Stres, Kurang Tidur, atau Dehidrasi? Ini Penyebab Kepala Cenat-Cenut

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah merasakan kepala cenat-cenut tiba-tiba? Rasa nyeri yang muncul mendadak di pelipis, belakang kepala, atau bagian atas kepala ini memang sering membuat tidak nyaman.

Namun, gejala ini belum tentu menandakan gangguan serius.

Menurut dr. Rina Septiani, SpKK, dokter spesialis kesehatan umum, kepala cenat-cenut biasanya terkait dengan ketegangan otot akibat stres, kurang tidur, atau dehidrasi.

“Meski terasa mengganggu, kebanyakan kasus bisa diatasi dengan perubahan pola hidup sederhana,” kata dia.

Penyebab Kepala Cenat-Cenut

  1. Stres dan Tekanan Emosional
    Ketika tubuh tertekan, otot kepala dan leher menegang, menimbulkan rasa nyeri tumpul atau berdenyut. Kondisi ini kerap disebut sakit kepala tegang.

  2. Kurang Tidur dan Pola Hidup Tidak Sehat
    Kekurangan istirahat membuat sistem saraf lebih sensitif, sehingga rasa nyeri lebih mudah muncul.

  3. Dehidrasi
    Kurangnya cairan dapat mengganggu aliran darah ke otak, memicu sensasi cenat-cenut.

  4. Pengaruh Makanan dan Minuman
    Kafein berlebih, alkohol, atau makanan dengan bahan tambahan tertentu bisa memperburuk nyeri. Beberapa orang juga sensitif terhadap alergi atau intoleransi makanan tertentu.

  5. Ketegangan Mata
    Menatap layar komputer atau ponsel terlalu lama tanpa istirahat dapat membuat otot mata tegang, sehingga kepala terasa cenat-cenut. Penglihatan yang tidak optimal juga berpengaruh.

Cara Meredakan Kepala Cenat-Cenut

  • Istirahat dan tidur cukup untuk mengembalikan keseimbangan sistem saraf.

  • Minum air putih secara rutin untuk mencegah dehidrasi.

  • Lakukan peregangan leher dan bahu, atau praktik pernapasan dalam untuk meredakan ketegangan otot.

  • Jika nyeri akibat mata, sesekali alihkan pandangan jauh-dekat saat bekerja di depan layar.

  • Obat pereda nyeri ringan seperti parasetamol bisa digunakan sesuai dosis, namun tidak dianjurkan sebagai solusi jangka panjang.

dr. Rina Septiani menambahkan, “Jika nyeri kepala muncul terus-menerus, disertai gangguan penglihatan, kelemahan tubuh, atau muntah mendadak, segera periksakan ke dokter.

Hal ini penting untuk mengevaluasi kondisi lebih lanjut.”

Kesimpulan

Kepala cenat-cenut umumnya bukan tanda penyakit serius. Dengan pola hidup sehat, cukup tidur, hidrasi cukup, dan manajemen stres, gejala ini bisa dikurangi.

Mengenal penyebab dan langkah sederhana untuk meredakannya akan membantu seseorang lebih sigap menghadapi rasa nyeri kepala tanpa panik.(*)




35 Tahun JNE: Meraih Best Halal Awards dan 20 Best CMO Awards

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menginjak usia 35 tahun, JNE menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang 5th Anniversary Indonesia Best Halal Awards 2026 dan 20 Best Companies Awards.

Acara yang digelar oleh The Iconomics Media bersama Axia Research berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI pada Kamis, 22 Januari 2026.

JNE dianugerahi Indonesia Best Halal Awards 2026 dan Indonesia 20 Best Companies Awards untuk kategori Courier Service.

Selain itu, Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, meraih 20 Best CMO Awards 2026 atas prestasinya membawa strategi pemasaran JNE ke level yang lebih humanis dan inspiratif.

Dalam kesempatan yang sama, JNE juga berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar Marketing & Halal Summit 2026 bertajuk “Humanizing Halal Brand: Storytelling, Purpose, dan Trust”.

Samsul Jamaludin, Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head JNE, memaparkan strategi perusahaan dalam penerapan prinsip halal secara menyeluruh, sejalan dengan regulasi yang berlaku, untuk menghadirkan ekosistem logistik terpercaya bagi masyarakat.

Keberhasilan JNE meraih penghargaan Best Halal Awards didasari survei komprehensif yang menilai Brand Awareness, Brand Image, Customer Service Perception, dan Social Contribution Perception, serta dukungan eksposur media yang luas.

