Tanjab Barat Bersiap Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Nasional Perkopian, Ini Agendanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, bersiap menjadi tuan rumah Silaturahmi Nasional Perkopian yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 November 2026 mendatang.

Agenda ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pengembangan kopi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dukungan terhadap rencana tersebut disampaikan langsung Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat menghadiri audiensi dan diskusi bersama pengurus Dik Kopi serta Dewan Kopi Provinsi Jambi di BUN Coffee Roastery, Yayasan Etalase Ekosistem Indonesia, Kota Jambi, Senin 2 November 2026.

Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Ketua TP-PKK Tanjab Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Keduanya menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Nusantara Coffee Culture (NCC) 2026 dan pengembangan potensi perkopian daerah.

Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan industri kopi, khususnya kopi khas Tanjab Barat yang memiliki karakteristik dan potensi dengan sertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat menilai sektor perkopian memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Potensinya tidak hanya terletak pada hasil perkebunan, tetapi juga pada rantai industri yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Mulai dari kegiatan perkebunan, pembinaan petani, pengolahan pascapanen, hingga industri pengolahan dan penyajian kopi, seluruh tahapan tersebut dinilai dapat membuka kesempatan usaha serta lapangan pekerjaan baru.

Dengan pengembangan yang terarah, manfaat industri kopi diharapkan tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang terlibat dalam sektor pendukung lainnya.

Sementara itu, Silaturahmi Nasional Perkopian yang direncanakan berlangsung pada 23–24 November 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan komunitas kopi.

Kegiatan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai ruang diskusi antara praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pembinaan petani kopi di Tanjab Barat.

Pembahasan nantinya diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat kualitas produksi, meningkatkan kapasitas petani, serta mengembangkan potensi kopi lokal agar memiliki daya saing lebih luas.

Untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sejumlah kementerian dan lembaga terkait juga direncanakan akan diundang.

Di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan dan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Keterlibatan pemerintah pusat tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pembinaan perkebunan, serta penciptaan lapangan kerja melalui industri perkopian.

Melalui dukungan terhadap Nusantara Coffee Culture 2026 dan rencana Silaturahmi Nasional Perkopian, Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat berharap potensi kopi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat lebih luas bagi petani, UMKM, dan masyarakat.(*)




BPS Catat NTP Jambi Oktober 2026 Turun, Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi mengalami penurunan pada Oktober 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP berada di angka 194,01 atau melemah 1,08 persen dibandingkan September 2026.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga yang diterima petani di tengah meningkatnya harga barang dan jasa yang harus mereka bayarkan.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap daya tukar petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jambi yang dirilis Senin 2 November 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,33 persen.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru meningkat 0,76 persen.

Pergerakan kedua indeks tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan NTP Jambi mengalami kontraksi secara bulanan.

Meski demikian, kondisi NTP secara tahunan masih menunjukkan perkembangan positif. Dibandingkan Oktober 2025, NTP Provinsi Jambi tercatat tumbuh sebesar 11,17 persen.

BPS menjelaskan, NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayarkan petani.

Angka ini menjadi salah satu gambaran kemampuan daya beli petani di wilayah perdesaan sekaligus mengukur daya tukar produk pertanian terhadap kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Selain NTP, perkembangan serupa juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Oktober 2026, NTUP Provinsi Jambi tercatat sebesar 199,13 atau mengalami penurunan 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) justru mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Namun, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan.

BPS mencatat dua kelompok yang mengalami penurunan, yakni Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,14 persen serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,10 persen.

Perkembangan NTP dan NTUP pada Oktober 2026 menjadi perhatian dalam melihat kondisi ekonomi sektor pertanian di Provinsi Jambi.

Penurunan harga yang diterima petani bersamaan dengan meningkatnya pengeluaran menunjukkan adanya perubahan tekanan ekonomi yang perlu dicermati.

Meski secara tahunan NTP masih tumbuh positif, perkembangan harga komoditas pertanian dan kebutuhan produksi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli serta kesejahteraan petani di Provinsi Jambi.(*)




Kunjungi Pemondokan Kafilah MTQH, Wali Kota Alfin Beri Semangat Peserta Sungai Penuh

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Dukungan terhadap perjuangan kafilah Kota Sungai Penuh dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 diberikan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H.

Didampingi Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, Wali Kota Alfin menyambangi pemondokan para peserta, Senin 2 November 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi kafilah sekaligus memberikan motivasi menjelang dan selama mengikuti rangkaian perlombaan.

