Menang Sprint di Mandalika, Marc Marquez Tak Mau Terbuai Jelang Race Utama Besok

MANDALIKA, SEPUCUKJAMBI.ID – Marc Marquez memilih tidak larut dalam euforia setelah memenangi Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu 10 Oktober 2026.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu kini mengalihkan fokus ke balapan utama yang berlangsung Minggu 11 Oktober 2026

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Marquez dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Namun, pembalap asal Spanyol itu menyadari bahwa hasil Sprint Race belum menjamin keberhasilan pada balapan utama.

Marquez menegaskan ingin berkonsentrasi pada tantangan berikutnya dan menjalani setiap tahapan persiapan tanpa terbebani hasil masa lalu.

“Seperti yang saya katakan, saya hanya berpikir tentang masa depan, masa depan dan masa depan yang dekat,” kata Marquez seusai memenangi Sprint Race GP Indonesia, Sabtu.

Sikap tersebut mencerminkan pendekatannya menghadapi sisa musim.

Setiap balapan menghadirkan tantangan berbeda, sehingga ia perlu terus mengevaluasi performa dan menjaga konsistensi bersama tim.

Marc Marquez Akhiri Penantian di Sprint Mandalika

Marquez menyelesaikan Sprint Race sepanjang 13 lap dengan catatan waktu 19 menit 37,125 detik.

Ia mengungguli Ai Ogura yang finis di posisi kedua dengan selisih 0,509 detik, sedangkan Fabio Di Giannantonio menempati posisi ketiga.

Kemenangan ini memiliki arti tersendiri bagi Marquez. Dalam beberapa penampilan sebelumnya di Mandalika sejak 2022, ia kerap menghadapi insiden yang membuatnya gagal menyelesaikan balapan.

Pada edisi 2024, ia sempat meraih posisi ketiga Sprint Race. Kini, ia berhasil mencatatkan kemenangan Sprint pertamanya di sirkuit tersebut.

Meski demikian, Marquez tidak ingin menjadikan hasil itu sebagai alasan untuk mengurangi kewaspadaan.

Balapan utama menghadirkan jarak tempuh, tuntutan fisik, serta situasi persaingan yang berbeda dibandingkan Sprint Race.

Persaingan Gelar MotoGP Makin Ketat

Kemenangan di Mandalika membawa Marquez kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP 2026.

Ia mengoleksi 343 poin, unggul empat poin atas Jorge Martin yang kini berada di posisi kedua.

Perubahan tersebut membuat balapan utama GP Indonesia semakin penting bagi kedua pembalap.

Tambahan poin pada Minggu dapat kembali mengubah posisi dalam persaingan gelar juara dunia.

Sprint Race pada Sabtu juga memperlihatkan betapa cepat situasi di lintasan berubah.

Jorge Martin sempat memimpin sebelum kehilangan posisi terdepan dan akhirnya finis keempat.

Sementara itu, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez tersingkir setelah insiden pada lap pertama.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa strategi, konsistensi, dan kemampuan menghindari kesalahan dapat menentukan hasil akhir.

Marquez pun harus menjaga fokus sepanjang balapan jika ingin mempertahankan keunggulan di klasemen.

Kondisi Fisik Jadi Perhatian Jelang Race Utama

Selain strategi balap, kondisi fisik menjadi perhatian Marquez menjelang balapan utama.

Suhu panas di Mandalika, perlengkapan balap, serta rangkaian kegiatan di luar lintasan menuntut pembalap menjaga kebugaran dan pemulihan tubuh.

Marquez mengakui sempat merasakan kelelahan setelah balapan dan menjalani kegiatan seusai naik podium.

Karena itu, pemulihan menjadi bagian penting dari persiapannya sebelum kembali ke lintasan.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan detail kecil dan terus mendorong kemampuan bersama tim.

Persiapan tersebut diperlukan untuk menghadapi tekanan balapan yang lebih panjang.

Bagi Ducati Lenovo Team, menjaga kondisi pembalap dan memastikan motor bekerja optimal menjadi bagian dari upaya mempertahankan momentum kemenangan.

Balapan Minggu Jadi Ujian Berikutnya

MotoGP Indonesia 2026 merupakan seri ke-17 dalam kalender musim ini.

Setelah meraih kemenangan Sprint Race, Marquez kini menghadapi ujian berikutnya: mengubah momentum tersebut menjadi hasil maksimal pada balapan utama.

Keunggulan empat poin atas Martin memang memberinya posisi strategis dalam klasemen, tetapi selisih itu masih cukup tipis untuk berubah dalam satu akhir pekan balap.

Marquez memilih berkonsentrasi pada persiapan dan tantangan yang ada di depan mata.

Baginya, kemenangan Sprint Race menjadi hasil penting, tetapi bukan alasan untuk kehilangan fokus.

