Karhutla Tebo Belum Sepenuhnya Reda, Status Siaga Diperpanjang hingga Akhir Oktober

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo belum sepenuhnya berakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo masih memantau kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Hingga pekan lalu, titik panas terdeteksi di Tebo Tengah, Sumay, dan Muara Tabir berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BPBD Tebo tidak hanya memantau data tersebut dari jarak jauh.

Petugas juga telah turun langsung untuk melakukan ground check sekaligus menangani titik yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan petugas akan kembali bergerak apabila hasil pemantauan terbaru menunjukkan masih adanya hotspot.

“Hotspot terpantau di beberapa kecamatan, di antaranya Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir. Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan telah dilakukan penanganan di titik hotspot tersebut sekaligus ground check,” kata Joko, belum lama ini.

Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi yang sama.

“Kalau hari ini seandainya masih ditemukan titik hotspot, dilakukan pemadaman dan sekaligus pendinginan,” ujarnya.

Hujan Diprakirakan Turun, Kewaspadaan Tetap Dijaga

Di tengah masih munculnya hotspot, kondisi cuaca di Kabupaten Tebo diperkirakan mulai mendukung upaya pengendalian karhutla.

Joko mengatakan informasi BMKG Jambi menunjukkan potensi hujan di Kabupaten Tebo selama tiga hari, mulai hari ini, besok hingga lusa.

“Untuk keadaan sekarang dan beberapa hari ke depan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kabupaten Tebo untuk tiga hari ke depan, mulai dari hari ini, besok dan lusa,” katanya.

Meski peluang hujan meningkat, BPBD Tebo tidak menurunkan kewaspadaan.

Masyarakat tetap diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di area rawan.

“Namun begitu kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau jangan sampai melakukan pembukaan dengan cara membakar. Buanglah sampah pada tempatnya agar terhindar dari potensi kebakaran,” tegas Joko.

BPBD Pantau Perubahan Cuaca

Joko menegaskan bahwa informasi hujan tersebut masih berupa prakiraan.

Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca di Kabupaten Tebo.

“Kita tetap mengamati itu dan tetap berkoordinasi dengan BMKG terhadap potensi cuaca di Kabupaten Tebo, hari ini maupun ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG juga melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Status Siaga Karhutla Tebo Diperpanjang hingga Akhir Oktober

Ancaman hotspot juga menjadi salah satu pertimbangan dalam keberlanjutan status siaga darurat karhutla di Kabupaten Tebo.

BPBD Tebo memastikan status siaga darurat karhutla kembali diperpanjang untuk tahap ketiga, mulai awal Oktober hingga akhir Oktober 2026.

Perpanjangan tersebut dilakukan setelah BPBD Tebo berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi.

“Untuk perpanjangan kedua, terkait status siaga karhutla di Kabupaten Tebo sampai hari ini, dari hasil koordinasi kita dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jambi, kami perpanjang untuk tahap yang ketiga dari awal bulan Oktober sampai akhir Oktober 2026,” jelas Joko.

Dengan perpanjangan tersebut, pemantauan hotspot dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla tetap berjalan selama Oktober.

BPBD Tebo juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi apabila kondisi karhutla menunjukkan perkembangan yang stabil sebelum masa status siaga berakhir.

“Apabila nanti ada situasi yang stabil di pertengahan masa status siaga darurat karhutla, akan kami koordinasikan dan minta petunjuk kembali dengan BMKG untuk penetapan status selanjutnya,” tutup Joko.(*)




UIN STS Jambi Gelar ICoIEB 2026, Bahas Masa Depan Industri Halal Global

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perkembangan industri halal global menjadi perhatian dalam The 2nd International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi membuka konferensi internasional tersebut pada Kamis 1 Oktober 2026 di Aston Hotel Jambi.

ICoIEB 2026 mengangkat tema “Advancing the Global Halal Industry: Innovation, Sustainability and Inclusive Islamic Economic Development”.

Tema tersebut membawa pembahasan konferensi pada tiga isu utama, yakni inovasi, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi Islam yang inklusif dalam mendorong perkembangan industri halal di tingkat global.