Dalam suasana penuh keakraban, Alfin menyempatkan diri menyapa para peserta dan memberikan dorongan semangat agar seluruh kafilah tetap percaya diri dalam menghadapi setiap cabang perlombaan.

Ia mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kondisi kesehatan, serta mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memberikan penampilan terbaik bagi Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQH bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadis serta meningkatkan kualitas generasi yang memahami nilai-nilai keagamaan.

“Teruslah bersemangat dan berikan kemampuan terbaik. Ikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, tetap jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa. Kami berharap kafilah Kota Sungai Penuh dapat meraih hasil terbaik dan membawa nama baik daerah,” ungkap Alfin.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada seluruh peserta maupun official yang telah mewakili daerah dalam ajang keagamaan tingkat Provinsi Jambi tersebut.

Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para kafilah untuk menjalani setiap tahapan perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.

Kehadiran langsung kepala daerah bersama Ketua TP-PKK menjadi bentuk perhatian sekaligus penyemangat bagi para peserta yang tengah berjuang membawa nama Kota Sungai Penuh.

Melalui dukungan tersebut, kafilah Sungai Penuh diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan memperoleh hasil maksimal pada MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.(*)




Dosen UNJA Kembangkan Bank Sampah Pinang Masak Lestari Berbasis Teknologi di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengelolaan sampah di perkotaan membutuhkan inovasi dan keterlibatan aktif masyarakat.

Melihat kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Jambi (UNJA) menghadirkan program pemberdayaan untuk memperkuat peran Bank Sampah Pinang Masak Lestari di Kota Jambi melalui pemanfaatan teknologi.

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Agustus 2026 ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Bank Sampah Pinang Masak Lestari Kota Jambi sebagai Pusat Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi”.

Melalui kegiatan tersebut, bank sampah didorong agar tidak hanya menjadi tempat pengumpulan dan pemilahan sampah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran lingkungan sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat.

Program ini dipimpin Dr. Yuliusman, SE., M.Si., dengan melibatkan enam dosen lainnya, yakni Dr. Dahmiri, S.E., M.M., Dr. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si., Dr. Nurida Isnaeni, S.E., M.Si., Dr. Zamzami, S.E., M.Si., Dr. Idham Khalik, S.E., M.M., dan Dr. Arie Dean Amri, S.E., M.E.

Pengembangan bank sampah tersebut dilatarbelakangi sejumlah persoalan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Di antaranya masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah, partisipasi warga yang belum konsisten, serta belum optimalnya penggunaan teknologi digital untuk mendukung kampanye kebersihan lingkungan.

Tim pengabdian UNJA melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengoptimalkan keberadaan Bank Sampah Pinang Masak Lestari agar memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan pendekatan terpadu melalui lima tahapan, mulai dari asesmen awal, pelatihan teknis, implementasi di lapangan, monitoring dan evaluasi, hingga pengembangan berkelanjutan.

Salah satu materi utama yang diberikan kepada pengelola dan masyarakat adalah penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Prinsip tersebut menjadi dasar dalam mengurangi timbulan sampah melalui kebiasaan mengurangi penggunaan barang, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang material yang dapat dimanfaatkan.

Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah secara langsung, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen kelembagaan, pembuatan konten digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi kegiatan bank sampah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim dosen UNJA turut menghasilkan sejumlah produk pendukung.

Di antaranya modul edukasi pengelolaan sampah, panduan pemilahan sampah, materi sosialisasi digital, serta berbagai sarana penunjang operasional bank sampah.

Berbagai produk tersebut mencakup pengembangan soft technology dan hard technology yang diserahkan kepada mitra agar dapat dimanfaatkan secara mandiri setelah kegiatan pengabdian selesai.

Melalui penguatan kapasitas pengelola dan pemanfaatan teknologi digital, Bank Sampah Pinang Masak Lestari diharapkan mampu menjadi ruang edukasi lingkungan yang lebih aktif dan mudah diakses masyarakat.

Program ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku warga Kota Jambi agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, mulai dari kebiasaan memilah sampah di rumah hingga berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaan bank sampah tidak hanya memberikan manfaat dalam mengurangi persoalan sampah perkotaan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang lebih terorganisasi dan berbasis teknologi.(*)




Warga Sungai Penuh Kini Tak Perlu Repot Urus Dokumen Kependudukan, Ada Mobil Pelayanan Dukcapil

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Sungai Penuh menghadirkan inovasi baru untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan.

Melalui program Sungai Penuh Melayani, kini pelayanan Dukcapil diperluas dengan kehadiran mobil pelayanan yang mengusung konsep jemput bola.

