Bukan Sekadar Lari, Smartfren Fun Run 5G Palembang Bawa Pesan Ekonomi Digital

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Lebih dari 1.000 peserta memadati halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Minggu 27 September 2026 pagi.

Mereka mengikuti SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang 2026, kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, UMKM dan pengalaman konektivitas digital.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut menghadirkan Fun Run 5K, zumba, hiburan hingga berbagai doorprize dengan nilai puluhan juta rupiah.

Di balik agenda olahraga tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) juga membawa pesan mengenai penguatan jaringan digital di Sumatera Selatan, khususnya Palembang.

Senior Vice President Marketing Segment-Smartfren XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan konektivitas dalam aktivitas sehari-hari.

“SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman yang menggabungkan aktivitas olahraga, hiburan, dan konektivitas,” ujar Astiyanto.

Palembang didukung lebih dari 2.500 BTS

XLSMART menyebut penguatan jaringan menjadi bagian dari upaya mengikuti kebutuhan konektivitas masyarakat Palembang yang terus berkembang.

Saat ini, Sumatera Selatan disebut didukung lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang memiliki lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G.

Infrastruktur tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari aktivitas bisnis, pendidikan, UMKM, hiburan hingga ekonomi digital.

Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan karakter aktivitas masyarakat Palembang yang dinamis membuat kebutuhan terhadap konektivitas terus meningkat.

“Palembang memiliki aktivitas masyarakat yang dinamis dengan kebutuhan konektivitas yang terus berkembang. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan agar dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” katanya.

Peserta juga dikenalkan pengalaman SMARTFREN 5G

Selain berlari, peserta kegiatan juga diperkenalkan dengan layanan SMARTFREN Unlimited 5G.

Layanan tersebut menawarkan akses tanpa batas kecepatan dan tanpa batas kuota selama pelanggan memenuhi ketentuan layanan ketika terhubung ke jaringan 5G XLSMART.

Kecepatan yang ditawarkan dapat mencapai 500 Mbps, dengan catatan performanya tetap bergantung pada kondisi jaringan, perangkat, lokasi, trafik dan faktor teknis lainnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada peserta dan masyarakat yang hadir.

Jaringan 5G XLSMART terus diperluas

Penguatan jaringan di Palembang menjadi bagian dari ekspansi jaringan 5G XLSMART secara nasional.

XLSMART menyebut jaringan perusahaan saat ini didukung lebih dari 265 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan.

Sementara jaringan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 53 kota dan kabupaten.

Dari sisi kualitas jaringan, XLSMART juga menyebut memperoleh empat penghargaan dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026 dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Penghargaan tersebut disebut menjadi salah satu bentuk pengakuan independen terhadap performa jaringan XLSMART.

Fun Run jadi ruang interaksi masyarakat

Desy mengatakan SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat, komunitas dan pelaku UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk bergerak bersama, menikmati hiburan, mendukung UMKM lokal, dan merasakan berbagai manfaat konektivitas dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Selain Fun Run 5K dan zumba, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan hiburan yang disiapkan panitia.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut didukung sejumlah mitra, antara lain Pristine, ISOPLUS, Zinc, Posh, Paseo, Fitbar, Indomobil, AMH, Wonhae, RX Relaxology, Benings, CV Hanif, Emados dan Fotoyu.

Kegiatan SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi bagian dari aktivitas XLSMART dalam memperkenalkan layanan dan membangun interaksi dengan masyarakat melalui ekosistem XL, AXIS dan SMARTFREN.(*)




Kabut Asap Tebal Selimuti Jambi, Jarak Pandang Bandara Sultan Thaha Sempat 800 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap tebal menyelimuti Kota Jambi pada Rabu 30 September 2026 pagi.

Kondisi tersebut turut membuat jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terbatas, dengan visibility sempat hanya 800 meter pada pukul 06.00 WIB.

Meski jarak pandang menurun, aktivitas penerbangan di bandara masih berjalan. Salah satu penerbangan bahkan berhasil diberangkatkan di tengah kondisi tersebut.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, membenarkan kondisi kabut asap yang terjadi sejak pagi.