Kinerja bisnis yang solid sepanjang 2025 juga menjadi faktor utama dalam penilaian ini.

Penghargaan 20 Best CMO Awards bagi Eri Palgunadi diberikan kepada pemasar yang menunjukkan strategi unik, kontribusi inspiratif, dan aksi nyata di media sosial.

Eri berhasil membawa strategi marketing JNE menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat melalui kolaborasi kreatif di berbagai sektor, termasuk musik, olahraga, dan kegiatan sehari-hari.

“Penghargaan ini adalah bukti konsistensi JNE selama 35 tahun dalam semangat ‘Bergerak Bersama’. Strategi kami kini tidak hanya soal pengiriman paket, tetapi juga memperkuat ekosistem industri kreatif dan mendukung UMKM melalui program seperti JNE Ngajak Online. Ini bentuk nyata dukungan kami bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Eri Palgunadi.

JNE terus berkomitmen menjaga kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, menegaskan posisinya sebagai perusahaan logistik asli Indonesia yang adaptif, inovatif, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.(*)




Update Harga Emas Antam Jumat: Naik Rp90 Ribu per Gram

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali mencatat kenaikan tajam.

Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Jumat, 23 Januari 2026  melonjak signifikan sebesar Rp90.000 per gram.

Saat ini, harga emas Antam berada di level Rp2.880.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp2.790.000 per gram.

Kenaikan ini sekaligus menandai penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya harga jual, nilai jual kembali atau buyback emas Antam juga mengalami lonjakan. Harga buyback tercatat naik Rp80.000 menjadi Rp2.715.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.635.000 per gram.

Dalam setiap transaksi penjualan emas batangan, berlaku ketentuan perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk penjualan kembali emas ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP.

PPh Pasal 22 tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, konsumen juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.

Setiap transaksi pembelian emas disertai bukti potong PPh 22 sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut daftar harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercatat di laman Logam Mulia pada Jumat:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.490.000

  • Emas 1 gram: Rp2.880.000

  • Emas 2 gram: Rp5.700.000

  • Emas 3 gram: Rp8.525.000

  • Emas 5 gram: Rp14.175.000

  • Emas 10 gram: Rp28.295.000

  • Emas 25 gram: Rp70.612.000

  • Emas 50 gram: Rp141.145.000

  • Emas 100 gram: Rp282.212.000

  • Emas 250 gram: Rp705.265.000

  • Emas 500 gram: Rp1.410.320.000

  • Emas 1.000 gram: Rp2.820.600.000

Kenaikan harga emas ini kembali menarik perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.(*)




Sejarah Raja Jambi dalam Lintasan Global: Perspektif Catatan Arab, Belanda, China, India, Inggris, dan Portugis

​Oleh: Profesor Mukhtar Latif

(Guru Besar UIN STS Jambi)

​A. Pendahuluan: Mencari Titik Nol Sejarah Kerajaan di Bantaran Batanghari

Menentukan titik nol sejarah Kerajaan Jambi ibarat menyatukan kepingan puzel emas yang terkubur di bawah sedimen Sungai Batanghari.

Apakah Jambi bermula dari sebuah kerajaan terstruktur atau hanya konfederasi perdagangan? Data arkeologis di situs Muaro Jambi menunjukkan bahwa peradaban di sini telah bernapas jauh sebelum catatan tertulis kolonial muncul (Schnitger, 1937, hal. 12).

Sosok raja pertama sering kali terkubur dalam kabut mitologi, namun eksistensinya nyata dalam memori kolektif masyarakat sebagai simbol kedaulatan awal di tanah Melayu.

​Bagi para penjelajah dunia, Jambi bukan hanya titik geografis, melainkan “paru-paru” ekonomi Sumatera.

Para pendatang dari China hingga Eropa memberikan literasi yang berbeda-beda: China melihatnya sebagai mitra strategis yang makmur, India memandangnya sebagai pusat spiritual-politik, sementara Eropa melihatnya sebagai medan pertempuran komoditas lada.

Membedah raja-raja Jambi berarti membedah bagaimana kepemimpinan lokal beradaptasi dengan gelombang globalisasi yang menghantam pesisir timur Sumatera selama dua milenium.

​B. Raja Jambi: Perspektif Sejarah Global

1. Akar Kuno: Abad ke-1 hingga Abad ke-6 Masehi

Jambi dalam narasi awal sering dikaitkan dengan entitas politik kuno.

