Yang Tak Sejalan

Puisi Oleh: Fitriyani

 

Arus sungai memilih jalannya sendiri,

ia tak melawan arah angin

yang tak lagi mengantarnya ke muara.

 

Ada hal yang sering bertahan bukan karena cinta,

melainkan karena takut pada sunyi

yang menunggu setelah perpisahan.

 

Padahal, memeluk terlalu lama

hal-hal yang tak memberi tenang

hanya mengajarkan lelah,

tanpa pernah mengajarkan pulang.

 

Ada rasa yang perlahan memudar,

bukan oleh jarak,

melainkan oleh ketidakselarasan

yang terus dipaksakan tinggal.

 

Melepaskan bukan selalu tentang kehilangan,

kadang itu hanya soal kejujuran pada diri

tentang berani mengakui

bahwa tidak semua hal

diciptakan untuk dipertahankan.

 

Yang pergi tak selalu salah,

yang ditinggal pun tak selalu lemah.

 

Kadang semesta hanya ingin mengingatkan

bahwa yang sejalan

tak perlu dipertahankan dengan luka.

 

Sebab pada akhirnya,

yang pantas tinggal

tak perlu dipaksa bertahan,

dan yang dilepaskan

hanya sedang dikembalikan

pada tempat yang semestinya.




TP PKK Muaro Jambi Panen Cabai Merah, Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

SENGETI, SEPUCUKJAMBi.ID – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muaro Jambi, Ririn Novianty, melakukan panen cabai merah bersama kelompok tani dan masyarakat di Desa Gerunggung, Kecamatan Sekernan, Kamis (15/1/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Panen cabai merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan pemanfaatan lahan pekarangan, sejalan dengan Gerakan Tanam (Gertam) Cabai secara nasional, guna memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.

Ririn Novianty menegaskan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas strategis seperti cabai, yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga tetapi juga menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

“Pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai dan sayuran sangat membantu rumah tangga. Ketika kebutuhan cabai bisa dipenuhi sendiri, dampak fluktuasi harga pasar tidak terlalu membebani ekonomi keluarga,” ujarnya usai panen.

Selain cabai merah, kegiatan panen juga menghasilkan cabai rawit dan sayur mentimun, yang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat.

Kegiatan serupa rutin dilakukan di sejumlah sentra produksi pertanian di Kabupaten Muaro Jambi, seperti Desa Sungai Gelam dan Desa Maju Jaya, Kecamatan Kumpeh, di mana petani binaan berhasil meningkatkan produktivitas cabai merah besar.

Ririn berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi ibu-ibu PKK di tingkat kecamatan dan desa untuk lebih aktif memanfaatkan lahan tidur di sekitar rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan mengendalikan inflasi melalui penguatan produksi pangan berbasis masyarakat.(*)




Cerminan Diri

Puisi oleh: Fitriyani

Butuh bertahun-tahun

hingga aku berani bercermin,

dan menemukan satu kebenaran yang tenang

cara dunia menyentuhku adalah gema dari caraku menyentuh diri sendiri.

 

Aku lelah menyalahkan tangan lain,

padahal akulah yang paling sering

membiarkan lukaku terbuka

di bawah hujan yang sama

 

Maka aku berhenti,

Bukan berhenti berharap

bukan berhenti percaya pada cinta,

melainkan berhenti menukar langitku

dengan atap yang terlalu rendah.

 

Aku memilih berjalan sendiri, bukan karena sepi

melainkan karena, aku ingin menatap langit

tanpa harus menunduk pada siapa pun.

 

Aku belajar menggenggam tanganku sendiri

seperti fajar yang tak menunggu disambut matahari lain

untuk menjadi terang.

 

Aku mengerti kini,

cinta bukan hadiah bagi mereka

yang paling lama menahan badai,

bukan upah bagi yang paling diam

saat petir mematahkan suara.

 

Cinta tidak lahir dari penderitaan

Ia tumbuh seperti langit setelah hujan

luas, jujur, dan tak meminta luka sebagai syarat untuk biru.

