31 Kepala SMA-SMK Jambi Dilantik, Al Haris Ingatkan Soal Dana BOS dan Sorotan Publik! Berikut Nama-namanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris melantik 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Senin 24 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 31 merupakan kepala SMA dan SMK yang akan mengemban tanggung jawab memimpin satuan pendidikan di sejumlah kabupaten dan kota.

Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Pendidikan serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov Jambi.

Bukan hanya soal pergantian atau pengisian jabatan, Al Haris menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan para kepala sekolah mengenai besarnya tanggung jawab yang melekat pada posisi mereka.

Salah satu yang disorot adalah pengelolaan anggaran pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Al Haris, kepala sekolah tidak hanya dituntut meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga harus mampu menjalankan amanah administratif dan keuangan secara bertanggung jawab.

“Di dunia kita punya tanggung jawab, di akhirat juga ada pertanggungjawaban. Jadi bekerjalah dengan serius agar selamat dunia dan akhirat,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Al Haris juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat kinerja pemerintah semakin mudah dipantau masyarakat.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan pejabat publik berpotensi mendapat perhatian masyarakat.

“Kita dilihat oleh semua mata. Semua memantau kita, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Pesan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepala sekolah.

Selain bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar, mereka juga berhadapan dengan tuntutan masyarakat terhadap kualitas sekolah, pelayanan kepada siswa, tata kelola anggaran serta capaian pendidikan.

Dengan posisi tersebut, kepala sekolah dituntut tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu memastikan sekolah berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sebanyak 31 kepala sekolah yang dilantik tersebar di berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Mereka akan memimpin sekolah negeri mulai dari Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Batanghari, Tebo hingga Kota Sungai Penuh.

Berikut daftar lengkap 31 kepala SMA dan SMK yang dilantik:

  1. Abas HS, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 7 Tanjung Jabung Barat.
  2. Algusri, S.Pd. — Kepala SMAN 7 Bungo.
  3. Afrianti, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 5 Tanjung Jabung Timur.
  4. Muhammad Ikhsan, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMKN 3 Sarolangun.
  5. Eka Meinawati, M.Pd., S.Pd. — Kepala SMKN 10 Muaro Jambi.
  6. Rahmat Hidayat, S.Pd. — Kepala SMAN 8 Bungo.
  7. As’ad, SE. — Kepala SMKN 10 Merangin.
  8. Muhammad Subhan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Bungo.
  9. Khoirul Hadi, S.Pd.I., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Bungo.
  10. Marjan, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 3 Sungai Penuh.
  11. Dra. Ferlita Rachmi — Kepala SMKN 1 Merangin.
  12. Toni Hendra, S.Pd. — Kepala SMKN 5 Merangin.
  13. Radias Ependi, S.Pd., M.Si. — Kepala SMAN 5 Tanjung Jabung Timur.
  14. Eky Putri Prasanti, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Sarolangun.
  15. Indra Sakti, S.Pd. — Kepala SMKN 6 Sarolangun.
  16. Novinta, S.Pd. — Kepala SMKN 11 Muaro Jambi.
  17. Efton Julisno, S.Pi. — Kepala SMKN 14 Merangin.
  18. Kaharuddin, S.Pi. — Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur.
  19. Sri Wahyuni, S.Pd. — Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Barat.
  20. Feri Irawan, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Muaro Jambi.
  21. Tri Muhammad Ali, S.Pd. — Kepala SMAN 14 Merangin.
  22. Lahmiur, S.Pt., M.Pd. — Kepala SMKN 5 Kerinci.
  23. Kurnia Budi Gunawan, S.Pd. — Kepala SMAN 4 Batanghari.
  24. Erwady Fandry, S.H. — Kepala SMAN 6 Kerinci.
  25. Nasria, S.Ag., M.Pd. — Kepala SMKN 8 Tebo.
  26. Edi Susanto, S.Hut. — Kepala SMKN 6 Merangin.
  27. Yeni Heriyanti, S.Pd., M.M. — Kepala SMAN 10 Sarolangun.
  28. Fatmawati, S.P., M.Pd. — Kepala SMAN 7 Tanjung Jabung Timur.
  29. Evi Susanti, S.Pd., M.Pd. — Kepala SMAN 2 Tanjung Jabung Timur.
  30. Muanas, S.Pd. — Kepala SMAN 17 Merangin.
  31. Yulivia Indryani, SP. — Kepala SMAN 13 Merangin.

12 Pejabat Fungsional Juga Dilantik

Selain kepala sekolah, Al Haris turut melantik 12 pejabat fungsional.

Penempatan mereka tersebar pada sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Kesehatan, RSUD Raden Mattaher hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.