Sejak abad ke-1 Masehi, wilayah ini disinyalir telah berhubungan dengan pedagang dari Dinasti Han.

Catatan China abad ke-3 Masehi menyebutkan Koying, sebuah pusat perdagangan di Sumatera yang diduga kuat berada di wilayah Jambi.

Penguasa pada masa ini bukanlah “Raja” dalam pengertian absolut modern, melainkan pemimpin suku yang menguasai jaringan sungai (Wolters, 1967, hal. 170).

​2. Perspektif India dan Masa Melayu-Srivijaya (Abad ke-7 – 13 M)

India meninggalkan jejak mendalam melalui kosmologi kekuasaan. Prasasti Tanjore (1025 M) dari Dinasti Chola menyebut “Malaiyur” (Melayu-Jambi) sebagai kerajaan dengan benteng pertahanan kuat.

Raja Jambi pada masa ini menggunakan gelar Sanskerta yang menunjukkan legitimasi ketuhanan.

Pasca-runtuhnya hegemoni Palembang, pusat kekuasaan Srivijaya berpindah ke Jambi pada akhir abad ke-11, menjadikan rajanya sebagai Maharaja yang mengontrol Selat Melaka (Coedes, 1968, hal. 182).

​3. Catatan China: Dinasti Tang hingga Ming

Dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua (1225), Jambi (Chan-pei) digambarkan sebagai negara kaya yang mengirimkan upeti berupa lada dan kemenyan.

Penguasa Jambi sangat lihai dalam diplomasi; mereka mengirimkan utusan ke kaisar China untuk mendapatkan pengakuan politik guna membendung ambisi Singasari atau Majapahit.

Hubungan ini murni pragmatisme ekonomi: perlindungan politik ditukar dengan akses prioritas terhadap barang dagangan (Wade, 2009, hal. 230).

​C. Kerajaan Jambi: Transisi Antara Kerajaan Melayu Kuno dengan Kesultanan

Fase transisi ini merupakan periode paling dinamis dalam historiografi Jambi.

Pada masa Melayu Kuno di bawah pengaruh Srivijaya, Jambi dipimpin oleh raja-raja yang memegang teguh konsep Devaraja.

Salah satu nama besar yang muncul dalam fragmen sejarah dan prasasti adalah Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (abad ke-12).

Raja-raja ini mengelola imperium berbasis sungai Batanghari, menghubungkan hasil bumi pedalaman dengan pasar dunia (Wolters, 1970, hal. 45).

​1. Nasab Putri Selaras Pinang Masak dan Peran Ahmad Salim

Transisi menuju fase Melayu Islam ditandai dengan kemunculan Putri Selaras Pinang Masak.

Secara genealogi, sang putri adalah putri dari Raja Dharmasraya, penguasa terakhir dari trah Melayu Kuno yang berafiliasi dengan Majapahit di wilayah hulu Batanghari pada abad ke-15.

Beliau memerintah sebagai Ratu yang mewarisi kedaulatan wilayah ayahnya di tengah surutnya pengaruh Majapahit pasca ekspedisi Pamalayu.

​2. Munculnya Ahmad Salim (Datuk Paduko Berhalo)

Seorang bangsawan dan ulama Muslim dari Turki/Arab, menjadi katalisator perubahan fundamental.

Pernikahan Ahmad Salim dengan Putri Selaras Pinang Masak bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan integrasi politik-spiritual, yang kemudian memperbaiki tatanan kenegaraan Jambi.

Ahmad Salim membawa sistem administrasi kesultanan yang terinspirasi dari tradisi Islam di Timur Tengah.

​3. Transformasi dari Raja Menjadi Sultan: Adaptasi Politik Islam

Narasi kunci dari transisi ini adalah perubahan nomenklatur pemimpin.

Setelah pernikahan tersebut, pemimpin Jambi tidak lagi menggunakan gelar Raja, melainkan beralih menggunakan gelar Sultan.

Perubahan ini bukan hanya pergantian istilah, melainkan adaptasi total terhadap sistem kekuasaan Islam global.

Sebagai seorang Sultan, pemimpin Jambi memposisikan dirinya setara dengan penguasa-penguasa Islam di belahan dunia lain, memutus tradisi teokratis Hindu-Buddha sebelumnya.

​Dalam tatanan baru ini, Putri Selaras Pinang Masak tetap menjadi pemegang legitimasi tanah dan tradisi lokal sebagai Ratu atau Permaisuri.

Sementara Ahmad Salim menjalankan pemerintahan sebagai Sultan Jambi yang pertama.