“Dapat kami informasikan di awal, saat ini kabut asap tebal sejak pagi tadi,” ujar Ikhsan, Rabu 30 September 2026.

Jarak pandang mulai membaik

Berdasarkan pemantauan di kawasan Bandara Sultan Thaha, jarak pandang tercatat 800 meter pada pukul 06.00 WIB.

Satu jam kemudian, kondisi mulai membaik. Visibility meningkat menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian kembali naik menjadi 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.

Perubahan jarak pandang tersebut menjadi salah satu kondisi yang harus diperhatikan dalam operasional penerbangan, terutama saat pesawat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan.

Batik Air tetap berangkat pukul 06.00 WIB

Di tengah terbatasnya jarak pandang pada pagi hari, pesawat Batik Air ID6807 dengan rute Jambi-Jakarta tetap berhasil diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB.

Pesawat tersebut merupakan armada yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha Jambi atau dikenal dengan istilah remain overnight (RON).

Sementara itu, penerbangan berikutnya yang dijadwalkan tiba di Jambi adalah Batik Air ID6804 dari Jakarta pada pukul 09.50 WIB.

Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang seiring perubahan kabut asap dan kondisi atmosfer.

Penumpang diminta pantau informasi penerbangan

Kondisi kabut asap dapat berubah sepanjang hari. Karena itu, calon penumpang maupun masyarakat yang hendak menjemput penumpang disarankan terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan pihak Bandara Sultan Thaha.

Perubahan jarak pandang dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam operasional penerbangan.

Hingga informasi terakhir yang disampaikan pihak bandara, penerbangan Batik Air ID6807 rute Jambi-Jakarta telah berhasil diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB.(*)




Penyakit Jantung Jadi Beban Besar BPJS, Biaya 2015-2025 Tembus Rp100 Triliun

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Penyakit jantung menjadi salah satu beban terbesar dalam pembiayaan pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Sepanjang 2015 hingga 2025, pembiayaan untuk penyakit jantung tercatat menembus Rp100 triliun, dengan jumlah kasus mencapai sekitar 172,3 juta.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dalam satu dekade. Pada 2015, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 4,6 juta kasus penyakit jantung dengan biaya pelayanan mencapai Rp4,4 triliun.

Sepuluh tahun kemudian, jumlah kasus yang ditanggung meningkat menjadi 29,8 juta kasus pada 2025, dengan biaya mencapai Rp17,4 triliun dalam satu tahun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan peningkatan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya peserta dan pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Seiring dengan bertumbuhnya jumlah peserta, pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah,” kata Rizzky, Selasa 29 September 2026.

Besarnya pembiayaan penyakit jantung menempatkannya di atas sejumlah penyakit kronis lain yang juga membutuhkan biaya pelayanan kesehatan tinggi.

Dalam periode 2015-2025, gagal ginjal tercatat menghabiskan sekitar Rp83,8 triliun untuk membiayai 81,2 juta kasus.

Sementara itu, pembiayaan kanker mencapai sekitar Rp66 triliun untuk sekitar 45 juta kasus dalam periode yang sama.

Data tersebut menempatkan penyakit jantung sebagai salah satu penyumbang terbesar pembiayaan penyakit kronis dalam Program JKN.

Beban pembiayaan juga terlihat dari total pengeluaran untuk penyakit katastropik sepanjang 2025.

BPJS Kesehatan mencatat biaya sebesar Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke.

Nilai tersebut setara dengan 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan pada 2025, berdasarkan data yang disampaikan Rizzky.

Menurut Rizzky, sebagian penyakit kronis dapat ditekan risikonya melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi kesehatan secara rutin.

Persoalan penyakit kronis kini tidak hanya dikaitkan dengan kelompok lanjut usia.

BPJS Kesehatan juga mendorong upaya pencegahan pada kelompok usia produktif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda.

Program tersebut melibatkan komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan serta pemangku kepentingan Program JKN untuk memperkuat upaya promotif dan preventif.

Rizzky mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kondisi kesehatan.