Berikut nama dan jabatan mereka:

  1. Aliyah, S.Pd., M.Sc. — Arsiparis Ahli Muda pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.
  2. Mutiara Vani, Apt., S.Farm. — Apoteker Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  3. Herry Wardono, SKM. — Administrator Kesehatan Ahli Muda pada RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.
  4. Ismail, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  5. Yazdian, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  6. Ahmadi, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  7. Syafri, SH. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  8. Zulfanni, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  9. Annis Ardianty, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi.
  10. Amirzan, SE. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada BPBD Provinsi Jambi.
  11. Tuti Mahdalena, SKM., M.Sc. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
  12. Ronkasiati, SKM. — Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Al Haris meminta seluruh pejabat yang baru menerima amanah tersebut, menjalankan tugas berdasarkan aturan yang berlaku dan tidak mengabaikan tanggung jawab yang menyertai jabatan.

Ia berharap para pejabat mampu menjalankan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Allah senantiasa menuntun, melindungi, dan memberikan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini,” ujar Al Haris.

Dengan pelantikan tersebut, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mengisi posisi jabatan.

Para pejabat baru dituntut membuktikan kinerja melalui pelayanan publik, tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan serta hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*)




Teknologi Motor Honda Makin Canggih, Siswa SMKN 3 Bungo Dibekali Skill Standar Industri

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Dunia kerja otomotif tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan bongkar-pasang mesin.

Perkembangan teknologi sepeda motor membuat teknisi dituntut memahami sistem elektronik, melakukan diagnosis secara tepat hingga mampu menggunakan perangkat khusus sesuai standar pabrikan.

Kebutuhan kompetensi tersebut mulai diperkenalkan secara langsung kepada siswa Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 3 Bungo melalui program Guru Tamu Industri yang digelar bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Sinsen membawa materi Advance Technology Honda.

Para siswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai teknologi sepeda motor terbaru, tetapi juga diperkenalkan dengan cara kerja, prosedur diagnosis, penggunaan special tools dan standar pelayanan yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

Langkah ini menjadi penting karena teknologi sepeda motor semakin kompleks.

Sistem injeksi, fitur keselamatan elektronik hingga teknologi elektrifikasi membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja otomotif dengan kompetensi spesifik semakin besar.

Dari PGM-FI hingga Teknologi Elektrifikasi

Sejumlah teknologi yang diperkenalkan kepada siswa mencakup PGM-FI (Programmed Fuel Injection), Honda Selectable Torque Control (HSTC), Honda Smart Key System, Assist & Slipper Clutch, Emergency Stop Signal (ESS) dan sistem pengereman ABS.

Siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai teknologi elektrifikasi pada sepeda motor Honda.

Materi tersebut memberi gambaran bahwa pekerjaan teknisi modern tidak berhenti pada pemeriksaan komponen mekanis.

Kemampuan membaca gejala kerusakan, memahami sistem kendaraan dan melakukan diagnosis sesuai prosedur menjadi bagian penting dari kompetensi teknisi.

Di sisi lain, pengenalan special tools dan standar AHASS memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya.

Dengan pendekatan seperti ini, siswa dapat mengetahui sejak di bangku sekolah bahwa standar pekerjaan di industri memiliki prosedur yang harus dipatuhi, terutama terkait ketepatan diagnosis, penggunaan peralatan dan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Menjembatani Sekolah dan Dunia Kerja

Program Guru Tamu tersebut merupakan bagian dari implementasi Link and Match antara SMK binaan Honda dan dunia industri.

Konsep ini diarahkan untuk memperkecil jarak antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Bagi pendidikan vokasi, keterlibatan industri menjadi salah satu cara agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

Kepala SMK Negeri 3 Bungo, Agus Supriyanto, mengatakan kehadiran instruktur industri memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat memperoleh informasi langsung mengenai teknologi yang digunakan dalam dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sinar Sentosa Primatama yang secara konsisten memberikan pembelajaran berbasis industri kepada siswa kami,” ujar Agus.

Menurut dia, pembelajaran langsung dari praktisi industri diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi lulusan sehingga lebih siap menghadapi persaingan di sektor otomotif.

Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui program Guru Tamu.

Penguatan pendidikan vokasi Honda di Jambi juga mencakup pengembangan kurikulum, Teaching Factory atau AHASS TEFA serta peningkatan kompetensi siswa yang disesuaikan dengan standar industri.

Sinsen Dorong Siswa Punya Pola Pikir Industri

General Manager Service & Part PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, mengatakan percepatan perkembangan teknologi sepeda motor membuat peningkatan kompetensi guru dan siswa harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui program Guru Tamu ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi Honda saat ini,” kata Erwin.

Ia menilai siswa perlu memiliki lebih dari sekadar pemahaman teori.

Mereka juga perlu dibekali pola pikir industri, kemampuan diagnosis dan pemahaman terhadap prosedur kerja yang berlaku di jaringan AHASS.