Transformasi ini menjadikan Jambi sebagai entitas Kesultanan Islam yang berdaulat, di mana hukum-hukum Islam mulai diintegrasikan ke dalam hukum adat Melayu.

Aliansi ini berhasil menciptakan stabilitas yang membawa Jambi memasuki era perdagangan internasional yang lebih luas (Al-Attas, 1990; Reid, 1993, hal. 155).

​D. Perspektif Naskah Stamboek Van Kadipan (Koleksi Leiden)

​Berdasarkan katalog naskah Melayu yang disusun oleh P.S. van Ronkel (1909), terdapat dokumen penting berjudul Stamboek van het vorstenhuis van Jambi (Cod. Or. 2223) di Perpustakaan Universitas Leiden.

Naskah ini dikompilasi pada abad ke-19 dan menjadi rujukan utama kolonial untuk memahami silsilah raja-raja Jambi.

​Naskah Stamboek ini mengonfirmasi bahwa akar silsilah Sultan-Sultan Jambi ditarik dari pernikahan Ahmad Salim dan Putri Selaras Pinang Masak.

Dokumen ini menegaskan bahwa legitimasi Sultan Jambi adalah perpaduan antara darah bangsawan lokal dan trah religius Islam.

Naskah ini menjadi instrumen hukum bagi Belanda untuk menentukan “Sultan yang sah” dalam setiap perjanjian kontrak lada, meskipun rakyat Jambi sering kali memiliki standar legitimasi sendiri yang lebih berbasis pada garis keturunan Ahmad Salim (Van Ronkel, 1909, hal. 142).

​E. Perspektif Arab dan Penjelajah Eropa

​Para kartografer Arab seperti Ibnu Khurdadhbih mencatat wilayah Zabaj sebagai negeri emas.

Memasuki fase Kesultanan, Tome Pires dalam Suma Oriental menyebut Jambi sebagai kerajaan mandiri yang kaya raya.

Catatan Belanda (VOC) menunjukkan bahwa Sultan-Sultan Jambi, seperti Sultan Thaha Syaifuddin, adalah negosiator ulung yang menggunakan hak-hak sejarah mereka untuk melawan monopoli (Andaya, 1993, hal. 110).

Bagi Inggris, Jambi adalah pusat literasi Melayu yang sangat berharga (Raffles, 1817, hal. 210).

F. Mengapa Ada Perbedaan Persepsi tentang Raja Jambi: Kontradiksi Identitas

​Titik krusial perdebatan terletak pada interpretasi asal-usul. Ada perdebatan apakah Putri Selaras Pinang Masak memiliki kaitan darah dengan penguasa Jawa atau murni garis keturunan Dharmasraya.

Perdebatan ini penting karena menyangkut klaim “siapa yang lebih dulu” menguasai sungai Batanghari.

Ketidaksinkronan antara narasi tambo dengan laporan administratif kolonial, sering kali menimbulkan identitas ganda bagi kisah raja-raja yang telah berlangsung, dalam sejarah negeri Jambi.

Inilah perbedaan krusial yang acapkali berbeda faham dalam memberikan atribut terhadap pemimpin Jambi, apakah raja atau Sultan, padahal keduanya adalah sama-sama pemimpin pemerintahan atau yang berkuasa di negeri Jambi. (Locher-Scholten, 2004, hal. 62; Bentley, 1986).

​G. Posisi Strategis di Panggung Dunia

​Raja (dan kemudian Sultan) Jambi bukan sekadar penguasa lokal; mereka adalah pemain global supply chain.

Sultan-sultan Jambi memanfaatkan kompetisi antara Inggris, Belanda, dan Portugis untuk menjaga kedaulatan.

Jambi berhasil menjadi poros ekonomi di pesisir timur Sumatera karena mampu mengintegrasikan hasil hutan pedalaman dengan kebutuhan pasar dunia melalui diplomasi kesultanan yang cerdas (Reid, 1999, hal. 185; Hall, 1981, hal. 198).

​H. Penutup: Melampaui Catatan Kolonial

​Mempelajari kisah Raja atau kesultanan Jambi melalui berbagai perspektif bangsa adalah upaya untuk membebaskan sejarah dari narasi tunggal.

Dari catatan China kita belajar tentang diplomasi; dari India tentang kosmologi, dari Arab tentang spiritualitas, dan dari Eropa tentang ketangguhan politik.