 

Sejak aku memahami itu,

segala yang datang padaku

tak lagi meminta aku mengecilkan diri

tak lagi menyuruhku meredup

 

Mereka datang seperti angin

yang tahu caranya singgah, bukan merobohkan.

Dan aku akhirnya pulang

bukan pada seseorang,

melainkan pada diriku sendiri

di bawah langit yang sama,

yang kini kupilih untuk kutinggali.




Pahami Visual Snow Syndrome: Saat Dunia Terlihat Seperti Salju

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah melihat titik-titik kecil seperti butiran salju atau “semut televisi” di seluruh bidang penglihatan, bahkan di ruangan gelap?.

Fenomena ini mungkin menandakan Visual Snow Syndrome, sebuah kondisi neurologis yang memengaruhi cara otak memproses penglihatan.

Sindrom ini membuat penderitanya terus melihat “salju visual” yang tidak hilang dalam waktu singkat

Tidak hanya itu, beberapa orang juga mengalami gejala tambahan, seperti kilatan cahaya, garis-garis melayang, bayangan bergerak, hingga sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Kondisi ini bisa muncul tanpa pemicu jelas, meski stres, kurang tidur, atau kelelahan mental dapat memperburuk gejala.

Para ahli menegaskan bahwa Visual Snow Syndrome bukan gangguan mata murni, melainkan masalah pada cara otak memproses sinyal visual.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata standar sering kali tidak menunjukkan kelainan.

Diagnosis biasanya membutuhkan evaluasi neurologis lengkap dan riwayat kesehatan pasien untuk membedakan dengan kondisi lain, seperti migrain visual atau kelainan retina.

Hingga kini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom ini secara total. Penanganannya lebih menekankan pada pengelolaan gejala, misalnya:

  • Kacamata dengan filter cahaya tertentu

  • Teknik relaksasi untuk mengurangi stres

  • Terapi adaptasi otak terhadap gangguan visual

  • Obat-obatan tertentu untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan sensitivitas cahaya

Meski tidak mengancam kesehatan fisik secara langsung, dampak Visual Snow Syndrome terhadap kualitas hidup bisa cukup signifikan.

Penderita disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata atau neurolog agar mendapatkan arahan dan dukungan yang tepat.

Dengan penanganan yang sesuai, penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.(*)




Warga Haru! Jalan Talang Duku Akhirnya Dibangun, Bupati Turun Langsung

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, turun langsung meninjau progres pembangunan jalan di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kamis (15/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan itu, Bupati menegaskan pentingnya penyelesaian pekerjaan tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga desa.

“Saya berharap pembangunan ini selesai sesuai jadwal. Setelah rampung, mari kita jaga bersama agar jalan tetap dalam kondisi baik dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Bambang.

Kehadiran kepala daerah disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga mengaku pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan karena menjadi akses utama menuju permukiman dan lahan pertanian.

Seorang warga menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya proyek tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur desa menjadi bukti komitmen dalam pemerataan pembangunan.

Hal senada juga diungkapkan Maman, warga Talang Duku lainnya. Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya kurang memadai sering menghambat aktivitas sehari-hari.

Kini, dengan adanya pembangunan, perjalanan menjadi lebih lancar dan aman.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari kelanjutan program prioritas infrastruktur yang sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang sebelumnya dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Dengan penguatan infrastruktur dasar seperti jalan desa, Pemkab Muaro Jambi optimistis mampu meningkatkan daya saing wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




Disdik Jambi Turunkan Tim Usai Kasus Guru SMKN 3 Viral

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan kasus pengeroyokan terhadap guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, yang sempat viral di media sosial, kini mendapat penanganan serius dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Tim dari Disdik langsung diturunkan ke sekolah untuk menindaklanjuti permasalahan dan memastikan proses belajar tetap kondusif.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar MY, S.E., M.M, menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan terkait permintaan pemindahan guru maupun tindakan disiplin.