Balapan utama pada Minggu akan menjadi kesempatan bagi Marquez untuk memperkuat posisinya dalam perebutan gelar sekaligus membuktikan konsistensinya di Mandalika.(*)




Polisi Gerebek Rumah di Pulau Pandan Jambi, 6 Orang Diamankan dan Diduga Sabu Ditemukan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi mengamankan enam orang dalam penggerebekan sebuah rumah di kawasan Pulau Pandan, RT 030, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Jumat 9 Oktober 2026 sore.

Polisi juga menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu di luar rumah tersebut.

Penggerebekan itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul untuk penyalahgunaan narkotika.

Kasat Resnarkoba Polresta Jambi, AKP Tito Al Hafezt mengatakan, tim gabungan menemukan enam orang di dalam rumah milik seorang pria berinisial E.

Menurut keterangan polisi, E sempat berlari ke kamar mandi dan membuang suatu benda ke luar rumah saat petugas hendak mengamankan orang-orang di lokasi.

Petugas kemudian menyisir area di sekitar rumah dan menemukan satu paket yang diduga sabu.

“Kami suruh tersangka mengambil dan memperlihatkan barang yang ia buang tersebut. Dan benar, tersangka mengakui satu paket diduga sabu itu adalah miliknya,” kata Tito.

Polisi selanjutnya membawa keenam orang beserta barang bukti ke Mapolresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Polresta Jambi, penggerebekan melibatkan personel Satresnarkoba, Sat Intelkam, Polsek Telanaipura, dan Provos Polresta Jambi.

Petugas masih perlu mendalami peran masing-masing orang yang berada di lokasi, termasuk melalui pemeriksaan dan tes urine.

Polisi juga berencana menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

Informasi yang disampaikan kepolisian belum merinci hasil tes urine, berat barang yang ditemukan, maupun status hukum masing-masing dari enam orang tersebut.

Karena itu, pengamanan dalam penggerebekan ini belum dengan sendirinya membuktikan bahwa, seluruh orang yang berada di rumah tersebut terlibat dalam penyalahgunaan atau peredaran narkotika.

Hasil pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya akan menentukan status masing-masing pihak.

Penggerebekan di Pulau Pandan menjadi bagian dari Operasi Sarang Narkoba Serentak yang, menurut keterangan Polresta Jambi, menindaklanjuti arahan pimpinan Polri pada 8 Oktober 2026.

Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan mulai 9 Oktober 2026, dengan pelaksanaan dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang menyatakan, pihaknya akan melanjutkan upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.

“Atas perintah Bapak Kapolri, kami Polresta Jambi langsung bergerak cepat melaksanakan Operasi Sarang Narkoba. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Kami akan sikat habis basecamp-basecamp yang meresahkan masyarakat,” ujar Ananto.

Pernyataan tersebut menegaskan arah operasi kepolisian.

Namun, efektivitas penindakan juga bergantung pada tindak lanjut penyelidikan, pengungkapan jaringan pemasok, serta proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat.

Polresta Jambi mengapresiasi informasi warga yang menjadi salah satu dasar penggerebekan tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Warga dapat menghubungi Call Center Polri 110, Bhabinkamtibmas, atau kantor polisi terdekat untuk menyampaikan informasi.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Ini bukti sinergi Polri dan masyarakat berjalan baik. Kami imbau kepada seluruh warga Kota Jambi, jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, segera laporkan ke Call Center 110 atau ke Bhabinkamtibmas dan Polsek terdekat,” kata Tito.

Polisi menyatakan akan terus memantau lokasi-lokasi yang dinilai rawan narkotika di Kota Jambi.

Perkembangan hasil pemeriksaan enam orang yang diamankan, termasuk hasil tes urine dan penetapan status hukum, menjadi informasi penting yang perlu disampaikan lebih lanjut untuk memperjelas perkara penggerebekan di Pulau Pandan tersebut.(*)




Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Pemkot Jambi Usulkan HCS 2026 Mundur ke November

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap dan gangguan penerbangan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengusulkan perubahan jadwal Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026.

Agenda yang semula berlangsung pada 25–28 Oktober itu diusulkan bergeser menjadi 22–25 November 2026.

Usulan tersebut muncul di tengah persoalan kualitas udara dan terbatasnya jarak pandang yang mengganggu penerbangan menuju Kota Jambi.

Pemkot Jambi menilai kondisi itu perlu menjadi pertimbangan agar pelaksanaan forum nasional kota sehat berjalan optimal.

Namun, perubahan jadwal tersebut belum menjadi keputusan final. Pemkot Jambi masih perlu menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat dan menunggu persetujuan.

Rencana itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Healthy Cities Summit 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu 10 Oktober 2026.

Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri rapat tersebut.

Kabut Asap Jadi Pertimbangan Perubahan Jadwal

Wali Kota Jambi, Maulana menjelaskan, pemerintah daerah mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menyusun usulan jadwal baru.