Transformasi dari Raja menjadi Sultan merupakan bukti adaptasi peradaban Melayu Jambi terhadap arus besar sejarah dunia, menjadikan Jambi sebagai salah satu pusat peradaban Islam yang signifikan di Asia Tenggara (Ricklefs, 2001; Milner, 1982).

​Referensi:

1. Al-Attas, S. M. N. (1990). Tuhfat al-Nafis: Analisis Manuskrip Sejarah Melayu-Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

2. Al-Bakri. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

3. Al-Idrisi. (t.th). Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq. (Kitab Kuning).

4. ​Andaya, B. W. (1993). To Live as Brothers: Southeast Sumatra in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Honolulu: University of Hawaii Press.

5. Bentley, G. C. (1986). Indigenous States of Southeast Asia. Annual Review of Anthropology.

6. Boomgaard, P. (1998). The VOC and the Environment of Southeast Asia. Journal of Southeast Asian Studies.

7. ​Christie, J. W. (1995). State Formation in Early Maritime Southeast Asia. BKI.

8. Coedes, G. (1968). The Indianized States of Southeast Asia. Honolulu: East-West Center Press.

9. ​Dobbin, C. (1983). Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784–1847. London: Curzon Press.

10. Hall, D. G. E. (1981). A History of South-East Asia. London: Macmillan Press.

11. Hamka, P. D. (t.th). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Bulan Bintang. (Kitab Kuning).

12. ​Ibnu Khurdadhbih. (t.th). Kitab al-Masalik wa al-Mamalik. (Kitab Kuning).

13. Juynboll, H. H. (1899). Catalogus van de Maleische en Sundaneesche Handschriften der Leidsche Universiteits-bibliotheek. Leiden: Brill.

14. ​Kathirithamby-Wells, J. (1993). Restructuring the Economy in the Jambi-Palembang Region. Indonesia and the Malay World.

15. ​Lape, P. V. (2000). Political Dynamics and Religious Change. World Archaeology.

16. ​Locher-Scholten, E. (2004). Sumatran Sultanate and Colonial State: Jambi and the Dutch, 1830-1907. Ithaca: Cornell Southeast Asia Program.

17. Manguin, P. Y. (1993). The Merchant Ship of Southeast Asia. International Journal of Nautical Archaeology.

18. ​Marsden, W. (1811). The History of Sumatra. London: J. McCreery.

19. Miksic, J. N. (1985). Traditional Sumatran Trade. BEFEO.

20. Milner, A. C. (1982). Kerajaan: Malay Political Culture on the Eve of Colonial Rule. Tucson: University of Arizona Press. (Buku Tambahan).

21. Pires, T. (1944). The Suma Oriental of Tomé Pires (A. Cortesão, Trans.). London: Hakluyt Society.

22. ​Raffles, T. S. (1817). The History of Java. London: Black, Parbury, and Allen.

23. ​Reid, A. (1993). Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450-1680. New Haven: Yale University Press.

24. ​Reid, A. (1999). Economic History of Early Modern Southeast Asia. Journal of Economic History.

25. Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford: Stanford University Press.

26. Schnitger, F. M. (1937). The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill.

27. Sutherland, H. (2003). The Sulu Zone Revisited. Journal of Southeast Asian Studies.

28. Tibbetts, G. R. (1979). A Study of the Arabic Texts Containing Material on South-East Asia. Leiden: E.J. Brill.

29. Van Ronkel, P. S. (1909). Catalogus der Maleische Handschriften in de Bibliotheek van de Rijksuniversiteit te Leiden. Leiden: Brill.

30. Wade, G. (2009). An Early Age of Commerce in Southeast Asia. JSAS.

31. Wolters, O. W. (1967). Early Indonesian Commerce. Ithaca: Cornell University Press.

32. Wolters, O. W. (1970). The Fall of Srivijaya in Malay History. Ithaca: Cornell University Press.

33. Yule, H., & Cordier, H. (1921). The Book of Ser Marco Polo. London: John Murray.(*)




Tak Perlu Mahal, Ini Cara Alami Samarkan Flek Hitam di Pipi

SEPUCUKJAMBI.ID – Flek hitam di pipi menjadi masalah kulit yang cukup umum dialami oleh banyak orang, baik pria maupun perempuan.

Munculnya bercak gelap pada wajah sering membuat warna kulit terlihat tidak merata dan kusam, sehingga dapat memengaruhi rasa percaya diri.

Secara medis, flek hitam muncul akibat produksi melanin yang berlebihan pada kulit.

Paparan sinar matahari menjadi penyebab paling dominan, diikuti oleh bekas jerawat, iritasi, serta perubahan hormon.