Pendalaman menyeluruh menjadi langkah awal sebelum keputusan resmi dibuat.

“Berkenaan dengan pemindahan guru maupun langkah hukum disiplin, tim kami akan turun dan berkoordinasi. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke BKD,” ujar Umar.

Selain menurunkan tim, Disdik juga memastikan kondisi sekolah tetap aman dan proses belajar mengajar berjalan normal.

Hal ini juga didukung oleh mediasi Forkopimcam Berbak yang melibatkan orang tua siswa, guru, dan pihak sekolah sehari setelah kejadian.

Umar menyampaikan apresiasinya karena kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kejadian ini memang memprihatinkan, tetapi pada prinsipnya sekolah harus menjadi tempat belajar dan membentuk akhlak. Semoga insiden serupa tidak terjadi lagi,” jelas Umar.

Sebagai tindak lanjut, tim bidang Pembinaan GTK dan SMK Disdik Provinsi Jambi bersama Kapolres Tanjung Jabung Timur telah turun ke lokasi untuk memastikan pembelajaran di SMKN 3 Tanjabtim tetap berjalan normal.

Umar menekankan, pihaknya tidak ingin menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum investigasi dilakukan secara komprehensif.

“Kami ingin mendalaminya agar setiap keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan tujuan utama pendidikan,” tutup Umar.(*)




Bukan Sekadar Angka, Ini Arti 16 Digit pada Nomor Induk Kependudukan

SEPUCUKJAMBI.ID – Tahukah kamu bahwa deretan 16 angka pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) bukan sekadar nomor identitas biasa?

Angka-angka tersebut menyimpan informasi penting yang berkaitan langsung dengan data diri setiap warga negara dan digunakan dalam berbagai keperluan administrasi.

NIK tetap melekat pada pemiliknya meskipun berpindah tempat tinggal ke daerah lain.

Perubahan hanya terjadi pada elemen data kependudukan, seperti alamat, status perkawinan, dan pekerjaan.

Setiap perubahan tersebut wajib dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai dengan domisili terbaru.

Ketentuan mengenai Nomor Induk Kependudukan (NIK) diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

Regulasi tersebut mewajibkan pemerintah untuk memberikan NIK kepada setiap penduduk sebagai identitas resmi.

Tidak hanya berfungsi sebagai nomor identitas, NIK juga dirancang dengan susunan angka yang memiliki makna tertentu.

Setiap digit dalam NIK disusun secara sistematis untuk merekam informasi penting mengenai pemiliknya.

pertama, 6 digit pertama adalah kode wilayah dimana NIK pertama kali didaftarkan (2 digit pertama untuk kode provinsi, 2 digit kedua untuk kode kabupaten/kota, dan 2 digit ketiga untuk kode kecamatan).

Kedua, 6 digit berikutnya adalah tanggal lahir pemilik NIK (2 digit untuk tanggal, 2 digit untuk bulan, dan 2 digit untuk tahun).

Untuk penduduk berjenis kelamin perempuan, ditambahkan angka 40 pada tanggal lahir.

Ketiga, 4 digit selanjutnya adalah nomor urut yang ditentukan secara sistem.

Dengan memahami makna 16 digit Nomor Induk Kependudukan, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya peran NIK dalam kehidupan sehari-hari.

NIK tidak hanya berfungsi sebagai identitas pribadi, tetapi juga menjadi nomor identitas tunggal untuk seluruh urusan pelayanan publik.

Nomor ini digunakan sebagai dasar penerbitan berbagai dokumen di instansi pemerintah maupun swasta, sehingga keakuratan dan pemahaman terhadap NIK menjadi hal yang sangat penting.




FOMO Membuat Hidup Tidak Tenang? Ini Tips Menghadapinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah merasa gelisah saat membuka media sosial, padahal tidak terjadi apa-apa? Atau tiba-tiba merasa hidup orang lain terlihat lebih seru dibanding hidup sendiri? Jika iya, kamu tidak sendirian.

Fenomena ini dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out).