“Mengadopsi pola hidup sehat dan aktif berolahraga adalah investasi terbaik untuk masa depan kesehatan kita lima atau sepuluh tahun mendatang,” ujarnya.

Selain mendorong pola hidup sehat, BPJS Kesehatan menyediakan Skrining Riwayat Kesehatan bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Skrining dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Peserta akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit pribadi serta riwayat kesehatan keluarga.

Proses skrining disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit.

Peserta dapat mengakses layanan tersebut melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

“Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani,” kata Rizzky.

Ia juga mengingatkan peserta JKN untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sehingga manfaat jaminan kesehatan dapat digunakan ketika dibutuhkan.(*)




Kenalan dengan Honda CUV e: Hadir di Jambi, Motor Listrik dengan 2 Baterai dan Panel TFT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pilihan kendaraan listrik di Jambi semakin beragam. Salah satunya Honda CUV e: yang ditawarkan PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) sebagai Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Motor listrik ini menggabungkan desain futuristik dengan sejumlah fitur pintar dan sistem baterai yang dapat ditukar.

Konsep tersebut menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan yang mengutamakan kepraktisan tanpa bergantung pada bahan bakar bensin.

Honda CUV e: memiliki tenaga maksimal 6 kW dan mampu melaju hingga 83 km/jam. Untuk jarak tempuh, motor ini diklaim mampu mencapai 80,7 kilometer.

Salah satu fitur yang menjadi pembeda Honda CUV e: adalah penggunaan dua Honda Mobile Power Pack e: yang dapat dilepas dan ditukar.

Sistem tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas lebih fleksibel. Baterai juga dapat diisi menggunakan off-board charger.

Honda menyebut pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan sekitar enam jam.

Sementara pengisian dari level 25 persen hingga 75 persen membutuhkan sekitar 160 menit atau 2,7 jam.

Dengan sistem baterai yang dapat dilepas, pengguna memiliki pilihan antara melakukan pengisian daya atau menggunakan baterai pengganti yang tersedia.

Untuk menyesuaikan karakter perjalanan, Honda CUV e: menyediakan tiga pilihan mode berkendara, yakni ECON, STD dan Sport.

Mode tersebut memungkinkan pengendara memilih karakter respons kendaraan sesuai kebutuhan dan kondisi perjalanan.

Selain performa, aspek teknologi juga menjadi bagian dari motor listrik ini.

Honda CUV e: dibekali panel TFT yang menampilkan informasi kendaraan sekaligus mendukung sejumlah fungsi seperti navigasi, kontrol musik, serta menerima dan melakukan panggilan.

Kebutuhan perangkat elektronik juga didukung dengan USB Type-C charger.

Sementara fitur Smart Key dirancang untuk memberikan kemudahan saat menggunakan kendaraan sekaligus mendukung aspek keamanan.

Dari sisi tampilan, Honda CUV e: membawa konsep Premium-Futuristic. Karakter tersebut terlihat dari desain bodi serta penggunaan lampu depan dan belakang LED.

Motor ini diposisikan sebagai Smart Clean Urban Vehicle untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari, baik digunakan sendiri maupun berboncengan.

Dari aspek keselamatan, Honda CUV e: telah memiliki sertifikasi UN R136, standar internasional yang berkaitan dengan aspek keselamatan sepeda motor listrik dan baterainya.

Sales Manager PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Hendy Tanova, mengatakan Honda CUV e: dirancang dengan menggabungkan performa, teknologi dan kenyamanan.

“Honda CUV e: bukan hanya menawarkan desain futuristik, tetapi juga menghadirkan teknologi yang mendukung kebutuhan mobilitas modern. Mulai dari performa responsif, jarak tempuh hingga 80,7 km, hingga baterai yang dapat ditukar, semuanya dirancang untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara,” ujar Hendy.

Menurutnya, fleksibilitas sistem baterai menjadi salah satu aspek yang ditawarkan kepada konsumen dengan aktivitas padat.