Program tersebut resmi diluncurkan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Sungai Penuh, Selasa 3 November 2026.

Mengusung semangat JUARA MAS atau Jemput dan Antar Urusan Administrasi Kependudukan untuk Masyarakat, inovasi ini dirancang agar warga lebih mudah mendapatkan layanan dokumen kependudukan tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan mobilitas.

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengatakan, kehadiran mobil pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin mudah, cepat, efektif, dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dapat diakses tanpa hambatan.

Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan solusi bagi warga yang kesulitan datang langsung ke kantor pelayanan.

“Kita ingin memastikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan kemudahan dan memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memperoleh hak pelayanan administrasi kependudukan,” ungkap Azhar Hamzah.

Ia menjelaskan, program mobil pelayanan Dukcapil ini secara khusus diharapkan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, serta masyarakat dengan keterbatasan waktu dan akses transportasi.

Dengan sistem pelayanan jemput dan antar, pemerintah ingin memangkas berbagai kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan.

Selain memperluas jangkauan pelayanan, kehadiran mobil tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan responsivitas petugas Dukcapil dalam memenuhi kebutuhan administrasi warga.

Peluncuran program Sungai Penuh Melayani ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Wakil Wali Kota Azhar Hamzah.

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah pejabat dan jajaran terkait.

Melalui inovasi JUARA MAS, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap pelayanan administrasi kependudukan tidak lagi hanya terpusat di kantor dinas, tetapi semakin dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh warga Kota Sungai Penuh.(*)




Tak Ingin Hasil Panen Busuk di Jalan, Bupati Merangin Kebut Perbaikan Akses Pertanian

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan guna memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan perkebunan.

Kali ini, perbaikan difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, dengan Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang.

Perbaikan akses tersebut menjadi perhatian Bupati Merangin H M Syukur karena jalur itu memiliki peran penting bagi mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Bupati mengatakan, pengerjaan fisik di lapangan saat ini terus berjalan secara intensif.

Ia berharap perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa menikmati akses transportasi yang lebih layak dan nyaman.

“Untuk saat ini pengerjaan fisik di lapangan sudah berjalan intensif. Mudah-mudahan dalam waktu dekat masyarakat sudah dapat segera menikmati akses transportasi yang layak dan nyaman ini,” ujar Bupati, Selasa 3 November 2026.

Menurut H M Syukur, kondisi jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para petani yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil produksi menuju lokasi pemasaran.

Selama ini, kerusakan jalan menjadi salah satu kendala mobilitas dan distribusi hasil pertanian.

Bahkan, perjalanan yang terhambat berisiko menyebabkan hasil panen mengalami kerusakan sebelum sampai ke tangan pembeli.

Karena itu, percepatan penanganan jalan tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan transportasi, memperlancar pengangkutan hasil perkebunan, serta menekan biaya logistik yang selama ini harus ditanggung masyarakat.

Selain memberikan kemudahan bagi petani, membaiknya akses Tambang Emas-Lantak Seribu juga diharapkan memperkuat konektivitas antardesa dan dua kecamatan.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari warga.

Masyarakat mengaku bersyukur karena akses yang selama ini menjadi jalur penting perekonomian mereka kini telah mendapatkan penanganan.

Parman, salah seorang warga, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merangin atas perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka.

“Tidak ada lagi sisi jalan berlubang, semua sudah mulus,” ujar Parman.

Ia berharap kondisi jalan yang semakin baik dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas pertanian, perkebunan, dan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Melalui pembenahan infrastruktur ini, Pemerintah Kabupaten Merangin diharapkan dapat terus memperluas konektivitas antarwilayah sehingga akses masyarakat terhadap pusat perdagangan dan pemasaran hasil pertanian semakin mudah.(*)




Bupati Merangin M Syukur Raih Anugerah Cita Negeri 2026, Satu-satunya dari Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Merangin di tingkat nasional.

Bupati Merangin, M. Syukur, berhasil membawa pulang penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026 dari Kompas TV dalam kategori Cita Daerah Mandiri dan Ekonomi Bertumbuh.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Studio 1 Gedung Menara Kompas, Jakarta, Senin malam 2 November 2026.

Dalam momen tersebut, Bupati M. Syukur tampak berdiri di podium kehormatan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Anugerah Cita Negeri yang diselenggarakan Kompas TV merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai menunjukkan dedikasi dan kinerja dalam mendorong pembangunan serta kemajuan wilayah masing-masing.

