib, dan nyaman untuk semua,” pungkas A. Khafidh.(*)




Penataan Pasar Tanjung Bajure, Wawako Sungai Penuh Pastikan Pedagang Tetap Nyaman

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus melakukan pembenahan kawasan pasar demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.

Salah satunya melalui penataan dan penertiban di Pasar Tanjung Bajure yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, pada Kamis pagi (26/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Sekretaris Daerah Alpian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Kesbangpol, Satpol PP, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Penertiban dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Sebelumnya, para pedagang telah mendapatkan sosialisasi terkait relokasi lapak ke lokasi yang lebih aman dan tertata.

Di sela kegiatan, Azhar Hamzah juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengarkan aspirasi mereka sekaligus memastikan proses penataan berjalan lancar.

“Penataan ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja,” ujarnya.

Sebelum penertiban dilakukan, pemerintah juga telah melakukan langkah awal pada malam harinya.

Sekretaris Daerah Alpian memimpin pembersihan area pasar bersama Dinas PUPR, sementara Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengangkutan sampah guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan terpadu yang tidak hanya fokus pada penertiban pedagang, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar secara keseluruhan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa pasar memiliki peran penting sebagai pusat perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, penataan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Kegiatan penertiban di Pasar Tanjung Bajure berlangsung aman dan kondusif. Diharapkan, upaya ini mampu menghadirkan suasana pasar yang lebih rapi, bersih, dan nyaman untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.(*)




Momen Lebaran, Wali Kota Alfin Temui Warga Luhah Rio Singaro

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Momentum Halal Bihalal pasca Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama warga Luhah Rio Singaro di Pondok Tinggi, Kamis (26/3/2026).

Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang acara yang berlangsung di Laheik Jajun Luhah Rio Singaro (Laheik Dahot).

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna penting dalam memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

“Halal Bihalal menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat, serta saling memaafkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Luhah Rio Singaro yang dinilai mampu menjaga nilai-nilai adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.

Kegiatan ini turut diisi dengan tausiyah singkat mengenai makna Halal Bihalal, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan saling bermaafan. Suasana semakin hangat dengan makan bersama yang diikuti seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan dalam membangun Kota Sungai Penuh ke arah yang lebih maju.(*)




Tahun Ketiga, Program Arus Balik Gratis Tanjab Barat Diserbu Warga

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Program arus balik gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali digelar pada 2026 dan mendapat sambutan tinggi dari masyarakat.

Sebanyak 152 warga diberangkatkan menuju Batam melalui Pelabuhan Pelindo (Marina) Kuala Tungkal, Kamis (26/3/2026).

Program yang kini memasuki tahun ketiga ini dilepas langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, didampingi Wakil Bupati Katamso SA.

Para peserta diberangkatkan menggunakan kapal KN. Sarotama P.112 sebagai bagian dari fasilitas transportasi gratis bagi warga.

Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang berkelanjutan.

Khususnya bagi masyarakat perantau yang kembali bekerja setelah Lebaran.

“Program ini sudah berjalan tiga tahun berturut-turut dan antusiasme masyarakat tetap tinggi. Kami ingin membantu meringankan beban biaya transportasi warga yang kembali ke tempat kerja,” ujarnya.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari kuota yang langsung terpenuhi dalam waktu singkat setelah pendaftaran dibuka.

Selain membantu secara ekonomi, program ini juga dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan penumpang di pelabuhan selama arus balik Lebaran.

Dengan adanya fasilitas ini, arus balik di Kuala Tungkal dapat berjalan lebih tertib, aman, dan terkendali.

Bupati juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan, baik bagi kru kapal maupun penumpang.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap seluruh peserta dapat sampai di tujuan dengan selamat dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Program arus balik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta berbagai instansi terkait di sektor transportasi laut.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam pelepasan tersebut, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga instansi vertikal seperti KSOP, Imigrasi, SAR, dan Jasa Raharja.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini sebagai solusi transportasi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus balik Lebaran setiap tahunnya.(*)




Tanjab Barat Mulai Berbenah, Bupati Anwar Sadat Pastikan Pengelolaan Sampah Membaik

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah.

Setelah sempat masuk kategori darurat, daerah ini berhasil keluar dari status tersebut dan kini memasuki tahap pengawasan.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, saat melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lubuk Terentang di Kecamatan Betara, Kamis (26/03/2026).

Menurutnya, persoalan sampah merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Dulu kita masuk kategori darurat sampah. Alhamdulillah, sekarang sudah keluar dari status itu dan masuk tahap pengawasan. Ini hasil kerja keras bersama,” ujar Anwar Sadat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau langsung sistem pengelolaan sampah yang kini dilakukan lebih terstruktur.