Kebiasaan beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan tabir surya juga dapat mempercepat terbentuknya flek hitam di area pipi.

Selain perawatan dermatologi, banyak orang memilih cara alami untuk membantu menyamarkan flek hitam.

Metode alami dianggap lebih praktis dan mudah dilakukan di rumah, meskipun hasilnya membutuhkan waktu dan konsistensi.

Lidah buaya menjadi salah satu bahan alami yang cukup populer. Gel lidah buaya dikenal memiliki sifat menenangkan dan membantu proses regenerasi kulit.

Penggunaan secara rutin diyakini dapat membantu memudarkan noda hitam secara perlahan.

Buah lemon atau jeruk nipis juga sering dimanfaatkan karena kandungan vitamin C yang berperan dalam mencerahkan kulit.

Namun, karena sifatnya yang asam, penggunaan bahan ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak digunakan terlalu sering, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Madu alami turut menjadi pilihan perawatan wajah. Kandungan antioksidan dan sifat melembapkannya membantu menjaga kesehatan kulit.

Masker madu yang digunakan secara rutin dapat membuat kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.

Selain itu, kentang mentah dipercaya mengandung enzim yang membantu meratakan warna kulit.

Irisan kentang dapat ditempelkan pada area pipi yang memiliki flek hitam selama beberapa menit.

Cara ini banyak dipilih karena sederhana dan mudah dilakukan.

Teh hijau juga dikenal kaya antioksidan. Kompres teh hijau dingin pada wajah dapat membantu menenangkan kulit, terutama setelah terpapar sinar matahari, sekaligus mendukung perawatan flek hitam secara alami.

Perlu diingat, perawatan alami tidak memberikan hasil instan. Konsistensi dan kesabaran menjadi kunci utama agar flek hitam dapat memudar secara bertahap.

Penggunaan tabir surya setiap hari tetap sangat dianjurkan untuk mencegah flek bertambah gelap dan munculnya noda baru.

Apabila flek hitam tidak menunjukkan perbaikan atau justru semakin parah, sebaiknya konsultasikan kondisi kulit dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.(*)




Udara Dingin dan Air Hangat, Daya Tarik Ciater yang Bikin Rindu

SEPUCUKJAMBI.ID – Ciater dikenal sebagai salah satu destinasi wisata air panas paling populer di Jawa Barat.

Terletak di Kabupaten Subang, kawasan ini berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu dan dikelilingi lanskap perbukitan hijau dengan udara yang sejuk dan menyegarkan.

Berbeda dari wisata yang menuntut banyak aktivitas fisik, Ciater justru menawarkan pengalaman liburan yang santai.

Banyak wisatawan datang ke sini untuk beristirahat, berendam, dan menikmati suasana alam tanpa perlu berjalan jauh atau melakukan kegiatan berat.

Daya tarik utama Ciater tentu berasal dari sumber air panas alaminya. Air panas di kawasan ini berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu dan mengandung belerang.

Kandungan tersebut dipercaya memiliki manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu relaksasi otot, melancarkan peredaran darah, hingga meredakan rasa pegal setelah beraktivitas.

Salah satu kawasan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Sari Ater Hot Spring.

Tempat ini menyediakan berbagai pilihan kolam air panas, baik kolam terbuka dengan panorama alam sekitar maupun kolam privat bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih tenang.

Air panas di kolam terus mengalir secara alami sehingga tetap terasa bersih dan segar.

Selain berendam, kawasan Ciater juga cocok untuk berjalan santai menikmati alam.

Pepohonan rindang, hamparan rumput hijau, serta kontur tanah yang relatif landai membuat area ini nyaman dijelajahi.

Banyak pengunjung memilih datang pada pagi hari untuk menikmati suasana yang lebih sunyi.

Sementara sore hingga malam hari menjadi waktu favorit untuk berendam sambil merasakan udara pegunungan yang semakin dingin.

Ciater juga ramah untuk wisata keluarga. Berbagai fasilitas pendukung tersedia, mulai dari tempat makan, area istirahat, hingga penginapan di sekitar kawasan wisata.

Tak sedikit wisatawan yang memilih menginap agar bisa menikmati pemandian air panas dengan lebih leluasa, terutama pada malam hari saat suasana terasa lebih tenang dan privat.

Lokasinya yang relatif dekat dari Bandung menjadikan Ciater sebagai tujuan favorit wisata akhir pekan.