UIN STS Jambi Ingin Konferensi Berdampak

Kasful Anwar mengatakan forum internasional tidak semestinya berhenti pada pertukaran gagasan akademik.

Ia berharap hasil pembahasan dalam ICoIEB 2026 dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Atas nama Rektor UIN STS Jambi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya ICoIEB 2026. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang berdampak, sesuai arahan Kementerian Agama bahwa setiap kegiatan yang kita laksanakan harus memberikan dampak terhadap masyarakat,” ujar Kasful Anwar.

Menurutnya, konferensi internasional juga membuka ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun jejaring kerja sama.

Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga berbagai gagasan yang muncul selama konferensi dapat berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas.

Dari Seminar Daring ke Pertemuan Akademik Tatap Muka

Kasful Anwar menyebut UIN STS Jambi sebelumnya telah banyak menggelar seminar internasional dengan melibatkan peserta dari berbagai negara.

Namun, sebagian kegiatan tersebut berlangsung secara daring.

“UIN STS Jambi sebelumnya sudah sangat banyak menyelenggarakan seminar internasional, namun kegiatannya diadakan secara online dengan berbagai negara,” katanya.

ICoIEB 2026 menghadirkan format pertemuan akademik secara langsung.

Kondisi tersebut membuka ruang interaksi yang lebih luas antara akademisi, peneliti, dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap ekonomi Islam serta perkembangan industri halal.

Forum ini juga menjadi tempat bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian, membahas tantangan dan peluang, serta menjajaki kerja sama akademik dan kelembagaan.

Industri Halal Jadi Ruang Kolaborasi

Melalui tema yang diangkat, ICoIEB 2026 tidak hanya membicarakan perkembangan ekonomi dan bisnis Islam dari sisi akademik.

Konferensi tersebut juga menempatkan industri halal sebagai isu strategis yang membutuhkan inovasi dan pendekatan berkelanjutan.

Pembahasan mengenai pembangunan ekonomi Islam yang inklusif juga membuka ruang untuk melihat bagaimana perkembangan industri halal dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi UIN STS Jambi, forum seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Kasful Anwar berharap ICoIEB 2026 dapat menghasilkan gagasan yang relevan bagi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam serta memperkuat kerja sama UIN STS Jambi dengan mitra akademik di tingkat nasional maupun internasional.

FEBI UIN STS Jambi Apresiasi Peserta

Dekan FEBI UIN STS Jambi, Dr. Rafidah, menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan, narasumber, akademisi, peneliti, dan peserta yang mengikuti konferensi tersebut.

“Terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan ICoIEB 2026. Kehadiran dan partisipasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan konferensi internasional ini,” ujar Rafidah.

Menurut FEBI UIN STS Jambi, penyelenggaraan ICoIEB 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk menghadirkan ruang akademik yang produktif dan mendorong pertukaran gagasan.

Forum tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat inovasi dan penelitian di bidang ekonomi serta bisnis Islam.

Perkuat Posisi UIN STS di Forum Internasional

ICoIEB 2026 juga menjadi salah satu upaya UIN STS Jambi memperluas keterhubungan akademiknya dengan komunitas internasional.

Melalui pertemuan yang mempertemukan berbagai latar belakang akademik dan praktisi, konferensi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi baru dalam riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kelembagaan.

Dengan mengangkat isu industri halal global, inovasi, keberlanjutan, dan ekonomi Islam inklusif, ICoIEB 2026 menempatkan Jambi sebagai ruang pertemuan gagasan untuk membahas perkembangan ekonomi halal yang terus bergerak di tingkat global.(*)




Karhutla Jambi Terus Berulang, Akademisi UNJA Tawarkan 6 Solusi Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan di Jambi pada 2026.

Namun, penanganan yang selama ini banyak bertumpu pada pemadaman dan patroli dinilai belum cukup untuk memutus siklus kebakaran.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (UNJA), Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU, menawarkan enam langkah yang menurutnya perlu dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Bambang menyampaikan pandangannya dalam wawancara pada Kamis 1 Oktober 2026.

Ia menilai pemerintah perlu menggeser sebagian perhatian dari penanganan saat api sudah muncul menuju pencegahan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Selama ini penanganan kebakaran hutan dan lahan itu masih belum menyentuh akar masalah dari kebakaran hutan dan lahan itu sendiri,” ujar Bambang.