Salah satu metode yang diterapkan adalah meratakan sampah terlebih dahulu sebelum ditimbun dengan tanah, sebagai bagian dari upaya pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Tanjab Barat agar lebih modern dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai memperkuat fasilitas pendukung, termasuk penyediaan alat pemisah sampah, khususnya untuk jenis plastik, guna mendukung proses daur ulang.

Ke depan, Pemkab Tanjung Jabung Barat menargetkan peningkatan status menjadi daerah kategori pembinaan, yakni wilayah yang mampu mengelola dan mendaur ulang sampah secara mandiri.

“Kita ingin naik ke tahap pembinaan. Artinya, kita tidak hanya mengelola, tapi juga mampu mendaur ulang sampah secara mandiri,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi kondisi kebersihan di Kuala Tungkal selama perayaan Idulfitri yang dinilai semakin baik.

Ia menyebut tidak lagi ditemukan tumpukan sampah yang berserakan seperti sebelumnya.

Peninjauan ke TPA ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Bupati, setelah sebelumnya memantau arus balik gratis di Pelabuhan Pelindo Marina serta infrastruktur jalan dan jembatan menuju pelabuhan Roro.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat optimistis dapat mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan ramah lingkungan.(*)




Lonjakan Kendaraan di Tol Jambi, Hutama Karya Pastikan Layanan Tetap Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik kendaraan di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menjadi salah satu jalur penting penghubung antarwilayah.

Berdasarkan data per 25 Maret 2026, sebanyak 9.315 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat sekitar 18,54 persen dibandingkan kondisi normal, menandakan mobilitas masyarakat masih tinggi selama periode arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh ruas tol, termasuk di Jambi, guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Arus balik Lebaran masih berlangsung dan trafik di sejumlah ruas, termasuk Tol Jambi, terpantau meningkat. Kami memastikan layanan jalan tol tetap optimal agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman,” ujar Hamdani.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 209.536 kendaraan dalam satu hari.

Jumlah tersebut melonjak hingga 132,46 persen dibandingkan trafik normal.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di berbagai ruas lain di JTTS, terutama yang menjadi akses utama antarprovinsi dan menuju kawasan perkotaan.

Meski demikian, tren trafik mulai menunjukkan penurunan dibandingkan puncak arus balik sebelumnya, meskipun masih berada di atas rata-rata harian normal.

Hutama Karya juga mencatat adanya pergerakan kendaraan di ruas tol yang masih beroperasi secara fungsional selama arus balik Lebaran.

Beberapa di antaranya adalah ruas Palembang–Betung yang mulai difungsikan sejak pertengahan Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, agar merencanakan perjalanan dengan matang.

Pengendara diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah.

Hamdani menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kesiapan layanan, mulai dari petugas di lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di JTTS, termasuk di ruas Jambi, melalui optimalisasi layanan dan koordinasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi HK Toll Apps maupun kanal resmi Hutama Karya.(*)




Inspiratif! Nenek 83 Tahun Raih Juara 1 Pasanggiri Angklung Satu Hati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sosok inspiratif datang dari ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Seorang nenek berusia 83 tahun, Merrywati Peruba, berhasil mencuri perhatian setelah keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi tersebut.

Ajang yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) ini diikuti lebih dari 1.700 peserta dari 21 kabupaten dan kota.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi pecinta angklung untuk menampilkan kreativitas musik tradisional dalam balutan modern.

Meski usianya telah menginjak lebih dari delapan dekade, Merrywati tetap aktif bermain angklung bersama grup Gita Pundarika NSI, yang telah ia tekuni sejak 1979.

Dalam kompetisi tersebut, ia tampil bersama 39 anggota tim yang mayoritas juga berusia di atas 50 tahun.

Penampilan mereka membawakan lagu Donau Wellen sukses memukau dewan juri. Harmonisasi permainan angklung yang solid membuat tim asal DKI Jakarta ini dinobatkan sebagai juara pertama kategori umum.

Merrywati mengungkapkan bahwa bermain angklung bukan sekadar hobi, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental dan kebahagiaan.

“Bermain angklung membantu memperkuat daya ingat, memberi rasa nyaman, dan kebahagiaan. Selain itu, kita juga belajar kerja sama untuk menghasilkan harmoni yang indah,” ujarnya.

Tak hanya kategori umum, panitia juga menetapkan pemenang dari kategori Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, dua tim favorit juga dipilih berdasarkan popularitas di media sosial.

Selama kompetisi, para peserta menampilkan beragam genre musik, mulai dari lagu daerah, lagu anak-anak, hingga soundtrack film.

