Catat Pendapatan Rp44,16 Miliar! Komisaris Utama Soroti Pengembangan Pelabuhan Pelindo Talang Duku

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Agus Suhartono, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis 23 Juli 2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau operasional pelabuhan sekaligus mengevaluasi kinerja dan rencana pengembangan Pelindo Regional 2 Jambi.

Dalam agenda tersebut, Agus Suhartono didampingi Direktur Manajemen Risiko Pelindo Boy Robyanto, Executive Director 2 Budi Prasetio, jajaran Dewan Komisaris, serta pejabat dari Kantor Pusat Pelindo.

Di hadapan Komisaris Utama, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti memaparkan perkembangan operasional perusahaan, termasuk capaian kinerja selama semester pertama 2026 serta sejumlah program strategis yang tengah disiapkan untuk meningkatkan daya saing pelabuhan di Provinsi Jambi.

Saat ini Pelindo Regional 2 Jambi mengelola tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Talang Duku, Pelabuhan Kawasan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tungkal, yang menjadi simpul penting distribusi logistik dan perdagangan di wilayah Jambi.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Pelindo Regional 2 Jambi membukukan pendapatan usaha sebesar Rp44,16 miliar.

Pada periode yang sama, arus kapal tercatat mencapai 6,03 juta Gross Tonnage (GT), arus peti kemas sebanyak 15.381 TEUs, arus barang noncurah mencapai 659.988 ton/m³, serta arus barang curah sebanyak 225.594 ton/m³.

Selain memaparkan capaian kinerja, manajemen Pelindo Regional 2 Jambi juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada jajaran komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta mendorong pengembangan infrastruktur pelabuhan di Jambi.

Komisaris Utama Pelindo, Agus Suhartono, mengapresiasi capaian yang telah diraih Pelindo Regional 2 Jambi dan meminta seluruh insan Pelindo terus menjaga semangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

“Sekecil apa pun yang dilakukan rekan-rekan di Jambi pasti menjadi perhatian di pusat. Rekan-rekan di Jambi harus tetap semangat,” ujar Agus Suhartono.

Ia menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan manajemen Pelindo Regional 2 Jambi akan menjadi perhatian dan diteruskan kepada Direksi Pelindo sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan perusahaan.

Menurutnya, sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh unit operasional menjadi kunci dalam mempercepat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara Pelindo Regional 2 Jambi dengan kantor pusat sehingga berbagai program pengembangan pelabuhan dapat berjalan lebih optimal.

Penguatan infrastruktur dan layanan pelabuhan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




Pengguna Yamaha di Jambi Makin Dimanjakan, Y-ON Hadirkan Pengingat Servis hingga Notifikasi di Speedometer

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital di dunia otomotif terus menghadirkan kemudahan bagi konsumen.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadirkan aplikasi Y-ON (Yamaha Motor ON) sebagai platform digital terpadu yang memudahkan pengguna mengelola kendaraan, mulai dari pengingat servis berkala, riwayat perawatan, hingga fitur konektivitas yang terintegrasi dengan sepeda motor Yamaha.

Bagi pengguna Yamaha di Jambi, aplikasi ini menjadi solusi praktis untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas sehari-hari.

Melalui satu aplikasi, pemilik motor dapat mengakses berbagai informasi penting tanpa harus datang langsung ke dealer.

Salah satu pengguna Yamaha NMAX NEO, Iman, mengaku aplikasi Y-ON memberikan banyak kemudahan, terutama dalam mengatur jadwal perawatan motornya.

“Saya sudah menggunakan aplikasi Y-ON sejak diluncurkan. Yang paling membantu adalah fitur pengingat servis, sehingga saya tidak khawatir terlambat melakukan perawatan. Selain itu, riwayat servis juga tersimpan sehingga lebih mudah memantau kondisi motor. Semua informasi kendaraan ada dalam satu aplikasi dan sangat praktis,” ujarnya saat ditemui di Yamaha Flagship Shop Jambi.

Tak hanya itu, Iman juga merasakan manfaat fitur konektivitas yang menjadi salah satu keunggulan motor Yamaha Connected.

