Kabar Terbaru Tol Jambi-Rengat: Penlok Tuntas, Fisik Ditarget Mulai 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Proyek Jalan Tol Jambi-Rengat memasuki tahapan penting setelah Pemerintah Provinsi Jambi menuntaskan Penetapan Lokasi (Penlok).
Penyelesaian Penlok membuka jalan bagi tahapan pengadaan tanah sebelum proyek masuk ke pekerjaan fisik.
Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan proses pengadaan tanah, termasuk pembayaran ganti rugi lahan, rampung pada Desember 2026.
Jika target tersebut tercapai, pembangunan fisik Tol Jambi-Rengat ditargetkan mulai pada awal 2027.
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, dokumen Penlok telah diserahkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
“Penetapan lokasi sudah selesai dan sudah kita serahkan kepada pihak terkait. Sekarang tinggal mempercepat proses pengadaan tanah, termasuk proses ganti rugi tanahnya,” kata Al Haris.
Menurutnya, pemerintah mengejar penyelesaian pengadaan tanah hingga akhir 2026 agar pekerjaan konstruksi dapat dimulai pada Januari 2027.
“Targetnya Desember selesai, karena Januari sudah mulai pengerjaan fisik,” ujarnya.
Proyek Tol Jambi-Rengat Tembus Rp17 Triliun
Tol Jambi-Rengat merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang diproyeksikan memperkuat konektivitas Jambi dengan Riau.
Proyek tersebut juga telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Lampiran Angka 14 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Ruas Jambi-Rengat direncanakan memiliki panjang total sekitar 67,45 kilometer dan terbagi dalam dua seksi.
Seksi I menghubungkan Simpang Ness dengan Cinto Kenang di Kabupaten Muarojambi sepanjang 18,75 kilometer.
Sementara Seksi II membentang dari Bukit Cinto Kenang hingga Merlung sepanjang 48,70 kilometer.
Jalur tersebut melintasi wilayah Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kebutuhan anggaran pembangunan ruas tol tersebut diperkirakan mencapai Rp17 triliun.
Proyek ini juga mendapat dukungan pembiayaan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Tiga Kabupaten di Jambi Masuk Jalur Tol
Pembangunan Tol Jambi-Rengat akan membawa perubahan pada konektivitas sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.
Jalur tol direncanakan melewati Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Di Muarojambi, sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana trase antara lain Kelurahan Pijoan serta Desa Tantan, Rantau Majo, Gerunggung, Bukit Baling, dan Suko Awin Jaya.
Jalur kemudian berlanjut ke wilayah Kabupaten Batanghari melalui Desa Selat dan Teluk.
Selanjutnya, trase memasuki Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik.
Rute tersebut membuat proses pengadaan tanah menjadi salah satu tahapan krusial sebelum pembangunan fisik berjalan.
Pemerintah Kejar Pengadaan Tanah
Percepatan pengadaan tanah menjadi perhatian karena target konstruksi bergantung pada kesiapan lahan.
Sebelumnya, rapat persiapan pada pertengahan Agustus 2026 juga membahas percepatan pelaksanaan JTTS Jambi-Rengat.
Rapat tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dari sisi teknis maupun administrasi.
Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rustam Efendi mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan agar tahapan proyek tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Rapat ini digelar untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama mengenai tata cara percepatan pelaksanaan JTTS ini,” kata Rustam.
Dengan Penlok yang telah selesai, perhatian kini bergeser pada pengadaan tanah.
Target pemerintah cukup jelas: pengadaan tanah selesai Desember 2026 dan pekerjaan fisik mulai Januari 2027.
Namun, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada kelancaran seluruh tahapan pengadaan tanah dan kesiapan proyek.
Bukan Sekadar Jalan Baru untuk Jambi
Jika terealisasi sesuai target, Tol Jambi-Rengat akan menjadi salah satu konektor penting antara Jambi dan Riau.
Kehadiran ruas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang, sekaligus membuka akses yang lebih cepat menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Bagi Jambi, proyek ini juga strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah yang selama ini menjadi bagian dari jalur distribusi antardaerah.
Karena itu, setelah Penlok rampung, pekerjaan terbesar berikutnya bukan lagi menentukan trase, melainkan memastikan proses pengadaan tanah berjalan sesuai target sehingga konstruksi benar-benar dapat dimulai pada 2027.
Tol Jambi-Rengat kini memasuki fase penentu: lahan harus siap, pendanaan harus terjaga, dan target konstruksi awal 2027 harus dibuktikan di lapangan.(*)