Menurut dia, karhutla berulang pada sejumlah periode, antara lain 1998, 2015, 2019, hingga 2026.

Pola penanganan yang dominan setelah kebakaran terjadi, kata dia, belum menyelesaikan persoalan secara permanen.

“Baru permukaannya saja, terjadi kebakaran, kemudian terjadi pemadaman, patroli, dan lain sebagainya. Dan itu tidak cukup,” katanya.

Enam Solusi yang Ditawarkan

Bambang menawarkan enam pendekatan untuk memperkuat pencegahan karhutla.

Pertama, memperbaiki tata kelola kawasan hutan.

Kedua, memperbaiki tata kelola gambut dan kawasan lainnya yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran.

Ketiga, mengalihkan program dan anggaran ke wilayah rawan karhutla, sehingga sumber daya tidak hanya terkonsentrasi pada tingkat pusat atau administratif.

Keempat, memperkuat pemberdayaan masyarakat, terutama agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan membuka lahan serta menjalankan aktivitas pertanian tanpa menggunakan cara yang berisiko memicu kebakaran.

Kelima, memperkuat kerja lintas sektor.

Keenam, menjalankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.

Menurut Bambang, keenam pendekatan tersebut perlu berjalan bersamaan.

Sebab, karhutla tidak hanya berkaitan dengan kondisi lahan yang kering, tetapi juga berhubungan dengan aktivitas dan perilaku manusia dalam mengelola kawasan.

Usulkan 70 Persen Sumber Daya Kehutanan Turun ke Tapak

Bambang juga menawarkan perubahan dalam distribusi sumber daya sektor kehutanan.

Ia mengusulkan minimal 70 persen sumber daya manusia dan anggaran sektor kehutanan diarahkan ke tingkat tapak, yakni langsung ke kawasan yang menjadi lokasi pengelolaan.

“Bukan di Jakarta, bukan di Jambi, bukan di Sarolangun, tapi memang di tapak, di kawasan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sumber daya di lapangan dapat memperkuat pengelolaan dan pengawasan kawasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah menggunakan pendekatan serupa.

Program dan anggaran daerah, menurut dia, perlu lebih banyak diarahkan ke wilayah yang sudah terpetakan sebagai kawasan rawan karhutla.

Bambang mengusulkan minimal 40 persen program dan anggaran pemerintah daerah diarahkan ke wilayah rawan karhutla.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pencegahan kebakaran, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Masyarakat Harus Jadi Bagian dari Pencegahan

Bambang menilai pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan perlu mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola lahan tanpa membakar.

Menurutnya, kawasan yang memiliki aktivitas pengelolaan yang jelas juga akan lebih mudah diawasi.

“Intinya adalah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, mengedukasi masyarakat, untuk meramaikan supaya kawasan hutan ada aktivitasnya, sehingga kalaupun ada orang nakal membakar itu minimal mereka takut,” katanya.

Pendekatan ini, kata dia, membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah pusat dapat berperan dalam pengelolaan kawasan hutan serta kebijakan. Pemerintah daerah dapat mengoordinasikan program di wilayahnya.

Sementara itu, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset dan pengabdian masyarakat.

Organisasi masyarakat sipil dapat memperkuat pemberdayaan, sedangkan dunia usaha dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Media juga dinilai memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan pencegahan karhutla.

Penegakan Hukum Tetap Diperlukan

Selain pencegahan, Bambang menempatkan penegakan hukum sebagai salah satu dari enam solusi.

Menurutnya, pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran harus mendapatkan tindakan hukum.

Namun, ia juga menekankan pentingnya aspek keadilan dalam penerapannya.

Dengan demikian, pendekatan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga menggabungkan pengelolaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta penegakan hukum.

Solusi Permanen Dinilai Belum Diadopsi Penuh

Bambang mengatakan gagasan mengenai solusi permanen sebenarnya sudah ia sampaikan setelah karhutla besar pada 2015.

Namun, ia menilai penerapannya belum berjalan secara penuh. Kondisi tersebut membuat ancaman kebakaran kembali muncul ketika musim kemarau datang.