Berdasarkan pemaparan yang dibahas dalam rapat, potensi hujan diperkirakan meningkat pada akhir Oktober.

Pemkot Jambi berharap perubahan jadwal memberi waktu tambahan bagi kondisi cuaca dan kualitas udara untuk membaik.

Meski demikian, perkiraan hujan tidak otomatis menjamin kabut asap akan hilang. Kondisi udara tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk sumber asap dan perkembangan cuaca.

Karena itu, kepastian kondisi lingkungan menjelang pelaksanaan HCS akan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipantau pemerintah daerah.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan terhadap persiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Menurutnya, HCS menjadi forum penting yang mempertemukan pemerintah kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kegiatan ini cukup besar. Kita tentu ingin seluruh persiapannya matang sehingga para tamu yang datang ke Jambi merasa nyaman. Ini juga menyangkut nama baik daerah, sehingga Pemerintah Provinsi siap mendukung dan membantu Pemkot Jambi,” ujar Al Haris.

Ia juga menyebut kondisi kemarau panjang dan kabut asap sebagai pertimbangan dalam pembahasan usulan penundaan.

HCS Diusulkan Berlangsung pada 22–25 November

Dalam skema jadwal yang dibahas, 22 November 2026 menjadi hari kedatangan peserta.

Kegiatan utama direncanakan berlangsung pada 23 November dan berlanjut hingga 25 November 2026.

Pemkot Jambi akan mengajukan perubahan jadwal kepada pemerintah pusat. Sampai ada persetujuan resmi, tanggal baru tersebut masih berstatus usulan.

Kepastian jadwal penting bagi pemerintah daerah, peserta, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Perubahan tanggal juga menuntut penyesuaian terhadap agenda, transportasi, akomodasi, serta kesiapan lokasi kegiatan.

Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan bahwa keputusan akhir mempertimbangkan kondisi udara dan akses perjalanan peserta, bukan hanya kesiapan teknis penyelenggara.

Infrastruktur hingga Pengelolaan Sampah Masuk Agenda Kunjungan

Selain membahas jadwal, rapat koordinasi turut mengevaluasi kesiapan infrastruktur, akses jalan, dan lokasi kunjungan peserta.

Sejumlah titik yang masuk dalam rencana kegiatan antara lain Kolam Retensi Telaga Kajang Lako, fasilitas pengolahan air limbah domestik dan depo pengelolaan sampah di kawasan Sijinjang, Candi Muaro Jambi, serta Sekolah Rakyat di Kota Jambi.

Pemkot Jambi juga berencana memeriksa langsung rute yang akan dilalui peserta.

Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi untuk membahas kesiapan akses jalan.

Bagi Kota Jambi, agenda tersebut tidak hanya menyangkut kelancaran sebuah pertemuan nasional.

Kesiapan infrastruktur dan fasilitas lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menunjukkan penerapan konsep kota sehat.

Meski begitu, manfaat kegiatan bagi masyarakat akan bergantung pada hasil konkret yang bisa bertahan setelah acara berakhir.

Pemkot Berharap HCS Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Maulana berharap HCS tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Ia mendorong penyelenggaraan kegiatan itu ikut mempercepat pembenahan infrastruktur melalui kolaborasi pemerintah kota, provinsi, dan pusat.

Sejumlah akses jalan, termasuk yang menuju Sekolah Rakyat dan kawasan Sijinjang, menjadi perhatian dalam pembahasan persiapan.

Pemkot Jambi juga memperkirakan kedatangan peserta dari berbagai daerah akan menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Perhotelan, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penjualan oleh-oleh berpotensi memperoleh tambahan permintaan.

“Dengan banyaknya tamu yang datang, tentu ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan makanan, penginapan, dan oleh-oleh. Karena itu, kami berharap masyarakat ikut mendukung dan bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik bagi saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia,” kata Maulana.

Namun, besarnya dampak ekonomi tersebut masih perlu diukur melalui jumlah peserta, tingkat hunian hotel, transaksi UMKM, dan belanja selama kegiatan berlangsung.

Indikator tersebut dapat membantu pemerintah menilai apakah penyelenggaraan HCS benar-benar memberi manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga.

Maulana juga menyampaikan bahwa sejumlah konsulat jenderal telah mengonfirmasi rencana kehadiran dalam kegiatan tersebut.

MTQ Provinsi Jambi Tetap Sesuai Jadwal

Di tengah rencana perubahan jadwal HCS, Pemerintah Provinsi Jambi tetap menjadwalkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi mulai 30 Oktober 2026.

Al Haris menyatakan pelaksanaan MTQ tetap mengikuti jadwal karena rangkaian kegiatan dan berbagai cabang perlombaan telah tersusun.

Sementara itu, Pemkot Jambi akan melanjutkan pematangan persiapan HCS sembari menunggu keputusan pemerintah pusat.

Perubahan jadwal HCS kini menempatkan dua hal sebagai perhatian utama: kepastian pelaksanaan dan kondisi lingkungan yang mendukung kenyamanan peserta.