FOMO adalah rasa takut ketinggalan sesuatu yang dianggap penting, menarik, atau berharga, terutama saat melihat orang lain melakukan hal-hal yang tampak lebih menyenangkan atau sukses.

Di era digital, FOMO hadir hampir setiap hari. Aktivitas orang lain tampak jelas di layar: liburan, pencapaian karier, gaya hidup, hingga momen kecil yang terlihat membahagiakan.

Pada awalnya, FOMO mungkin muncul ringan, seperti sering mengecek ponsel tanpa alasan atau merasa harus selalu mengikuti tren terbaru.

Namun jika dibiarkan, FOMO bisa membuat kita sulit menikmati momen saat ini.

Pikiran lebih sibuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain, fokus menurun, rasa cemas meningkat, dan kepuasan terhadap hidup sendiri berkurang.

Tak hanya itu, FOMO juga membuat seseorang mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Bukan karena kebutuhan pribadi, tapi karena takut ketinggalan.

Akibatnya, energi cepat habis, stres meningkat, dan waktu istirahat pun sering dikorbankan. Bahkan kebiasaan begadang demi mengikuti update terbaru bisa muncul tanpa disadari.

Meski begitu, FOMO sebenarnya wajar. Manusia memang ingin diakui, terhubung, dan tidak tertinggal dari lingkungannya.

Kuncinya adalah menyadari batas: tidak semua hal perlu diikuti, dan tidak semua momen harus disaksikan.

Dengan memilih fokus pada hal yang penting bagi diri sendiri, ruang untuk merasa tenang, cukup, dan bahagia pun terbuka.(*)




Viral di Media Sosial, Al Haris Pastikan Penanganan Kasus Guru SMKN 3

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus dugaan pelecehan atau perlakuan tidak pantas yang menimpa seorang guru bernama Agus Saputra di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026.

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menindaklanjuti insiden ini secara serius.

Ia menyebutkan akan menurunkan tim dari Dinas Pendidikan, khususnya bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), untuk mendalami kasus tersebut.

“Tim dari Diknas akan turun ke sana, kita lihat nanti bagaimana hasilnya,” kata Al Haris.

Menurutnya, masalah ini sudah ditangani melalui rapat mediasi yang melibatkan orang tua siswa, pihak sekolah, camat, dan kepolisian. Al Haris berharap kasus ini tidak berkembang lebih luas.

“Rapat mediasi sudah dilakukan. Saya ingin masalah ini tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Gubernur Jambi menegaskan, jika dalam penyelidikan ditemukan kesalahan dari guru, pemerintah akan memberikan sanksi tegas.

Namun, ia juga mengingatkan agar siswa tidak mengambil sikap menghakimi guru secara sendiri, karena hal itu dapat mencoreng dunia pendidikan.

“Kalau gurunya salah tentu akan kita beri sanksi. Kalau perkataannya memang tidak pantas seorang guru, ya ditindak. Tapi siswa juga tidak boleh menghakimi gurunya, ini mencoreng dunia pendidikan,” jelas Al Haris.

Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

“Dunia pendidikan harus tetap utuh, tidak boleh ada yang mencoreng. Saya kira ini insiden yang kurang baik di dunia pendidikan,” tutupnya.(*)




Sleep Call Jadi Tren Anak Muda, Ini Manfaat dan Dampaknya bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Sleep call menjadi salah satu tren yang populer di kalangan pasangan muda.

Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan menelepon atau melakukan video call dengan pasangan hingga tertidur.

Meski terdengar romantis, sleep call tidak sekadar soal menemani tidur karena di balik kehangatan yang ditawarkan, kebiasaan ini juga menyimpan sejumlah dampak yang perlu diperhatikan.

Secara bahasa, sleep call berarti “panggilan tidur”, namun dalam praktiknya, istilah ini mengacu pada aktivitas komunikasi jarak jauh yang dilakukan pasangan pada malam hari dan berakhir ketika salah satu atau keduanya tertidur.