“Saat berkendara saya bisa melihat notifikasi telepon maupun pesan di panel speedometer, jadi tidak perlu sering membuka ponsel. Setelah motor diparkir, saya juga bisa mengetahui lokasi parkir terakhir melalui aplikasi. Menurut saya fitur seperti ini membuat pengalaman berkendara jauh lebih modern dan nyaman,” katanya.

Menurut Iman, keberadaan aplikasi Y-ON menjadi nilai tambah bagi pengguna Yamaha yang memiliki aktivitas padat.

“Sebagai pengguna yang sering bepergian untuk bekerja, aplikasi ini benar-benar membantu. Semua informasi kendaraan bisa diakses lewat smartphone sehingga saya lebih tenang saat menggunakan motor setiap hari,” tambahnya.

Melalui aplikasi Y-ON, pengguna juga dapat memantau konsumsi bahan bakar, melihat riwayat servis kendaraan, memperoleh informasi dealer resmi Yamaha, hingga mengakses berbagai layanan purna jual dan program khusus yang disediakan perusahaan.

Kehadiran Y-ON menjadi bagian dari komitmen Yamaha Indonesia dalam menghadirkan inovasi berbasis digital yang mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus pengalaman berkendara konsumen.

Dengan berbagai fitur yang terintegrasi, aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengguna menjaga performa kendaraan tetap prima sekaligus mempermudah seluruh kebutuhan layanan dalam satu platform.(*)




Kemas Faried Dorong Seluruh Pekerja Kota Jambi Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan komitmennya untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga serta santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta.

Penyerahan dilakukan bersama Anggota DPRD Kota Jambi Muhili Amin sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat, khususnya para pekerja, memperoleh perlindungan terhadap berbagai risiko saat menjalankan aktivitas kerja.

Program tersebut menyasar masyarakat di Kelurahan Pakuan Baru dan Kelurahan Aur Kenali, sekaligus menjadi bagian dari sinergi DPRD Kota Jambi bersama pemerintah dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kemas Faried mengatakan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting karena memberikan perlindungan bagi pekerja dari berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga santunan bagi keluarga apabila peserta meninggal dunia.

“BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar kartu kepesertaan, tetapi bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat yang bekerja. Kami ingin semakin banyak warga Kota Jambi mendapatkan jaminan sosial sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang dan merasa terlindungi,” ujarnya.

Selain menyerahkan kartu kepesertaan, Kemas Faried juga menyerahkan santunan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga penerima manfaat dan berharap santunan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga santunan ini dapat membantu keluarga yang ditinggalkan. Ini menjadi bukti bahwa program BPJS Ketenagakerjaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Kemas Faried, DPRD Kota Jambi akan terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja, termasuk pekerja informal, memperoleh perlindungan sosial.

Dengan semakin luasnya cakupan kepesertaan, masyarakat diharapkan memiliki jaminan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri masyarakat dari sejumlah kelurahan di Kota Jambi, di antaranya Sungai Putri, Solok Sipin, Selamat, Pematang Sulur, Aur Kenali, Murni, dan Pakuan Baru.

Melalui program ini, DPRD Kota Jambi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan terus meningkat sehingga perlindungan bagi para pekerja di Kota Jambi semakin optimal.(*)




Maulana Tegaskan Kota Jambi Harus Punya Identitas Budaya, Festival Jambi Elok Nian Jadi Penggerak UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. menegaskan Kota Jambi harus memiliki identitas yang kuat sebagai kota budaya di Pulau Sumatera.

Menurutnya, pembangunan Kota Jambi tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diperkuat melalui karakter budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah.

Hal tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri pembukaan Pekan Kebudayaan “Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026” di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi (Arena Eks MTQ), Kamis 23 Juli 2026 malam.

Maulana mengatakan, Pemerintah Kota Jambi menjadikan “Bahagia Berbudaya” sebagai salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi Jambi Bahagia.

Program itu diyakini mampu memperkuat identitas Kota Jambi sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Sebagai ibu kota Provinsi Jambi, kita harus memiliki karakter yang berbeda dari kota-kota lain di Sumatera. Kita tidak perlu meniru kota lain, tetapi memperkuat jati diri melalui budaya Melayu, kuliner, seni, dan pelayanan yang berkualitas,” ujar Maulana.

Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera nantinya akan membuat mobilitas masyarakat semakin mudah. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kota Jambi agar mampu menjadi tujuan wisata, pusat ekonomi, dan pusat budaya.

Karena itu, festival budaya seperti Jambi Elok Nian 2026 dinilai menjadi media strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau orang datang ke Jambi, mereka harus memiliki alasan untuk singgah. Salah satunya melalui kekayaan budaya Melayu, kuliner khas, produk UMKM, hingga berbagai atraksi seni yang terus kita hidupkan,” katanya.

Maulana menjelaskan, penyelenggaraan festival tersebut juga memberikan ruang bagi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk menampilkan budaya khas daerah masing-masing.

Ia meyakini kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, Maulana juga berharap kawasan Taman Mini Melayu Jambi dapat dikembangkan menjadi pusat promosi budaya dan oleh-oleh daerah.

Ia mengusulkan agar seluruh anjungan milik pemerintah kabupaten dan kota dapat dikelola langsung oleh masing-masing daerah sehingga aktivitas budaya dan ekonomi bisa berlangsung sepanjang tahun.

“Kami berharap anjungan daerah bisa dikelola oleh pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Dengan begitu, kawasan ini bisa menjadi pusat kuliner, pameran batik, kerajinan, seni budaya, hingga pusat oleh-oleh bagi wisatawan sebelum menuju bandara,” jelasnya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Jambi Al Haris.

Dalam sambutannya, Al Haris menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi siap menghibahkan aset anjungan kepada pemerintah kabupaten dan kota sepanjang terdapat pengajuan resmi sebagai dasar administrasi.

“Saya meminta para bupati dan wali kota segera mengajukan surat permohonan agar ada dasar bagi pemerintah provinsi untuk menghibahkan anjungan tersebut sehingga dapat dirawat dan dimanfaatkan lebih maksimal,” kata Al Haris.

Menurut Gubernur, festival budaya tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui promosi UMKM, kuliner tradisional, batik Jambi, serta berbagai produk kreatif daerah.

Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026 menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, pameran produk unggulan, kuliner tradisional, hingga stan UMKM dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Kota Jambi sebagai pusat budaya dan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




BPTD Jambi Percepat Modernisasi Terminal Alam Barajo, Siap Jadi Business Terminal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi terus memperkuat kualitas pelayanan transportasi melalui pembenahan menyeluruh di Terminal Tipe A Alam Barajo.

Berbagai peningkatan fasilitas dan penataan kawasan kini menjadikan terminal tersebut lebih representatif sebagai pusat pelayanan transportasi sekaligus dipersiapkan menjadi Business Terminal yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Upaya tersebut mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI ke Kantor BPTD Kelas II Jambi dan Terminal Tipe A Alam Barajo, Kamis 23 Juli 2026.

Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan pembenahan terminal merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung telah ditingkatkan, mulai dari pemasangan CCTV, penambahan penerangan kawasan, penataan ruang pelayanan, hingga pembenahan lingkungan terminal sehingga pengguna jasa kini dapat menikmati fasilitas yang lebih baik.

“Pembenahan Terminal Alam Barajo merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi. Kami ingin terminal ini menjadi wajah pelayanan transportasi darat di Provinsi Jambi yang bersih, aman, nyaman, dan semakin diminati masyarakat,” ujar Benny.

Selain pembenahan terminal, BPTD juga terus meningkatkan pembangunan perlengkapan jalan di Provinsi Jambi.

Benny mengungkapkan, hingga saat ini pemenuhan perlengkapan jalan telah mencapai sekitar 61,4 persen dari total kebutuhan.

Pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, hingga penerangan jalan umum terus dilakukan, termasuk memberikan dukungan teknis kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan prioritas tambahan pembangunan perlengkapan jalan, terutama menuju kawasan wisata Kerinci yang dinilai masih membutuhkan peningkatan infrastruktur keselamatan lalu lintas.

“Kami berharap dukungan Kementerian Perhubungan untuk penambahan rambu, marka jalan, dan penerangan menuju kawasan wisata Kerinci agar akses transportasi semakin aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Toni Tauladan, mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan BPTD Kelas II Jambi.