Bagi masyarakat, keberhasilan penyelenggaraan juga perlu terlihat dari manfaat nyata, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga peluang ekonomi yang benar-benar dirasakan warga.(*)




Air Perumdam Tirta Mayang Jambi Mati 8 Jam? Ini Jadwal dan Wilayah Terdampak 11–12 Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi perlu menyiapkan persediaan air bersih sebelum Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Perusahaan daerah tersebut menjadwalkan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Benteng mulai pukul 20.00 WIB hingga Senin, 12 Oktober 2026, pukul 04.00 WIB.

Pekerjaan itu berpotensi mengganggu distribusi air selama sekitar delapan jam.

Bahkan setelah pengurasan selesai, pelanggan mungkin masih harus menunggu hingga 24 jam sebelum aliran kembali normal.

Perumdam Tirta Mayang menjadwalkan pemeliharaan tersebut untuk menjaga kualitas pengolahan air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari.

Kondisi ini membuat pemeliharaan instalasi menjadi bagian penting dalam menjaga proses pengolahan air.

Namun, bagi pelanggan, persoalan utamanya bukan hanya durasi pekerjaan.

Pemulihan tekanan jaringan juga menentukan kapan air kembali mengalir secara normal ke rumah-rumah.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Gangguan distribusi air berpotensi menyasar sejumlah kelurahan di Kota Jambi.

Berikut wilayah yang perlu mengantisipasi pekerjaan IPA Benteng:

  • Kecamatan Pasar Jambi: Kelurahan Pasar serta sebagian Kelurahan Orang Kayo Hitam dan Sungai Asam.
  • Kecamatan Jambi Timur: Kelurahan Sulanjana dan Rajawali serta sebagian Kelurahan Kasang dan Budiman.
  • Kecamatan Jelutung: Kelurahan Cempaka Putih.
  • Kecamatan Danau Sipin: sebagian Kelurahan Legok.

Cakupan gangguan dapat berbeda menurut kondisi jaringan distribusi.

Karena itu, pelanggan di wilayah yang tercantum sebaiknya menyiapkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya sebelum pekerjaan dimulai.

Mengapa Air Belum Tentu Langsung Mengalir Setelah Pekerjaan Selesai?

Pengurasan unit sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Tahapan ini membantu menjaga proses pengolahan tetap berjalan dengan baik, terutama ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat.

Meski pekerjaan dijadwalkan berakhir pada Senin pukul 04.00 WIB, waktu tersebut tidak otomatis menjadi penanda pulihnya pasokan air ke seluruh pelanggan.

Jaringan distribusi memerlukan waktu untuk kembali terisi dan memulihkan tekanan.

Kondisi jaringan di masing-masing wilayah turut memengaruhi kecepatan normalisasi.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan proses tersebut dapat berlangsung hingga satu kali 24 jam setelah pekerjaan selesai.

Dengan demikian, pelanggan sebaiknya tidak mengandalkan jadwal berakhirnya pekerjaan sebagai satu-satunya patokan untuk memenuhi kebutuhan air pada Senin pagi.

Siapkan Cadangan Air Sebelum Minggu Malam

Pelanggan di wilayah terdampak sebaiknya mengisi bak penampungan, ember, atau wadah air sebelum pukul 20.00 WIB pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Utamakan persediaan untuk kebutuhan pokok dan simpan air dalam wadah bersih yang tertutup. Langkah ini dapat membantu mengurangi dampak gangguan selama distribusi belum kembali normal.

Pelanggan juga perlu memantau informasi resmi Perumdam Tirta Mayang untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dan pemulihan layanan.

Nomor Pengaduan dan Permintaan Mobil Tangki

Pelanggan yang mengalami gangguan atau membutuhkan informasi dapat menghubungi saluran layanan berikut:

  • WhatsApp Pengaduan: 0821-2121-9692.
  • Call Center Bahagia: 112.
  • WhatsApp permintaan distribusi air mobil tangki: 0821-2121-9894.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat menghubungi saluran yang disediakan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai penanganan permintaan.

Pemeliharaan IPA Benteng menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengolahan air.

Di sisi lain, kepastian informasi mengenai wilayah terdampak, perkembangan pekerjaan, dan waktu pemulihan tetap penting agar pelanggan dapat mengantisipasi gangguan dengan lebih baik.(*)




BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — BRI BO Otista melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Otista. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, serta diwarnai rasa kebangsaan dan semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Otista untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Melalui momentum ini, BRI BO Otista terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Wali Kota Cup 2026 Dibuka, Maulana Soroti Peluang Prestasi Tenis Meja bagi Pelajar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sekitar 200 atlet dari berbagai kelompok usia mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup 2026 di atrium Lippo Plaza Jambi, Jumat 9 Oktober 2026.