Masyarakat Jambi yang ingin mengetahui spesifikasi maupun simulasi pembelian Honda CUV e: dapat mendatangi dealer Honda terdekat di Provinsi Jambi atau memperoleh informasi melalui kanal resmi Sinsen dan aplikasi SinsenGO.(*)




Biar Gak Salah Jemput! Cek Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi Besok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Arus penerbangan dari Jakarta menuju Jambi masih cukup aktif pada Rabu 30 September 2026.

Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) dijadwalkan menerima tujuh penerbangan sepanjang hari, dan seluruhnya berasal dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Data jadwal penerbangan yang diinformasikan pengelola bandara melalui Injourney Airports menunjukkan, kedatangan pertama dijadwalkan pada pukul 09.50 WIB, sementara penerbangan terakhir tiba pada 18.40 WIB.

Hal yang menarik terjadi pada pagi hari. Dua penerbangan dari maskapai berbeda dijadwalkan tiba di Jambi pada waktu yang sama, yakni 10.25 WIB.

Citilink QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126 sama-sama tercatat mendarat pada waktu tersebut.

Ini jadwal lengkap kedatangan di Jambi

Maskapai Nomor Penerbangan Asal Waktu Tiba
Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK) 09.50 WIB
Citilink QG 960 Jakarta (CGK) 10.25 WIB
Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK) 10.25 WIB
Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK) 13.40 WIB
Super Air Jet IU 840 Jakarta (CGK) 15.20 WIB
Citilink QG 964 Jakarta (CGK) 17.00 WIB
Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK) 18.40 WIB

Dua pesawat tiba bersamaan pukul 10.25 WIB

Aktivitas kedatangan dimulai dengan Batik Air ID 6804 yang dijadwalkan mendarat dari Jakarta pada 09.50 WIB.

Selanjutnya, pada 10.25 WIB, terdapat dua jadwal kedatangan sekaligus.

Citilink QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126 sama-sama dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha.

Setelah periode pagi tersebut, arus kedatangan berlanjut pada siang hari. Garuda Indonesia GA 128 dijadwalkan mendarat pukul 13.40 WIB, kemudian Super Air Jet IU 840 pada 15.20 WIB.

Dua penerbangan terakhir tiba sore hingga malam

Memasuki sore, Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pada pukul 17.00 WIB.

Sementara Batik Air ID 6806 menjadi penerbangan terakhir dalam daftar kedatangan hari ini dengan jadwal tiba di Jambi pada 18.40 WIB.

Jika dilihat berdasarkan maskapai, Batik Air, Citilink dan Garuda Indonesia masing-masing memiliki dua penerbangan, sedangkan Super Air Jet mengoperasikan satu penerbangan.

Penjemput diminta pantau jadwal

Bagi masyarakat yang akan menjemput penumpang, pengelola Bandara Sultan Thaha mengimbau untuk memantau informasi penerbangan terbaru melalui kanal resmi bandara.

Waktu kedatangan pesawat dapat berubah mengikuti kondisi operasional, cuaca maupun lalu lintas udara.

Karena itu, penjemput disarankan tidak hanya berpatokan pada jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebagai informasi, DJB merupakan kode Bandara Sultan Thaha Jambi sebagai tujuan seluruh penerbangan dalam daftar tersebut.

Sementara CGK merupakan kode Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sebagai asal seluruh penerbangan.(*)




Cek Jadwal Pesawat dari Jambi ke Jakarta 30 September, Ada 7 Keberangkatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aktivitas penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) menuju Jakarta cukup padat pada Rabu, 30 September 2026.

Berdasarkan informasi jadwal yang disampaikan pengelola bandara, terdapat tujuh penerbangan keberangkatan dari Jambi sepanjang hari.

Menariknya, seluruh penerbangan keberangkatan yang tercatat tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Tujuh penerbangan tersebut dilayani empat maskapai, yaitu Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia dan Super Air Jet.

Bagi calon penumpang, kepadatan jadwal paling terlihat pada periode menjelang siang.

Tiga penerbangan dijadwalkan berangkat hanya dalam rentang 15 menit, mulai pukul 10.55 hingga 11.10 WIB.