“Makanya terjadi lagi kebakaran. Jadi setiap kemarau kita selalu was-was. Karena memang adopsi solusi permanennya itu belum ada,” ujarnya.

Menurutnya, pola penanganan masih cenderung menguat ketika ancaman karhutla meningkat, termasuk melalui pemadaman dan penggunaan anggaran penanggulangan.

Ia mendorong pola tersebut dilengkapi dengan strategi pencegahan yang konsisten dan berbasis wilayah.

Dampak Karhutla Tak Hanya Soal Lingkungan

Bambang mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan.

Asap akibat kebakaran dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, perekonomian, transportasi, dan kesehatan.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan daerah mulai membahas penerapan enam solusi tersebut secara konkret, terutama dengan mengarahkan program dan sumber daya ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Jadi, diramaikan dengan berbagai program kegiatan yang memang terstruktur sistematis di daerah-daerah yang rawan karhutla,” tuturnya.

Bambang berharap pendekatan tersebut dapat mulai diterapkan sehingga penanganan karhutla di Jambi tidak terus mengulang pola yang sama setiap musim kemarau.

“Kalau itu kita lakukan, Insyaallah kebakaran hutan dan lahan itu secara perlahan bisa kita atasi,” katanya.(*)




Emas Antam Turun Lagi, Simak Daftar Harga Lengkap 0,5 Gram hingga 1 Kg

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak turun pada Sabtu 3 Oktober 2026 pagi.

Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.574.000 per gram, turun Rp2.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.576.000.

Data harga tersebut mengacu pada informasi yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.09 WIB.

Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam. Harga buyback berada di level Rp2.380.000 per gram.

Pergerakan harga emas batangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga dari Antam.

Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam yang tercantum pada pembaruan tersebut:

Berat Emas Harga
0,5 gram Rp1.337.000
1 gram Rp2.574.000
2 gram Rp5.088.000
3 gram Rp7.607.000
5 gram Rp12.645.000
10 gram Rp25.235.000
25 gram Rp62.962.000
50 gram Rp125.845.000
100 gram Rp251.612.000
250 gram Rp628.765.000
500 gram Rp1.257.320.000
1.000 gram Rp2.514.600.000

Buyback Emas Antam Rp2,38 Juta per Gram

Selain harga jual emas, harga buyback Antam juga turun. Pada pembaruan Sabtu pagi, harga pembelian kembali berada di angka Rp2.380.000 per gram.

Artinya, pemilik emas yang menjual kembali emas Antam kepada pihak yang menyediakan layanan buyback akan mengacu pada harga tersebut, dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, terdapat PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback.

Pembelian Emas Antam Dikenakan PPh

Selain ketentuan pada transaksi buyback, pembelian emas Antam juga dikenakan pajak sesuai ketentuan yang tercantum pada informasi harga resmi.

PPh untuk pembelian emas tercatat sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera pada laman resmi.

Karena harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, calon pembeli maupun pemilik emas yang ingin melakukan buyback disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.

Harga di atas merupakan harga yang tercantum pada pembaruan Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 09.09 WIB.(*)




Peringatan Dini Cuaca Jambi Terbaru: Kerinci hingga Tebo Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sejumlah wilayah di Provinsi Jambi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Peringatan tersebut diperbarui pada pukul 09.32 WIB.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 09.42 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan informasi Prakirawan BMKG Jambi, potensi cuaca signifikan saat ini terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci, Merangin, Bungo, dan Tebo.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Di Kabupaten Kerinci, wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi:

  • Gunung Raya

  • Danau Kerinci

  • Keliling Danau

  • Bukitkerman

Sementara di Kabupaten Merangin, potensi hujan terdapat di Kecamatan Tabir.

Kemudian di Kabupaten Bungo, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Tanah Tumbuh

  • Rantau Pandan

  • Pasar Muaro Bungo

  • Pelepat

  • Limbur Lubuk Mengkuang

  • Muko-muko Bathin Vii

  • Pelepat Ilir

  • Batin Ii Babeko

  • Bathin Iii

  • Bungo Dani

  • Rimbo Tengah

  • Bathin Iii Ulu

  • Bathin Ii Pelayang

Sedangkan di Kabupaten Tebo, potensi hujan sedang hingga lebat mencakup Tebo Tengah, Rimbo Bujang, Vii Koto, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, dan Serai Serumpun.