Kompetisi ini menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus mempertemukan peserta dari sejumlah daerah di Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Wali Kota Jambi Maulana membuka kejuaraan tersebut di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Jambi.

Pemilihan lokasi pertandingan di dalam pusat perbelanjaan menjadi salah satu upaya menyediakan ruang bertanding yang nyaman bagi para atlet.

Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi panitia, pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Jambi, serta manajemen Lippo Plaza Jambi yang mendukung penyelenggaraan kompetisi.

“Kita bersyukur dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk membuka Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup 2026. Terima kasih kepada manajemen Lippo Plaza Jambi yang telah menyediakan tempat sehingga anak-anak dan para atlet dapat bertanding dengan nyaman di dalam ruangan, meskipun kondisi di luar sempat diselimuti kabut asap,” ujar Maulana.

Kejuaraan Wali Kota Cup 2026 melibatkan peserta dari kategori pelajar hingga senior.

Berdasarkan data panitia, peserta mencakup 38 atlet SD putra dan putri, 37 atlet SMP putra dan putri, 43 peserta senior non-Porda/Porprov, serta 48 peserta ganda non-Porda/Porprov yang terbagi dalam 24 pasangan.

Panitia juga mencatat keikutsertaan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, serta peserta dari Bengkulu dan Bangka Belitung.

Keikutsertaan atlet lintas daerah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang beragam.

Ketua panitia sekaligus Ketua PTMSI Kota Jambi, Ridho Utama, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kota Jambi, manajemen Lippo Plaza Jambi, serta para sponsor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Antusiasme peserta tahun ini sangat baik, dengan keikutsertaan atlet dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung,” kata Ridho.

Maulana menegaskan bahwa kejuaraan olahraga tidak semata-mata mengejar kemenangan dan trofi.

Menurutnya, latihan dan kompetisi juga dapat membentuk kedisiplinan, kepercayaan diri, daya juang, serta kebiasaan hidup sehat pada anak-anak dan remaja.

Ia mendorong orang tua dan lingkungan pendidikan untuk mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan positif, termasuk latihan olahraga secara rutin dan partisipasi dalam kompetisi.

“Anak-anak kita memiliki energi yang luar biasa. Karena itu, perlu disalurkan melalui kegiatan positif seperti olahraga. Dengan latihan dan mengikuti turnamen, kita membentuk fisik yang sehat, mental yang tangguh, rasa percaya diri, serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi,” ujarnya.

Pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting agar kejuaraan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Latihan terarah, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi secara berkala dapat membantu atlet mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Selain pembinaan atlet, Maulana menyoroti manfaat prestasi olahraga bagi pelajar.

Ia menyebut para pemenang akan menerima trofi dan sertifikat yang dapat menjadi bukti pencapaian dalam mendukung pendaftaran pendidikan melalui jalur prestasi, sesuai persyaratan yang berlaku.

“Sertifikat kejuaraan ini memiliki nilai penting bagi anak-anak kita. Saya berharap, prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih kesempatan yang lebih baik dalam pendidikan maupun olahraga,” tambahnya.

Meski demikian, penggunaan sertifikat kejuaraan untuk seleksi pendidikan tetap bergantung pada aturan penerimaan peserta didik atau mahasiswa, tingkat kompetisi, serta persyaratan prestasi yang ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara pendidikan.

Karena itu, pelajar perlu memahami ketentuan yang berlaku agar dapat memanfaatkan bukti prestasi secara tepat.

Wali Kota Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang pembinaan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis meja dan mendorong lahirnya atlet berprestasi dari Kota Jambi.

Tantangan berikutnya ialah memastikan atlet berbakat memperoleh pembinaan setelah kompetisi berakhir.

Evaluasi hasil pertandingan, program latihan, dan agenda kompetisi lanjutan dapat membantu menjaga perkembangan kemampuan para peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi Erwandi, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Arianto, Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Kasatpol PP Kota Jambi Iper Riyansuni, Manager Lippo Plaza Jambi Santoso Panggabean, para orang tua atlet, serta undangan lainnya.

Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap semangat sportivitas dan pembinaan olahraga semakin berkembang sehingga atlet daerah memiliki kesempatan untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi yang lebih tinggi.(*)




Diza Hazra Aljosha Dukung Digitalisasi Layanan Haji, Data Jemaah Jadi Perhatian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Integrasi data kependudukan, administrasi haji, dan pemeriksaan kesehatan menjadi perhatian pemerintah dalam memperbaiki pelayanan calon jemaah haji.

Dari sekitar 5,7 juta jemaah dalam daftar tunggu yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), sebanyak 597.860 data memerlukan tindak lanjut dan 416.147 data tercatat tidak padan dalam proses pemadanan dengan data kependudukan.

Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan penguatan digitalisasi layanan haji yang turut mendapat dukungan Pemerintah Kota Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengikuti penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Haji dan Umrah, serta Menteri Kesehatan secara virtual dari Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Jumat 9 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, rumah sakit umum daerah, serta instansi Kementerian Haji dan Umrah di daerah.

Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi identitas jemaah, memperbaiki ketertiban administrasi, dan mendukung pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Dalam pemaparan kebijakan tersebut, data SISKOHAT mencatat sekitar 5,7 juta jemaah dalam daftar tunggu sebagai sasaran pemadanan dengan data kependudukan.

Sebanyak 597.860 data memerlukan tindak lanjut, sedangkan 416.147 data tercatat tidak padan dan perlu penelusuran lebih lanjut.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya pencocokan data secara cermat agar perbedaan identitas maupun persoalan administrasi tidak menghambat pelayanan jemaah.

Meski demikian, data yang tidak padan tidak serta-merta menunjukkan adanya penyalahgunaan atau pelanggaran. Setiap kasus perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab dan langkah penyelesaiannya.

Pemadanan data juga berkaitan dengan pengelolaan nomor porsi, paspor, visa, serta proses administrasi lainnya.

Dalam pemaparan itu, pemerintah turut menyampaikan target penerapan integrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada 20 Oktober 2026.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui koordinasi lintas sektor.

Sekretaris daerah dan perangkat daerah terkait memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan kebijakan sesuai kewenangan masing-masing.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menyambut baik kebijakan integrasi data tersebut.

Menurutnya, validitas data kependudukan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon jemaah haji.

“Pemerintah Kota Jambi menyambut baik kebijakan ini. Integrasi data kependudukan dan administrasi haji menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan data jemaah lebih akurat dan valid,” ujar Diza.

Ia menjelaskan bahwa, Pemkot Jambi telah melakukan upaya verifikasi data jemaah melalui Disdukcapil.

Ke depan, pemerintah kota akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, RSUD, dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Diza juga menekankan pentingnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam memastikan kesesuaian identitas jemaah, termasuk dalam proses administrasi pelimpahan nomor porsi haji kepada ahli waris yang memenuhi ketentuan.

“Data kependudukan menjadi dasar penting dalam memastikan identitas jemaah benar-benar valid. Karena itu, koordinasi lintas perangkat daerah akan terus diperkuat agar kebijakan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Penguatan validasi di tingkat daerah diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan administrasi lebih awal.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas data, mekanisme pemutakhiran, dan kecepatan tindak lanjut antarinstansi.

Selain persoalan administrasi, kesiapan kesehatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pemeriksaan kesehatan mencakup penelusuran riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, penilaian kesehatan jiwa, serta pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan medis.

Proses tersebut mendukung penilaian istitaah kesehatan jemaah sesuai ketentuan yang berlaku.

Vaksinasi juga menjadi bagian dari persiapan kesehatan. Jenis vaksin dan persyaratannya harus mengikuti ketentuan resmi yang berlaku untuk musim haji terkait.

Termasuk persyaratan vaksin meningokokus dan polio apabila diwajibkan, serta rekomendasi vaksin lainnya berdasarkan kondisi dan pedoman kesehatan.

Karena itu, koordinasi antara Disdukcapil, Dinas Kesehatan, RSUD, dan instansi penyelenggara haji perlu memastikan bahwa proses administrasi dan pemeriksaan medis berjalan sesuai prosedur.

Kebijakan tersebut juga menyoroti penempatan Petugas Haji Daerah (PHD). Pemerintah perlu mempertimbangkan kompetensi, kesiapan, dan kemampuan petugas dalam melayani jemaah dengan tetap mengikuti ketentuan kuota serta penggunaan anggaran daerah.

Penandatanganan surat edaran bersama menjadi langkah koordinasi untuk memperkuat digitalisasi pelayanan haji.

Tantangan berikutnya terletak pada penerapan kebijakan, penyelesaian data yang bermasalah, dan konsistensi koordinasi antarinstansi.

Bagi calon jemaah, pembenahan tersebut diharapkan memberi kepastian administrasi dan mendukung persiapan keberangkatan yang lebih tertib.

Pemkot Jambi menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar integrasi data kependudukan, administrasi haji, dan pemeriksaan kesehatan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya perlu terlihat dari meningkatnya akurasi data, berkurangnya persoalan administrasi, dan semakin baiknya pelayanan bagi calon jemaah haji.(*)




Aksi Tolak Zona Merah Pertamina Berlanjut! Warga Jambi Desak Penyelesaian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan pemblokiran 5.506 sertifikat tanah di kawasan Stasiun Pompa 3 Pertamina, Kota Jambi, kembali memicu aksi demonstrasi warga.

Massa menuntut kejelasan status tanah sekaligus mendesak penyelesaian pemblokiran sertifikat yang mereka nilai berdampak pada hak kepemilikan warga.

Juru bicara aksi yang juga Sekretaris Pergerakan Warga Tolak Zona Merah, Noval, mengatakan warga menjadwalkan demonstrasi selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 10–11 Oktober 2026.