Jadwal lengkap penerbangan Jambi–Jakarta

Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan Jadwal
Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK) 06.00 WIB
Citilink QG 961 Jakarta (CGK) 10.55 WIB
Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK) 11.00 WIB
Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK) 11.10 WIB
Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK) 14.55 WIB
Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK) 16.00 WIB
Citilink QG 965 Jakarta (CGK) 17.30 WIB

Tiga pesawat berangkat dalam 15 menit

Penerbangan pertama dijadwalkan meninggalkan Jambi pada pukul 06.00 WIB.

Batik Air melalui penerbangan ID 6807 menjadi maskapai pertama yang membawa penumpang menuju Jakarta.

Setelah itu, jadwal kembali cukup rapat menjelang siang.

Citilink QG 961 dijadwalkan berangkat pada 10.55 WIB, disusul Batik Air ID 6805 pada 11.00 WIB.

Hanya berselang 10 menit kemudian, Garuda Indonesia GA 127 dijadwalkan lepas landas pada 11.10 WIB.

Dengan demikian, terdapat tiga keberangkatan dalam waktu hanya 15 menit.

Sore masih tersedia empat penerbangan

Pilihan penerbangan menuju Jakarta berlanjut hingga sore.

Garuda Indonesia GA 129 dijadwalkan berangkat pukul 14.55 WIB, kemudian Super Air Jet IU 841 pada 16.00 WIB.

Sementara penerbangan terakhir dalam daftar jadwal keberangkatan hari itu adalah Citilink QG 965 pada 17.30 WIB.

Jika dihitung berdasarkan maskapai, Batik Air, Citilink dan Garuda Indonesia masing-masing mengoperasikan dua penerbangan, sedangkan Super Air Jet menyediakan satu penerbangan.

Penumpang diminta datang lebih awal

Pengelola Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan terbaru melalui kanal resmi bandara.

Penumpang juga disarankan tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan, terutama ketika penerbangan berada pada periode dengan jadwal yang berdekatan.

Perlu diperhatikan bahwa jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan. Penumpang sebaiknya melakukan pengecekan ulang status penerbangan sebelum menuju bandara.

DJB merupakan kode Bandara Sultan Thaha Jambi, sedangkan CGK merupakan kode Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.(*)




KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – KAI Logistik perusahaan menyediakan jasa logistik berbasis kereta api dan terintegrasi, turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Trans Studio Mall Cibubur. Dalam sesi bertajuk “Halal in Motion – Supply Chain Across Borders”, KAI Logistik diwakili oleh VP of Commercial, Ferdian Pardosi, sebagai panelis yang membahas perkembangan logistik halal, termasuk pemanfaatan moda kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi produk halal lintas wilayah.

Diskusi tersebut menjadi relevan seiring dengan semakin luasnya perhatian terhadap aspek halal yang tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga tahapan distribusi dan rantai pasok. Ketentuan tersebut salah satunya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memperluas cakupan jaminan halal hingga aspek distribusi dan rantai pasok. Sejalan dengan perkembangan tersebut, pasar logistik halal di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, nilainya mencapai USD 53,1 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 100,7 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,2%. Nilai tersebut mencakup sekitar 13,5% dari pasar logistik halal global, dengan aktivitas distribusi yang tinggi di sejumlah koridor logistik, termasuk Pulau Jawa.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur dan proses logistik yang mampu menjaga produk selama perjalanan. Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik telah memperoleh sertifikasi halal untuk jasa pendistribusian sejak 14 Juni 2024 yang mencakup tiga Terminal Barang Area, yaitu Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Cakupan sertifikasi kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan Terminal Barang Area Ronggowarsito, Semarang. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas kesiapan fasilitas dan proses operasional untuk melayani kebutuhan distribusi produk yang memerlukan standar halal.

Penerapan standar tersebut didukung melalui prosedur operasional yang memperhatikan aspek pemisahan dan penanganan barang selama proses distribusi. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku industri halal, termasuk sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dalam memperoleh layanan logistik yang sesuai dengan kebutuhan rantai pasoknya.