Bagi Sinsen, kolaborasi dengan sekolah vokasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri otomotif.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep Sinergi Bagi Negeri yang menjadi landasan perusahaan dalam membangun kerja sama dengan dunia pendidikan.

Siswa Dihadapkan pada Teknologi yang Mereka Temui di Dunia Kerja

Antusiasme siswa terlihat selama sesi berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dengan instruktur, mengajukan pertanyaan hingga mengikuti demonstrasi teknologi.

Interaksi semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan aplikasi teknologi pada sepeda motor yang digunakan konsumen.

Bagi siswa TSM, pengalaman tersebut juga dapat menjadi gambaran awal mengenai tuntutan pekerjaan setelah lulus.

Teknisi dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjaga ketepatan prosedur dalam menangani kendaraan.

Kolaborasi SMKN 3 Bungo dan Sinsen pada akhirnya bukan hanya soal memperkenalkan fitur baru sepeda motor Honda.

Lebih jauh, program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dituntut bergerak mengikuti perubahan industri.

Ketika kendaraan semakin mengandalkan sistem elektronik, fitur keselamatan dan teknologi elektrifikasi, kompetensi tenaga kerja juga harus ikut berubah.

Tantangannya kini bukan hanya mencetak lulusan yang bisa memperbaiki sepeda motor, tetapi menyiapkan teknisi yang mampu mendiagnosis, memahami teknologi dan bekerja sesuai standar industri.(*)




81 Miles for Indonesia, Cara XLSMART Uji 5G Sekaligus Tebar Kepedulian di Jawa Tengah-Yogyakarta

SEMARANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan Semarang-Solo-Yogyakarta yang ditempuh XLSMART pada 21-22 Agustus 2026 bukan sekadar agenda touring untuk memperingati 81 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Di balik perjalanan sepanjang 81 miles tersebut, perusahaan telekomunikasi ini membawa pesan yang lebih besar: memperluas akses konektivitas 5G sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan jaringan perlu berjalan beriringan dengan manfaat sosial.

Melalui program “81 Miles for Indonesia – Connected Beyond the Journey”, XLSMART menggabungkan pengujian pengalaman jaringan 5G, aktivitas komunitas, kunjungan layanan pelanggan dan program sosial XLSMART Berbagi dalam satu rangkaian perjalanan.

Pilihan rute Semarang-Solo-Yogyakarta menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana konektivitas digunakan dalam mobilitas sehari-hari.

Peserta tidak hanya menempuh perjalanan bersama komunitas XLSMART Motorcycle Club, tetapi juga merasakan langsung pengalaman jaringan di sejumlah titik sepanjang jalur yang dilalui.

Bagi XLSMART, konektivitas 5G tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai teknologi dengan kecepatan lebih tinggi.

Jaringan tersebut diarahkan untuk menopang kebutuhan digital masyarakat, mulai dari komunikasi, akses informasi, pertukaran konten hingga berbagai aktivitas berbasis internet.

Target 88 Kota Jadi Tantangan Berikutnya

Langkah tersebut menjadi relevan di tengah agenda ekspansi jaringan 5G XLSMART. Perusahaan menyebut layanan 5G-nya saat ini telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia.

Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 88 kota dan kabupaten hingga akhir 2026.

Target itu menunjukkan bahwa pekerjaan terbesar bukan hanya menghadirkan teknologi 5G di pusat-pusat kota, tetapi memperluas jangkauannya agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati konektivitas generasi terbaru.

Direktur & Chief People Officer XLSMART Jeremiah Rathadi mengatakan semangat kemerdekaan menjadi landasan bagi perusahaan untuk menghubungkan teknologi dengan kepedulian sosial.

“Bagi XLSMART, menghubungkan Indonesia bukan hanya tentang membangun jaringan. Lebih dari itu, konektivitas harus mampu mendekatkan masyarakat, membuka kesempatan, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan bersama,” ujar Jeremiah.

Menurut dia, konsep Connected Beyond the Journey menggambarkan upaya XLSMART untuk menjadikan konektivitas bukan sekadar infrastruktur digital, tetapi bagian dari upaya memperluas kesempatan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bukan Sekadar Klaim Jaringan

Agenda 81 Miles juga menjadi momentum bagi XLSMART untuk membawa pengalaman jaringan lebih dekat kepada pengguna.

Sepanjang rute, peserta mendapatkan kesempatan menguji pengalaman konektivitas 5G dalam kondisi perjalanan.

Aktivitas tersebut memberi gambaran mengenai penggunaan jaringan untuk berbagai kebutuhan digital ketika masyarakat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain.

Dari sisi kualitas jaringan, layanan XL yang ditopang infrastruktur XLSMART sebelumnya memperoleh empat penghargaan dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Penghargaan tersebut mencakup Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Namun, capaian penghargaan jaringan sekaligus menghadirkan tantangan berikutnya bagi operator: bagaimana mempertahankan kualitas ketika cakupan terus diperluas.