Kegiatan ini biasanya berlangsung saat kesibukan mulai mereda, sehingga pasangan memiliki waktu lebih leluasa untuk berbincang.

Awalnya, sleep call banyak dilakukan oleh pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).

Keterbatasan pertemuan fisik membuat panggilan malam menjadi sarana untuk menjaga kedekatan emosional.

Namun seiring meningkatnya penggunaan ponsel pintar, tren ini juga mulai dilakukan oleh pasangan yang tinggal di kota atau wilayah yang sama dan menjadikannya sebagai rutinitas harian.

Aktivitas sleep call bagi pasangan memberi sejumlah manfaat selain rasa aman dan nyaman, yaitu.

1. Mempererat Hubungan

Pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR biasanya menjadikan sleep call sebagai salah satu sarana untuk mempererat hubungan.

Karena berbagai kesibukan sepanjang hari, biasanya mereka hanya bisa berkomunikasi dengan leluasa saat malam.

2. Membuat Tidur Lebih Cepat

Sleep call juga dapat membantu seseorang tidur lebih cepat dengan menceritakan apa yang masih membebani pikirannya pada lawan bicara (pasangan).

Pikiran akan menjadi lebih tenang dan tidur pun lebih cepat dan nyenyak.

3. Mengatasi Rasa Kesepian

Selain pada pasangan, sleep call juga bisa dilakukan antara teman atau keluarga untuk mengatasi rasa kesepian, terutama bagi mereka yang tinggal sendirian di tempat rantau dan jauh dari keluarga.

Bahaya Sleep Call bagi Kesehatan

Meski memberi kenyamanan emosional, sleep call tidak selalu berdampak positif. Jika dilakukan terlalu sering atau tanpa batasan, kebiasaan ini justru bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Sleep call berpotensi membuat seseorang sulit menetapkan batasan pribadi. Ketergantungan pada kehadiran pasangan setiap malam dapat mengurangi ruang untuk diri sendiri, padahal setiap orang tetap membutuhkan waktu istirahat tanpa distraksi.

1. Kekurangan Tidur yang Berpengaruh pada Emosi

Kurangnya waktu tidur dapat berpengaruh pada pengendalian emosi dan mood seseorang.

Kekurangan tidur akibat sleep call juga bisa membuat seseorang sulit mengendalikan emosi dan akhirnya akan berpengaruh pada relasi sosialnya.

2. Rentan Konflik dengan Keluarga atau Lingkungan Sekitar

Aktivitas sleep call mungkin mengganggu anggota keluarga lain yang tinggal serumah atau tetangga kamar kos/kontrakan.

Pengendalian emosi yang buruk juga dapat menimbulkan konflik dengan keluarga atau lingkungan sekitar tempat tinggal.

3. Menurunkan Mutu Quality Time

Sebagian orang pasti memerlukan quality time dengan pasangan sehingga melakukan sleep call.

Namun, terlalu sering sleep call juga justru dapat menurunkan mutu dari quality time itu sendiri.

Quality time bersama orang terdekat kita yang lain juga terganggu karena mungkin kita sudah lelah karena sleep call.

4. Meningkatkan Kelelahan dan Stres

Sleep call biasanya dilakukan saat malam ketika tubuh dan pikiran kita seharusnya beristirahat.

kegiatan ini bisa memaksa pikiran kita terus berjalan dan tubuh kekurangan istirahat.

Sehingga keesokan harinya kita bangun dengan perasaan lelah dan stres yang meningkat.

5. Frustrasi karena Lelah Bertumpuk

Jika kelelahan dan stres itu terus bertumpuk dan berkepanjangan tanpa bisa dikurangi, kita akan merasa frustrasi dan berpengaruh pada kesehatan mental.

Sleep call menawarkan kehangatan dan rasa dekat bagi banyak pasangan, terutama di tengah keterbatasan jarak.

Namun, tanpa pengelolaan yang bijak, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan kualitas hubungan.

Menjaga keseimbangan antara komunikasi dan istirahat menjadi kunci agar sleep call tetap memberi manfaat,nyaman dan aman.