Menurut Noval, aksi tersebut bertujuan mendorong pihak terkait membuka blokir 5.506 sertifikat tanah yang menjadi pokok persoalan.

Warga juga meminta penyelesaian yang memberikan kepastian atas status sertifikat mereka.

“Warga menuntut agar pemblokiran 5.506 sertifikat tanah segera dibuka dan persoalan zona merah mendapat penyelesaian yang jelas,” demikian inti tuntutan yang disampaikan pihak pergerakan warga.

Persoalan zona merah di sekitar Stasiun Pompa 3 Pertamina menjadi pemicu warga kembali menyuarakan tuntutan.

Bagi warga yang terdampak, kejelasan status sertifikat menjadi hal penting untuk memastikan kepastian administrasi dan hukum atas tanah mereka.

Namun, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan tuntutan pembukaan blokir.

Dasar penetapan zona merah, alasan pemblokiran sertifikat, serta mekanisme penyelesaian yang dapat ditempuh warga juga menjadi aspek penting untuk memperjelas duduk perkara.

Hingga informasi ini disusun, belum tersedia keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai dasar pemblokiran 5.506 sertifikat tersebut maupun langkah konkret untuk menyelesaikannya.

Karena itu, alasan hukum dan prosedur yang mendasari kebijakan tersebut masih memerlukan konfirmasi.

Melalui aksi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, warga berharap pihak terkait membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai status tanah mereka.

Kejelasan mengenai dasar penetapan zona merah, status masing-masing sertifikat, serta prosedur pengajuan keberatan dapat membantu masyarakat memahami posisi hukum mereka dan menentukan langkah selanjutnya.

Di sisi lain, keterangan dari instansi yang berwenang dan pihak Pertamina diperlukan untuk menjelaskan latar belakang penetapan zona merah, cakupan wilayah yang terdampak, serta kemungkinan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkembangan aksi dan respons para pihak akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah penyelesaian persoalan ini.

Warga kini menantikan kejelasan yang dapat menjawab tuntutan mereka sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak terkait.(*)




Kampung Bahagia Tahap II Sasar 787 RT, Maulana Respons Keluhan Air Bersih Warga Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi melanjutkan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026 dengan sasaran 787 rukun tetangga (RT).

Di tengah pelaksanaan program tersebut, Wali Kota Jambi, Maulana juga merespons keluhan warga mengenai kesulitan air bersih akibat musim kemarau dengan menyalurkan bantuan satu tangki air melalui Perumdam Tirta Mayang.

Respons itu muncul saat Maulana mengunjungi RT 15, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Sabtu 10 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan hasil pelaksanaan Program Kampung Bahagia kepada masyarakat melalui Ketua RT 15, Agus Purwanto.

Sebelum penyerahan bantuan, Maulana bersama jajaran perangkat daerah, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua Forum RT Kecamatan mengikuti salat Subuh berjamaah di Masjid Jami’atul Babussalam, Kecamatan Paal Merah.

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan ketersediaan air bersih yang mengganggu aktivitas warga selama musim kemarau.

Maulana menjelaskan bahwa Program Kampung Bahagia bertujuan mendukung kebutuhan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat di tingkat RT.

Melalui program ini, warga memperoleh sarana yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan bersama dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Bantuan yang diserahkan kepada masyarakat RT 15 meliputi gerobak motor untuk operasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat (OPBM), alat pemotong rumput, peralatan pendukung kegiatan ekonomi, genset, serta perlengkapan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan berbagai sarana dan prasarana melalui Program Kampung Bahagia agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap seluruh barang ini dijaga dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama,” ujar Maulana.

Pada Tahap II Tahun 2026, program tersebut menyasar 787 RT di seluruh Kota Jambi.

Sementara itu, pemerintah kota melaporkan bahwa Tahap I telah menjangkau 797 RT dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen.

Maulana berharap pelaksanaan Tahap II berjalan sesuai rencana.

Ia juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam memanfaatkan dan merawat fasilitas yang telah disediakan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dengan cakupan ratusan RT, efektivitas program tidak hanya bergantung pada penyaluran sarana, tetapi juga pada ketepatan kebutuhan, pemanfaatan fasilitas, dan pemeliharaan oleh masyarakat.

Selain menyerahkan sarana Program Kampung Bahagia, Maulana menerima laporan warga mengenai kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Perumdam Tirta Mayang menyalurkan satu tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Hari ini kami juga langsung menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih. Insyaallah, air bersih ini dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Maulana.

Penyaluran tersebut menjadi langkah bantuan langsung bagi warga yang mengalami kesulitan air.

Namun, kebutuhan air bersih selama kemarau juga memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama jika kondisi kekeringan berlangsung lebih lama.

Keterangan mengenai jumlah keluarga terdampak, volume air yang disalurkan, serta kemungkinan distribusi lanjutan belum tercantum dalam informasi kegiatan.