Karena itu, ekspansi menuju 88 kota dan kabupaten menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana konektivitas 5G dapat hadir lebih luas, bukan hanya kuat di wilayah tertentu.

Tiga Kota, Tiga Sasaran Bantuan

Dimensi lain dari 81 Miles for Indonesia terlihat dari program XLSMART Berbagi yang digelar di tiga wilayah.

Di Semarang, bantuan diberikan kepada para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Bantuan kebutuhan pokok tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada kelompok yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa.

Dari Semarang, rangkaian kepedulian berlanjut ke Solo. XLSMART memberikan dukungan kepada lansia di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta, terutama untuk kebutuhan perawatan dan kebersihan sehari-hari.

Sementara di Yogyakarta, bantuan diarahkan kepada Yayasan Mutiara Hikmah. Dukungan diberikan dalam bentuk kebutuhan renovasi masjid, termasuk material bangunan, furnitur dan perlengkapan ibadah.

Dengan demikian, perjalanan yang mengambil simbol angka 81 tidak berhenti pada jarak yang ditempuh. Setiap kota yang menjadi bagian dari rute juga menjadi titik pelaksanaan kegiatan sosial.

Menggabungkan Teknologi dan Komunitas

Rangkaian 81 Miles for Indonesia membawa sedikitnya lima agenda sekaligus, yakni touring bersama XLSMART Motorcycle Club, kunjungan ke galeri layanan, kegiatan XLSMART Berbagi, interaksi dengan komunitas otomotif serta pengujian pengalaman jaringan 5G.

Perjalanan dimulai dari Semarang menuju Solo pada Jumat, 21 Agustus 2026. Sehari kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan dari Solo menuju Sleman, Yogyakarta, sebelum seluruh rangkaian berakhir di Yogyakarta.

Bagi XLSMART, format tersebut menjadi cara untuk mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: teknologi, komunitas dan kontribusi sosial.

Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin mengandalkan kualitas jaringan dan pengalaman digital, pendekatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kedekatan dengan pengguna.

Melalui semangat “Connected Beyond the Journey”, XLSMART menyatakan akan melanjutkan penguatan konektivitas sekaligus program sosial untuk mendukung Indonesia yang lebih terkoneksi, inklusif dan maju.

Target memperluas 5G hingga 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026 kini menjadi salah satu pekerjaan besar yang akan menentukan seberapa jauh ambisi konektivitas tersebut dapat diwujudkan.(*)




ISPU Kota Jambi Tembus 204, Sekolah Bisa Diliburkan Hari Ini? Berikut Penjelasan Walikota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di Kota Jambi memburuk drastis pada Senin 24 Agustus 2026 pagi.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Paal Lima tercatat mencapai 204, dengan parameter PM2.5 menjadi pencemar kritis.

Angka tersebut sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi karena terjadi di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah kawasan dan dugaan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Lonjakan kualitas udara tersebut cukup signifikan jika dibandingkan sehari sebelumnya.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, ISPU Kota Jambi pada Minggu 23 Agustus 2026 masih berada di angka 123. Namun, pada Senin pagi angkanya melonjak hingga menembus 200.

“Untuk saat ini Pemerintah Kota Jambi selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Maulana saat diwawancarai, Senin.

Memburuknya kualitas udara membuat Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus segera menentukan langkah.

Rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung Senin siang dengan salah satu agenda utama membahas dampak kabut asap dan tingginya pencemaran udara terhadap aktivitas masyarakat.

Salah satu opsi yang akan dibahas adalah kemungkinan meliburkan siswa sekolah.

“Nanti kita rapat sama Forkopimda, apakah akan diliburkan bagi anak-anak sekolah. Itu nanti keputusan rapat koordinasi,” kata Maulana.

Artinya, hingga Senin pagi belum ada keputusan final mengenai penghentian sementara kegiatan belajar mengajar. Kebijakan tersebut masih menunggu hasil rapat bersama Forkopimda.

Maulana mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu.

Pemantauan tersebut diperlukan karena kondisi udara dapat berubah seiring dengan pergerakan asap dan perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, asap dari luar wilayah Kota Jambi turut memberikan dampak terhadap kualitas udara.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mempertimbangkan berbagai langkah untuk melindungi masyarakat.

Terutama anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah serta kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Rapat Forkopimda tidak hanya akan membahas persoalan kabut asap dan kualitas udara.

Maulana menyebut sejumlah persoalan lain di Kota Jambi juga masuk dalam pembahasan, termasuk ketersediaan udara bersih serta persoalan kenakalan remaja.

Namun, dengan ISPU yang telah menembus angka 204, persoalan kualitas udara menjadi salah satu isu yang membutuhkan perhatian segera.

Pemerintah perlu memastikan apakah aktivitas masyarakat masih dapat berjalan normal atau membutuhkan pembatasan tertentu apabila kondisi udara terus memburuk.

