Minat Kendaraan Listrik Naik, Pemkot Jambi Buka Jalan bagi Investor SPKLU

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertumbuhan kendaraan listrik mulai mengubah kebutuhan infrastruktur transportasi di Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi kini mendorong penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena jumlah kendaraan listrik terus bertambah, sementara titik pengisian daya masih terbatas.
Data Pemerintah Kota Jambi mencatat sekitar 370 kendaraan listrik telah beredar di wilayah tersebut.
Sekitar 300 unit di antaranya menggunakan nomor polisi BH, sedangkan sisanya merupakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah.
Di sisi lain, saat ini baru terdapat sekitar 12 titik SPKLU yang dikelola PLN dan pihak swasta.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan ekspansi jaringan SPKLU secara bertahap.
Pemerintah daerah bahkan membidik penambahan hingga 100 titik dengan membuka peluang investasi dan kerja sama dengan BUMN maupun sektor swasta.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran mengatakan, pemerintah daerah memiliki sejumlah aset yang berpotensi digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Beberapa lokasi yang disebut potensial antara lain Terminal Rawasari, kantor kecamatan, rumah sakit, serta lahan pemerintah daerah lainnya.
“Kita mendorong percepatan pengadaan SPKLU melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BUMN maupun swasta,” kata Amran.
Kebutuhan SPKLU Mulai Dirasakan Konsumen
Menurut Amran, kebutuhan terhadap SPKLU mulai terlihat dari meningkatnya pertanyaan calon konsumen kendaraan listrik kepada dealer.
Informasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ketersediaan fasilitas pengisian daya mulai dipertimbangkan masyarakat sebelum membeli kendaraan listrik.
“Cukup banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan SPKLU di Kota Jambi. Ini menunjukkan bahwa keberadaan SPKLU sudah menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kendaraan listrik,” ujarnya.
Bagi pengguna kendaraan listrik, jaringan pengisian yang mudah dijangkau menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas, terutama ketika melakukan perjalanan di dalam maupun luar kota.
Pemkot Jambi Tak Ingin Pertumbuhan Kendaraan Tak Diikuti Infrastruktur
Pemkot Jambi melihat pertumbuhan kendaraan listrik berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, penambahan SPKLU dinilai perlu dilakukan sejak sekarang agar perkembangan kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibanding kesiapan infrastrukturnya.
“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” kata Amran.
Target penambahan hingga 100 titik SPKLU tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi lokasi.
Artinya, jika target tersebut terealisasi, jaringan SPKLU di Kota Jambi akan bertambah jauh dari kondisi saat ini yang baru sekitar 12 titik.
Investor Mulai Didekati
Upaya memperluas jaringan SPKLU tidak hanya mengandalkan pembangunan oleh pemerintah. Pemkot Jambi juga mulai membuka ruang bagi investor untuk masuk ke sektor tersebut.
Amran mengatakan, pembahasan dengan calon investor telah dilakukan. Sejumlah investor bahkan disebut telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membicarakan peluang pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu memper Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” ujarnya.
Dengan skema kerja sama tersebut, aset pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu mempercepat penambahan fasilitas.
Infrastruktur Jadi Kunci Ekosistem Kendaraan Listrik
Pengembangan SPKLU tidak semata berkaitan dengan fasilitas pengisian kendaraan.
Bagi Pemkot Jambi, kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari ekosistem yang dibutuhkan agar penggunaan kendaraan listrik dapat berkembang.
Selain mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai berpotensi menekan biaya energi dan operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Namun, besaran penghematan tetap bergantung pada pola penggunaan dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Pemkot Jambi berharap kolaborasi pemerintah daerah, PLN, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan jaringan SPKLU.
Dengan jumlah kendaraan listrik yang sudah mencapai sekitar 370 unit dan target pengembangan hingga 100 titik SPKLU.
Kota Jambi kini menghadapi pekerjaan berikutnya, dengan memastikan pertumbuhan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya.(*)