Ferdian menjelaskan, penerapan standar halal dalam kegiatan operasional dilakukan melalui sejumlah prosedur untuk menjaga kondisi dan integritas muatan selama proses pengiriman. “Salah satunya melalui pemisahan penataan kontainer untuk pengiriman berbasis halal dan non-halal. Proses tersebut juga didukung dengan pemeriksaan dan penanganan kontainer, mulai dari pengecekan kondisi, pencucian menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan, hingga proses pensucian sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, aspek halal dapat tetap terjaga sejak barang diterima di titik awal pengiriman hingga tiba di tujuan,” ujar Ferdian.

Selain angkutan barang berbasis kontainer, penguatan ekosistem logistik halal juga diterapkan melalui layanan distribusi ritel KALOG Express. Layanan tersebut telah memperoleh sertifikasi halal pada tiga titik distribusi, yaitu Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Kehadiran titik layanan bersertifikat ini memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan proses pengiriman dengan memperhatikan aspek halal, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan standar pada layanan distribusi ritel KAI Logistik.

“Rantai pasok memiliki peran penting dalam menjaga integritas produk halal mulai dari titik asal hingga tujuan. Melalui penerapan standar halal pada layanan kontainer maupun ritel, KAI Logistik terus meningkatkan kesiapan operasional agar dapat mengambil bagian dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dan efisien. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok halal global,” tutup Ferdian.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Dampingi Menhut, Al Haris Soroti Konflik Gajah dan Pengelolaan Hutan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris turun langsung melihat persoalan pengelolaan hutan dan konservasi di daerahnya.

Didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni, Al Haris meninjau kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo hingga hutan desa di Kabupaten Bungo, Senin 28 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk menunjukkan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari perawatan gajah Sumatera, konflik satwa dengan masyarakat, pengelolaan hutan berbasis masyarakat hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Tebo, Al Haris dan Raja Juli melihat langsung aktivitas konservasi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Mereka melihat bagaimana petugas menyediakan pakan, merawat satwa hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.

Al Haris mengapresiasi upaya para petugas yang selama ini menangani gajah di kawasan konservasi tersebut.

“Teman-teman di Tebo khususnya di kawasan konservasi gajah luar biasa merawat gajah-gajah kita, mulai dari nanam rumput untuk makanan gajah, merawatnya dan sebagainya, bahkan juga ada edukasi-edukasi di situ,” ujar Al Haris.

Di balik upaya konservasi tersebut, Al Haris juga menghadapi persoalan lain yang dirasakan masyarakat sekitar habitat gajah.

Dalam kunjungan itu, masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai konflik antara gajah dan aktivitas warga.

Populasi gajah yang berada di sekitar kawasan konservasi disebut mulai menimbulkan gangguan terhadap lahan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena upaya menjaga populasi gajah harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang hidup di sekitar habitat satwa.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dari Tebo, Al Haris kemudian mendampingi Menhut meninjau kawasan hutan lindung yang dikelola masyarakat di Kabupaten Bungo.

Salah satu praktik yang diperlihatkan adalah Lubuk Larangan, tradisi masyarakat dalam menjaga sungai dan mengatur pemanfaatan sumber daya perairan secara bersama.

Al Haris menilai praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dan sungai.

“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” kata Al Haris.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemprov Jambi untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan, khususnya desa-desa yang berada di wilayah rentan.

Konsep hutan desa diharapkan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut menjaga kawasan sekaligus mengurangi tekanan terhadap hutan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian dalam agenda tersebut adalah karhutla di Taman Nasional Berbak.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa tim gabungan telah bergerak melakukan penyekatan api, pendinginan dan operasi water bombing.

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” kata Raja Juli.

Namun, karakter lahan gambut membuat penanganan kebakaran di kawasan Berbak tidak sederhana.

Raja Juli menjelaskan, api yang tampak padam masih dapat kembali muncul karena bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

Luas kawasan dan sulitnya akses menuju titik kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Ini lahan gambut, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya,” ujarnya.

Untuk menjangkau titik kebakaran, pemerintah juga mempertimbangkan akses melalui jalur sungai setelah penggunaan peralatan darat menghadapi kendala.

Kunjungan Al Haris bersama Menhut tersebut memperlihatkan sejumlah persoalan yang dihadapi Jambi dalam menjaga kawasan hutannya.