Menurutnya, pengembangan terminal saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pelayanan penumpang, tetapi juga diarahkan menjadi Business Terminal, yaitu kawasan yang mampu mengintegrasikan layanan transportasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Terminal ke depan harus menjadi pusat aktivitas yang produktif. Selain melayani penumpang, terminal juga harus mampu menghadirkan ruang usaha, fasilitas publik, dan kawasan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Toni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi yang telah menyediakan lahan tambahan untuk pengembangan Terminal Alam Barajo beserta fasilitas pendukungnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jambi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, turut memberikan apresiasi atas berbagai pembenahan yang dilakukan BPTD Kelas II Jambi.

Menurutnya, kondisi Terminal Alam Barajo kini mengalami perubahan signifikan dibanding beberapa tahun lalu dan telah menjadi salah satu terminal dengan fasilitas yang semakin lengkap serta nyaman bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja BPTD Kelas II Jambi yang terus melakukan pembenahan sehingga Terminal Alam Barajo kini semakin representatif sebagai pusat pelayanan transportasi darat di Provinsi Jambi,” kata Ariansyah.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BPTD Kelas II Jambi, pengembangan Terminal Alam Barajo diharapkan terus berlanjut sehingga mampu menjadi simpul transportasi modern yang mendukung konektivitas, pelayanan publik, sekaligus pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




Pemprov Jambi Minta Dukungan Kemenhub Kembangkan Transportasi Modern dan Kendaraan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan transportasi modern dan ramah lingkungan di daerah.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi dan Terminal Tipe A Alam Barajo, Kamis 23 Juli 2026.

Gubernur Jambi Al Haris yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Jambi.

Menurut Ariansyah, Pemerintah Provinsi Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen menjadikan terminal sebagai simpul utama transportasi yang aman, nyaman, modern, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan BPTD Kelas II Jambi. Saat ini Terminal Tipe A Alam Barajo jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Fasilitas semakin lengkap, kawasan lebih tertata, bersih, nyaman, dan representatif sebagai pusat pelayanan transportasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang telah menghadirkan layanan bus listrik gratis sebagai bagian dari inovasi transportasi publik ramah lingkungan.

Menurutnya, kehadiran angkutan berbasis listrik menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Karena itu, Ariansyah berharap kunjungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, termasuk penyediaan fasilitas pendukung serta peningkatan layanan transportasi publik di Provinsi Jambi.

“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga masyarakat semakin terdorong menggunakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Toni Tauladan, menegaskan pembangunan terminal saat ini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi melalui konsep Business Terminal.

Menurutnya, terminal modern harus mampu menjadi kawasan terpadu yang menghadirkan ruang usaha, fasilitas publik, area komersial hingga ruang aktivitas masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kami ingin terminal tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Toni juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah mendukung pengembangan Terminal Alam Barajo melalui penyediaan lahan tambahan untuk pembangunan fasilitas penunjang.

Di sisi lain, Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf menjelaskan berbagai peningkatan fasilitas telah dilakukan di Terminal Alam Barajo, mulai dari pemasangan CCTV, penerangan kawasan, ruang pelayanan, hingga penataan lingkungan terminal.

Selain itu, pihaknya terus meningkatkan penyediaan perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, dan penerangan jalan umum, termasuk mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata Kerinci.

Menurut Benny, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berdaya saing.

Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan pengembangan sektor transportasi di Provinsi Jambi semakin cepat, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan transportasi yang modern dan berkelanjutan.(*)




Al Haris Buka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian 2026, Dorong UMKM dan Hibahkan Anjungan ke Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris resmi membuka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026 di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi, Kamis 23 Juli 2026 malam.

Namun, di balik kemeriahan festival budaya itu, Al Haris menyampaikan pesan yang lebih besar: budaya harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan sekadar menjadi tontonan tahunan.

Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, setiap agenda kebudayaan harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita bersyukur, insyaallah Allah akan menambah nikmat yang lainnya. Potensi budaya yang kita miliki harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Al Haris.

Festival bertema “Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah” itu menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kuliner tradisional, produk batik, hingga kerajinan khas dari kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Budaya Bukan Sekadar Panggung Hiburan

Al Haris menilai kualitas produk lokal Jambi kini semakin kompetitif. Salah satu contohnya adalah batik Jambi yang mulai dikenal di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Karena itu, ia meminta seluruh pelaku UMKM memanfaatkan festival budaya sebagai ruang promosi sekaligus memperluas pasar.