Data tersebut dapat memperjelas skala kebutuhan warga dan kecukupan bantuan yang diberikan.

Ketua RT 15, Agus Purwanto, mengapresiasi pelaksanaan Program Kampung Bahagia di wilayahnya.

Ia menilai bantuan yang diterima memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas adanya Program Kampung Bahagia. Alhamdulillah, masyarakat RT 15 dapat merasakan dan menikmati manfaat program ini,” ujar Agus.

Ia juga menyatakan kesiapan warga untuk berpartisipasi dalam mendukung program agar manfaatnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Program Kampung Bahagia menjadi salah satu upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat partisipasi masyarakat di tingkat lingkungan.

Ke depan, keberhasilan program perlu terlihat dari pemanfaatan fasilitas, perbaikan kondisi lingkungan, dan kemampuan warga memenuhi kebutuhan bersama.

Sementara itu, respons terhadap keluhan air bersih menunjukkan pentingnya pelayanan yang mampu menjangkau kebutuhan mendesak masyarakat.

Pemerintah kota berharap program pembangunan berbasis RT dan pelayanan dasar dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Jambi.(*)




Kemiskinan Sungai Penuh 3,23 Persen, Gerakan 3S Sudah Jangkau 500 Keluarga

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting melalui integrasi program lintas sektor.

Salah satu langkah yang dijalankan ialah Gerakan 3S atau Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah yang telah menjangkau lebih dari 500 keluarga kurang mampu.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh Tahun 2026 di Aula Kantor Wali Kota, Kamis 8 Oktober 2026.

Berdasarkan data 2025 yang dirujuk pemerintah kota dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan survei gizi, angka kemiskinan Sungai Penuh tercatat sebesar 3,23 persen, sedangkan prevalensi stunting mencapai 8 persen.

Pemerintah kota menyebut capaian tersebut turut mengantarkan Sungai Penuh meraih penghargaan peringkat pertama regional Sumatera dalam ajang penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu menjaga konsistensi program agar capaian tersebut berlanjut dan benar-benar berdampak pada kondisi keluarga yang membutuhkan.

Alfin menjelaskan, penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Sungai Penuh.

Menurut dia, pemerintah kota terus mendorong program unggulan dan inovasi sosial untuk membantu kelompok masyarakat rentan.

Salah satunya melalui Gerakan 3S yang digagas Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh.

“Alhamdulillah, Gerakan 3S telah kita distribusikan kepada lebih dari 500 keluarga kurang mampu yang membutuhkan, mulai dari balita stunting, balita risiko stunting, keluarga risiko stunting, balita dengan masalah gizi, ibu hamil kekurangan energi kronis hingga lansia,” ujar Alfin.

Sasaran program tersebut mencakup kelompok yang membutuhkan dukungan pangan dan perhatian gizi.

Pemerintah kota berharap bantuan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima sekaligus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi pada anak.

Namun, jangkauan bantuan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pemerintah juga perlu memantau ketepatan penerima, kesinambungan bantuan, dan perubahan kondisi keluarga setelah memperoleh intervensi.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Sungai Penuh mempertemukan unsur Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S).

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, yang memimpin koordinasi kedua tim tersebut, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program.

Ia menekankan perlunya pendekatan konvergensi, yakni penyelarasan program, dukungan berbagai pihak, dan penggunaan data terpadu agar intervensi menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Pendekatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, BUMD, lembaga terkait, hingga unsur masyarakat.

Akurasi data juga berperan dalam mencegah tumpang tindih bantuan dan memastikan setiap program menjawab kebutuhan penerima.

Karena itu, pembaruan data dan koordinasi antarinstansi perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan program di lapangan.

Alfin mengajak seluruh organisasi perangkat daerah meningkatkan koordinasi dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rakor tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis sejumlah bantuan untuk mendukung penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Bantuan yang diserahkan meliputi Beasiswa Juara, paket sembako Gerakan 3S, bantuan jamban bagi anak stunting, bantuan tunai 3S untuk anak stunting, serta paket sembako dari BNI dan bantuan lainnya.

Rangkaian bantuan itu menyasar kebutuhan pendidikan, pangan, dan sanitasi. Ketiga aspek tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung lingkungan tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, unsur Forkopimda, staf ahli dan asisten, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan perbankan, TP PKK, GOW, DWP, camat, BAZNAS, kepala sekolah, kepala puskesmas, kepala desa dan lurah, petugas penyuluh keluarga berencana (PLKB), serta operator SIKS-NG.

Pemkot Sungai Penuh berharap koordinasi lintas sektor dapat memperkuat efektivitas program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Ke depan, keberhasilan upaya tersebut perlu terlihat bukan hanya dari angka statistik dan jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan keluarga, ketepatan sasaran program, serta penurunan risiko masalah gizi pada anak secara berkelanjutan.(*)