Kenaikan ISPU dari 123 pada Minggu menjadi 204 pada Senin pagi menunjukkan perubahan kualitas udara yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Jambi pun menjadi semakin serius karena bersamaan dengan meningkatnya konsentrasi PM2.5.

Untuk sementara, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin pekat.

Keputusan mengenai kemungkinan meliburkan sekolah dan langkah penanganan lainnya akan ditentukan setelah rapat koordinasi Forkopimda Kota Jambi.

Di saat kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi, angka ISPU justru menembus level sangat tidak sehat.

Kini keputusan pemerintah ditunggu, terutama menyangkut perlindungan anak-anak dan masyarakat dari paparan udara tercemar.(*)




Kualitas Udara di Kota Jambi Memburuk Senin Pagi! BPBD Imbau Masyarakat Gunakan Masker

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi kembali memburuk pada Senin 24 Agustus 2026 pagi.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 06.00 WIB, sejumlah wilayah tercatat mengalami peningkatan pencemaran udara dengan parameter kritis partikulat PM2,5.

Di Kota Jambi, Stasiun Pemantau Paal Lima mencatat ISPU sebesar 199 dengan kategori Tidak Sehat.

Sementara kondisi lebih buruk terjadi di Kabupaten Muaro Jambi dengan ISPU mencapai 274, yang masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Adapun Kabupaten Tanjung Jabung Timur tercatat memiliki ISPU 55 atau kategori Sedang, sedangkan Kabupaten Tebo berada pada angka 19 dengan kategori Baik, dengan parameter kritis NO2.

Berdasarkan ketentuan ISPU, kategori Berbahaya baru ditetapkan apabila indeks mencapai 301 atau lebih.

Dengan demikian, angka 274 di Muaro Jambi belum masuk kategori Berbahaya, tetapi sudah berada pada level Sangat Tidak Sehat yang perlu mendapat perhatian serius.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul kabut asap yang mulai terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi sejak Minggu 23 Agustus 2026 , hingga Senin 24 Agustus 2026 pagi.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi sebelumnya mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kabut asap.

“Nanti siang kami akan rapat bersama Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota. Dari rapat itu nanti akan dibahas langkah-langkah yang perlu dilakukan terkait kondisi kabut asap ini,” kata Doni, Senin 24 Agustus 2026 pagi.

Doni juga menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru sebelum memperoleh gambaran kondisi secara menyeluruh.

Termasuk pemberian masker kepada masyarakat juga masih menunggu hasil rapat siang nanti

“Tapi tetap kami imbau, masyarakat perlu waspada dan memakai masker,” harapnya.

Hasil pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait akan menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan.

Sementara itu, masyarakat di wilayah yang terdampak kualitas udara buruk diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan.

Kondisi ISPU yang tinggi dapat menjadi indikator perlunya pembatasan aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara terus memburuk.

Dengan angka ISPU Muaro Jambi yang telah mencapai 274 dan Kota Jambi 199 pada Senin 24 Agustus 2026 pagi, perkembangan kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat masih perlu terus dipantau.(*)




PAN Kota Jambi Tancap Gas Usai Milad ke-28, Naim Minta Konsolidasi Sampai Ranting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perayaan Milad ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Jambi tidak ingin berhenti sebagai seremoni.

Setelah momentum perayaan, seluruh kader diminta langsung “memanaskan mesin” partai dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat ranting.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris DPD PAN Kota Jambi, Naim, yang menilai usia 28 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kehadiran PAN di tengah masyarakat.

Menurut Naim, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga seberapa solid kader dalam bergerak dan menjaga komunikasi dengan masyarakat.

“Setelah ini kita tancap gas. Gercep, panaskan mesin partai dan lakukan konsolidasi sampai tingkat ranting,” tegas Naim.

Naim mengatakan Milad ke-28 PAN harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia partai.

Momentum tersebut, kata dia, menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan antarkader sekaligus mengevaluasi kekuatan organisasi menghadapi agenda politik dan kerja-kerja kepartaian ke depan.

“Milad ini menjadi momentum untuk kita semua mempererat rasa persaudaraan sesama kader. Kita ingin PAN semakin solid, semakin kompak dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada kader dan simpatisan yang selama ini ikut menjaga eksistensi PAN di Kota Jambi.

Bagi Naim, perjalanan PAN selama 28 tahun tidak terlepas dari kerja para kader yang membangun organisasi sekaligus menjaga hubungan dengan masyarakat.

Setelah perayaan milad, Naim meminta jajaran PAN Kota Jambi tidak larut dalam seremoni. Konsolidasi struktur harus segera dilanjutkan hingga lapisan terbawah organisasi.

Penguatan ranting dinilai penting karena menjadi salah satu ujung tombak partai dalam menjaga komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Partai harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, menyerap aspirasi dan ikut mencarikan solusi atas persoalan yang ada,” katanya.