Potensi Meluas ke Wilayah Lain

BMKG juga memperingatkan potensi perluasan wilayah terdampak.

Di Kabupaten Kerinci, hujan berpotensi meluas ke Sitinjau Laut, Batang Merangin, dan Air Hangat Timur.

Di Kabupaten Merangin, perluasan potensi cuaca terjadi ke Kecamatan Tabir Ilir.

Sementara di Kabupaten Bungo, wilayah yang berpotensi ikut terdampak meliputi Jujuhan, Tanah Sepenggal, Jujuhan Ilir, dan Tanah Sepenggal Lintas.

Untuk Kabupaten Tebo, potensi meluas ke Tebo Ulu, Sumay, dan Vii Koto Ilir.

BMKG menyebut kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Warga Diminta Waspada

Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca selama periode peringatan berlangsung.

Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau pembaruan resmi BMKG, terutama bagi warga yang melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan.

Peringatan dini ini dikeluarkan oleh Prakirawan BMKG Jambi melalui layanan nowcasting BMKG.

Update cuaca akan terus mengikuti informasi resmi terbaru dari BMKG.(*)




Cekcok karena Cemburu, Wanita di Jambi Tusuk Dua Orang Pakai Pisau dalam Pena

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Rasa cemburu berujung aksi kekerasan di kawasan Jalan MPU Sendok, RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Seorang perempuan berinisial YA (37) diduga menusuk dua orang menggunakan pisau yang disamarkan dalam bentuk pena.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 30 September 2026, sekitar pukul 21.20 WIB.

Kapolsek Telanaipura, AKP Amran mengatakan, persoalan bermula ketika YA mendatangi rumah kontrakan korban.

Di lokasi, YA terlibat cekcok dengan perempuan berinisial NRP (26).

Cekcok tersebut diduga dipicu rasa cemburu. YA disebut tidak terima setelah melihat NRP menjalin hubungan asmara dengan seorang laki-laki yang juga dikenal oleh pelaku.

Situasi memanas hingga seorang pria berinisial S (46) yang berada di lokasi berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, upaya melerai justru berujung penganiayaan.

YA mengeluarkan benda berbentuk pena berwarna silver. Benda tersebut ternyata telah dimodifikasi dan berisi pisau pipih dengan ujung tajam dan runcing.

Pelaku kemudian menusukkan pisau tersebut ke lengan kiri S. Dalam kejadian yang sama, NRP juga mengalami luka pada jari tangan kirinya.

Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Telanaipura.

Polisi Amankan Pelaku di Lokasi

Laporan mengenai keributan langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Polsek Telanaipura. Kanit Reskrim bersama anggota mendatangi lokasi kejadian.

Polisi mendapati YA masih berada di tempat kejadian dan langsung mengamankannya tanpa perlawanan.

“Pelaku berhasil kita amankan di TKP. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya karena cemburu,” ujar AKP Amran.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu pena warna silver yang telah dimodifikasi dan berisi pisau.

Pelaku Jadi Tersangka

Setelah menjalani pemeriksaan, YA ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan di Mapolsek Telanaipura.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait penganiayaan.

Kasus tersebut selanjutnya masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi penanganan perkara.

Kapolsek Telanaipura mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan tindakan kekerasan.

“Jangan main hakim sendiri dan jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Jika ada persoalan, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat,” kata Amran.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar memilih jalur penyelesaian yang aman ketika menghadapi konflik dan segera meminta bantuan petugas jika situasi mulai memanas.(*)




Mutasi Besar Polri, Irjen Widodo Jadi Kapolda Jambi di Era Kapolri Suyudi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Jambi berganti.

Irjen Pol. Widodo ditunjuk sebagai Kapolda Jambi menggantikan Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam mutasi besar yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pergantian Kapolda Jambi tersebut menjadi bagian dari rotasi terhadap 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.

Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Mutasi tersebut berlangsung hanya sehari setelah Suyudi resmi menjabat sebagai Kapolri.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dalam susunan baru tersebut, Irjen Pol. Widodo mendapat penugasan sebagai Kapolda Jambi. Sebelumnya, Widodo menjabat sebagai Kapolda Gorontalo.

Sementara itu, Irjen Pol. Krisno H. Siregar yang sebelumnya memimpin Polda Jambi dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri.

19 Kapolda Berganti

Rotasi tidak hanya menyentuh Polda Jambi. Polri juga mengganti pimpinan di 18 Polda lainnya.

Berikut daftar penugasan baru dalam mutasi tersebut:

  • Irjen Pol. Dadang Hartanto — Kapolda Metro Jaya

  • Irjen Pol. Suwondo Nainggolan — Kapolda Maluku

  • Irjen Pol. Suhendri — Kapolda Kepulauan Riau

  • Irjen Pol. Arman Achdiat — Kapolda Riau

  • Irjen Pol. Reza Arief Dewanto — Kapolda Nusa Tenggara Timur

  • Irjen Pol. Hengki — Kapolda Jawa Barat

  • Brigjen Pol. Hendra Kurniawan — Kapolda Banten

  • Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan — Kapolda Jawa Tengah

  • Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono — Kapolda Jawa Timur

  • Brigjen Pol. Pasma Royce — Kapolda Bali

  • Irjen Pol. Jawari — Kapolda Sumatera Barat

  • Irjen Pol. M. Awal Chairuddin — Kapolda Sulawesi Selatan

  • Irjen Pol. Widodo — Kapolda Jambi

  • Irjen Pol. Nurworo Danang — Kapolda Gorontalo

  • Brigjen Pol. Sonny Irawan — Kapolda Sumatera Utara

  • Brigjen Pol. Rony Samtana — Kapolda Sumatera Selatan

  • Irjen Pol. Rizal Irawan — Kapolda Sulawesi Tengah

  • Irjen Pol. Totok Suharyanto — Kapolda Sulawesi Barat

  • Irjen Pol. Langgeng Purnomo — Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta

Pergantian 19 Kapolda tersebut menjadi bagian dari mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Selain jajaran Kapolda, sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri dan kewilayahan juga mengalami perubahan.

Kapolda Metro Jaya Ikut Berganti

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian dalam mutasi tersebut terjadi di Polda Metro Jaya.

Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Asep Edi selanjutnya mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri.

Perubahan juga terjadi di sejumlah Polda besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Sulawesi.

Polri Sebut Mutasi untuk Kebutuhan Organisasi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Menurut Johnny, pergantian jabatan berkaitan dengan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan tertulis.

Johnny juga meminta para pejabat yang memperoleh penugasan baru segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing.

Para pejabat baru diharapkan melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sesuai tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Tongkat Komando Polda Jambi Berpindah

Dengan keluarnya mutasi tersebut, kepemimpinan Polda Jambi selanjutnya berada di tangan Irjen Pol. Widodo.

Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa tugas Irjen Pol. Krisno H. Siregar sebagai Kapolda Jambi. Ia selanjutnya menjalankan penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri.

Mutasi Kapolda Jambi menjadi salah satu bagian dari perombakan jajaran kepolisian di awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Polri menyatakan para pejabat yang mendapat amanah baru akan segera menjalankan tugas sesuai jabatan masing-masing.(*)




Penuh Keceriaan, Lomba Gebuk Bantal Meriahkan Rangkaian BRILiaN Culture Festival BRI Region 6

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto semakin semarak dengan digelarnya lomba gebuk bantal antar pekerja. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang menghadirkan suasana penuh keceriaan sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan engagement antar pekerja BRI Region 6.

Lomba gebuk bantal berlangsung dengan meriah dan mengundang antusiasme para peserta maupun pekerja yang menyaksikan. Dengan penuh semangat, para peserta saling beradu ketangkasan dan keseimbangan dalam suasana yang santai dan menghibur. Tawa dan sorak dukungan dari rekan-rekan pekerja turut menambah kemeriahan kegiatan.

Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, lomba gebuk bantal juga menjadi sarana untuk membangun interaksi dan kekompakan antar pekerja. Semangat sportivitas, keberanian, serta kebersamaan yang ditunjukkan selama perlombaan menjadi bagian dari nilai positif yang sejalan dengan semangat BRILiaN Culture.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan suasana kerja yang positif melalui aktivitas kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan. Dengan suasana yang lebih santai dan penuh kegembiraan, para pekerja dapat membangun hubungan yang semakin erat dan memperkuat semangat kolaborasi.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong terciptanya budaya kerja yang dihidupkan melalui kebersamaan, kolaborasi, dan semangat positif. Keceriaan yang tercipta di Ciloto diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh pekerja untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semakin solid dan penuh semangat.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Otista menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Otista.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Otista diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi antarp pekerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Otista terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Otista siap membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Terbaru! Garuda Indonesia Jadwal Ulang 4 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Update terbaru penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Garuda Indonesia menjadwal ulang atau melakukan re-time terhadap empat penerbangan rute Jakarta-Jambi dan Jambi-Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

Perubahan jadwal ini mencakup dua penerbangan kedatangan dari Jakarta dan dua penerbangan keberangkatan menuju Jakarta.

Berdasarkan informasi terbaru dari maskapai, berikut jadwal yang menjadi patokan sementara:

Jadwal Kedatangan Garuda Indonesia dari Jakarta

  • GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.25 WIB.

  • GA 128 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.35 WIB.

Jadwal Keberangkatan Garuda Indonesia dari Jambi

  • GA 127 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.10 WIB.

  • GA 129 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.20 WIB.

Namun, jadwal tersebut masih berupa patokan dari maskapai untuk menginformasikan perubahan kepada penumpang.

Estimasi waktu kedatangan maupun keberangkatan aktual tetap dapat berubah.

Perkembangan penerbangan selanjutnya akan mengikuti pemantauan flight radar dan kondisi operasional di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sebelumnya, Dua Penerbangan Garuda Sempat RTB

Perubahan jadwal Garuda Indonesia ini terjadi setelah kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terdampak kabut asap dan jarak pandang yang fluktuatif.

Sebelumnya, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, tercatat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha belum cukup stabil untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan.

Selain Garuda Indonesia, sejumlah penerbangan lain juga terdampak.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 13.20 WIB tercatat mengalami diverted atau pengalihan pendaratan ke Palembang.

Sementara itu, sejumlah pesawat yang sebelumnya menunggu di udara akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha.

Batik Air ID 6804 dari Jakarta mendarat pada pukul 15.18 WIB, disusul Super Air Jet IU 840 pada pukul 15.29 WIB.

Kedua pesawat tersebut sebelumnya sempat holding sebelum kondisi memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Jarak Pandang Masih Jadi Perhatian

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha juga mengalami perubahan sepanjang Jumat.

Data pengelola bandara mencatat jarak pandang berada di angka 1.000 meter pada pukul 06.00 WIB.

Angka tersebut kemudian berubah menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, 1.500 meter pukul 09.00 WIB, dan 1.100 meter pukul 10.00 WIB.

Memasuki siang hari, jarak pandang tercatat 1.800 meter pada pukul 11.00 WIB, 1.900 meter pukul 12.00 WIB, 1.600 meter pukul 13.00 WIB, serta 1.500 meter pada pukul 14.00 dan 15.00 WIB.

Perubahan jarak pandang tersebut membuat kondisi operasional penerbangan tetap membutuhkan pemantauan secara berkala.

Penumpang Diminta Pantau Status Penerbangan

Dengan adanya re-time tersebut, penumpang Garuda Indonesia yang terdampak perubahan jadwal perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai.

Jadwal 20.25 WIB dan 20.35 WIB untuk kedatangan, serta 21.10 WIB dan 21.20 WIB untuk keberangkatan, menjadi jadwal sementara yang disampaikan maskapai kepada penumpang.

Namun, waktu aktual pesawat dapat berbeda dari jadwal tersebut karena operasional penerbangan masih bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan dan pemantauan flight radar.

Manajemen Bandara Sultan Thaha juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait dalam menangani dampak kondisi kabut asap terhadap operasional penerbangan.

Pengguna jasa bandara disarankan mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

UPDATE akan terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)