Di satu sisi, pemerintah harus memastikan konservasi satwa seperti gajah Sumatera tetap berjalan. Di sisi lain, konflik dengan masyarakat perlu ditangani agar keberadaan satwa tidak menimbulkan persoalan baru.

Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan terus didorong melalui skema seperti hutan desa, sementara ancaman karhutla di kawasan gambut membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Bagi Pemprov Jambi, rangkaian persoalan tersebut menjadi bagian dari tantangan menjaga keseimbangan antara konservasi, kepentingan masyarakat dan perlindungan kawasan hutan.(*)




Menhut Raja Juli Turun ke Jambi, Konflik Gajah hingga Karhutla Gambut Jadi Sorotan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan konservasi gajah Sumatera hingga kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat mengunjungi sejumlah kawasan hutan di Provinsi Jambi, Senin 28 September 2026.

Didampingi Gubernur Jambi Al Haris, Raja Juli meninjau kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo serta hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Bungo.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menyoroti penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak yang menghadapi tantangan karakteristik lahan gambut.

Kunjungan diawali dari kawasan konservasi gajah di Kabupaten Tebo.

Raja Juli dan Al Haris melihat langsung aktivitas perawatan satwa, termasuk penyediaan pakan dan kegiatan edukasi konservasi.

Al Haris mengapresiasi petugas yang selama ini merawat gajah di kawasan tersebut.

Mulai dari menyiapkan pakan hingga melakukan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari kegiatan konservasi.

“Teman-teman di Tebo khususnya di kawasan konservasi gajah luar biasa merawat gajah-gajah kita, mulai dari nanam rumput untuk makanan gajah, merawatnya dan sebagainya, bahkan juga ada edukasi-edukasi di situ,” ujar Al Haris.

Namun, persoalan konservasi tidak berhenti pada perawatan satwa. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait konflik gajah dengan aktivitas warga.

Warga mengeluhkan keberadaan populasi gajah yang dinilai terus bertambah dan mulai memasuki atau mengganggu lahan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan pengelolaan konservasi gajah Sumatera di Jambi, ketika upaya melindungi satwa harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat gajah.

Dari Tebo, rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Bungo untuk melihat pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan masyarakat.

Salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah Lubuk Larangan, tradisi masyarakat dalam menjaga kawasan sungai sekaligus mengatur pemanfaatannya secara bersama.

Al Haris menyebut, praktik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga hutan dan ekosistem sungai.

“Pak Menteri tadi melihat bagaimana warga masyarakat menjaga hutan, menjaga sungai Lubuk Larangan sehingga ini contoh luar biasa. Ke depan kami akan mengajukan desa-desa yang rawan untuk dijadikan hutan desa,” kata Al Haris.

Rencana pengembangan hutan desa tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan yang rentan terhadap kerusakan sekaligus memberikan ruang pengelolaan berbasis komunitas.

Selain konservasi gajah dan hutan desa, penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Berbak turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

Raja Juli mengatakan tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyekatan api dan operasi water bombing.

Proses pendinginan juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

“Tim sudah ke sana, sudah mulai menyekat api, WB juga jalan terus, sudah mulai proses pendinginan,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Api yang terlihat padam di permukaan belum sepenuhnya menjamin kebakaran selesai.

Di lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memunculkan api sehingga proses pendinginan membutuhkan waktu.

“Ini lahan gambut, bisa saja nanti padam apinya besok muncul lagi. Kesulitannya memang luar biasa luas belantaranya,” katanya.

Luas dan sulitnya akses menuju titik kebakaran juga menjadi persoalan tersendiri. Raja Juli mengatakan upaya memasukkan peralatan ke lokasi sempat terkendala kondisi kawasan.

Karena itu, jalur sungai turut dipertimbangkan sebagai akses untuk mendukung operasi penanganan kebakaran.