Naim menilai kader PAN tidak boleh hanya muncul ketika momentum politik tiba.

Kehadiran kader harus dibangun melalui kerja sosial dan komunikasi yang berlangsung secara konsisten.

Di tengah upaya memperkuat struktur, Naim juga mengingatkan kader agar menjaga soliditas internal.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi politik.

Namun, perbedaan tersebut jangan sampai berkembang menjadi konflik yang merusak kekompakan partai.

“Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Kita harus tetap satu barisan, saling menghargai dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh kader dapat menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas perbedaan pribadi.

Milad PAN tahun ini juga beriringan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Naim mengatakan semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan kader PAN melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Bagi kader PAN, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari perjuangan. Jangan hanya berbicara tentang politik, tetapi tunjukkan bahwa politik juga bisa memberikan manfaat,” katanya.

Menurutnya, kader PAN harus mampu mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial sekaligus ikut mendorong pembangunan di Kota Jambi.

Ke depan, PAN Kota Jambi juga didorong menjadi organisasi yang semakin terbuka dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Naim menilai regenerasi kader, penguatan peran anak muda serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk menjaga relevansi PAN di tengah perubahan perilaku masyarakat.

Ia optimistis konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat posisi PAN Kota Jambi.

“Harapan kita sederhana, PAN semakin solid, semakin besar dan semakin bermanfaat. Mari kita jaga persaudaraan, perkuat struktur dan bersama-sama bekerja untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dengan demikian, Milad ke-28 PAN Kota Jambi bukan hanya menjadi penanda perjalanan partai, tetapi juga menjadi titik awal untuk kembali menggerakkan struktur organisasi hingga tingkat ranting.(*)




Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi, Sekolah Belum Terapkan Pembelajaran Daring

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Jambi pada Minggu 23 Agustus 2026.

Kondisi tersebut terlihat sejak pagi hingga sore hari dan menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait aktivitas pendidikan yang akan kembali berlangsung pada Senin 24 Agustus 2026

Di tengah kondisi udara yang berkabut, Pemerintah Kota Jambi hingga Minggu sore belum mengeluarkan kebijakan khusus terkait pelaksanaan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran secara daring bagi siswa sekolah di wilayah Kota Jambi.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan hingga Minggu sore pihaknya belum menerima informasi maupun instruksi resmi mengenai perubahan sistem pembelajaran akibat kondisi udara di Kota Jambi.

“ Sampai sore ini belum ada info resmi dan belum ada kebijakan untuk siswa WFH. Besok pagi baru akan kami koordinasikan, tentu juga meminta saran OPD yang berwenang terkait kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Zulafni.

Dengan belum adanya kebijakan tersebut, kegiatan pembelajaran pada Senin 24 Agustus 2026 untuk sementara masih mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Sekolah juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kota Jambi maupun hasil koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan terkait kondisi kualitas udara.

Zulafni menegaskan, perkembangan kondisi udara akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah yang perlu diambil.

Koordinasi akan dilakukan pada Senin 24 Agustus 2026, dengan mempertimbangkan kondisi terbaru di lapangan serta masukan dari OPD terkait.

Kabut asap sendiri mulai terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi sejak Minggu pagi.

Hingga sore hari, kondisi tersebut masih terlihat di sejumlah wilayah.

Langit tampak berkabut dengan jarak pandang yang relatif berkurang dibandingkan kondisi normal.

Situasi ini turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Mereka menunggu kepastian apakah anak-anak tetap mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah atau nantinya akan dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah apabila kondisi udara dinilai tidak memungkinkan.

Kebijakan pembelajaran daring atau dari rumah nantinya tentu akan mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama kondisi kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.

Karena itu, keputusan tidak hanya bergantung pada kondisi kabut yang terlihat secara kasatmata, tetapi juga memerlukan koordinasi dengan instansi yang berwenang memberikan informasi mengenai kondisi udara.

Untuk saat ini, Dinas Pendidikan Kota Jambi belum menetapkan pembelajaran daring bagi siswa SMP.

Kepastian mengenai kebijakan pendidikan pada Senin besok akan menunggu hasil koordinasi dan perkembangan kondisi udara pada pagi hari.

Dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Jambi hingga Minggu sore, masyarakat, khususnya orang tua siswa, diharapkan mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kota Jambi dan Dinas Pendidikan.

Sekolah juga diharapkan tidak mengambil kebijakan sendiri sebelum ada arahan resmi dari pihak berwenang.

Keputusan yang akan diambil pada Senin pagi nantinya diharapkan dapat mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan sesuai dengan kondisi yang ada.(*)




199 Hotspot Terdeteksi di Jambi, Sarolangun hingga Muaro Jambi Masuk Pantauan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 199 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah Provinsi Jambi dalam pemantauan BMKG pada Minggu 23 Agustus 2026.