Akses jalan menuju kawasan ini cukup mudah dan sering dikombinasikan dengan kunjungan ke objek wisata lain seperti Gunung Tangkuban Parahu atau kawasan Lembang.

Ciater memang bukan destinasi dengan atraksi ekstrem atau hiburan yang ramai. Justru kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatannya.

Berendam di air hangat, menghirup udara segar, dan menikmati ketenangan alam membuat Ciater tetap relevan sebagai pilihan liburan ringan yang menyegarkan hingga saat ini.(*)




Bukan Soal Uang, Ini 5 Zodiak yang Paling Royal ke Pasangan

SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam sebuah hubungan, sikap royal sering kali diartikan sebatas memberi hadiah mahal atau mentraktir pasangan.

Padahal, makna royal dalam cinta jauh lebih luas. Ada yang rela mengorbankan waktu, tenaga, perhatian, bahkan kepentingan pribadi demi kebahagiaan orang yang dicintai.

Dalam astrologi, beberapa zodiak dikenal memiliki karakter murah hati saat menjalin hubungan.

Mereka mencintai dengan sepenuh hati tanpa banyak perhitungan.

Berikut lima zodiak yang paling dikenal royal kepada pasangan.

1. Leo (23 Juli – 22 Agustus)

Leo adalah sosok yang totalitas dalam urusan cinta. Saat jatuh cinta, mereka ingin pasangannya merasa istimewa dan dibanggakan.

Leo tidak ragu memberi kejutan, perhatian ekstra, hingga perlindungan emosional.

Bagi Leo, mencintai berarti memberi yang terbaik. Mereka cenderung royal secara terang-terangan dan senang melihat pasangan bahagia berkat usaha mereka sendiri.

2. Cancer (21 Juni – 22 Juli)

Cancer menunjukkan sikap royal dengan cara yang lembut dan penuh empati.

Mereka rela mengorbankan waktu dan energi untuk mendengarkan, merawat, serta mendampingi pasangan dalam kondisi apa pun.

Bukan materi yang diutamakan Cancer, melainkan rasa aman dan kenyamanan emosional.

Ketika sudah mencintai, kebutuhan pasangan sering kali menjadi prioritas utama mereka.

3. Libra (23 September – 22 Oktober)

Libra dikenal sebagai zodiak pencinta harmoni. Dalam hubungan, mereka royal dalam hal kompromi, pengertian, dan kesabaran.

Libra tak segan mengalah demi menjaga keseimbangan dan kedamaian bersama pasangan.

Sikap penuh perhatian dan adil membuat pasangan merasa dihargai. Libra percaya bahwa hubungan yang sehat dibangun dari usaha bersama dan saling memahami.

4. Taurus (20 April – 20 Mei)

Taurus mungkin tidak selalu menunjukkan romantisme yang mencolok, namun mereka sangat royal dalam memberikan kestabilan.

Zodiak ini rela bekerja keras demi masa depan bersama dan tidak keberatan berbagi kenyamanan hidup dengan pasangan.

Kesetiaan, dukungan, dan konsistensi adalah bentuk kemurahan hati Taurus. Sekali mereka yakin, komitmen yang diberikan nyaris tak tergoyahkan.

5. Sagitarius (22 November – 21 Desember)

Sagitarius memiliki cara unik dalam mengekspresikan sikap royal. Mereka senang berbagi pengalaman, petualangan, dan sudut pandang hidup dengan pasangan.

Zodiak ini royal dalam memberikan energi positif, kebebasan, serta semangat menjalani hidup. Bersama Sagittarius, hubungan terasa lebih hidup, dinamis, dan penuh cerita.(*)




Warga Jambi Tak Perlu Khawatir, Stok Beras Bulog Masih Melimpah

JAMBI – Ketersediaan beras di Provinsi Jambi dipastikan dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan. Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi menegaskan stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihhuddin, mengatakan Bulog Jambi saat ini memiliki stok beras Public Service Obligation (PSO) sekitar 10.471 ton. Selain itu, dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan dari DKI Jakarta sebanyak 9.000 ton.

“Kalau semuanya sudah masuk, total stok beras kita sekitar 19 ribu ton,” ujar Ahmad.

Dengan rata-rata penyaluran sekitar 3.000 ton per bulan, Ahmad menyebut stok beras Bulog Jambi diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan. Selain beras PSO, Bulog Jambi juga masih memiliki cadangan beras premium sebanyak 351 ton.

Dari sisi harga, Bulog Jambi menjual beras medium dengan harga Rp11.300 per kilogram atau Rp56.500 per kemasan.