Kunjungan Menteri Kehutanan ke Jambi tersebut memperlihatkan sejumlah tantangan pengelolaan hutan yang saling berkaitan, mulai dari menjaga habitat satwa liar, mengurangi konflik dengan masyarakat, memperkuat peran warga dalam menjaga hutan hingga menangani kebakaran di kawasan gambut.(*)




MTQ ke-55 Jadi Etalase Kota Jambi, UMKM dan Wisata Religi Ikut Disiapkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persiapan Kota Jambi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi 2026 mulai memasuki tahap pemantapan.

Pemerintah Kota Jambi kini mengecek satu per satu lokasi yang akan menjadi arena perlombaan, termasuk masjid-masjid yang tersebar di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Umum LPTQ Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turun langsung meninjau sejumlah venue pada Senin 28 September 2026.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Ex Arena MTQ di Jalan Pintu IV, Lorong Swadaya, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan.

Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu venue utama dalam MTQ yang dijadwalkan berlangsung 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Diza mengatakan pengecekan tidak hanya menyasar kondisi lokasi, tetapi juga panggung, fasilitas peserta, kebutuhan teknis hingga kenyamanan masyarakat di sekitar venue.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengecek kondisi lokasi. Salah satunya venue Ex MTQ karena insyaallah MTQ tingkat provinsi akan dilaksanakan di Kota Jambi. Kita ingin memastikan seluruh persiapannya berjalan dengan baik,” kata Diza.

Berbeda dari konsep yang hanya berpusat pada satu arena, MTQ tahun ini juga akan membawa rangkaian perlombaan lebih dekat ke masyarakat.

Sedikitnya 10 masjid di Kota Jambi disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan sejumlah cabang lomba.

Salah satunya Masjid Nurul Hidayah di Jalan RB Siagian Nomor 184, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, yang dipersiapkan untuk salah satu cabang perlombaan, termasuk Qira’at.

Diza mengatakan peninjauan masjid dilakukan untuk memastikan lokasi memenuhi kebutuhan teknis pelaksanaan lomba, mulai dari ruang hingga fasilitas pendukung.

“Hari ini saya melakukan tiga kunjungan masjid. Kita melihat kesiapan masing-masing masjid, apakah lokasinya sesuai dan fasilitasnya benar-benar bisa digunakan untuk pelaksanaan lomba,” ujarnya.

Namun, pemanfaatan masjid sebagai venue memiliki konsekuensi yang harus diperhatikan panitia. Aktivitas perlombaan tidak boleh menggeser fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah.

Karena itu, jadwal perlombaan nantinya disusun dengan memperhatikan waktu salat dan aktivitas keagamaan masyarakat.

“Tujuan mengadakan lomba MTQ di masjid-masjid ini bukan untuk mengganggu kenyamanan pelaku ibadah. Pelaksanaannya nanti diatur di luar jam ibadah,” tegas Diza.

Pemkot Jambi juga mulai menghitung dampak penyelenggaraan MTQ terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain kesiapan venue, evaluasi dilakukan terhadap keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai kebutuhan pendukung selama kegiatan berlangsung.

Menurut Diza, persiapan masih mencakup sejumlah aspek, termasuk konsep acara, ukuran panggung dan kebutuhan teknis lainnya.

Dengan hadirnya kafilah dari seluruh daerah di Provinsi Jambi, penyelenggaraan MTQ dipandang dapat menjadi ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperkenalkan potensi Kota Jambi kepada tamu dari luar daerah.

MTQ juga diarahkan tidak berhenti sebagai agenda perlombaan keagamaan, tetapi menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mengenalkan budaya, destinasi wisata dan wisata religi Kota Jambi.

MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi akan diikuti kafilah dari 11 kabupaten dan kota, yakni Batanghari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi bersama LPTQ masih melakukan koordinasi dan pembenahan di berbagai lokasi agar rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan nyaman.

Diza berharap pelaksanaan MTQ dapat diterima masyarakat di sekitar venue.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di atas panggung, tetapi juga memberikan dampak sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.

“Ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita tetap harus mengajarkan syariat Al-Qur’an kepada generasi penerus. Mudah-mudahan kegiatan ini disambut baik oleh warga sekitar sehingga kita bersama-sama menyukseskan MTQ,” pungkasnya.(*)