Hal ini menunjukkan bahwa angklung mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyatakan bahwa ajang ini membuktikan angklung dapat dikolaborasikan dengan berbagai jenis musik.

“Teknik permainan, kreativitas aransemen, hingga estetika penampilan menjadi aspek penting dalam penilaian,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi semangat peserta dalam melestarikan angklung sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO.

Menurutnya, perpaduan seni tradisional dengan perkembangan digital dan media sosial dapat menjadi jembatan komunikasi lintas generasi.

Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI).

Dalam sesi ini, peserta dibekali pengetahuan tentang teknik bermain angklung, olah vokal, hingga strategi membuat konten kreatif di media sosial.

Salah satu peserta, Elsa, guru dari SDN Sunter Agung 13 Pagi Jakarta, mengaku bangga dapat mengikuti ajang tersebut.

“Kami mendapat banyak ilmu dan bisa berjejaring dengan peserta dari daerah lain. Melestarikan budaya menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi tenaga pendidik,” katanya.

Sebagai alat musik berbahan bambu yang ramah lingkungan, angklung tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mencerminkan nilai keberlanjutan.

Melalui ajang ini, diharapkan angklung tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai generasi muda.(*)




Tarif Air di Kota Jambi Bakal Naik? Wali Kota Buka Suara Usai Kunker ke Perumdam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Isu kenaikan tarif air bersih di Kota Jambi menjadi sorotan setelah Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/3/2026).

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.

Ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan diambil sebelum kualitas layanan benar-benar mengalami peningkatan signifikan.

“Tarif tidak akan dinaikkan sebelum ada jaminan kualitas air yang baik, jam pengaliran yang meningkat, serta ekspansi pelayanan secara besar-besaran,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Perumdam Tirta Mayang.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, dan sejumlah kepala OPD. Mereka disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam.

Selain membahas tarif, Maulana juga mengapresiasi peningkatan kinerja perusahaan, khususnya dalam penanganan keluhan pelanggan selama Ramadan hingga Idulfitri yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan tersebut belum cukup.

Menurutnya, Perumdam masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang saat ini masih berada di angka sekitar 35 persen.

“Kalau 35 persen air hilang, itu artinya tidak menghasilkan pendapatan. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Maulana juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran.

Di sisi lain, ia mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini tercatat sekitar 107 ribu sambungan rumah, dengan potensi besar dari sektor usaha dan kawasan perumahan baru.

Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui strategi ekspansi yang matang, termasuk membuka kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk mengkaji tugas dan fungsi masing-masing divisi, sekaligus memastikan target perusahaan daerah dapat tercapai.(*)




Wali Kota Jambi Soroti Kinerja Perumdam Tirta Mayang, Targetkan Ekspansi Besar dan Tekan Kebocoran Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang pada Kamis (26/3/2026) sebagai bagian dari upaya evaluasi kinerja layanan air bersih di Kota Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam Tirta Mayang.

Maulana memberikan apresiasi atas peningkatan layanan perusahaan, terutama dalam merespons keluhan pelanggan selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Ia menilai, dibandingkan tahun sebelumnya, penanganan aduan masyarakat mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut belum menjadi akhir dari proses pembenahan.

Menurutnya, Perumdam perlu terus berbenah, khususnya dalam memahami keseluruhan alur bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran pelanggan.

“Seluruh jajaran, baik direksi maupun divisi, harus memahami proses bisnis ini secara menyeluruh agar kinerja perusahaan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat.

Ia berencana meninjau langsung tugas dan fungsi masing-masing divisi guna memastikan efektivitas kerja di dalam perusahaan daerah tersebut.

Selain fokus pada internal, Wali Kota Jambi juga mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini, jumlah sambungan rumah telah mencapai sekitar 107 ribu, dengan potensi besar dari sektor bisnis seperti hotel, pusat perbelanjaan, serta kawasan perumahan baru.

Ia menilai peluang pasar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Di sisi lain, Maulana menyoroti masih tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang mencapai sekitar 35 persen.

Kondisi ini dinilai merugikan perusahaan karena air yang hilang tidak memberikan kontribusi pendapatan.

Menurutnya, permasalahan tersebut harus segera ditangani, meskipun diakui bahwa sebagian jaringan pipa yang sudah tua membutuhkan investasi besar untuk perbaikan.

Ia juga mendorong agar setiap rencana ekspansi dilakukan secara matang melalui studi kelayakan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terkait tarif air, Maulana memastikan belum ada rencana kenaikan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa peningkatan tarif hanya dapat dilakukan jika kualitas layanan sudah benar-benar optimal, baik dari sisi kualitas air, kontinuitas distribusi, maupun cakupan pelayanan.(*)