Menurutnya, setiap kegiatan berskala besar akan menciptakan multiplier effect terhadap sektor perdagangan, pariwisata, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

“Kalau event besar digelar, hotel ramai, kuliner hidup, UMKM bergerak. Ini yang harus terus kita dorong,” katanya.

Al Haris Siapkan Hibah Anjungan Daerah

Salah satu poin penting yang disampaikan Al Haris adalah rencana menghibahkan seluruh anjungan kabupaten dan kota di kawasan Taman Mini Melayu Jambi kepada masing-masing pemerintah daerah.

Langkah itu, menurutnya, agar setiap daerah memiliki keleluasaan mengelola, merawat, dan mengembangkan anjungan menjadi pusat promosi budaya dan ekonomi.

Namun, hibah tersebut baru bisa dilakukan apabila masing-masing kepala daerah mengajukan permohonan resmi.

“Saya minta para bupati dan wali kota segera membuat surat permohonan. Itu menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk menghibahkan anjungan agar bisa dirawat dan dikembangkan oleh daerah masing-masing,” tegasnya.

Kota Jambi Harus Jadi Etalase Provinsi

Dalam sesi wawancara, Al Haris menyebut Kota Jambi memiliki posisi strategis sebagai wajah Provinsi Jambi.

Karena itu, ibu kota provinsi dinilai harus mampu menghadirkan pelayanan terbaik, event berkualitas, serta destinasi yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

Menurutnya, Kota Jambi tidak memiliki ketergantungan terhadap sektor tambang maupun batu bara sehingga sektor jasa, kuliner, budaya, dan pariwisata harus menjadi kekuatan utama.

“Kita punya kuliner yang enak, budaya yang kuat, pelayanan yang baik. Itu yang harus dijual agar orang datang ke Jambi,” ujarnya.

Selain budaya, Al Haris juga menyinggung sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah, mulai dari pembangunan museum, pelestarian cagar budaya, pemugaran candi, hingga rencana pembangunan jalan tol yang diharapkan meningkatkan konektivitas dan jumlah kunjungan ke Jambi.

Maulana: Jambi Harus Punya Identitas Berbeda

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari program prioritas Jambi Bahagia, khususnya melalui konsep Bahagia Berbudaya.

Menurutnya, Kota Jambi harus memiliki identitas yang berbeda dibandingkan kota besar lain di Sumatera.

Dengan semakin terbukanya akses melalui Jalan Tol Trans Sumatera, Kota Jambi harus memperkuat daya tarik melalui budaya Melayu, kuliner, dan pelayanan publik.

Maulana berharap seluruh anjungan daerah nantinya dapat dikelola langsung oleh pemerintah kabupaten dan kota sehingga menjadi pusat promosi budaya, kuliner, batik, serta produk UMKM.

Ia optimistis kawasan Taman Mini Melayu Jambi dapat berkembang menjadi destinasi wisata sekaligus pusat oleh-oleh yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.(*)




Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp35.000 per Gram! Saatnya Beli?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat 24 Juli 2026.

Setelah sempat bertahan di level tinggi, harga logam mulia kini turun cukup tajam sebesar Rp35.000 per gram.

Berdasarkan pembaruan resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp2.605.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp2.640.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami penurunan.

Kini, buyback dipatok sebesar Rp2.345.000 per gram, lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Fluktuasi harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga sentimen pasar internasional.

Meski demikian, harga emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Bagi masyarakat yang berencana menjual emas, perlu diketahui bahwa transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan Antam juga dikenakan PPh 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

  • 0,5 gram: Rp1.352.500
  • 1 gram: Rp2.605.000
  • 2 gram: Rp5.150.000
  • 3 gram: Rp7.700.000
  • 5 gram: Rp12.800.000
  • 10 gram: Rp25.545.000
  • 25 gram: Rp63.737.000
  • 50 gram: Rp127.395.000
  • 100 gram: Rp254.712.000
  • 250 gram: Rp636.515.000
  • 500 gram: Rp1.272.820.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.545.600.000

Para pelaku investasi disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas setiap hari sebelum melakukan transaksi, mengingat perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.(*)




Perkuat Layanan Air Bersih, Tirta Mayang Jajaki Investasi di Sumatra Investment Day 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi mempromosikan proyek strategis pengembangan sistem penyediaan air minum pada Sumatra Investment Day (SID) 2026 yang digelar di Adimulia Hotel, Medan, Kamis 23 Juli 2026.