Bupati M. Syukur mendapatkan penghargaan pada kategori Cita Daerah Mandiri dan Ekonomi Bertumbuh.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya pemerintah Kabupaten Merangin dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Capaian tersebut juga menjadi perhatian tersendiri bagi Provinsi Jambi.

Pasalnya, M. Syukur tercatat sebagai satu-satunya bupati dari Jambi yang menerima penghargaan tersebut, bersama 23 kepala daerah lainnya dari berbagai wilayah Indonesia yang terdiri atas gubernur, bupati, dan wali kota.

Usai menerima penghargaan, M. Syukur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kompas TV atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Merangin.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta membawa Merangin menjadi daerah yang semakin maju.

“Yang pertama saya mengucapkan terima kasih buat media Kompas yang sudah memberikan penghargaan kepada daerah mandiri dan ekonomi tumbuh, dan mudah-mudahan ini sebagai penyemangat kita untuk lebih berkembang dan lebih maju lagi menjadi daerah yang mandiri ekonomi lebih baik, dan insya Allah. Terima kasih Kompas,” ungkap M. Syukur.

Acara penganugerahan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Direktur Kompas TV Rosiana Silalahi.

Dalam kesempatan itu, Bupati M. Syukur didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merangin, Ny. Lavita Syukur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin Ahmad Khoiruddin AS, serta Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informasi Rina Roswita.

Penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026 ini diharapkan menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Merangin untuk terus memperkuat program pembangunan, mengembangkan potensi UMKM, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.(*)




Inflasi Jambi Oktober 2026 Capai 3,51 Persen, Harga Makanan Naik Paling Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat mendorong inflasi Provinsi Jambi mencapai 3,51 persen secara tahunan pada Oktober 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 113,62.

Dari dua daerah yang menjadi wilayah penghitungan inflasi di Provinsi Jambi, Kabupaten Muara Bungo mencatat inflasi lebih tinggi dibandingkan Kota Jambi.

Inflasi tahunan di Muara Bungo mencapai 3,89 persen, sedangkan Kota Jambi tercatat sebesar 3,40 persen.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada Senin 2 November 2026, kenaikan harga terjadi pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan inflasi.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi kelompok dengan kenaikan indeks tertinggi, yakni mencapai 6,18 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi sehari-hari masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga di daerah tersebut.

Selain kebutuhan pangan, kenaikan juga terjadi pada kelompok Kesehatan sebesar 4,73 persen.

Kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami kenaikan 4,42 persen, disusul Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 3,74 persen.

Sementara itu, kelompok Transportasi mencatat kenaikan sebesar 3,12 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik 2,61 persen, sedangkan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami kenaikan 2,50 persen.

Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,72 persen, Pendidikan 1,30 persen, serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,85 persen.

Di tengah kenaikan hampir seluruh kelompok pengeluaran tersebut, pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks.

Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mencatat deflasi dengan penurunan sebesar 4,03 persen.

Jika dilihat dari perkembangan harga secara bulanan, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen pada Oktober 2026.

Sementara itu, inflasi secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 2,82 persen.

Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa tekanan kenaikan harga di Provinsi Jambi masih cukup terasa, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan paling besar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.(*)




Kuliner Paling Diburu di Bazaar MTQ Jambi, Disperindag Dorong Produk UMKM Lain Ikut Laris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi terus memantau perkembangan aktivitas jual beli dalam Bazaar Pameran UMKM Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi.

Hasil pemantauan menunjukkan penjualan sejumlah pedagang mulai memberikan hasil positif, meskipun belum seluruh stan mendapatkan kunjungan pembeli secara merata.

Sekretaris Disperindag Kota Jambi, Rita Erlina, mengatakan pihaknya telah turun langsung melihat kondisi perdagangan di kawasan bazaar.

Dari hasil evaluasi terhadap aktivitas selama tiga hari pertama, omzet pedagang dinilai cukup menjanjikan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa stan yang belum banyak dikunjungi masyarakat.

Karena itu, Disperindag berharap antusiasme pengunjung terus meningkat, terutama menjelang berakhirnya pelaksanaan MTQ.

“Setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, bazaar yang sudah berjalan selama tiga hari ini menunjukkan omzet pedagang yang lumayan. Memang ada beberapa stan yang belum terlalu ramai didatangi pengunjung, tetapi kami berharap menjelang akhir pelaksanaan MTQ, kunjungan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Rita.

Menurut Rita, produk makanan dan minuman masih mendominasi minat pengunjung.

Beragam pilihan kuliner yang ditawarkan pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.