Data Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi tersebut merupakan hasil pemantauan pada periode pukul 00.00 hingga 16.00 WIB.

Ratusan hotspot itu tersebar di sejumlah kabupaten, dengan beberapa wilayah menunjukkan sebaran titik panas di banyak kecamatan.

Kemunculan ratusan titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang juga menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi pada Minggu.

Berdasarkan rincian data BMKG, hotspot terpantau di sejumlah wilayah Jambi.

Di Kabupaten Sarolangun, titik panas antara lain terdeteksi di wilayah Pauh, Air Hitam dan Sarolangun.

Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hotspot tersebar di antaranya pada wilayah Batang Asam, Betara, Bram Itam dan Senyerang.

Sebaran juga ditemukan di Kabupaten Batanghari, meliputi Bajubang, Maro Sebo Ulu, Mersam, Muara Bulian hingga Muara Tembesi.

Di Kabupaten Tebo, titik panas terpantau antara lain di Sumay, Muaro Tabir, VII Koto dan VII Koto Ilir.

Sedangkan Kabupaten Muaro Jambi juga masuk dalam wilayah yang terpantau memiliki hotspot, antara lain di Sekernan, Jambi Luar Kota dan Kumpeh Ulu.

Selain wilayah tersebut, BMKG juga mencatat titik panas di Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur, Kerinci dan Merangin.

Data hotspot perlu dipahami sebagai indikator adanya anomali panas yang terdeteksi satelit, bukan secara otomatis berarti seluruh titik merupakan lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Tingkat kepercayaan hasil deteksi juga berbeda-beda.

Dalam laporan BMKG, tingkat kepercayaan hotspot terbagi dalam kategori rendah 0–29 persen, sedang 30–79 persen dan tinggi 80–100 persen.

Deteksi dilakukan menggunakan sejumlah satelit pengamatan, termasuk SNPP dan NOAA20.

Karena itu, titik panas yang terdeteksi tetap membutuhkan pengecekan lebih lanjut di lapangan untuk memastikan apakah benar terdapat kebakaran.

Meski tidak seluruh hotspot dapat langsung dikategorikan sebagai Karhutla, kemunculan 199 titik panas dalam satu periode pemantauan menjadi sinyal yang perlu diwaspadai.

Terlebih, sejumlah wilayah yang terdeteksi hotspot berada di kabupaten dengan hamparan lahan dan kawasan yang memiliki potensi terdampak kebakaran saat kondisi mendukung.

Beberapa catatan dalam laporan pemantauan juga menunjukkan adanya aktivitas yang berada di sekitar wilayah operasional khusus, termasuk area sumur minyak.

Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan dan verifikasi lebih lanjut agar titik panas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang meluas.

Masyarakat di wilayah yang terdapat hotspot diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Pemantauan terhadap perkembangan titik panas juga penting dilakukan secara berkelanjutan, khususnya ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung munculnya api.

Dengan ratusan hotspot yang terdeteksi di berbagai wilayah, penanganan Karhutla di Jambi membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Mulai dari pemantauan titik panas, pengecekan lapangan hingga tindakan cepat apabila ditemukan kebakaran.(*)




Belum Ada Keputusan Hadapi Kabut Asap, BPBD Kota Jambi: Besok Rapat Dipimpin Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi pada Minggu 23 Agustsus 2026 belum membuat Pemerintah Kota Jambi mengambil keputusan khusus terkait dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Hingga Minggu sore, belum ada langkah pasti yang ditetapkan Pemkot Jambi untuk menyikapi kondisi udara dan kabut asap yang terlihat cukup pekat di sejumlah kawasan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Doni Sumtraidi, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

Menurut Doni, pembahasan lebih lanjut baru akan dilakukan pada Senin 24 Agustus 2026 melalui rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi.

“Besok kami akan rapat bersama Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota. Dari rapat itu nanti akan dibahas langkah-langkah yang perlu dilakukan terkait kondisi kabut asap ini,” ujar Doni saat dikonfirmasi, Minggu.

Doni menegaskan, BPBD Kota Jambi belum dapat memastikan kebijakan apa yang akan diambil sebelum rapat tersebut digelar.

“Untuk saat ini belum ada keputusan atau langkah khusus. Kami masih melihat perkembangan kondisi di lapangan. Besok akan dibahas bersama Forkopimda, sehingga apa yang menjadi langkah pemerintah akan ditentukan setelah rapat tersebut,” katanya.

Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi sejak Minggu pagi dan bertahan hingga sore hari.

Kondisi tersebut membuat udara terasa lebih pekat. Jarak pandang di beberapa ruas jalan juga terlihat menurun dibandingkan kondisi normal.

Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi ketika aktivitas warga masih berlangsung, termasuk pengguna kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan Kota Jambi.

Bagi pengendara, berkurangnya jarak pandang membuat kondisi perjalanan perlu mendapat perhatian lebih.