Harga tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“HET beras premium SPHP itu paling mahal Rp13.100 per kilogram, jadi yang dijual Bulog masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Bulog juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ahmad mengatakan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengecer yang menjual beras di atas HET.

Setiap pengecer telah menandatangani pakta integritas, dan pelanggaran akan berujung pada pencabutan izin penyaluran.

Menutup keterangannya, Ahmad mengimbau masyarakat Jambi agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan kebutuhan pangan lainnya.

“Untuk pangan jangan khawatir, Bulog membuka penjualan setiap hari. Bahkan di hari libur dan tanggal merah tetap buka. Stok cukup dan harga terjangkau,” tutupnya.(*)




Dari Manasik hingga Quran Lansia, Ini Konsep Baru Jambi Islamic Center

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan rencana besar pengelolaan Jambi Islamic Center agar kawasan tersebut benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, bangunan yang sudah tersedia saat ini tinggal dimaksimalkan fungsinya melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Jambi Islamic Center ini tinggal kita gunakan dengan baik. Kami akan menyusun pengurusnya, nanti kita juga akan studi banding ke Islamic Center DKI Jakarta,” ujar Al Haris saat diwawancarai.

Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jambi adalah pembangunan miniatur Ka’bah.

Fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai lokasi manasik haji dan umrah bagi masyarakat Jambi.

“Saya berharap ke depannya ada miniatur Ka’bah untuk orang manasik haji dan umrah di sini,” kata Al Haris.

Tak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, Jambi Islamic Center juga dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat.Ke depan, akan tersedia ruangan khusus yang dapat digunakan untuk bekerja sekaligus menjadi pusat informasi terkait haji dan keagamaan.

Berbagai agenda kegiatan keislaman juga telah disiapkan untuk menghidupkan kawasan Islamic Center.

Di antaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) Imam Masjid, wisuda remaja masjid bersama BKPRMI, serta pelatihan pengelolaan bisnis masjid.

Selain itu, program pembinaan Al-Qur’an turut menjadi fokus, seperti Quran Lansia dan Quran Milenial.

Program ini menyasar anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu yang ingin memperbaiki dan memperlancar bacaan Al-Qur’an.

“Intinya kita ingin Islamic Center ini menjadi sebuah pendidikan non-kampus. Orang bisa belajar apa saja di sini, termasuk anak-anak yang belum bisa shalat,” jelasnya.

Saat ini, struktur kepengurusan Jambi Islamic Center masih dalam tahap penyusunan. Al Haris menargetkan pengelolaan Islamic Center sudah berjalan secara optimal pada tahun 2026.

“Struktur pengurusannya sedang diatur dan InsyaAllah tahun 2026 sudah berjalan,” tutupnya.(*)




Kabar Baik! 400 Warga Tebo Dapat Operasi Katarak Gratis Tahun 2026

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo kembali menghadirkan kabar positif bagi masyarakat di bidang kesehatan.

Pada tahun 2026, Kabupaten Tebo memperoleh kuota program operasi katarak gratis dengan jumlah yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tebo, Arif Haryoko, mengungkapkan bahwa kuota operasi katarak gratis tahun ini meningkat hingga empat kali lipat.

Total penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 400 orang.

“Alhamdulillah, tahun ini kuota operasi katarak untuk Kabupaten Tebo meningkat cukup besar. Target kita sebanyak 400 orang penerima manfaat,” ujar Arif Haryoko saat dikonfirmasi..

Program operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Arif menjelaskan, pelaksanaan operasi katarak direncanakan akan dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Tebo.

Menurutnya, rumah sakit tersebut dinilai memiliki fasilitas dan tenaga medis yang memadai untuk mendukung kelancaran program.

“Untuk lokasi pelaksanaan operasi, rencananya akan dipusatkan di RSUD Sulthan Thaha Saifuddin Tebo,” jelasnya.

Terkait jadwal pelaksanaan, Arif menyebutkan bahwa operasi katarak gratis tersebut direncanakan berlangsung pada Juni 2026.

Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan berbagai persiapan serta koordinasi lintas sektor agar program berjalan sesuai rencana.

Saat ini, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tebo juga tengah menjalin koordinasi dengan seluruh Puskesmas di setiap kecamatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendataan calon penerima manfaat tepat sasaran.

“Kami berkoordinasi dengan Puskesmas di tiap kecamatan, karena mereka yang paling memahami kondisi kesehatan masyarakat dan calon penerima manfaat,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah lansia produktif yang masuk dalam kategori desil penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.(*)