Dalam forum investasi tersebut, Tirta Mayang tampil sebagai salah satu Project Owner yang mewakili Provinsi Jambi untuk menawarkan peluang investasi kepada calon investor dari dalam maupun luar negeri.

Keikutsertaan Perumda Air Minum Tirta Mayang dalam forum investasi regional itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih sekaligus memperluas kerja sama investasi guna meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Jambi.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mayang, Eri Suganda, hadir mewakili perusahaan dalam rangkaian kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, serta mitra strategis dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Tirta Mayang memperkenalkan proyek pengembangan layanan air minum yang membutuhkan dukungan investasi.

Proyek itu diharapkan mampu memperluas cakupan pelayanan air bersih, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat infrastruktur penyediaan air minum di Kota Jambi.

Eri Suganda mengatakan, Sumatra Investment Day 2026 menjadi momentum penting bagi Perumda Air Minum Tirta Mayang untuk memperkenalkan potensi investasi sekaligus membangun komunikasi dengan para investor.

“Forum ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkenalkan potensi investasi yang dimiliki Tirta Mayang sekaligus membangun komunikasi dengan calon investor,” kata dia.

“Harapannya, kerja sama yang terjalin nantinya dapat memperkuat pengembangan infrastruktur air minum dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan Kota Jambi. Karena itu, dukungan investasi dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sistem penyediaan air minum yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Pada ajang tersebut, Perumda Air Minum Tirta Mayang turut mempromosikan proyek investasi bersama Bank 9 Jambi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi, serta PT WSI, yang sama-sama membawa proyek unggulan dari Provinsi Jambi.

Sumatra Investment Day 2026 merupakan puncak rangkaian Road to Sumatra Investment Day yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara selaku Koordinator Wilayah Bank Indonesia di Sumatra bekerja sama dengan BKPM, Kementerian Pariwisata, dan DPMPTSP dari seluruh provinsi di Pulau Sumatra.

Forum tersebut menjadi ajang promosi berbagai proyek investasi unggulan dari 10 provinsi di Sumatra dengan fokus pada sektor industri hilir dan pariwisata.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, investor, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, keikutsertaan sebagai Project Owner merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan investasi di Provinsi Jambi, khususnya pada sektor penyediaan air minum.

Melalui promosi proyek pada Sumatra Investment Day 2026, Tirta Mayang berharap dapat menarik minat investor untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih di Kota Jambi.

Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan air minum, memperluas cakupan pelanggan, serta mendukung pembangunan Kota Jambi yang berkelanjutan.(*)




JICA Berpeluang Dukung Pengembangan Tirta Mayang, Fokus SDM dan Teknologi Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menjajaki peluang kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia guna memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan air minum.

Peluang kerja sama itu dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Jambi Maulana dengan Chief Representative JICA Indonesia, Sachiko Takeda, yang turut dihadiri Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, pada Rabu 22 Juli 2026.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan dukungan JICA berpotensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Jambi.

Menurutnya, selain mendukung pengembangan infrastruktur, kerja sama tersebut juga membuka peluang peningkatan kompetensi SDM serta penerapan teknologi yang lebih modern dalam sistem pelayanan air minum.

“Kolaborasi dengan JICA merupakan peluang yang sangat baik bagi Perumda Tirta Mayang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan kompetensi SDM, penerapan teknologi yang lebih maju, serta menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” ujar Arianto.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi komitmen utama Perumda Tirta Mayang agar kebutuhan air bersih masyarakat Kota Jambi dapat terpenuhi secara optimal seiring pertumbuhan kota.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi membangun kolaborasi internasional guna mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Maulana memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik sebagai implementasi visi Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera).

Menurutnya, sinergi dengan JICA menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk sektor air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap kolaborasi dengan JICA dapat menghadirkan inovasi, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas kelembagaan yang mampu mendukung peningkatan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Jambi.(*)