Sementara bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara, paparan asap juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi.

Doni mengatakan, pemerintah daerah perlu melihat kondisi secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan.

Tidak hanya kondisi kabut asap yang menjadi pertimbangan, tetapi juga perkembangan kualitas udara, sumber asap, kondisi kesehatan masyarakat serta situasi di lapangan.

Karena itu, BPBD Kota Jambi memilih menunggu pembahasan bersama unsur terkait sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

“Kami tidak ingin mengambil langkah sendiri-sendiri. Besok akan kami koordinasikan bersama Forkopimda. Pak Wali Kota akan memimpin rapat tersebut, dan dari sana akan dilihat kondisi serta langkah apa yang paling tepat,” ujar Doni.

Ia menambahkan, BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah kemungkinan penerapan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi pada Senin.

Namun hingga Minggu sore, belum ada keputusan resmi mengenai kebijakan tersebut.

Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, sebelumnya mengatakan belum ada instruksi khusus yang menetapkan ASN Pemkot Jambi untuk bekerja dari rumah akibat kondisi kabut asap.

“Belum ada instruksi khusus mengenai hal itu,” ujarnya.

Dengan demikian, untuk sementara aktivitas perkantoran Pemkot Jambi pada Senin masih mengikuti ketentuan kerja yang berlaku, sembari menunggu hasil rapat dan arahan pemerintah daerah.

Rapat Forkopimda yang dipimpin Wali Kota Jambi, Maulana pada Senin akan menjadi salah satu momentum penting untuk menentukan respons pemerintah terhadap kondisi kabut asap.

BPBD Kota Jambi belum memastikan apakah akan ada kebijakan khusus bagi masyarakat maupun aparatur pemerintah.

“Intinya besok kita rapat dulu. Kita lihat perkembangan kondisi dan data yang ada. Setelah itu baru ditentukan apakah memang diperlukan langkah tertentu dari pemerintah daerah,” tutur Doni.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.

Kondisi kabut asap di Kota Jambi masih terus dipantau. Keputusan mengenai langkah penanganan, termasuk kemungkinan kebijakan terhadap aktivitas pemerintahan, baru akan diketahui setelah rapat Forkopimda pada Senin 24 Agustus 2026.(*)




Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi, ASN Bakal WFH? Ini Penjelasan BKPSDMD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi sejak Minggu 23 Agustus 2026 pagi hingga sore hari.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sejumlah kawasan terlihat menurun dan udara terasa lebih pekat, terutama pada pagi hingga siang hari.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi pada Senin 24 Agustus 2026.

Namun, hingga Minggu sore, Pemerintah Kota Jambi belum mengeluarkan instruksi khusus mengenai penerapan WFH bagi ASN.

Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menyebut belum ada arahan khusus yang menetapkan ASN Pemkot Jambi untuk bekerja dari rumah akibat kondisi kabut asap.

“Belum ada instruksi khusus mengenai hal itu,” ujar Rizalul Fikri saat dikonfirmasi terkait kemungkinan penerapan WFH bagi ASN pada Senin besok.

Dengan demikian, aktivitas perkantoran pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Jambi pada Senin 24 Agustus 2026 sejauh ini masih mengacu pada ketentuan dan jadwal kerja yang berlaku.

Kebijakan lebih lanjut masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan serta arahan dari pimpinan pemerintah daerah apabila situasi kabut asap semakin memburuk.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi pada Minggu terlihat cukup pekat.

Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan di kawasan tertentu, tetapi juga tampak di sejumlah ruas jalan dan permukiman.

Langit terlihat berkabut dan jarak pandang menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.

Munculnya kabut asap ini juga menjadi perhatian masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Warga yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan lainnya terlihat harus lebih berhati-hati karena jarak pandang yang berkurang.

Sejumlah warga juga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara memburuk.

Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.

Meski demikian, keputusan mengenai penerapan WFH bagi ASN tidak serta-merta hanya didasarkan pada munculnya kabut asap.

Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk perkembangan kualitas udara, kondisi kesehatan masyarakat, jarak pandang, serta rekomendasi dari instansi terkait.

Apabila kondisi kabut asap terus bertahan hingga Senin, perkembangan situasi di lapangan akan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya.

Kebijakan dapat dievaluasi apabila kondisi udara dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat maupun kesehatan ASN.

Untuk sementara, ASN di lingkungan Pemkot Jambi masih menunggu perkembangan dan arahan resmi pemerintah.

Masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.

Kondisi kabut asap yang terjadi pada Minggu 23 Agustus 2026 menjadi perhatian tersendiri mengingat aktivitas pemerintahan dan masyarakat Kota Jambi akan kembali berlangsung pada awal pekan.

Keputusan mengenai WFH atau kebijakan lain akan bergantung pada perkembangan situasi serta instruksi resmi pemerintah daerah.(*)