Namun, Disperindag juga berharap produk nonkuliner memperoleh kesempatan yang sama untuk menarik minat pembeli.

Produk seperti pakaian, aksesori, dan berbagai barang lainnya diharapkan semakin dilirik masyarakat, terlebih menjelang penutupan MTQ.

“Kami berharap seluruh UMKM yang berjualan di kawasan ini bisa mendapatkan omzet sesuai dengan yang diharapkan. Saat ini memang makanan dan kuliner yang paling banyak dicari karena masyarakat senang jajan dan mencoba makanan baru,” jelasnya.

Rita turut menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas bagi pedagang yang mengikuti bazaar dilaksanakan melalui pihak vendor.

Selain itu, terdapat sekitar 12 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang ikut berpartisipasi dengan mendapatkan pendampingan dari Dekranasda bersama Disperindag Kota Jambi.

UMKM binaan tersebut merupakan pelaku usaha dengan produk yang telah melalui proses kurasi.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat yang mengunjungi bazaar.

Secara keseluruhan, kegiatan pameran tersebut melibatkan sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha.

Jumlah peserta ini menjadikan bazaar MTQ sebagai salah satu ruang promosi bagi produk lokal sekaligus kesempatan bagi pedagang untuk memperluas jangkauan pasar.

Disperindag Kota Jambi pun mengajak masyarakat agar tidak hanya datang menyaksikan rangkaian kegiatan MTQ, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi stan-stan UMKM dan membeli produk yang ditawarkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi serta membeli produk-produk UMKM yang tersedia. Harapan kami, menjelang penutupan MTQ nanti, kegiatan ini semakin ramai sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya,” tutup Rita.

Melalui partisipasi masyarakat, bazaar ini diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan MTQ, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM serta mendorong semakin dikenalnya produk-produk lokal Kota Jambi.(*)




Disperindag Kota Jambi Ajak Masyarakat Ramaikan Bazaar MTQ, Dukung Produk UMKM Lokal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengajak masyarakat untuk turut meramaikan Bazaar Pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi.

Masyarakat diharapkan tidak hanya berkunjung, tetapi juga membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap usaha lokal.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Disperindag Kota Jambi, Rita Erlina, menyusul hasil pemantauan pihaknya terhadap aktivitas perdagangan di kawasan bazaar.

Menurutnya, meskipun sejumlah pedagang mulai memperoleh omzet yang cukup baik, masih terdapat beberapa stan yang belum ramai dikunjungi pembeli.

Rita berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, terutama menjelang penutupan MTQ.

Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang dan berbelanja, seluruh pelaku UMKM diharapkan dapat merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi serta membeli produk-produk UMKM yang tersedia.

Harapan kami, menjelang penutupan MTQ nanti, kegiatan ini semakin ramai sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya,” ujar Rita.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan selama tiga hari pertama pelaksanaan bazaar, omzet pedagang secara umum menunjukkan hasil yang cukup baik.

Namun, tingkat kunjungan pembeli belum merata karena masih ada beberapa stan yang relatif sepi.

Sementara itu, produk makanan dan minuman masih menjadi primadona pengunjung.

Masyarakat terlihat lebih banyak mencari aneka kuliner karena tertarik mencoba berbagai pilihan makanan yang ditawarkan pedagang.

Meski demikian, Rita juga mengajak masyarakat untuk melirik produk-produk nonkuliner, seperti pakaian, aksesori, kerajinan, dan berbagai barang lainnya.

Menurutnya, seluruh stan memiliki peluang untuk mendapatkan pembeli apabila masyarakat turut memberikan perhatian terhadap produk yang dipasarkan.

Bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi ini melibatkan sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Selain itu, terdapat sekitar 12 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang turut berpartisipasi dengan pendampingan Dekranasda bersama Disperindag Kota Jambi.

UMKM binaan tersebut merupakan pelaku usaha yang produknya telah melalui proses kurasi sehingga dapat ikut memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat.

Rita menambahkan, fasilitas bagi para pedagang selama kegiatan berlangsung disediakan melalui pihak vendor.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan bazaar untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan.

Disperindag Kota Jambi berharap kehadiran masyarakat dapat menjadi dorongan bagi perkembangan UMKM lokal.

Sebab, setiap transaksi pembelian tidak hanya memberikan keuntungan bagi pedagang, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.

Karena itu, masyarakat yang berkunjung ke lokasi MTQ diharapkan menyempatkan diri mendatangi stan-stan bazaar, mengenal produk lokal, dan membawa pulang hasil karya maupun produk kuliner dari pelaku UMKM Jambi.(*)